FEB

Kategori: lab_bindes

  • FEB UNS Disseminates 2026 Laboratory Training and Certification Program for Students from the 2022–2024 Cohorts

    FEB UNS Disseminates 2026 Laboratory Training and Certification Program for Students from the 2022–2024 Cohorts

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a virtual info session for the FEB UNS 2026 Laboratory Training and Certification Program via Zoom Meeting on Monday, 9 March 2026. The activity was addressed to FEB UNS students, particularly those from the 2022, 2023, and 2024 cohorts, as part of the faculty’s ongoing efforts to enhance student competencies through laboratory-based training programs.

    In her remarks, the Vice Dean for Academic and Research Affairs of FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., conveyed that the session is important for providing students with a comprehensive understanding of the laboratory training programs designed to support their readiness for the professional world. She explained that FEB UNS students are expected to develop three core skill components: academic skills, generic skills, and technical skills, where technical skills being particularly significant given their direct relevance to specific professional competencies in fields such as export-import, logistics, the capital market, and entrepreneurship.

    “This info session aims to ensure that students understand that, in addition to completing their coursework, they are also required to participate in training activities equivalent to 5 credit units (SKS) as part of competency strengthening prior to graduation,” she explained.

    Following the opening remarks, each laboratory head presented their respective training plans for the year 2026. The laboratories currently operating under FEB include the Financial Technology Laboratory, the Export-Import Laboratory, the Logistics and Capital Market Laboratory, the Entrepreneurship Simulation Laboratory, the Taxation Laboratory, the Project-Based Learning Laboratory, the Village Development Laboratory (Laboratorium Bina Desa), and the Integrated Information Technology Laboratory. In the subsequent session, each laboratory head elaborated on the types of training offered, the subject matter to be covered, and the benefits students stand to gain from participating in the programs.

    In addition to the training sessions, students also have the opportunity to pursue formal recognition of the competencies they have acquired through professional certification facilitated by the Universitas Sebelas Maret Professional Certification Body (LSP UNS). Such certification provides formal acknowledgment of student competencies and serves as a valuable asset upon entering the workforce.

    Through this socialization activity, FEB UNS encourages students to take full advantage of the available training and certification programs to enhance their practical skills, strengthen their readiness for the professional world, and support competency development from their undergraduate years onward. The activity is also consistent with efforts to advance the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education) through the enhancement of skills-based learning, and SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) by preparing graduates who are competent, adaptive, and competitive in the labor market.

     

     

  • FEB UNS Sosialisasikan Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium 2026 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024

    FEB UNS Sosialisasikan Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium 2026 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Sosialisasi Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting,  Senin (9/3/2026).

    Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa FEB UNS, khususnya angkatan 2022, 2023, dan 2024, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program pelatihan berbasis laboratorium.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai program pelatihan laboratorium yang dirancang untuk menunjang kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

    Ia menjelaskan bahwa mahasiswa FEB UNS perlu memiliki tiga komponen keterampilan utama, yaitu academic skills, generic skills, dan technical skills.

    Menurutnya, keterampilan teknis atau technical skills menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan spesifik dalam menjalankan pekerjaan di bidang tertentu, seperti ekspor-impor, logistik, pasar modal, maupun kewirausahaan.

    “Sosialisasi ini bertujuan agar mahasiswa memahami bahwa selain menyelesaikan berbagai mata kuliah, mereka juga perlu mengikuti kegiatan pelatihan yang setara dengan 5 SKS sebagai bagian dari penguatan kompetensi sebelum lulus,” jelasnya.

    Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing kepala laboratorium mengenai rencana pelatihan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

    Laboratorium yang ada di FEB di antaranya Laboratorium Financial Technology, Laboratorium Ekspor-Impor, Laboratorum Logistik dan Pasar Modal, Laboratorum Simulasi Kewirausahaan, Laboratorium Perpajakan, Laboratorium Project Based Learning, dan Laboratorium Bina Desa, Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu.

    Di sesi selanjutnya, kepala laboratorium menjelaskan jenis pelatihan, materi yang akan diberikan, serta manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui program tersebut.

    Selain pelatihan, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan kompetensi yang diperoleh melalui sertifikasi profesi yang difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Sebelas Maret (LSP UNS). Sertifikasi ini memberikan pengakuan formal atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa sehingga dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, FEB UNS berharap mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang tersedia untuk meningkatkan keterampilan praktis, memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional, serta mendukung pengembangan kompetensi sejak di bangku kuliah.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis keterampilan, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.

  • Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan

    Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan dengan topik “Bantuan Modal serta Pembiayaan”.

    Kegiatan ini merupakan inisiatif Laboratorium Bina Desa FEB UNS yang diketuai oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D, dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 16 Oktober 2025.

    Hadir sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan, PJ Regional Office Bank BTN Head Kantor Wilayah Sulawesi Maluku Papua, sebagai narasumber.

    Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Riset FEB UNS menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk membekali mahasiswa serta masyarakat desa dalam memahami akses pembiayaan dan bantuan modal.

    “Kegiatan Lab Bina Desa ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang sektor perbankan, tetapi juga mampu mendukung masyarakat desa agar lebih sejahtera melalui penguatan kegiatan perekonomian,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pemahaman tentang pembiayaan modal akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, baik untuk berkarir di sektor keuangan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

    Sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan membagikan pengalaman praktisnya dari sudut pandang perbankan, khususnya dalam mendukung sektor UMKM di Indonesia.

    Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perbankan memiliki peran penting sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Bagus menjabarkan materi pelatihan melalui empat pokok pembahasan yang saling berkaitan.

    Pertama, ia memberikan gambaran umum mengenai kondisi UMKM di Indonesia, termasuk kontribusinya yang mencapai 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta perannya sebagai tulang punggung perekonomian.

    Kedua, ia menjelaskan peran BTN dalam pemberdayaan UMKM, terutama melalui program Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijalankan bersama kementerian terkait.

    Selanjutnya, ia memaparkan inovasi dan transformasi digital BTN yang menghadirkan efisiensi layanan perbankan melalui teknologi Decision Engine dan berbagai solusi digital untuk pelaku usaha.

    Terakhir, ia menekankan pentingnya laporan keuangan bagi UMKM sebagai instrumen utama dalam mengukur kinerja dan kesehatan bisnis, mencakup laporan laba rugi, posisi keuangan, dan catatan keuangan.

    Menurut Bagus, pertumbuhan kewirausahaan menjadi indikator penting kemajuan suatu negara.

    “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sektor swasta, terutama UMKM, memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, perbankan hadir untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan literasi keuangan,” ujarnya.

    Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan masyarakat desa dalam pengelolaan bisnis dan keuangan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana perbankan mendukung pembiayaan usaha serta mengelola laporan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

    Kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan Lab Bina Desa FEB UNS ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui peningkatan literasi keuangan, akses permodalan, dan transformasi digital, kegiatan ini turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi inklusif dan berdaya saing bagi masyarakat desa dan generasi muda.

  • Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT

    Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT

    Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengumpulan dan Verifikasi Data pada Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Rabu, 24 September 2025.

    Acara yang berlangsung secara hybrid di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber utama Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si., Direktur Advokasi & Kerjasama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT.

    Workshop ini dibuka dengan sambutan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS.

    Dalam arahannya, Prof. Tri menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan baru terkait survei dan pengelolaan data desa. Ia juga mengapresiasi inisiasi kerja sama antara Lab Bina Desa dan Kemendes dalam mengkaji berbagai isu riset dan kebijakan desa.

    “Proyek pembangunan di Indonesia saat ini memang diarahkan untuk memberdayakan desa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, mahasiswa perlu menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pembangunan desa agar dapat berkontribusi nyata setelah lulus,” ujarnya.

    Kepala Lab Bina Desa, Dr. Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama dengan Kemendes bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pembangunan desa dengan bekal sertifikasi, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk berkiprah di bidang pembangunan perdesaan.

    Dalam pemaparan materinya, Dr. Dwi Rudi Hartoyo menguraikan arah kebijakan pembangunan kawasan perdesaan sesuai RPJMN 2025–2029.

    Pembangunan desa ke depan menekankan transformasi ekonomi, sosial, dan ekologi desa berbasis potensi lokal, dengan strategi utama berupa penyediaan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan kapasitas SDM dan tata kelola digital, transformasi ekonomi lokal melalui pertanian, pariwisata, dan BUMDes, serta pengembangan kawasan tematik berbasis keterhubungan desa–kota.

    Lebih lanjut, Dr. Dwi Rudi menekankan pentingnya pendekatan kolaborasi antar-desa untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kabupaten. Dengan demikian, pembangunan desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan sosial dan ekologi.

    Melalui workshop ini, Lab Bina Desa FEB UNS berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan perdesaan yang berkelanjutan serta menyiapkan mahasiswa untuk menjadi bagian dari penggerak pembangunan desa di masa depan.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) dan tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

  • FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

    FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Pelatihan dan Sertifikasi yang ditawarkan oleh masing-masing laboratorium di lingkungan FEB UNS.

    Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Angkatan 2022, 2023, dan 2024, Rabu 17 September 2025.

    Dalam paparan pembuka, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. mengutip sejumlah hasil survei dan pemberitaan yang menyoroti tantangan besar di pasar tenaga kerja Indonesia. Pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia masih didominasi oleh kuantitas tanpa diikuti peningkatan kualitas, sehingga banyak pencari kerja mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.

    Survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja nasional melemah, dengan sekitar 44 juta pemuda yang mengalami kesulitan masuk ke dunia kerja akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan tuntutan pasar. Fenomena ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kompetensi yang relevan dan berdaya saing.

    “Kami berupaya keras untuk memberikan beragam kegiatan pelatihan di luar proses belajar mengajar yang dapat memperkuat keterampilan mahasiswa. Hal ini sangat penting mengingat tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sertifikasi pelatihan juga sebagai syarat untuk mengikuti ujian skripsi, mahasiswa wajib mengikuti salah satu atau salah dua atau bahkan mengikut semua, tergantung pada ketertarikan teman-teman bidang apa yang Teman-Teman mahasiswa tertarik untuk mengeksplor lebih lanjut” ujar Prof. Tri.

    Prof. Tri menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang lengkap kepada mahasiswa, sehingga partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi semakin meningkat dan berkualitas.

    Lebih lanjut, Prof. Tri menyampaikan, saat ini, terdapat sembilan laboratorium aktif di FEB UNS yang menawarkan berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), antara lain: Laboratorium Ekspor Impor (Ketua: Arif Rahman Hakim, SE., M.Ec.Dev., Ph.D); Laboratorium Perpajakan (Ketua: Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, SE., MM); Laboratorium Simulasi Kewirausahaan (Ketua: Miftachul Ma’Arif, SEI., MM., LSS,Cp.); Laboratorium Financial Technology (Fintech) (Ketua: Wahyu Trinarningsih, SE., MM., MA); Laboratorium Logistik dan Pasar Modal atau Investasi (Ketua: Arif Lukman Santoso, SE., MM., M.Pro., Ak); Laboratorium Project Based Learning (Ketua: Siti Khoiriyah, SE., M.Si); Laboratorium Teknologi Informasi (Ketua: Mulyadi, SE., M.Ec.Dev); Laboratorium Bina Desa (Ketua: Yogi Pasca Pratama, SE., ME., Ph.D) serta Laboratorium Fiscal Corner (Ketua: Dr. Mulyanto, M.E).

    Setiap laboratorium menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang menjadi salah satu syarat wajib bagi mahasiswa dalam mengikuti ujian tugas akhir atau skripsi. Sertifikasi kompetensi ini berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional oleh BNSP, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing mahasiswa di pasar kerja.

    “Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan mahasiswa dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan yang berkualitas,” tutup Prof. Tri.

    Mahasiswa dapat mengakses informasi lebih lengkap mengenai jadwal, jenis pelatihan, serta prosedur pendaftaran melalui website resmi FEB UNS.

    Sementara itu, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa semester 7 diwajibkan mengikuti Pre Job Training (PJT) sebagai bagian dari program pelatihan.

    Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menginformasikan adanya kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait materi Green Jobs Skills for Impact.

    Green Jobs bukan sekadar pekerjaan yang ramah lingkungan, tetapi juga pekerjaan yang memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan ekologis. Konsep ini mengintegrasikan ketenagakerjaan, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi dalam satu kerangka.

    “Pelatihan Green Jobs sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja, membuka akses peluang kerja baru, mengembangkan kompetensi lintas disiplin, membangun kredibilitas profesional, serta memberi kesempatan berwirausaha,” ungkapnya.

    Sesi berikutnya adalah paparan dari para kepala laboratorium FEB UNS. Pada sesi ini, masing-masing kepala laboratorium menjelaskan secara detail berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang ditawarkan kepada mahasiswa berikut dengan jadwal pelaksanaannya, sehingga mereka dapat memilih program yang paling sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan keterampilan mereka.

    Program Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, dengan penekanan pada pelatihan Green Jobs dan pemberdayaan desa, program ini turut mendukung SDGs nomor 8, Decent Work and Economic Growth, serta SDGs nomor 11, Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.