FEB

Kategori: s2_maksi

  • Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan

    Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan

    Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berlangsung pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025.

    Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi  (LAMEMBA) yang melakukan asesmen yakni Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Arie Pratama, SE, M.Ak. dari Universitas Padjajaran

    Dalam kunjungan di hari pertama, asesor diterima oleh Pejabat di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Dekanat dan Kepala Prodi MAKSI FEB. Selanjutnya menuju ke FEB untuk melakukan asesmen lapangan.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada kedua asesor. Harapannya dengan asesmen lapangan reakreditasi prodi Maksi diharapkan meningkatkan kualitas prodi.

    “Kami ucapkan selamat datang kepada Prof. Aulia dan Dr. Arie. Dengan asesmen ini kami sangat mengharapkan masukan dari asesor, khususnya untuk Prodi MAKSI agar dapat berkembang lebih maju. Dari asesmen ini kita bisa mendapatkan manfaat bukan hanya bagi pengelola tetapi juga bagi mahasiswa MAKSI” ujarnya.

    Sementara itu, Prof. Aulia menyampaikan bahwa kehadiran asesor adalah hanya untuk mengonfirmasi dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) yang telah disampaikan oleh tim akreditasi MAKSI kepada LAMEMBA.

    “Kami sudah menerima banyak sekali informasi dari DED, DKPS sumber-sumber lain seperti website dan lainnya. Pada saat ini sifatnya hanya mengonfirmasi saja yang sudah diberikan Bapak Ibu kepada LAMEMBA. Pada dasarnya asesmen lapangan merupakan hal yang rutin yang kita lakukan sehari-hari, merupakan sebagian dari proses penjaminan mutu yakni penjamin mutu eskternal.  Dari penjaminan mutu internal sudah berjalan dengan baik dari data DED yang kami terima” jelasnya.

    Di hari pertama pelaksanaan asesmen berlangsung sesi konfirmasi dengan Pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Pelaksana Penjaminan Mutu Internal, Pemeriksaan  Dokumen Pendukung, Dosen, Alumni dan Pengguna Eksternal serta mahasiswa.

    Di hari kedua, asesor melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas di UNS dan FEB, diantaranya Perpustakaan, UNS Fintech Center, International Office UNS, Ruang P4M, International Office FEB, Ruang Fiscal Corner, Ruang Profesor, beberapa ruang Laboratorium dan Kelas MAKSI.

    Dilanjutkan kerja mandiri asesor dan penyampaian rekomendasi hasil visitasi serta penyerahan berita acara.

  • Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins”

    Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins”

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan Webinar secara hybrid yang terselenggara pada Kamis, 13 Februari 2025, dalam rangka orientasi mahasiswa baru. Gelaran tersebut dilaksanakan di Ruang Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi, FEB UNS dan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Kedua pembicara yang hadir pada Webinar yang juga merupakan sesi orientasi bagi mahasiswa baru tersebut adalah Dr. Rabiatul Munirah Alpandi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., alumni MAKSI FEB UNS yang saat ini bertugas sebagai Direktur Bidang Umum dan Keuangan pada RS Ortopedi Siaga Utama.

    Diawali dengan doa dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, gelaran webinar dibuka dengan sambutan dari Kaprodi MAKSI FEB UNS, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., yang menyampaikan ucapan terimakasih dan harapan beliau. “Saya berharap agar diskusi pada hari ini dapat memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa baru MAKSI FEB UNS. Karena seperti yang kita ketahui, mahasiswa MAKSI diwajibkan untuk melakukan riset dan publikasi, oleh karena itu pembicara yang hadir pada hari ini akan berbagi ilmu tentang bagaimana melakukan riset dan publikasi yang baik,” jelas Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.

    Dr. Rabiatul Munirah Alpandi, mengawali paparannya menyampaikan bahwa mahasiswa program magister berbeda dengan program sarjana. Dimana menurut beliau, pada tingkat magister mahasiswa akan belajar lebih mendalam tentang sebuah topik khusus. “Anda perlu mengetahui topik/bidang apa yang ingin anda perdalam/kuasai. Kalau di jenjang sarjana, kita belajar pondasi dari ilmu akuntansi sehingga terdapat banyak matakuliah yang perlu dipelajari, tetapi di jenjang magister, anda akan lebih berfokus satu bidang dan kemudian melakukan riset di bidang tersebut. Oleh karena itu, anda perlu memiliki tujuan yang jelas,” ungkap Dr. Rabiatul.

    Terkait proses riset dan publikasi, Dr. Rabiatul menyebutkan bahwa setelah mengetahui subjek ataupun bidang yang diminati mahasiswa kemudian perlu menemukan permasalahan yang ingin diselesaikan. Permasalahan ini dapat ditemukan melalui review literatur. Sehingga selain menemukan rumusan masalah (problem statement), mahasiswa juga kemudian dapat menemukan research gap dari studi terdahulu. Barulah setelah itu mahasiswa kemudian dapat merumuskan tujuan dari riset dan juga kontribusi dari riset yang akan dilakukan.

    Tak kalah penting, menurut Dr. Rabiatul, mahasiswa juga perlu tahu tentang ketersediaan data, karena jika tidak maka mereka akan kesulitan dalam melakukan pengumpulan data serta analisis. Dalam hal ini, metode penelitian juga menjadi salah satu aspek penting yang kemudian menunjukkan bagaimana mahasiswa akan menyelesaikan rumusan masalah yang telah diajukan hingga mencapai tujuan dari riset.

    “Anda juga perlu mengumpulkan data dan mengolahnya secara beretika. Apabila kemudian anda mendapatkan hasil yang tidak signifikan, cukup anda jelaskan secara jelas beserta justifikasi dari hasil yang diperoleh. Jangan sampai melakukan manipulasi data hanya untuk mendapatkan hasil yang signifikan,” jelas Dr. Rabiatul.

    Di akhir paparan materinya, Dr. Rabiatul, membahas tentang penggunaan AI dalam publikasi. “Kita bisa menggunakan AI untuk mempermudah proses riset dan publikasi, tapi kita perlu menggunakannya secara cermat dan pandai. Karena pada akhirnya pada saat ujian disertasi anda-lah yang harus menjawab pertanyaan dari penguji. Sebagai latihan cobalah menulis setiap hari walaupun hanya dua paragraf, tidak masalah jika anda beristirahat, tapi jangan sampai beristirahat terlalu lama karena akan sulit bagi anda untuk memulai lagi,” ungkap Dr. Rabiatul.

    Berbeda dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Rabiatul, pembicara kedua Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., menceritakan perjalanan studi magister-nya di MAKSI FEB UNS. Nadifa membagikan bagaimana awal dari proses studi-nya di MAKSI FEB UNS, dimana beliau berhasil mendapatkan beasiswa alumni serta kesulitan yang dihadapi pada proses publikasi hingga beliau perlu melakukan perpanjangan studi. Selain membagikan pengalaman studi-nya, Nadifa juga memberikan motivasi dan saran kepada mahasiswa MAKSI.

    “Kita perlu ingat alasan atau motivasi awal kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, ini penting terlebih saat kita mulai mempertanyakan apakah sebaiknya kita berhenti atau bertahan dan melanjutkan proses studi. Jika memang dibutuhkan kalian bisa rehat sejenak, tapi perlu diingat jangan sampai kita tidak menghubungi pembimbing sama sekali,” ujar Nadifa.

    Selain pemaparan materi, peserta webinar diberikan kesempatan untuk langsung bertanya pada pembicara, dimana setiap mahasiswa yang bertanya diberikan hadiah. Gelaran webinar dan orientasi mahasiswa baru tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

  • Magister Akuntansi  FEB UNS Bahas Carbon Tax dalam Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum

    Magister Akuntansi  FEB UNS Bahas Carbon Tax dalam Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum

    Carbon tax atau pajak karbon menjadi salah satu kebijakan yang dapat diambil oleh sebuah negara dalam menurunkan emisi gas karbon. Pajak ini pada dasarnya serupa dengan pajak lain yang dikenakan ataupun dibebankan atas produk atau kegiatan tertentu, dimana perhitungannya didasarkan pada besarnya kontribusi pada emisi gas karbon yang berasal dari kegiatan bisnis atau industri manufaktur.

    Keterangan tersebut disampaikan oleh Dr. Yusniyati Yusri dalam gelaran Journal of Accounting, Governance and Organization Working Paper Forum yang diselenggarakan secara daring pada Jum’at 6 Desember 2024.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Yusniati Yusri menyampaikan hasil riset berjudul “Carbon Tax: Is Malaysia Ready for it? Perception from Business Owner” yang membahas terkait kesiapan pemilik bisnis di Malaysia menjelang penerapan pajak karbon di negara tersebut.

    “Pajak karbon berkaitan dengan emisi gas karbon di sebuah negara, pajak ini ditetapkan untuk mengatur emisi karbon, dimana biaya yang dikenakan dibayarkan oleh emitter (perusahaan manufaktur ataupun pemilik bisnis) yang besarannya ditetapkan oleh tiap-tiap negara,” jelas Dr. Yus.

    Meskipun begitu pengetahuan mendalam terkait pajak karbon perlu dimiliki oleh warga negara khususnya pelaku usaha yang kemudian akan menjadi objek dari pajak karbon. Pertanyaan yang perlu dijawab kemudian adalah apakah sebuah negara siap untuk menerapkan pajak karbon?

    Pertanyaan tersebut kemudian menjadi latar belakang dari riset deskriptif kuantitatif yang disampaikan oleh dosen dari University Putra Malaysia tersebut.

    Dalam risetnya, Dr. Yus menggunakan instrumen kuesioner yang ditujukan kepada pemilik bisnis di area Petailing Jaya Malaysia. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 50% dari responden menyatakan bahwa mereka merasa khawatir akan isu lingkungan.

    “Sekitar 50% responden berpendapat bahwa pemerintah adalah pihak yang berkewajiban dan harus berperan aktif untuk mengurangi dampak lingkungan, sementara 32% berpendapat bahwa rumah tangga/individu adalah pihak yang bertanggungjawab untuk mengurangi dampak lingkungan,” jelas Dr. Yus.

    Lebih lanjut, hasil dari riset menunjukkan bahwa 55% responden sudah mengetahui tentang pajak karbon namun hanya sekitar 44% responden yang menyadari terkait pajak karbon. Dalam hal penerapan pajak karbon di negara berkembang 50% responden telah menyadari fakta tersebut, namun hanya 25% responden yang menyatakan bahwa mereka mengetahui efektivitas penerapan pajak karbon, dan sisanya menyatakan tidak yakin akan efektivitas penerapan pajak karbon ataupun tidak mengetahui.

    Ini menunjukkan apakah mereka (responden) akan menerima penerapan pajak karbon atau tidak, dimana mayoritas responden menyatakan bahwa pelaku bisnis harus mendukung rencana program pemerintah,” ungkap Dr. Yus.

    Di akhir sesi acara Dr. Yus menyampaikan ungkapan terima kasih kepada komite pelaksana acara.

    “Terima kasih kepada panitia yang telah mengundang saya dalam acara working paper ini, saya berharap agar hasil riset ini dapat bermanfaat bagi proses belajar di Indonesia,” ujar Dr. Yus.

    Senada dengan harapan Dr. Yus, Dr. Lulus Kurniasih selaku Kepala Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) juga menyampaikan harapannya di pidato pembukaan.

    “Terima kasih kepada Dr. Yusniati dan juga Prof. Agung Nur Probohudono, agenda working paper pada hari ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan terkait bagaimana menulis artikel ilmiah serta untuk mengetahui tren terkini di bidang riset perpajakan. Topik ini (pajak karbon) masih sangat baru sehingga bisa menjadi bahan diskusi dan riset yang menarik serta memiliki tingkat kebaharuan yang tinggi,” ungkap Dr. Lulus.

  • Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional, MAKSI FEB UNS Hadirkan 3 Mahasiswa FEB Asal Libya

    Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional, MAKSI FEB UNS Hadirkan 3 Mahasiswa FEB Asal Libya

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Asal Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menjadi narasumber pada pengabdian masyarakat internasional, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UNS mengangkat tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen.

    Lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen yang diketuai oleh Mientansih mengikuti kegiatan tersebut.

    Kepala Prodi MAKSI, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

    Dikatakan, pengabdian masyarakat ini merupakan pengabdian masyarakat internasional karena melibatkan narasumber dari luar negeri, khususnya dari Libya.

    “Kami sangat senang dan semoga memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat di Mangkubumen dalam rangka mengenalkan masakan dari Libya” ungkapnya.

    Dosen-dosen di prodi ikut serta dalam pengabdian masyarakat dan sudah terpenuhi dengan baik.

    Para dosen berkontribusi dalam memberikan ilmu dari kampus bersama rekan kerja mitra dari luar negeri dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas.

  • Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Prodi Maksi FEB UNS Hadirkan Guest Lecture Ethics, CSR, dan ESG Sustainability

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan dosen tamu dalam gelaran Guest Lecture on Ethics, CSR, and ESG Sustainability, Rabu, 17 April 2024, secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Agenda yang dihadiri oleh mahasiswa Prodi MAKSI tersebut menghadirkan Prof. Hooy Che Wooi, School of Management, Universiti Sains Malaysia, dan Syahid Deradjat, Employee Relation Expert, PT. Pertamina (Persero), sebagai pembicara.

    Membuka agenda virtual tersebut, Dr. Wahyu Widarjo, Kaprodi Maksi FEB UNS menyampaikan pidato sebagai pembuka acara sekaligus berterima kasih kepada pembicara yang telah berkenan hadir dan tim MAKSI FEB UNS. “Terima kasih kepada Prof. Hooy dan Pak Sahid, telah berkenan menjadi guest lecturer di prodi Maksi FEB UNS, serta kepada peserta yang telah hadir dalam agenda hari ini,” ungkap Dr. Wahyu.

    Pembicara pertama, Prof. Hooy, menyampaikan materi berjudul “Business Sustainability from Ethics, CSR, and ESG perspective,” yang menurut beliau masih jarang dibahas dalam konteks keuangan.

    “Tiga topik ini masih sangat sering dibahas dan topik yang tergolong baru di sektor keuangan. Hari ini saya akan menyampaikan materi bagaimana membedakan ketiga konsep tersebut, dan bagaimana mereka berhubungan dengan keberlangsungan bisnis,” jelas beliau

    Secara umum definisi etika merujuk pada aturan dan perilaku yang diterima oleh sekelompok orang, budaya, atau negara, yang secara umum diterima meskipun tidak tertulis. Kelompok yang menerima sebuah standar etika yang sama biasanya memiliki sebuah karakteristik yang sama, misalkan kelompok masyarakat dengan bahasa yang sama, ataupun karakteristik lainnya. Sehingga sebuah standar etika yang dianggap baik oleh satu kelompok berkemungkinan untuk dianggap salah oleh kelompok lainnya. Berdasarkan definisi ini, maka etika bisnis memiliki definisi lebih sempit dari definisi etika secara umum, dimana etika bisnis merujuk pada standar etika yang digunakan oleh sekelompok orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis.

    “Etika berbeda dengan hukum, dimana ketika kita melanggar etika seringkali tidak terdapat hukuman. Dalam hal ini akibat yang diterima oleh sebuah bisnis yang melanggar etika adalah dalam bentuk ‘social isolation’ yang seringkali dilakukan dengan boikot produk,” jelas Prof. Hooy.

    Masih berkaitan dengan etika, Prof. Hooy menjelaskan bahwa praktik ‘corporate social responsibility’ (CSR) lebih condong pada etika ketimbang hukum legal. Konsep CSR sendiri merujuk pada kewajiban perusahaan selain kepada pemilik, dimana perusahaan diharapkan untuk menyeimbangkan antara profit dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, konsep ESG (environmental, social, and governance) yang seringkali disamakan dengan CSR, memiliki cakupan yang lebih luas daripada CSR.

    “Dalam CSR hanya mencakup aspek lingkungan (environmental) dan sosial (social), sementara ESG juga mencakup governance (tata kelola). Tata kelola sendiri berarti serangkaian sistem yang membuat perusahaan untuk beroperasi secara efektif. Keduanya adalah instrumen yang dapat membantu keberlanjutan perusahaan dan juga lingkungan,” jelas Prof. Hooy.

    Materi terkait keberlanjutan perusahaan yang disampaikan oleh Prof. Hooy tersebut berlanjut dengan paparan materi oleh Syahid Deradjat, terkait praktik keberlanjutan bisnis yang diterapkan oleh Pertamina.

    “Pertamina berfokus pada tiga bidang utama dalam praktik tanggung jawab sosial lingkungan antara lain pendidikan berkelanjutan, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan,” jelas Syahid Deradjat. Selain itu, Pertamina juga telah memetakan 10 sektor SDG utama yang berhubungan dengan operasi perusahaan.

    Selain paparan materi yang mendetail, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pembicara melalui proses tanya jawab yang dilakukan tiap akhir materi.

  • Sambut Mahasiswa Baru, Prodi S-2 Akuntansi Undang Pembicara dari Curtin University Australia,

    Sambut Mahasiswa Baru, Prodi S-2 Akuntansi Undang Pembicara dari Curtin University Australia,

    Prodi S-2 Akuntansi FEB UNS menyelenggarakan webinar dengan tema ”A Scientif Writing Journey Begins: Understanding Current Issue In Accounting Research” dan menghadirkan Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia.

    Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid pada Rabu, 28 Februari 2024 ini dilaksanakan dalam rangka menyambut 14 mahasiswa baru Prodi S-2 Akuntansi FEB UNS.

    Selain menjadi media paparan internasionalisasi bagi mahasiswa, webinar juga diharapkan membuka pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana memulai menulis dan memilih topik penelitian.

    Pemilihan pembicara ini selaras dengan upaya Prodi S-2 Akuntansi FEB UNS untuk memberikan international exposure kepada mahasiswanya sedini mungkin. Mahasiswa diharapkan agar lebih mengenal penulisan publikasi sedini mungkin.

    Dr. Wahyu Widarjo, Kepala Program Studi S-2 Akuntansi diawal sambutannya memperkenalkan kepada mahasiswa baru  beberapa kepala Prodi S-2 Akuntansi sebelum akhirnya ia menjabat. Juga memperkenalkan beberapa stakeholder yang ada di Prodi S-2 Akuntansi.

    Lebih lanjut Dr. Wahyu menunjukkan kurikulum dan mendeskripsikan bagaimana kurikulum baru Prodi S-2 Akuntansi menawarkan kemampuan waiver beberapa mata kuliah dalam kurikulum kepada beberapa mata uji sertifikasi CA dan CPA. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan pemilihan mata kuliah penjurusan dengan tema tesis yang diambil.

    Kaprodi juga menjelaskan Peraturan Rektor no 23 tahun 2020 pasal 31 pada bagian capaian pembelajaran untuk menekankan pentingnya menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan prasayarat publikasi bagi mahasiswa untuk bisa lulus.

    ” Setiap mahasiswa memiliki setidaknya satu karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional atau nasional terakreditasi minimal sinta 2. Selain itu, mahasiswa Prodi S-2 Akuntansi juga diwajibkan memiliki karya ilmiah di prosiding internasional maupun nasional. Hal ini menjadi syarat wajib pendaftaran ujian tesis sebelum menyelesaikan perkuliahan di Prodi S-2 Akuntansi” jelasnya.

    Sementara itu, pada paparan materinya, Dr. Yuningsih memberikan gambaran pemilihan isu terkini penelitian akuntansi dengan menekankan bahwa riset di bidang akuntansi perlu berevolusi dan mengikuti tren kontemporer yang ada di bidang teknologi, lingkungan, dan bidang keilmuan lainnya.

    Khusus untuk topik lingkungan, topik ini telah menjadi tren terutama di Asia Pasific, salah satunya mengenai Net Zero atau pengurangan emisi pada berbagai entitas bisnis. Hal ini juga menjadi concern bagi penulis di bidang akuntansi karena akuntansi menyediakan tools untuk memahami tidak hanya kondisi keuangan, tapi juga kondisi sosial dan lingkungan.

    Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai lingkungan ini di latar belakangi dari perubahan iklim yang juga meningkatkan resiko keuangan. Di Australia, tren penelitian ini juga menjamur dan telah diimplementasikan misalnya di perusahaan AMPOL dan VIVA ENERGY AUSTRALIA.

    Selain menunjukkan beberapa tren topik penelitian terkini di bidang akuntansi, Dr. Yuningsih juga memberikan penekanan untuk tidak berputus asa dalam pembuatan artikel ilmiah.

    ”Artikel ilmiah yang disubmit akan membutuhkan banyak waktu dan upaya untuk di-publish. Akan tetapi mahasiswa perlu mengingat bahwa semua peneliti mengalami hal tersebut. Jangan menyerah, healing dan take a little break jika mengalami kebuntuan” tuturnya menyemangati.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi, beberapa mahasiswa baru dan mahasiswa lama Prodi S-2 Akuntansi yang mengikuti acara melalui zoom berpartisipasi aktif dalam memberikan pertanyaan.

  • Alumni Magister Akuntansi FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru

    Alumni Magister Akuntansi FEB UNS Beri Motivasi Mahasiswa Baru

    Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru, Kamis 14 September 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono.

    Di kegiatan itu, prodi menghadirkan narasumber Moch Chozinuddin Holil, S.E., M.Si., Ak CA., CRMO, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Wonogiri yang juga Alumni MAKSI FEB UNS.

    Dalam sambutan kepada mahasiswa baru MAKSI, Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak, Ketua Gugus Kendali Mutu Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) memberikan ucapan selamat kepada 21 mahasiswa baru MAKSI.

    “Selamat datang dan selamat belajar yang sungguh-sungguh di Prodi MAKSI. Di MAKSI, sebelum lulus, mahasiswa harus melakukan publikasi minimal Sinta 2 atau pada jurnal internasional”, terangnya.

    Dr. Eko juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber, Moch. Chozinuddin. Diharapkan dengan acara orientasi ini bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa baru MAKSI agar bisa lulus cepat dan tepat waktu.

    Chozinuddin diawal paparan materinya berpesan kepada mahasiswa baru MAKSI agar bisa menikmati seluruh proses perkuliahan.

    “Nikmati saja prosesnya, rajin mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas-tugas dan lain-lain, jika lelah beristirahat dahulu dan setelahnya bisa dilanjutkan lagi, tidak apa-apa. Yang penting miliki niat yang kuat untuk kuliah, tidak ada yang sulit. Ketika sedang mencari data atau mencari artikel di jurnal dan lain-lain, ikuti saja, jalani saja” urainya memotivasi.

     

    Selanjutnya disampaikan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan  memperbanyak membaca, berdiskusi dengan kakak tingkat atau dosen untuk menambah wawasan,  tidak hanya memahami materi saja.

    Usai menyemangati dan memotivasi mahasiswa, Chozinuddin menyampaikan materi pengelolaan keuangan daerah. Mahasiswa secara aktif diajak untuk berdiskusi tentang materi yang telah dipaparkannya.

  • Hadirkan Dua Narasumber, Prodi MAKSI Gelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era

    Hadirkan Dua Narasumber, Prodi MAKSI Gelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era

    Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Academic Research During Artificial Intelligence Era, Rabu 21 Juni 2023.

    Kegiatan yang diadakan secara hybrid di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono dan Zoom Meeting itu menghadirkan Rayenda Khresna Brahmana, S.E, M.Sc., Ph.D., Dosen di School of Economics, Finance and Accounting, Coventry University dan Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D , Guru Besar FEB UNS.

    Plt. Kepala Prodi MAKSI FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E.. M.Si.,CRP., CFrA, dalam sambutannya mengatakan kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin Prodi MAKSI.

    “Kita adakan rutin kegiatan seperti ini setiap satu semester, minimal sekali, kita usahakan dua kali dalam satu semester dengan tema yang beragam dan kita upayakan  salah satu nara sumbernya adalah dari mitra-mitra luar negeri UNS. Harapan kami, kegiatan ini dapat   memperkaya wawasan, memperdalam pengetahuan mahasiswa,” paparnya.

    Dikatakan, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat dan pesat sekali, tidak hanya di industri-industri tetapi di bidang akademik juga sangat pesat.

    Salah satu fenomena yang kita ketahui bersama yaitu bagaimana pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di bidang akademik. Tentu mahasiswa semua sudah familiar dengan ChatGPT dan Google Bard.

    “Jika kita lihat pemberitaan-pemberitaan saat ini bagaimana para akademisi menyikapi munculnya AI. Kita boleh menggunakan teknologi itu tapi jangan sampai melanggar etika akademik. Ibarat pisau, jika di tangan orang yang tepat maka akan digunakan untuk aktivitas yang baik, untuk memasak, memotong sayur, menghasilkan sesuatu yang baik tapi jika di tangan orang yang tidak tepat, pisau itu bisa digunakan untuk hal yang tidak baik, menodong misalnya, begitu kira-kira gambaran singkatnya” jelasnya.

    Dalam materinya Dr. Rayenda memaparkan empat agenda terkait AI yakni traditional VS Contempary, Tools Objectives, Practical Examples dan Ethical Issues.

    Dikatakan,  AI tools ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an, hanya saja dengan different level.  Tipe 1 adalah yang paling dasar, disebut sebagai Translation Software, yang sering kita gunakan seperti Google Translate. Tipe 2, Spellcheckers, Predictive Text, Paraphrasers, Grammar Checks dan Speech to Text (Grammarly, Quillbot, ChatGPT, Dragon) . Tipe 3, Essay Boots dan Text Generators (Chat GPT, Quillbot, Preplexity.ai, Chimp writer). Tipe 4, adalah level tertinggi, Programming Code, Graphics, Artworks, Maths, Music (Github Co-Pilot, Dal-e-2, Melobites.com).

    Dr. Rayenda mengatakan, mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi tersebut tapi ia mengingatkan agar hati-hati dalam penggunaan AI.

    “Saya sering bilang, kita memperlakukan AI tools ini sebagai asisten, asisten itu tidak selalu benar kan. Sehingga kita harus mereviewnya. Jangan gara-gara menganggap teknologi yang tidak mungkin salah, lalu kita copy paste. Setiap saya menggunakan ChatGPT, saya akan review lagi yang mana salahnya” katanya mengingatkan.

    Dr. Rayenda juga langsung memberikan beberapa contoh bagaimana AI tidak mampu melakukan hal yang sepenuhnya tepat dalam membantu tugas-tugas seorang akademisi.

    Senada dengan Dr. Rayenda, Prof. Doddy menegaskan bahwa AI memang sangat memberikan kemudahan bagi para akademisi namun kita harus tetap melakukan review.

    “ChatGPT sangat membantu kita, tapi satu hal yang saya tekankan kepada mahasiswa,  Anda harus mempunyai kemampuan untuk mereview sendiri. Kemampuan untuk mereview itu sangat penting.  Misalnya terkait dengan telaah literatur itu bisa dipercepat, tetapi tetap saja Anda harus bisa memahami sendiri. Jangan sampai Anda terlalu tergantung pada Chat GPT sehingga pada waktu Anda menulis bagus namun nanti pada saat presentasi berlawanan“ tegasnya mengingatkan.

  • Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Pengelola Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa 20 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Koordinator Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM, Prof. Catur Sugiyanto, M.S., Ph,D di sambut oleh Dekanat, Kepala Program Studi  (Kaprodi) Magister dan Doktor serta Kepala UPM dan P4M FEB.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D, Ak, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kepala Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM beserta staf  yang berkenan berkunjung ke FEB UNS.

    Dekan juga mengenalkan pimpinan FEB UNS yang hadir menyambut kedatangan Tim dari UGM dan menyampaikan sekilas profil Magister dan Doktor FEB UNS .

    FEB memiliki tiga Program Magister yakni Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta memiliki satu Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Dekan juga menjelaskan secara garis besar tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa program magister dan doktor sampai pada kelulusan.

    “Sebagai syarat wisuda, ada Peraturan Rektor UNS yang mewajibkan mahasiswa  S2 untuk publikasi di jurnal internasional dan nasional Sinta 2 sedangkan S3 wajib untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi” paparnya.

    Sementara itu, Prof. Catur sebagai pemimpin dalam kunjungan tersebut menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi ke FEB UNS.

    “Tujuan kami pada intinya adalah kami ingin belajar pada yang lebih muda, biasanya yang muda sangat dinamis. Supaya kami tidak ditinggal kami harus sering jalan-jalan. Tadi pagi bertemu rekan-rekan di UI untuk diskusikan tentang Program S1, S2, S3 dan saat ini dengan Magister dan Doktor di UNS” ungkapnya.

    Dikatakan, Pengelola Program Magister Sains dan Doktor UGM ingin mengetahui lebih banyak terkait publikasi yang telah sangat intensif dilakukan oleh FEB UNS.

    Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam berjalan dengan lancar, semoga memberikan manfaat bagi FEB UGM dan juga UNS.

  • Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi dan Prodi Magister Akuntansi FEB Universitas Islam Bandung (UNISBA), Kamis 19 Januari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Rombongan yang dipimpin oleh Dekan FEB UNISBA, Dr. Nunung Nurhayati diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, Kaprodi S1 Akuntansi, Agung Nur Probohudono, Ph.D., Kaprodi Magister Akuntansi,  Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., serta dosen Akuntansi, Dr. Eko Arief Sudaryono dan Dian Perwitasari, M.Si.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir menyambut  kedatangan rombongan FEB UNISBA.

    Selanjutnya, Prof. Djoko menyampaikan secara ringkas profil FEB. FEB memiliki 8 Program Studi (prodi), 4 Prodi S1 yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital;  3 Prodi S2, Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta dan 1 Prodi S3, Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan peminatan Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen.

    Dikatakan juga, Prodi S1 Bisnis Digital yang baru menerima satu angkatan namun peminatnya luar biasa.

    Lebih lanjut Prof. Djoko menyampaikan berbagai capaian akreditasi, nasional maupun internasional.

    Sementara itu, Dekan FEB UNISBA mengucapkan syukur dan merupakan suatu kebahagiaan FEB UNISBA diterima di FEB UNS.

    “Alhamdulillah kami bisa melakukan studi banding ke UNS. Kami melihat UNS adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang bagus dan mapan, sudah terakreditasi A atau unggul. Kami ingin belajar dan menambah ilmu khususnya Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi.” katanya.

    Disampaikannya, tim ingin tahu lebih detil terkait kurikulum OBE atau Outcome-Based Education yang pastinya telah diimplementasikan di UNS. OBE merupakan kurikulum yang fokus pada capaian pembelajaran dimana diharapkan mampu memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik.

    Tim juga ingin memperoleh pengetahuan terkait program fast track, program yang memungkinkan seorang mahasiswa bisa mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebelum lulus dari jenjang sebelumnya.

    Diskusi yang berjalan sekitar dua jam dan diharapkan memberikan manfaat, memotivasi dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas akademik, khususnya di Prodi S1 Akuntansi dan Magister Akuntansi FEB UNISBA.