Yth.
Bapak WD 3
Bapak dan Ibu Kepala Prodi S1, S2 dan S3
Ibu Pengelola Unit CDC
Perwakilan Ormawa
Menindak lanjuti Surat dari CDC UNS, No. 160/UN27.52/DL.17/2021 tanggal 22 September 2021 perihal pada pokok surat, mohon Bapak dan Ibu bisa mengikuti Pembukaan Kegiatan Virtual UNS Solo Job Fair XXII di UNS Tahun 2021 pada hari selasa, 28 September 2021, pukul 08.00 – 09.00 WIB melalui aplikasi zoom meeting dengan ID Meeting : 912 0457 6432, Press Code : 282828
Terima Kasih (sub.koordinator.akademik feb uns_27092021)
Usaha konveksi kaos di Desa Pandes merupakan industri unggulan di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Dengan keunggulannya, Kampung Kaos menjadi sebutan yang melekat bagi desa itu.
Sejak pandemi COVID-19 yang melanda dunia akhir tahun 2019 lalu, industri konveksi di Kampung Kaos terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan konveksi di Kampung Kaos Desa Pandes.
Dengan kondisi ini, Tim Peneliti dari dua perguruan tinggi berkolaborasi melakukan inisiasi untuk melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengrajin konveksi di Kampung Kaos agar tetap eksis di masa pandemi. Diperlukan upaya penanganan yang serius karena masyarakat di Desa Pandes banyak yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.
Kreasi sablon kaos
Tim peneliti diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret (UNS) dan beranggotakan Dr. Edi Kurniadi, M.Pd. dari FKIP UNS, Zaenah, S.E., M.A. dari STIE Dharma Agung serta Dr. Ign. Novie Endi Nugroho, S.E., M.Si. Alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) UNS.
Prof. Rahma mengatakan, kegiatan awal penelitian ini telah dilakukan di tahun 2020 lalu, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pandes, khususnya para pengurus BUMDes Karya Nyata dan perwakilan paguyuban pengusaha konveksi Kampung Kaos. Salah satu usaha BUMDES adalah produksi kaos dan yang kedua BUMDES punya lahan untuk arena budaya dan bermain anak-anak.
Foto bersama tim peneliti dan pengrajin
Dimulai pada tanggal 10 April 2021, tim peneliti memberikan berbagai pelatihan kepada para pengusaha UMKM kaos di Desa Pandes diantaranya pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan, pendampingan manajemen bisnis, pemasaran digital menggunakan teknologi informasi dan internet, pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan teknologi komputer, penggunaan teknologi tepat guna, implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan teknologi tepat guna untuk produksi serta pembuatan arena bermain untuk anak-anak.
“Hasil penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten” tuturnya.
Sementara itu, dari sisi administratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan ini diharapkan para pelaku usaha yang tergabung dalam BUMDes Karya Nyata ini dapat melalui kondisi krisis ini dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.
Setelah melakukan pelatihan dan pendampingan, tim akan melakukan kegiatan lanjutan untuk mengawal peningkatan hasil usaha konveksi kaos di Desa Pandes sehingga perekonomian di sektor UMKM dapat tumbuh kembali. (Humas FEB)
Untuk memudahkan penyampaian Informasi dan Media Diskusi, maka di pandang perlu untuk membuat Group Telegram dengan kapasitas peserta lebih banyak.
Silahkan bergabung dalam Group Telegram Para Alumni Prodi S1, S2 dan S3 FEB UNS sebagai Media Informasi dari UNS / FEB UNS Baik Lowongan Kerja, Penawaran Beasiswa dan update Treasure Alumni FEB UNS
Mohon untuk klik link di bawah ini dan share ke Teman-Teman Mahasiswa Aktif FEB UNS yang lain.
https://t.me/joinchat/F-jOpqsDvlYqLUln
Terima Kasih
An. WD 3 FEB UNS (Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS)
Sub Koordinator Akademik FEB UNS_14042021
There are various achievements are achieved by UNS, one of the most recent achievement is related with the announcement from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (KEMENRISTEKDIKTI) regarding the ranking of UNS that belong to the first cluster of the best among approximately 4000 universities/higher education in Indonesia. This is inline with the current achievement of the Undergraduate Program in Economics in obtaining the certification from AUN-QA. These was mentioned by the Associate Dean of Student and Alumni Affairs of FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, in his opening remarks during the Students’ Parents and Guardian Forum for the new student of the academic year of 2019, in FEB UNS 5th Building Hall.
This event is conducted by the Undergraduate in Economics Study Program on Wednesday, August 21st, 2019. In the event, the Head of Study Program, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D delivers various information that related with the study program to the parents and guardian, which covers assessment process, career support and development, job opportunities, as well as the knowledge that will be gained by the students from the program. However, to facilitate and expedite students’ study, the faculty cannot be the only party involved. There should be a cooperation and communication among the faculty or study program, the students, and the parents and/or the guardians.
Bhimo mention that he does not want any cases where the parents do not know about their children’s study and only focused on the financial support provided to the students. He also mentions that, “the faculty has facilitated the parents to monitor their children’s study development through academic system, we will demonstrate how to use the system later.”
In additions it is expected that the parents/guardians do not hesitate to give any feedback or constructive critics to the study program, in order to improve the study program.
Sharia Fintech offers various lending option with many facilities compared to conventional Fintech. This covers digital payment and financial service with transparent accounting and consultation. However, low community interaction (approximately 29.7%), not-supported infrastructure, and lack of sharia agreement (akad) from the shareholders and investor side remain become a challenge for the development of Sharia Fintech.
This matter was explained by Achmad Buchori, from the Advisory Strategic Committee and Research Center of the Indonesia Financial Service Authority (OJK), during a Focus Group Discussion (FGD) on Friday, August 8th, 2019, which organized by FEB UNS in collaboration with Bank Syariah Mandiri. He adds that, Sharia Fintech will develop along with the community understanding on halal concept.
On the other side, Erwin Haryono points out that there are many Fintech firms that are starting to undermine the banking institutions such as Alibaba with its Alipays, which can offer credits to MSMEs in China within only 4 (four) years of operation.
“Banks should transform to be a digital open banking,” he specifically states.
Aside from the two keynote speakers Achmad Bukhori and Erwin Haryono (Executive Director of Payment System Policy, Bank of Indonesia), the FGD also invite Iskandar Zulkarnain (member of the Republic Indonesia Hajj Financial Management Agency) and Dr. Irwan Trinugroho (FEB UNS academic staff).
Founded when UNS was established, the Faculty of Economics and Business of UNS offers high-quality education at the associates, bachelors, masters, and doctorate degree levels. FEB UNS currently has 13-degree programs consisting of three bachelors (undergraduate) programs, three master’s programs, one doctoral program and six diplomas (associates degree) programs. All programs have the A rank for national accreditation for their latest accreditation assessments.
FEB UNS enrolls more than 1,000 students annually and has awarded more than 8,000 undergraduate and 1,000 graduate degrees. Supported by more than 150 full-time faculty members and a 9,000-strong alumni network, this school has a significant role in Indonesia’s national development. Based on the statute of UNS (Decree of Ministry of Education and Culture No. 82/ 2014), this faculty is structurally administered under UNS. The faculty has several autonomies, however, especially in the areas of curriculum and teaching/learning, strategic planning, human resources development, budget allocation, and management of facilities and equipment.
In line with the vision and policy of UNS to compete internationally, FEB UNS has also established its vision to be an internationally recognized school of economics and business. FEB UNS has developed mutual partnerships with reputable overseas universities and institutions such as Purdue University (United States), University of Limoges (France), University of Twente (Netherlands), University of Portsmouth (United Kingdom), Science Po Toulouse (France), and Curtin University Australia. FEB UNS is a member of the Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). In 2016, the Master of Management Program of FEB UNS has been accredited by The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow (ABEST21). This school has also successfully held a number of prestigious international academic events, such as “The 8th Conference on Risk, Banking, and Financial Stability” in collaboration with the Journal of Financial Stability in 2013 and the “Asian Finance Association (AsianFA) Annual Conference” in 2014.
Hasil penilaian atas Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KKPD) selama 5 tahun yakni di tahun 2009 sd 2013 masih mengalami fluktuatif. Laporan seharusnya disampaikan kepada kepala daerah paling lambat 9 bulan setelah tahun anggaran berakhir, sesuai dengan Permendagri No 73 Tahun 2009. Namun, dari hasil evaluasi baru disajikan 2 tahun kemudian.
Hal itu diungkapkan Jaka Winarna dalam salah satu rumusan masalah disertasinya yang dipresentasikan pada Ujian Terbuka Promosi Doktor, Jumat 18 Januari 2019 di Gedung Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS).
Disertasi yang berjudul Relevansi Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dipertahankan dihadapan sembilan penguji yang dipimpin oleh Vita Ratri Cahyani, Wakil Direktur bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNS.
Penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk memberikan bukti empiris relevansi informasi laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Secara spesifik, penelitian ini menguji apakah informasi laporan keuangan pemerintah daerah yang terdiri dari infrastruktur, likuiditas, kinerja keuangan, posisi keuangan dan rasio utang bermanfaat untuk menjelaskan variasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Indonesia.
Menurutnya, KKPD penting karena salah satunya sebagai bahan penilaian dan penetapan tingkat pencapaian standar pelayanan minimal atau target kinerja untuk setiap urusan pemerintahan yang diselenggarakan oleh daerah.
Hasil penelitian ini bagi manajemen pemerintah daerah dapat memberikan masukan dalam pemanfaatan informasi laporan keuangan pemerintah daerah yang mempunyai nilai relevan dalam menjelaskan variasi KPPD.
Diharapkan penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam menyusun kebijakan keuangan dalam hubungannya dengan pemerintah daerah.