FEB

Penulis: admin

  • Tendik FEB UNS Ikuti Achievement Motivation Training, FEB adalah Keluarga

    Tendik FEB UNS Ikuti Achievement Motivation Training, FEB adalah Keluarga

    Tenaga Kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Achievement Motivation Training (AMT) yang di gelar di Wonosono, 14-15  Oktober 2023.

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 Tendik FEB itu  juga dihadiri oleh Pimpinan FEB.

    Acara diawali dengan kegiatan outbound untuk melatih agar Tendik  lebih disiplin, fokus, teliti, dan mampu bekerja sama menjaga kekompakkan. Usai oubound, tendik mengikuti kegiatan motivasi dari pimpinan FEB .

    Fokus, fokus, fokus

    Dr. Djuminah, M.Si. Ak., Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FEB UNS dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan AMT merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya.

    Harapannya dengan beberapa permainan yang diberikan saat outbond dapat membekas dan hasilnya bisa diterapkan di kampus, terutama untuk tindakan yang refleks dan spontan .

    Siapa salah akan mendapat sanksi

    “Mudah-mudahan hasil outbound dapat membekas. Terkadang di saat bekerja ada hal-hal yang sangat mendesak, perlu tindakan refleks atau spontan. Jika ada yang menegur sapa atau ada yang meminta tolong, segera refleks untuk melayani, jangan terlalu fokus pada tupoksi semata. Budayakan salam sapa kepada siapapun, terlebih bagi orang luar yang belum mengetahui situasi kampus dan memerlukan layanan. Mari kita selalu instropeksi dengan tetap percaya diri, kita bersama-sama meningkatkan motivasi dan komitmen kita. Bersama kita bisa, FEB Jaya!” tegasnya memotivasi.

    Dr. Djuminah juga memberikan kesempatan kepada Tendik untuk menyampaikan satu atau dua kata pesan dan kesan terhadap kegiatan outbond sebagai aktifitas awal AMT.

    Juara 1 Outbound

    Kompak, pelayanan prima, tuntas, lanjutkan, semangat kerja, penyegaran kembali, totalitas, sukses, tenggang rasa, saling peduli, solid, konsekuen, kerja sama, ikhlas dalam berkerja merupakan ungkapan kata positif Tendik yang terangkum selama menjalani aktifitas outbound.

    Di akhir sambutannya, Dr. Djuminah mendoakan semoga sivitas akademika FEB UNS senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin serta kecerdasan  akal dan iman dalam mengemban amanat kita masing-masing.

    Sementara itu, Dr. Dwi Prasetyani, Wakil Dekan Akdemik dan Kemahasiwaaan FEB UNS mengungkapkan kehangatannya berada dalam keluarga besar FEB.

    “Perjalanan saya sejak jadi mahasiswa hingga menjadi tenaga pengajar di FEB ini, saya  merasakan sangat bahagia berada di tengah-tengah FEB, fakultas yang bisa memberikan kehangatan, FEB adalah keluarga, mari ungkapan ini kita jadikan budaya, FEB adalah keluarga ” tuturnya.

    Juara 2 Outbound

    Iwan Kusmartono, S.H. Koordinator Bagian Tata Usaha FEB menambahkan agar dalam bekerja, Tendik  memberikan yang terbaik.

    “Berikan yang terbaik untuk institusi kita, FEB UNS. Apapun bentuk greeting dan setiap masukan yang datang kepada kita jangan dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Masukan akan menjadi feedback bagaimana kita memberikan pelayanan. Jika kita berbuat baik maka akan kembali kepada kita, jika kita  berbuat tidak baik maka itu juga akan kembali kepada kita”  pesannya.

    Iwan berharap agar Tendik FEB selalu kompak, lebih bersimpati dan empati terhadap pelayanan yang ada di FEB, membantu pimpinan agar apa yang menjadi program dan rencana ke depan bisa semakin lebih baik.

    Tendik Berikan Kesan dan Pesan
    Foto Bersama, FEB adalah Keluarga

    Motivasi untuk meningkatkan kinerja Tendik juga disampaikan oleh Ardi Wikanto, S.E, Ak., M.A.P., Sub Koordinator Non Akademik dan Nur Hariawan, S.H. Sub Koordinator Akademik.

    Setiap sesi acara dikemas dalam suasana santai dan penuh kebersamaan serta diakhiri dengan foto bersama.

  • Kunjungan University of Sussex ke FEB UNS, Diskusikan Kerja Sama dan Peluang Studi Lanjut

    Kunjungan University of Sussex ke FEB UNS, Diskusikan Kerja Sama dan Peluang Studi Lanjut

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Dr. Xiaoxiang Zhang,  a Reader of Finance and Corporate Governance and Director of Recruitment and Admissions for  University of Sussex Business School, Jumat 13 Oktober 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Djarwanto PS FEB.

    Kunjungan diterima oleh Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, , Putra Pamungkas, S.E., M.Rech.,Ph.D, Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I., Ph.D., Kepala UPT Kerjasama dan Layanan Internasional serta Koordinator IO dan sejumlah Dosen FEB.

    Dalam pengantarnya, Rino, Ph.D menyampaikan bahwa kunjungan Dr. Xiaoxiang Zhang tersebut bertujuan untuk mengenalkan beberapa program yang ada di Sussex University sebagai bentuk awal kerja sama Join degree antar kedua universitas.

    Selain itu juga dibahas program-program yang tersedia di Sussex University yang dapat diakses oleh sivitas akademika muda dari FEB UNS.

    Di awal paparannya, Dr. Xiaoxiang Zhang menyampaikan bahwa visi dari Sussex Universitay Business School adalah untuk menjadi business school yang berkualitas dengan kolaborasi antar disiplin ilmu dengan berfokus pada isu-isu global dibidang bisnis, manajemen dan sosial, memberikan impact pada kebijakan, praktik, dan masyarakat.

    “Kunjungan ini adalah langkah pertama bagi kedua universitas untuk saling mengenal. Tujuan kami dari Sussex University Business School  adalah untuk mendorong kolaborasi internasional termasuk didalamnya adalah staff mobility program, student mobility program, dan high quality teaching and staff exchange. Kami siap menyambut siswa-siswi terbaik dari Indonesia,” jelasnya.

    Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kunjungan pada kali ini akan mencakup perkenalan dari Sussex University Bussines School, diskusi pada tingkat program level, serta peluang kolaborasi dan kerjasama yang tersedia.

    Sussex University Business School termasuk salah satu universitas muda di Inggris (UK) yang berdiri dari tahun 1960-an. Di tahun 2023, Sussex University Business School sukses mendapatkan peringkat Top 15 Business and Economics global school untuk regional UK berdasarkan THE World University Rangkings 2023.

  • Pengabdian Masyarakat Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB Bahas Topik Strategi Pengelolaan Keuangan Keluarga

    Pengabdian Masyarakat Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB Bahas Topik Strategi Pengelolaan Keuangan Keluarga

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pengabdian masyarakat kepada Komunitas Muslimah Pecinta Al-Qur’an Boyolali, Selasa, 3 September 2023 di Ruang Pertemuan MPQ, Driyan, Siswodipuran, Boyolali.

    Strategi Pengelolaan Keuangan Keluarga menjadi topik utama dalam kegiatan tersebut dengan narasumber  Dosen FEB UNS, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A, dan Arum Setyowati, S.E., M.M.

    Tujuan untuk memberikan wawasan kepada ibu-ibu anggota MPQ tekait pentingnya mengelola keuangan keluarga.

    Topik perencanaan keuangan keluarga disampaikan oleh Arum Setyowati. Ia memaparkan mengenai mengapa perlu berencana, apa itu perencanaan keuangan, bagaimana cara merencanakan keuangan, apa saja masalah keuangan keluarga, lima aspek keuangan rumah tangga, rencana anggaran, hingga cara meminimalkan hutang keluarga.

    Topik selanjutnya dibawakan oleh Wahyu Trinarningsih juga mengenai simulasi anggaran keluarga dan contoh anggaran keluarga yang benar.

    Menurutnya, komponen anggaran keluarga terdiri dari tiga komponen utama, yakni pengeluaran rutin, pengeluaran tidak terduga, dan penghematan atau investasi.

    Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para ibu-ibu komunitas MPQ untuk dapat megatur keuagan keluarganya.

  • Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Latih Pegawai  RS PKU Aisyiyah Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Latih Pegawai  RS PKU Aisyiyah Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan RS PKU Aisyiyah Boyolali melaksanakan kegiatan pelatihan tentang strategi pengelolaan keuangan personal.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah dilaksanakan pada Sabtu, 2 September 2023 di aula rumah sakit dan diikuti pegawai RS PKU Aisyiyah Boyolali.

    Tujuan kegiatan untuk memberikan wawasan kepada para pegawai tekait pentingnya mengelola keuangan.

    Topik pertama dibawakan oleh Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi Bisnis MATARIDA, Endrika Laksono, yang menjelaskan agar para pegawai menetapkan apa saja yang menjadi tujuan keuangannya.

    Topik selanjutnya tentang perencanaan keuangan personal yang disampaikan oleh Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A., Dosen Manajemen FEB UNS.

    Dalam materinya, Wanyu memaparkan mengenai perencanaan keuangan hingga bagaimana cara menabung dan berinvestasi yang benar.

    “Tujuan keuangan adalah untuk menentukan apa yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu, seperti membeli rumah atau membayar kuliah, merupakan dasar dari pengelolaan keuangan personal yang efektif,“ tutur Wahyu.

    Sesi ketiga, Deny Dwi Hartomo, S.E. M.Sc., Dosen FEB UNS menyampaikan bahasan  tentang simulasi perencanaan keuangan.

    Ia mengajarkan para pegawai bagaimana caranya membuat catatan harta dan utang, membuat catatan penghasilan dan pengeluaran sebulan, menghitung perbandingan ukuran isi dompet, mengevaluasi kesehatan dompet, dan menjelaskan mengenai seperti apa anggaran yang ideal.

    Selanjutnya yaitu penyampaian materi dari Ayya Agmulia Asmarani Islam S.E., M.E.,  peneliti PUI Center of Fintech and Banking UNS.

    Menurutnya keuangan pribadi perlu diperiksa secara berkala, minimal 1 tahun sekali untuk merencanakan pengeluaran kedepannya.

    Sesi terakhir Inas Nurfadia Futri S.M, asisten peneliti PT DEFINIT menjelaskan mengenai perancangan anggaran pribadi secara bulanan.

  • FEB Hosted Archiving Workshop, Discussing How to Manage Inactive Archives

    FEB Hosted Archiving Workshop, Discussing How to Manage Inactive Archives

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted the 2023 Internal Archives Monitoring and Evaluation Workshop, Thursday 7 September 2023 in Assembly Room 1 of Soeharno TS Building FEB. The Vice-Dean of Human Resources, Finance, and Logistics in her remarks in front of more than 20 UNS archivists, conveyed his welcome and admiration to the archivists. The Vice-Dean of Human Resources, Finance, and Logistics in his remarks in front of more than 20 UNS archivists, conveyed her welcome and admiration to the archivists.

    “Welcome, I am very happy to meet the archivists because it reminds us to always be neat and orderly, while at the same time continuously arranging the documents we have well. This is something that is crucial, to provide convenient working conditions,” she explained. Dr. Djuminah also invited the archivists to freely discuss emerging problems related to archives. In this session, Friddy Wahyu Kurniawan, S.Pd., Archiving Staff of the UPT Archives UNS served as a resource person who explained in detail the management of inactive archives.

    It is said that the inactive archive is a type of archive whose usage frequency has decreased. Inactive Archive management aims to reduce the volume of organizational archives and its effect, freeing up workspaces from the archive stack, and creating effective and efficient storage systems.

    “Inactive archive processing is carried out through surveys, the first step is to conduct a survey in the related institutions/organizations including surveys on the development within the organizations or work units/processing units/archive creator units, organizational transformation, tasks, functions, and archival units. The second is a physical survey of archives including a comprehensive survey to find out the number (volume of archives), age of archives, archival storage, and types of archive media,” he explained.

    Furthermore, the procedure of processing inactive archives is regularly carried out by selecting inactive archives, arranging folders/files, storing inactive archives into archive boxes, placing boxes on archive shelves, and finally, making inactive archive lists. Meanwhile, irregular inactive archive processing procedures are carried out by sorting, filing/grouping/identification of archives, archive description, preparation of fisches maneuvers/description card, definitive numbering, archive wrapping, file maneuvers, file numbering, the physical arrangement of archives, labeling, placement of boxes in archive shelves and creation of inactive archive lists.

    Maintenance of inactive archives can be done by using iron shelves to store archive boxes, using an air conditioning system to keep the room temperature stable, layout the archive shelves to the area of the storage room, giving camphor for each archive box every two months, maintaining the cleanliness of the archive storage room and limiting access. Furthermore, there should be a pre-determined procedure for the borrowing and use of inactive archives, which includes user authority. The procedure includes formal request (oral, telephone, written), search (directly to the archive/through the register), use of exit sign (out indicator), recording, pick-up/delivery, control (borrowing period, location, and user), and retention (out indicator is taken and the archive is returned to where it is initially placed).

  • Helping Toddler’s Growth, GRISKA FEB UNS Hosted Workshop on Maximum Nutrition with Minimal Budget for Musuk Boyolali Health Center Members

    Helping Toddler’s Growth, GRISKA FEB UNS Hosted Workshop on Maximum Nutrition with Minimal Budget for Musuk Boyolali Health Center Members

    Institutions and Financial Markets Research Group (GRISKA), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) in collaboration with the Musuk Boyolali Health Center conducted an information extension program for the health center members under a community service program entitled ‘Workshop on Toddler Growth and Development, Maximum Nutrition with Minimal Budget.’

    The activity was held on Saturday, September 30, 2023, to provide insight to health center members and the residents related to issues of toddler growth and development.

    The first topic was delivered by the Director of the MATARIDA Research and Consultation Institute, Endrika Laksono, regarding the important role of family nutrition in child development.

    The next topic is about the level of stunting in toddlers in Boyolali and its treatment, which was presented directly by Ahmad Faizin, S.Kep., Ns, Head of 1st Musuk Boyolali Health Center. Ahmad explained the trend of stunting cases in the Boyolali region. Currently, stunting cases occur more in urban areas. This happens due to the lack of exclusive breastfeeding for toddlers.

    The third session was filled by Nur Hayati, AMG as a Nutritionist at the Musuk Boyolali Health Center, which was filled with discussions about important nutrition in baby and toddler growth and development. “Growth and development are a continuous process and are influenced by genetic factors and the environment including good nutrition,” said Nur Hayati.

    The fourth material is delivered by Rachmad Agus Yulianto, a researcher at the MATARIDA Research and Consultation Institute on safe nutritious frugal shopping. The final session was a presentation of material from Arum Setyowati, S.E., M.M., Lecturer of FEB UNS regarding balanced nutrition menu budgeting.

    During the discussion session, the health center members were given an explanation and guidelines for planning nutritious weekly food shopping. This workshop activity is expected to provide new insights to the participants about the importance of maximum nutrition for babies and toddlers to avoid stunting.

  • Bantu Tumbuh Kembang Balita, GRISKA FEB UNS Gelar Workshop Bertemakan Gizi Maksimal dengan Dana Minimal untuk Para Kader Puskesmas Musuk Boyolali

    Bantu Tumbuh Kembang Balita, GRISKA FEB UNS Gelar Workshop Bertemakan Gizi Maksimal dengan Dana Minimal untuk Para Kader Puskesmas Musuk Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan Puskesmas Musuk Boyolali melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para kader Puskesmas dalam rangka pengabdian masyarakat bertajuk Workshop Tumbuh Kembang Balita, Gizi Maksimal dengan Dana Minimal.

    Kegiatan yang telah dilaksanakan Sabtu, 30 September 2023 bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pada kader dan masyarakat terkait isu-isu tumbuh kembang balita.

    Topik pertama disampaikan oleh Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi MATARIDA, Endrika Laksono mengenai peran penting gizi keluarga dalam perkembangan anak.

    Topik selanjutnya mengenai tingkat stunting balita di Boyolali dan penanganannya yang dibawakan langsung oleh Ahmad Faizin, S.Kep., Ns, Kepala Puskesmas 1 Musuk Boyolali.

    Dalam topik tersebut, Ahmad memaparkan mengenai tren kasus stunting di wilayah Boyolali. Saat ini kasus stunting lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan. Hal tersebut terjadi sebab kurangnya memberian air susu ibu (ASI) eksklusif kepada balita.

    Sesi ketiga diisi oleh Nur Hayati, AMG sebagai Ahli Gizi Puskesmas Musuk Boyolali, yang diisi dengan diskusi mengenai gizi penting dalam tumbuh kembang bayi dan balita.

    “Tumbuh dan kembang merupakan proses yang berkesinambungan dan juga dipengaruhi oleh faktor genetik serta lingkungan termasuk gizi yang baik” tutur Nur Hayati.

    Selanjutnya penyampaian dari Rachmad Agus Yulianto, peneliti Lembaga Riset dan Konsultasi MATARIDA dengan materi mengenai belanja hemat gizi selamat.

    Sesi terakhir adalah menyampaian materi dari Arum Setyowati, S.E., M.M., Dosen FEB UNS mengenai budgeting menu gizi seimbang.

    Dalam sesi diskusi tersebut, para kader puskesmas diberi pemahaman mengenai panduan dalam merencanaan belanja makan mingguan yang bergizi.

    Kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para kader mengenai pentingnya gizi yang maksimal bagi bayi dan balita terhindar agar dari stunting.

  • Digital Business Study Program FEB UNS Discusses Disruption in the Digital Age in a Social Commerce Webinar, a New Disruption in the Digital Era?

    Digital Business Study Program FEB UNS Discusses Disruption in the Digital Age in a Social Commerce Webinar, a New Disruption in the Digital Era?

    Digital development is closely related to disruption. In this regard, the trade sector is one of the sectors that is highly disrupted by the development of digital technology. The Digital Business Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), and the Center of Excellence for Fintech and Banking Science and Technology, Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a webinar discussing the latest topics related to Social Commerce.

    Through a webinar entitled “Social Commerce Webinar: A New Disruption in Digital Era?” which took place on Monday, October 9, 2023, the Digital Business Study Program presented four speakers to discuss the topic. In front of 200 students, the Vice-Rector of Student Affairs and Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, delivered a welcome speech.

    In his speech, Prof. Kuncoro expressed his hope that the discussion results conducted through the webinar could provide input for the stakeholders. Furthermore, it was said that the topic in this webinar was quite interesting, especially with the latest topic regarding the latest regulations by the Ministry of Trade, which led to the temporary closure of TikTok Shop as one of the social commerce.

    “Welcome to the audience, the speakers of the webinar, and the participants. Judging from the number of participants, it shows that this topic is very interesting to discuss. The government, through the relevant ministries, is currently preparing regulations related to social commerce because it will have an impact on microeconomics,” he said.

    He further explained that social commerce is a form of business model that combines social media and marketplaces in one platform. Although the business model offers many advantages, a special regulation is needed to regulate the existence of social commerce.

    “The regulation will regulate social media and e-commerce. This is important because increasing trade must be followed by strengthening domestic production. This opportunity provided an interesting forum, where the results of the discussion can be suggestions for stakeholders, and hopefully the results of a good discussion wisely and intelligently can be useful to advance the domestic economy, especially MSMEs. Welcome to the webinar, hopefully, we can get new knowledge to advance the Indonesian economy,” explained Prof. Kuncoro.

    Leading the event, Chamdan Purwoko, Senior Journalist and Business Director of Indonesia, was also present as moderator. Four speakers who were present at the webinar included Ronny Solomon Maresa, Associate Trade Analyst of the PMSE Directorate, Directorate General of Domestic Trade of the Ministry of Trade the Republic of Indonesia, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE., Chairman of the Telematics Society (MASTEL) of Indonesia, Bima Laga, Chairman of the Indonesia E-commerce Association (idEA), and Dr. Putra Pamungkas SE., M.Rech., PhD., who currently serve as the Head of the FEB UNS Digital Business Study Program as well as the Head of PUI Fintech and Banking UNS.

    The discussion, which lasted for about two hours, discussed in depth the Ministry of Trade’s regulations related to social commerce from various points of view. From the policy makers (Ministry of Trade) point of view, Ronny stated that the Regulation of the Minister of Trade aims to create a level playing field and anticipate predatory pricing. Even so, he stated that regulations will always follow innovations that continue to develop very quickly.

    In line with this opinion, Bima Laga from idEA said that the role and duty of the government following the innovation is to regulate existing innovations. However, it should be noted that regulations should not discredit any of the business processes, where it is necessary to consider how a business model can compete competitively with the same quality but at a cheaper price. This includes, how this regulatory scope can create a healthier trading environment.

    In this case, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Chairman of MASTEL Indonesia, highlighted the other side of regulation, namely the need for an accurate database, which is needed in the analysis to determine the impact of the digital economy on MSMEs. This database and measurement will certainly be able to be used for impact analysis (before and after) of a new regulation.

    From an academic point of view, Dr. Putra added that based on research conducted by PUI Fintech and Banking, e-commerce has significantly reduced offline transactions. However, based on the results of the study, there are some MSMEs that are reluctant to change and adopt digital business models. “UNS actively fostering MSMEs in terms of financial literacy and digitalization, as well as helping MSMEs to go onboard on digital platforms,” explained Dr. Putra responding to questions related to the importance of education for MSMEs.

    Concluding the discussion, it was conveyed that the existing regulations needed to focus on how MSMEs continue to grow, not only stopping at digital adoption but also being able to survive in digital and real trade environments. This webinar provides an understanding of the purpose of creating the new Permendag. Indonesia shall not only be a spectator but also an actor at the international level. To achieve this goal, it is necessary to increase the competitiveness of MSMEs and production capacity to compete in the global market.

  • Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Perkembangan digital sangat erat hubungannya dengan disrupsi. Dalam hal ini, sektor perdagangan termasuk salah satu sektor yang sangat terdisrupsi oleh perkembangan teknologi digital. Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Pusat Unggulan IPTEK Fintech dan Banking, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar agenda webinar dengan mengangkat topik terkini terkait Social Commerce.

    Melalui webinar bertajuk “Webinar Social Commerce: A New Disruption in Digital Era?” yang berlangsung pada Senin 9 Oktober 2023 tersebut, Prodi S1 Bisnis Digital menghadirkan empat narasumber untuk mengulas topik tersebut.

    Dihadapan 200 peserta mahasiswa yang hadir, Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, menyampaikan pidato sambutan.

    Dalam sambutannya, Prof. Kuncoro mengungkapkan harapan agar hasil diskusi dari agenda webinar tersebut dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa topik yang diangkat dalam gelaran webinar kali ini cukup menarik, terlebih dengan adanya topik terkini mengenai regulasi terbaru oleh Kementerian Perdagangan yang berimbas pada penutupan sementara Tiktok Shop sebagai salah satu social commerce.

    “Selamat datang pada para hadirin, narasumber peserta webinar. Dilihat dari peserta yang datang cukup banyak menunjukkan bahwa topik ini sangat menarik untuk didiskusikan. Saat ini pemerintah melalui kementerian terkait sedang mempersiapkan peraturan terkait social commerce karena akan berdampak pada ekonomi mikro,” ungkapnya.

    Dijelaskan lebih lanjut bahwa social commerce adalah bentuk model bisnis yang menggabungkan antara sosial media dan marketplace dalam satu platform. Meskipun model bisnis tersebut menawarkan banyak keunggulan, namun dibutuhkan sebuah peraturan khusus untuk mengatur eksistensi social commerce.

    “Regulasi tersebut akan mengatur media sosial dan e-commerce. Hal ini menjadi penting karena peningkatan perdagangan harus diikuti dengan penguatan produksi dalam negeri. Kesempatan ini menjadi forum yang sangat menarik, dimana hasil diskusi dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan, dan mudah-mudahan hasil diskusi yang baik bijak dan cerdas dapat bermanfaat guna memajukan ekonomi dalam negeri khususnya UMKM. Selamat mengikuti webinar, semoga kita dapat pengetahuan baru untuk memajukan perekonomian Indonesia,” jelas Prof. Kuncoro.

    Memandu jalannya acara, hadir pula Chamdan Purwoko, Jurnalis Senior dan Direktur Bisnis Indonesia, sebagai moderator.

    Empat narasumber yang telah hadir dalam gelaran webinar tersebut antara lain adalah Ronny Salomo Maresa, Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat PMSE, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua Masyarakat Telematika (MASTEL) Indonesia, Bima Laga, Ketua Indonesia Ecommerce Association (idEA), dan Dr. Putra Pamungkas SE., M.Rech., PhD., yang merupakan Kaprodi Bisnis Digital FEB UNS sekaligus Kepala dari PUI Fintech dan Banking UNS.

    Diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam tersebut membahas secara mendalam mengenai peraturan Kemendag terkait social commerce dari berbagai sudut pandang narasumber.

    Dari sisi pembuat kebijakan (Kemendag), Ronny menyatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan bertujuan untuk menciptakan level playing field serta mengantisipasi terjadinya predatory pricing.

    Meskipun begitu, Ia menyatakan bahwa peraturan akan selalu mengikuti inovasi yang terus berkembang dengan sangat cepat.

    Selaras dengan pendapat tersebut, Bima Laga dari idEA menyampaikan bahwa peran dan tugas pemerintah dalam perkembangan inovasi adalah untuk mengatur inovasi yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa peraturan tidak boleh mendiskreditkan salah satu bisnis proses, dimana perlu dipertimbangkan bagaimana sebuah bisnis model dapat bersaing dengan kompetitif dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang lebih murah. Bagaimana lingkup peraturan ini dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat.

    Dalam hal ini, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua MASTEL Indonesia, menyoroti sisi lain dari pembuatan peraturan, yaitu diperlukannya basis data yang akurat, sehingga dapat digunakan dalam analisis untuk mengetahui impact dari digital ekonomi pada UMKM. Basis data dan pengukuran ini tentunya akan dapat dapat digunakan untuk analisis dampak (before dan after) dari sebuah peraturan baru.

    Dari sisi akademis, Dr. Putra menambahkan bahwa berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh PUI Fintech dan Banking, e-commerce telah secara signifikan mengurangi transaksi offline. Meskipun begitu, berdasarkan hasil studi terdapat beberapa UMKM yang enggan untuk berubah dan mengadopsi model bisnis digital.

    “UNS turut aktif dalam pembinaan UMKM dalam hal literasi keuangan dan digitalisasi, serta membantu untuk UMKM untuk dapat onboard dalam platform digital,” jelas Dr. Putra menanggapi pertanyaan terkait pentingnya edukasi bagi UMKM.

    Menutup jalannya diskusi disampaikan bahwa peraturan yang ada perlu berfokus pada bagaimana UMKM tetap tumbuh, tidak hanya berhenti pada adopsi digital tapi juga bisa survive secara digital maupun offline.

    Webinar kali ini memberikan pemahaman terkait tujuan dari pembuatan Permendag yang baru. Indonesia jangan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi aktor di tingkat internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu peningkatan daya saing UMKM dan kapasitas produksi untuk dapat bersaing di pasar global.

  • FEB Hosted FGD for Faculty Business Management Agency Development

    FEB Hosted FGD for Faculty Business Management Agency Development

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a Forum Group Discussion on the Development of the Faculty Business Management Agency (BPUF) FEB, Wednesday 27 September 2023 in the Teleconference Room, Soedarah Soepono Building FEB UNS.

    The event, which was attended by BPUF managers and laboratory coordinators, presented speakers Ringoringo Halomoan Achmadi, S.E., M.Sc, Head of Sub-Directorate (Kasubdit) of the Special Unit for Service and Community Service (UKK PPM), University of Indonesia.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Vice Dean of Planning, Business Cooperation and Information FEB in his speech revealed that the current agenda aims to find the most suitable form in developing business activities in FEB.

    It is said that there are many things that need to be considered in the faculty business development, because UNS is a state higher education institution regulated by law, and on the other hand UNS has the status of PTNBH.

    Furthermore, UKK UI become one of the benchmarks for faculty’s business, particularly on how the regulations in UI can accommodate all business activities within UI.

    In line with Dr. Andi, Prof. Dr. Ir. Zainal Arifin, ST., MT., Chairman of the UNS Business Management Agency (BPU) also said this activity is an effort to find the right configuration, how UNS develops to earn revenue outside the UKT, specifically from business units or services.

    Prof. Arifin gave a glimpse of UNS Holding Company. “In 2021 UNS established a Holding Company PT Semar Sarana Sejahtera, which planned to oversee all business activities throughout UNS. However, within its development, there are many aspects that must be discussed or considered whether this entity becomes the only place to increase revenue. Indeed, that isn’t the case, instead, we can also earn revenue from the units in the faculty, which can be developed,” he said.

    “Hopefully, there will be new embryos from FEB soon emerge. Later we will discuss this topic, hopefully, after getting enlightenment from Mr. Achmadi we can take immediate action. This immediate action is crucial, if there is a little mistake it’s okay, we should all push the initiative, from the bottom and top, the Rector’s Office should also disseminate the model applied in UI. The faculties, which initiated discussion with us, are also moving. Hopefully, just like a tit for tat, the top and bottom unit can synchronize well, thus the program can be applied seamlessly,” he concluded.

    To the FGD participants, Achmadi explained in detail how the business unit was built to develop rapidly. In the FGD, participants were given the opportunity to discuss with the speakers.