[gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Recrutmen-tenaga-kontrak.pdf%22]
Penulis: admin
-
CPNS 2021
[gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/kEMHAN_CPNS-2021.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/PUPR_2309PengumumanCPNSPUPRTahun2021.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kominfo_814-PENGUMUMAN-Seleksi-CPNS-PPPK-Tahun-Anggaran-2021_compressed.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemenko-Maritim-dan-Investasi-CPNS_TA_2021_fix_2.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/KLHK__LAMPIRAN-1.-RINCIAN-KEBUTUHAN-FORMASI-CPNS-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemenhub_Pengumuman-CPNS-2021-Final-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/KLHK_LAMPIRAN-5.-PROGRAM-STUDI-YANG-DIBUTUHKAN-DAN-DAPAT-MELAMAR-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemenkumham_Pengumuman-Seleksi-CPNS-Kemenkumham-30-06-2021-Ok-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/2021.06.30_PPSCPNS-2021_1stempel-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/KLHK_LAMPIRAN-3.-KETENTUAN-PELAMAR-CPNS-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/BIN_2-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemenlu_PENGUMUMAN_00017_SEKJEN-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Bappennas_pengumuman-01-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Pengumuman-CASN-KESDM-Tahun-2021-1.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rencana_Penempatan_Lokasi_Formasi_CPNS_kemhan_2021.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Lampiran-I-Formasi-CPNS-KKP.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/BIN.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Pengumuman-Awal-ASN-KKP-Formasi-Tahun-2021-Awal.pdf%22] [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemenperin.pdf%22]
-

Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).
Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan Panglima TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.
Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.
Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.
Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan tahap kedua untuk Fakultas MIPA, Pertanian dan FKOR.
Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.
Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.
Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian, Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu, karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)
-

Bagaimana Membangun SDM Unggul Berbasis Talenta
Kondisi pandemi Covid memberikan banyak pembelajaran yang bisa dipetik, terutama yang berhubungan dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Terjadi perubahan cara kerja di semua bidang. Konsekuensi logis atas pandemi yang terjadi telah mengubah cara dan metode kerja, yakni adanya hybrid working, remote working, perubahan cara dan disain perkantoran dengan memanfaatkan TI yang menuntut reskilling dan upskilling.
Hal itu disampaikan Arifin Susanto, SE, M.Sc., Direktur Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menjadi narasumber Studium General “Strategic Talent Management fo The Post-Pandemic World” yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret, Jumat 11 Juni 2021.
Selanjutnya dikatakan, “GIG Economy” atau ekonomi yang berbasis freelance juga berkembang, tidak ada fix salary dan basisnya project. Anak-anak muda mulai banyak bekerja freelance dan bekerja untuk diri sendiri (self employed).
Pandemi juga berdampak pada munculnya perubahan jenis pekerjaan dan lifestyle. Jika dulu para pegawai selalu bekerja dari kantor, maka sekarang bisa dilakukan di rumah, dasar bekerjanya dengan menggunakan teknologi informasi atau digital. Tren model bisnis kebiasaan baru pun berkembang pesat, misal bertumbuh pesatnya market place.
SDM yang berbasis talenta sangat diperlukan karena bisnis model atau proses kerja ke depan berubah total sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, basisnya digital.
Jutaan jenis pekerjaan pun bakal hilang dan diganti yang baru. World Economy Forum memperkirakan akan ada 75 juta jenis pekerjaan yang akan hilang, terutama untuk yang clerical, accounting & payroll, administrative/ secretary, customer service, factory worker, auditor dan lainnya. Dan akan ada 133 juta posisi pekerjaan baru yang akan muncul diantaranya data analyst dan scientist, AI & machine learning, software developer, general manager, new teach specialist, IT service dan masih banyak lagi.

Arifin merumuskan bagaimana membangun SDM unggul yang berbasis talenta, yaitu dengan membangun SDM yang siap untuk berubah, membangun kompetensi utama yakni Critical Thinking, Complex Problem Solving, Creativity and Innovation (3C) dan Digital Technology (1 D) serta mengoptimalkan intangible asset.
“Kita harus siap berubah, mengubah mindset dan sistem kerja, tidak bisa kembali ke sejarah, dulu harus bertemu tatap muka, sekarang bisa dilakukan secara online. Siap bekerja tidak di kantor, namun bekerja bisa dilakukan dari jarak jauh, bisa dilakukan juga dari rumah. Beberapa skill harus dikuasai” ungkapnya
Arifin menambahkan, perguruan tinggi harus menyesuaikan, SDM nya harus ada reskilling dan upskilling, silabusnya harus berbasis STIM (sains, teknologi, seni dan matematika) yang berbasis teknologi.
Untuk membangun SDM yang siap berubah juga harus mensupport pekerjaan ke depannya. Cara-cara melamar pekerjaan di masa sekarang ini berbeda sekali. Nilai akademik tidak akan dilihat, namun kemampuan IT dan kemampuan di bidang lainnya akan menjadikan perhatian lebih.
Penting pula untuk memprioritaskan cara kerja yang baru dan meningkatkan kualitas kerja, berpikir secara strategis dan kritis. (Humas FEB)
-

MESP Study Program Providing Intensive Supervision for 11 Students’ Thesis Proposals Securing Dikti Funding
Students from the Master’s Program in Economics and Development Studies (MESP), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), participated in a Thesis Proposal Clinic for over two days, hosted on June 2 and 9, 2021.
This event hosted by MESP is a follow-up action to the announcement from the Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Sebelas Maret (UNS), regarding the thesis proposals eligible for Dikti funding.
Students whose proposals were submitted will receive intensive mentoring from two advisors, lecturers of Research Methodology courses: Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE., M.Si., and Tri Mulyaningsih, SE., M.Si., PhD.
Dr. Evi Gravitiani, M.Si., Head of the MESP Program, stated that to support the initial 11 proposals, in the third quarter, the program will invite editors and collaborate with Sinta 2 journals and Editors of Scopus cited Q3 journals. (FEB Public Relations)
-

Prodi MESP Bimbing 11 Proposal Tesis yang Memperoleh Pendanaan Dikti
Sejumlah mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Klinik Proposal Thesis yang digelar dalam dua hari, 2 dan 9 Juni 2021.
Kegiatan yang baru kali pertama digelar MESP merupakan tindak lanjut dari informasi skim Dikti yang diteruskan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS termasuk diantaranya proposal tesis.
Mahasiswa yang proposalnya diajukan tersebut akan dibimbing secara intensif oleh dua pembimbing yang mengampu matakuliah Metodologi Penelitian yakni Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si dan Tri Mulyaningsih, SE, M.Si.
Kepala Program Studi MESP, Dr. Evi Gravitiani, M.Si mengatakan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa yang menyusun 11 proposal tersebut, di tri wulan tiga, Prodi akan mengundang editor, kerjasama dengan Editor di Sinta 2 dan Q3. (Humas FEB).
-

Tiga Narasumber Webinar Beri Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Webinar bertajuk Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi, Selasa, 15 Juni 2021.
Tiga narasumber dihadirkan dalam webinar yang dihadiri lebih dari 180 peserta, yakni Syaiful Ali, MIS, Ph.D, Ak, CA dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sylvia Veronica N.P.S, SE, Ak dari Universitas Indonesia, dan Fitra Roman Cahaya, SE, M.Com, Ph.D, CSSR, CSRA dari University of Essex, United Kingdom.
Di awal paparan presentasinya, Syaiful Ali menyampaikan bahwa bagi peneliti pemula sebaiknya membuat template atau format proposal riset yang fokusnya pada pertanyaan “What, Why, dan How. Hal ini agar penelitian lebih terstruktur dan memudahkan bagi peneliti dalam proses publikasi.

Peneliti bisa menempuh beberapa strategi agar papernya dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi. Diantara strategi yang bisa ditempuh yaitu belajar dari penulis terkenal, bagaimana cara menyusun introduction, cara menyajikan argumen, tiru style-nya, bukan plagiasi.
Selain itu, peneliti juga dapat mengutip paper dari penulis yang berpotensi jadi reviewer atau ketika submit di jurnal X, pastikan beberapa artikel di jurnal X itu muncul di jurnal peneliti, jangan menonjolkan kelemahan paper dan paragraf jangan terlalu panjang.
“Biasanya reviewer melihat di abstrak dan introduction, bila bagian itu menarik, maka sudah mendapat gambaran utuh papernya. Selain itu, perlu diperhatikan untuk menggunakan editor bahasa Inggris yang profesional. Peneliti harus memperhatikan pula setiap respon dari reviewer. Tulis respon rinci untuk setiap poin reviewer, tulis dengan bahasa yang baik, sopan dan menjelaskan dengan sangat detil. Tanggapi dengan sangat serius di setiap poin-poinnya” jelasnya.
Di akhir paparannya, Syaiful Ali berpesan agar peneliti harus selalu siap jika papernya ditolak. Rejection adalah sebuah proses yang biasa dalam publikasi, jangan menyerah.

Sementara itu, Dr. Sylvia menegaskan pada saat peneliti submit ke jurnal akan melalui tahap review oleh editor.
Kadang-kadang tahap awal sudah ditolak oleh editor sebelum ke reviewernya. Peneliti harus menyampaikan sangat baik dan meyakinkan apa kontribusi penelitiannya. Jika ditolak jangan menyerah, perbaiki dan submit lagi dan submit lagi, hingga paper peneliti benar-benar bisa dipublikasikan.
Terkadang paper seorang peneliti ditolak bukan karena kualitas papernya yang tidak bagus tapi karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnalnya. (Humas FEB )
-

Studium General MM UNS Angkat Tema Re-Programming Dukcapil
Peran dan tugas pertama Direktorat Dukcapil adalah memberikan identitas kepada seluruh penduduk Indonesia yang jumlahnya 271.349.889 jiwa dan juga Warga Negara Asing yang sudah lama tinggal di Indonesia serta memiliki ijin tetap.
Ruang kerja Dukcapil berada di 514 kabupaten kota, 34 provinsi. Sekarang bertambah dengan 130 perwakilan RI di luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Jadi jika ada WNI yang memiliki anak yang lahir di luar negeri akan diberi Nomor Induk Tunggal (NIT), dan jika kembali ke Indonesia akan disesuaikan sebutannya menjadi Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Peryataan itu disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. saat memberikan Studium General bertema Re-Programming Dukcapil yang diselenggarakan oleh Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Sabtu 12 Juni 2021.
Selanjutnya disampaikan, Direktorat Dukcapil telah melakukan transformasi internal sehingga banyak perubahan layanan-layanan yang diberikan dukcapil kepada masyarakat Indonesia.
Dukcapil memiliki semangat besar untuk melakukan transformasi yakni bagaimana Indonesia mewujudkan single identity number. Sebelumnya, saat belum ada Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP, banyak orang yang memiliki KTP ganda.
Tahun 2009 merupakan tonggak revolusi adminitrasi kependudukan (adminduk) di Indonesia, Indonesia mulai menggunakan single identity number. Ini transformasi besar dari penduduk yang memiliki banyak KTP, sekarang sudah mulai dirapikan.
Saat ini Dukcapil mengelola big data penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 271 juta jiwa dengan tiga data center, dua berada di Jakarta dan satu di Batam.
“Pelayanan kependudukan sekarang dilayani setiap hari, tidak mengenal hari libur. Ketika fakta kependudukan terjadi dinamika yang luar biasa, maka cara kerja dukcapil juga menyesuaikan. Data center harus hidup sehingga penduduk bisa mencetak dokumennya dan menerima layanan secara online di hari Sabtu dan Minggu, tidak ada hari libur dalam pelayanan Dukcapil. Ini perubahan yang kita bawa” ungkapnya.
Apakah dengan ini semua masalah bisa diselesai? Belum, ada satu problem yang masih kita hadapi yaitu kita belum memiliki instrumen yang bagus dan akurat untuk bisa mendata penduduk yang non permanen, penduduk yang bertempat tinggal tidak sesuai dengan alamat KTP-nya. Contoh mahasiswa dari luar kota yang tinggal di kos-kosan sekitar kampus UNS.
Menurutnya, masalah ini harus kita kelola. Saat ini sedang disiapkan portal untuk mendata penduduk yang non permanen. Penduduk melapor dimana tempat tinggalnya yang berbeda dari KTPnya. Dari sini akan kelihatan berapa data penduduk berdasarkan de jure (data base kependudukan) dan berapa data penduduk de facto per satu daerah. Hal ini penting sekali untuk perencanaan pembangunan, untuk mitigasi resiko, juga untuk kebutuhan transportasi dalam hal perpindahan penduduk. (Humas FEB)
-

Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.
Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.
“Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.
Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)
-

Accounting Study Program Welcomes Prof. Maurizio Massaro in Visiting Professor Agenda
The Accounting Study Program at the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta, once again organized a Virtual Visiting Lecture on Friday (18/06/2021) through Zoom Cloud Meeting.
In his welcome remark, Dr. Agung Nur Probohudono, Ph.D., the Head of the Accounting Study Program, expressed his hope that all attendees could learn a lot from Prof. Massaro, and the topics presented today would expand the students’ knowledge, especially in the field of accounting.
The Visiting Lecturer is a regular agenda hosted by the Accounting Study Program at FEB UNS, which previously invited Prof. Hooi Che Wooy, Prof. Evan Lau, and Prof. Corina Yosef. The topic of Intellectual Capital presented on this occasion is important and interesting because students more often focus on accounting practices related to Tangible Assets. Hence, the material on Intangible Assets, which includes Intellectual Capital, will serve as valuable supplementary material for the students.
The event continued with the material presentation by Prof. Massaro from the Ca’Foscari University of Venice. Opening the material presentation session, Prof. Massaro explained the five parts of the material that would be delivered virtually through Zoom and Youtube Livestreaming, namely, the introduction to the Knowledge Economy, the Definition of research in the field of Intellectual Capital, and the Stages of research in the field of Intellectual Capital.
“Currently, many digital services are available for us to use for free. This can happen because the marginal cost required to produce digital products is close to zero, allowing companies to offer digital services such as Facebook, Instagram, and WhatsApp, for free,” explained Prof. Massaro. This condition is known as a free economy.
The free economy has significant implications in the accounting sector. Since almost all internet applications offered are knowledge-based products, the knowledge economy challenges traditional accounting principles, which posit that the value of a good or product decreases after use. Knowledge, however, does not follow this law because when used, knowledge increases rather than diminishes.
“This is very interesting to study because this condition has brought about significant and disruptive changes, altering companies’ business models,” said Prof. Massaro.
The visiting professor’s event goes on with the stages of research in the field of intellectual capital, measurement methods, and ecosystem perspectives. The event was conducted interactively through the Wooclap application, allowing participants and speakers to engage actively.
Reporter: Aulia
Editor: Humas FEB