Anggia Desty Rahmasari, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Ekonomi (MESP) FEB UNS presentasikan proposal tesisnya pada Seminar Proposal Tesis secara online, Senin 30 Maret 2020.
Seminar proposal berlangsung dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh 15 peserta, kaprodi, pembimbing, dosen, dan mahasiswa MESP .
Dalam seminar itu, Anggia mempresentasikan proposal tesisnya yang bertajuk Analisis Modal Fisik, Psikis dan Sosial Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sembilan Negara Asean Periode Tahun 2008-2018.
Dr. Evi Gravitiani, SE, M.Si, Ketua Prodi MESP hadir untuk memantau langsung jalannya seminar online. Demikian juga Dr. Guntur Riyanto, S.E, M.Si sebagai pembimbing pertama dan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, SE, M.Si.sebagai Pembimbing kedua hadir untuk mengarahkan mahasiswa.
“Semua persyaratan kami cek semalam dan sudah terpenuhi semuanya sehingga seminar untuk Saudari Anggia sudah bisa dilaksanakan” kata Dr. Guntur sebelum seminar dimulai.
Seminar Online yang dipandu oleh Amelia Choya Tia Rosalia, S.E. berjalan sekitar satu setengah jam. Beberapa masukan kepada presenter disampaikan peserta untuk dapat memperbaiki proposal tesis.
Dr. Guntur di penghujung seminar menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang memberi masukan, terutama kepada Dr. Budhi Haryanto, M.M., dosen dan juga Ketua Unit Penjaminan Mutu FEB UNS yang telah memberikan banyak masukan kepada Anggia. (Humas)
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS presentasikan hasil dan proposal disertasi secara online pada Seminar Hasil dan Proposal Disertasi, Kamis 26 Maret 2020.
Seminar dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting tersebut diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari para pembimbing dan juga dosen serta mahasiswa PDIE.
Dalam seminar itu, Lyna Latifah mendapat kesempatan awal untuk mempresentasikan proposal disertasinya yang bertajuk Gaya Kepemimpinan Jawa dan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah : Peran Inovasi, Jejaring Sosial dan Sistem Pengendalian Manajemen.
Sedangkan dua mahasiswa lainnya, Sudarwati dan Rochmat Aldy Purnomo mendapat kesempatan berikutnya untuk mempresentasikan hasil disertasinya.
Sudarwati memaparkan hasil disertasinya dengan judul Diseminasi Keunikan Produk : Solusi Peningkatan Kekuatan Preferensi Konsumen, sedangkan Rochmat Aldy Purnomo dengan judul Dinamika Kesiapan Adopsi Teknologi Dan Perdagangan Elektronik Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah serta Karakteristik yang Mempengaruhi di Wilayah Eks. Karesidenan Madiun.
Prof. Dr. Rahmawati M.Si, Ak, Ketua PDIE memantau langsung jalannya seminar online tersebut dan sesekali memberikan respon dan arahan kepada seluruh peserta melalui menu “chat”.
Seminar Online yang dipandu oleh Tri Mulyaningsih, S.E.,M.Si, Ph.D. berjalan sekitar dua jam dan cukup efektif. Beberapa masukan diberikan oleh peserta seminar kepada ketiga presenter untuk dapat memperbaiki proposal maupun hasil disertasi.
Sebagian besar dosen dan mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengikuti secara jelas jalannya seminar. Hanya sebagian kecil peserta mengalami hambatan sinyal.
Di penutup acara, Tri Mulyaningsih, Ph.D berterima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam seminar online tersebut.
“Tak disangka, seminar ini diikuti oleh banyak peserta, 65 orang, padahal biasanya, seminar tidak dikuti oleh sebanyak ini” paparnya
Seminar online yang digelar oleh PDIE sebagai upaya social distancing dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus. Hal ini juga untuk melaksanakan Edaran Rektor UNS tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS. (Humas)
The atmosphere in the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) as well as the UNS environment look quiet after the UNS Rector issued a Circular regarding Early Precautions, Preparedness, and Anticipatory Measures to Prevent the Spread of Covid-19 Infection in UNS.
In the Circular, the Rector instructed all UNS lecturers to change face-to-face lectures into online lectures started on Monday, 16 March to Saturday, 28 March 2020.
Some of the Academic Support Staff
The classrooms that usually is full of teaching and learning activities temporarily are idle. The lecture room in FEB UNS Building 2, 4, and 5, seems empty and quiet, occasionally only the cleaning staff who could be seen cleaning the classroom as well as the academic support staff or FEB UNS staff. Several academic support staff can be seen carrying out their administrative activity in their room. Administrative services are still running with guard scheduling while others also implement a half-day shift.
The scheduling refers to the Circular No. 10/UN27/SE/2020 regarding Service Adjustment in order to prevent the spread of Covid-19. Within the Circular it is mentioned that the Head of Work Unit can appoint support staff who will carry-out Work From Home (WFH) selectively and fairly. The appointment should consider the type of assignment that can be done from home, the urgency or the job/work, domicile, transportation used by the staff, and their health condition.
Dr. Izza Mafruhah Coordinating with Nur Haryawan, SH
As for the support staff who carry out their guard duty schedule is facilitate with fingerprint, while those who are appointed to do WFH should do a manual attendance and reporting their work progress directly to the Head of the unit. The coordination among the Head and staff can be conducted using online media such as zoom cloud meeting, cisco webex, WhatsApp, and many others. This aims to reduce the potential crowd gathering and face-to-face meetings that bring lots of people.
A few days ago, this online coordination is conducted between the Vice Dean of Academic Affairs FEB UNS, Dr. Izza Mafruhah, M.Si with the Head of Academic Sub-Section, Nur Hariawan, SH, which discuss all matters related with information and activities in Academics Section, especially related with the online lecture that currently implemented. (Humas)
Suasana kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dan juga lingkungan UNS terlihat sepi sejak Rektor UNS mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS.
Dalam edaran tersebut, Rektor menginstruksikan kepada seluruh dosen UNS untuk mengubah bentuk perkuliahan tatap muka menjadi pembelajaran daring (online) terhitung sejak hari Senin 16 Maret s.d. Sabtu 28 Maret 2020.
Suasana di Gedung 2 FEB UNS
Ruang perkuliahan yang biasanya penuh dengan aktifitas pembelajaran sementara tidak difungsikan. Di gedung-gedung perkuliahan, gedung 2, gedung 4 dan gedung 5 FEB tampak sepi, hanya sesekali tampak petugas yang sedang membersihkan ruang-ruang kelas dan juga beberapa tenaga kependidikan (tendik) atau staf FEB UNS .
Beberapa tendik FEB masih terlihat melakukan aktifitas administrasi di ruang kerja masing-masing. Pelayanan administrasi masih tetap diselenggarakan dengan dilakukan penjadwalan jaga/piket dan sebagiannya lagi memberlakukan kerja setengah hari.
Beberapa tendik yang sedang piket
Penjadwalan layanan ini merujuk pada SE Rektor nomor 10/UN27/SE/2020 tentang penyesuaian layanan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Dalam SE tersebut disebutkan bahwa pimpinan unit kerja dapat menunjuk tendik yang bekerja dari rumah (Work From Home) secara selektif dan adil. Penunjukkan tersebut dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah, urgenitas pekerjaan yang harus diselesaikan, domisili dan alat transportasi yang digunakan serta kondisi kesehatan pegawai.
Bagi tendik yang piket masih difasilitasi dengan finger print dan bagi yang bekerja dari rumah melakukan presensi secara manual serta wajib memberikan laporan hasil perkembangan pekerjaan kepada atasan langsung.
Dalam hal pelaksanaan koordinasi antara pimpinan dan staf dapat dilakukan dengan media online zoom cloud meeting, webex, WA dan lainnya. Hal ini untuk mengurangi potensi kerumunan orang dan tatap muka yang menghadirkan banyak orang.
Dr. Izza Mafruhah saat berkoordinasi dengan Nur Hariawan, SH
Aktifitas koordinasi online ini, beberapa hari lalu pernah dilakukan Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS, Dr. Izza Mafruhah, M.Si dengan Kepala Sub Bagian Akademik, Nur Hariawan, SH.untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan informasi dan aktifitas bidang akademik, terutama tentang perkuliahan daring yang baru saja diberlakukan secara menyeluruh bagi dosen. (Humas)
Kebutuhan pangan mempunyai arti yang sangat penting karena selain merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia, ketersediaan pangan di suatu negara yang tidak mencukupi kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan komitmen nasional yang dicerminkan dari komitmen politik.
Pemerintah telah mewujudkan komitmen tersebut dalam kebijakan Raskin ( Beras untuk Rakyat Miskin ) sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Selain merupakan permasalahan penting karena menyangkut basic need, pengeluaran kebutuhan beras juga memberikan pengaruh yang relatif besar terhadap fluktuasi inflasi yang ada di dalam negeri.
“Beras menjadi variabel paling penting dalam konsumsi rumah tangga. masyarakat miskin atau biasa disebut sebagai Poverty Basket, karena merupakan persentase belanja paling besar” jelas Dr. Izza Mafruhah SE ,M.Si, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi di RRI Surakarta, Kamis 12 Maret 2020.
Di Bincang Pagi yang bertajuk “Stok Pangan Aman? “, Dr. Izza bersama dengan narasumber lain yakni Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta dan Perwakilan Bank Indonesia Solo.
Menurut Dr. Izza ada empat aspek penting dalam hal ketahanan pangan yang meliputi availiability (ketersediaan bahan pangan), accessibility (keterjangkauan), security (keamanan) dan sustainability ( keberlanjutan) harus berjalan seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Bagaimana bahan pangan tersebut diproduksi (how to produce) dan bagaimana bahan pangan tersebut diperoleh (how to get).
Dalam hal keamanan pangan itu, kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengembalikan daya saing dari produk- produk pertanian, mulai dari aspek produksinya. Dan banyak lahan kita yang secara optimal bisa digunakan untuk meningkatkan kebutuhan pangan.
Kedaulatan pangan sangat mendukung kemandirian pangan. Dr. Izza melihat, Indonesia belum memiliki kemandirian pangan sehingga ketika ada permasalahan di luar negeri, kita terpengaruh.
“Selama beberapa periode ini, dari aspek pasar kita agak termanjakan oleh adanya impor sehingga masyarakat merasakan nyaman-nyaman saja. Padahal sebenarnya kita itu punya sumber pangan yang luar biasa” kata Dosen yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan FEB UNS.
Menyinggung soal virus corona, bisa dilihat dua aspek, negatif dan postif. Dalam aspek positif, kita dapat mengkampanyekan hasil pangan dari masyarakat. Kita punya sentra sentra bawang seperti di Brebes dan banyak produk-produk pertanian lain yang sepertinya agak mati.
Menurut Dr. Izza, permasalahan pangan terbagi dalam empat masalah besar yang harus kita perhatikan meliputi produksi dan pasca panen, distribusi, tata niaga dan juga konsumsi. Misalnya dalam hal pasca panen, kita harus mulai bergerak di masa panen agar ada kualitas dari hasil panen dan juga aspek-aspek lainnya harus diperhatikan.
Dalam UU no 18 tahun 2012 menyatakan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Pemenuhan konsumsi pangan tersebut harus mengutamakan produksi dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal secara optimal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, empat hal pokok yang harus diperhatikan yakni ketersediaan pangan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, keterjangkauan pangan dari aspek fisik dan ekonomi oleh seluruh masyarakat, kualitas dan keamanan serta sumberdaya pangan dan gizi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif, serta faktor sumber daya alam.
Di akhir perbincangan, Dr Izza menyatakan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan seluruh stakeholder baik di tingkat nasional maupun daerah.
Perlu ada kerjasama yang baik antar berbagai pihak, baik dinas pertanian, bulog dan yang lainnya untuk memberikan support kepada masyarakat. (Humas)
All lecturers in the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) since 16-28 March are required to implement online lectures. This requirement is started since the issuance of UNS Rector Circular regarding Early Precautions, Preparedness, and Anticipatory Measures to Prevent the Spread of Covid-19 Infection in UNS.
There is flexibility in determining the application used for the online lecture, which depends on the lecturer’s capability. Therefore, there are various applications used by the FEB UNS lecturers such as UNS Spada (online learning system), Google Classroom, Google Meeting, Zoom Cloud Meeting, Cisco Webex, Instagram Live, and WhatsApp Group (WAG).
Online Lecture by Dr. Doddy Setyawan in Zoom Cloud Meeting
At the beginning of the online learning implementation, Prof. Doddy Setiawan, SE., MSi., Ph.D., Ak., a lecturer from the Accounting Study Program, carried-out a lecture in Research Methodology using Zoom Cloud meeting in front of 40 students.
Using this application, the lecture can be conducted effectively because the lecturer and the students can communicate directly using a video call. As for the attendance can be monitored directly who has been joined and who has not.
In the lecture that lasted for at least 2 hours, there were minor connection problems encountered by three students from away regions.
Muhammad Ridwan Ikhsan, the C Class Representative for Research Method course mentioned that during the Covid-19 emergencies, this online lecture is effective. However, it can only be achieved if the students’ network connection is not hampered.
“It happened that I use Wi-Fi, for me personally it is not a problem, but for our fellow students who use internet quota is mostly objected since the online lecture can last for 2 hours,” he explained to FEB UNS PR.
Meanwhile, on the same day, Deny Dwi Hartomo, S.E., M.Sc., a lecturer from the Management Study Program was also conducting an online lecture on Banking Management in class C using WhatsApp Group.
WhatsApp Group was chosen because the internet quota needed to follow the online lecture will not be burdening the student, even though the interaction was limited to written message or voice record, no eye contact with the students.
“Alhamdulillah, all students 100% can access, this proved from the ‘seen’ status of every chat is read by all the students. WhatsApp does not need a lot of quotas. Video conference is more effective but it needs speed and considerable quota, which might burden the students,” he explains.
Dr. Aisyah with the Students in Webex Application
During the 2.5 hours lecture, there was a problem in sending the students’ presentation video due to the limited size of the video file up to 60 Mb, thus, any file exceeding the limit has to be split.
Another FEB UNS lecturer, Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E., M.Si., uses two applications in her online lecture conducted consecutively in 3 classes, the Webex for the undergraduate program in Economic Development and Google Meeting for the lecture in Doctoral Program in Management. From the two programs, Dr. Aisyah encounters a technical problem especially in terms of difficulty to connect and inaudible voice.
Although there are still some obstacles to the implementation of online lecture applications, in general, the teaching and learning activities during the emergency conditions can be carried out in accordance with a predetermined schedule. (Humas)
Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) sejak tanggal 16 s.d 28 Maret 2020 wajib melakukan perkuliahan daring (online). Kewajiban ini berlaku sejak Rektor UNS mengeluarkan Surat Edaran tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS.
Penggunakan aplikasi untuk perkuliahan daring yang dilakukan oleh dosen lebih fleksibel sesuai dengan kemampuan dosen. Aplikasi yang digunakan dosen beragam, ada yang menggunakan Spada (Sistem Pembelajaran Daring) UNS, Google Classroom, Google Meeting, Zoom Cloud Meeting, Webex , IG Live ataupun Whatsapp Group (WAG).
Suasana kuliah daring Prof. Doddy dengan Aplikasi Zoom Cloud Meeting
Di awal pemberlakuan wajib perkuliahan daring, Prof. Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak, dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi melaksanakan perkuliahan Metodologi Penelitian (Metopen) dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting kepada 40 mahasiswa.
Dengan aplikasi ini, perkuliahan lebih efektif karena dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi langsung dengan video call . Untuk presensi juga bisa terlihat semuanya, mana yang sudah join atau belum.
Dalam perkuliahan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, hanya ada sedikit kendala sinyal yang dialami oleh tidak lebih dari tiga orang mahasiswa yang berada di daerah.
Muhammad Ridwan Ikhsan, Ketua Kelas C matakuliah Metopen mengatakan di keadaan darurat corona, pembelajaran ini cukup efektif. Namun akan menjadi efektif bila sinyal temen-temen mahasiswa tidak terhambat.
“Kebetulan saya pakai wifi, kalau dari saya pribadi tidak masalah, namun untuk temen temen yang menggunakan kuota sebagian besar keberatan, mengingat dua jam lamanya pembelajaran online” jelasnya kepada Humas.
Sementara itu, di hari yang sama , Deny Dwi Hartomo, S.E.,M.Sc, Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen melakukan perkuliahan untuk matakuliah Manajemen Perbankan kelas C dengan WAG.
Penggunaan WAG sengaja dipilihnya untuk tidak terlalu membebani kuota bagi mahasiswa meskipun memang interaksi melalui WAG terbatas hanya tulisan atau voice record dan tidak bisa kontak mata dengan mahasiswa.
“Alhamdulillah seluruh mahasiswa 100% bisa mengakses, dibuktikan dari view setiap chat oleh seluruh mahasiswa. Dan whatsapp tidak butuh kuota banyak. Video conference lebih efektif namun butuh kecepatan dan kuota data yg lumayan yang tentunya mahasiswa mungkin akan terbebani” paparnya
Dalam perkuliahan yang berlangsung kurang lebih 2,5 jam, sempat ada kendala di pengiriman video presentasi mahasiswa karena maksimal file 60 mb saja. Lebih dari itu harus di-split.
Dr. Aisyah dan para mahasiswa dengan Aplikasi Webex
Dosen FEB yang lain, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si, menggunakan dua aplikasi dalam perkuliahannya yang dilakukan berturut-turut di 3 kelas, Webex untuk dua kelas S-1 Ekonomi Pembangunan dan Google Meeting untuk perkuliahan di kelas S-3 Manajemen.
Dari dua aplikasi yang digunakan itu, Dr. Aisyah juga mengalami kendala teknis terutama kesulitan connect dan suara yang kurang jelas terdengar.
Meskipun dalam prakteknya, masih ada beberapa kendala untuk penerapan aplikasi di perkuliahan daring, namun secara umum, perkuliahan dalam kondisi kedaruratan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. (Humas)
Following the Rector of Universitas Sebelas Maret (UNS) Circular Number: 1480 /UN27/HK/2020 Regarding Early Precautions, Preparedness, and Anticipatory Measures to Prevent the Spread of Covid-19 Infection in UNS, the Dean of the Faculty of Economics and Business (FEB), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., has coordinated with all Vice Dean, Head of Study Program, Head of Unit, and Head of Sub-Unit to start the cleaning process in all facilities of FEB UNS.
Following the coordination, Monday, March 16, 2020, a cleaning process and disinfectant spraying was conducted in all FEB UNS facilities such as the Head office, administrative room, lecturer room, classroom, laboratory, Student Activity Unit room, toilet, and mushola.
The disinfectant spraying was focused on the parts that are often touched by people such as door handles, chairs, tables, stairs, elevators, and many others. Moreover, the Mukenas and carpet in FEB UNS Al Latif Mushola will not be enabled for the time being. For religious activities, congregants can bring their own prayer mats and Mukenas. To anticipate any congregant who does not bring praying mats and, thus, needs to pray on the floor, cleaning staff is ready to clean up the floor after the praying is over. The FEB UNS also provides hand sanitizer in several Faculty buildings that can be used by the academics member and general public.
“In this condition, cleaning and disinfectant spraying on the facilities is important. I hope that all FEB UNS academic members will support this program. Let us together made the FEB campus become a healthy campus,” the Dean stressed.
The cleaning and disinfectant spraying on FEB UNS facilities can be finished within a day. During the spraying process, the faculty head and staff were requested to remain outdoor until the disinfectant “smell” has completely vanished.
A day before the facility spraying, the Head of FEB UNS Meeting was conducted in FEB UNS meeting Room 1 to discuss the operationalization of the Rector Circular especially the implementation of online lectures, the division of work hours for the academic support staff, and other matters.
The Dean hopes that all the Head of Study Program can disseminate the result of the FEB UNS Meeting in their WhatsApp group, thus all faculty members can understand the measures that have been agreed at the meeting. (Humas)
Menindaklanjuti Edaran Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Nomor: 1480 /UN27/HK/2020, tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Corona Virus Disease (Covid) -19 di lingkungan UNS, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. telah berkoordinasi dengan Para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi), Kepala Unit dan Kepala Sub Bagian untuk mulai melakukan upaya pembersihan di semua fasilitas kampus FEB.
Tindak lanjut dari koordinasi tersebut, Senin, 16 Maret 2020 dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di semua fasilitas FEB, meliputi ruang kerja pimpinan, ruang administrasi, ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), toilet dan mushola .
Penyemprotan disinfektan terutama diarahkan untuk beberapa sisi yang sering dipegang orang seperti handel pintu, kursi, meja, tangga, lift dan sebagainya.
Selain itu, karpet dan mukena di Mushola Al Latif FEB sementara waktu tidak difungsikan. Untuk aktifitas ibadah, jamaah dapat membawa sajadah dan mukena sendiri. Antisipasi bagi jamaah yang tidak membawa sajadah dan harus sholat di lantai, petugas kebersihan disiapkan untuk membersihkan lantai usai sholat.
Fakultas juga telah menyediakan hand sanitizer di beberapa gedung FEB yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika FEB dan juga pihak eksternal.
“Dalam kondisi seperti ini, pembersihan dan penyemprotan dengan disinfektan terhadap fasilitas sangat penting. Saya berharap seluruh civitas akademika FEB UNS mendukung program ini. Mari kita bersama-sama menjadikan kampus FEB menjadi kampus yang sehat” tegas Dekan.
Pembersihan dan penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas FEB selesai dalam sehari. Selama proses penyemprotan berlangsung, pimpinan dan staf berada di luar ruangan hingga “bau” disinfektan benar-benar hilang.
Pagi hari sebelum penyemprotan fasilitas, di Ruang Sidang I FEB UNS, Dekan menggelar Rapat Pimpinan yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan FEB untuk membahas operasionalisasi Surat Edaran Rektor terutama tentang pembelajaran daring (online), pembagian jam kerja bagi tenaga kependidikan dan hal-hal terkait lainnya.
Dekan berharap agar para Kaprodi dapat mensosialisasikan hasil Rapat Pimpinan yang telah digelar hari ini di grup WA masing-masing sehingga para dosen bisa sepenuhnya memahami langkah-langkah yang telah disepakati di rapat tersebut. (Humas)
Dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis ke-44 Universitas Sebelas Maret (UNS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menyelenggarakan Peragaan Busana Adat Nusantara, Rabu 11 Maret 2020 di Aula FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh Dosen, Tenaga Kependidikan, Dharma Wanita dan Mahasiswa FEB UNS dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph.D, Ak.
Dekan dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia melihat nuansa yang sangat berbeda dari hari sebelumnya, semua yang hadir di aula mengenakan pakaian adat nusantara, sangat meriah dengan keberagamaan.
“Perbedaan di lingkungan sekitar kita pasti ada dan bukan menjadi hal yang harus dipertentangkan. Perbedaan yang ada harus kita syukuri sebagai kekayaan negeri kita” paparnya.
Dekan juga berterimakasih dan sangat mengapresiasi kepada Dosen, Tenaga Kependidikan, Dharma Wanita dan Mahasiswa FEB UNS yang sudah berpartisipasi memeriahkan kegiatan dalam rangka Dies Natalis UNS.
Di akhir sambutannya, Dekan mengajak seluruh yang hadir untuk mendoakan UNS agar menjadi lembaga yang makin jaya dan bermanfaat bagi bangsa.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum dalam kunjungan ke FEB UNS di tengah-tengah acara peragaan busana merasa sangat berbahagia dan mengapresiasi gempitanya partisipasi dari civitas akademika FEB UNS.
“Dari kunjungan sebelumnya ke beberapa fakultas lain di UNS, FEB partisipasinya terbanyak” jelasnya.
Dengan pakaian adat yang beragam yang dikenakan civitas akademika FEB UNS menunjukkan adanya kebinekaan. Namun demikian walaupun dengan pakaian yang berbeda-beda tetap menjadi satu dalam keluarga besar UNS.
Dari hasil peragaan busana yang diikuti sekitar 120 peserta, juri menetapkan 9 orang sebagai pemenangnya berdasarkan penilaian yang meliputi kostum, tata rias dan penampilan.
Yohana Tamara, SE, MM berhasil meraih juara 1, Emi Indrawati, SE raih juara 2, Dra.Ign. Sri Seventi P, M.Si juara 3, Winny Perwithosuci, SE juara harapan 1 , Ika Warsiyanti,S.Kom juara harapan 2 , dan Amina Sukma Dewi, SE, M.Sc. juara harapan 3.
Tiga penghargaan lain juga diumumkan yakni untuk kategori kostum terbaik diraih oleh Indrian Supheni, SE, M.Aks, penampilan terbaik diraih Kuncoro dan pemenang favorit Ari Kuncoro Widagdo, SE, MBA, Ph.D.,Ak.
Bagi juara 1 dan penampilan terbaik akan mewakili FEB UNS untuk tampil di tingkat universitas tanggal 21 Maret mendatang pada saat pagelaran wayang kulit. (Humas)