FEB

Penulis: admin

  • UNS Economist on the Restrictions on Community Activities

    UNS Economist on the Restrictions on Community Activities

    A total of 23 Municipalities in Central Java are selected to implement the implementation of Restrictions for Community Activities (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat – PPKM), starting of January 11th, 2021 until January 25th. This policy is taken in response to the Central Government policy to limit the public activities in Java and Bali. Responding to this policy, the economist from the Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Lukman Hakim, Ph.D., states that, this policy will affect people’s economic condition because it will reduce community economic activities.

    To uns.ac.id, Lukman stated that during PPKM, there is a limitation for restaurant activities. Dining is only allowed with a maximum of 25% of the dining room capacity, while delivery can be provided during the restaurant operational hours. The policy also limits the operational hours for a shopping center or mall until 19.00 Western Indonesia Time. Lukman Hakim stated that Based on the experience, the community’s transaction and consumption pattern has changed from the beginning of the pandemic. He also thinks that this policy will not bring a significant impact on community economic conditions.

    “Based on past experience, the public’s transaction and consumption pattern has changed, since the beginning of pandemic. I think this will not have a significant effect on the economic condition. For instance, a policy in Solo where all culinary transaction that is limited to 7 pm is canceled, and restaurants are allowed to open according to their operation hours while implementing health protocols. This means that there is no difference from the previous condition,” Lukman explained, Saturday (16/1/2021).

    According to him, the government will still consider the economic impact of their policies. As long as the availability of staple foods is secured, there will hardly be a problem. Moreover, the government will continue distributing financial aids through various schemes, both through cash and transfer. There is also financial aid for Civil Servants who generate income below IDR 5 million, which will increase community purchasing power.

    “Purchasing power is still okay. There is only a time limit. People are still purchasing goods at the designated time by applying health protocol,” he concluded.

  • Literature Review Webinar by PDIE UNS

    Literature Review Webinar by PDIE UNS

    The Doctoral Program in Economics (PDIE) Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta held a webinar on ‘Literature Review: Research Method and Bias’ on Tuesday (12/1/20201) through the Zoom Cloud Meeting application.

    Inviting Prof. Nurul Indarti, Sivilekonom, Cand Merc., Ph.D. from FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, the webinar was attended by 190 participants. Opening the event, the Head of PDIE, Prof. Rahmawati reveals that the webinar is compulsory for the students who currently taking the Research Methodology course and new student. However, the webinar is also open for public.

    Prof. Nurul opened her material with the definition of literature review as a summary of a research topic in a particular field that will support identifying specific research questions. “This stage emphasized how the researcher arrived at their research question,” Prof. Nurul explained.

    Head of PDIE FEB UNS, Prof. Rahmawati

    In her session, Prof. Nurul also explained the benefit and aims of the literature review. The literature review benefits are providing a specific and thorough background in understanding a topic and underlie the importance of the study. This stage also brings new research ideas and limits a topic and shows a specific topic to be studied.

    The literature review aims to differentiate between what has been done and what should be done. With the literature review, a researcher can identify the important and relevant variables for a research topic, synthesize ideas and essential findings from previous studies, and find new perspectives. The literature review also aims to rationalize the significance of issues to be studied to identify appropriate research methodology and technique implemented in previous research and places the current study in the context of novelty.

    Prof. Nurul also shared tips to choose a research topic. First, consider the novelty aspect, relevance, and personal. The novelty aspect can be achieved through the complexity of the phenomenon, the relationship among the research variables, the method employed, and the observation context. Third, relevance is presenting the level of the importance of the research topic, and lastly, personal.

    Prof. Nurul concluded the session with an explanation about bias. Bias could happen in the bibliometric literature study. It is vital to understand this bias and mitigate bias by identifying its causes and impacts. The mitigation of bias can be performed at the conceptual and technical level, and researchers should understand the fundamentals of in-depth literature study. (Humas)

  • Pakar Ekonomi UNS Tanggapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

    Pakar Ekonomi UNS Tanggapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

    Sebanyak 23 kabupaten dan kota di Jawa Tengah telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pembatasan aktifitas telah berjalan sejak tanggal 11 Januari 2021 dan akan berlangsung hingga 25 Januari mendatang.

    Penetapan yang tertuang dalam edaran Gubernur Jawa Tengah itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat untuk pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali. Diantara aturan dalam edaran tersebut adalah pembatasan aktifitas kegiatan restoran, makan/minum ditempat sebesar 25% dan untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diijinkan sesuai jam operasional restoran. Juga membatasi jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal hingga pukul 19.00 WIB.

    Menyikapi adanya pembatasan kegiatan tersebut, Lukman Hakim, SE, Msi, Ph.D, Pakar Ekonomi Universitas Sebelas Maret menanggapi bahwa PPKM yang telah diberlakukan pemerintah pasti ada dampaknya bagi perekonomian masyarakat karena aktifitas masyarakat berkurang, namun pengaruhnya tidak terlalu besar.

    “Berdasarkan pengalaman yang terjadi, pola transaksi dan konsumsi masyarakat sudah berubah sejak awal pandemi, dugaan saya pengaruhnya bagi ekonomi masyarakat tidak terlalu besar. Apalagi seperti aturan yang diterapkan di Solo, transaksi  kuliner yang semula dibatasi hingga pukul 7 malam akhirnya dibatalkan dan para pedagang tetap diijinkan berjualan sesuai jam operasional dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ini artinya tidak ada bedanya dengan sebelumnya” katanya optimis.

    Menurutnya, bagaimanapun pemerintah tetap memikirkan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan adanya pembatasan aktifitas. Selama ketersediaan bahan kebutuhan pokok pemerintah cukup, tidak ada masalah.

    Mungkin akan terjadi sedikit penurunan inflasi karena  transaksi akan berkurang karena ada pembatasan, tetapi ketersediaan barang-barang masih cukup banyak. Apalagi pemerintah tetap menggelontorkan bantuan dari berbagai skema, bantuan sosial yang sifatnya tunai maupun transfer. Termasuk juga adanya bantuan untuk kelompok karyawan non PNS yang penghasilan di bawah 5 juta yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

    “Daya beli masyarakat tetap oke hanya dibatasi waktunya saja. Masyarakat tetap berbelanja dengan waktu yang telah ditentukan dan tetap mematuhi protokol kesehatan” pungkasnya. (Humas)

  • PDIE Gelar Webinar Bahas Kajian Literatur

    PDIE Gelar Webinar Bahas Kajian Literatur

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar bertemakan Kajian Literatur: Metode dan Bias Penelitian dengan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D dari  Universitas Gadjah Mada, Selasa 12 Januari 2021.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS dalam sambutannya mengatakan, di kegiatan ini, mahasiswa baru diwajibkan hadir  untuk mata kuliah Metodologi Penelitian. Namun acara ini juga terbuka bagi kalangan umum yang tertarik.    Diharapkan, ilmu yang diberikan dari narasumber menambah ilmu dan pengetahuan mahasiswa baru dan juga bermanfaat pula bagi mahasiswa yang sedang dalam proses penulisan disertasi serta para dosen.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala PDIE Saat Beri Sambutan

    Sebelum webinar berlangsung, Prof. Nurul  membagikan beberapa sumber bacaan kepada peserta sebagai acuan paparan,  artikel yang  dipublikasikan di jurnal dan konferen berdasarkan kajian literatur. Harapannya,  peserta sudah meluangkan waktu membaca agar paparan yang disampaikan narasumber lebih efektif terserap.

    Diawal paparannya, Prof. Nurul menyampaikan, kajian literatur atau literature review adalah ringkasan sebuah topik di bidang penelitian tertentu yang mendukung  pengidentifikasian pertanyaan penelitian. Dengan kata lain kajian literatur intinya “how researcher really arrived at their research question?”.

    “Inti kajian literatur sebenarnya adalah membaca, iqra (bacalah). Kadar membaca seorang tidak sama tergantung kemampuan menyerap bacaan, ada yang bisa paham dalam 3 jam dan ada yang sampai satu hari. Ini adalah proses. Jika teman-teman S3 belum tahu apa masalah penelitian dan pertanyaan penelitiannya berarti membacanya kurang dan tidak melakukan kajian literatur” ungkapnya

    Selanjutnya dikatakan, kajian literatur ini memiliki tujuan untuk membedakan apa yang sudah banyak dilakukan dan apa yang perlu dilakukan. Juga bisa mengidentifikasi variabel-variabel penting yang relevan bagi sebuah topik. Selain itu kajian literatur juga bisa merasionalisasi signifikansi masalah penelitian, mengidentifikasi metodologi utama dan teknik penelitian yang sudah dilakukan serta menetapkan penelitian dalam konteks kebaruan. .

    Dari sistematika proses kajian yang dilakukan, tipe kajian literatur dibedakan menjadi kajian literatur tradisonal atau naratif dan kajian literatur terstruktur atau sistematis. Sedangkan dari metode kajian atau pendekatan yang digunakan dibedakan  mejadi meta analasis dan meta sintesis. Dan yang telah  dilakukan Prof. Nurul beserta tim adalah kajian literatur terstuktur.

    Kajian literatur tradisional tidak terlalu power full dan tantangannya luar biasa ketika kita melakukan publikasi karena pemilihan sumber bacaan tidak dijelaskan, sehingga kritik terbesar dalam kajian literatur naratif adalah kurang akurat, subyektif dan mengandung bias penelitian.

    Narasumber Webinar, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D

    “Ketika para peneliti menulis bab 1 dan bab 2,  membahas sekian banyak literatur lalu mengatakan belum banyak yang meneliti tentang X,  masih sedikit yang meneliti tentang Y,   jangan-jangan kurang akurat, subyektif dan bias  karena yang dibaca hanya 50 artikel, aksesnya hanya sedikit artikel saja” ungkapnya.

    Pada kajian literatur terstruktur dianggap memiliki struktur yang logis dan kemampuan reliabilitas dan validitas yang lebih tinggi karena  memiliki kriteria dalam pemilihan literatur yang akan  dikaji.

    Kajian literatur mengumpulkan banyak literatur dan menggunakan salah satu teknik yang dipakai yaitu teknik bibliometrik, atau teknik yang berbasis pada statistik, pengolahannya menggunakan perangkat lunak, software yang digunakan PoP software (publish of perish software).

    Selama hampir 2 jam, Prof. Nurul menjelaskan dan berdiskusi dengan peserta secara detil tentang  kajian literatur, bagaimana metode itu dilakukan dan mengapa bisa menghasilkan sebuah artikel serta tentang bias dalam kajian literatur. (Humas)

  • PTNBH UNS: FEB UNS Dean Encourages Students to Pursue International Level Achievement

    PTNBH UNS: FEB UNS Dean Encourages Students to Pursue International Level Achievement

    The Student Executive Board (BEM), Student Executive Council (DEMA), Student Associations, Student Organizations, and Academic Staff in Academic and Student Affairs Sub-Division FEB UNS in Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, are participated in an Information and Dissemination on Academic, Research and Student Affairs Session, Wednesday, 13 January 2021. The online session was held to discuss 4 (four) agenda namely the change of UNS SOTK as a University as Legal Entity (PTNBH), Kampus Merdeka Program, Evaluation, and Academic and Student Affairs Information.

    In his speech, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D., Ak encouraged students to be active and participate in the international level events. The faculty will assist the students in terms of funding and training.

    Prof. Djoko stated that with UNS status as Public University with Legal Entity (PTN BH), student’s activities in academic and non-academic fields should be directed to achieve international level achievements. The university, faculty, and programs will support students in their efforts to achieve such accomplishments and will take an active role in solving challenges faced by students as an effort to meet government targets for UNS to enter the Top 500 Universities in the world.

    “We need to work together and work harder to achieve the target,” Prof. Djoko states.

    In his direction, Prof. Djoko mentioned the adjustments that were made after UNS is granted the PTN BH status on 6 October 2020 and the leaps that must be taken. He conveyed that all community members should understand the status change, which will require UNS to achieve the target set by the government. Great leaps should be made to achieve the target, and it requires hard work from all academic members. The organizational structure of UNS has gone through a streamlining to increase its performance effectiveness.

    In UNS organizational structure as a PTN BH, there are four vital organs at the executive board level; MWA, Academic Senate, Rector, and the Board of Professors. At the faculty level, Dean is assisted by Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs, Vice-Dean for Human Resources, Finance, and Logistics Affairs, and Vice-Dean for Planning, Partnership, Business, and Information Affairs. Previously the Vice-Dean for Academic Affairs, Vice-Dean for Management and Financial Affairs, and Vice-Dean for Student and Alumni Affairs.

    Changes also performed in the Chief of Academic Staff Administration. Previously the post was led by the Chief of Administrative Bureau and 4 officials serving as the Chief of Sub Section; now it is the Coordinator of Administrative Bureau with 2 Sub-Coordinators for Academic and Non-Academic Affairs. These changes will affect faculty activities, including the academic, student affairs, and students who need to adjust to the new arrangement.

    The Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si added that students are the key to achieve the 1st and 2nd Key Performance Indicators (IKU), which focus on the percentage of Undergraduate and Diploma Program graduates who get a job, continue their study or become entrepreneurs with appropriate income outside the campus, and the percentage of Undergraduate and Diploma (D4/D3/D2) program graduates who spend at least 20 Semester Credits outside the campus or achieve at least one national-level achievement.

    Prof. Izza emphasized that in addition to students’ hard skills or intellectual capability, soft skills are also vital for students to achieve an accomplishment. Students must understand the ethics in communication and deliver an opinion. Therefore, students are expected to be active in non-academic activities. “To support this effort, the faculty will issue Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) (Attachment to Diploma),” Prof. Izza stated.

    On the other hand, as Vice-Dean for Planning, Partnership, Business, and Information Affairs FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, M.Si., stated that in Kampus Merdeka Program, students would have the independence to learn outside the campus. This program includes the village building program and a humanitarian project, which can be recognized as university courses.

  • Sosialisasikan UNS PTNBH, Dekan FEB Dorong Mahasiswa Berprestasi di Tingkat Internasional

    Sosialisasikan UNS PTNBH, Dekan FEB Dorong Mahasiswa Berprestasi di Tingkat Internasional

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) serta Tenaga Kependidikan Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Sosialisasi dan Informasi Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan,   Rabu 13 Januari 2021.

    Kegiatan yang digelar secara daring itu membahas 4 agenda utama yakni Sosialisasi Perubahan SOTK UNS Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Kampus Merdeka, Evaluasi Bidang 3 dan Informasi Akademik dan Kemahasiswaan.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak dalam arahannya  menyampaikan beberapa hal terkait penyesuaian UNS setelah resmi menjadi PTNBH sejak 6 Oktober 2020 lalu dengan lompatan kerja yang harus segera dijalankan.

    “Kita perlu memahami adanya perubahan status UNS dari BLU menjadi PTNBH. Dengan status PTNBH, UNS harus bisa mencapai target yang dicanangkan pemerintah,  masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia, harus ada lompatan yang besar dan ini perlu kerja keras dari seluruh sivitas akademika. Tata kelola diefisiensikan, banyak perubahan di struktur organisasinya, dirampingkan sehingga kinerja lebih efektif” jelasnya.

    Dalam struktur  organisasi  UNS sebagai PTNBH,  ada 4 organ penting di level pusat yakni Majelis Wali Amanah, Senat Akademik, Rektor dan Dewan Profesor. Sedangkan di level fakultas, Dekan dibantu oleh Wakil Dekan Bidang Riset, Akademik, Kemahasiswaan, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia Keuangan dan Logistik, serta Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama,  Bisnis dan Informasi. Sebelumnya bernama Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

    Perubahan juga terjadi pada Pimpinan Administrasi Tenaga Kependidikan. Sebelumnya dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dengan 4 orang menjabat Kepala Sub Bagian berubah menjadi Koordinator Tata Usaha dan dengan hanya 2 Sub Koordinator, yakni Akademik dan Non Akademik.

    Beberapa perubahan ini akan membawa dampak pada kegiatan di fakultas, termasuk juga kegiatan akademik maupun kemahasiswaan dan mahasiswa harus segera menyesuaikan diri.

    Dekan mendorong agar mahasiswa  bergerak aktif, mengikuti kegiatan-kegiatan pada level internasional dan fakultas akan membantu dalam pencapaian prestasi tersebut, baik dari pendanaan maupun pelatihan-pelatihan.

    “Dengan status UNS sebagai PTNBH, aktifitas dan kegiatan mahasiswa, baik akademik dan non akademik harus mengarah kepada pencapaian prestasi tingkat internasional. Universitas, fakultas dan prodi akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa tersebut. Jika ada kesulitan, kita selesaikan bersama supaya kita bisa mencapai target yang dicanangkan pemerintah, masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia. Kita harus guyub rukun bekerja keras untuk mencapai target itu” tegas Dekan menyemangati mahasiswa.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Riset, Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si menambahkan, mahasiswa menjadi bagian utama di pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 dan 2, yakni Persentase lulusan S1 dan Program Diploma yang berhasil dapat pekerjaan, melanjutkan studi, atau menjadi wiraswasta dengan penghasilan yang cukup di luar kampus serta persentase  lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling tidak 20 sks di luar kampus atau meraih prestasi minimal tingkat nasional.

    Prof. Izza menegaskan, ada satu hal penting dalam pencapaian prestasi mahasiswa. Selain memiliki hardskill atau kemampuan intelektual, mahasiswa harus memiliki softskill yang kuat. Sebagai contoh, mahasiswa harus memiliki etika dalam berkomunikasi,  menyampaikan pendapat.  Bersikap kritis bagi mahasiswa adalah wajib, namun cara dalam bersikap kritis itu juga sangat penting.

    Untuk mendukung kompetisi di dunia kerja, mahasiswa tidak cukup hanya pandai dalam bidang akademik namun juga harus aktif di kegiatan-kegiatan non akademik. Dalam hal ini fakultas menerbitkan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).

    Di sisi lain, Dr. Mugi Harsono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi mengatakan, dalam Program Kampus Merdeka, mahasiswa akan memiliki kemerdekaan untuk belajar di luar kampus, diantaranya adalah pada Program Membangun Desa dan Proyek Kemanusiaan yang aktifitasnya dapat direkognisi kedalam matakuliah.  (Humas)

  • The 2021 New Year Workshop: The Dean of FEB UNS Motivates the Academic Staff

    The 2021 New Year Workshop: The Dean of FEB UNS Motivates the Academic Staff

    Opening the new year of 2021, Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) held a Sarasehan for Academic Staff in Padepokan Aji Tirta Wening (ATW) Boyolali, Wednesday (6/1/2021). This sarasehan is used to motivate Academic Staff o FEB UNS to support the Public University with Legal Entity (PTN BH) status of UNS.

    The sarasehan was attended by the Dean and Vice-Deans and the Head of Programs. This sarasehan is a routine agenda of FEB UNS to build closeness among the staff in FEB UNS. Solidarity, togetherness, and responsibility made among the academic staff will improve performance and become a strong power to achieve FEB development.

    The Dean of FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak opening his remark by sharing the news of UNS designation as PTN BH since 6 October 2020 and all the leaps and challenging works that need to be done. Prof. Djoko stated that with PTN BH status, UNS should be able to be the Top 500 universities in the world. “Big leaps should be taken, and it requires hard works from all academic members. Besides that, the management needs to be streamlined. Many changes occur in the organizational structure, which aims to increase the effectiveness,” Prof. Djoko explained.

    The demand in the future will be harder to achieve and should be understood together. Prof. Djoko invited all academic staff to always work together, help one another, collaborate, and develop care toward one another. The Vice-Dean for Research, Academic, Student, and Alumni Affairs FEB UNS, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si added that PTN BH is an achievement but also a challenge, and if UNS implemented it well, it would become a reward. She emphasized that with PTN BH status, all academic members should work full power, and it is not a one-person show.

    There are four main actors in PTN BH to achieve the Key Performance Indicators (IKU), namely the regulators, executors, supporting system, and end-user. The regulators are four university leaders that consist of the Trustee Council, Academic Senate, Rector, and Board of Professors. Dr. Izza also said that there would be many changes, but it will not be a total change but inclusion of components required to achieve World Class University title.

    “One of the efforts implemented by the regulators is 8 IKU, which covers the aspect of academic, students, and teachers, which not only focuses on the output but the outcome,” Dr. Izza stated.

    The Dean and staff below the dean are the executors or regulations issued by the government. In the SOTK, there are organizational structure changes that can be categorized as academic and non-academic, which increases the executor’s duties. The supporting system is the government, business circles, and community, which hold a vital part in PTN BH UNS. Executors should be able to provide excellent services to the supporting system. Training for service excellent, particularly from front office workers, such as security officers, is needed to support this effort. Another main actor in the system is the end-user or the students. The students should receive equal services because they also assess university performance.

    Additional direction to motivate the academic staff was delivered by the Vice-Dean for Human Resources, Finance, and Logistic FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si, Ak., and the Vice-Dean for Planning, Partnership, Business, and Information FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, M.Si. The sarasehan also serves as a farewell ceremony for the Head of FEB Sub-Department, L. Setyo Budi, S.IP and Lidiya Kusuma Dewi, SE move to another unit in UNS. Besides relaxing chat, the event was also enlivened with outbound and satay cooking competition around ATW.

  • Dekan FEB Beri Motivasi Tendik di Acara Sarasehan

    Dekan FEB Beri Motivasi Tendik di Acara Sarasehan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sarasehan Tenaga Kependidikan, Rabu 6 Januari 2021 di Padepokan Aji Tirta Wening (ATW), Boyolali. Kegiatan yang digelar dari pagi hingga sore hari bertema Sarasehan Upgrading Kinerja Tenaga Kependidikan FEB untuk Mendukung PTNBH.

    Sarasehan Tendik yang dihadiri oleh Dekanat dan Para Kaprodi merupakan agenda rutin fakultas yang bertujuan untuk menjalin semangat kekeluargaan di lingkungan FEB UNS.  Kekompakan, kebersamaan dan tanggung jawab bersama yang terbangun akan memacu peningkatan kinerja dan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan FEB.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak di awal sambutannya  menyampaikan beberapa hal terkait telah resminya UNS menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNHBH) sejak 6 Oktober 2020 lalu dengan segala loncatan kerja keras yang harus dijalankan.

    “Dengan status PTNBH, UNS harus bisa masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia, harus ada loncatan yang besar dan ini perlu kerja keras dari seluruh sivitas akademika. Selain itu, tata kelola diefisiensikan. Banyak perubahan di struktur organisasinya, dirampingkan sehingga kinerja lebih efektif” jelasnya.

    Tuntutan ke depan akan lebih keras dan harus bisa dipahami bersama. Dekan mengajak kepada seluruh Tendik untuk selalu guyub rukun, saling membantu, bekerja sama dan punya rasa peduli.

    Sementara itu, Wakil Dekan Riset, Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si menambahkan, PTNBH adalah sebuah prestasi tetapi juga tantangan dan jika bagus akan menjadi reward.

    Dr. Izza menegaskan, dengan status PTNBH, kita harus kerja full power dan itu tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Ada 4 pelaku utama dalam PTNBH untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) yakni regulator, eksekutor, supporting system dan end user. Sebagai regulatornya adalah 4 pimpinan di universitas yang terdiri dari Majelis Wali Amanah, Senat Akademik, Rektor dan Dewan Profesor.

    “Akan banyak perubahan namun bukan perubahan yang total tetapi memasukkan  unsur-unsur agar kita menjadi Word Class University. Salah satu yang telah diterapkan oleh regulator adalah 8 IKU yang mengkaitkan dari aspek akademik, kemahasiswaan serta dosen, dimana yang dilihat  bukan hanya output, akan tetapi  outcome” urainya.

    Pada tataran Dekanat ke bawah adalah eksekutor sebagai pelaksana regulasi-regulasi yang diterapkan pemerintah.  Dalam SOTK, ada perubahan struktur organisasi yang dipilahkan menjadi akademik dan non akademik sehingga beban kita menjadi cukup berat.

    Selanjutnya,  supporting system, yakni pemerintah,  kalangan usaha, masyarakat menjadi bagian yang sangat penting di PTNBH UNS. Eksekutor harus bisa memberikan layanan prima kepada supporting system. Untuk mendukung hal ini perlu dilakukan pelatihan-pelatihan service excellent, terutama bagi yang berada di garda depan, security, misalnya.

    Pelaku utama lain yang juga penting adalah end user yaitu mahasiswa. Mahasiswa harus diberikan pelayanan yang sama karena penilaian kita salah satunya adalah dari mahasiswa.

    Pengarahan lain untuk memotivasi Tendik juga disampaikan oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia Keuangan dan Logistik, Dr. Djuminah, M.Si, Ak. serta Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama,  Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, M.Si.

    Di kegiatan sarasehan tersebut diadakan pula pelepasan Kepala Subbagian FEB,  L. Setyo Budi, S.IP  dan Lidiya Kusuma Dewi, SE untuk bertugas di unit kerja yang baru di UNS.

    Selain bincang santai di Pendopo, acara dimeriahkan dengan  outbond dan lomba masak sate di seputar lingkungan ATW. (Humas)

  • JON VACANCY FINTECH INDONESIA

    [gview file=”http://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2021/01/Vacancy-Announcement-Community-Development-Associate-Dec-2020-Updated.pdf”]

  • Tendik FEB UNS Ikuti Pelatihan IT

    Tendik FEB UNS Ikuti Pelatihan IT

    Menjelang akhir tahun 2020, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Information technology  (IT) bagi Tenaga Kependidikan (Tendik), Rabu 30 Desember 2020 di Ruang Laboratorium Komputer FEB.

    Peserta Pelatihan IT Kelompok 1

    Peserta pelatihan dibagi dalam 3 kelompok yakni dasar, menengah dan lanjutan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Pengelompokan ini dimaksudkan  agar pelatihan dapat berjalan lebih efektif.

    Dalam pelatihan ini, tentor berasal dari internal Tendik FEB UNS  yang memiliki keahlian di bidang IT. Ketiga tentor itu yakni Ngadimin, S.Kom.M.Kom, Ardian Oktobrima Hangga Kusuma, S.Pd dan Gigih Fantriko Tri Wibowo, A.Md.

    Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si, Ak dalam sambutannya mengatakan di era digital seperti saat ini, Tendik sebagai bagian dari sivitas akademika harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan yang serba cepat. Tendik dituntut untuk  selalu belajar dan mengasah ilmunya, terutama kemampuan  IT agar dapat memberikan pelayanan yang prima, cepat dan tepat.

    Peserta Pelatihan IT Kelompok 2

    Dr. Djuminah berharap usai pelatihan ini,  Tendik mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diajarkan para tentor di unit kerjanya masing-masing. Dengan keterbatasan waktu pelatihan yang hanya digelar sehari, para peserta dapat menanyakan kembali kepada para tentor apabila masih ada yang belum paham usai pelatihan.

    “Terimakasih saya ucapkan kepada para tentor, para peserta yang berperan aktif hingga terlaksananya pelatihan ini. Pelatihan untuk pengembangan SDM ini akan rutin dilaksanakan fakultas setiap tahunnya dengan menyesuaikan bidang kerja Tendik. Ke depan, pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan akan dikemas kembali agar semakin baik”  jelasnya.

    Peserta Pelatihan IT Kelompok 3

    Selama pelatihan, peserta sangat antusias mengikuti paparan materi dari para tentor. Peserta juga melakukan praktik langsung dengan soal-soal yang diberikan para tentor.

    Ditemui usai pelatihan, Ngadimin, salah satu tentor yang mengajar di kelompok 2 berharap pelatihan-pelatihan seperti ini lebih sering diselenggarakan dan dengan waktu yang lebih lama,  2 hingga 3 hari agar peserta lebih mudah menyerap ilmu yang disampaikan. Sebelum membentuk kelompok pelatihan, ada baiknya peserta diberi kuesioner untuk  dapat mengukur kemampuan dari masing-masing peserta.  (Humas)