FEB

Blog

  • Guest Lecture of the Bachelor’s Degree Program in Management Discusses the Latest Trends and Issues in the Field of Organizational Behavior

    Guest Lecture of the Bachelor’s Degree Program in Management Discusses the Latest Trends and Issues in the Field of Organizational Behavior

    The Bachelor of Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) held a Guest Lecture entitled ‘Trend and Current Issues in Organizational Behavior,’ on Tuesday, April 30, 2024. The guest lecture, which took place virtually through Zoom Cloud Meeting was attended by undergraduate and postgraduate students and lecturers at FEB UNS.

    The activity attended by more than 170 participants, was presented by guest lecturer Desiree van Dun from the University of Twente, Netherlands.

    Dr. Van Dun delivered the material entitled ‘Leading Industry 4.0: Changing the Roles of Leaders and Employees.

    She opened the session with an explanation that Industry 4.0 refers to the fourth industrial revolution which is characterized by the use of the Internet and the Internet of Things (IoT), where these changes have a significant impact on organizational behavior.

    “Some of the significant effects of this industrial revolution include the changing role of operators with the use of robots or drones as well as the role of artificial intelligence (AI) in highly specialized activities, such as cancer diagnosis,” explained Dr. van Dun.

    However, she added that although Industry 4.0 affects the role of employees in the organization, the success of implementing the latest technology also depends on the actors in the organization. In this case, there are three scenarios for the application of technology in the work environment, including a scheme where technology/robots are positioned in front of employees so that robots have a role to interact directly with customers.

    This scheme is often applied in the customer service process, where customers will interact with chatbots for general questions or problems, and if there are more complex problems the system will direct customers to directly interact with employees (humans).

    The second scheme is to put robots/systems side by side with employees, where technology will help employees when interacting with customers. The last scheme that can be applied is the placement of systems/programs behind employees, where programs/systems execute processes and tasks from the back office.

    Regarding the influence of technology on the role of leaders and employees, Dr. van Dun explained that with the help of technology, organizational members have more time to explore existing options and be creative.

    “The existence of Industry 4.0 requires higher creativity for both employees and leaders. Moreover, technology can also increase the level of individualism because employees work and interact with technology more often than other colleagues,” explained Dr. van Dun.

    Furthermore, Dr. van Dun also explained employee responses to changes related to the application of technology, which can be divided into four response groups.

    The four response groups are change disengagement, employees view changes negatively but do not actively resist changes; change resistance, employees who actively show or express resistance to changes; change acceptance, employees accept changes but do not actively show support, and the last is proactive change, employees actively show support and participation in changes. In this case, the leader needs to use a different approach for each group.

    “As leaders, we must give equal attention to groups that are proactive towards change, as well as listening to and addressing the concerns of groups that resist because they actually have a lot of input for leaders,” said Dr. van Dun.

    In the guest lecture that lasted more than two hours, participants were invited to interact directly through Mentimeter, where they could respond directly to several questions from the speaker. In addition, participants were also given the opportunity to submit questions directly to Dr. van Dun in a question-and-answer session.

  • Tendik FEB Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penggunaan APAR

    Tendik FEB Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Simulasi Penggunaan APAR

    Mitigasi merupakan tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mengendalikan risiko atau dampak negatif dari suatu peristiwa atau situasi.

    Mitigasi kebakaran meliputi langkah-langkah yang diambil untuk mencegah terjadinya kebakaran atau mengurangi dampaknya jika kebakaran terjadi. Contohnya termasuk memastikan bahwa bangunan memiliki jalur evakuasi yang aman, memasang alat pendeteksi asap, serta melatih orang-orang dalam penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan prosedur darurat.

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng  CV. Bina Cipta Abadi menggelar pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi penggunaan APAR usai Senam Pagi, Jumat  19 April 2024 di lapangan futsal  FEB.

    Pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi penggunaan APAR merupakan langkah penting dalam meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan Civitas Akademika FEB UNS dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.

    Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para Tenaga Kependidikan (Tendik) dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menangani kebakaran dengan cepat dan efektif.

    Koordinator Tata Usaha FEB, Iwan Kusmartono, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara rutin.

    “Pelatihan ini perlu dilakukan secara rutin, karena memang ada proses penilaian dari universitas  terhadap Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Hidup (K3L) di fakultas. Ini juga untuk men-charge kemampuan teman-teman Tendik, khususnya tenaga keamanan agar tidak lupa terhadap fungsi masing-masing. Disamping itu, Tendik tahu bagaimana proses jika ada darurat kebakaran, korsleting. Harapan kami semuanya dapat mengikuti arahan dari instruktur” tuturnya.

    Dikatakan Iwan, hari ini sekaligus juga diagendakan visitasi ke beberapa gedung. Yang memungkinkan untuk ditambahkan alat-alat yang diperlukan maka akan diadakan agar ke depan seluruh fasilitas K3L bisa lengkap.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, menegaskan bahwa yang utama dan pertama adalah K3L menjadi modal dasar kita, K3L harus melekat kepada institusi.

    “Semoga aktifitas ini menjadi ajang rutin dengan pengembangan atau peningkatan sesuai kebutuhan yang mungkin terjadi. Terimakasih kepada tim dari Damkar yang sudah hadir untuk memandu dan semua tendik untuk kebersamaannya mengikuti pelatihan” ungkapnya.

    Di pelatihan itu, peserta diajarkan cara mencegah kebakaran, teknik memadamkan api, serta penggunaan APAR yang tepat. Selain itu, pelatihan juga meliputi pengetahuan tentang tindakan darurat yang harus diambil saat menghadapi situasi kebakaran.

    Instruktur menjelaskan juga cara penanganan mengisolasi api dari oksigen, salah satunya dengan cara tradisional menggunakan karung goni, handuk atau segala jenis kain, yang penting jangan kain sintetis.

    “Jika terjadi kebakaran, ambil goni atau handuk atau kain di sekitar kita, celupkan air lalu diselimutkan ke api. Ketika menyelimutkan, cara memegang ujung-ujungnya dijepit antara telunjuk dengan ibu jari, lalu telapak tangan diputar, fungsinya untuk melidungi kita. Perhatikan arah angin, jika arah angin ke utara, posisi kita ada di selatan. Cara berjalan agak serong, jangan sampai api menyambar kita. Jika sudah maju jangan pernah mundur lagi, harus yakin, karena ketika sudah maju lalu mundur lagi, api akan mengikut arah kain. Tutup api dengan goni, api akan padam” paparnya.

    Selanjutnya dijelaskan langkah yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran gas di rumah: 1. Jangan sekali-kali menyalakan atau mematikan listrik, karena akan menimbulkan percikan api meski kecil, itu akan menjadi pemantik, biarkan yang nyala tetap nyala, yang mati tetap mati; 2. Buka pintu dan jendela agar ada sirkulasi udara yang besar; 3. Lepas regulator dan bawa tabungnya keluar, ditunggu 15 menit agar gas keluar semua, ketika sudah tidak ada bau gas, sudah aman.

    “Jika terjadi kebakaran, yang pertama dan paling utama adalah jangan pernah panik. Biasanya kebakaran menjadi bertambah besar, salah satu penyebabnya karena panik, segera telepon pemadam kebakaran, lalu lakukan penyelamatan diri atau orang-orang di sekitar dan jika memungkinkan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Beberapa teknik yang pernah didapatkan dari pelatihan bisa dilakukan” ungkap instruktur menegaskan.

  • International Research Collaboration: UNS, UMPO, and Universiti Malaya Initiate the Development of Inclusion in Entrepreneurship for Disabled Community

    International Research Collaboration: UNS, UMPO, and Universiti Malaya Initiate the Development of Inclusion in Entrepreneurship for Disabled Community

    Universitas Sebelas Maret (UNS) and Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) together with Universiti Malaya (UM) Malaysia initiated innovative research as an effort to collaborate on cross-border research.

    The UNS team is led by Ari Kuncoro Widagdo, Ph.D., consisting of Prof. Rahmawati and Dr. Sri Hartoko. The collaboration was represented by Dr. Rochmat Aldy from UMPO, and Prof. Noor Ismawati Binti Jaafar, from Universiti Malaya. In addition to cross-country collaboration, this activity also involved three students, two students from postgraduate programs and one student from FEB UNS undergraduate students.

    In their media release to feb.uns.ac.id, Dr. Rahmawati reveals that this collaboration aims to investigate and develop an inclusion innovation model for Persons with Disabilities (PwD) by encouraging digital innovation and entrepreneurship as a significant step toward economic inclusion and community empowerment.

    It is said that persons with disabilities (PwD) are usually at higher risk of limited access to education and educational facilities, lower employment rates, and higher poverty rates. PwD also faces various obstacles to social and economic inclusion in society.

    “Developing countries, including Indonesia and Malaysia, continue to strive to ensure greater inclusion for people with disabilities by equalizing opportunities and ensuring the full inclusion and participation of people with disabilities in society. For example, craftsmen from the PwD community produce Batik Ciprat in Karangpatihan Village, Ponorogo, Indonesia, where there are 205 people with disabilities living there. Similarly, in Malaysia, there are disability NGOs, namely Rumah Harapan and Batik Kuala Lumpur, which have zones for disabled batik artisans. Despite facing stereotypes, stigma, and discrimination, the PwD community continues to run their business,” she explained.

    This study used observations of people with disabilities who run their own businesses and Focus Group Discussions (FGD) with stakeholders in the disability community. She further explained that this research collaboration emphasizes the importance of cross-country partnerships in facing urgent social challenges and encouraging inclusive development.

    Hopefully, by employing the expertise and shared resources from UNS, UMPO, and UM, this research can have great potential in exploring the entrepreneurial potential of PwD, as well as contributing to economic resilience and broader social inclusion throughout the region, especially in Indonesia and Malaysia.

    As the study progresses, stakeholders and policymakers can gain valuable insights that can be used in evidence-based interventions and policy reform.

    The goal is to create an environment that supports PwD entrepreneurship. With cross-disciplinary dedication and collaboration, these universities are at the forefront of driving positive change and creating a more inclusive society for all.

  • Kolaborasi Penelitian Antarnegara: UNS, UMPO dan Universiti Malaya Inisiasi Pengembangan Inklusi Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

    Kolaborasi Penelitian Antarnegara: UNS, UMPO dan Universiti Malaya Inisiasi Pengembangan Inklusi Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

    Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bersama dengan Universiti Malaya (UM) Malaysia menginisiasi penelitian yang inovatif sebagai upaya kolaborasi penelitian lintas batas negara.

    Tim dari UNS diketuai oleh Ari Kuncoro Widagdo, Ph.D, beranggotakan Prof. Rahmawati dan Dr. Sri Hartoko. Dari UMPO, Dr. Rochmat Aldy dari UMPO. Sedangkan dari Universiti Malaya Prof. Noor Ismawati Binti Jaafar.

    Di kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa, dua dari pascasarjana dan satu dari mahasiswa S-1 FEB UNS.

    Kepada feb.uns.ac.id, Prof. Rahmawati menyampaikan, kerja sama ini bertujuan untuk menyelidiki serta mengembangkan model inovasi inklusi untuk Penyandang Disabilitas (PwD) dengan mendorong inovasi dan kewirausahaan digital sebagai langkah signifikan menuju inklusi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

    Dikatakan, penyandang disabilitas (PwD) biasanya berisiko lebih tinggi mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan dan fasilitas pendidikan, tingkat pekerjaan yang lebih rendah, dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi. PwD juga menghadapi berbagai hambatan dalam inklusi sosial dan ekonomi di masyarakat.

    “Negara berkembang, termasuk Indonesia dan Malaysia, terus berupaya untuk menjamin inklusi yang lebih besar bagi orang dengan disabilitas dengan menyamaratakan peluang dan memastikan inklusi dan partisipasi penuh orang dengan disabilitas dalam masyarakat. Misalnya, para pengrajin dari komunitas PwD memproduksi Batik Ciprat di Desa Karangpatihan, Ponorogo, Indonesia, di mana terdapat 205 orang disabilitas yang tinggal di sana. Demikian pula di Malaysia, terdapat LSM disabilitas, yaitu Rumah Harapan dan Batik Kuala Lumpur, yang memiliki zona untuk pengrajin batik disabilitas. Meskipun menghadapi stereotip, stigma, dan diskriminasi, komunitas PwD terus menjalankan bisnis mereka” paparnya.

    Penelitian ini menggunakan observasi terhadap penyandang disabilitas yang menjalankan bisnis mereka sendiri dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan di komunitas disabilitas.

    Lebih lanjut dijelaskan, kerja sama penelitian ini menegaskan pentingnya kemitraan lintas batas dalam menghadapi tantangan-tantangan sosial yang mendesak dan mendorong pembangunan inklusif.

    Diharapkan, dengan memanfaatkan keahlian dan sumber daya bersama dari UNS, UMPO, dan UM, penelitian ini memiliki potensi besar dalam menggali potensi kewirausahaan PwD, serta berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi dan inklusi sosial yang lebih luas di seluruh wilayah, khususnya di Indonesia dan Malaysia.

    Seiring berjalannya penelitian ini, para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan dapat memperoleh wawasan yang berharga yang dapat digunakan dalam intervensi berbasis bukti dan reformasi kebijakan.

    Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung kewirausahaan PwD. Dengan dedikasi dan kolaborasi lintas disiplin, universitas-universitas ini berada di garis depan dalam mendorong perubahan positif dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif bagi semua.

  • Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Guest Lecture bertajuk ‘Trend and Current Issues in Organizational Behavior, Selasa, 30 April 2024.

    Guest Lecture yang berlangsung secara daring melalui Zoom Cloud Meeting tersebut dihadiri oleh mahasiswa program sarjana dan pascasarjana serta dosen di FEB UNS

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 170 peserta tersebut menghadirkan dosen tamu Desiree van Dun dari University of Twente, Netherlands.

    Dr. Van Dun menyampaikan materi dengan judul ‘Leading Industry 4.0: Changing the Roles of Leaders and Employees.

    Ia menjelaskan bahwa industri 4.0 merujuk pada revolusi industri keempat yang diwarnai dengan penggunaan internet dan internet of things (IoT), dimana perubahan tersebut memiliki dampak yang signifikan pada perilaku organisasi.

    “Beberapa efek signifikan dari revolusi industri ini antara lain seperti berubahnya peran dari operator dengan penggunaan robot ataupun drones serta peran kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI) dalam kegiatan yang sangat terspesialisasi, seperti contohnya diagnosa kanker,” jelas Dr. van Dun.

    Meskipun begitu, Ia menjelaskan bahwa meskipun industri 4.0 mempengaruhi peran pegawai dalam organisasi, kesuksesan dari penerapan teknologi terbaru juga tergantung pada pelaku dalam organisasi. Dalam hal ini terdapat tiga skenario penerapan teknologi di lingkungan kerja antara lain skema dimana teknologi/robot diposisikan di depan pegawai sehingga robot memiliki peran untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

    Skema tersebut sering diterapkan dalam proses pelayanan pelanggan, dimana pelanggan akan berinteraksi dengan chatbot untuk pertanyaan atau permasalahan umum, dan apabila terdapat permasalahan yang lebih kompleks sistem akan mengarahkan pelanggan untuk langsung berinteraksi dengan pegawai (manusia).

    Skema kedua adalah dengan memposisikan robot/sistem bersandingan dengan pegawai, dimana teknologi akan membantu pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Skema terakhir yang dapat diterapkan adalah penempatan sistem/program dibelakang pegawai, dimana program/sistem mengeksekusi proses dan tugas dari back office.

    Terkait pengaruh teknologi pada peran pemimpin dan pegawai, Dr. van Dun menjelaskan bahwa dengan bantuan teknologi, anggota organisasi memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi pilihan yang ada dan menjadi kreatif.

    “Adanya industri 4.0 membutuhkan kreatifitas lebih tinggi baik bagi pegawai dan pemimpin. Selain itu, teknologi bisa juga meningkatkan tingkat individualism karena pegawai lebih sering bekerja dan berinteraksi dengan teknologi dibandingkan dengan kolega lain,” jelas Dr. van Dun.

    Lebih lanjut, Dr. van Dun juga menjelaskan terkait respon pegawai terhadap perubahan terkait penerapan teknologi, yang dapat dibagi menjadi empat kelompok respon.

    Empat kelompok respon tersebut yakni change disengagement, pegawai memandang perubahan secara negatif namun tidak secara aktif menolak perubahan; change resistance,  pegawai secara aktif menunjukkan atau menyampaikan penolakan terhadap perubahan; change acceptance, pegawai menerima perubahan namun tidak secara aktif menunjukkan dukungan, dan yang terakhir adalah change proactive, pegawai secara aktif menunjukkan dukungan serta partisipasi dalam perubahan. Dalam hal ini, pemimpin perlu menggunakan pendekatan yang berbeda untuk setiap kelompok.

    “Sebagai pemimpin, kita harus memberikan perhatian yang sama kepada kelompok yang proaktif terhadap perubahan, sekaligus mendengarkan dan menangani kekhawatiran kelompok yang menolak karena mereka mempunyai banyak masukan untuk para pemimpin,” ungkap Dr. van Dun.

    Dalam kuliah tamu yang berlangsung lebih selama dua jam tersebut, peserta diajak untuk berinteraksi secara langsung melalui Mentimeter, dimana mereka dapat memberikan respon secara langsung pada beberapa poin pertanyaan dari pembicara. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Dr. van Dun dalam sesi tanya jawab.

  • Prodi S-1 EP Gelar Seminar Personal Branding: Menggali Kekuatan Identitas Individu

    Prodi S-1 EP Gelar Seminar Personal Branding: Menggali Kekuatan Identitas Individu

    Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Nutrifood menyelenggarakan seminar yang membahas Personal Branding.

    Acara yang informatif ini dirancang untuk melengkapi mahasiswa dengan keterampilan yang tak tergantikan untuk membentuk personal branding yang unik dalam lanskap profesional yang kompetitif saat ini.

    Acara yang berlangsung pada 24 April 2024 menghadirkan pembicara utama Bastian Zeller Marsudi, Manajer Marketing area Jawa Tengah dari Nutrifood.

    Bastian, seorang pakar yang berpengalaman dalam pemasaran dan manajemen merek, berbagi wawasan yang mendalam tentang pentingnya personal branding dan dampaknya yang sangat signifikan pada kemajuan karir.

    Seminar dimulai dengan sambutan Plt. Kepala Program Sudi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D.. Ia menegaskan pentingnya personal branding dalam menavigasi lintasan karir kontemporer, mempersiapkan panggung untuk diskusi yang menarik dan mendalam.

    “Personal branding berfungsi sebagai katalisator untuk kesuksesan profesional, memungkinkan individu untuk menciptakan identitas unik mereka di tengah persaingan yang ketat. Dalam lanskap ekonomi yang dinamis saat ini, kemampuan untuk secara strategis membentuk dan mengkomunikasikan personal branding sangatlah penting, ” ujarnya.

    Melalui presentasi dinamis dan sesi interaktif oleh pembicara yaitu Bastian Zeller Marsudi, peserta akan mendapatkan wawasan berharga tentang berbagai aspek personal branding, termasuk mengungkap dan memanfaatkan kekuatan dan atribut personal, membangun kehadiran online yang menarik dan kohesif, membentuk narasi merek yang resonan yang secara autentik mencerminkan nilai dan aspirasi individual serta menavigasi tantangan dan memelihara keaslian dalam usaha personal branding

    “Saya sangat antusias untuk mendapatkan pengetahuan dari Nutrifood dalam menawarkan kesempatan transformasional ini untuk dapat menjelajahi ranah personal branding,” ungkap Fikri Nufian sebagai mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

    Sementara itu, Amelia, Mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS mengatakan dengan berinvestasi dalam pengembangan pribadi, mahasiswa dapat membuka pintu menuju kemungkinan tak terbatas dan mendorong diri menuju keunggulan profesional.

    Seminar ini terbuka untuk mahasiswa, alumni, dan profesional, mengundang mereka untuk memulai perjalanan penemuan diri dan pemberdayaan melalui personal branding. Peserta memiliki kesempatan untuk terhubung dengan para ahli industri dan rekan sejawat, membentuk hubungan yang berarti dan kolaborasi untuk usaha masa depan.

  • Deputi Komisioner Advisor Senior Direktorat Operasional Sumber Daya Manusia OJK, Anto Prabowo Raih Gelar Doktor dari PDIE UNS

    Deputi Komisioner Advisor Senior Direktorat Operasional Sumber Daya Manusia OJK, Anto Prabowo Raih Gelar Doktor dari PDIE UNS

    Deputi Komisioner Advisor Senior Direktorat Operasional Sumber Daya Manusia (SDM) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo berhasil meraih gelar Doktor dari Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Anto Prabowo berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kinerja Bank di Indonesia dalam Era Digitalisasi dan Perlindungan Konsumen dengan Pendekatan Structural Equation Modeling” dihadapan dewan penguji yang diketuai oleh Plt. Rektor UNS, Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H.

    Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS, Anto Prabowo digelar di Aula Konimex, Gedung 4 FEB UNS, Senin (22/4/2024). Dalam kesempatan tersebut, bertindak sebagai Ketua Tim Promotor, Prof. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc.,Ph.D., Promotor 1, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto,M.Com.(Hons).,Ph.D.,Ak; dan Promotor 2, Prof. Irwan Trinugroho,S.E.,M.Sc.,Ph.D. Sedangkan untuk Dewan Penguji terdiri dari Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. sebagai ketua; Dr. Atmaji, M.M.; Tastaftiyan Risfandy, S.E.,M.Sc.,Ph.D.; Dr. Hidajat Hendarsjah, S.Si., M.M. ; Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak.; dan Prof. Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA. (Penguji Eksternal dari UGM).

    Dihadapan Promotor dan Penguji, Anto Prabowo menyampaikan, pelindungan konsumen menguat sejak krisis 2008 dan digitalisasi di sektor perbankan menjadi suatu keniscayaan. Keduanya berjalan beriringan sehingga akan menjadi ketertarikan peneliti untuk melihat pengaruh diantara keduanya dan kaitannya dengan ukuran perusahaan dan pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital.

    “Masih sangat terbatas penelitian yang telah ada untuk melihat pengaruh antar variabel dimaksud. Layanan perbankan digital melalui orkestrasi ekosistem digital dan pelindungan konsumen merupakan 2 isu strategis di industri perbankan dalam dekade terakhir. Namun sayangnya studi yang secara komprehensif membahas hubungan antara pelindungan konsumen dan orkestrasi ekosistem masih sangat terbatas,” terang Anto Prabowo.

    Untuk itu, Anto Prabowo tertarik untuk membuat desertasi dengan judul “Kinerja Bank di Indonesia dalam Era Digitalisasi dan Perlindungan Konsumen dengan Pendekatan Structural Equation Modeling”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh ukuran bank terhadap pelindungan konsumen dan orkestrasi ekosistem digital serta dampaknya terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital di industri perbankan di Indonesia.

    “Penelitian ini diharapkan bisa mengisi kesenjangan baik secara teoritis maupun empiris pengaruh kompleks dari variabel-variabel dalam penelitian sehingga pertanyaan utama penelitian ini `Apakah terdapat pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap pelindungan dan ekosistem orkestrasi digital dan pengaruh keduanya terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital, termasuk hubungan dua arah antara kedua kinerja dimaksud,” imbuh Anto Prabowo.

    Studi ini mengkaji pengaruh ukuran bank terhadap perlindungan konsumen dan orkestrasi ekosistem digital serta dampaknya terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital pada kasus bank umum di Indonesia dengan menggunakan metode Structural Equations Modeling (SEM). Studi empiris menggunakan pendekatan kuantitatif ini memperoleh beberapa kesimpulan penting. Pertama, ukuran bank memiliki efek positif yang sangat kuat dan signifikan terhadap perlindungan konsumen dan orkestrasi ekosistem digital. Kedua, perlindungan konsumen tidak memiliki pengaruh positif atau pengaruh negatif yang signifikan terhadap orkestrasi ekosistem digital. Ketiga, perlindungan konsumen memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital. Keempat, orkestrasi ekosistem digital tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan, namun orkestrasi ekosistem digital memiliki efek positif yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja digital. Kelima, kinerja keuangan memiliki efek positif yang sangat kecil dan tidak signifikan terhadap kinerja digital. Kinerja digital memiliki efek yang positif dan relatif besar terhadap kinerja keuangan, namun masih belum signifikan. Dan kesimpulan keenam, ukuran bank memiliki pengaruh positif tidak langsung yang signifikan secara statistik terhadap kinerja keuangan dan kinerja digital melalui mediasi variabel perlindungan konsumen dan orkestrasi ekosistem digital.

    Diakhir Sidang Terbuka Promosi Doktor, Ketua Tim Penguji, Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. menyampaikan, Anto Prabowo dinyatakan lulus cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,81 masa studi 3,3 tahun. “Anto Prabowo merupakan doktor lulusan ke-173 PDIE FEB UNS,” ujar Dr. Chatarina.

    Ketua Tim Promotor, Prof. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc.,Ph.D. mengucapkan selamat kepada Anto Prabowo karena telah menyelesaikan studi doktornya. Prof. Wimboh berpesan kepada Anto Prabowo supaya tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan studi doktor. “Tetap produktif, jangan berhenti untuk belajar,” ujar Prof. Wimboh. HUMAS UNS

  • Intercultural Communication in Business from European Expert Perspective, Bachelor of Management Study Program Presents Guest lecture Business Communication and Marketing

    Intercultural Communication in Business from European Expert Perspective, Bachelor of Management Study Program Presents Guest lecture Business Communication and Marketing

    The Bachelor of Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), presented another guest lecture entitled Business Communication and Marketing: Communication in Global and Business Market.

    In this guest lecture session, the Management Undergraduate Study Program presented Lisa Arnold, Head of Content, Copywriter/Concept Designer, and Deputy Head of Creation InFlagranti Communication, Switzerland, virtually through Zoom Cloud Meeting.

    In the agenda that took place virtually on Friday, March 29, 2024, Lisa Arnold, who is the co-founder of Arnold-Riser Consulting, delivered a material entitled ‘Multicultural communication in business and its application in marketing,’ to more than 90 participants. According to her, multicultural communication has an important role in marketing, thus, it is important for students to understand cultural differences, especially in business.

    “Communication errors often occur in marketing, not only due to differences in language, but also due to differences in culture, business ethics, and non-verbal communication,” she explained.

    Furthermore, Lisa explained the importance of ‘global language’ in business, where a business person needs to pay attention to communication standards in different cultures. In a business context, a company that can implement intercultural communication has various advantages such as the ability to develop market reach, where the company may sell and market its products to other regions despite having different cultures and product preferences.

    A business with good intercultural communication can also successfully build international partnerships, improve product image, and attract global talent from various cultures, therefore, increasing business success at the international level.

    Aside from presenting materials related to communication, Lisa also presents examples of international brands that have successfully applied diversity in company marketing media. Furthermore, in the question and answer session, Lisa gave some tips for communicating product information, especially for the European market.

    Regarding the question of the most effective means for students to learn cultural diversity, Lisa answered that traveling and cultural agendas such as ‘UNS Cultural Night’ can be an effective medium for students to get to know cultures from other countries through the international students who are studying at UNS.

  • Undang Praktisi dari Eropa, Prodi S-1 Manajemen Hadirkan Guest lecture Business Communication and Marketing

    Undang Praktisi dari Eropa, Prodi S-1 Manajemen Hadirkan Guest lecture Business Communication and Marketing

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan kuliah tamu bertajuk Guest lecture Business Communication and Marketing: Communication in Global and Business Market.

    Pada sesi kuliah tamu (guest lecture) kali ini, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Lisa Arnold, Head of Content, Copywriter/Concept Designer, Deputy Head of Creation In Flagranti Communication, Switzerland, secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam agenda yang berlangsung secara virtual pada Jum’at, 29 Maret 2024 tersebut, Lisa Arnold, yang merupakan co-founder dari Arnold-Riser Consulting, menyampaikan materi berjudul ‘Multicultural communication in business and its application in marketing,’ kepada lebih dari 90 peserta yang hadir. Menurutnya, komunikasi yang multikultural memiliki peran yang penting dalam marketing, sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami perbedaan budaya, khususnya dalam bisnis.

    “Kesalahan komunikasi sering terjadi di marketing, tidak hanya disebabkan oleh perbedaan bahasa, namun juga karena adanya perbedaan dalam hal budaya, etika bisnis, hingga komunikasi non-verbal,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Lisa menjelaskan pentingnya ‘global language’ dalam bisnis, dimana seorang pelaku bisnis perlu memperhatikan standar komunikasi dalam budaya berbeda. Dalam konteks bisnis, sebuah perusahaan yang bisa menerapkan komunikasi antarbudaya memiliki berbagai kelebihan seperti kemampuan untuk mengembangkan jangkauan pasar, dimana perusahaan mungkin saja menjual dan memasarkan produknya ke daerah lain meskipun memiliki budaya dan preferensi produk yang berbeda.

    Sebuah bisnis dengan komunikasi antarbudaya yang baik juga dapat dengan sukses membangun partnership (kerjasama) internasional, meningkatkan citra produk, hingga menarik perhatian dari talenta global dari berbagai macam budaya sehingga dapat meningkatkan kesuksesan bisnis di tingkat internasional.

    Selain memaparkan materi terkait komunikasi, Lisa juga menampilkan contoh dari brand internasional yang sukses mengaplikasikan keberagaman dalam media marketing perusahaan. Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, Lisa memberikan beberapa tips dalam mengkomunikasikan informasi produk, khususnya untuk pasar Eropa.

    Terkait pertanyaan mengenai sarana yang paling efektif bagi mahasiswa untuk belajar keberagaman budaya, Lisa menjawab bahwa travelling dan agenda kebudayaan seperti ‘UNS Cultural Night’ dapat menjadi media yang efektif bagi mahasiswa untuk mengenal budaya dari negara lain lewat mahasiswa internasional yang sedang belajar di UNS.

  • Chelsea and Raida, Undergraduate Students in Development Economics Passed IISMA 2024 Selection

    Chelsea and Raida, Undergraduate Students in Development Economics Passed IISMA 2024 Selection

    FEB UNS – Chelsea Nadia Maharani and Raida Raisa Pari, Undergraduate Students in Development Economics, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) passed the Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024 Program. Both of them managed to pass the rigorous selection process along with 25 other UNS students. In this program, Chelsea Nadia Maharani chose Palacky University Olomouc, Czech Republic, while Raida chose Universiti Sains Malaysia, Malaysia.

    IISMA is a Kampus Merdeka program providing a scholarship scheme from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, which provides funding for Indonesian students to study in a one-semester mobility program at leading universities and industries abroad. This year, IISMA selection registration is open from 23 January – 19 February 2024 involving multiple selection stages including administrative selection, nationalism examination, and interviews.

    The IISMA preparation series at UNS begins with an internal screening that selects students who are interested in participating in IISMA. From the internal screening process carried out by the International Office (IO), students who pass the previous selection stage will take part in the preparation of the English Proficiency Test (EPT) at the Language Technical Implementation Unit (UPT) covering 20 training sessions.

    Students who get EPT scores that meet the IISMA standards can follow the preparation for essay writing, preparation for interviews, and mentoring by IISMA alumni. Assistance by IISMA alumni is carried out during the registration process until the completion of the interview selection. To feb.uns.ac.id, Chelsea and Raida shared their stories on how they passed the qualification selection for IISMA 2024.

     

    Chelsea Nadia Maharani: Don’t Be Afraid to Try Everything New

    Chelsea said that her desire to participate in the IISMA program started in the 4th semester. According to her, this program can be a suitable path for her to be able to learn and have an impact, both for personal development and even the surrounding environment.

    The purpose of this program itself according to Chelsea is excellent because it opens opportunities for Indonesian students to gain knowledge and experience in studying abroad, which can later be implemented for the development of Indonesia. “I personally feel that there are several stages of registration that are quite tricky. It is necessary for us to commit to completing all the preparation and registration because there are quite a few required documents to be prepared. But because I was in a fairly supportive environment, I always felt motivated during the preparations,” she said.

    Furthermore, the reason for choosing Palacky University Olomouc was because Chelsea had previously planned her career path in the future. “The host university that I choose is already on the top list of host universities I would like to take since last year because the courses offered can support my career in the future,” she said.

    Chelsea also advised her fellow students, as written in her essay as one of the IISMA requirements, “Life is just like a box of chocolate, you never know what flavor you get unless you try it first,” -Forest Gump. Take advantage of all the opportunities around you. Because, personally, I believe every academic and organizational activity can offer you a completely different experience and knowledge. So, don’t be afraid to try all new things,” she concluded.

     

    Raida Raisa Pari: That Challenge Can Be an Opportunity to Grow and Learn

    The desire to attend IISMA actually arose from the beginning of her study because the opportunity to study abroad was very interesting, but Raida could only register for this opportunity in the 6th semester. According to her, one of the difficulties during the IISMA registration is the number of administrative documents that must be completed. This is because Raida had a short time when she wanted to register for IISMA, and it coincided with her internship in Jakarta. Additionally, the stage that she found difficult was the interview. Fortunately, UPT KLI provided a Zoom meeting to prepare for the interview and it really helped her to practice the interview.

    “Because of the limited time, I didn’t have much time to prepare myself, especially when doing English tests, so I could only rely on my past knowledge and memory. As for interview preparation, from the day before, I had practiced answering several questions and did not forget to also pray and make a mental preparation,” she explained.

    Universiti Sains Malaysia has a good university ranking and its location in Penang makes it more attractive. Raida chose Malaysia because of its proximity to Indonesia and similar demographics. As a Muslim student, Raida thought that Malaysia would be the right country because it would definitely be easy to find places of worship and halal food.

    Raida advised that students who want to register for IISMA can prepare themselves from the previous year, thus they will not miss information, because UNS conducted an internal screening stage for applicants. Then you should also prepare well to take the English test because the cost is not cheap. If possible, do not repeat the test for technical reasons (especially if you choose the DET test).

    “Keep believing in your potential and remember that every challenge can be an opportunity to grow and learn,” Raida concluded encouragingly.