FEB

Kategori: s1_bisnis_digital

  • Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Bisnis Digital, Hadirkan Inovasi Kuliner Libya

    Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Bisnis Digital, Hadirkan Inovasi Kuliner Libya

    Program Studi S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pengabdian masyarakat Internasional dengan tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Di kegiatan itu, Mahasiswa FEB  dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan memberikan pelatihan memasak kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen.

    Ketiganya melatih cara memasak masakan asal Libya Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

    Pelatihan memasak ini merupakan agenda kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB UNS.

    Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Bisnis Digital sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahaan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Ikuti Adhi Karya Mengajar

    Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Ikuti Adhi Karya Mengajar

    Pengembangan Bisnis dan Strategi Keuangan Perusahaan menjadi tema yang diangkat pada Adhi Karya Mengajar di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), akhir Februari lalu.

    Kuliah Umum yang diikuti oleh Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS menghadirkan Ir. Lasarus Bambang S., ST., MM., IPM., General Manager, Departemen Pengembangan Bisnis, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.

    Kegiatan juga dihadiri oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi FEB UNS, dan Johadi S.E., M.Sc Dosen FEB UNS.

    Perusahaan Adhi Karya merupakan perusahaan publik dibidang konstruksi yang mana sebagain besar kepemilikan sahamnya yakni sebesar 64% dimiliki oleh negara dan sisanya 36% dimiliki oleh publik.

    Perusahaan Adhi Karya memiliki lini Bisnis meliputi: Engineering and Construction, Property, Manufacture, Investment and Concession.

    Beberapa proyek yang terkenal dari Adhi Karya diantaranya Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, Preservasi Jalan Nasional Riau, Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu (FPLT), Preservasi Jalan Nasional Sumatera Selatan, LRT, Jabodetabek, dan yang baru-baru ini adalah  Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo.

    Dihadapan mahasiswa, Lasarus menjelaskan beberapa teori yang digunakan oleh perusahaan Adhi karya dalam menjalankan bisnis perusahaan agar dapat maju dan berkembang.

    Lima teori yang dijabarkan yakni (1) Teori Collaborative Governance, merupakan tata Kelola kolaboratif yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk secara bersama-sama Menyusun dan mengimplementasikan suatu kebijakan bersama; (2) Teori Business Development, pengembangan bisnis agar berkembang dengan sukses perlu mencari peluang bisnis baru, membangun dan mempertahankan hubungan klien yang sudah ada atau strategic partnership, dan rencana lainnya untuk meningkatkan profit dan market share; (3) Teori Strategi Keuangan Perusahaan, strategi ini berupaya untuk memaksimalkan nilai keuangan perusahaan dengan memperhatikan Tindakan keuangan yang terbaik; (4) Teori Public Private Partnership, teori ini memiliki arti bahwa penting untuk memiliki hubungan antara pemerintah dengan badan usaha dalam rangka pembangunan dan penyediaan infrastruktur; (5) Teori IMBT (Ijarah Muntahiyah Bit-Tamlik), merupakan akad sewa menyewa berkaitan dengan pemindahan kepemilikan objek akad dari pemberi sewa kepada penyewa.

    Lasarus memberikan pesan bahwa kita harus memandang keberagaman dalam hal ini adalah teman-teman mahasiswa FEB UNS sebagai suatu hal yang positif dan harus dimanfaatkan untuk selalu berinovasi.

  • Tiga Pembicara Dihadirkan dalam Seminar Bertajuk Securities CrowdFunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM

    Tiga Pembicara Dihadirkan dalam Seminar Bertajuk Securities CrowdFunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM

    Otoritas Jasa Keuangan bekerja sama dengan Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan UNS Fintech Center serta Pemerintah Kota Surakarta menggelar Seminar bertajuk Securities CrowdFunding (SCF) sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM, Senin 6 November 2023 di Ballroom Lantai 3 Gedung Ki Hadjar Dewantara, UNS Tower.

    SCF adalah bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana (raising fund) melalui pasar modal. Skema ini dinilai memudahkan bisnis atau seseorang dalam memperoleh pen danaan dari pasar modal.

    Tiga pakar dihadirkan sebagai pembicara seminar, James Riyadi, Co-Founder CrowdDana, Ernawan Salimsyah, CFA, CIO Mandiri Manajemen Investasi dan Putra Pamungkas, Ph.D, Kepala UNS Fintech Center dan Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital.

    Lebih dari 60 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan juga dari kalangan akademisi memenuhi ruang seminar.

    Prof. Wimboh Santosa, Guru Besar FEB UNS yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022 dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk memberikan dorongan bagi UMKM agar bisa masuk pasar modal.

    Dikatakan, selama ini UMKM biasanya mendapatkan pinjaman dari perbankan, tetapi tidak semua UMKM bisa memperoleh pinjaman bank. OJK mencoba memberi solusi pembiayaan pasar modal yang sudah secara khusus melalui SCF dan tanpa jaminan.

    “Hari ini kita mendatangkan para pakar untuk memberikan sosialisasi SCF itu apa, bagaimana caranya, bahkan setelah ini kita akan buka klinik, yang tertarik akan dipandu bagaimana agar supaya bisa masuk pasar modal dan usahanya bisa maju” ungkapnya.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Solo ini akan menjadi contoh dan bisa dikembangkan di daerah lain.

    Dalam sambutan tertulisnya, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka yang dibacakan oleh Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa sangat mendukung penuh terhadap SCF  dan akan menerbitkan surat dukungan sebagai jaminan bahwa kontrak tersebut sah dan akan dibayar apabila pekerjaan dilaksanakan  sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Lebih lanjut ditegaskan, yang perlu digarisbawahi adalah dengan diterbitkan surat jaminan tersebut, UMKM harus dapat bertanggung jawab secara penuh mengenai proyek-proyek yang dikerjakannya, jangan sampai terdapat penundaan  atau hasil yang tidak sesuai dengan perjanjian atau kontrak.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum dalam sambutannya mengatakan permasalahan pendanaan bagi UMKM menjadi masalah yang terus menerus mendapatkan perhatian kita semua. Biasanya UMKM itu pendanaannya disalurkan dari perbankan, SCF adalah sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam sistem ekonomi di Indonesia, UMKM memberikan peranan penting untuk kehidupan, utamanya pendapatan di masyarakat. Beribu bahkan berjuta UMKM  terus kita tingkatkan agar UMKM berdaya, salah satu yang kita lakukan adalah memberikan pendanaan bagi UMKM.

    “Pembiayaan yang diberikan tampaknya merupakan satu-satunya pilihan yang sangat rasional bagi UMKM agar usaha bisnisnya tetap bisa berjalan, disamping itu pemberian pemahaman tentang teknologi informasi dan inovasi-inovasi dari UMKM itu sendiri” paparnya kemudian.

    Rektor juga mengapresiasi seminar yang diinisiasi dari OJK utamanya kepada Prof. Wimboh Santosa yang beberapa waktu lalu telah mendiskusikan agenda seminar ini. Rektor berharap nantinya dari kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menghasilkan sebuah pemikiran yang brilian agar pemberdayaan UMKM menjadi lebih baik.

  • Seminar FEB UNS Bahas Financial Technology and Small Business

    Seminar FEB UNS Bahas Financial Technology and Small Business

    Kolaborasi apik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Program Studi S1 Bisnis Digital, PUI Fintech dan Banking, dan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Surakarta, menghadirkan seminar bertajuk Financial Technology and Small Business, Rabu, 18 Oktober 2023.

    Dalam gelaran seminar yang berlangsung di Aula KONIMEX Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS lantai 3, dua pembicara hadir dengan materi terkait pendanaan untuk usaha kecil (UMKM) dan ekosistem halal.

    Kedua pembicara yang hadir adalah Prof. Andrea Moro dari Cranfield University, UK dan Khrisna Adityangga CEO PT Xyz Digital Innovation.

    Dr. Tastaftiyan Risfandi, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis, dan Informasi FEB UNS, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pemahaman terkait sumber-sumber pendanaan bagi UMKM di Indonesia, terutama yang berasal dari Fintech. Terlebih lagi, mahasiswa juga perlu mengetahui penyedia jasa teknologi finansial yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Selamat datang di UNS, Prof. Moro dan Pak Khrisna. Kami di UNS senantiasa berusaha untuk dapat membangun jejaring dengan dunia industri, untuk itu hari ini kita akan belajar dari pembicara yang hadir terkait UMKM. Saya harap kita akan dapat menerima banyak pengetahuan dari seminar hari ini,” jelas Dr. Tastaftiyan.

    Menyampaikan materi berjudul ‘the Black Box of Funding Small Firms,’ Prof. Moro berpendapat bahwa berbeda dari pendapat umum yang menganggap bahwa seorang enterpreneur hanya berfokus pada keuntungan finansial, mereka justru seringkali lebih memilih pertumbuhan organik bisnis yang mereka miliki.

    “Enterpreneur seringkali memiliki lebih sedikit uang dibandingkan pegawai biasa, namun lebih optimis dengan visi jangka panjang. Sehingga mereka bersedia menerima pendapatan yang lebih rendah saat ini,” ungkap Prof. Moro.

    Terkait pendanaan, pemilik bisnis atau entrepreneur lebih memilih sumber pendanaan yang memberikan kebebasan bagi mereka untuk mengatur bisnis yang mereka bangun. Sehingga memungkinkan bisnis untuk tumbuh, memiliki sumber daya yang lebih besar, dan dengan tingkat bunga yang rendah.

    Lebih lanjut, Prof. Moro menjelaskan tentang tipe sumber-sumber pendanaan termasuk kelebihan dan kekurangan dari setiap sumber pendanaan tersebut.

    Menyambung pembahasan terkait pemberi dana, Khrisna Adityangga menyatakan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh bisnis kecil adalah perbedaan ekspektasi atau harapan antara enterpreneur dan investor.

    Lebih lanjut, Khrisna membahas dengan materi berjudul ‘Halal Ecosystem in the Digital Transformation of the Decentralized Era: Discourse for Small Business.’

    Menurutnya, tujuan utama dari transformasi digital adalah untuk mengurangi moral hazard. Sementara itu, desentralisasi data yang merupakan bentuk dari transformasi digital dapat memotong rantai pasokan dan mewujudkan kedaulatan data.

    “Decentralized finance pada dasarnya selaras dengan nilai syariah. UMKM dapat menerima banyak manfaat dari decentralized finance, salah satunya adalah dengan tersedianya banyak sumber pendanaan. Disisi lain, decentralized finance dapat mendorong bisnis kecil untuk dapat menjadi lebih transparan, mengingat dengan penggunaan decentralized finance, laporan transaksi bisnis tidak lagi bisa dimanipulasi,” jelasnya.

    Terkait edukasi di bidang digital, Khrisna menambahkan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah terkait pendidikan, khususnya terkait literasi digital.

    “Literasi digital di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu kurikulum yang diusung oleh Prodi Bisnis Digital sangatlah baik dan bermanfaat untuk dapat diterapkan di masyarakat, pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mempersiapkan program inkubasi bisnis yang lebih baik dan mendorong berdirinya bisnis digital yang baik,” ungkapnya mengakhiri paparan materi.

    Seminar yang berjalan selama kurang lebih dua jam tersebut berlangsung secara interaktif dimana lebih dari 100 peserta yang hadir mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembicara yang hadir melalui sesi tanya jawab.

     

  • Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Perkembangan digital sangat erat hubungannya dengan disrupsi. Dalam hal ini, sektor perdagangan termasuk salah satu sektor yang sangat terdisrupsi oleh perkembangan teknologi digital. Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Pusat Unggulan IPTEK Fintech dan Banking, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar agenda webinar dengan mengangkat topik terkini terkait Social Commerce.

    Melalui webinar bertajuk “Webinar Social Commerce: A New Disruption in Digital Era?” yang berlangsung pada Senin 9 Oktober 2023 tersebut, Prodi S1 Bisnis Digital menghadirkan empat narasumber untuk mengulas topik tersebut.

    Dihadapan 200 peserta mahasiswa yang hadir, Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, menyampaikan pidato sambutan.

    Dalam sambutannya, Prof. Kuncoro mengungkapkan harapan agar hasil diskusi dari agenda webinar tersebut dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa topik yang diangkat dalam gelaran webinar kali ini cukup menarik, terlebih dengan adanya topik terkini mengenai regulasi terbaru oleh Kementerian Perdagangan yang berimbas pada penutupan sementara Tiktok Shop sebagai salah satu social commerce.

    “Selamat datang pada para hadirin, narasumber peserta webinar. Dilihat dari peserta yang datang cukup banyak menunjukkan bahwa topik ini sangat menarik untuk didiskusikan. Saat ini pemerintah melalui kementerian terkait sedang mempersiapkan peraturan terkait social commerce karena akan berdampak pada ekonomi mikro,” ungkapnya.

    Dijelaskan lebih lanjut bahwa social commerce adalah bentuk model bisnis yang menggabungkan antara sosial media dan marketplace dalam satu platform. Meskipun model bisnis tersebut menawarkan banyak keunggulan, namun dibutuhkan sebuah peraturan khusus untuk mengatur eksistensi social commerce.

    “Regulasi tersebut akan mengatur media sosial dan e-commerce. Hal ini menjadi penting karena peningkatan perdagangan harus diikuti dengan penguatan produksi dalam negeri. Kesempatan ini menjadi forum yang sangat menarik, dimana hasil diskusi dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan, dan mudah-mudahan hasil diskusi yang baik bijak dan cerdas dapat bermanfaat guna memajukan ekonomi dalam negeri khususnya UMKM. Selamat mengikuti webinar, semoga kita dapat pengetahuan baru untuk memajukan perekonomian Indonesia,” jelas Prof. Kuncoro.

    Memandu jalannya acara, hadir pula Chamdan Purwoko, Jurnalis Senior dan Direktur Bisnis Indonesia, sebagai moderator.

    Empat narasumber yang telah hadir dalam gelaran webinar tersebut antara lain adalah Ronny Salomo Maresa, Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat PMSE, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua Masyarakat Telematika (MASTEL) Indonesia, Bima Laga, Ketua Indonesia Ecommerce Association (idEA), dan Dr. Putra Pamungkas SE., M.Rech., PhD., yang merupakan Kaprodi Bisnis Digital FEB UNS sekaligus Kepala dari PUI Fintech dan Banking UNS.

    Diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam tersebut membahas secara mendalam mengenai peraturan Kemendag terkait social commerce dari berbagai sudut pandang narasumber.

    Dari sisi pembuat kebijakan (Kemendag), Ronny menyatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan bertujuan untuk menciptakan level playing field serta mengantisipasi terjadinya predatory pricing.

    Meskipun begitu, Ia menyatakan bahwa peraturan akan selalu mengikuti inovasi yang terus berkembang dengan sangat cepat.

    Selaras dengan pendapat tersebut, Bima Laga dari idEA menyampaikan bahwa peran dan tugas pemerintah dalam perkembangan inovasi adalah untuk mengatur inovasi yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa peraturan tidak boleh mendiskreditkan salah satu bisnis proses, dimana perlu dipertimbangkan bagaimana sebuah bisnis model dapat bersaing dengan kompetitif dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang lebih murah. Bagaimana lingkup peraturan ini dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat.

    Dalam hal ini, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua MASTEL Indonesia, menyoroti sisi lain dari pembuatan peraturan, yaitu diperlukannya basis data yang akurat, sehingga dapat digunakan dalam analisis untuk mengetahui impact dari digital ekonomi pada UMKM. Basis data dan pengukuran ini tentunya akan dapat dapat digunakan untuk analisis dampak (before dan after) dari sebuah peraturan baru.

    Dari sisi akademis, Dr. Putra menambahkan bahwa berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh PUI Fintech dan Banking, e-commerce telah secara signifikan mengurangi transaksi offline. Meskipun begitu, berdasarkan hasil studi terdapat beberapa UMKM yang enggan untuk berubah dan mengadopsi model bisnis digital.

    “UNS turut aktif dalam pembinaan UMKM dalam hal literasi keuangan dan digitalisasi, serta membantu untuk UMKM untuk dapat onboard dalam platform digital,” jelas Dr. Putra menanggapi pertanyaan terkait pentingnya edukasi bagi UMKM.

    Menutup jalannya diskusi disampaikan bahwa peraturan yang ada perlu berfokus pada bagaimana UMKM tetap tumbuh, tidak hanya berhenti pada adopsi digital tapi juga bisa survive secara digital maupun offline.

    Webinar kali ini memberikan pemahaman terkait tujuan dari pembuatan Permendag yang baru. Indonesia jangan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi aktor di tingkat internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu peningkatan daya saing UMKM dan kapasitas produksi untuk dapat bersaing di pasar global.

  • PKKMB 2023: Pimpinan FEB Sambut Mahasiswa Baru dari 4 Prodi S1    

    PKKMB 2023: Pimpinan FEB Sambut Mahasiswa Baru dari 4 Prodi S1    

    Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) diterima oleh jajaran pimpinan FEB UNS, Selasa 22 Agustus 2023 di Halaman Gedung Djarwanto PS dalam rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons) Ph.D, Ak dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan juga memperkenalkan Dekanat, Kepala Program Studi S1, Koordinator dan Sub Koordinator.

    “Selamat datang Saudara-Saudara semua yang di hari kedua PKKMB ini masuk ke kampus FEB UNS. Saya sangat bangga dan bahagia bisa bertemu Saudara-Saudara semua yang sangat tangguh dan pintar. Saudara merupakan pilihan dari sekian ribu calon mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin masuk ke FEB. Dan ada 546 mahasiswa di hari ini bergabung dan akan berkuliah di FEB. Jadi jika Saudara-Saudara beberapa bulan lalu masih disebut anak-anak sekarang sudah menjadi mahasiswa dan menjadi bagian dari keluarga besar FEB” kata Dekan.

    Dekan juga memotivasi maba untuk tekun selama menjalani aktifitas perkuliahan. Selama kuliah, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, belajar sendiri, cari jurnal sendiri, cari buku sendiri dengan bimbingan dosen atapun asisten. Mahasiswa  harus bisa mengelola waktu dengan baik sehingga dapat lulus tepat waktu.

    Prof. Djoko juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya kuliah namun juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang telah difasilitasi FEB diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa, DEMA, Himpunan Mahasiswa Program Studi, dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan lainnya.

    Kegiatan PKKMB berlangsung selama 3 hari. Hari pertama, Maba mengikuti berbagai kegiatan dari Universitas dan dua hari berikutnya kegiatan dari fakultas, program studi dan himpunan mahasiswa jurusan.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan Prodi S1 Bisnis Digital UNJ, Jalin Kerja Sama Penelitian

    FEB UNS Menerima Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan Prodi S1 Bisnis Digital UNJ, Jalin Kerja Sama Penelitian

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Kepala Program Studi dan 79 mahasiswa S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis, 13 Juli 2023 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Rombongan dari S1 Bisnis Digital UNJ disambut  Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kaprodi, Putra Pamungkas Ph.D dan juga Dosen Pengampu S1 Bisnis Digital FEB UNS

    Dalam sambutannya,  Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menyampaikan ucapan selamat datang di UNS Solo kepada Kaprodi Bisdig UNJ, Dr. Osly Usman, M.Bus beserta para mahasiswa.

    “Kami ucapkan selamat datang Kaprodi Bisdig UNJ, Bapak Osly dan juga seluruh mahasiswa. Kami merasa terhormat, ini adalah kali ke 2 UNJ ke UNS. Sebelumnya Bapak Osly pernah memberikan banyak arahan kepada Prodi Bisnis Digital FEB sebagai prodi yang baru saja berdiri.” sambutnya.

    Lebih lanjut dikatakan Bisdig UNJ dan UNS akan menjalin banyak kerja sama, salah satunya adalah kerja sama penelitian.

    Senada dengan Tastaftiyan, Ph.D, Dr. Osly juga menegaskan bahwa Bisdig UNS dan UNS akan  melakukan kerja sama penelitian dan pengabdian internasional yang akan melibatkan mahasiswa

    Kuliah Kerja Lapangan (KKL) diharapkan bisa membangkitkan semangat mahasiswa S1 Bisdig UNJ untuk mandiri.

    “Para mahasiswa kami ajak keluar kampus, ke semua tempat agar dapat belajar, tidak menjadi ‘jago kandang’, bisa membaktikan ilmu yang telah didapat untuk masyarakat. Silahkan mahasiswa bisa mengeksplor semuanya, kesempatan ada di UNS. Bisa bertanya apa saja keungulan UNS, proyek-proyek apa yang sudah dikerjakan, mata kuliah apa saja yang ditawarkan semester 5 untuk memungkinkan adanya pertukaran mahasiswa. Sehingga saat pertukaran nanti bisa mantap memilih UNS” jelasnya.

    Sementara itu Kaprodi BG FEB UNS, Putra Pamungkas, S.E., M.Rech.,Ph.D. menguatkan bahwa apa yang di jalin antara Prodi Bisnis Digital UNJ dan UNS memiliki tujuan bersama semoga BG semakin dikenal dimasyarakat, semakin diminati.

    “Kita siapkan talent-talent digital untuk perkembangan industri ke depan. Temen-temen cukup beruntung jadi salah satu pionir, mahasiswa muda yang dibekali ilmu digital dari awal, setelahnya bisa ditangkap oleh industri karena sudah siap untuk menghadapi era digital’’ tegasnya.

    Dikatakan, UNJ dan UNS akan banyak sekali mengadakan kerjasama-kerjasama riset, kegiatan kemahasiswaan, kunjungan dan pertukaran pelajar.

    “Terutama bagi yang sudah visit di UNS yang tertarik dengan kampus UNS, kami siap membuka student exchange 1 sampai 2 semester. Karena di UNS spesialisasi kami adalah keuangan atau finance, tidak menutup kemungkinan ada yang bisnis dan juga marketing.

    Di BG FEB ada 3 konsentrasi: keuangan, digital marketing, dan tata kelola digital.

    Dalam kegiatan kunjungan itu, dipandu oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi BG FEB, mahasiswa UNJ juga berkesempatan melihat sarana prasarana yang ada di FEB UNS.

     

  • Prodi S1 Bisnis Digital UPI Kunjungi BG FEB UNS, Jalin Kerjasama

    Prodi S1 Bisnis Digital UPI Kunjungi BG FEB UNS, Jalin Kerjasama

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Dosen Program S1 Bisnis Digital (BisDig) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Jumat 23 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Bisnis Digital, Adam Hermawan, S.Kom., M.B.A disambut oleh Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi , Kaprodi dan sejumlah Dosen BG FEB.

    Dalam sambutannya, Dr. Tastaftiyan mengucapkan selamat datang di UNS Solo dan merasa terhormat dikunjungi oleh Kaprodi dan Dosen BisDig UPI.

    Dikatakan, ada banyak peluang kerjasama yang bisa dilakukan, misalnya pertukaran mahasiswa. Potensi apa yang dimiliki oleh Prodi BisDig UPI maupun BG FEB UNS bisa digali, yang nantinya dari kerjasama itu akan saling menguntungkan kedua belah pihak.

    Sementara itu, Kaprodi BisDig UPI mengatakan, kunjungan ini dalam rangka pengembangan kerjasama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, publikasi ilmiah, dan kegiatan akademik lainnya serta Benchmarking manajemen program studi.

    “Saat ini kita masih harus banyak berlajar dari prodi Bisnis Digital lain, salah satu untuk mempercepat apa yang harus kita kejar maka kita harus banyak belajar pada lingkungan di luar kami” ungkapnya.

    Selanjutnya, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D., Plt. Kepala Program Studi Bisnis Digital FEB UNS menyampaikan profil BG FEB UNS.

    “BG FEB merupakan prodi baru di UNS yang berdiri pada tahun 2020, ada 5 Dosen tetap , dan baru memiliki satu angkatan, tahun ini adalah angkatan kedua. Alhamdulilah animonya sangat luar biasa, karane era digital ini sehingga banyak mendaftar” ungkapnya.

    Diinformasikan juga, tahun ini, angka keketatan Prodi BG berada di peringkat satu di UNS dan no lima di tingkat nasional untuk semua rumpun.

    Pada angkatan pertama, BG menerima  60 mahasiswa untuk 2 kelas, dan di tahun ini membuka 3 kelas.

    Prodi BG memiliki 3 jalur major konsentrasi, jalur keuangan digital atau finansial teknologi, marketing digital dan tata kelola digital.

    Lebih lanjut BisDig UPI  dan BG FEB saling berdiskusi, berbagi pengetahuan serta acara diakhiri dengan penandatanganan kerja sama oleh kedua belah pihak.

  • Gandeng Universiti Teknologi MARA, Prodi S1 Bisnis Digital Adakan Serangkaian Kegiatan

    Gandeng Universiti Teknologi MARA, Prodi S1 Bisnis Digital Adakan Serangkaian Kegiatan

    Serangkaian kegiatan diselenggarakan oleh Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan menggandeng Universiti Teknologi MARA pada tanggal 26 – 30 Mei 2023.

    Kegiatan pertama, General Lecture of Finance terkait “Capital Structure and Dividend” oleh Prof. Shafinar Ismail dengan peserta seluruh mahasiswa S1 Bisnis Digital di ruang Aula Konimex Gedung IV FEB UNS.

    Setelah dilaksanakan kegiatan tersebut, peserta memperoleh insight maupun pengalaman merasakan perkuliahan dengan dosen dari Malaysia.

    Kedua, pada tanggal 27 Mei 2023 dilaksanakan kegiatan General Lecture terkait “Recent Issues in Empirical Finance Research” oleh Prof. Shafinar Ismail di ruang 4302 Gedung IV FEB UNS. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para mahasiswa S2 Manajemen FEB UNS.

    Di kegiatan tersebut, Prof. Shafinar Ismail dari Universiti Teknologi MARA melakukan review dan diskusi terkait seminar proposal. Setelah itu, para peserta mendapatkan masukan mengenai proposal penelitian yang akan diajukan agar dapat direalisasikan dengan baik kedepan.

    Hari berikutnya tanggal 29 Mei 2023 dilaksanakan kegiatan presentasi mengenai artikel terbaru Prof. Shafinar Ismail dengan judul “The intention of small and medium enterprises’ owners to participate in waqf: the case of Malaysia and Indonesia” di Fintech Center UNS.

    Dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen-dosen FEB UNS mengenai rencana kerjasama riset di masa depan.

    Plt. Kepala Program Studi Bisnis Digital FEB, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D  menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan reputasi internasional UNS sehingga memiliki global competitiveness.

    Selain itu, meningkatkan kualitas program internasionalisasi UNS dan meningkatkan nilai reputasi akademik global UNS serta memperkuat kerjasama dan implementasi MoU dengan Universiti Teknologi MARA.

    “Secara keseluruhan,kegiatan scholar inbond Universiti Teknologi MARA ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian secara lebih luas dengan Top Scholar universitas QS 100 by subject”ungkapnya.

    Dikatakan, kegiatan ini akan memiliki keberlanjutan berupa kolaborasi kegiatan di masa depan dan adanya kegiatan kolaborasi penelitian antara FEB UNS dengan Universiti Teknologi MARA.

    Sehubungan dengan upaya yang dilakukan sesuai dengan rencana kegiatan tersebut, kegiatan Scholar Inbond Universiti Teknologi MARA yang telah dilaksanakan ini memberikan insight baru dan semakin mengembangkan eksposur UNS dengan pelaksanaan kegiatan guest lecture serta diskusi mengenai project kolaborasi baik itu webinar, seminar, riset, maupun kegiatan lain kedepannya.

  • Baru 1 Tahun Berdiri, Prodi S1 Bisnis Digital Capai Tingkat Keketatan Tertinggi

    Baru 1 Tahun Berdiri, Prodi S1 Bisnis Digital Capai Tingkat Keketatan Tertinggi

    Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memiliki tingkat keketatan tertinggi, yakni 1:73. Berikutnya Prodi Ilmu Komunikasi 1:42 dan Prodi Manajemen 1:39.

    Data tersebut diperoleh dari Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS pada peminat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023.

    Prodi S1 Bisnis Digital baru genap 1 tahun berdiri pada 27 Mei 2023 nanti, namun peminatnya di dua tahun penerimaan mahasiswa baru selalu meningkat.

    Pada tahun pertama penerimaan mahasiswa baru,   tahun 2022 lalu, meski hanya dibuka pada jalur Seleksi Mandiri, namun peminatnya  sudah sangat tinggi.

    Peresmian HMPBG

    Atas capaian ini, Kepala Prodi S1 Bisnis Digital yang sekaligus menjabat sebagai Plt. Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa capaian ini memang diluar ekspektasi.

    “Terkait angka keketatan, kami sebenarnya menargetkan 5 besar di bidang ilmu Soshum, dan alhamdulillah kemarin tercapai bahwa kami 3 besar di Soshum di jalur SNBP. Tak disangka, alhamdulillah kita juga menjadi yang terketat se-UNS di jalur SNBT. Capaian ini salah satunya berkat kerja keras dari tim prodi dalam melakukan promosi digital dan kerjasama dengan eksternal. Kami setahun terakhir telah melakukan promosi program di twitter, instagram, influencer, dan lain lain” paparnya.

    Sementara itu,  Athaya, mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital menyampaikan kesannya selama menjadi mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital.

    Mahasiswa Prodi S1 Bisnis Digital Angkatan I

    Berdasarkan pengalamannya kuliah selama dua semester ini, Prodi S1 Bisnis Digital membekali ilmu yang sangat bermanfaat karena menurutnya dosen-dosennya visioner dan memberi insight di dunia akademik maupun non-akademik yang sangat luas.

    “Selain dosen-dosennya yang visioner, kurikulum yang ada di Prodi S1 Bisnis Digital menjadi salah satu pertimbangan saya memilih prodi ini. Kurikulum yang ditawarkan sangat sesuai dengan tuntutan jaman saat ini, disaat dunia marak dengan digitalisasi di segala aspek, Prodi S1 Bisnis Digital menawarkan hal tersebut” ungkapnya.

    Mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan oleh dosen internal, namun juga mengikuti berbagai program yang diselenggarakan prodi, diantaranya aktifitas yang menghadirkan para praktisi dari luar kampus untuk memperluas pengetahuan mahasiswa di bisnis digital.