FEB

Blog

  • Dosen FEB UNS: Mahasiswa Punya Potensi yang Besar untuk Mengembangkan Bisnis Startup

    Dosen FEB UNS: Mahasiswa Punya Potensi yang Besar untuk Mengembangkan Bisnis Startup

    Startup merupakan model bisnis baru yang relatif berbeda dengan model-model bisnis sebelumnya. Dari sisi bisnis, pilar manajemen dan lainnya, pada prinsipnya sama dengan nilai-nilai yang diajarkan sebelumnya oleh para dosen kepada para mahasiswa, misalnya belajar karakter, motivasi dan ide bisnis. Di startup ada beberapa penyesuaian karena media yang digunakan berbeda dan karakter konsumen berbeda, maka secara istilah berbeda dan pendekatan bisnisnya juga berbeda.

    Hal itu disampaikan Catur Sugiarto, S.E, M.S.M, Ph.D, Kepala Divisi Startup & Inkubasi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengawali presentasinya dalam Webinar yang bertema Merintis Startup saat Masih Kuliah, Kenapa Nggak?, Jumat, 8 April 2022.

    Di hadapan peserta webinar yang sebagian besar adalah para mahasiswa, dosen FEB UNS itu menyebutkan ada 35 startup yang dihasilkan dan telah diinkubasi oleh Inkubator Bisnis UNS di tahun 2021. Hal ini berdampak, baik secara langsung ataupun tidak terhadap mahasiswa, industri dan UNS sebagai sebuah lembaga. UNS mendapatkan beberapa prestasi yang tidak terduga dari mahasiswa dan juga alumnus. Hal ini berpengaruh juga pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS.

    Menurutnya, potensi yang dimiliki mahasiswa saat ini sangat besar dan startup menjadi satu model bisnis yang relevan sekali di saat ini, di era pandemi yang menjadi sebagai solusi untuk berbagai pihak.

    “Startup sudah menjadi perhatian banyak pihak karena dampaknya sangat besar terhadap kebangkitan ekonomi nasional. Berbagai upaya bisa dilakukan agar bisa menumbuhkan startup lebih banyak lagi, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas, utamanya di perguruan tinggi, dari lingkup terkecil. Bahkan kita bisa merekomendasikan ke yang lebih luas, ke tingkat pemda ataupun nasional untuk bisa mengembangkan ekosistem” jelasnya.

    Upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan mengembangkan ekosistem startup, menumbuhkan berbagai tools atau perangkat infrastruktur, salah satunya dengan menumbuhkan kreatif-kreatif hub atau inkubator atau coworking space. Ekosistem  yang lebih luas lagi yakni stakeholder terkait, perbankan, pemerintah.

    UNS memiliki kesempatan untuk bisa menumbuhkan eksosistem dengan cara memperbanyak tempat- tempat menuangkan ide mahasiswa, ruang-ruang diskusi dosen dengan mahasiswa dalam kaitannya  kewirausahaan, bagaimana merintis bisnis dan bagaimana mengembangkan bisnis.

    Mengutip dari starupblink, ekosistem seperti apa yang dimaksud dalam pengembangan ekosistem yakni dari sisi kuantitas meliputi jumlah startup yang dihasilkan satu negara atau wilayah, jumlah tempat- tempat bekerja,  berdiskusi, mengeluarkan ide, jumlah akselelator bisnis, dan jumlah konferensi-konferensi starup. Sedangkan dari sisi kualitas, traction, investment, jumlah pegawai, jumlah unicorn, global startup event.

    Tidak kalah penting adalah lingkungan bisnis yang baik, kaitannya dengan kebijakan pemerintah, seperti kemudahan bisnis, internet speed, internet freedom, jumlah paten. Kemampuan Bahasa Inggris juga menjadi sangat penting kaitannya dengan networking dan bagaiman mempelajari literatur untuk secara mandiri mengembangkan bisnis.

    Di kegiatan itu, Catur Sugiarto mengajak mahasiswa untuk mulai mengembangkan potensi yang dimiliki, sering mengunjungi laman UNS Innovation Hub di alamat ihub.uns.a.c.id untuk mendapatkan banyak informasi startup.  iHub merupakan divisi di bawah Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS berfokus pada program pengembangan startup dan pengelolaan inkubator bisnis UNS. Divisi ini membantu pengembangan ekosistem inovasi serta melahirkan startup-startup yang mandiri dan berdaya saing dalam menghadapi Revolusi Society 5.0. (Tetri).

  • Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Beri Pelatihan Peternak Ikan Karamba Kedung Ombo

    Dalam rangka Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan bagi Peternak Ikan Karamba di Kedung Ombo Ngargosari Sumber Lawang, Rabu 30 Maret 2022.

    Di kegiatan yang dihadiri oleh Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan para peternak Sragen, Tim Pengabdian  FEB UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si tidak hanya menfasilitasi pelatihan bagi para peternak ikan karamba, namun juga memberikan bantuan alat pengolahan pakan ikan.

    “Selain memberikan pelatihan pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal yang akan disampaikan oleh Bapak Amien Cahyo, kami juga memberikan sebuah alat pengolahan pakan ikan. Alat yang diberikan hanya 1 terlebih dahulu untuk melihat bagaimana perkembangannya dari pengunaan alat tersebut. Selain itu, bahan-bahannya juga sudah disiapkan. Bahan tersebut dipilihkan yang mudah diperoleh di sekitar” ungkap Prof. Izza .

    Mewakili Dekan FEB UNS, Prof. Izza menyerahkan langsung alat pengolahan pakan ikan kepada Bapak Ngadimin sebagai Ketua Bumdes Sari Mulyo, Ngargosari. Dengan pemberian alat dan juga pelatihan pengolahan pakan ikan, Bumdes bisa mengoptimalkan kemanfaatannya,  tidak hanya untuk kepentingan desa Ngargosari namun untuk Sragen pada umumnya. (Tetri)

  • Awarding Competition Digelar Sebagai Penutup ARTEFAC UNS

    Awarding Competition sekaligus penutupan ARTEFAC Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) diselenggarakan secara hybrid, Sabtu 26 Maret 2022 di Gedung Suhardi.

    Acara Awarding Competition  yang menghadirkan juri-juri nasional, secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemasiswaan FEB UNS.

    Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), Ketua Dies Natalis UNS ke 46 mengapresiasi para dewan juri yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke UNS dan mengapresiasi terselenggarakan acara Artefac yang berkreativitas mengangkat seni dan olahraga di era sekarang ini.

    Kompetisi yang telah digelar oleh ARTEFAC UNS terdiri atas  Contemporary Dance Competition, Modern Dance Competition, dan Monolog Competition.

    Mohammad Da’i, Ketua ARTEFAC UNS 2022 menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ARTEFAC UNS. Meskipun diadakan di tengah pandemic, tetapi antusiasme dari para peserta sangat luar biasa terbukti dengan jumlah peserta dari masing-masing kompetisi yaitu Monolog Competition sebanyak 50 peserta, Modern Dance Competition sebanyak 25 peserta , dan Contemporary Dance Competition sebanyak 26 peserta.

    Kompetisi yang diadakan ARTEFAC UNS sudah di selenggarakan selama beberapa tahun dan selalu ditunggu-tunggu oleh pecinta penikmat seni dan olahraga di seluruh Indonesia. Peserta berasal dari penjuru Indonesia mulai dari Surakarta, Bali, Jakarta, Blora, Semarang, dan lain-lain.

    Acara ini dimeriahkan dengan talkshow dari para juri Monolog Competition yaitu Hanindawan dan Nano Riantiarno yang memberikan wawasan mengenai Monolog. Mereka mengatakan bahwa Monolog merupakan suatu ruang yang digunakan untuk menampilkan kreativitas dari para pemain untuk menghasilkan suatu karya. Pada Monolog Competition terdiri dari dua kategori yaitu kategori SMA dan Universitas.

    Setelah melewati penjurian, untuk juara Monolog Competition pada kategori SMA diraih oleh Teater Gentamalini sebagai Penata Musik Terbaik, Teater Tsuntsinelas sebagai Artistik Terbaik, Teater Timboel sebagai Juara 3, Teater Bala sebagai Juara 2, dan Teater Gentamalini sebagai Juara 1. Sedangkan pada kategori Universitas, juara Monolog Competition diraih oleh Teater Sendratasik sebagai Penata Musik Terbaik, Teater Geniwara sebagai Artistik Terbaik, Teater Soekamto sebagai Juara 3, Teater Sendratasik sebagai Juara 2, dan Teater Trompah sebagai Juara 1.

    Selain itu, talkshow juga dihadiri oleh juri Contemporary Dance Competition yaitu Didik Nini Thowok dan Otniel Tasman menjelaskan sedikit tentang kontemporer sebagai sesuatu yang diekspresikan pada diri kita dengan spontan dimana identik dengan kebebasan dan dapat mengikuti zaman.

    Setiap periode seni tari kontemporer akan beruba-ubah atau dapat mengikuti perkemnangan zaman dengan media yang baru pula. Untuk pemenang Contemporary Dance Competition diraih oleh Sawung Dance Studio sebagai Best Choreo, Janata Team sebagai Juara 3, Taksu Krisna sebagai Juara 2, dan Kuda Dance Community sebagai Juara 1.

    Talkshow selanjutnya menghadirkan juri dari Modern Dance Comptetition yaitu Timboel Hiphop dan Acia Pink Panda yang menjelaskan sedikit tentang modern dance dimana para peserta semakin kreatif dalam berkoreografi. Para dewan juri memberi insight dalam perlombaan dance online selain gerakan dance perlu memperhatikan hal lain seperti kostum, pencahayaan, videografi, dan editing. Pemenang kompetisi modern dance, juara 1 dimenangkan oleh Centermix Crew yang berasal dari Blora, Juara 2 adalah Three Six One, Juara 3 dimenangkan oleh Recycle Crew, dan Best Choreo Excellent Dance.

    Di sela acara terdapat pertujukan live tari tradisional dan dance dari Guest Star yang sangat spektakuler.

    Demikian acara berjalan dengan meriah dan lancer. Acara ini sebagai penutup Artefac di tahun 2022. Kami harap acara ini dapat memberi kesan bagi semua yang terlibat dan Artefac selanjutnya bisa dilaksanakan dengan lebih meriah. Sampai jumpa di Artefac selanjutnya.!

    (Tetri)

  • Awarding Night Concludes the 2022 ARTEFAC UNS

    Awarding Night Concludes the 2022 ARTEFAC UNS

    The Awarding and Closing Ceremony for the Art and Sport Appreciation by Economic and Business Faculty (ARTEFAC) 2022, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, was conducted in a hybrid manner Saturday (26/3/2022). The event that invited national judges and was held joyously at the FEB UNS Suhardi Hall, was officially opened by the Vice Dean for Academic, Research, and Student Affairs FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE., M.Si. Following in suit, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), as the chairman of the 46th UNS Anniversary, thanked the juries for allocating their schedule to attend the ceremony at UNS and appreciating the effort taken in hosting the 2022 ARTEFAC.

    The competitions held by ARTEFAC UNS consist of three competitions, including a contemporary dance competition, a modern dance competition, and a monologue competition. Mohammad Da’i as the Chairman of ARTEFAC UNS 2022 expressed his gratitude to all participants who had participated in the ARTEFAC UNS 2022 championship. Even though it was held in the middle of a pandemic condition, participants’ enthusiasm was overwhelming. This is evident with a total of 101 participants competing in all competitions, with 50 participants in Monolog Competition, 25 contestants in Modern Dance Competition, and 26 contenders in Contemporary Dance Competition. Mohammad Da’i also said that the competition held by ARTEFAC UNS 2022 has been a regular schedule in the FEB UNS and is always awaited by art and sports enthusiast on a national scale. Participants came from all over Indonesia, starting from Surakarta, Bali, Jakarta, Blora, Semarang, and others.

    This event was enlivened with a talkshow from competition monologue judges, Hanindawan and Nano Riantiarno, who provided insights into the Monologue. They say that the Monologue is a space used to showcase players’ creativity in crafting a work of art. The competition monologue consists of two categories, namely the high school and university categories. After passing through the jury assessment process, the Monologue Competition for the high school category was won by Gentamalini Theatre as the Best Music Organizer; Tsuntsinelas Theatre as the Best Artistic; Timboel Theatre in 3rd Place; Bala Theatre in 2nd Place, and Gentamalini Theatre in 1st Place. Meanwhile, in the University category, the Monologue Competition was won by Sendratasik Theatre as the Best Music Organizer; Geniwara Theatre as the Best Artistic; Soekamto Theatre in 3rd Place; Sendratasik Theatre in 2nd Place, and Trompah Theatre in 1st Place.

    Additionally, the talk show was also attended by a contemporary dance competition jury, such as Didik Nini Thowok and Otniel Tasman, who explained a little about contemporary art as something that is expressed in us spontaneously, which is synonymous with freedom and can follow the flow of times. Every period of contemporary dance art will change or can keep up with the times and new media. The winner of the contemporary dance competition was Sawung Dance Studio as the Best Choreo; Janata Team in the 3rd Place; Taksu Krisna in the 2nd Place; and Kuda Dance Community in the 1st Place.

    The next talk show presented the juries for the modern dance competition, such as Timboel Hiphop and Acia Pink Panda, who explained a little about modern dance where the participants can get more creative in choreography. The jury members provide insights into the online dance competition, stating that aside from the dance movement, participants need to pay attention to supporting aspects such as costumes, lighting, videography, and editing. The winner of the modern dance competition 1st Place was won by Centermix Crew from Blora, 2nd Place was Three Six One, and the Recycle Crew won 3rd Place and Best Choreo Excellent Dance.

    There are live performances of traditional dance and modern dance from the spectacular Guest Star in-between the session. Thus the event went on lively and smoothly. This Awarding Session will be the closing event of ARTEFAC UNS 2022.

    Reporter: Artefac
    Editor: Humas FEB

  • Accounting Study Program Inbound and Outbound Professor

    Accounting Study Program Inbound and Outbound Professor

    “World Class University” is a tagline that has long been a great ideal of Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. The internationalization of higher education is seen as a means to improve national competitiveness, as measured through the international ranking of world universities as one of the guidelines for the evaluation of higher education performance. Therefore, UNS as a university that is part of the global community is expected to play an active role in realizing national education plans and ideals.

    The Faculty of Economics and Business as part of Universitas Sebelas Maret participated in this achievement effort by holding various international cooperation activities and programs. One of the programs that was successfully initiated was the internationalization of inbound and outbound professors. This program is designed to present guest lecturers from universities abroad proposed by the Study Program and faculty to teach a course (study topic) and conduct various academic activities with students and lecturers.
    FEB UNS Accounting S1 Study Program has organized the first visiting lecturer by inviting speakers Dr. Yuni Yuningsing CPA, Ph.D., M.Com., B.Ec. From Curtin University Faculty of Business and Law with the theme Looking at Management Accountant Profession, Business Culture & Ethical Leadership Through an International Class on December 7-10, 2021 via zoom meeting. The second visiting lecturer was also held on December 14-17, 2021 via zoom meeting, by inviting speakers of Curtin University’s Director of Graduate Researchers, namely Professor Ruhul Salim, B.Sc., M.Sc., Ph.D. with the theme Research Methodology in Accounting, Business, Finance, and Economic Natural Experiment and Panel Data.

    Documentation:

  • Accounting Study Program Online Master Class Program

    Accounting Study Program Online Master Class Program

    The internationalization process needs support from all components of the academic community, especially lecturers as a key component of teaching. The role, duties, and responsibilities of lecturers are very important in realizing the goals of national education, namely educating the life of the nation, improving the quality of Indonesian people, which includes the quality of faith / piety, noble morals, and mastery of science, technology, and art, and realizing an advanced, fair, prosperous, and civilized Indonesian society. Lecturers are always required to be professional, productive and indicative, because according to article 49 paragraph 2 of Indonesian Law No. 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, in addition to carrying out Tri Dharma of higher education, professors also have special obligations in the form of; (1) write a book; (2) produce scientific work; and (3) spread ideas. In line with this, the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS considers the need for internationalization cooperation in the field of lecturer exchange with partner universities. This program is designed to present guest lecturers from universities abroad proposed by the Study Program and faculty to teach a course (study topic) and conduct various academic activities with students and lecturers.

    The Faculty of Economics and Business as part of Universitas Sebelas Maret participated in this achievement effort by holding various international cooperation activities and programs. One of the programs that was successfully initiated is the Master Class.
    FEB UNS Accounting S1 Study Program has organized an online master class program on November 16, 2021. This activity was attended by 20 lecturers of Accounting S1 Study Program. This master class with the theme “From Memorization to Imagination” is designed for academics who are interested in developing skills in the teaching process that suit the needs of today’s students. Lecturers can learn various ways to integrate innovation and creativity in curriculum development so that it is easier to understand and be accepted by students. Training is emphasized on shifting the paradigm of teaching and learning activities from “memorization” to “imagination” In this activity is divided into 5 modules.

    Documentation:

  • Webinar Internasional FEB UNS Bahas Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    Webinar Internasional FEB UNS Bahas Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk “Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic ”, Kamis 24 Februari 2022 secara Hybrid di Aula Gedung IV FEB UNS dan Zoom Meeting.

    Agenda webinar tersebut menghadirkan dua pembicara keynote dan tiga pembicara yang membahas secara mendalam kondisi pemulihan ekonomi di Indonesia, kawasan ASEAN, serta implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih pada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggarakan webinar internasional tersebut.

    Prof. Djoko menyatakan bahwa proses pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021 telah membawa pesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap optimis.

    “Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan sebagai bentuk respon terhadap kondisi pandemi Covid-19. Kita sebagai akademisi diharapkan untuk berpartisipasi dalam pencapain SDGs paska pandemi Covid-19. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembicara dan hadirin yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Semoga peserta dapat berpartisipasi aktif dalam webinar internasional ini,” ungkap Prof. Djoko.

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho pada sambutannya menyoroti dampak pandemi Covid-19 khususnya di bidang ekonomi, seperti peningkatan pengangguran, penurunan produksi, dan peningkatan utang pemerintah.

    “Kolaborasi dan sinergi antar institusi pemerintah didukung oleh kepercayaan publik akan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia, untuk dapat menjadi lebih kuat, kompetitif, dan menjadi negara yang lebih independen,” jelas Prof. Jamal.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jamal dengan bangga mengumumkan launching buku yang ditulis oleh dosen dari FEB UNS berjudul “Indonesia Economic Recovery After Covid-19: Multiple Aspect Approach (Pemulihan Ekonomi Indonesia Paska Pandemi Covid-19: Pendekatan Multi Aspek)” yang akan tersedia dalam dua volume, serta pembukaan (launching) website dari Konferensi Internasional “the 2nd Incredible 2022.”

    Pada sesi keynote speech, dua pembicara dihadirkan untuk menyampaikan paparan mengenai proses pemulihan ekonomi Indonesia paska pandemi Covid-19 yaitu Bapak Doni Primantono Joewono yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Muhammad Ichsanuddin selaku Deputi Komisioner OJK bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

    Doni P. Joewono menyampaikan bahwa ekonomi domestik Indonesia naik ke 5,02% dari 3,51% dari tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan ekonomi di angka 3,69% dari depresi di tahun sebulumnya.

    Ditegaskan bahwa di tahun ini, kebijakan moneter akan berfokus pada stabilitas ekonomi dengan menitikberatkan pada kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, money market deepening, serta ekonomi hijau dan keuangan inklusif. Sementara itu, Muhammad Ichsanuddin membahas secara mendalam mengenai peran tiga sektor yang dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19 antara lain industri asuransi, keuangan non-bank, dan dana pensiun.

    Acara dilanjutkan dengan official launching dari buku “Indonesia Economic Recovery After Covid-19: Multiple Aspect Approach (Pemulihan Ekonomi Indonesia Paska Pandemi Covid-19: Pendekatan Multi Aspek)” yang ditulis oleh akademisi FEB UNS antara lain Dr. Agung Nur Probohudono, Prof. Asri Laksmi Riani, Prof. Djoko Suhardjanto, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, Prof. Izza Mafruhah, Prof. Rahmawati, beserta beberapa dosen FEB UNS lainnya. Selain akademisi FEB UNS, buku ini juga mencakup bab dari akademisi dari universitas partner seperti Prof. Siong Hook Law dari Universiti Putra Malaysia, serta Doni Primantono Joewono dan Muhammad Ichsanuddin sebagai editor.

    Acara dilanjutkan dengan paparan materi utama dari tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Tamat Sarmidi, Professor bidang Ekonomi, Universiti Kebangsaan Malaysia dengan paparan tentang pemulihan ekonomi dan SDG di Malaysia, ASEAN, serta kaitannya dengan SDG, Dr. Arianto A. Patunru, Crawford School of Public Policy, Australian National University dengan materi tentang relevansi SDG dan kondisi paska pandemi terutama di sektor ketahanan pangan, dan Prof. Dr. Rahmawati, Professor bidang Akuntansi FEB UNS dengan materi berjudul “Optimisation of Bumdes in the Processsing of Tourist Waste in Berjo Karanganyar (Optimisasi BUMDES dalam Pengolahan Limbah Wisata di Berjo Karanganyar.”

    Acara webinar yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan launching laman Konferensi Internasional INCREDIBLE Kedua (2nd International Congress on Regional Economic Development, Information Technology, and Sustainable Business-INCREDIBLE) yang akan dilaksanakan pada 25-26 Agustus 2022, sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis UNS ke 46. (Tetri dan Aulia)

  • FEB UNS International Webinar Discusses Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    FEB UNS International Webinar Discusses Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic

    The Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta held an International Webinar titled “Economic Recovery and SDGs Insight from COVID-19 Pandemic”, Thursday 24 February 2022, in a Hybrid manner at Hall IV Building FEB UNS and Zoom Meeting. The webinar presented two keynote speakers, namely Doni Primantono Joewono, who currently serves as Deputy Governor of Bank Indonesia, and Muhammad Ichsanuddin as Deputy Commissioner of OJK in the Non-Bank Financial Industry (IKNB), and three invited speakers.

    The five speakers will discuss in depth the condition of economic recovery in Indonesia, the ASEAN region, and its implications for the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). The three invited speakers are Prof. Dr. Tamat Sarmidi, Professor of Economics, the National University of Malaysia with a presentation on economic recovery and SDGs in Malaysia, ASEAN, and its relation to SDGs; Dr. Arianto A. Patunru, Crawford School of Public Policy, Australian National University with material on the relevance of the SDGs and post-pandemic conditions especially in the food security sector; and Prof. Dr. Rahmawati, Professor of Accounting FEB UNS with material entitled “Optimisation of BUMDES in the Processing of Tourist Waste in Berjo Karanganyar.”

    The Dean of FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, in her remarks, expressed her gratitude to all parties involved in organizing the international webinar. Prof. Djoko stated that the process of Indonesia’s economic recovery in 2021 has brought a message to all Indonesians to remain optimistic.

    In addition to the webinar, the agenda on the day also included the official launching of the book “Indonesia Economic Recovery After Covid-19: Multiple Aspect Approach,” written by FEB UNS Faculty members, which also contains chapters from academics from partner universities such as Prof. Siong Hook Law from Universiti Putra Malaysia, as well as Doni Primantono Joewono, and Muhammad Ichsanuddin as editors.

    The webinar that lasted more than two hours was concluded with a question and answer session and the launch of the Second International INCREDIBLE Conference website (2nd International Congress on Regional Economic Development, Information Technology, and Sustainable Business-INCREDIBLE) to be held on August 25-26, 2022, as part of the UNS 46th Anniversary celebration. (Humas FEB)

  • FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    Tim Bidang Pengabdian Internal dan Dharma Wanita Persatuan, Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Atmaji, MM menggelar Temu Kangen dengan Senior FEB UNS di Pendopo Aula Suhardi atau Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu, 5 Maret  2022.

    Kegiatan dihadiri oleh sejumlah Senior FEB diantaranya Bapak Tjilik Suwito, Bapak Soetantyo, Ibu Sri Suwarsi, Ibu GAA Susilowati, Bapak Darustam dan Ibu Mahastuti Agung.  Acara dikemas dalam suasana santai, riang penuh keakraban, mengingatkan kembali pengalaman saat terbentuknya FEB dengan berbagai cerita suka duka.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com, Ph,D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting, mempertemukan antara senior dan yunior agar para yunior tahu dan memahami bagaimana FEB UNS didirikan, suka dukanya seperti apa. Ke depan, kita harus bisa hidup rukun, ayem tentrem dan berharap kegiatan seperti ini akan selalu menjadi agenda rutin.

    Dekan FEB UNS Saat Sambutan

    Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada para senior FEB yang telah memberikan pondasi yang kuat bagi kita semua sehingga FEB bisa mencapai seperti hari ini.

     “Terimakasih kepada para Bapak Ibu Senior yang telah menjadi peletak dasar berdirinya FEB, tanpa Bapak Ibu semua, FEB tidak akan bisa seperti ini. Dan untuk para yunior, jangan lupakan sejarah. Dari para senior, kita bisa mengetahui fakta sejarah bagaimana terbentuknya FEB UNS dengan segala perjuangannya. Dan ini harus dipahami oleh kita semuanya” tegasnya.

    Di acara tersebut, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih FEB UNS  hingga saat ini.

    Sejak tanggal 6 Oktober 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berdasarkan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2020 Tentang UNS PTN-BH,. Dengan status itu, kita harus masuk dalam 500 besar dunia, banyak hal yang harus kita kejar dan kita perjuangkan untuk mencapainya.

    “Alhamdulillah,  posisi FEB masuk peringkat +600 berdasarkan World Univerity Ranking (WUR) dan  UNS berada di ranking +1200. FEB juga telah membuka program kelas internasional dan sudah berjalan untuk Program Studi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, FEB mendapatkan bantuan Matching Fund Kedaireka dengan tajuk Educamp Wisata Preneur, Prodi S1 EP FEB berhasil membangun program kerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Prodi S1 Manajemen FEB berhasil memenangkan  Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka” urainya.

    Pemberian Tali Asih kepada Senior FEB

    Selanjutnya, di tahun 2022,  FEB akan mendirikan Prodi S1 Bisnis Digital dan akan membuka kelas Internasional untuk Prodi S1 Manajemen dan juga percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar. Semoga FEB UNS akan semakin maju dan banyak menghasilkan profesor agar bisa memperkuat rangking kita ditingkat nasional dan internasional.

    Sementara itu, Dr. Atmaji, MM dalam laporan kegiatannya menyampaikan, acara Temu Kangen dengan Senior FEB ini merupakan agenda ketiga, setelah sebelumnya, tim melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah keluarga para Tokoh atau Pendiri FEB  dan juga ziarah makam. Acara-acara yang diselenggarakan juga atas kerjasama dengan alumni FEB UNS.

    Di Tanggal 23 Februari 2022 lalu, Tim bersama dengan Dharma  Wanita Unit Persatuan FEB melakukan silaturahmi ke keluarga Pendiri  FEB. Sehari sebelum kegiatan Temu Kangen ini, Tim juga melakukan ziarah ke lima makam para pendiri FEB.

    “Kelima Peletak Dasar FEB yang kami ziarahi tersebut,  akan diabadikan namanya menjadi nama gedung di FEB UNS meliputi: Gedung I, Soeharno TS, Gedung II, Djarwanto PS,  Gedung III, Suhardi, Gedung IV, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono untuk nama Gedung V. Penamaan Gedung tersebut secara resmi telah tertuang dalam Keputusan Rektor UNS No 12/UN27/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penamaan Gedung di Lingkungan Universitas Sebelas Maret Tahun 2022” jelasnya.

    Disampaikan juga, penamaan gedung dengan Nama Tokoh-Tokoh Pendiri FEB ini akan mengingatkan kita pada kegigihan para pendahulu kita yang telah berjuang dalam mendirikan FEB UNS.

    FEB saat ini sudah menorehkan banyak prestasi dan sudah dipandang dunia, semua prodinya sudah terakreditasi A, dan di bulan Maret ini kita akan berjuang untuk meraih Akreditasi Internasional AQAS. (Tetri)