Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sosial, Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia dan NGO PERMAI (Pertubuhan Masyarakat Indonesia) di Pulau Pinang Malaysia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tema Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan dan Pendampingan bagi Pekerja Migran di Malaysia.
Tujuan pengabdian internasional ini adalah untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh LSM Permai sebagai pendamping pekerja migran di Malaysia dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh PMI.
Melalui FGD dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendampingan PMI ini diharapkan dapat disusun rencana kegiatan lanjutan pengabdian internasional pada tahun mendatang, dengan mengambil tema dan peran khusus pada pemberdayaan ekonomi bagi PMI baik selama di Malaysia maupun pasca menjadi PMI, kembali ke Indonesia.

Bentuk kegiatan yang dirancang adalah mengenai pendampingan perencanaan keuangan dan manajemen usaha. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 6 – 7 Juli 2024 di Learning Centre Permai di Bukit Jambul Malaysia.
Tim pengabdian dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) MESP, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si. dan anggota tim yakni Prof. Dr. Izza Mafruhan, SE., M.Si, Dr. Suryanto, SE., M.Si, Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D dan Dewi Ismoyowati, SE., Mec Dev.
Pada hari pertama, tim pengabdian melakukan FGD dengan para pengurus PERMAI dan perwakilan PMI di Malaysia.
Hasil FGD akan menjadi bahan kajian dan penyusunan rencana aksi program pengabdian pada tahun mendatang, tentunya topik dan tema disesuaikan dengan bidang dan kepakaran dosen dan mahasiswa MESP.
Di hari kedua, tim pengabdian juga melakukan kegiatan pengabdian dengan anak-anak PMI yang menjadi anak asuh dari PERMAI.
Salah satu materi pengabdian yang diberikan pada hari kedua adalah tentang motivasi belajar dan pengenalan budaya Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Izza dan Dr. Suryanto.

Melalui materi ini, tim pengabdian ingin memberikan motivasi belajar kepada anak-anak dari PMI yang ada di Malaysia untuk tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita walapun dalam kondisi keterbatasan di negeri orang. Dr. Suryanto juga menitipkan pesan ke Indonesia-an kepada mereka.


The PKM team from FEB UNS was led by Dr. Falikhatun, M.Si., Ak., CA., SAS., along with members Arif Lukman Santoso, SE., MM., M.Pro., Ak., and Dr. Susanto Tirtoprojo, MM., as members.
“Murabahah contract is a sales contract for products that are ready for immediate consumption (consumer goods) or ready for use (usable goods), while Salam and Istishna’ contracts are sales contracts in which the goods are ordered in accordance with the specifications requested by the consumer. The difference lies in Salam contract, where full payment must be made upfront, whereas in Istishna’ contract, a Down Payment (DP) can be made first, and the remainder of the costs can be settled after the product is completed, either in one payment or in installments,” explained Falikhatun.

Objek pembinaan dan pengawasan terdiri dari unit pengolah dan unit kearsipan II (UK II).


The team provided technical assistance based on Government Regulation No. 58 Article 21 concerning the Income Tax Withholding Rates.

This PKM-UNS activity was attended by 105 participants representing 21 BLUD UPT Puskesmas in Karanganyar Regency and was attended by Purwati, S.K.M., M.Kes., Head of the Karanganyar Regency Health Office and team.