Bisnis startup yang dikelola mahasiswa mempunyai peran penting bagi munculnya bisnis unggulan yang mempunyai daya inovasi tinggi. Oleh karena itu peran perguruan tinggi (PT) dalam mendukung perkembangan bisnis startup yang diinisiasi mahasiswa sangat penting bagi peningkatan pertumbuhan bisnis di Indonesia.
Masih sedikit sekali jumlah bisnis startup mahasiswa yang mampu mengembangkan usahanya sampai menjadi perusahaan dan menghasilkan penjualan yang secara ekonomi menguntungkan.

Pernyataan itu disampaikan Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan S.E., M.T., ketua Riset Grup (RG) Pemasaran Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannya di acara Workshop dan FGD Peningkatan Bisnis Startup UNS, Kamis, 12 Desember 2024 di Solo.

Lebih lanjut, Dr. Ikhwan menyemangati mahasiswa untuk optimis dalam berwirausaha.
“Banyak sekali pelaku bisnis yang sukses karena mengawali usaha sejak dari mahasiswa. Dalam perjalanannya, mahasiswa yang berwirausaha memang terkadang ada kendala. Kami akan membersamai teman-teman, akan memberikan rekomendasi kepada stakeholder terkait usaha yang telah dibangun mahasiswa. Melalui upaya ini diharapkan terjadi percepatan startup mahasiswa dalam mencapai kinerja bisnis.” ungkapnya.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 startup mahasiswa itu merupakan rangkaian penelitian tim divisi startup dari konsorsium lima perguruan tinggi yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Pancasakti (UPANCA) Tegal, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta dan Universitas Islam Negeri Raden Massaid Surakarta.

Peluang dan Tantangan Eksplorasi Bisnis Startup di Bidang Energi menjadi topik workshop dengan menghadirkan Dr Dina Nurul Fitria.,S.E.,M.T., Anggota Pemangku Kepentingan Unsur Konsumen Dewan Energi Nasional RI
Di kesempatan itu, hadir pula memberikan arahan, Dr. Dwi Prasetyani, S.E. M.Si, Direktur Alumni dan Kemahasiswaan UNS.
Usai workshop, Tim RG Pemasaran keperilakuan dan seluruh peserta melakukan FGD untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh startup mahasiswa. Faktor-faktor penting yang belum dijalankan dengan baik yang mengganggu pencapaian keberhasilan bisnis startup. Hal itu agar dapat menentukan rekomendasi untuk perbaikan manajemen bisnis dalam upaya mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan bisnis startup.

Sebelumnya, workshop juga telah digelar di UII pada 13 November 2024 lalu untuk mengadakan kerja sama bagi peningkatan startup bagi mahasiswa di UNS melalui program riset dan pengabdian dan dihadiri oleh 25 startup binaan Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII.



“The purpose of SAS is to assess competency in sharia accounting, to serve as a quality benchmark for accountants seeking to understand sharia accounting, as a quality indicator for institutions looking to employ personnel with expertise in the field, and as a requirement for entry into certain professional roles in sharia accounting,” she explained.



“We are grateful to Prof. B.M. for taking the time to join us at FEB UNS. Today, we will engage in a discussion on applied research—an approach we are eager to explore and expand within the Management Program,” she stated.
She further noted that the integration of applied research has significant implications not only for faculty-led research but also for student-driven projects.
“The research approaches adopted by a faculty unit are among the key indicators assessed in the AACSB accreditation process. Prof. B.M.’s presence today will serve as a valuable resource for strengthening our institutional readiness and enhancing our research capabilities in preparation for AACSB,” she added.
In her opening remarks, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs, stated that events such as this forum are part of FEB’s ongoing internationalization efforts. She emphasized that FEB UNS is continuously developing engaging academic programs to enhance the learning experience of students enrolled in its International Undergraduate Program, particularly through improved access to student mobility opportunities.
According to Prof. Tri, FEB UNS currently offers exchange opportunities with its partner universities in the ASEAN region, including Malaysia, Thailand, and the Philippines. In addition, the faculty has established collaborations with institutions in Taiwan and Russia that also offer student exchange programs.
She further elaborated that the faculty aims to provide broader access for international class students to study abroad through various formats, including short-term exchanges, long-term mobility, and double-degree programs.
“While earlier I spoke about outbound students, today we also welcome an example of an inbound student. Carmen is a graduate student conducting field research here at FEB UNS. Her presence demonstrates that international mobility comes in diverse forms, all of which aim to provide new academic and cultural experiences,” Prof. Tri stated.
Carmen also shared insights into the academic and logistical processes she navigated as a Spanish student enrolled in a Dutch university while conducting fieldwork in Indonesia. Building on Carmen’s presentation, Prof. Tri further highlighted the interdisciplinary linkage between economics—particularly development economics—and public health, as exemplified in Carmen’s research.
