FEB

Kategori: icd

  • PENGUMUMAN VANDEL & SERTIFIKAT UNTUK PERUSAHAAN MAGANG

    [gview file=”http://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2020/08/PENGUMUMAN-MENGENAI-VANDEL-ICD-FEB-UNS.pdf”]

  • Ariyo, Alumni FEB UNS Ajak Mahasiswa Berkarir sebagai Peneliti

    Ariyo, Alumni FEB UNS Ajak Mahasiswa Berkarir sebagai Peneliti

    Ekonom atau peneliti ekonomi memiliki berbagai aktifitas diantaranya menyusun program penelitian, menulis proposal, mencari sponsor atau mitra dalam penulisan artikel, menyusun jurnal, working paper, policy brief, kolom media, serta menjadi pembicara atau narasumber di seminar, media nasional, dan lain sebagainya.

    Untuk itu, seorang ekonom harus memiliki intuisi ekonomi, pemikiran kritis, kemampuan menulis, pengetahuan tentang data ekonomi, analisis kuantitatif dan kualitatif, kemampuan presentasi, serta memiliki jejaring yang luas dan kuat.

    Hal itu disampaikan Ariyo Dharma Pala Irhamna, Peneliti Ekonomi di INDEF (The Institute for Development of Economics and Finance) kepada mahasiswa FEB UNS yang akan menjalani program magang, Senin 13 Juli 2020.

    Kepada mahasiswa yang berjumlah lebih dari 400 orang itu, Ariyo mendorong agar lulusan FEB UNS dapat berkarir sebagai seorang peneliti.

    Selain pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, mahasiswa dapat belajar membangun kemampuan sebagai peneliti dari aktifitas lain, bergabung dengan organisasi internal atau eksternal kampus, mengikuti isu-isu terkini dengan banyak membaca buku, koran atau media online serta aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak, dengan dosen, mahasiswa lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pihak eksternal lain.

    “Mahasiswa juga harus sering menulis, membuat prososal penelitian, laporan penelitian, artikel. Harus juga mengenal atau familiar dengan sumber perolehan data-data yang berhubungan dengan ekonomi. Hal itu dibangun melalui banyak membaca, tidak sekedar mendapatkan informasi dari yang disediakan tapi bagaimana selanjutnya penulis mampu menuangkan argumen-argumennya” jelasnya.

    Softskill yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kepemimpinan, providing feedback Influencing skill, pemikiran kritis, public speaking serta jejaring yang luas dan kuat.

    Meskipun karir peneliti itu lebih kepada kemampuan individual namun dalam pelaksanaannya menjadi lebih baik jika ada kerjasama dengan pihak-pihak lain, diperlukan kemampuan memimpin. Semisal, menyusun sebuah program, dalam mengimplementasikan ide-ide riset perlu ada kemampuan memimpin, bagaimana memperoleh masukan-masukan, mampu mempengaruhi di lembaga tempat bekerja.

    Jiwa kepemimpinan, public speaking, jejaring luas dan kemampuan lain yang mendukung karir sebagai peneliti banyak diperoleh dari keaktifan berorganisasi di masa studi. Ariyo sangat menekankan ke mahasiswa untuk berorganisasi selama studi karena sangat membawa manfaat besar dalam memasuki dunia kerja.

    Manfaat itu juga yang dirasakan oleh Ariyo, alumni FEB UNS yang saat ini sukses menekuni karirnya sebagai Peneliti Ekonomi di INDEF, sebuah lembaga riset independen yang tugas utamanya melakukan riset mengenai isu-isu terkini terutama mengenai kebijakan ekonomi.

    Selama menjalani perkuliahan di Jurusan Ekonomi Pembangunan (EP), alumni Angkatan 2008 itu sangat aktif di beberapa organisasi kampus, menjadi Pengurus 2009-2010 Himpunan Mahasiswa Jurusan EP, Pendiri sekaligus Ketua Umum Kelompok Studi Bengawan 2009-2012, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FEB UNS 2012-2013, dan menjadi salah satu pendiri AIESEC UNS di tahun 2012. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Siapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif, ICD FEB UNS Gelar PJT

    Siapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif, ICD FEB UNS Gelar PJT

    Lebih dari 400 mahasiswa dari Program Studi S1 Reguler angkatan 2017 dan S1 Transfer angkatan  2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti Pre Job Training (PJT) secara daring yang diselenggarakan oleh Internship dan Career Development (ICD), Selasa 14 Juli 2020.

    Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM, Kepala Unit ICD FEB UNS bersama dengan divisi di ICD mengangkat  tema kegiatan ini sesuai dengan kondisi di masa pandemi Covid-19 “Menyiapkan Lulusan yang Adaptif dan Inovatif”. Diharapkan, lulusan FEB UNS mampu menyiapkan diri menjadi pribadi yang mudah beradaptasi dan inovatif terhadap tuntutan mutu dalam dunia usaha dan juga beradaptasi terhadap kondisi-kondisi yang terkadang tidak bisa kita prediksikan, seperti dimasa pandemi seperti ini.

    Dalam pembukaannya mewakili Dekan FEB UNS,  Dr. Mugi Harsono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS menyampaikan pesan kepada peserta bahwa sebuah negara akan kuat perekonomiannya manakala jumlah entrepreneurnya semakin besar .

    “Ketika Anda lulus,  memulai sebagai employee adalah sebuah kewajaran. Yang penting adalah menikmati masa employee dan kemudian mempersiapkan diri untuk menjadi employer. Jangan terlalu bangga menjadi employee, siapkan masa-masa employee sebagai masa belajar dan akhirnya menjadi seorang pengusaha atau dengan menjalankan dua karir, disatu sisi sebagai employee pada sebuah organisasi tapi disisi lain punya usaha sendiri, kami mengharapkan seperti itu” jelasnya.

    Menghadapi masa kerja dimasa pandemi maka gerak, corak, filosofi dan gaya bekerja kita akan sangat berbeda dari tahun sebelumnya dan hal ini perlu  menjadikan pertimbangan.

    Di kegiatan ini,  ICD kembali menghadirkan salah satu alumni FEB UNS sebagai narasumber, Wahyu Purnamawati yang saat ini menjabat sebagai  Asisten Vice President Perencanaan dan Portofolio Divisi Bisnis Kartu  BNI dengan tema Tantangan  SDM di Era Digital.

    Diawal paparannya, Wahyu mendorong mahasiswa FEB UNS untuk tetap semangat belajar dan mengembangkan kemampuan diri  meski berada di masa pandemi.

    “Walaupun berada dalam kondisi pandemi Covid-19 dan ada pembatasan, sebenarnya banyak kesempatan yang bisa dilakukan.  Hal ini harus menjadi  penyemangat diri, tidak  khawatir meski ada krisis ekonomi ataupun Covid-19. Era di hadapan kalian sangat berbeda dari tahun sebelumnya, gunakan kesempatan ini” tegas alumni Program Studi Akuntansi angkatan 1998.

    Lebih lanjut disampaikan, dalam memasuki dunia kerja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, mahasiswa harus mampu mengenal diri apa kelemahan dan kelebihan yang dimiliki,   mengasah kemampuan untuk terus belajar menjadi lebih baik, dan yang juga  penting adalah menyiapkan mental untuk kuat dan selalu berpikir positif.

    Saat ini mulai masuk ke era yang Vollatile, Uncertain, Complex  dan Ambigous  (VUCA), terjadi  perubahan yang sangat cepat, kesulitan untuk memprediksi kejadian atau peristiwa di masa depan, bauran antara isu dengan chaos yang terjadi di organisasi makin beraneka ragam dan kaburnya realitas dengan makna bauran dari berbagai kondisi yang ada. Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian di pasar, digital disruption dan makin banyaknya proses yang terotomasi.  Dengan hal ini, para lulusan sangat perlu untuk beradaptasi dan berinovasi.

    Menurut Wahyu, SDM yang dibutuhkan di era VUCA adalah generasi yang banyak mencari tahu, yang terus menerus belajar mengembangkan diri dan tidak menutup diri hanya pada yang ilmu yang dimiliki saja.

    Untuk memasuki dunia kerja, satu hal lagi yang penting bagi lulusan generasi milineal yang jika dipopulasi hampir menguasai  30% dari jumlah penduduk Indonesia adalah tuntutan untuk berani bicara, berani berpendapat dan memunculkan ide-ide baru, out of the box.

    Terakhir, Wahyu menyemangati  bahwa lulusan UNS luar biasa, banyak yang telah sukses. Lulusan UNS harus berani untuk menunjukkan diri dengan segala kelebihannya. Era sekarang bukan untuk menjadi gentar tapi era untuk semakin bersemangat karena peluang menjadi sangat luas.

    Sementara itu, narasumber kedua,  Gita Aulia Nurani,  Psikolog yang sangat sering membantu proses rekrutmen di beberapa perusahaan menyampaikan secara detil proses rekrutmen  yang dilakukan oleh perusahaan dan strategi yang perlu dilakukan para lulusan agar mampu bersaing.

    Gita berpesan agar  mahasiswa mulai sekarang bisa melatih untuk menggali informasi yang berhubungan dengan isu-isu terkini dan juga mengasah kemampuan berpikir analitik melalui informasi yang diperolehnya. Rekruiter di awal 5 menit pertama wawancara bisa mendapatkan gambaran dari kandidat dari penguasaannya dalam bidang informasi.

    Sembilan puluh dua persen rekruiter menggunakan sosial media untuk mencari kandidat dan  87 % rekruiter percaya Linkedln dapat membantu mereka mendapatkan kandidat berkualitas .  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Internship and Career Development FEB UNS Sosialisasikan Program Magang

    Kegiatan magang merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di dunia kerja. Mahasiswa dapat mengasah softskill, belajar untuk memahami berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan kajian ilmu yang telah diperoleh dari kampus.

    Magang bukan hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan matakuliah yang wajib ditempuh namun lebih dari itu untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa.

    Untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan magang, Internship dan Career Development (ICD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM menyelenggarakan sosialisasi dan pembekalan magang bagi mahasiswa S1 Reguler 2018 dan S1 Transfer 2019, Senin, 13 Juli 2020 melalui daring.

    Sebelum pembekalan, Juliati, SE, MA, Ak, Kepala Divisi Magang ICD FEB UNS menjelaskan tentang  tata cara dan prosedur kegiatan magang .

    Tiga pembicara alumni FEB UNS dihadirkan sebagai narasumber untuk membekali mahasiswa agar siap magang yakni Cahyo Priyatno, SE, AK, M.ACC, CPMA,CMA, CEC, CIBA, CA , Komisaris PT Akuakultur Semesta Rata yang juga Dosen dan Trainer, Praliyana Mega Sari, Human Resources Department Hotel Novotel dan IBIS Solo serta Ariyo DP Irhamna, Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance).

    Di awal paparannya, Cahyo Priyatno, alumni FEB UNS dari Program Studi (Prodi) Akuntansi menjelaskan pentingnya kegiatan magang bagi mahasiswa. Mahasiswa akan mendapatkan banyak hal selain yang sudah didapatkan di bangku kuliah, terutama mendapatkan pengalaman riil di dunia kerja.

    Mahasiswa harus meneguhkan tujuan awal dalam menjalankan magang karena akan berpengaruh terhadap sikap ketika magang, baik di perusahaan maupun instansi. Mahasiswa harus bersikap jujur terhadap aktifitas magangnya.

    Cahyo juga menyinggung beberapa hal yang menjadi salah kaprah dalam kegiatan magang yang perlu diluruskan, diantaranya mahasiswa yang magang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, sering mengeluh atau meremehkan pekerjaan yang diberikan. Ada juga yang memiliki pemahaman bahwa magang yang digaji itu lebih baik, anak magang pasti bakal ditawari kerja di perusahaaan tersebut, harus mengejarkan sesuatu sesuai dengan jobdesk dan pemahaman bahwa magang harus di perusahaan yang besar.

    “Saat magang, silahkan mahasiswa bertanya kepada perusahaan untuk meminta penjelasan terhadap perkerjaan yang akan dan sudah dilakukannya dengan pertanyaan yang berkualitas namun jangan mempertanyakan, semisal kok saya diberi pekerjaan seperti ini. Mahasiswa harus menjaga profesionalitas serta menjaga kerahasiaan perusahaan” jelasnya.

    Sementara itu, alumni Prodi Manajemen FEB UNS, Praliyana Mega Sari menegaskan magang adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplor keahliannya. Ia juga mendorong kepada mahasiswa yang akan melaksanakan magang agar mulai melatih diri untuk memiliki perilaku yang positif dan juga memiliki kesiapan skill dan knowledge yang mendukung saat melakukan aktifitas magang. Hindari perilaku yang tidak berfaedah, misalnya dengan memposting status aktifitas di tempat magang yang dirasakan kurang menyenangkan. Terkadang perusahaan akan memberikan penilaian perilaku dari status yang diunggah oleh mahasiswa.

    Beberapa skill atau kemampuan yang perlu dipersiapkan sebelum magang diantaranya adalah kemampuan berbahasa Inggris, teknologi, pengetahuan akademik, kreatifitas, inovasi, komunikasi , kepemimpinan dan adaptasi.

    Mahasiswa juga harus memahami dan beradaptasi dengan budaya organisasi di tempatnya magang. Hal ini sangat penting agar mahasiswa bisa cepat dalam berintegrasi atau mengenal perusahaan dan juga dapat menjalin hubungan kerja dengan para pegawai dan pimpinan perusahaan serta banyak manfaat lebih lainnya untuk mengembangkan diri.

    Di sesi terakhir, Ariyo DP Irhamna, alumni Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS yang saat ini sukses sebagai Ekonom INDEF lebih banyak berbagi pengalaman berkarir sebagai peneliti ekonomi.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Pengumuman Mengenai Administrasi Pendaftaran Magang dan Kegiatan Lain

    [PENGUMUMAN INTERNSHIP AND CAREER DEVELOPMENT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNS]

    Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa S1 dan D3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelayanan terkait administrasi pendaftaran magang dan kegiatan lain yang berhubungan dengan unit ICD FEB UNS dilaksanakan secara daring sampai menunggu kondisi kampus yang stabil. Bagi mahasiswa yang hendak berkonsultasi mengenai magang, dimohon untuk menghubungi Ibu Juliati sebagai PIC Magang di nomor berikut pada jam kerja : +6285290441553.

    Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian yang Anda berikan, kami mengucapkan terimakasih.

  • JOB VACANCY PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA, TBK

    [gview file=”http://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2020/03/Surat-Pengantar-UNS-2020.pdf”]