FEB

Penulis: admin

  • FEB Security Personnel Participate in Job Coordination

    FEB Security Personnel Participate in Job Coordination

    A number of Security Personnel from the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) participated in the Coordination and Discussion on the Main Duties of Security Personnel, on Wednesday, September 13, 2023, in First Meeting Room Soeharno TS Building FEB UNS.

    The event was attended by the Vice Dean for Human Resources, Logistics, and Finance, the Coordinator of Administration Affairs FEB UNS, the Sub Coordinator for Academic and Non-Academic Affairs, and FEB Security Personnel.

    In her direction, the Vice Dean for Human Resources, Finance, and Logistics, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., conveyed that this activity is a forum for maintaining close relationships between leaders and subordinates.

    In this activity, Dr. Djuminah also opened opportunities for discussion, conveying numerous inputs and topics to be discussed for the benefit of FEB.

    Meanwhile, Iwan Kusmartono, S.H., Coordinator of Administration Affairs reminded the staff of the duties and functions of security personnel.

    “The duties and functions of security personnel are to safeguard and make all occupants feel safe and comfortable. As a public servant, the mindset of semi-military security personnel, which is usually associated with fierce and tough character needs to be transformed into a security personnel character who provides hospitality, smiles, and greetings, while still maintaining vigilance. When there are unknown people entering the FEB environment, stay alert and ensure their needs and if necessary, coordinate with related units,” he explained.

    Furthermore, with the openness of information, everyone will find it very easy to give assessments and can freely spread mistakes to social media. Hopefully, all employees including security personnel will be more careful in providing services, maintaining attitudes to provide the best for users or customers.

    In terms of work coordination, Iwan also emphasized that Standard Operating Procedures (SOPs) need to be applied. Work coordination or information delivery should be done in accordance with the designated mechanism, making it more controlled.

    Several directions were also given by the Sub Coordinator for Academic Affairs, Nur Hariawan, S.H., and Sub Coordinator for Non-Academic Affairs, Ardi Wikanto, S.E., Ak., M.A.P. The security personnel who attended the session alternately were also given the opportunity to express their opinions, suggestions, and inputs.

  • Selama Dua Hari, Mahasiswa Baru Prodi Magister Manajemen Ikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan

    Selama Dua Hari, Mahasiswa Baru Prodi Magister Manajemen Ikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan

    Mahasiswa Baru Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Orientasi, Pembimbingan dan Pelatihan, Kamis-Jumat, 14-15 September 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Retno Tanding Suryandari, S.E., M.E., Ph.D. Kepala Program Studi (Kaprodi) MM dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan berharap mahasiswa MM bisa lulus tepat waktu.

    “Selamat datang dan terima kasih Anda sudah memilih Prodi MM untuk melanjutkan studi. Dari sekarang Anda sudah mulai fokus untuk bisa lulus tepat waktu. Target dari prodi, semua mahasiswa bisa selesai dalam 4 semester sesuai kurikulum yang kami desain” tegasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, mahasiswa baru Prodi MM berjumlah 41mahasiswa dan merupakan jumlah terbesar dari program pascasarjana di FEB UNS.

    Dari jumlah tersebut, ada yang berasal dari jalur reguler, beasiswa, melalui Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). PMDSU merupakan program beasiswa bagi sarjana unggul untuk melakukan percepatan pendidikan menjadi lulusan doktor pada usia muda. Jadi pada jalur ini, mahasiswa studi di magister sekaligus pada program doktor. Selain itu, mahasiswa baru MM ada juga yang mahasiswa asing,  berasal dari Libya.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB memberikan selamat kepada Prodi MM yang diminati masyarakat terbukti di tahun 2023 memiliki jumlah mahasiswa terbesar diantara prodi pascasarjana di FEB.

    Kepada mahasiswa baru,  Dr. Dwi menekankan agar di awal mahasiswa harus memiliki tujuan melanjutkan studi di Prodi MM

    “Anda masuk ke MM motivasinya apa? Ända harus punya misi dan tujuan, ini adalah jalur yang lebih baik untuk masa depan Anda, untuk meningkatkan kapasitasi diri Anda. Kami sangat berharap, dengan Anda masuk di MM ini, kemampuan, kompetensi Anda betul-betul bertambah dan memiliki kekhususan yang bisa mencirikan, membranding diri Anda” paparnya.

    Dr. Dwi juga berharap agar Kaprodi mengawal, membimbing mahasiswa Prodi MM agar  bisa lulus tepat waktu.

    Dihari pertama, setelah pengenalan Prodi MM oleh Kaprodi dan Pengenalan Administrasi Akademik oleh Sub Koordinator Akademik, Nur Hariawan, SH., mahasiswa mendapatkan  materi dari empat pembicara.

    Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., IMRI, Ph.D, Ak. dan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si memberikan materi Mengembangkan Ide Penelitian, Tri Mulyaningsih, Ph.D. dan Dr. Roderikus Agus Trihatmoko, SE. MM memberikan materi tentang Penulisan Karya Ilmiah untuk Publikasi.

    Materi penelitian dan publikasi sengaja diberikan prodi di hari pertama orientasi karena memang materi ini biasanya menjadi tantangan terbesar mahasiswa.  Saat mendaftar ujian tesis syaratnya adalah memiliki publikasi.

    Dihari kedua, empat narasumber lain memberikan materi untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa baru. Dr. Mulyanto, M.E memberikan materi Penulisan Karya Imiah Populer, Suradi, SE, MM dengan materi Trend Tantangan Bisnis dan Manajerial, Zahra Noor Eriza, S.I.Kom., MM dengan materi Reinventing Online Personality serta Erwina Sulistiyaningrum, S.Sos dengan materi Digital Literacy.

  • Tenaga Keamanan FEB Ikuti Koordinasi Kerja    

    Tenaga Keamanan FEB Ikuti Koordinasi Kerja    

    Sejumlah Tenaga Keamanan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas sebelas Maret (UNS) mengikuti Koordinasi dan Diskusi mengenai Tugas Pokok Tenaga Keamanan,  Rabu 13 September 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Logistik dan Keuangan, Koordinator Tata Usaha, Sub Koordinator Akademik dan Non Akademik serta Tenaga Keamanan FEB.

    Dalam arahannya, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, Dr. Djuminah, M.Si., Ak. menyampaikan kegiatan ini merupakan sebuah ajang silaturahmi untuk menjaga kedekatan hubungan antara pimpinan dan bawahan.

    Di kegiatan itu,  Dr. Djuminah juga membuka kesempatan untuk saling berdiskusi,  menyampaikan banyak hal masukan untuk dapat dibahas bersama demi kebaikan FEB.

    Sementara itu, Iwan Kusmartono, S.H., Koordinator Bagian Tata Usaha FEB mengingatkan kembali tugas dan fungsi tenaga keamanan.

    “Tugas dan fungsi tenaga keamanan adalah  melakukan pengamanan, membuat semua penghuni terasa aman dan nyaman. Sebagai pelayan publik, mindset sebagai tenaga keamanan yang semi militer, terkesan galak dan kaku perlu dirubah menjadi tenaga keamanan yang memberikan keramahan, senyum, salam dan sapa dengan tetap menjaga kewaspadaan tentunya. Ketika ada orang yang tidak dikenal masuk ke lingkungan FEB, tetap waspada dan memastikan keperluannya  serta jika diperlukan berkoordinasi dengan unit terkait“ ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya keterbukaan informasi, semua orang akan sangat mudah untuk memberikan penilaian dan dapat leluasa untuk menyebarkannya ke media sosial. Diharapkan seluruh pegawai termasuk tenaga keamanan perlu lebih berhati-hati dalam memberikan layanan, menjaga sikap untuk memberikan  yang terbaik kepada user atau pengguna.

    Dalam hal koordinasi kerja, Iwan juga menekankan agar Standar Operasional Prosedur (SOP) perlu diterapkan. Koordinasi kerja atau penyampaian informasi harap dilakukan dengan berjenjang agar lebih terkontrol.

    Beberapa arahan juga diberikan oleh Sub Koordinator Akademik Nur Hariawan, S.H., dan Sub Koordinator Non Akademik,  Ardi Wikanto, S.E, Ak., M.A.P.

    Tenaga keamanan yang hadir secara bergantian juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, saran dan juga masukan.

     

  • Local Wisdom Research Group Webinar on Digital Marketing Transformation, Social Impact, and Research in the New Era

    Local Wisdom Research Group Webinar on Digital Marketing Transformation, Social Impact, and Research in the New Era

    The Local Wisdom Research Group of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a Digital Marketing Transformation Webinar: Social Impact on Community and Research in the New Era, on Thursday, August 31, 2023.

    The virtual event presented Dila Maghrifani, SE, B.Sc., M.Sc., an FEB UNS Lecturer who is also a Member of the Local Wisdom Research Group as a speaker.

    At the beginning of her presentation, Dila invited Lecturers to always adapt to the technological advancements that are moving very fast.

    “As digital marketing continues to evolve, so does our role as lecturers and researchers. We are the translators of this stream of technology, transforming it into enlightening knowledge and guiding our students’ path to a brighter future generation. The world is very dynamic, hence we need to decide whether we want to keep going as we usually do or to adapt to innovate and get more creative,” she said.

    Dila said that in the current era, digital marketing has a tremendous social impact. The barrier between sellers and buyers is getting thinner. Digital marketing increasingly encourages impulsive behavior, such as someone wanting to buy just because they see a story from a colleague or friend, that is related to what they want, even though it is not their main desire.

    Furthermore, it is said that several paradigm shifts in research and research in the digital era include increasingly rich and extensive data. This is one of the advantages because we get easier if we need a lot of data but it is also a challenge because the filtering is also increasingly challenging. We must filter which data are significant and relevant and which data are not.

    In addition, research in the digital era has shifted in research methodology, focusing on innovation and creativity in solving problems, focusing on the successful use of technology and application of various context studies.

    In this forum, Dila also opened a wide opportunity for webinar participants to discuss with each other.

  • Inviting 2 Speakers, Accounting Partnership Development Team Holds Workshop on Tax Brevet A and B Activities

    Inviting 2 Speakers, Accounting Partnership Development Team Holds Workshop on Tax Brevet A and B Activities

    The Accounting Partnership Development Team, Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held an Activity Material Workshop on Tax Brevet A and B on Friday, August 25, 2023. The agenda was conducted in a hybrid manner at the Teleconference Room, Soedarah Soepono Building, and through a Zoom cloud meeting.

    The event presented two speakers, Warsito S.E., M.Si from the West Java DGT Regional Office, and Mukh. Nurkholis, Ak., BKP-C., CA. MNCo Tax Consultant.

    Dr. Setianingtyas Honggowati, MM, Ak., Chairman of the Accounting Study Program Partnership Development stated in her remarks, that the current technology is developing faster, which does not rule out the possibility of intersecting with the economic sector. Therefore, the purpose of this event is to serve as self-development, to find out various things that are happening in the applied business sector or the working world in order to face the current development.

    Dr. Setianingtyas also expressed her gratitude to the two speakers who had taken the time to enlighten the teaching staff of the Tax Brevet A and B program.

    The first speaker, Warsito, in his presentation, explained that there are three tax systems in Indonesia, namely: Official Assessment System, Self Assessment System, and Withholding System. In the Self Assessment System, taxpayers are required to actively report their taxation, while the tax authorities take a passive approach.

    Taxpayers are required to have an understanding of tax provisions. In this system, taxpayers have four obligations (4M), namely: registering, calculating, depositing/paying, and reporting.

    The Directorate General of Taxes (DGT) authorizes taxpayers to properly implement the 4M in accordance with the KUP Law. However, due to concerns from taxpayers regarding errors in the calculation process, taxpayers prefer to use the tax consultants service.

    Meanwhile, Nurkholis explained that taxation knowledge is not general knowledge, taxation is a practical skill. “Studying tax is the same as accounting, the same as studying silat, the same as learning to dance. Taxation must be practiced repeatedly,” he stressed.

    Furthermore, Nurkholis evaluated the constraints of Tax Brevet and almost all the training anywhere, namely the limited time. Then the lack of motivation to learn from Brevet participants. And also modules that have not been updated, thus, it can lead to bias in the taxation application.

    Brevet instructors at the beginning of the program must often motivate participants to really take training seriously and not just as the formalities of getting a certificate, thus, participants can really master the material.

  • FEB Jadi Tuan Rumah Workshop Kearsipan, Bahas Bagaimana Mengelola Arsip Inaktif

    FEB Jadi Tuan Rumah Workshop Kearsipan, Bahas Bagaimana Mengelola Arsip Inaktif

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi Kearsipan Internal Tahun 2023, Kamis 7 September 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia,Keuangan dan Logistik dalam sambutannya dihadapan lebih dari 20 arsiparis UNS yang hadir menyampaikan ucapan selamat datang dan juga kekagumannya kepada para arsiparis.

    “Selamat datang, saya senang sekali ketika berkumpul dengan para arsiparis karena mengingatkan kepada kita agar selalu rapi, tertib dan menata dokumen yang kita miliki dengan baik. Ini sesuatu yang sangat penting untuk memberikan kemudahan juga dalam bekerja” paparnya.

    Dr. Djuminah juga mempersilahkan kepada para arsiparis untuk berdiskusi secara lebih leluasa  membahas hal-hal yang berhubungan dengan kearsipan.

    Di kegiatan tersebut, Friddy Wahyu Kurniawan, S.Pd., Pranata Kearsipan dari UPT Kearsipan UNS menjadi narasumber yang memaparkan secara detil bagaimana manajemen arsip inaktif.

    Dikatakan, arsip inaktif merupakan arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun. Arsip Inaktif bertujuan mengurangi volume arsip organisasi dan implikasinya, membebaskan ruang kerja dari tumpukan arsip dan penciptaan sistem penyimpanan yang efektif dan efisien.

    ” Pengolahan arsip inaktif dilaksanakan melalui survei, yang pertama survey terhadap kelembagaan/organisasi meliputi survei tentang perkembangan organisasi atau unit kerja/unit pengolah/unit pencipta arsip, perubahan organisasi, tugas, fungsi serta unit kearsipannnya. Dan yang kedua adalah survei terhadap fisik arsip meliputi survei menyeluruh untuk mengetahui jumlah (volume arsip), umur arsip, tempat penyimpanan arsip dan jenis media arsip” jelasnya.

    Selanjutnya diuraikan prosedur pengolahan arsip inaktif teratur dilakukan dengan cara penyeleksian arsip inaktif, penataan folder/berkas, penyimpanan arsip inaktif ke dalam boks arsip, penempatan boks dalam rak arsip, pembuatan daftar arsip inaktif.

    Sedangkan prosedur pengolahan arsip inaktif tidak teratur dilakukan dengan cara penyortiran, pemberkasan/ pengelompokan/ identifikasi arsip, pendeskripsian arsip, manuver fisches/ kartu deskripsi, penomoran definitif, pembungkusan arsip, manuver berkas, penomoran berkas, penataan fisik arsip, pelabelan, penempatan boks dalam rak arsip serta pembuatan dafar arsip inaktif.

    Pemeliharaan arsip inaktif dapat dilakukan dengan menggunakan rak besi untuk menyimpan boks arsip, menggunakan pendingin ruangan menjaga suhu ruangan tetap stabil seperti AC, tata letak rak arsip disesuaikan dengan luas ruangan penyimpanan, memberi kamper untuk masing-masing boks arsip setiap dua bulan sekali, menjaga kebersihan ruangan penyimpanan arsip serta membatasi akses.

    Lebih lanjut, untuk peminjaman dan penggunaan arsip inaktif ada kewenangan pengguna dan prosedur.

    Prosedurnya meliputi permintaan (lisan,telepon,tertulis), pencarian (lansung ke arsip/melalui daftar), penggunaan tanda keluar (out indikator), pencatatan, pengambilan/pengantaran, pengendalian (masa peminjaman, lokasi dan pengguna) dan penyimpanan kembali (out indikator diambil dan arsip ditempatkan.

  • Undang 2 Narasumber, Tim Pengembangan Kerja Sama Akuntansi Adakan  Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B

    Undang 2 Narasumber, Tim Pengembangan Kerja Sama Akuntansi Adakan Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B

    Tim Pengembangan Kerjasama Akuntansi, Program Studi Akuntansi, Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Materi Kegiatan Brevet Pajak A dan B pada Jumat, 25 Agustus 2023 secara hybrid di Ruang Teleconference, Gedung Soedarah Soepono dan melalui zoom cloud meeting.

    Kegiatan itu menghadirkan dua narasumber, Warsito S.E., M.Si dari Kantor Wilayah DJP Jawa Barat dan Mukh. Nurkholis, Ak., BKP-C., CA. Konsultan Pajak MNCo.

    Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak, Ketua Pengembangan Kerjasama Akuntansi menyatakan dalam sambutannya, zaman dan teknologi semakin cepat berkembang yang tidak menutup kemungkinan akan bersinggungan dengan bidang ekonomi. Maka tujuan dari acara ini adalah sebagai pengembangan diri, untuk mengetahui berbagai macam hal yang terjadi dalam dunia praktek atau dunia kerja guna menghadapi perkembangan jaman.

    Dr. Setianingtyas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah menyempatkan waktu untuk memberikan pencerahan kepada para tenaga pengajar Brevet Pajak A dan B.

    Narasumber  pertama, Warsito dalam paparannya menjelaskan Sistem perpajakan di Indonesia ada tiga, yakni: Official Assessment System, Self Assessment System, dan Withholding System. Di dalam Self Assessment System, wajib pajak dituntut untuk aktif sementara pihak aparat perpajakan bersifat pasif.

    Wajib pajak diharuskan memiliki pemahaman tentang ketentuan perpajakan. Dalam sistem ini wajib pajak memiliki empat kewajiban (4M), yakni: mendaftar, menghitung, menyetorkan/membayar, dan melapor.

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberi kewenangan kepada para wajib pajak untuk melaksanakan 4M tersebut dengan baik sesuai dengan Undang-Undang KUP. Namun, dikarenakan adanya kekhawatiran dari para wajib pajak mengenai kesalahan dalam proses perhitungan, wajib pajak lebih memilih untuk menggunakan jasa dari konsultan pajak.

    Sementara itu Nurkholis menjelaskan ilmu pajak bukan ilmu yang sekedar tahu saja, ilmu pajak merupakan ilmu praktek atau keterampilan.

    “Belajar pajak itu sama dengan akuntansi, sama dengan belajar silat, sama dengan belajar menari. Ilmu pajak harus dilatih berkali-kali atau berulang-ulang” tegasnya.

    Lebih lanjut, Nurkholis mengevaluasi kendala-kendala yang ada di Brevet dan hampir ada pada seluruh pelatihan dimanapun yakni keterbatasan waktu yang singkat. Kemudian kurangnya motivasi belajar dari peserta Brevet. Dan juga modul yang belum diperbarui, sehingga dapat menciptakan bias dalam pengaplikasian ilmu pajak.

    Para tenaga pengajar Brevet diawal pembelajaran harus sering memotivasi peserta untuk benar-benar mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak hanya sekedar formalitas mendapatkan sertifikat sehingga peserta benar-benar menguasai materi.

  • Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Angkat Tema Transformasi Pemasaran Digital, Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru

    Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Angkat Tema Transformasi Pemasaran Digital, Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar Transformasi Pemasaran Digital:  Dampak Sosial Masyarakat dan Riset di Era Baru, Kamis 31 Agustus 2023.

    Kegiatan yang digelar secara daring itu menghadirkan narasumber Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Dosen FEB UNS yang juga merupakan Anggota Grup Riset Kearifan Lokal.

    Di awal paparannya, Dila mengajak Dosen untuk selalu beradaptasi terhadap perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat.

    “Seperti halnya pemasaran digital yang terus berkembang begitu pula peran kita sebagai dosen dan peneliti. Kita adalah penerjemah arus teknologi ini, mengubahnya menjadi sebuah pengetahuan yang mencerahkan dan memandu jalannya mahasiswa kita menuju generasi masa depan yang lebih cerah. Dunia berjalan sangat dinamis sehingga apakah kita mau tetap berjalan seperti apa yang biasa kita jalankan ataukah kita mulai berubah beradaptasi berinovasi dan semakin kreatif” ungkapnya.

    Dila menyampaikan bahwa di era  sekarang, pemasaran digital memberikan dampak sosial yang luar biasa. Sekat antara penjual dan pembeli semakin tipis. Pemasaran digital semakin mendorong adanya perilaku impulsif, misalnya  perilaku seseorang yang ingin membeli hanya karena melihat story dari kolega atau teman dan relate dengan apa yang diinginkan walaupun bukan keinginan yang utama.

    Selanjutnya dikatakan, beberapa perubahan paradigma riset dan riset di era digital diantaranya data yang semakin kaya dan luas. Ini menjadi salah satu keuntungan karena kita semakin mudah jika kita membutuhkan data yang sangat banyak tetapi juga menjadi sebuah tantangan karena filteringnya juga semakin challenge. Kita harus filter mana data-data yang memang signifikan dan relevan dan data-data yang hanya.

    Selain itu riset di era digital ada pergeseran dalam metodologi penelitian,  fokus pada inovasi dan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah, fokus pada keberhasilan penggunaaan teknologi dan penerapan pada berbagai studi konteks.

    Dalam forum ini, Dila juga membuka kesempatan yang luas kepada peserta webinar untuk saling berdiskusi.

  • Supporting the Development of MSMEs, HMJ Management Hosted ECOFAIR 2023

    Supporting the Development of MSMEs, HMJ Management Hosted ECOFAIR 2023

    The ECOFAIR 2023 is the opening ‘Gong’ for a series of Management Carnival held by the Management Study Program Student Association (HMJM), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), 7-9 September 2023 in the Djarwanto PS Building.

    The activity with the theme “Let’s Collaborate with your business and make MSMEs a Game Changer Keep the spirit to find opportunities,” aims to support the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) by providing collaboration, development, and empowerment media to MSME owners in the Solo and surrounding region.

    Plt. Head of the FEB UNS Management Study Program, Dr. Atmaji, MM., in his speech, expressed his appreciation to all the committee who have worked hard to organize ECOFAIR 2023.

    “Thank you to the entire committee, collaboration between students and MSMEs is an essential action. One of the foundations of our economy is MSMEs. MSMEs can survive anywhere at any time even during the pandemic, MSME become one of the economic buffers in Indonesia. Therefore, the current theme is a suitable theme for MSMEs,” he said.

    Furthermore, this activity can serve as a form of applied lecture. One of the efforts made by the study program is to prepare students following the graduate profiles, one of them is to become an entrepreneur. Of course, starting from micro small, and medium businesses, if managed properly, with good management and knowledge, the business will grow bigger.

    The Plt. (Acting Officer) of Vice Dean of Planning, Business and Information Cooperation, Tastaftiyan Risfandy, SE, M.Sc., Ph.D., also appreciated the 2023 ECOFAIR’s activities.

    He hopes that in the future, the student association at the study program level can start thinking on how ECOFAIR can be hosted in two schemes. The first is a face-to-face or on-the-spot event, and alternatively, for time efficiency, it can be hosted digitally or virtually because the current development of MSMEs all leads to digitalization.

    “We hope that activities like this can bring benefits to the committee, faculty, and MSMEs around UNS.”

    Furthermore, representing the Dean, Tastaftiyan, Ph.D., opened ECOFAIR 2023 with a ribbon-cutting ceremony witnessed by a number of invited guests and ECOFAIR visitors.

    The 2023 ECOFAIR is scheduled for three days was enlivened by e-sports competitions and fun games.

  • Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    ECOFAIR 2023 merupakan gong pembuka dari serangkaian acara Management Carnival yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMP) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), 7-9 September 2023 di Halaman Gedung Djarwanto PS.

    Kegiatan yang mengangkat tema “Let’s Collaborate with your business and make MSMEs a Game Changer Keep the spirit to find opportunities” bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara memberikan media kolaborasi, pengembangan dan pemberdayaan kepada para pemilik UMKM yang berada di wilayah Solo dan sekitarnya.

    Plt.Kepala Program Studi Manajemen FEB UNS, Dr. Atmaji, MM dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menggelar ECOFAIR 2023.

    “Terima kasih kepada seluruh panitia, kolaborasi antara mahasiswa dengan UMKM menjadi satu hal yang penting. Salah satu pondasi ekonomi kita adalah UMKM. UMKM itu kapanpun dimanapun bisa hidup bahkan di masa pandemi UMKM justru sebagai salah satu  penyangga ekonomi di Indonesia. Sehingga sangat tepat jika kalian mengangkat tema tentang UMKM” ungkapnya

    Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu satu bentuk praktek perkuliahan.

    Upaya yang dilakukan prodi adalah profil lulusan nanti salah satunya adalah bisa menjadi wirausaha. Tentu saja dimulai dari usaha mikro kecil dan menengah, selanjutnya jika dikelola dengan baik, dengan manajemen yang bagus dan ilmu yang dimiliki maka usaha yang dimiliki akan semakin besar.

    Plt. Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., juga mengapresiasi kegiatan ECOFAIR.

    Ia berharap kedepannya, himpunan mahasiswa jurusan bisa mulai berpikir bagaimana agar ECOFAIR bisa diselenggarakan dengan dua jalur. Yang pertama secara offline, lalu untuk mengefisiensi waktu bisa diselenggarakan dengan sistem digital atau online karena perkembangan UMKM yang ada sekarang ini semuanya  mengarah pada digitalisasi.

    Harapan kami semoga kegiatan yang seperti ini bisa membawa manfaat baik kepada panitia, fakultas, maupun UMKM di sekitar UNS.

    Selanjutnya, mewakili Dekan, Tastaftiyan, Ph.D. membuka  ECOFAIR 2023 dengan seremoni pengguntingan pita yang disaksikan oleh sejumlah tamu undangan dan pengunjung ECOFAIR.

    ECOFAIR yang berjalan selama tiga hari dimeriahkan dengan lomba e-sport dan fun games.