FEB

Penulis: admin

  • Prodi S1 Manajemen Sosialisasikan Sistem Pembimbingan Skripsi Terintegrasi

    Prodi S1 Manajemen Sosialisasikan Sistem Pembimbingan Skripsi Terintegrasi

    Program Studi Manajemen FEB UNS menggelar sosialisasi sistem pembimbingan skripsi terintegrasi kepada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi di semester Agustus 2019-Januari 2020, Kamis, 5/9/2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Dr. Atmaji, Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Manajemen FEB UNS mengharapkan dengan sistem pembimbingan terintegrasi ini akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi dengan cepat.

    “Harus ada kerjasama antara pendidik dan yang dididik, agar penyusunan skripsi dapat diselesaikan dalam waktu 6 bulan. Boleh konsultasi seminggu 3 kali, bahkan ada dosen di prodi manajemen yang bersedia membimbing selama penuh dalam seminggu” jelas Dr. Atmaji memberikan semangat kepada mahasiswa, yang diapresiasi dengan riuh tepuk tangan.

    Cepatnya penyelesaian studi, tidak hanya untuk kepentingan mahasiswa saja, namun juga memberikan kontribusi bagi fakultas. Tantangan ke depan untuk mempertahankan akreditasi yang telah kita capai akan semakin berat lagi.

    Di kesempatan yang sama, Dr. Lilik Wahyudi mensosialisasikan sistem yang telah dibangun Prodi S1 Manajemen dan dapat diaplikasikan langsung untuk mahasiswa.

    Sistem ini akan sangat membantu dalam proses penyelesaian skripsi mahasiswa mulai dari penyusunan proposal,pembimbingan, penyusunan skripsi, pengecekan plagiasi dan juga untuk memudahkan mendapatkan referensi yang diperlukan.

    “Sistem ini juga sangat bermanfaat sebagai alat pendeteksi perkembangan studi mahasiswa, sehingga permasalahan yang mengakibatkan tersendatnya studi mahasiswa dapat lebih awal dicarikan solusinya” jelas Dr. Lilik Wahyudi.

    Lebih lanjut dikatakan, sebelum proposal diajukan ada beberapa syarat di dalam sistem yang akan di atur yakni referensi utama dari jurnal terindeks Scopus Q1 hingga Q3, 5 tahun terakhir serta tema belum pernah digunakan mahasiswa lain.

    Pengecekan plagiasi akan mulai diberlakukan pada saat mahasiswa mengajukan seminar proposal agar mahasiswa bisa merevisi lebih dini terhadap konten yang disinyalir terkena unsur plagiasi dan dapat melanjutkan ke proses penyusunan skripsi.

    “Pastikan anda terbebas dari plagiasi, karena aturan dari Kemenristekdikti sangat jelas, meski sudah lulus, gelar bisa dicabut jika ditemukan sebagai plagiat” tegasnya

    Di sistem yang telah dibangun ini, juga sudah disediakan buku-buku yang sering dipakai, sehingga tidak ada mahasiswa yang beralasan tidak punya bukunya , mahasiswa tinggal mendownload. Untuk meminimalisir plagiasi dan memperkaya referensi bagi mahasiswa, beberapa buku teks yang dianggap penting juga akan ditambahkan dalam sistem.

    Dalam forum itu, mahasiswa juga berdiskusi seputar permasalahan yang dihadapi dan ditanggapi langsung oleh para dosen pengampu di masing-masing konsentrasi Prodi S1 manajemen.

  • Rektor Ajak Warga UNS Implementasikan 5 Pilar Pengembangan UNS

    Rektor Ajak Warga UNS Implementasikan 5 Pilar Pengembangan UNS

    Kita sudah menetapkan hati bersama-sama bahwa Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi benteng pancasila. Buktinya adalah, beberapa waktu lalu kita bisa melakukan sebuah akselerasi dalam pemilihan rektor yang dilakukan dengan musyawarah dan mufakat. Tak banyak perguruan tinggi yang bisa melakukan seperti itu.

    UNS juga terkenal dengan adanya kawasan pengamalan pancasila, ada enam tempat ibadah yang berdekatan, serasi , selaras, damai dan sejahtera.

    Hal itu disampaikan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Jamal Wiwoho diawal roadshow pimpinan UNS ke Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) UNS, Rabu, 4/9/2019.

    Kegiatan yang bertemakan Implementasi 5 pilar Kebijakan Pengembangan UNS dihadiri oleh tenaga pendidik dan kependidikan FEB UNS.

    Lima pilar kebijakan pengembangan UNS yang sangat penting dan harus dapat diimplementasikan oleh seluruh warga UNS yakni akselerasi profesionalisme dan kesejahteraan SDM, akselerasi publikasi dan inovasi, akselerasi re-orientasi sistem pembelajaran yang sejalan dengan era revolusi industri 4.0, pengembangan institusi dan penguatan literasi, serta optimalisasi bidang hukum, kerjasama dan birokrasi.

    “Kita akan selalu mendorong SDM di UNS, yang belum doktor segera doktor, yang belum profesor segera ke profesor. Manakala profesionalisme SDM meningkat, otomatis kesejahteraan juga akan meningkat” jelas Rektor

    Riset yang dihasilkan tidak sekedar memberikan laporan riset saja namun juga publikasi kita yang terindeks harus semakin ditingkatkan. Kita undang para editor-editor dari publikasi yang terindeks untuk melakukan pendampingan.

    Dalam hal pembelajaran, kita akan meninjau kembali pola pembelajaran dan mendesain sebuah sistem pembelajaran menuju 4.0 .

    Pada pengembangan institusi dan penguatan literasi, tahun ini dan tahun ke depan adalah dengan adanya program-program unggulan didalam Information and Communication Technologies (ICT),  mendesain sentralisasi data.

    Optimalisasi bidang hukum, kerjasama dan birokrasi, untuk menuju PTNBH, lebih dari 50 peraturan perundangan-undangan harus disesuaikan, baik SDM, aset maupun kerjasama dan hal-hal lain sesuai dengan dinamika perguruan tinggi berbadan hukum.

    Termasuk juga penting dalam hal birokrasi adalah memberikan layanan dengan baik dan penuh dengan keramahtamahan.

    “Kalau bisa dipermudah jangan sampai dipersulit, terutama layanan kepada mahasiswa harus ditingkatkan lebih baik karena sejatinya mahasiswa adalah pelanggan kita yang utama” tegasnya

    Dalam hal kerjasama, tidak hanya sekedar memorandum of understanding (MoU) tapi lebih kepada memorandum of action (MoA). Kerjasama kita harus kita dorong agar reveneu generating kita makin lama semakin meningkat.

    Diakhir presentasi, Rektor menyampaikan prestasi UNS di tahun 2019 , dalam perangkingan webometrics, UNS berada di peringkat 7 dan dari pemeringkatan Kemenristekdikti, UNS masuk klaster satu, rangking ke 12.

    Rektor berpesan agar kita tidak lengah atas prestasi yang diraih, tetap harus memacu terus, meningkatkan prestasi ke yang lebih baik.

  • INDEF INTERNSHIP PROGRAM

    INDEF INTERNSHIP PROGRAM BATCH III-2019

    INDEF invites final year university student or fresh graduate to participate in INDEF Internship Program for 3 months (Oct-Dec 2019).

    Participants will be involved in various positions as:

    INDEF Research Assistant
    1. Center of Macroeconomics and Finance
    2. Center of Investment, Trade, and Industry
    3. Center of Food, Energy, and Sustainable Development
    4. Center of Innovation and Digital Economy

    INDEF Program Support
    1. ISPE Officer
    2. Media Monitoring Officer
    3. Librarian
    4. Data Analyst

    For Further Information: indef.or.id/career

  • Toward Applied Bachelor: The Diploma in Accounting Study Program Conduct a Curriculum Workshop

    Toward Applied Bachelor: The Diploma in Accounting Study Program Conduct a Curriculum Workshop

    Vocational school is developed rapidly, this is driven by the publication of the Regulation of the Minister of Research, Technology, and Higher Education (Permenristekdikti) Number 54 of 2018 on the implementation of ‘Open Multi-Entry Multi-Exit (MEME)” vocational education systems with high flexibility. This enable the students to finish their study at Diploma level on 6th (sixth) semester, with no Drop-Out system.

    “All study program is encouraged to be an Applied Bachelor or Diploma 4, or if possible to the level of applied Master and Doctoral. To be able to achieve this, the curriculum of vocational school should be designed to cover 70% of practice and 30% of theory, which differs from the Bachelor program that more focused on theory,” explains Santoso Tri Hananto, the Director of Vocational School Universitas Sebelas Maret (UNS) during his opening remarks in Curriculum Workshop for Accounting and Taxation Diploma Study Program, Saturday 31st August, 2019.

    To support this learning system 50% the lecturer should come from industrial background. During internship course, the students are expected to work as if they are a real staff in the company and not only to fulfill their study obligation. Students are encouraged to take internship for approximately 5 (five) months. This aims to build a strong networking with industrial field.

    Further he explains that the composition for diploma program (3 years period) is 3-2-1, which mean students spent 3 (three) semesters for classroom lecture, the next 2 (two) semesters for internship, and the last 1 (one) semester for Final Project, which assessed by the university and industry member. Meanwhile for the 4 (four) years diploma program the composition is 4-3-1, where 4 (four) semesters for lecture, 3 (three) semesters for internship, and 1 (one) semester for Final Project.

    Related with the curriculum for the vocational school, one of the speakers, Muh. Nurcholis who is a Tax Consultant, provides several inputs on the courses that should be taught to the students. Nurcholis also mentions that the students should be trained to have a competency to not only work according to the standard operation and procedure or a standard job, but also a skill to work on manage a series of different tasks as well as a skill on fast and accurate decision-making when problem arises.

    Other speakers invited on the workshop are Eko Madyo Sutanto (Vice Director of PKU Muhammadiyah Solo Hospital) and Didi Rafii (Staff of Tax Office, Solo). The workshop is attended by students, alumni, lecturers, and practitioners from various field. Various inputs that was given by the participants will be considered for the management of the vocational program to improve the curriculum, especially for the Accounting and Taxation Diploma Study Program.

  • Pancasila Value Should be the Foundation of Community Behavior

    Pancasila Value Should be the Foundation of Community Behavior

    Activities that can deepen students’ understanding on Pancasila value is important as they will be the future leader of the nation. The noble value of Pancasila such as the spirit of harmony life and mutual cooperation should be enforced as the foundation of national life, especially in the industrial 4.0 era. This was expressed by the Dean of the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS in the Forum Aksi Pendekar Pancasila (Pancasila Character Education Action Forum) hosted by the Undergraduate in Accounting Study Program FEB UNS in collaboration with the Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia (KEMENKOMINFO), on Friday August 30th 2019 in FEB UNS Hall.

    Similar statement was given by the Director of Information and Communication on Human Development and Culture of KEMENKOMINFO, Wiryatna, Ph.D. An active behaviour from the community to implement Pancasila value is important, this applies in various fields either social or economics, in order to creating a prosperous society. “The tagline brought by the President of the Republic of Indonesia, which is ‘Excellent Human Resource (HR) Advanced Indonesia’, can be interpreted under HR context as a qualified HR who possess Pancasila character and highly competent will lead to an advanced Indonesia in 2024,” he (Wiryatna) explains.

    On the same occasion, another speaker Sudarsana, PGD in Pop&Dev, states that HR development become the key factor to win global competition, which should receive full support from all the stakeholders. “Superior and qualified human resource should have a strong character, resilient, persevering, creative, innovative, honest, and dedicated,” he explains.

  • UNS Inaugurate Wimboh Santoso as a Professor in Risk Management

    UNS Inaugurate Wimboh Santoso as a Professor in Risk Management

    The Universitas Sebelas Maret (UNS) inaugurate Wimboh Santoso as a Professor of non-permanent lecturer in Risk Management for the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS. The inauguration took place in GPH Haryo Mataram Hall in UNS, Monday, August 26th 2019.
    During the inauguration on the open Senate meeting that was attended by the Head of Ministries and/or Institution, Head of Local Government, and Head of financial service industries, Wimboh presented his inauguration speech entitled “Digital Revolution: New Paradigm in Finance and Economics. He mentions that digital culture creates a revolution in the community lifestyle and behavior in various aspect such as trading, transportation, education, and health care. The lifestyle in shopping has changed due to e-commerce. Most of the shopping center has changed into a meeting point, for various occasions. Various changes can also be found in education field such as e-learning and e-library. This can facilitate the teaching and learning process thus it can be conducted any where and any time. This will lead to cheaper education as it does not need great infrastructure to host an education service.
    Wimboh also states that digital revolution can be challenges to make innovation, improve economics competitiveness, and opening financial access to the community. “On the other side, there is a risk potential that can disrupt the economics and financial stability if the policymaker does not react to the change quickly,” Wimboh, who is one of FEB UNS alumni, who currently serves as the Chairman of the Board of Commissioner of Indonesia Financial Service Authority (OJK) for the period of 2017-2022 explains. Economics theory as well as regulatory and supervisory approach to the financial services industry will be irrelevant to be applied in current situation and a new approach that is more dynamic and contextual is needed.
    Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, the Rector of Universitas Sebelas Maret (UNS) during the opening remarks mention that UNS that currently is classified into the first cluster of the best universities in Indonesia need Wimboh’s expertise. “Aside from his theoretical understanding, he (Wimboh) is also expert in the financial field as he has serves as the Chairman of the Board of Commissioner in OJK, this will adds the repertoire of publications in UNS”, Jamal explains.
    Prof. Wimboh expertise will help UNS in facing the industry 4.0 era, where a disruption in higher education management will likely happened.

  • Menuju Sarjana Terapan, Prodi D3 Akuntansi dan Perpajakan Gelar Workshop Kurikulum

    Menuju Sarjana Terapan, Prodi D3 Akuntansi dan Perpajakan Gelar Workshop Kurikulum

    Perkembangan jalur vokasi sangat pesat, antara lain dengan telah dikeluarkannya Permenristekdikti nomor 54 tahun 2018 tentang penyelenggaraan pendidikan vokasi sistem terbuka Multi Entri Multi Exit (Meme) dengan fleksibilitas yang tinggi.

    Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk berhenti studi pada jenjang Diploma 3 (D3) di akhir semester enam.  Tidak ada sistem DO di jalur vokasi.

    “Semua program studi (prodi) didorong menjadi sarjana terapan atau D4. Kalau mampu hingga magister dan doktor terapan. Dan untuk menuju ke sana, maka kurikulum jalur vokasi didesain 70% matakuliah praktik dan 30% teori, yang berbeda dengan jalur akademik S1 yang lebih banyak teorinya” jelas Santoso Tri Hananto, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannya di acara Workshop Kurikulum D3 Akuntansi dan Perpajakan, Sabtu, 31/8/2019 di UNS Inn.

    Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih banyak di praktik, maka 50% tenaga pendidik jalur vokasi adalah dari kalangan industri.

    Dalam proses magang di industri pun, tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban matakuliah, mahasiswa akan bekerja seperti halnya staf di industri. Magang dilaksanakan sekitar lima bulan lebih dua minggu. Untuk hal ini, networking dengan kalangan industri akan semakin diperkuat.

    Lebih lanjut dikatakannya, pola penyelenggaraan pendidikan untuk jenjang D3 adalah 3-2-1, perkuliahan tiga semester pertama dikampus, dua semester berikutnya praktik magang di industri, dan satu semester tugas akhir dengan penilaian dari kampus dan industri.

    Sedangkan untuk jenjang sarjana terapan (D4), pola pendidikannya 4-3-1, perkuliahan empat semester, tiga semester praktik magang di industri, dan satu semester tugas akhir dengan penilaian dari kampus dan industri.

    Terkait dengan kurikulum di jalur vokasi, salah satu narasumber, Muh. Nurcholis dari Konsultan Pajak, memberikan masukan beberapa matakuliah yang penting untuk diajarkan kepada mahasiswa vokasi.

    Nurcholis juga menyarankan agar mahasiswa diarahkan dan dilatih untuk memiliki kompetensi yang tidak sekedar bekerja sesuai dengan SOP atau standar saja namun lebih jauh pada tingkatan keterampilan dalam mengelola serangkaian tugas yang berbeda dan terlebih pada ketrampilan mengambil tindakan yang cepat dan tepat bila timbul masalah.

    Pembicara lain dalam workshop yang dihadiri oleh mahasiswa, alumni, dosen dan juga praktisi yakni Eko Madyo Sutanto, Wakil Direktur 2 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo dan Didi Rafii dari KPP Solo.

    Berbagai masukan dari para peserta workshop akan menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola untuk perbaikan kurikulum vokasi terutamanya Prodi D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan.

  • Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Dasar Perilaku Masyarakat

    Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Dasar Perilaku Masyarakat

    Kegiatan untuk memperdalam pemahaman pancasila sangat penting, khususnya bagi para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa. Terlebih di era 4.0,  harus tetap teguh menyandarkan diri pada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa, diantaranya, semangat untuk guyup rukun dan bergotong royong.

    Hal itu disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam Forum Aksi Pendekar (Pendidikan Karakter) Pancasila yang digelar Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI),  Jumat, 30 Agustus 2019 di Aula FEB UNS .

    Pernyataan senada, juga disampaikan Wiryatna, Ph.D, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo RI.  Perilaku aktif masyarakat dalam penerapan nilai nilai-nilai sangat penting, di berbagai bidang, baik sosial maupun ekonomi, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan unggul.

    “Tagline yang didengungkan Presiden RI, yakni Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju, dapat diartikan dalam konteks SDM  yang mumpuni,  yang memiliki karakter pancasila, dan memiliki  kompetensi yang tinggi menuju Indonesia yang  maju di 2024 mendatang “ jelas Wiryatna .

    Di kesempatan yang sama,  pembicara lain, Sudarsana, PGD in Pop&Dev, menyatakan bahwa  urgensi pembangunan SDM menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global, yang selayaknya mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

    “SDM yang unggul dan berkualitas adalah yang memiliki karakter yang ulet, tekun, kreatif-inovatif, jujur dan berdedikasi” ungkapnya.

  • UNS Kukuhkan Wimboh Santoso sebagai Guru Besar

    UNS Kukuhkan Wimboh Santoso sebagai Guru Besar

    UNS mengukuhkan Wimboh Santoso sebagai Guru Besar Dosen Tidak Tetap Bidang Ilmu Manajemen Risiko, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS Surakarta, Senin, 26/8/2019.

    Dalam Pengukuhan yang digelar  pada Sidang Senat Terbuka UNS dan dihadiri sejumlah pimpinan kementerian atau lembaga, pimpinan pemerintah daerah, dan para pimpinan jasa keuangan, Wimboh menyampaikan pidatonya yang berjudul Revolusi Digital: ”New Paradigm” di Bidang Ekonomi dan Keuangan.

    Dikatakannya bahwa  budaya digital telah merevolusi gaya hidup dan perilaku masyarakat di berbagai bidang, seperti perdagangan, transportasi, pendidikan dan kedokteran.

    Gaya hidup berbelanja dan pola konsumsi masyarakat saat ini telah mulai mengalami perubahan dengan maraknya  e-commerce. Banyak pusat perbelanjaan yang mulai sepi pengunjung dan beralih fungsi sebagai tempat meeting point, bercengkerama dengan keluarga dan handai tolan.

    Perubahan di dunia pendidikan juga sudah terlihat. Banyak program-program pendidikan yang ditawarkan secara online dengan hadirnya e-learning dan e-library. Proses belajar mengajar semakin mudah karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.Dan jasa layanan pendidikan akan menjadi murah karena tidak memerlukan infrastruktur gedung yang besar.

    Wimboh juga mengatakan bahwa adanya revolusi digital menjadi tantangan untuk selalu berinovasi, meningkatkan daya saing ekonomi dan terbukanya akses keuangan masyarakat.

    “Disisi lain, ada potensi risiko yang dapat mendisrupsi ekonomi dan stabilitas sektor jasa keuangan jika tidak cepat meresponnya” Jelas Wimboh,  alumni FEB UNS tahun 1983 yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017-2022

    Teori ekonomi dan pendekatan pengaturan dan  pengawasan industri jasa keuangan menjadi kurang relevan sehingga membutuhkan pendekatan baru yang lebih dinamis, kontekstual dan mengadopsi teknologi terkini.

    Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum,  Rektor UNS  dalam sambutannya menyampaikan,  UNS yang saat ini berada di kluster satu universitas terbaik di Indonesia sangat membutuhkan keahlian beliau.

    “Selain pada tataran konsep teori juga beliau sudah matang  pada level praktis, sejak berkarir di Bank Indonesia hingga saat ini sebagai Ketua Dewan Komisioner  OJK. Sehingga hal ini akan mewarnai riset dan publikasi UNS kedepan” jelasnya

    UNS akan sangat terbantu dengan keahlian beliau dalam menghadapi era industri 4.0 dimana telah terjadi disrupsi pada pengelolaan dan penyelenggaraan Perguruan tinggi. Utamanya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • The Implementation of Pancasila Values, Encourage the Development of Economics Quality and High-Quality Human Resource

    The Implementation of Pancasila Values, Encourage the Development of Economics Quality and High-Quality Human Resource

     

    Pancasila as the Ideology of Indonesia become a guard rail from the external radical effect. Within the economics context, Pancasila become the foundation for human resource development in order to enhance the nation’s competitiveness. Grass-root economics is expected to be the backbone for community welfare and through empowerment our community can be excel in facing the global challenges, especially in the Industrial Revolution 4.0. These was expressed by Prof. Djoko Suhardjanto, the Dean of FEB UNS, in his opening remarks for the Seminar on Pancasila as the Platform of Human Development and Culture in FEB UNS 4th Building Hall on Monday, August 19th 2019.

    In line with the opening remarks, Lia Kian, a Special Staff for the Director of Steering Board in the Pancasila Ideology Development Board (BPIP), who serves as one of the speakers in the seminar states that Pancasila as the Nation’s Ideology should be implemented in the daily activity, especially in the education field. “In the pursuit of economics quality and excellent human resource, there are 5 (five) platforms (morals) that we should master, namely religious, humanity, nationalism, populist, and justice,” explains Kian.

    On the other side, Bambang Saroso, one of academic member of FEB UNS also offers his point of view on the education field, especially on economics study that remains following western economics theories, which is less relevant to the Pancasila Economics. “BPIP is expected to provide coaching as well as monitoring for the implementation of the Pancasila Ideology, especially in term of economics,” he explains.
    This Seminar that conducted in FEB UNS took a theme of Bringing the Pancasila Values into Grass-Root Economics and Empowering the Communities, is attended by the academic members of FEB UNS and the new students for the upcoming semester. This event also invited famous figure who support Pancasila Ideology implementation such as Handaka Vijjananda (formation entrepreneur) and Livi Zheng (movie director).
    Seminar of Pancasila Value is held concurrently in 13 (thirteen) faculties in UNS as an effort to instilling the values of Pancasila, especially to the younger generation.

    (Humas FEB UNS)