FEB

Penulis: admin

  • FEB UNRI and UNS Sign Collaborative Implementation Document

    FEB UNRI and UNS Sign Collaborative Implementation Document

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed a collaborative visit from the Faculty of Economics and Business, Universitas Riau (UNRI), on Wednesday, October 16, 2024, in Meeting Room 1, Soeharno TS Building. The visit also marked the signing of a Collaboration Agreement (PKS) including a discussion on its implementation between FEB UNRI and FEB UNS. The delegation from UNRI was warmly received by Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D., Head of the Development Economics Undergraduate Program, along with several faculty members from FEB UNS.

    Representing the faculty leadership, the Head of the Development Economics Program expressed a positive reception toward the UNRI delegation. “We greatly appreciate this collaborative initiative. Just last week, several other universities visited us with similar agendas. It’s clear that FEB UNRI shares the same enthusiasm. Together, we aim to advance by sharing knowledge and experiences. We hope that this agreement and its implementation will bring mutual benefits to both institutions,” he remarked.

    Dr. Yusni Maulida, S.E., M.Si., Head of the Development Economics Department at FEB UNRI, emphasized that this collaborative effort aligns with FEB UNRI’s efforts to maintain the quality of its graduates and faculty members. In her remarks, she highlighted that the collaboration implementation serves as a foundation for the execution of the PKS between FEB UNRI and FEB UNS, particularly through the Independent Student Exchange Program (PMM) under the Independent Campus Competition Program (PKKM) of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative.

    As part of this collaboration, FEB UNRI has sent four students to participate in academic activities at FEB UNS for one semester during the 2024/2025 academic year.

    “We hope this collaboration will continue in the coming years, extending beyond student exchange to include activities such as guest lectures and visiting lecturer programs. We aspire to explore and expand the scope of collaboration between the Development Economics programs of FEB UNRI and UNS,” she explained.

    Following the signing ceremony, the FEB UNRI delegation engaged in further discussions with the Head and faculty members of the Development Economics Program at FEB UNS to deliberate on the details of the collaboration initiatives.

  • Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti perkuliahan dosen tamu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu 16 Oktober 2024 di Aula Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara FEB UNS dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Perkuliahan dosen tamu diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan dengan narasumber Daly Rustamblin, Direktur Group Likuidasi Bank.

    Materi Likuidasi Bank menjadi tema yang diangkat dalam forum itu.

    Harapannya mahasiswa mampu memahami filosofi dasar likuidasi bank (mindset) dan juga dapat memahami dan menguasai keahlian konsep dan desain likuidasi bank (skill set).

    Di awal paparannya, Daly menjelaskan berdasarkan UU, LPS memiliki 4 opsi dalam melakukan Resolusi Bank, yaitu: Purchase & Assumption (P &A), Bridge Bank, Penyertaan Modal Sementara dan Likuidasi.

    Dalam opsi P&A, good asset akan dialihkan kepada bank penerima, dan bad asset akan dilikuidasi; Dalam opsi Bridge Bank akan didirikan bank perantara dan selanjutnya good asset akadialihkan kepada bank perantara dan bad asset akan dilikuid; Penyertaan modal: menambah kekurangan modal bank sehingga mencukupi rasio kecukupan modal sesuai ketentuan; Likuidasi, melikuidasi/mencairkan seluruh aset untuk membayar kewajiban.

    Dikatakan, Likuidasi Bank adalah tindakan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban Bank sebagai akibat pencabutan izin usaha dan pembubaran badan hukum bank.

    Dasar pelaksanaan likuidasi bank diatur dalam UU LPS dan diatur lebih lanjut pada PLPS No.1/PLPS/2011 tentang Likuidasi Bank sebagaimana telah diubah terakhir dengan PLPS No. 1 Tahun 2022.

    Sejak LPS beroperasi pada tahun 2005 sampai dengan 20 September 2024, jumlah BPR/BPRS yang telah dilikuidasi adalah sebanyak 137 Bank yang terrdiri dari 1 Bank Umum, 122 BPR dan 13 BPRS.

    Sedangkan jumlah Bank dalam proses likuidasi adalah sebanyak 19 BPR/BPRS. Adapun untuk bank yang telah selesai  likuidasinya adalah sebanyak 118 Bank, terdiri dari 1 Bank Umum, 106 BPR dan 11 BPRS.

    Lebih lanjut Daly menjelaskan secara detil proses likuidasi secara end-to-end dijabarkan dalam 17 tahapan, yang terbagi dalam 3 kegiatan utama yaitu tahapan perencanaan likuidasi, pelaksanaan likuidasi dan pengakhiran likuidasi.

    Dalam forum itu, mahasiswa diberi kesempatan untuk berdiskusi usai paparan materi dari narasumber.

  • FEB UNRI dan UNS Tandatangani Dokumen Implementasi Kerja Sama

    FEB UNRI dan UNS Tandatangani Dokumen Implementasi Kerja Sama

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan kerja sama FEB Universitas Riau (UNRI), Rabu 16 Oktober 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Dalam kunjungan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementasi Kerja Sama  antara FEB UNRI dan FEB UNS.

    Kehadiran delegasi UNRI diterima oleh Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D., Ketua Program Studi (Kaprodi) dan beberapa dosen S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS.

    Kaprodi EP FEB mewakili pimpinan fakultas menyambut baik para delegasi FEB UNRI.

    “Kami sangat menyambut baik inisiasi kerja sama ini, minggu lalu juga ada beberapa kampus datang dengan agenda yang sama, seperti FEB UNRI, tentunya  FEB UNRI juga punya semangat yang sama. Kita maju bersama, berbagi pengetahuan, pengalaman. Harapannya dengan PKS dan implementasinya akan membawa manfaat bagi kedua institusi” katanya.

    Dr. Yusni Maulida, S.E., M.Si., Kepala Jurusan EP FEB UNRI menyampaikan kunjungan kerja sama ini adalah upaya FEB UNRI menjaga kualitas lulusan dan juga dosen.

    Dikatakan, implementasi kerja sama ini adalah sebagai landasan dalam rangka pelaksanaan PKS antara FEB UNRI dan FEB UNS yakni dengan melakukan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Mandiri melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    FEB UNRI mengirimkan 4 orang mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di tahun akademik Ganjil 2024/2025.

    “Kami berharap kerja sama ini akan berlanjut di tahun datang, dan akan banyak kerja sama lainnya, tidak hanya pengiriman mahasiswa, juga kegiatan-kegiatan misalnya guest lecture dan visiting lecture. Kita harapkan ke depan memperluas bentuk kerja sama yang bisa dilakukan antara Prodi EP FEB UNRI dan UNS” jelasnya.

    Seusai seremoni penandatanganan kerja sama, para delegasi FEB UNRI juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan Kaprodi dan Dosen EP FEB UNS untuk membahas lebih lanjut kerja sama yang dilakukan.

  • FEB UNS Research Groups Community Engagement Initiative: The Launch of Tourism Village in Sragen “Grebeg Klobot”

    FEB UNS Research Groups Community Engagement Initiative: The Launch of Tourism Village in Sragen “Grebeg Klobot”

    The people of Bagor Village enthusiastically participated in the “Grebeg Klobot” Festival on Sunday, October 13, 2024. A parade featuring 13 magnificent structures crafted from corn and other local produce, representing the output of each hamlet, showcased on the village square to celebrate the launch of Bagor Tourism Village.

    This festival was part of a community engagement initiative carried out by three Research Groups (RG) from the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), in Bagor Village, Miri Subdistrict, Sragen Regency.

    The Local Wisdom Research Group (RG) initiated the cultural festival Grebeg Klobot, envisioning it as an annual tradition and a unique attraction for the village. The festival’s highlight, the “Grebeg Klobot,” featuring structures symbolizing the village’s main commodity, corn.

    Marketing Research Group (RG) developed a dedicated website to promote the tourism village, enhancing its visibility and appeal to a broader audience. Meanwhile the Operation Management Research Group provided support in designing a detailed layout and tourism map, serving as a guide for future village development.

    Symbolic Handover of Program and Activity Assistance from the FEB UNS Community Service Team to the Sragen Regency Government witnessed by the Sragen Muspika

    A symbolic ceremony was conducted to deliver the product of community research program from each Research Group. During the ceremony, representatives from each research group presented the output of their program to the local government, witnessed by the regent and officials from Miri Subdistrict.

    A replica of the corn structure, symbolizing the icon of the tourism village, DEWI JAGUAR (Desa Wisata Kampung Jagung Bagor), was handed over by Sarwoto, Ph.D., on behalf of the Local Wisdom RG.

    The tourism village website was officially presented by Prof. Budi Haryanto from the Marketing RG and the tourism map and layout were delivered by Miftachul Ma’arif, M.M., representing the Operations Management RG. This symbolic handover was part of the broader program to launch the tourism village.

    It is expected that through this community service program conducted by FEB UNS, the aspiration of Bagor Village residents to have a tourism village can be achieved. Bagor Village aspires to establish itself as a tourism destination, supported by its strategic location within Sragen Regency’s “Golden Triangle” of tourism sites: Mount Kemukus, Kedung Ombo Reservoir, and Sangiran Site.

    A group photo of the Coordinator of UNS Community Engagement Team and the judging panel, standing before the 13 corn structures at Bagor Village Field.

    The name “DEWI JAGUAR” (abbrev. Desa Wisata Kampung Jagung Bagor) reflects the village’s identity as a major corn producer in the region. Corn was chosen as the village’s icon, considering that it is featured product of the village, inspiring the Grebeg Klobot Festival to highlight its agricultural strength.

    The festival’s debut showcased exceptional creativity and enthusiasm. Each hamlet paraded its unique corn and agricultural displays from the village hall to the field, accompanied by traditional arts performances. A panel of judges, including cultural experts and representatives from UNS, evaluated the creations.

    The community’s dedication and proactive efforts to develop the village into a tourism hub are key to sustaining this program. UNS remains committed to providing continuous support and mentorship to realize Bagor Village’s vision for DEWI JAGUAR.

    At the conclusion of the event, Sarjiyanto, Ph.D., Coordinator of the Community Engagement Team and Head of External Funding at UNS’s Community Engagement Division, expressed his gratitude and optimism. “This year, UNS contributed IDR 12 million in total prizes for the Grebeg Klobot Festival. If the village continues to show commitment and enthusiasm, we are hopeful to extend even greater support next year,” he remarked.

  • Launching Desa Wisata di Sragen: “Grebeg Klobot” Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat Tiga RG FEB UNS

    Launching Desa Wisata di Sragen: “Grebeg Klobot” Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat Tiga RG FEB UNS

    Masyarakat Desa Bagor antusias mengikuti Festival Grebeg Klobot, Minggu 13 Oktober 2024. Arak-arakan gunungan dari jagung dan hasil bumi dari masing-masing dukuh dibawa ke lapangan Desa Bagor. Ada sebanyak 13 bentuk gunungan yang difestivalkan dalam rangka launching Desa Wisata.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tiga Riset Grup (RG) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Bagor Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

    RG Kearifan Lokal menginisiasi kegiatan budaya Grebeg Klobot sebagai daya tarik wisata dan sebagai agenda tahunan. “Grebeg Klobot” yaitu gunungan dari hasil tanaman jagung yang merupakan komoditi unggulan di Desa Bagor.

    RG Pemasaran membantu website sebagai sarana promosi guna meningkatkan pemasaran destinasi baru ini, sedangkan dari Riset Manajemen Operasi memberikan dukungan berupa layout dan peta wisata desa yang dapat dijadikan pedoman dalam mengembangkan desa wisata kedepannya.

    Secara simbolis penyerahan luaran program pengabdian kepada masyarakat oleh masing-masing perwakilan RG kepada pemerintah desa disaksikan oleh bupati dan pejabat di lingkungan Kecamatan Miri Sragen.

    Replika Gunungan Jagung sebagai simbul ikon desa wisata (DEWI JAGUAR: Desa Wisata Kampung Jagung Bagor) diserahkan oleh Sarwoto, Ph.D selaku perwakilan RG Kearifan Lokal.

    Website Desa Wisata secara simbolis diserahkan oleh Prof. Budi Haryanto selaku perwakilan dari RG Pemasaran dan Peta dan Layout Desa Wisata diserahkan oleh Miftachul Ma’arif, MM.

    Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Program dan Kegiatan dari Tim Pengabdian FEB UNS Kepada Pemerintah Kabupaten Sragen disaksikan oleh Muspika Sragen

    Program dan luaran pengabdian masyarakat tersebut juga menjadi rangkaian kegiatan launching desa wisata.

    Harapannya, dengan kegiatan pengabdian masyarakat dari FEB UNS, mimpi masyarakat Desa Bagor untuk memiliki desa wisata dapat terwujud, mengingat letak Desa Bagor merupakan kawasan penopang daerah segitiga berlian objek wisata di kabupaten Sragen yaitu Gunung Kemukus, Waduk Kedung Ombo dan Situs Sangiran.

    Desa wisata ini diberinama DEWI JAGUAR, merupakan singkatan kata dari Desa Wisata Kampung Jagung Bagor, penamaan ini berdasarkan penggalian potensi desa, dimana desa ini merupakan penghasil komoditas jagung di wilayah sragen.

    Melihat jagung sebagai produk unggulan desa, maka jagung dijadikan ikon dan simbul desa wisata, sehingga melahirkan ide terselenggaranya Festival Grebeg Klobot.

    Pada saat kegiatan launching desa wisata ini, baru pertama kalinya diselenggarakan Festival Grebeg Klobot, namun kemeriahan dan kreatifitas warga mengikuti luar biasa, masing-masing dukuh membawa gunungan jagung dan hasil bumi untuk arak dari balai desa menuju lapangan desa dengan berbagai iringan kesenian daerah untuk dinilai oleh dewan juri dari UNS dan dudayawan.

    Kemeriahan dan komitmen warga desa untuk terus berbenah diri menyiapkan sebagai desa wisata adalah kunci keberlanjutan program ini.

    UNS akan terus memberikan dukungan dan pendampingan untuk mewujudkan mimpi masyarakat Desa Bagor menciptakan DEWI JAGUAR ini.

    Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat UNS Bersama Tim Dewan Juri Festival Grebeg Klobot Berfoto Bersama didepan 13 Gunungan Jagung di Lapangan Desa Bagor

    “Jika tahun ini dukungan dan support dari UNS untuk total hadiah festival Grebeg Klobot sebesar 12 juta, insyaallah tahun depan UNS akan membantu lebih banyak lagi jika warga desa juga komit dan semangat” ucap Sarjiyanto, Ph.D, Koordinator Tim Pengabdian 3 RG FEB sekaligus sebagai Kepala Seksi Peraihan Dana Eksternal Pengabdian Masyarakat LPPMUNS dalam sambutannya mewakili pihak dari UNS.

  • Practitioner Lecture in Leadership Highlights Managing Transformational Changes: Roles and Challenges for Leaders

    Practitioner Lecture in Leadership Highlights Managing Transformational Changes: Roles and Challenges for Leaders

    The Undergraduate Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a Practitioner Lecture in Leadership taking on the theme “Managing Transformational Changes: What Leader’s Roles and Challenges?” The online session took place on Thursday, October 17, 2024, and was attended by over 100 participants. The session featured Dr. Rumaji, S.Sos., M.Sc., Department Head of Internal Oversight at PT Pelindo (Persero), as the keynote speaker.

    In his presentation, Dr. Rumaji emphasized that organizations undertaking transformation need to consider numerous critical aspects. He highlighted that transformation must be thorough, well-structured, and systematic to mitigate the significant risks of failure associated with it.

    “Many companies face challenges in achieving successful transformation. Data from various sources suggest that 70% to 80% of companies attempting transformation do not achieve their intended goals. In this context, leadership plays a crucial role, requiring leaders who are fully committed to the process,” Dr. Rumaji explained.

    He outlined several factors contributing to unsuccessful transformations, where the first is due to an ‘Unclear Transformation Strategy.’ Transformations often fail due to poorly defined strategies. Clear goals must be set, outlining the purpose, scope, and key areas for transformation—whether in human resources, marketing, corporate strategy, or other sectors. A detailed approach considering strategic factors is essential.

    Secondly, transformations that are merely cosmetic or symbolic often fail to address underlying issues. Dr. Rumaji stressed that focusing only on surface-level activities, without resolving core problems, renders the transformation ineffective. Effective transformation should target the root causes to ensure meaningful and efficient change.

    The third affecting factor is due to Undefined Starting Position, where lack of clarity on the company’s current positioning, such as whether it is a market leader, follower, or in an intermediary role, often leads to failure. Without a clear understanding of its starting point, an organization cannot set appropriate transformation goals.

    And lastly, transformations are often unsuccessful when carried out in a fragmented manner. Companies may focus on specific areas without integrating efforts across departments. Additionally, the varying capabilities of human resources must be addressed to ensure alignment throughout the organization.

    Drawing from his experience, Dr. Rumaji shared insights from Pelindo’s transformation, initiated on October 1, 2021. Over the past three years, Pelindo has navigated the complexities of corporate and business transformation, which remain a dynamic and challenging process.

    Through the lecture, participants gained a deeper understanding of the roles and challenges leaders face during transformational changes, along with practical insights from real-world applications. The session provided valuable perspectives for aspiring leaders preparing to guide organizations through significant changes.

  • Kuliah Praktisi Manajemen Angkat Tema Managing Transformational Changes: What Leader’s Roles and Challenges?

    Kuliah Praktisi Manajemen Angkat Tema Managing Transformational Changes: What Leader’s Roles and Challenges?

    Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS adakan Kuliah Praktisi Kepemimpinan yang bertema Managing Transformational Changes: What Leader’s Roles and Challenges?, Kamis 17 Oktober 2024 secara daring.

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta menghadirkan narasumber Dr. Rumaji., S.Sos., M.Sc., Department Head Pengawasan Internal PT. Pelindo (Persero).

    Dalam materinya, Dr. Rustamaji menyampaikan bahwa sebuah perusahaan yang melakukan transformasi harus mempertimbangkan banyak hal.

    Transformasi harus dilakukan secara detil, harus dilakukan secara jelas, harus dilakukan sistematis karena transformasi ini memiliki konsekuensi kegagalan yang cukup besar.

    “Tidak banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan transformasi mengalami keberhasilan. Menurut beberapa data yang diolah dari beberapa sumber, 70% sampai dengan 80% itu perusahaan yang melakukan transformasi itu belum dikatakan berhasil.  Dalam hal ini,  peranan seorang pemimpin sangat penting, perlu peranan seorang pemimpin yang betul-betul berkomitmen dalam melakukan transformasi tersebut” ungkapnya.

    Menurutnya, ada beberapa hal yang juga akan mempengaruhi apa saja yang menyebabkan transformasi tidak berhasil.

    Yang pertama adalah karena desain strategi transformasi tidak jelas. Dalam melakukan transformasi harus didesain dengan jelas, harus memahami bahwa transformasi ini untuk apa, apa yang harus ditranformasi, apakah parsial, apakah bidang SDM saja, apakah bidang marketing dan komersial, apakah transformasi korporasi. Transformasi itu harus betul-betul detil,  mempertimbangkan banyak faktor yang strategis.

    Yang kedua, transformasi itu bisa dikatakan gagal apabila transformasi hanya bersifat simptomatis, artinya perusahaan tetap menjalankan transformasi, namun hanya disibukkan pada sesuatu yang tidak berisi, sesuatu yang tidak strategik, hanya disibukkan sesuatu yang seremonial saja tapi tidak mencari akar penyebab masalahnya di dalam perusahaan itu apa. ‘

    Transformasi yang bersifat simptomatis tidak menyelesaikan akar masalah. Jadi transformasi itu akan berhasil apabila kita ingin menyelesaikan akar masalahnya sehingga itu yang dikatakan efektif dari efisien.

    Yang ketiga, transformasi itu gagal karena tidak ada titik referensi posisi saat ini,  di setingnya tidak jelas karena kita tidak mengetahui positioning perusahaan kita dimana, apakah kita menjadi market leader, apakah kita menjadi market follower ataukah kita hanya menjadi posisi yang ada di tengah-tengah, hanya menjaga jarak antara posisi leader ataupun follower.

    Yang keempat adalah tidak adanya allignment transformasi. Perusahaan tidak melakukan transformasi secara utuh dan menyeluruh, hanya parsial-parsial. Kegagalan sebuah transformasi karena perusahaan hanya memikirkan sepotong-potong dari bagian tertentu, tidak melihat secara utuh bahwa alignment antar departemen. Terlebih bahwa latar belakang dari kapabilitas SDM juga bervariasi, itu yang harus dipertimbangkan.

    Dalam paparannya, selain menyampaikan beberapa beberapa hal terkait sejauh mana peran dan tantangan yang dihadapi oleh seorang leader  dengan adanya perubahan-perubahan ataupun transformasi yang telah dilakukan, Dr. Rumaji juga memaparkan tentang bagaimana pengalaman-pengalaman di Pelindo dalam melakukan transformasi.

    Pelindo mengalami transformasi di tahun 2021 tepatnya di 1 Oktober 2021. Jadi saat ini genap 3 tahun telah menjalankan transformasi bisnis atau transformasi korporasi yang telah berjalan cukup challenging saat ini.

  • FEB UNS and FEBM UMRAH Formalize Collaboration Agreement

    FEB UNS and FEBM UMRAH Formalize Collaboration Agreement

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) and the Faculty of Maritime Economics and Business (FEBM) at Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) have established a collaborative partnership.

    This partnership was formalized through the signing of a Collaboration Agreement (PKS) by Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dean of FEB UNS, and Dr. Myrna Sofia, S.E., M.Si., Dean of FEBM UMRAH. The signing ceremony took place on Tuesday, August 8, 2024, in Meeting Room 1 of the Soeharno TS Building, FEB UNS.

    The objectives of the agreement are to enhance cooperation, coordination and effectiveness in implementing education, research, community service programs, advancing the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative, and resource development efforts.

    The agreement, thus, outlines collaborative efforts in the fields of education, research, and community service, as well as the implementation of MBKM. In education sector the agreement will cover several activities such as Joint curriculum development, faculty and student exchanges, seminars, training sessions, and faculty capacity building. Other than the education, research activities covered such as collaborative studies, joint academic publications, and hosting scientific conferences that involve researchers from both institutions. Meanwhile in community service sector the collaboration will facilitate initiatives such as community empowerment programs and technology-based social projects.

    The event also included the signing of a PKS related to the Visiting Lecturer Program. This agreement was signed by Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D., Head of the Digital Business Program at FEB UNS, and Risdy Absari Indah Pratiwi, S.E., M.Si., Head of the Digital Business Program at FEBM UMRAH.

    In his remarks, the Dean of FEB UNS expressed gratitude for the FEBM UMRAH delegation’s visit and their commitment to establishing this collaboration. He noted that the relationship between FEB UNS and FEBM UMRAH has been strong since 2014, during Dr. Mugi Harsono’s tenure as Dean at FEBM UMRAH.

    “This marks the second visit from FEBM UMRAH, with the first taking place in 2020. Since 2014, when Dr. Mugi served as Dean at UMRAH, a solid relationship has been built, fostering collaboration and mutual support,” he explained.

    Dr. Mugi also facilitated the enrolment of FEBM graduates into FEB UNS postgraduate programs. Four FEBM alumni pursued master’s degrees at FEB UNS, and one master’s graduate continued to the PDIE program.

    Both FEB UNS and FEBM UMRAH have Digital Business program, creating further opportunities for meaningful collaboration that benefits both institutions.

  • FEB UNS Welcomed a Visit from SMA IT Nurul Fikri Depok

    FEB UNS Welcomed a Visit from SMA IT Nurul Fikri Depok

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) welcomed a visit from SMA Islam Terpadu (IT) Nurul Fikri Depok on Wednesday, October 9, 2024. The visit involved hundreds of students accompanied by several teachers, who were welcomed by FEB UNS leadership ranks in the Suhardi Building Auditorium Hall.

    Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D., Head of the Digital Business Undergraduate Program at FEB UNS, provided an overview of the faculty. He highlighted the four undergraduate programs offered in FEB UNS, namely, Management Study Program, Development Economics, Accounting, and Digital Business. Detailed explanations of each program were delivered by the respective program heads in attendance.

    The visit aimed to provide students with valuable insights, helping them to better understand FEB UNS. This opportunity allowed the students to familiarize themselves with the faculty’s academic environment and the various study programs offered.

    In addition to an introduction to the Digital Business program by Aldy Fariz Achsanta, PhD., students also gained comprehensive information about the Management program from Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM.CP., and the Economics and Development Studies program, presented by Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D.

    Dra. Euis Ernawati, Principal of SMA IT Nurul Fikri, expressed her gratitude to the FEB UNS leadership for their warm reception. “We are deeply grateful and delighted to visit FEB UNS as part of this year’s campus visit program. This visit is intended to provide our 12th-grade students—two classes from the social sciences study and one from the natural sciences study—with additional knowledge about FEB UNS,” she stated.

    The principal also requested FEB UNS to allow students to ask questions freely, ensuring they gain deeper insights. This knowledge will help prepare the students as they complete their educational data submissions (PDSS) at the end of 2024 and guide them in selecting study programs and universities for SNBT and independent admissions.

  • FEB UNS dan FEBM UMRAH Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

    FEB UNS dan FEBM UMRAH Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) telah bersepakat untuk melakukan kerja sama.

    Kesepakatan ini ditandai dengan dilaksanakannya seremoni penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E, M.Si, Ph.D.,  Dekan FEB UNS  dan Dr. Myrna Sofia, S.E., M.Si., Dekan FEBM UMRAH pada Selasa 8 Agustus 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    PKS tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama, koordinasi dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, pelaksanaan merdeka belajar kampus merdeka serta pengembangan sumber daya.

    Adapun ruang lingkup PKS mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta impelementasi Merdeka Belajar Kampus Medeka (MBKM).

    Di bidang pendidikan diantaranya pengembangan kurikulum bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, kegiatan seminar dan pelatihan serta pengembangan kapasitas dosen.

    Di bidang penelitian meliputi kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama dan penyelanggaraan konferensi Ilmiah yang melibatkan para peneliti kedua belah pihak.

    Sedangkan di bidang pengabdian kepada masyarakat meliputi program pemberdayaan masyarakat dan proyek sosial berbasis teknologi.

    Di dalam rangkaian acara itu juga dilaksanakan penandatanganan PKS dalam rangka Program Visiting Lecturer oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Bisnis Digital (Bisdig) FEB UNS, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.REch., Ph. D dan Kaprodi Bisdig UMRAH, Risdy Absari Indah Pratiwi, S.E., M.Si.

    Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan delegasi FEB UMRAH dalam rangka penandatanganan kerja sama yang dilanjutkan dengan diskusi.

    Dikatakan, antara FEB UNS memiliki hubungan yang baik dengan FEBM UMRAH, dimulai saat Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si., Dosen FEB UNS menjabat sebagai Dekan di FEB UMRAH pada 2014-2015 lalu.

    “Ini merupakan kunjungan FEBM UMRAH yang ke 2. Kunjungan pertama 2020 lalu. Dari tahun 2014 sudah ada hubungan yang erat antara FEB UNS dengan FEB UMRAH, saat Dr.  Mugi menjadi Dekan UMRAH. Punya hubungan baik, saling menjalin kerja sama dan silaturahmi dengan UMRAH” paparnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, sejak jadi Dekan di FEB UMRAH, Dr. Mugi mengirimkan lulusan S1 FEBM menjadi mahasiswa S2, ada 4 orang alumni FEBM yang melanjutkan  S2 di FEB UNS. Dan juga alumni S2 ada 1 orang yang melanjutkan ke PDIE.

    FEB UNS dan UMRAH juga sama-sama memiliki Prodi Bisnis Digital. Hal ini sangat baik untuk menjalin kerja sama, memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak.