On March 15-16, 2019, the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS held a visiting professor lecture. On this occasion there are two visiting professors from Universiti Putra Malaysia (UPM), Associate Professor Wan Azman Saini Wan Ngah dan Associate Professor Law Siong Hook. 
On this occasion, the professors deliver a lecture on Business Economics to the FEB UNS faculty members (lecturer) who currently pursue the Doctoral study in UPM. At the end of session they discuss about publication tips, which is the main requirements for the program.
Blog
-

Visiting Professor from Universiti Putra Malaysia
-

Dua Profesor Universitas Putra Malaysia Kunjungi FEB UNS
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menerima kunjungan dua profesor bidang ekonomi dari Universitas Putra Malaysia (UPM), Associate Professor Wan Azman Saini Wan Ngah dan Associate Professor Law Siong Hook, 15 – 16 Maret 2019 di Ruang Sidang 1 Gedung 1 FEB UNS.
Dalam kunjungannya, kedua profesor berbagi ilmu dalam bidang Business Economics kepada dosen FEB UNS yang sedang menempuh studi lanjut pada program Doktoral di UPM Malaysia.
Dalam acara itu, peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai tips publikasi yang menjadi syarat utama dalam program Doktoral.
-

Penerimaan Kunjungan SMA IT Asy-Syukriyyah Tangerang: FEB UNS Siapkan Lulusannya Mampu Bersaing
FEB memiliki 13 program studi, lengkap mulai dari diploma sampai dengan program doktor dan telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. FEB juga senantiasa memacu diri untuk bersaing di kancah internasional. Prodi Magister Manajemen FEB telah terakreditasi internasional, Abest 21 yang berpusat di jepang, Program Studi Manajemen telah terakreditasi internasional AUN QA. FEB juga telah menjadi anggota AACSB yang berpusat di Amerika.
Hal itu disampaikan Harmadi, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam penerimaan kunjungan SMA IT Asy-Syukriyyah, Senin 18 Maret 2019 di Ruang Sidang II FEB UNS.
Rombongan yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI SMA IT Asy-Syukriyyah dan beberapa guru pendamping diterima langsung oleh Harmadi, dan Reza Rahardian, Kepala Program Studi Manajemen FEB serta Yaman Umaran, salah satu tim dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS.
Mairatu Sisriyeni, Kepala Sekolah SMA IT Asy-Syukriyyah menyampaikan tujuan kunjunganya adalah dalam rangka memberikan bekal kepada para siswa dengan pengetahuan dan pencerahan dari kampus UNS untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi.
Keantusiasan siswa dalam mengikuti acara terlihat dari banyaknya siswa yang menyampaikan pertanyaan disesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan diantaranya tentang proses penerimaan mahasiswa baru, program magang, kerjasama, pelaksanaan perkuliahan, kesempatan studi lanjut, hingga sejauh mana upaya fakultas dalam memberikan lulusan yang terbaik sehingga dapat berkompetisi dengan lulusan perguruan tinggi lainnya dalam memasuki dunia kerja.

“FEB memang bukan ikatan dinas yang ketika lulus langsung disalurkan kerja, namun kami menfasilitasi mahasiswa untuk siap bersaing di dunia kerja. Secara kelembagaan, akreditasi A yang diperoleh semua prodi di FEB telah menjadi tiket awal bagi lulusan untuk masuk di lapangan kerja,” Jelas Reza, menjawab salah satu peserta tentang jaminan memperoleh pekerjaan.
Lebih lanjut dijelaskan, modal dasar telah banyak diberikan saat mahasiswa menjalani studinya, salah satu yang dikembangkan di program studi manajemen adalah Praktek Simulasi Manajerial (PSM).
Di PSM, mahasiswa tidak diberikan teori lagi, tapi mahasiswa akan dihadapkan pada simulasi praktek kerja dunia riil. Mahasiswa akan menempati posisi tertentu dalam perusahaan virtual dan menjalankan perannya dalam posisi tersebut sekaligus memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan. Pada kelas ini mahasiswa dapat memperagakan peran-peran manajerial dalam bidang keuangan, pemasaran, SDM dan operasi. Praktik Simulasi Manajerial mengasah hardskill dan softskill mahasiswa melalui simulasi praktik kerja untuk menyelesaikan business assignment. Model pembelajaran yang digunakan adalah problem based learning.
“Kami menfasilitasi, namun mahasiswa juga harus melakukan sesuatu, mampu mengasah dirinya sehingga memiliki kemanfaatan,” tandasnya kemudian.
Acara ditutup dengan saling bertukar cinderamata dilanjutkan foto bersama (Tetri – Humas FEB)
-

Pasca Raih Sertifikasi AUN QA, FEB UNS Sering Dikunjungi
Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis merupakan salah satu Prodi yang ada di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah meraih sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA). AUN QA adalah kegiatan yang dilakukan oleh AUN yang melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN.
Setelah peraihan sertifikasi ini, FEB UNS telah beberapa kali menerima kunjungan dari perguruan tinggi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang AUN QA.
Dalam kurun waktu dua pekan di bulan Januari 2019, FEB UNS menerima kunjungan dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya pada tanggal 22 Januari 2019 dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di tanggal 31 Januari 2019.
Selain itu, Irwan Trinugroho, Ketua Tim Internasionalisasi yang juga sebagai Ketua Tim Penyusun Self Assesment Report (SAR) Prodi S1 Manajemen, sering diundang secara khusus untuk memberikan penjelasan tentang AUN QA, diantaranya oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Irwan dalam setiap presentasinya memaparkan secara detil pengalamannya saat membantu Prodi S1 Manajemen, mulai dari proses pendaftaran sebagai anggota AUN hingga visitasi oleh tim asesor.
Dikatakannya lebih lanjut, ada panduan dari AUN QA yang harus kita ikuti dalam menyusun SAR. SAR terdiri dari tiga bab yang meliputi introduction, penjelasan dokumen SAR dan SWOT.
“Yang kita kirimkan di awal ke AUN hanya bab 1 saja untuk mendapatkan slot visitasi” jelas Irwan.
Untuk memudahkan koordinasi, Irwan berpesan agar dalam membentuk Tim SAR jangan terlalu banyak personilnya agar laporan yang dibuat memiliki satu kesatuan pemikiran, 5 orang sudah cukup.
Di saat visitasi, Irwan menjelaskan bahwa penilaian di setiap program studi dilakukan oleh 2 orang asesor. Pada hari pertama, kedelapan asesor beraudiensi dengan pimpinan fakultas. Selanjutnya, secara berturut-turut audiensi dilakukan terhadap tenaga pendidik, staf dan mahasiswa. Sementara di hari kedua visitasi, tim asesor mewawancarai alumni dan para pengguna (user). Setelah itu, dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa fasilitas di fakultas.
“Meskipun ada penerjemah, namun pastikan seluruh dosen, alumni yang kita undang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, terkecuali untuk tenaga kependidikan atau user, dapat dimaklumi” katanya
Lebih lanjut dikatakan bahwa saat visitasi, FEB UNS juga memberdayakan para mahasiswa untuk menjadi Liaison Officer (LO). Para mahasiswa tidak hanya membantu melayani reviewer yang saat itu berjumlah 8 orang, namun juga membantu aktifitas lainnya untuk kelancaran visitasi.
Dalam kesempatan yang sama Reza Rahardian, Kepala Prodi S1 Manajemen juga mengungkapkan bahwa visitasi yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 8-10 Mei 2018 sangat menguras tenaga dan fikiran. FEB ditunjuk oleh Rektor untuk menjadi tuan rumah visitasi AUN QA bagi empat prodi, yakni Prodi Manajemen, Biologi, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil.
“Untuk persiapan visitasi, persyaratan dan aturan yang diminta dari AUN QA sangat detil dan ketat, termasuk hal-hal yang sangat kecil sekalipun, mulai dari colokan listrik, tata ruang, penempatan bendera ASEAN, bahkan dokumentasi harus seijin AUN, demikian pula jamuan makan tidak diijinkan selama proses visitasi’ jelas Reza
Reza bersyukur telah melalui seluruh prosesnya dan dengan sertifikasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi prodi dan universitas serta untuk para lulusan. Diharapkan para alumnus dapat berkompetisi dengan mudah di dunia kerjanya.
-

Gempita PSM Award
Praktik Simulasi Manajerial (PSM) yang lahir pada tahun 2005 dilatarbelakangi oleh keinginan mendobrak sebuah tatanan matakuliah yang sifatnya teoritis. Prodi Manajemen, harus bisa membuat tangan mahasiswanya “kotor”, menyentuh kepada hal-hal substansi yang menjadi urusan manajer. Ini adalah esensi matakuliah PSM, yang hanya bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama langsung dengan para praktisi dari berbagai bisnis.

Hal itu disampaikan Reza Rahardian, Kepala Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen yang juga sebagai salah satu Board of Director (BOD) PSM dalam sambutannya di PSM Award 2018.
Kegiatan yang digelar Jumat,14/12/2018 di Aula FEB UNS merupakan rangkaian akhir dari perkuliahan PSM yang diikuti oleh delapan kelompok mahasiswa Prodi S-1 Manajemen angkatan 2015.
Award diberikan untuk kategori market mapping, product development, feasibility, grand strategy, general manajer dan company.
Kegiatan dikemas cukup menarik, selain pemberian award, beberapa mahasiswa berunjuk aksi dipanggung dengan kemampuan mereka dibidang musik dan vokal.
Di tahun ini, PSM mengambil tema tentang kelas musik, bekerjasama dengan Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) Solo serta sudah dua kali menghadirkan langsung drummer dan musisi terkenal, Gilang Ramadhan untuk memberikan penilaian.
Dalam evaluasinya, Reza memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berusaha maksimal dalam membuat sebuah kelas musik. Dari delapan kelompok, bahkan ada yang melewati batasan wilayah, yang tentunya membutuhkan biaya lebih.
“Dari beberapa catatan kami, mahasiswa masih kurang ekspresif. Setiap kelompok kurang menunjukkan image usahanya, seragam oke, namun belum menunjukkan kebersamaannya, kesan sebagai sebuah perusahaan kurang ada. Dan juga masih harus dipaksa dan didorong’ jelas Reza
Pekan lalu, saat ke delapan tim presentasi di sesi terakhir PSM, sudah nampak perkembangannya. Dalam waktu yang sangat singkat, sekitar lima menit, masing-masing general manajer memaparkan grand strategy kelas musiknya dengan sangat tangkas. Bahkan Gilang Ramadhan yang saat itu hadir, sangat takjub dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kemampuan mahasiswa.
-
Fintech Goes to Campus: Generasi Muda Harus Pahami Financial Tecnology
Lebih dari 3000 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa ikuti Seminar Nasional Fintech Goes To Campus, Sabtu, 9/3/2019 di Gedung GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS).Kegiatan yang bertemakan Gotong Royong Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Industri 4.0″ diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi FEB dan Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS).
Hadir sebagai keynote speaker, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, S.Stat. MBA dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Dr. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc., Ph.D .
Pembicara lainnya yaitu M. Ihsanuddin, Deputi Komisioner OJK Bidang IKNB, Adrian Gunadi, Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)), Rico Usthavia Frans, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri, Chris Antonius, Co-founder PT Toko Modal Mitra Usaha dan Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D, akademisi FEB UNS.
Perkembangan fintech memiliki banyak manfaat, diantaranya waktu penyampaian informasi lebih cepat dan efisien sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan pekerjaan baru dan pengentasan kemiskinan serta meningkatkan inklusi keuangan.
Ravik Karsidi, Rektor UNS dalam sambutannya menyatakan di era digital, mau tidak mau generasi muda harus cepat beradaptasi. Kesadaran terhadap fintech adalah sangat karena fintech mampu menciptakan berbagai peluang usaha baru yang menggunakan platform digital sebagai basis usaha.
Senada dengan hal itu Wimboh dalam presentasinya mengatakan bahwa perkembangan teknologi sudah tidak dapat dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi perekonomian tak terkecuali di sektor jasa keuangan. Telah banyak perusahaan-perusahaan fintech bermunculan di dunia maya.
Dalam hal ini, OJK telah melakukan upaya pengawasan terhadap perusahaan fintech. Seluruh penyelenggara wajib terdaftar sebagai anggota AFPI.
Pengawasan dilakukan secara mendalam dan langsung ke kantor penyelenggara fintech lending untuk memeriksa kepatuhan perusahaan fintech lending atas kewajiban, larangan dan atau keharusan yang ada pada peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan.
OJK juga melakukan pengawasan berdasarkan laporan, baik itu Laporan Berkala (Bulanan, Tiga Bulanan, Tahunan) dan laporan lainnya misalnya laporan pengguna, laporan LBH atau lapaoran dari masyarakat. Kedepannya akan menggunakan Host to Host atau pengawasan berbasis IT.
“Hingga Februari 2019, OJK bersama anggota Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sebanyak 803 entitas Fintech peer-to-peer lending (total akumulatif) tanpa izin OJK/ilegal” jelasnya.
Sebelum seminar digelar, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UNS Ravik Karsidi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi.
Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara UNS, OJK dan AFPI untuk meningkatkan pendidikan ekonomi digital yang meliputi beasiswa, magang, pelatihan, kurikulum, program penelitian dan kerjasama lainnya.
Sepertinya halnya kerjasama yang dilakukan di UNS, OJK akan terus melakukan sosialisasi fintech dan kerjasama dengan kampus-kampus lain juga, menyasar para generasi muda untuk mendorong pengembangan fintech agar dalam koridor yang benar, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
-
Dekan: Tenaga Pendidik dan Kependidikan Memiliki Kontribusi yang Sama dalam Memajukan FEB UNS
Banyak prestasi yang telah dicapai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), salah satunya adalah ketiga belas prodi di FEB telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, mulai dari program Diploma 3 hingga Program Doktor.Capaian tersebut dapat diraih karena kontribusi tenaga pendidik dan kependidikan. Tidak ada yang lebih penting diantara keduanya, semuanya sama penting. Tanpa ada keduanya FEB tidak akan maju seperti ini.
Hal itu disampaikan Hunik Sri Runing Sawitri, Dekan FEB UNS dalam sambutannya di Kegiatan Work Motivation & Family Gathering, Sabtu-Minggu 9-10 Februari 2019 di Baturraden.
“Keluarga yang di rumah juga diharapkan dapat memaklumi segala pekerjaan yang diamanatkan FEB kepada tenaga pendidik dan kependidikan, memahami bahwa kegiatan yang dilakukan di kampus terkadang harus dilakukan dengan lembur dari pagi hingga malam’ jelas Hunik.
Lebih lanjut Hunik mengatakan agar kita selalu bersyukur karena pimpinan di periode sebelumnya telah meletakkan dasar dan berjuang untuk mengembangkan FEB sehingga kita dapat melanjutkan pengabdiannya dan bersama-sama dalam memajukan FEB.
“Siapapun yang menjadi pimpinan FEB ke depan, kita tetap harus bekerja keras, bekerja dengan sebaik-baiknya karena tantangan semakin berat dalam rangka UNS menuju World Class University, ke arah internasionalisasi” kata Hunik
Kegiatan yang dikuti oleh tenaga dan kependidikan FEB UNS beserta keluarga bertujuan unutk meningkatkan kebersamaan. Dengan adanya kebersamaan dan kekompakan akan memberikan motivasi untuk semangat dalam bekerja.
Berbeda dari sarasehan yang biasanya dilakukan, acara ini dilakukan sehubungan dengan akan selesainya periode kerja Dekanat dan Kaprodi di lingkungan FEB. Acara dikemas dalam suasana santai dan ringan untuk mengevaluasi kinerja pimpinan selama periode 2015-2019. Peserta memberikan kritik dan saran demi kemajuan FEB ke depan.
Suasana “pamitan” menjadi haru ketika Dekan sempat menangis saat menyampaikan sambutannya. Acara juga semakin berkesan saat peserta diberi kesempatan untuk bersalaman kepada pimpinan untuk saling maaf memaafkan.
-

FEB UNS Memperoleh Hibah Erasmus Capacity Building dari European Commission
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta bekerjasama dengan empat perguruan tinggi di Eropa dan lima perguruan tinggi di Indonesia terpilih mendapatkan pendanaan dari European Commission untuk program Capacity Building Erasmus+ dengan tema “OPTimizing Research and Doctoral Programme in BANKing and Finance in Indonesian universities” / OPTBANK.Nilai hibah adalah sebesar 999.904 € untuk periode tiga tahun mulai Oktober 2017 – September 2020. Koordinator untuk di Eropa adalah University of Limoges, Perancis sedangkan UNS merupakan koordinator untuk konsorsium perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi lain di Indonesia yang terlibat adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Tanjungpura dan Universitas Sriwijaya. Sedangkan perguruan tinggi lain di Eropa adalah Bangor University UK, University of Rome III Italia dan Technical University Crete Yunani.
Tujuan utama dari proyek OPTBANK ini adalah memperkuat riset dalam bidang perbankan dan keuangan di perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan tujuan khususnya yakni meningkatkan international exposure dari dosen junior dan dosen senior di Indonesia melalui research training dan research collaboration dengan perguruan tinggi partner di Eropa, merevitalisasi program doktor dan master di Indonesia dengan memperkenalkan modul-modul baru yang diadaptasi dengan kebutuhan local.
Selain itu, OPTIBANK juga untuk memperkuat tata kelola pusat penelitian dan program doktor melalui pertukaran good practicesantara partner Eropa dan Indonesia dan meningkatkan interaksi antara perguruan tinggi di Indonesia dengan regulator keuangan dan perbankan, industri keuangan dan perbankan serta masyarakat melalui berbagai aktivitas.
Dekan FEB UNS Hunik Sri Runing Sawitri menjelaskan bahwa Proposal Capacity Building OPTBANK ini telah mulai disusun secara bersama utamanya antara FEB UNS dengan LAPE University of Limoges sejak bulan Mei 2016, kemudian dikumpulkan ke European Commission pada bulan Februari 2017. Pemenang kemudian diumumkan pada bulan Agustus 2017. OPTBANK termasuk dalam 149 proposal yang didanai dari 756 proposal yang diajukan ke European Commission untuk Higher Education – International Capacity Building.
Pada tanggal 15 September 2017 yang lalu telah dilakukan pra-kick off meeting untuk konsorsium perguruan tinggi partner Indonesia di FEB UNS utamanya untuk menyamakan persepsi, mempertegas komitmen dan persiapan untuk pelaksanaan kick-off meeting. Adapun kick-off meeting sendiri akan dilakukan pada bulan Januari 2018 di Eropa.
Saat ini sedang dilakukan pembahasan intensif terkait dengan persiapan kick-off meeting dan rencana pelaksanaan program kerja tahun pertama oleh project steering committee yang terdiri dari lima orang yaitu Prof. Amine Tarazi (Limoges), Dr. Irwan Trinugroho (UNS), Prof. Franco Fiordelisi (Rome), Prof. Fotios Pasiouras (Crete) dan Prof. John Williams (Bangor).
Keberhasilkan FEB UNS dan partner ini merupakan salah satu indikasi bahwa UNS telah memiliki reputasi yang diakui tidak hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat internasional. humas-red.uns
-
Profil FEB
Founded when UNS was established, the Faculty of Economics and Business of UNS offers high-quality education at the associates, bachelors, masters, and doctorate degree levels. FEB UNS currently has 13-degree programs consisting of three bachelors (undergraduate) programs, three master’s programs, one doctoral program and six diplomas (associates degree) programs. All programs have the A rank for national accreditation for their latest accreditation assessments.FEB UNS enrolls more than 1,000 students annually and has awarded more than 8,000 undergraduate and 1,000 graduate degrees. Supported by more than 150 full-time faculty members and a 9,000-strong alumni network, this school has a significant role in Indonesia’s national development. Based on the statute of UNS (Decree of Ministry of Education and Culture No. 82/ 2014), this faculty is structurally administered under UNS. The faculty has several autonomies, however, especially in the areas of curriculum and teaching/learning, strategic planning, human resources development, budget allocation, and management of facilities and equipment.
In line with the vision and policy of UNS to compete internationally, FEB UNS has also established its vision to be an internationally recognized school of economics and business. FEB UNS has developed mutual partnerships with reputable overseas universities and institutions such as Purdue University (United States), University of Limoges (France), University of Twente (Netherlands), University of Portsmouth (United Kingdom), Science Po Toulouse (France), and Curtin University Australia. FEB UNS is a member of the Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). In 2016, the Master of Management Program of FEB UNS has been accredited by The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow (ABEST21). This school has also successfully held a number of prestigious international academic events, such as “The 8th Conference on Risk, Banking, and Financial Stability” in collaboration with the Journal of Financial Stability in 2013 and the “Asian Finance Association (AsianFA) Annual Conference” in 2014.
-

Hasil penilaian atas Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Masih Fluktuatif
Hasil penilaian atas Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KKPD) selama 5 tahun yakni di tahun 2009 sd 2013 masih mengalami fluktuatif. Laporan seharusnya disampaikan kepada kepala daerah paling lambat 9 bulan setelah tahun anggaran berakhir, sesuai dengan Permendagri No 73 Tahun 2009. Namun, dari hasil evaluasi baru disajikan 2 tahun kemudian.Hal itu diungkapkan Jaka Winarna dalam salah satu rumusan masalah disertasinya yang dipresentasikan pada Ujian Terbuka Promosi Doktor, Jumat 18 Januari 2019 di Gedung Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS).
Disertasi yang berjudul Relevansi Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dipertahankan dihadapan sembilan penguji yang dipimpin oleh Vita Ratri Cahyani, Wakil Direktur bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNS.
Penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk memberikan bukti empiris relevansi informasi laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Secara spesifik, penelitian ini menguji apakah informasi laporan keuangan pemerintah daerah yang terdiri dari infrastruktur, likuiditas, kinerja keuangan, posisi keuangan dan rasio utang bermanfaat untuk menjelaskan variasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Indonesia.
Menurutnya, KKPD penting karena salah satunya sebagai bahan penilaian dan penetapan tingkat pencapaian standar pelayanan minimal atau target kinerja untuk setiap urusan pemerintahan yang diselenggarakan oleh daerah.
Hasil penelitian ini bagi manajemen pemerintah daerah dapat memberikan masukan dalam pemanfaatan informasi laporan keuangan pemerintah daerah yang mempunyai nilai relevan dalam menjelaskan variasi KPPD.
Diharapkan penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam menyusun kebijakan keuangan dalam hubungannya dengan pemerintah daerah.
#Tetri Wahyu – Humas FEB