FEB

Kategori: fakultas

  • Fintech Goes to Campus: Generasi Muda Harus Pahami Financial Tecnology

    Lebih dari 3000 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa ikuti Seminar Nasional Fintech Goes To Campus,  Sabtu, 9/3/2019 di Gedung GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Kegiatan yang bertemakan  Gotong Royong Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Industri 4.0″ diselenggarakan oleh  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  bekerja sama dengan  Program Studi Akuntansi FEB dan Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS).

    Hadir sebagai keynote speaker, Menteri  Komunikasi dan Informatika RI,  Rudiantara, S.Stat. MBA dan Ketua Dewan Komisioner OJK,  Dr. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc., Ph.D .

    Pembicara lainnya yaitu  M. Ihsanuddin, Deputi Komisioner OJK Bidang IKNB, Adrian Gunadi, Ketua Asosiasi  Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)),  Rico Usthavia Frans, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri, Chris Antonius, Co-founder PT Toko Modal Mitra Usaha dan Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D, akademisi FEB UNS.

    Perkembangan fintech  memiliki banyak manfaat, diantaranya waktu penyampaian informasi lebih cepat dan efisien sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan pekerjaan baru dan pengentasan kemiskinan serta meningkatkan inklusi keuangan.

    Ravik Karsidi, Rektor UNS dalam sambutannya menyatakan di era digital,  mau tidak mau generasi muda harus cepat beradaptasi. Kesadaran terhadap fintech adalah sangat  karena fintech mampu menciptakan berbagai peluang usaha baru yang menggunakan platform digital sebagai basis usaha.

    Senada dengan hal itu  Wimboh dalam presentasinya mengatakan bahwa  perkembangan teknologi sudah tidak dapat dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi perekonomian tak terkecuali di sektor jasa keuangan. Telah banyak perusahaan-perusahaan fintech bermunculan di dunia maya.

    Dalam hal ini, OJK telah  melakukan upaya pengawasan terhadap perusahaan fintech. Seluruh penyelenggara wajib terdaftar sebagai anggota AFPI.

    Pengawasan dilakukan secara mendalam dan langsung ke kantor penyelenggara fintech lending untuk memeriksa kepatuhan perusahaan fintech lending atas kewajiban, larangan dan atau keharusan yang ada pada peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan.

    OJK juga melakukan pengawasan berdasarkan laporan, baik itu Laporan Berkala  (Bulanan,  Tiga Bulanan, Tahunan) dan laporan lainnya misalnya laporan pengguna, laporan LBH atau lapaoran dari masyarakat. Kedepannya akan menggunakan Host to Host atau pengawasan berbasis IT.

    “Hingga Februari 2019, OJK bersama anggota Satgas Waspada Investasi telah menghentikan  sebanyak 803 entitas Fintech peer-to-peer lending (total akumulatif) tanpa izin OJK/ilegal” jelasnya.

    Sebelum seminar digelar, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UNS Ravik Karsidi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi.

    Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara UNS, OJK dan AFPI untuk meningkatkan pendidikan ekonomi digital yang meliputi  beasiswa, magang, pelatihan, kurikulum, program penelitian dan kerjasama lainnya.

    Sepertinya halnya kerjasama yang dilakukan di UNS, OJK akan terus melakukan sosialisasi fintech dan kerjasama dengan kampus-kampus lain juga, menyasar para generasi muda untuk mendorong pengembangan fintech agar dalam koridor yang benar, yang bisa dimanfaatkan  oleh masyarakat luas.

     

  • Dekan: Tenaga Pendidik dan Kependidikan Memiliki Kontribusi yang Sama dalam Memajukan  FEB UNS

    Banyak prestasi yang telah dicapai  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), salah satunya adalah ketiga belas prodi di FEB telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, mulai dari program Diploma 3 hingga Program Doktor.

    Capaian tersebut dapat diraih karena kontribusi  tenaga pendidik dan kependidikan. Tidak ada yang lebih penting diantara keduanya, semuanya sama penting. Tanpa ada keduanya FEB tidak akan maju seperti ini.

    Hal itu disampaikan Hunik Sri Runing Sawitri, Dekan FEB UNS dalam sambutannya di  Kegiatan Work Motivation & Family Gathering, Sabtu-Minggu 9-10 Februari 2019 di Baturraden.

    “Keluarga yang di rumah juga diharapkan dapat memaklumi segala pekerjaan yang diamanatkan FEB kepada  tenaga pendidik dan kependidikan, memahami bahwa kegiatan yang dilakukan di kampus terkadang  harus dilakukan dengan lembur dari pagi hingga malam’ jelas Hunik.

    Lebih lanjut Hunik mengatakan agar kita selalu bersyukur karena  pimpinan di periode sebelumnya telah meletakkan dasar dan berjuang untuk mengembangkan FEB sehingga kita dapat melanjutkan pengabdiannya dan bersama-sama dalam memajukan FEB.

    “Siapapun yang menjadi pimpinan FEB ke depan, kita tetap harus bekerja keras, bekerja dengan sebaik-baiknya karena tantangan semakin berat dalam rangka UNS menuju World Class University,  ke arah internasionalisasi” kata Hunik

    Kegiatan yang dikuti oleh tenaga dan kependidikan FEB UNS beserta keluarga bertujuan unutk meningkatkan kebersamaan. Dengan adanya kebersamaan dan kekompakan akan memberikan motivasi untuk semangat dalam bekerja.

    Berbeda dari sarasehan yang biasanya dilakukan, acara ini dilakukan sehubungan dengan akan selesainya periode kerja Dekanat dan Kaprodi di lingkungan FEB. Acara dikemas dalam suasana santai dan ringan untuk mengevaluasi kinerja pimpinan selama periode 2015-2019. Peserta memberikan kritik dan  saran demi kemajuan FEB ke depan.

    Suasana “pamitan” menjadi haru ketika Dekan sempat menangis saat menyampaikan sambutannya. Acara juga semakin berkesan saat peserta diberi kesempatan untuk bersalaman kepada pimpinan untuk saling maaf memaafkan.

     

  • FEB UNS Memperoleh Hibah Erasmus Capacity Building dari European Commission

    FEB UNS Memperoleh Hibah Erasmus Capacity Building dari European Commission

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta bekerjasama dengan empat perguruan tinggi di Eropa dan lima perguruan tinggi di Indonesia terpilih mendapatkan pendanaan dari European Commission untuk program Capacity Building Erasmus+ dengan tema “OPTimizing Research and Doctoral Programme in BANKing and Finance in Indonesian universities” / OPTBANK.

    Nilai hibah adalah sebesar  999.904 € untuk periode tiga tahun mulai Oktober 2017 – September 2020. Koordinator untuk di Eropa adalah University of Limoges, Perancis sedangkan UNS merupakan koordinator untuk konsorsium perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi lain di Indonesia yang terlibat adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Tanjungpura dan Universitas Sriwijaya. Sedangkan perguruan tinggi lain di Eropa adalah Bangor University UK, University of Rome III Italia dan Technical University Crete Yunani.

    Tujuan utama dari proyek OPTBANK ini adalah memperkuat riset dalam bidang perbankan dan keuangan di perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan tujuan khususnya yakni meningkatkan international exposure dari dosen junior dan dosen senior di Indonesia melalui research training dan research collaboration dengan perguruan tinggi partner di Eropa, merevitalisasi program doktor dan master di Indonesia dengan memperkenalkan modul-modul baru yang diadaptasi dengan kebutuhan local.

    Selain itu, OPTIBANK juga untuk memperkuat tata kelola pusat penelitian dan program doktor melalui pertukaran good practicesantara partner Eropa dan Indonesia dan meningkatkan interaksi antara perguruan tinggi di Indonesia dengan regulator keuangan dan perbankan, industri keuangan dan perbankan serta masyarakat melalui berbagai aktivitas.

    Dekan FEB UNS Hunik Sri Runing Sawitri menjelaskan bahwa Proposal Capacity Building OPTBANK ini telah mulai disusun secara bersama utamanya antara FEB UNS dengan LAPE University of Limoges sejak bulan Mei 2016, kemudian dikumpulkan ke European Commission pada bulan Februari 2017. Pemenang kemudian diumumkan pada bulan Agustus 2017. OPTBANK termasuk dalam 149 proposal yang didanai dari 756 proposal yang diajukan ke European Commission untuk Higher Education – International Capacity Building. 

    Pada tanggal 15 September 2017 yang lalu telah dilakukan pra-kick off meeting untuk konsorsium perguruan tinggi partner Indonesia di FEB UNS utamanya untuk menyamakan persepsi, mempertegas komitmen dan persiapan untuk pelaksanaan kick-off meeting. Adapun kick-off meeting sendiri akan dilakukan pada bulan Januari 2018 di Eropa.

    Saat ini sedang dilakukan pembahasan intensif terkait dengan persiapan kick-off meeting dan rencana pelaksanaan program kerja tahun pertama oleh project steering committee yang terdiri dari lima orang yaitu Prof. Amine Tarazi (Limoges), Dr. Irwan Trinugroho (UNS), Prof. Franco Fiordelisi (Rome), Prof. Fotios Pasiouras (Crete) dan Prof. John Williams (Bangor).

    Keberhasilkan FEB UNS dan partner ini merupakan salah satu indikasi bahwa UNS telah memiliki reputasi yang diakui tidak hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat internasional. humas-red.uns