FEB

Penulis: admin

  • Pelatihan Brevet Pajak yang Digelar FEB UNS Semakin Banyak Diminati

    Pelatihan Brevet Pajak yang Digelar FEB UNS Semakin Banyak Diminati

    Sebanyak 42 peserta mengikuti Pelatihan Brevet A dan B  yang diadakan oleh  Divisi Pengembangan Kerjasama Ekonomi dan Akuntansi (DPKEA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Kegiatan berlangsung secara daring sejak 22 Februari 2021 dan akan berakhir hingga 16 April 2021 mendatang. Pelatihan ada 36 sesi,  terdiri dari 26 sesi materi dan 9 kali ujian.

    Setianingtyas Honggowati, MM, Ak, Ketua DPKEA FEB menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang perpajakan yang komprehensif  dan terbaru. Selain itu, juga memberikan keahlian dan keterampilan mengenai perencanaan, perhitungan dan pelaporan pajak sehingga bermanfaat baik individu, institusi ataupun perusahaan.

    Peserta pelatihan sebagian besar adalah mahasiswa aktif yang ada di Solo Raya. Selebihnya adalah fresh graduate, para pegawai di BUMN, advokat serta wiraswasta. Adapun untuk instrukturnya terdiri atas dosen UNS, konsultan pajak dan pegawai kantor wilayah DJP Jawa Tengah.

    Menurut Dr. Setianingtyas, antusias  peserta brevet semakin meningkat setiap periodenya. Bahkan ketika kegiatan sudah berlangsung pun masih ada yang menginginkan untuk mengikuti, dan akhirnya didaftarkan untuk angkatan berikutnya.

    “Kami sangat senang karena pelatihan brevet ini ternyata cukup banyak diminati. Bagi yang tidak bisa mengikuti karena keterlambatan mendaftar, kami ikutkan pada pelatihan berikutnya” katanya.

    Setiap periode pelatihan, DPKEA melakukan evaluasi untuk perbaikan, termasuk dari sisi instrukturnya. Agar paparannya lebih berkualitas dan mengena, di pelatihan ini, hampir separuhnya instruktur adalah dari konsultan pajak. (Humas FEB)

  • Webinar MESP Bahas Digitalisasi dan Inklusi Keuangan

    Webinar MESP Bahas Digitalisasi dan Inklusi Keuangan

    Tugas Bank Indonesia selain menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga stabilitas sistem keuangan melalui kebijakan makroprudential yang efektif, juga mengembangkan ekonomi dan keuangan digital.

    Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI),  Doni P Juwono, SE, M.Si dalam webinar yang diselenggarakan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin,  15 Maret 2021.

    Selanjutnya disampaikan, BI telah menerbitkan Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia (BPSPI) 2025 untuk menyikapi perkembangan digital yang sangat cepat  diantaranya integrasi ekonomi- keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank dalam mendorong inklusi keuangan. Digitalisasi perbankan juga dilakukan melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keungan. Dan interlink antara fintech dengan perbankan untuk menghindari shadow – banking melalui pengaturan teknologi digital seperti API, kerjasama binis maupun kepemilikan perusahaan.

    “Kita perlu untuk melakukan reborn karena inovasi digital itu sangat cepat.  Bank Indonesia juga ikut mendorong terciptanya ekonomi keuangan digital, tidak hanya di financing, di payment dan di lending, tapi juga disektor riil. Mari kita bersama membangun ekonomi keuangan digital untuk membantu pemulihan ekonomi nasional” paparnya.

    Deputi Gubernur BI,  Doni P Juwono Paparkan Implikasi Digitalisasi Keuangan terhadap Perekonomian Indonesia

    Sementara itu, narasumber lain, Prof. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyampaikan Implementasi Pemanfaatan Inklusi Keuangan pada Masyarakat yang Rentan.

    Diawal dijelaskan, inklusi keuangan merupakan upaya mengurangi segala hambatan baik yang bersifat harga maupun non harga  terhadap akses masyarakat untuk mendapatkan layanan jasa keuangan, termasuk hambatan geografis dan administratif. Di beberapa wilayah, masalah administrasi masih jadi kendala. Belum semua masyarakat memiliki KTP sehingga untuk masuk ke lembaga perbankan secara formal masih jadi kendala. Di banyak wilayah  juga masih menjadi kendala  dari aspek komunikasi.

    Merupakan bentuk strategi nasional keuangan inklusif yaitu hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara  tepat waktu, nyaman, informatif, terjangkau biayanya egan penghormatan penuh kepada harakat dan martabat.

    Selanjutnya dikatakan, berdasarkan data Financial Index dari  World Bank pada tahun 2011, masyarakat Indonesia dewasa yang mempunyai akun bank masih sekitar 20% dan pada tahun 2014 meningkat sekitar 30-an%.  Hal ini menunjukkan, belum banyak masyarakat Indonesia yang melek perbankan.

    Prof. Izza Mafruhah Mengangkat Inklusi Keuangan pada Masyarakat Rentan

    Masyarakat yang  memanfaatkan perbankan baru sebagian kecil saja dan berada di area perkotaan. Sedangkan untuk masyarakat yang rentan, yang  berada di  wilayah-wilayah kecil,  yang terpelosok atau area perbatasan, masih banyak yang belum memanfaatkan.

    Keuntungan keuangan inklusi adalah terjadi efisiensi ekonomi. Dengan masuknya masyarakat pada lembaga keuangan perbankan, efisiensi ekonomi akan terjadi, masyarakat akan menabung dan memanfaatkan kredit. (Humas FEB)

  • FEB UNS Prepared Laboratory toward Revenue Generating

    FEB UNS Prepared Laboratory toward Revenue Generating

    The Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta held a workshop on FEB UNS Laboratory Development toward Revenue Generating Efforts. The workshop was attended by the Board of Dean, Head of Programs, and the Chief of Unit and Laboratory FEB UNS. Ir. H. Utomo Putro, MM, Director of PT. Intan Pariwara and M. Wira Adibrata, Head of BEI Central Java II, were invited as speakers.

    The Dean of FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D, Ak, in his remark, mentioned that this event is FEB’s efforts to implement Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB) Program and to answer the demand of UNS new status as University with Legal Entity (PTNBH). “University need to form a partnership with the Business World, and Industrial World (DUDI) accelerate campus development,” Prof. Djoko mentioned Tuesday (16/3/2021) in UNS Inn. This effort can be applied by inviting practitioners as speakers, teaching, and training university students to be familiar with the workplace and ready to compete in the actual workplace.

    Prof. Djoko also mentioned that in UNS KMMB, many activities could be implemented in collaboration with DUDI to develop a link and match process. Students can take on-campus and off-campus activities through an industrial internship recognized in their credit semester (SKS).

    The event consists of a material presentation from the Director of PT. Intan Pariwara and the Head of BEI Central Java II, a discussion, and internal discussion on the Development of Laboratory with the Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si and Vice-Dean for Planning, Partnership, Business, and Information Affairs FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si.

    In this event, FEB UNS and PT Intan Pariwara also signed a collaboration agreement which includes Management Trainee (MT) selection program from PT Intan Pariwara in which 54 FEB UNS alumni participated in the process.

  • FEB UNS Sambut Mahasiswa Baru Pascasarjana

    FEB UNS Sambut Mahasiswa Baru Pascasarjana

    Mahasiswa baru pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Sebelas Maret (UNS),  baik S2 maupun S3 harus memiliki komitmen untuk berproses menjadi output yang terbaik.

    Pernyataan itu disampaikan  Prof . Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si,  Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS saat mewakili sambutan Dekan di Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa baru (PKKMB), Jumat 12 Maret 2021.

    Prof. Izza yakin, mahasiswa baru Pascasarjana FEB yang jumlahnya lebih dari 90 orang itu, dari Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan dan Program Doktor Ilmu Ekonomi merupakan mahasiswa terbaik.

    Prof . Dr. Izza Mafruhah, Saat Memberikan Sambutan

    “Harapan kami,  kita bisa berjalan sinergi, inputnya luar biasa,  karena sudah melalui seleksi Tes Potensi Akademik,  tes bidang, bahasa inggris dan wawancara. Dalam proses pembelajaran pun kita berikan yang terbaik, kita memiliki SDM yang unggul, tenaga pengajar bergelar doktor dan profesor. Dan dari aspek fasilitas, laboratorium dan kerjasama juga kita siapkan. Namun,  itu semua tidak akan ada artinya jika mahasiswa tidak belajar keras” tegasnya .

    Dikatakannya, secara teknis dan non teknis harus siap. Kuliah S2 dan S3 bukan lagi masalah  kompetensi tapi kaitannya dengan waktu, motivasi, pekerjaan yang selama ini sudah dilakukan. Proses yang disediakan di internal di FEB tidak cukup, mahasiswa juga harus  ikut berproses. Untuk mahasiswa PDIE, target kelulusan  3 tahun atau 4 tahun sedangkan bagi S2 harapannya lulus 1,5 tahun hingga 2 tahun, jangan sampai lebih karena akan merugikan baik dari mahasiswa maupun kampus.

    Hal penting lain yang cukup berat bagi mahasiswa pascasarjana adalah  saat mengerjakan tesis dan disertasi serta syarat-syarat pendukungya. Dalam hal ini, para kaprodi telah menyiapkan untuk membantu para mahasiswa, dengan memberikan pembimbing tesis atau disertasi yang kompeten. Harapannya mahasiswa dapat lulus tepat waktu.

    Di acara PKKMB itu,  juga disampaikan arahan dari Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan  dan Logistik, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, serta Sub Koordinator Akademik.

    Di sesi akhir, para mahasiswa memasuki ruang zoom di prodi masing-masing untuk mendapatkan pengarahan langsung dari para kaprodi, baik tentang kurikulum, aturan akademik dan strategi belajar agar bisa lulus tepat waktu. (Humas FEB)

  • FEB UNS Siapkan Pengembangan Laboratorium Menuju Revenue Generating

    FEB UNS Siapkan Pengembangan Laboratorium Menuju Revenue Generating

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Laboratorium FEB UNS Menuju Revenue Generating, Selasa, 16 Maret 2021 di UNS Inn.

    Workshop yang dihadiri oleh Dekanat, Kepala Program Studi, Kepala Unit dan Laboratorium FEB UNS itu menghadirkan praktisi sebagai narasumber, Ir. H. Utomo Putro, MM, Direktur PT. Intan Pariwara dan M. Wira Adibrata , Kepala BEI Jawa Tengah II.

    Praktisi dari PT Intan Pariwara dan BEI

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D, Ak, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya FEB dalam melaksanakan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).  Terlebih, berubahnya status UNS sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) sejak 6 Oktober 2020 lalu, menuntut Sivitas Akademika UNS untuk bergerak lebih cepat.

    “Perguruan tinggi harus menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri (DUDI) untuk mempercepat pengembangan kampus, diantaranya adalah dengan mengundang  para praktisi menjadi narasumber. Selain itu, praktisi juga ikut dilibatkan dalam mengajar, menggembleng para mahasiswa di kampus agar mengetahui langsung dunia kerja sesungguhnya sehingga mahasiswa akan siap berkompetisi di dunia kerja. ” paparnya.

    Prof. Djoko Suhardjanto Saat Memberikan Sambutan.

    Di KMMB, masih banyak  hal yang bisa kita kerjakan bersama antara DUDI dengan kampus agar ada link and match. Diantaranya, mahasiswa selain beraktifitas dikampus juga berhak beraktifitas di luar kampus dan akan dihitung dalam sks matakuliah, salah satunya adalah magang kerja di industri.

    Setelah paparan narasumber dari Direktur PT. Intan Pariwara dan Kepala BEI Jawa Tengah II serta  diskusi, acara dilanjutkan dengan Diskusi Internal Pengembangan Laboratorium dengan pemantik diskusi, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si dan Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si.,

    Penandatanganan Naskah Kerjasama antara FEB dan PT. Intan Pariwara

    Di acara yang digelar dari pagi hingga siang itu, diadakan juga Penandatanganan Naskah Kerjasama FEB UNS dan PT Intan Pariwara. Salah satu wujud kerjasama yang telah dilakukan adalah dengan terselenggaranya kegiatan  Ujian Seleksi Program Management Trainee (MT) PT Intan Pariwara beberapa waktu lalu yang diikuti oleh 54 alumni FEB UNS. (Humas FEB)

  • Pengurus BEM, Dema dan Ormawa FEB Ikuti Sosialisasi Anggaran dan SPJ

    Pengurus BEM, Dema dan Ormawa FEB Ikuti Sosialisasi Anggaran dan SPJ

    Beralihnya status UNS dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) serta keberadaan UNS  di klaster 1 perguruan tinggi di Indonesia, maka  peran dan aktifitas kemahasiswaan menjadi lebih besar. Mahasiswa kita dorong agar aktif berpartisipasi dalam berbagai macam aktifitas dan kegiatan sehingga bisa meningkatkan prestasi di level nasional maupun internasional.

    Pernyataan itu disampaikan  Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi dan Informasi Anggaran dan SPJ bagi Pengurus BEM, Dema dan Ormawa yang digelar Senin, 1 Maret 2021 secara daring.

    Selanjutnya Prof. Izza mengatakan, Pimpinan FEB, mulai dari Dekanat, Kaprodi dan pengelola lainnya serta dosen akan selalu mendukung aktifitas positif yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain ikut secara aktif,  hal penting yang juga harus dilakukan mahasiswa di setiap aktifitas yang dilaksanakannya adalah mahasiswa harus mempertanggungjawabkan kegiatannya dalam wujud kelengkapan administrasi pelaporan.

    “Setiap aktifitas yang dilakukan mahasiswa harus Success,  Clear dan Clean (SCC). Aktifitas yang dilakukan harus meliputi 3 hal itu” kata Prof. Izza.

    Success, kegiatan yang dihelat oleh mahasiswa secara substansi harus sukses, baik yang bersifat internal antar mahasiswa di lingkungan FEB, ataupun aktifitas-aktifitas yang bersifat eksternal di level nasional  maupun internasional. Fakultas menyediakan  pembimbing agar mahasiswa bisa berkonsultasi terkait dengan kegiatan yang diikutinya agar berjalan dengan lancar.

    Clear, setiap aktifitas yang dilakukan mahasiswa harus bersih, artinya harus jelas sebelum dan juga sesudahnya. Apakah mendapatkan pendanaan dari fakultas, atau dari sponsor. Apakah akan menarik pembiayaan dari peserta dan sebagainya.

    Clean, setiap kali aktifitas yang telah dilakukan baik dari perencanaan, pelaksanaan maupun pertanggungjawabannya harus bersih, tidak meninggalkan sumbatan-sumbatan. Pertanggungjawaban dalam bentuk pelaporan kegiatan harus diselesaikan juga.

    Arahan juga disampaikan oleh Ketua Perencanaan dan Pengembangan FEB UNS Drs. Supriyono, M.Si.  Dan sesi pelatihan dipandu oleh Koordinator Tata Usaha, Tunggul Ardhi, S.Si. serta Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP., Bendahara FEB UNS. (Humas FEB)

  • FEB Bertambah Dua Profesor Baru

    FEB Bertambah Dua Profesor Baru

    Dua guru besar baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak. dan Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si.yang telah dikukuhkan bersama dengan tiga  guru besar dari Fakultas Pertanian  dan satu dari Fakultas Teknik pada Selasa, 9 Maret 2021  merupakan kado terindah bagi UNS saat merayakan Dies Natalisnya yang  ke-45.

    Prof. Bandi merupakan guru besar bidang Ilmu Akuntansi dari Prodi Akuntansi FEB, saat ini  menjabat sebagai Wakil Rektor  Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia UNS. Di pengukuhan, Prof. Bandi menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Kejujuran dalam Pelaporan untuk Meningkatkan Kepercayaan Pengguna pada Laporan Keuangan.

    Prof. Bandi saat menyampaikan pidato pengukuhan guru besar

    Sedangkan Prof. Izza merupakan guru besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dari Prodi Ekonomi Pembangunan, saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS. Di pengukuhan, Prof. Izza menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Implementasi Financial Inclusion bagi Pekerja Migrant Indonesia,  Best Practice Teori Permanen Income Life Cycle Hypothesis.

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dalam sambutannya sangat bangga dengan hadirnya 6 profesor baru di UNS. Selamat bergabung kepada 6 guru besar baru dalam keanggotaan dewan professor. Kehadirannya akan meningkatkan reputasi akademik UNS,  khususnya di dalam bidang riset dan inovasi.

    “Peristiwa ini patut dicatat dalam sejarah UNS karena baru kali pertama UNS menyelenggarakan pengukuhan guru besar yang jumlahnya 6. Suatu jumlah yang tidak biasanya, biasanya 1, 2 atau 3  ini adalah kado indah untuk Dies natalis ke-45 UNS. Dengan bertambahnya 6 guru besar baru maka jumlah seluruh guru besar di UNS adalah 235 orang dan 131 diantaranya adalah  guru besar aktif” paparnya.

    Prof. Izza saat menyampaikan pidato pengukuhan guru besar

    Meskipun diakui dengan bertambahnya 6 guru besar, sejatinya  belum mencukupi kebutuhan yang ideal, tapi setidaknya mampu mendorong dosen  lain untuk dapat diusulkan kenaikan jenjang akademik tertinggi yaitu guru besar.

    Rektor mengajak kepada  6 guru besar agar lebih produktif melakukan riset,  menulis buku dan melakukan publikasi pada jurnal internasional serta menghasilkan karya inovatif apalagi di 2021 itu Kementerian Riset dan Teknologi atau  Badan Riset Nasional Inovasi Indonesia telah mengusulkan dana unggulan untuk 12 PTNBH yang nilainya 399,3 Miliar. Ini adalah  kesempatan yang baik sekaligus sebagai  ajang pembuktian bagi kita untuk menunjukkan klaster riset dan inovasi UNS  yang semakin maju dan dapat merespon masa depan dengan baik. (Humas FEB)

  • FEB Sambut Dua Guru Besar Baru

    FEB Sambut Dua Guru Besar Baru

    Karangan bunga yang berjajar rapi di Halaman Gedung I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan gelaran “Nonton Bareng (Nobar)” di selasar menambah kemeriahan penyambutan dua guru besar FEB yang baru saja dikukuhkan, Selasa 9 Maret 2021.

    Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak. dan Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. yang telah dikukuhkan sebagai guru besar bersama dengan tiga  guru besar dari Fakultas Pertanian  dan satu dari Fakultas Teknik merupakan kado terindah bagi UNS yang saat ini sedang merayakan Dies Natalis ke-45.

    Kegiatan Nonton Bareng Pengukuhan Guru Besar di Selasar sebagai Ungkapan Suka Cita Keluarga Besar FEB

    Prof. Bandi merupakan guru besar bidang Ilmu Akuntansi dari Prodi Akuntansi FEB yang  juga sebagai Wakil Rektor  Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia. Sedangkan Prof. Izza Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dari Prodi Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan.

    Kehadiran dua guru besar disambut dengan meriah oleh pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan (Tendik). Memasuki area lobi gedung 1 FEB, keduanya disambut dengan riuhnya musik dan konfeti warna-warni.

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Djoko Suhardjanto, M. Com (Hons)., Ph,D, Ak dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Prof. Bandi dan Prof. Izza yang telah sampai pada puncak tertinggi jenjang akademik.

    Kehadiran Kedua Guru Besar Disambut Meriah oleh Pimpinan, Dosen dan Tendik FEB

    “Hadirnya 2 profesor yang hebat ini harus bisa menginspirasi para dosen FEB untuk  mencapai gelar professor,  harus keluar dari rutinitas, jangan yang biasa-biasa. Bagi yang Lektor segera ke Lektor Kepala  dan untuk yang Lektor Kepala harus segera diusahakan meraih gelar profesor. Sesuai harapan Rektor, guru besar harus tercapai minimal  20%” tegasnya.

    Sementara itu, kedua guru besar dalam kesan dan pesannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dekan dan seluruh sivitas akademika FEB UNS yang menyambut kehadirannya dengan suasana meriah. Keduanya juga mengajak agar para dosen memacu agar mampu mencapai guru besar.

    Menurut Prof. Bandi, ke depan,  proses administrasi untuk Penilaian Angka Kredit (PAK) akan lebih sederhana melalui sistem yang terintegrasi sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya dan juga meminimalisir berkas.   (Humas FEB).

  • Prof. Wimboh: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Di Tahun 2021

    Prof. Wimboh: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Di Tahun 2021

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Seblas Maret (UNS) hadir sebagai keynote speech pada webinar Contemporary Issues on Islamic Finance and Banking yang diselenggarakan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) UNS Fintech Center, Rabu (03/03/2021) malam.

    Prof. Wimboh menyampaikan materi terkait kondisi perbankan syariah di Indonesia serta potensi perbankan sharia di Indonesia dalam perbaikan ekonomi pasca pandemi. Di paparannya juga dijelaskan tentang rencana kebijakan OJK pada tahun 2020-2021.

    “Nilai perdagangan produk halal/industri halal 3 billion USD, Indonesia merupakan tujuan wisata halal terbaik,” jelas Prof. Wimboh mengawali paparannya.

    Ekonomi Indonesia diprediksi dapat pulih di tahun 2021. Dimulainya program vaksinasi nasional meningkatkan optimisme, hal ini didukung dengan peningkatan consumer index di bulan Februari yang mencapai 88%.

    Dalam hal kebijakan di bidang ekonomi, telah terdapat sinergi kebijakan antar regulator di sektor keuangan perbankan, seperti restrukturisasi kredit, subsidi bunga pinjaman, budget deficit policy, bantuan likuiditas, LTV relaksasi, quantitative easing.

    Terkait peran perbankan syariah, Prof. Wimboh menyatakan bahwa pertumbuhan perbankan syariah cenderung tidak terpengaruh efek pandemi Covid-19 karena mayoritas perbankan syariah terletak di daerah pedesaan.

    Menutup materi yang disampaikan, Prof. Wimboh berharap semoga materi yang disampaikan akan bermanfaat bagi peserta webinar. “Semoga informasi yang saya sampaikan dapat menjadi dasar pengetahuan tentang kondisi sharia banking in indonesia,” pungkasnya.

    Salah satu pembicara dalam webinar tersebut, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D, dosen FEB UNS yang membahas mengenai mekanisme tata kelola di perbankan syariah.

    Melalui penelitian yang telah dilaksanakan, Dr. Tastaftiyan menemukan bahwa mayoritas akademisi yang bertindak sebagai anggota Dewan Syariah di bank syariah juga menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di bank syariah lain.

    “SSB atau Dewan Syariah seharusnya independen dari pengaruh manajemen bank. Akan tetapi, anggota Dewan Syariah tetap menerima remunerasi dari perusahaan terkait. Hal ini dapat menyebabkan konflik kepentingan, terlebih jika seseorang menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Syariah di lebih dari satu bank,” jelas Dr. Tastaftiyan.

    Narasumber lain dalam webinar yang digelar secara daring itu yakni Prof. M. Kabir Hassan, (University of New Orleans, USA), Prof. Hussein A. Abdou dari University of Central Lancashire, UK., Dr. Taufiq Hidayat selaku,  Direktur KNEKS Indonesia dan  Dwi Irianti, M.A., Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Indonesia, Prof. Mansor H. Ibrahim (INCEIF, Malaysia), Prof. Ahmet Faruk Aysan (Hamad bin Khalifa University, Qatar), Dr. Mariani Abdul-Majid dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof Dian Masyita (Universitas Padjajaran-UNPAD), serta Dr. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

    Para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi pada sesi tanya jawab webinar yang dipandu oleh Dewanti Cahyaningsih M.Rech tersebut.

    Dengan terlaksananya international webinar ini diharapkan mampu mengungkapkan potensi-potensi dari perkembangan kegiatan keuangan dan perbankan islami di Indonesia dan secara global sehingga masyarakat dan peneliti dapat menyesuaikan diri dengan cepatnya perkembangan teknologi keuangan, terutama teknologi keuangan Islam.

    Reporter: Aulia

    Editing: Humas

  • Zero Percent Down Payment Policy, What Expert Says

    Zero Percent Down Payment Policy, What Expert Says

    The Covid-19 pandemic hit Indonesia in March 2020 brought multi-sector economic declines. After one year of struggling with the pandemic, the government took action to recover the economic condition, one of them is the Zero Percent Down Payment (DP 0%). The Central Bank of Indonesia (Bank Indonesia-BI) decides to implement a free down payment policy or popularly known as DP 0% for housing and vehicle purchase starting on March 1, 2021, until December 31, 2021. The government is optimistic that with the start of vaccination, the public will be more confident to resume their economic activities, thus recover the economic condition.

    Responding to this policy, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., an economist from the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta, states that the policy is, indeed, aiming to stimulate the declining automotive and property market. However, there is no clear signal toward that direction, there is still no significant effect.

    The government policy launched yesterday has not been able to make a significant impact, even though Bank Indonesia has seen the sign of economic recovery, but many factors are affecting the outcome, such as how small and medium enterprises (SME). The expectation is for the economic condition to return to normal and the public resuming their activities. In reality, the government still imposing social restrictions, which made us reconsider our decision to take debt, entrepreneurs will also rethink their decision for expansion,” Prof. Hunik explains during RRI Morning Talk, Tuesday (02/02/2021).

    Today, there is no significant impact, while the public is waiting for the result of vaccination. The DP 0% program attracts public interest for a moment, but they will be burdened with the installment. However, Prof. Hunik encourages the community to stay optimistic. The government has taken many efforts and providing great assistance to overcome the challenges during the pandemic. The DP 0% policy is expected to improve the community economy. Hopefully, the vaccination effort will be successful and the government will reduce the mobility restriction policy. Therefore, improving optimism and developing the Indonesian economic condition.

    On the other hand, Prof. Hunik finds unique phenomena during the Covid-19 pandemic. In this ongoing pandemic, there are many new entrepreneurs in online business that can support the household economy sufficiently. These online businesses offer various merchandise such as fashion, food, and even vegetable. The phenomena show the public creativity during this hard period.

    Prof. Hunik hopes that the community can find new opportunities when their past business failed during the Covid-19 pandemic. Indonesian people are expected to never give up, always come up with new business ideas, for example, online businesses. (Humas FEB)