FEB

Penulis: admin

  • MESP Study Program Holds Workshop on the Formulation of Vision, Mission, Objectives, and Strategies

    MESP Study Program Holds Workshop on the Formulation of Vision, Mission, Objectives, and Strategies

    Master of Economics and Development Studies (MESP) Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a Workshop on the Formulation of the Vision, Mission, Objectives, and Strategies of the MESP Study Program on Wednesday, 15 May 2024, at the Teleconference Room of the Bachtiar Effendi Building, FEB UNS. The workshop invited Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D., from Universitas Brawijaya as the main resource person.

    In her opening remarks, the Head of the MESP Study Program, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., expressed her appreciation to the invited speaker for his participation. She explained that this activity is routinely conducted every two years, with the previous workshop held in 2022. She noted that the session was expected to provide opportunities for sharing and discussion on the formulation of the vision, mission, objectives, and strategies of the MESP Study Program, and hopefully support the maintenance of its “A” or “Excellent” accreditation status.

    Conducted in a hybrid format, the workshop was attended by lecturers and students of the MESP Study Program. Dr. Evi encouraged all participants to remain engaged and actively participate in discussions until the conclusion of the program in the afternoon, emphasizing that input from both the speaker and participants was essential for the continued development of the Study Program.

    At the beginning of his presentation, Prof. Setyo explained that, in accordance with the Indonesian National Qualifications Framework (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia/KKNI), the learning outcome standards for master’s programs should refer to KKNI Level 8. At this level, master’s education emphasizes the capacity of students to develop knowledge, technology, and/or professional practice through research, resulting in innovative and validated outputs.

    He further noted that students are expected to address scientific, technological, and/or professional challenges through inter- or multidisciplinary approaches, manage research and development activities that benefit society and academic advancement, and achieve national and international recognition.

    Prof. Setyo then outlined systematic approaches to formulating the vision, mission, objectives, and strategies of a study program, highlighting key elements that should be considered in each component. He explained that the vision should clearly describe the aspirations, future direction, and profile of the study program in a realistic and credible manner, supported by periodic review and evaluation to ensure effective implementation in line with developments in the economic and business environment.

    The mission, he added, should clearly reflect the distinctive role of the study program in achieving its vision, specify measurable actions, involve stakeholders, and be subject to regular review and evaluation to bridge current and future economic and business conditions.

    Objectives are derived from the vision and mission and should undergo regular evaluation and review to remain aligned with ongoing and future developments. Strategies, meanwhile, describe the processes for carrying out the mission and realizing the vision through the achievement of strategic objectives, with clear outputs and impacts that enhance competitiveness through effective and efficient use of available resources at both national and global levels.

    Moderated by Muhammad Bagus Sisriatmaja, a lecturer at FEB UNS, the workshop took place from morning until afternoon and featured active discussions between participants and the resource person.

  • Prodi MESP Adakan Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP

    Prodi MESP Adakan Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP

    Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Penyusunan Visi Misi, Tujuan dan Strategi Prodi MESP, Rabu 15 Mei 2024 di Ruang Teleconference Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Di kegiatan ini, prodi mengundang narasumber Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D. dari Universitas Brawijaya.

    Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., Kepala Program Studi MESP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber yang berkenan hadir. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap dua tahun sekali, kemarin terakhir di tahun 2022.

    “Terima kasih kepada Prof. Setyo, narasumber yang juga asesor, diharapkan bisa sharing dan berdiskusi dengan peserta yang hadir tentang bagaimana penyusunan visi, misi, tujuan dan strategi prodi khususnya untuk MESP. Harapannya akreditasi A atau unggul dari Prodi MESP bisa dipertahankan” ungkap Dr. Evi.

    Di kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu, Dr. Evi berharap seluruh peserta yang terdiri atas dosen dan juga mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi hingga berakhirnya acara di sore hari. Masukan dari narasumber dan juga para peserta sangat berarti bagi kemajuan Prodi MESP.

    Prof. Setyo di awal paparannya menyampaikan, sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka untuk menetapkan standar capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa program magister mengacu pada KKNI level 8.

    Program magister menekankan kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.

    Mahasiswa juga mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner.

    Selain itu, mahasiswa mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.

    Lebih lanjut Prof. Setyo menjelaskan cara merumuskan visi, misi, tujuan, saran dan strategis prodi. Dalam setiap pembahasannya, Prof. Setyo menekankan kata kunci yang perlu diperhatikan dalam setiap penyusunannya.

    Visi mendeskripsikan aspirasi program studi, arah yang dituju dan profil program studi di masa yang akan datang secara jelas, realistis, kredibel, dan dilakukan peninjauan ataupun evaluasi untuk menjamin implementasi visi secara efisien dan efektif dengan memerhatikan arah perkembangan dan kondisi ekonomi dan bisnis.

    Jadi kata kunci visi adalah aspirasi program studi, arah yang dituju, profil program studi di masa yang akan datang, realistis, kredibel serta peninjauan/evaluasi.

    Sedangkan misi mendeskripsikan secara jelas keunikan keberadaan program studi dalam mencapai visi serta menunjukkan apa yang akan dilakukan, secara ringkas, mudah diingat, mutakhir, dan realistis yang disusun, ditetapkan, terdokumentasi serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan melakukan peninjauan dan evaluasi agar dapat menjembatani kondisi ekonomi dan bisnis masa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi ada 4 kata kunci misi yakni memiliki keunikan, terarah dan terukur apa yang akan dilakukan, melibatkan pemangku kepentingan serta dilakukan peninjauan dan evaluasi.

    Tujuan diturunkan dari visi dan misi dan dievaluasi serta ditinjau ulang secara berkala agar sesuai dengan arah perkembangan ekonomi dan bisnis masa sekarang dan masa yang akan datang. Kata kunci tujuan: berdasarkan visi dan misi, terdapat evaluasi dan peninjauan serta dilakukan secara berkala.

    Strategi mendeskripsikan proses dalam mengemban misi dan mewujudkan visi, melalui pencapaian tujuan dan sasaran strategisnya yang memiliki dampak terhadap daya saing dengan memanfaatkan sumber-sumber yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk  untuk menjawab arah perkembangan ekonomi dan bisnis baik nasional dan global. Kata kunci strategi adalah menunjukkan proses serta memiliki luaran dan dampak.

    Workshop yang dimoderatori oleh Muhammad Bagus Sisriatmaja, Dosen FEB UNS berlangsung dari pagi hingga sore hari dan peserta berdiskusi aktif dengan narasumber.

  • With More than 100 Articles, FEB UNS Presents the 2024 Sebelas Maret International Conference on Digital Economics

    With More than 100 Articles, FEB UNS Presents the 2024 Sebelas Maret International Conference on Digital Economics

    The digital economy landscape continues to evolve along with its role in the global business sector. In an era where technology continues to evolve at a rapid pace, the digital economy is emerging as a transformative force that is changing the industrial, social, and economic order around the world. This message was delivered by the Dean of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Djoko Suhardjanto, in the opening remark of the 2024 Sebelas Maret International Conference on Digital Economics (SMICDE), held on Wednesday 22 May 2024.

    Presenting two keynote speakers, Prof. John W. Goodell from the College of Business University of Akron, USA, and Prof. M. Kabir Hasan from the University of New Orleans, the 2024 SMICDE was conducted in a hybrid manner, where participants can join the agenda directly on the venue and through Zoom Cloud Meeting.

    “In this conference, there will be 100 articles from 30 universities both from across Indonesia and abroad, which will be presented at 18 parallel sessions. FEB UNS collaborates with reputable international journals indexed by Scopus, which will open up publication opportunities for participants,” explained Prof. Djoko in his welcome speech.

    In addition to the two keynote speakers, the 2024 SMICDE also presented three guest speakers; coming from University Malaysia Sarawak (UNIMAS), Prof. Evan Lau Poh Hock; Universiti Sains Malaysia (USM), Prof. Hooy Chee Wooi, and Dr. Tastaftiyan Risfandy from Universitas Sebelas Maret (UNS).

    In line with the statement from the Dean of FEB UNS, Prof. Irwan Trinugroho, Vice-Rector for Planning, Cooperation, Business and Information Affairs, UNS hopes that this conference will not only serve as a medium for dissemination of scientific research results, but also as a medium in building international research networks.

    “The purpose of this conference is not only as a medium to disseminate research results but also to present publication opportunities, and also to build networks. Thank you to the speakers, Prof. Goodell, Prof. Hasan, Prof. Hooy, and Prof. Evan Lau who always support UNS to keep advancing,” said Prof. Irwan.

    In this conference organized by the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS in collaboration with PUI Fintech and Banking, each invited speaker presented material related to the topic of digitalization.

    For this occasion, Prof. Goodell presented a material entitled ‘Is ESG non-pecuniary? Important consequences for FinTech and other financial aspects including Islamic finance,’ which was delivered virtually, while Prof. Kabir Hassan delivered a material entitled ‘Digitalization of Finance.’

    From the educational point of view, Prof. Evan Lau delivered the material ‘Empowering Sustainable Digital Transformation Through Education.’ Prof. Hooy presented the material entitled ‘Digital Transformation and Firm Performance’ followed by material from Dr. Tastaftiyan Risfandy, ‘Adapting Digital Shifts: Insights from Macro and Micro Contexts.’

    In addition to presenting various publication and dissemination opportunities, the 2024 SMICDE event also awarded participants with the best articles award. This Best Paper award, which is sponsored by Bank Jateng, was given to three presenters who had submitted abstracts, which were then selected by the scientific committee.

    The three presenters who received the Best Paper award were Antonius Grivaldi Sondakh from Gadjah Mada University, with an article entitled Competitive Information Systems and Knowledge Sabotage: The Moderating Effect of Group Identity, Hadi Ismanto from Doctoral Program in Economics (PDIE) FEB UNS with an article entitled the Role of Sales and Investment on Environmental Performance of Publicly Listed Companies in Indonesia, and Mohamad Egi Destiartono from Universitas Sebelas Maret with an article entitled Does Digitalization Foster Economic Development: Evidence from Emerging Economies.

  • 100 Artikel Dipresentasikan pada Sebelas Maret International Conference on Digital Economics 2024

    100 Artikel Dipresentasikan pada Sebelas Maret International Conference on Digital Economics 2024

    Lanskap ekonomi digital terus berkembang seiring dengan perannya pada sektor bisnis global. Di era dimana teknologi terus berkembang dengan sangat pesat, ekonomi digital muncul sebagai sebuah kekuatan transformatif yang mengubah tatanan industri, sosial, serta perekonomian di seluruh dunia.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Djoko Suhardjanto, dalam pembukaan Sebelas Maret International Conference on Digital Economics (SMICDE) 2024, yang diselenggarakan pada Rabu 22 Mei 2024.

    Kegiatan yang dihelat secara hybrid itu menghadirkan dua pembicara kunci, Prof. John W. Goodell dari College of Business University of Akron, USA serta Prof. M. Kabir Hasan dari University of New Orleans.

    “Dalam konferensi kali ini akan ada 100 artikel dari 30 universitas baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang akan dipresentasikan pada 18 sesi paralel. FEB UNS berkolaborasi dengan jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, yang akan membuka kesempatan publikasi bagi para peserta,” jelas Prof. Djoko dalam pidato sambutannya.

    Selain kedua pembicara kunci, SMICDE 2024 juga menghadirkan tiga pembicara tamu yang datang dari University Malaysia Sarawak (UNIMAS) yaitu Prof. Evan Lau Poh Hock, University Sains Malaysia (USM) yaitu Prof. Hooy Chee Woi, dan Dr. Tastaftiyan Risfandy dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Selaras dengan pernyataan dari Dekan FEB UNS, Prof. Irwan Trinugroho, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi, UNS berharap agar konferensi ini tidak hanya sebagai media diseminasi hasil riset ilmiah, namun juga sebagai media dalam membangun jejaring riset internasional.

    “Tujuan dari konferensi ini tidak hanya sebagai media untuk mendiseminasikan hasil riset tetapi juga untuk menghadirkan kesempatan publikasi dan juga untuk membangun network atau jejaring. Terima kasih kepada para pembicara, Prof. Goodell, Prof. Hasan, Prof. Hooy, dan Prof. Evan Lau yang selalu mendukung UNS untuk terus berkembang,” ungkap Prof. Irwan.

    Dalam gelaran konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS bersama dengan PUI Fintech dan Banking tersebut, masing-masing pembicara membawakan materi terkait topik digitalisasi.

    Pada kesempatan tersebut Prof. Goodell membawakan materi bertajuk ‘Is ESG non-pecuniary? Important consequences for FinTech and other finansial aspect including Islamic finance’, Prof. Kabir Hassan menyampaikan materi berjudul ‘Digitalization of Finance.’ Dari sisi pendidikan Prof. Evan Lau menyampaikan materi ‘Empowering Sustainable Digital Transformation Through Education’. Sementara Prof. Hooy membawakan materi dengan judul ‘Digital Transformation and Firm Performance’ yang dilanjutkan dengan materi dari Dr. Tastaftiyan Risfandy berjudul ‘Adapting Digital Shifts: Insight from Macro and Micro Contexts.’

    Selain menghadirkan berbagai kesempatan publikasi dan diseminasi, ajang gelaran SMICDE 2024 juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan artikel terbaik. Penghargaan berupa Best paper award yang disponsori oleh Bank Jateng diberikan kepada tiga presenter yang telah mengirimkan abstrak yang kemudian diseleksi oleh scientific commitee.

    Keempat presenter yang menerima penghargaan Best paper award adalah Antonius Grivaldi Sondakh dari Universitas Gadjah Mada, dengan artikel berjudul Competitive Information Systems and Knowledge Sabotage: The Moderating Effect of Group Identity; Hadi Ismanto mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama dengan artikel berjudul The Role of Sales and Investment on environmental performance of publicly listed companies in Indonesia; Mohamad Egi Destiartono dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Does Digitalization Foster Economic Development: Evidence from Emerging Economies; serta Inas Nurfadia Futri dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul Determinants of Financial Inclusion in ASEAN-5: A Comparison Before and After the COVID-19 Pandemic.

     

  • Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Human resources (HR) is a very important asset for organizations and companies. In line with the important role of human resources in an organization, human resource management (HRM) is a branch of knowledge that will keep developing along with the development of relationship dynamics in organizations and businesses.

    The Bachelor in Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, held a Guest Lecture on Human Resource Management II, with the topic Current Issues and Theoretical Development in HRM, on May 18, 2024. In this activity, the study program presented guest lecturers from Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Zuraina Dato’ Mansor.

    Dr. Zuraina states that discussions related to the development of HR management are important to allow organizations and companies to understand the demands of the current generation.

    “It is very important for companies and organizations to be able to manage their employees. Today’s topic is very important to discuss because requests or demands from employees can change along the generation, so companies or employers need to predict these changes,” she explained.

    In addition to discussing developments in the topic of HR management, Dr. Zuraina also explained the difference between traditional and contemporary HR management theories. According to her, both approaches are still relevant and important, because sometimes to deal with certain cases the company finds that the traditional approach is more suitable.

    Regarding the development of AI (Artificial Intelligence), Dr. Zuraina argues that AI should be a tool for employees, not the other way around. In this case, HR management will continue to develop and get updated according to the transformation happening. In Asia, for example, there are several topics that currently are often discussed in research such as employee commitment and leadership.

    “Then how to choose HR theory to do research? Students can choose a theory based on the goals to be achieved from the research. For example, if students research the topic of how to increase employee commitment, then they can use organizational theory or individual theory. Keep in mind that a theory may not be able to answer all the research objectives proposed by the researcher,” explained Dr. Zuraina related to HR theory.

    In front of more than 100 undergraduate students in attendance, Dr. Zuraina also answered various questions submitted directly or through the text messaging feature.

  • Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat penting bagi organisasi maupun perusahaan. Sejalan dengan peran penting SDM dalam sebuah organisasi, manajemen sumber daya manusia (HRM) menjadi cabang ilmu pengetahuan yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dinamika hubungan dalam organisasi dan bisnis.

    Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Guest Lecture Human Resource Management II, dengan topik Current Issues and Theoretical Development in HRM, 18 Mei 2024.  Di kegiatan itu, prodi menghadirkan dosen tamu dari Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Zuraina Dato’ Mansor.

    Dr. Zuraina menyampaikan bahwa diskusi terkait perkembangan manajemen SDM dirasa penting agar organisasi dan perusahaan dapat memahami tuntutan dari generasi saat ini.

    “Sangatlah penting bagi perusahaan dan organisasi untuk dapat mengatur pegawai-nya. Topik hari ini sangat penting untuk dibahas karena permintaan ataupun tuntutan dari pegawai dapat berubah seiring berkembangnya zaman, sehingga perusahaan atau pemberi kerja perlu memprediksi perubahan ini,” jelasnya.

    Selain membahas mengenai perkembangan dalam topik manajemen SDM, Dr. Zuraina juga menjelaskan mengenai perbedaan antara teori manajemen SDM tradisional dan kontemporer. Menurut beliau kedua pendekatan tersebut masih relevan dan penting, karena terkadang untuk menghadapi kasus tertentu perusahaan menemukan bahwa pendekatan tradisional lebih cocok untuk diterapkan.

    Terkait perkembangan AI (Artificial Intelligence), Dr. Zuraina berpendapat bahwa AI seharusnya menjadi alat bagi pegawai, bukan sebaliknya. Dalam hal inilah manajemen SDM akan terus berkembang dan diperbaharui sesuai perubahaan. Di Asia contohnya terdapat beberapa topik yang saat ini sering diangkat dalam riset seperti komitmen pegawai dan kepemimpinan.

    “Kemudian bagaimana cara memilih teori SDM untuk melakukan riset? Mahasiswa dapat memilih teori berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang akan dilaksanakan. Contohnya jika mahasiswa meneliti topik tentang bagaimana meningkatkan komitmen pegawai, maka mereka bisa menggunakan teori organisasi atau teori individual. Perlu diingat bahwa sebuah teori mungkin tidak akan mampu untuk menjawab semua tujuan penelitian yang diusulkan oleh peneliti,” jelas Dr. Zuraina terkait teori SDM.

    Dihadapan lebih dari 100 mahasiswa S1 yang hadir, Dr. Zuraina juga menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan secara langsung maupun melalui fitur pesan teks.

  • Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan dosen tamu dalam gelaran Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability, Rabu, 17 April 2024, secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Agenda yang dihadiri oleh mahasiswa Prodi MAKSI tersebut menghadirkan Prof. Hooy Che Wooi, School of Management, Universiti Sains Malaysia, dan Syahid Deradjat, Employee Relation Expert, PT. Pertamina (Persero), sebagai pembicara.

    Membuka agenda virtual tersebut, Dr. Wahyu Widarjo, Kaprodi Maksi FEB UNS menyampaikan pidato sebagai pembuka acara sekaligus berterima kasih kepada pembicara yang telah berkenan hadir dan tim MAKSI FEB UNS. “Terima kasih kepada Prof. Hooy dan Pak Sahid, telah berkenan menjadi guest lecturer di prodi Maksi FEB UNS, serta kepada peserta yang telah hadir dalam agenda hari ini,” ungkap Dr. Wahyu.

    Pembicara pertama, Prof. Hooy, menyampaikan materi berjudul “Business Sustainability from Ethics, CSR, and ESG perspective,” yang menurut beliau masih jarang dibahas dalam konteks keuangan.

    “Tiga topik ini masih sangat sering dibahas dan topik yang tergolong baru di sektor keuangan. Hari ini saya akan menyampaikan materi bagaimana membedakan ketiga konsep tersebut, dan bagaimana mereka berhubungan dengan keberlangsungan bisnis,” jelas beliau

    Secara umum definisi etika merujuk pada aturan dan perilaku yang diterima oleh sekelompok orang, budaya, atau negara, yang secara umum diterima meskipun tidak tertulis. Kelompok yang menerima sebuah standar etika yang sama biasanya memiliki sebuah karakteristik yang sama, misalkan kelompok masyarakat dengan bahasa yang sama, ataupun karakteristik lainnya. Sehingga sebuah standar etika yang dianggap baik oleh satu kelompok berkemungkinan untuk dianggap salah oleh kelompok lainnya. Berdasarkan definisi ini, maka etika bisnis memiliki definisi lebih sempit dari definisi etika secara umum, dimana etika bisnis merujuk pada standar etika yang digunakan oleh sekelompok orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis.

    “Etika berbeda dengan hukum, dimana ketika kita melanggar etika seringkali tidak terdapat hukuman. Dalam hal ini akibat yang diterima oleh sebuah bisnis yang melanggar etika adalah dalam bentuk ‘social isolation’ yang seringkali dilakukan dengan boikot produk,” jelas Prof. Hooy.

    Masih berkaitan dengan etika, Prof. Hooy menjelaskan bahwa praktik ‘corporate social responsibility’ (CSR) lebih condong pada etika ketimbang hukum legal. Konsep CSR sendiri merujuk pada kewajiban perusahaan selain kepada pemilik, dimana perusahaan diharapkan untuk menyeimbangkan antara profit dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, konsep ESG (environmental, social, and governance) yang seringkali disamakan dengan CSR, memiliki cakupan yang lebih luas daripada CSR.

    “Dalam CSR hanya mencakup aspek lingkungan (environmental) dan sosial (social), sementara ESG juga mencakup governance (tata kelola). Tata kelola sendiri berarti serangkaian sistem yang membuat perusahaan untuk beroperasi secara efektif. Keduanya adalah instrumen yang dapat membantu keberlanjutan perusahaan dan juga lingkungan,” jelas Prof. Hooy.

    Materi terkait keberlanjutan perusahaan yang disampaikan oleh Prof. Hooy tersebut berlanjut dengan paparan materi oleh Syahid Deradjat, terkait praktik keberlanjutan bisnis yang diterapkan oleh Pertamina.

    “Pertamina berfokus pada tiga bidang utama dalam praktik tanggung jawab sosial lingkungan antara lain pendidikan berkelanjutan, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan,” jelas Syahid Deradjat. Selain itu, Pertamina juga telah memetakan 10 sektor SDG utama yang berhubungan dengan operasi perusahaan.

    Selain paparan materi yang mendetail, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pembicara melalui proses tanya jawab yang dilakukan tiap akhir materi.

  • Master in Accounting Study Program FEB UNS Presents Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability

    Master in Accounting Study Program FEB UNS Presents Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability

    The Master of Accounting (MAKSI) Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, presented guest lecturers in the Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability, Wednesday, April 17, 2024, virtually through Zoom Cloud Meeting.

    The agenda, attended by MAKSI Study Program students, invited Prof. Hooy Che Wooi, School of Management, Universiti Sains Malaysia, and Syahid Deradjat, Employee Relations Expert, PT. Pertamina (Persero), as speaker.

    Opening the virtual agenda, Dr. Wahyu Widarjo, Head of the MAKSI FEB UNS delivered a welcoming speech at the opening of the event as well as thanking the speakers who were willing to attend and the MAKSI FEB UNS team. “Thanks to Dr. Hooy and Mr. Sahid, who have agreed to become guest lecturers at the MAKSI FEB UNS, as well as to the participants for attending the agenda today,” said Dr. Wahyu.

    The first speaker, Prof. Hooy, delivered material entitled “Business Sustainability from Ethics, CSR, and ESG Perspective,” which he said is still rarely discussed in the financial context.

    “These three topics are often discussed and are relatively new topics in the financial sector. Today I will deliver material on how to distinguish the three concepts, and how they relate to business sustainability,” he explained.

    In general, the definition of ethics refers to rules and behaviors accepted by a group of people, culture, or country, which are generally accepted even if not written. Groups that accept a similar ethical standard usually have similar characteristics, for example, a community group with the same language, or other characteristics. Therefore, an ethical standard that is considered good by one group could be considered wrong by another group. Based on this definition, business ethics has a narrower definition than the general definition of ethics, where it refers to ethical standards used by a group of people involved in similar business activities.

    “Ethics are different from the law, when we violate ethics there is often no punishment. In this case, the result received by a business that violates ethics is in the form of ‘social isolation’ which is often carried out by boycotting products,” explained Prof. Hooy.

    Still related to ethics, Prof. Hooy explained that the practice of ‘corporate social responsibility’ (CSR) is more inclined to ethics than legal law. The concept of CSR itself refers to the company’s obligations other than to the owner, where the company is expected to balance between profit and the welfare of the community. Meanwhile, the concept of ESG (environmental, social, and governance) which is often equated with CSR, has a wider scope than CSR.

    “CSR only covers environmental and social aspects, while ESG also covers governance. Governance itself means a set of systems that enable companies to operate effectively. Both are instruments that can help the sustainability of the company and also the environment,” explained Prof. Hooy.

    The material related to corporate sustainability presented by Prof. Hooy is followed by material from Syahid Deradjat, related to business sustainability practices applied by Pertamina.

    “Pertamina focuses on three main areas in the practice of environmental social responsibility, including sustainable education, the environment, and the sustainable economy,” explained Syahid Deradjat. In addition, Pertamina has also mapped 10 key SDG sectors related to the company’s operations.

    In addition to detailed material exposure, students get the opportunity to interact with the speaker through a question-and-answer process carried out at the end of each material.

  • Kolaborasi dengan KAFEB UNS, BEM FEB Adakan Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar

    Kolaborasi dengan KAFEB UNS, BEM FEB Adakan Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) UNS gelar Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-D) di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, 18 – 19 Mei 2024.

    LKMM-D merupakan program kerja BEM yang di tahun ini menghadirkan R. Andiona Boedisoejoto, Ketua Harian KAFEB UNS, alumni FEB UNS tahun 1983.

    Kegiatan yang mengusung tema 7 Habits Book Review: Unleash The Leader, Shape The Future diikuti oleh Mahasiswa FEB UNS yang juga aktif terlibat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) /Organisasi kemahasiswaan di FEB.

    Dihadapan lebih dari 50 mahasiswa, Andiona mengupas tuntas 7 kebiasaan efektif menurut buku The 7 Habits of Highly Effective People dengan implementasi secara langsung.

    Kebiasaan efektif yang dipaparkan itu yakni be proactive,  mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan pribadi; begin with the end in mind, menetapkan tujuan yang jelas dan merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya; put first things first, memprioritaskan tugas- tugas penting daripada yang mendesak, fokus pada hal-hal yang benar-benar penting; think win-win, mencari solusi yang menguntungkan semua pihak dalam setiap interaksi dan negosiasi; seek first to understand, then to be understood, mendengarkan dengan empati sebelum menyampaikan pandangan atau pendapat sendiri; synergize, bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada bekerja sendiri-sendiri; sharpen the saw, melakukan perawatan diri secara berkelanjutan dalam aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual untuk menjaga efektivitas pribadi.

    Ketujuh kebiasaan ini dirancang untuk membantu individu mengembangkan karakter yang kuat, membangun hubungan yang efektif, dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

    Ketua pelaksana kegiatan, Sania Arava Azhar menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya LKMM-D X KAFEB UNS 2024 adalah agar peserta memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana menerapkan dan mengembangkan kebiasaan kepemimpinan yang efektif. Peserta juga diharapkan mampu menjadi organisator yang bijaksana dalam menanggapi permasalahan di organisasi.

    Di kegiatan itu, juga hadir Dr. Dwi Prasetyani, S. E., M. Si., Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan serta Jati Haryanto,  Ketua Yayasan Dharma Bekti KAFEB UNS untuk memberikan sambutan dan arahan kepada peserta.

    Di kegiatan itu juga diadakan pre-test dan post-test untuk seluruh peserta dan game implementasi secara langsung.

    Setelah mengupas tuntas tujuh kebiasaan efektif, kegiatan LKMM-D X KAFEB UNS 2024 diakhiri dengan awarding bagi peserta terbaik dan kelompok terbaik kemudian terdapat sesi penyerahan vandel dan kenang-kenangan dari ketua pelaksana kepada pembicara.

  • Donor Darah Peduli Sesama, Kali Kedua digelar di FEB  

    Donor Darah Peduli Sesama, Kali Kedua digelar di FEB  

    Kali ke dua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan UNS, Palang Merah Indonesia dan KSR UNS adakan kegiatan Donor Darah Peduli Sesama, Kamis 16 Mei 2024 di Aula Gedung Suhardi.

    Di kegiatan kemanusiaan itu, peserta donor darah melakukan pendaftaran melalui googleform maupun on the spot.

    Di antara sejumlah persyaratan bagi peserta yang akan melakukan donor darah diantaranya, usia minimal 17 tahun, sudah sarapan, tidak sedang minum obat selama 5 hari terakhir, jarak dengan donor darah terakhir minimal 2 bulan.

    Setelah melalui tahapan pengecekan medis, 60 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendonorkan darahnya, baik dari civitas academica UNS maupun masyarakat umum.

    Dari sejumlah itu, tidak hanya dari pendonor yang telah rutin namun juga beberapa peserta terdapat pendonor pemula.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ak. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan donor darah di FEB dan juga para pendonor yang telah sukarela mendonorkan darahnya.

    “Terima kasih untuk terselenggaranya kegiatan ini dan juga kepada para pendonor. Kegiatan donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan, setetes darah yang bisa bermanfaat bagi sesama” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan ada tiga manfaat yang bisa dipetik di kegiatan ini. Yang pertama bisa menolong sesama yang memerlukan; kedua bagi PMI, dengan kegiatan ini bisa menyumbang persediaan darah; dan yang ketiga bagi pendonor darah, regenerasi sel darah merah sehingga bisa menyehatkan badan.

    Harapannya, kita kegiatan donor darah ini bisa dilakukan secara rutin sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

    Senada dengan pernyataan Dekan FEB, Prof. Dr. Ir. Mohamad Harisudin, M.Si. Direktur Direktorat Kerjasama, Pengembangan dan Internasionalisasi UNS dalam sambutannya juga menegaskan acara ini adalah sangat mulia, sangat bermanfaat terutama bagi orang yang membutuhkan darah.

    “Saya dapat merasakan betapa sulitnya orang yang benar-benar membutuhkan darah.  Kegiatan ini sangat mulia. Saya yakin dengan kita melakukan kegiatan ini, Allah senang, Allah sangat suka dengan kegiatan ini, menolong sesama” ungkapnya.

    Prof. Harisudin juga berharap agar kegiatan secara konsisten bisa dilaksanakan sehingga insyaAllah akan menambah kebaikan bagi UNS dan masyarakat.

    Usai pembukaan donor darah, Prof. Harisudin, Dekan, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan dan Logistik berserta Dharma Wanita Persatuan UNS melakukan peninjauan ke ruang dilaksanakannya Donor Darah yang telah berlangsung sejak pukul 08.30 WIB.

    Prof. Haris, Dr. Djuminah dan juga sejumlah Ibu-Ibu Dharma Wanita juga turut menyumbangkan darahnya di kegiatan donor darah yang berlangsung dari pagi hingga siang.