FEB

Kategori: fakultas

  • Dekan FEB UNS Semangati Mahasiswa PDIE Untuk Segera Selesaikan Studinya

    Dekan FEB UNS Semangati Mahasiswa PDIE Untuk Segera Selesaikan Studinya

    Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) harus gumregah atau memiliki semangat juang yang tinggi untuk segera lulus dan para  alumninya juga harus selalu mendorong adik- adik kelasnya agar performa PDIE semakin baik.

    Hal itu disampaikan Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons).,Ph.D.,Ak., Dekan FEB UNS saat membuka acara Halal Bihalal serta Temu Alumni dan Mahasiswa PDIE, Kamis, 27 Juni 2019.

    “Kami akan segera membangun workstation untuk Program Studi (Prodi) S-2 dan S-3 agar proses studi bisa lebih lancar  dan juga pemantauan lebih mudah, mahasiswa jangan berlama-lama studinya” jelasnya kemudian.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berpesan bahwa kita harus punya prinsip hidup urip sing urup, memayu hayuning bawana,  hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Manusia hidup di dunia harus  mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan.

    Pesan yang sama juga disampaikan  Kaprodi S3 PDIE yang baru saja dilantik pada 29 Mei 2019,  Prof.Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, mahasiswa harus lebih fokus dalam studinya dan  mengintensifkan pembimbingan agar cepat selesai.

    Prof. Rahmawati  memohon dukungan dan doa kepada seluruh mahasiswa dan alumni karena tanggal 30 Juni, PDIE akan submit akreditasi internasional Abest21  dan untuk akreditasi nasional akan siap pada tahun 2020, untuk bisa mempertahankan nilai A.

    “Berbagai upaya telah kita tempuh, salah satunya dengan memberikan  pemahaman kepada dosen, mahasiswa, alumni dan juga tenaga kependidikan tentang  visi dan misi PDIE” urainya.

    Lebih lanjut disampaikan, dalam rangka internasionalisasi, akan ada pertukaran mahasiswa dan juga dosen. Di tahun depan ada 2 mahasiswa asing yang studi di PDIE.

    Dalam acara itu, selain tausiyah yang disampaikan oleh Hasim, M.Ag, dosen FEB UNS, juga diadakan pemberian kenang-kenangan dari Mahasiswa kepada Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek.

    Prof. Tulus, sebagai Kaprodi yang berakhir jabatannya di Mei 2019 telah banyak  memberikan kontribusi bagi PDIE, sejak mulai berdiri,  tahun 2009 hingga tahun 2019 dan juga telah menghantarkan PDIE hingga memperoleh akreditasi A.

    Prof. Tulus  dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa PDIE untuk fokus dalam menyelesaikan  studi. Mahasiswa harus mempunyai target dalam pencapaian studinya, harus direncanakan, agar punya semangat dalam menempuhnya.

     

    Humas FEB UNS

     

     

     

     

  • Untuk Kali Kedua, UNS Divisitasi AUN QA

    Untuk Kali Kedua, UNS Divisitasi AUN QA

    Tim Asesor ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) memberikan apresiasi kepada Universitas Sebelas Maret (UNS), khususnya kepada empat program studi (prodi) di UNS yang telah divisitasi selama tiga hari, 24-26 Juni 2019.

    Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, MS kepada tim humas dan media usai closing meeting, Rabu, 26/6/2019 di Gedung dr. Prakosa UNS.

    Dari hasil visitasi, Prof Yunus sangat optimis, UNS segera akan mendapatkan sertifikasi AUN QA untuk keempat prodi yang divisitasi tahun ini.

    “Ini adalah kali kedua UNS memperoleh pengakuan internasional dari sebuah lembaga akreditasi di tingkat ASEAN sehingga UNS mampu sejajar dengan beberapa prodi di perguruan tinggi lainnya yang maju ditingkat ASEAN” jelas Prof. Yunus

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa tim melihat masih ada beberapa kekurangan yang perlu untuk segera diperbaiki. Namun secara keseluruhan hasilnya  baik.

    Prof. Yunus mengucapkan selamat kepada empat program studi yakni S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Hukum, S1 Pendidikan Luar Biasa dan S1 Agribisnis, yang telah menjalankan serangkaian aktitivitas dalam rangka Visitasi AUN QA, terlebih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang telah mengkoordinir seluruh prosesnya.

    Visitasi AUN di UNS yang telah berlangsung selama tiga hari ini adalah untuk kali kedua setelah sebelumya di tahun 2018, empat prodi di UNS lainnya yakni Prodi S1 Manajemen, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Sipil dan S1 Biologi divisitasi dan telah berhasil memperoleh sertifikat AUN QA.

    Kedatangan Tim Asesor, Senin, 24/6/2019 disambut oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum dan seluruh jajaran Rektorat, Dekanat dan Tim Self-Assesment Report (SAR) dari Empat Prodi, diiringi dengan Tarian Gambyong.
    Usai opening meeting di hari pertama, Asesor melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas di UNS, diantaranya Perpustakaan, International Office, Taiwan Centre, Museum UNS, Medical Centre, Pusbangnis UNS, RS UNS, perpustakaan dan medical center UNS dengan menggunakan bis kampus.

    Aktifitas visitasi berikutnya tersentral di FEB UNS. Assessment untuk masing-masing prodi dilakukan oleh 2 orang asesor, yakni Mr. Johnson Ong Chee Bin dan Prof. Dr, Aleth Therese L. Dacanay sebagai asesor Prodi S1 Ekonomi Pembangunan ; Prof.Dr.Suzeini Binti Abd Halim dan Mrs. Siriluck Kiewkong sebagai asesor di Prodi S 1 Hukum, Assoc. Prof.Dr Kamulwan Lueprasert dan Prof. Dr. Irfan Naufal Umar sebagai asseor di Prodi S1 Pendidikan Luar Biasa; Assoc. Prof. Dr. Amalina M. Afifi dan Asst. Prof. Dr. Thasaneeya Ratanaroutai Nopparatjamjomras, sebagai asesor Prodi S1 Agribisnis. Tim didampingi oleh Korn Ratagosoom sebagai sekretaris AUN QA.

    Audiensi oleh Tim Asesor secara berturut-turut dilakukan kepada pimpinan fakultas, tim SAR, tenaga pendidik, staf, mahasiswa dan pengguna. Selanjutnya tim melakukan survei ke lapangan.

    Di FEB UNS, ruang yang dikunjungi diantaranya Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa, Ruang Internship and Career Development Center, Laboratorium Komputer, Laboratorium Simulasi Perbankan, Laboratorium Ekspor Impor, Ruang Pelayanan Kuliah, Ruang Galeri Investasi dan Ruang Transit Dosen.

    Salah satu asesor, Mr. Johnson Ong Chee Bin saat ditemui media, menyatakan sangat terkesan dengan penyelenggaraan assessment di UNS. “Sejak awal dari saat kami tiba di bandara dan di tempat assessment, kami disambut dengan bermacam aktifitas seperti tari penyambutan dan proses assessment, pengaturan dokumen, serta logistik diatur dengan baik dan efisien”, Jelas Johnson.

    Lebih lanjut ia menceritakan bahwa kampus ini sangat hijau dan sangat menyukai kondisi kampus dengan banyak pohon dan bunga.

    Kami juga menemukan sebuah keunikan dari kampus ini yaitu adanya inklusi dari berbagai bangunan keagamaan seperti masjid, pura, wihara dan gereja.

    Humas FEB UNS

  • 267 Calon Mahasiswa FEB UNS, Lakukan Registrasi Ondesk

    267 Calon Mahasiswa FEB UNS, Lakukan Registrasi Ondesk

    Registrasi Ondesk SNMPTN S1 dan PMDK D3 FEB UNS digelar hari ini, Senin 20/5/2019 di Aula Gedung 3. Calon mahasiswa yang registrasi terdiri dari 124 orang Jalur PMDK Diploma dan 143 orang jalur SNMPTN S1.

    Dari 267 orang yang melakukan registrasi, 4 orang diantaranya Hafiz Quran dan 43 orang Bidik Misi.

    Peserta wajib menyerahkan beberapa dokumen, diantaranya pas foto, fotokopi slip pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), surat keterangan penghasilan orang tua, surat hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter, dan print out registrasi online.

    Dokumen asli berupa Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) dan piagam prestasi hanya ditunjukkan kepada petugas.

    Nur Hariawan , Kasubbag Akademik FEB UNS dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang lolos hingga masuk dalam tahapan registrasi.

    Pada kesempatan itu, Nur juga memberikan penjelasan terkait alur registrasi yang harus dicermati oleh peserta.

    “Bagi peserta yang masih kekurangan berkas yang dibawa, fakultas masih memberi kelonggaran untuk melengkapinya, besok, di ruang layanan akademik FEB. Dan bagi yang luar kota, bisa dikirim melalui pos kepada Kasubbag Akademik FEB UNS” jelasnya.

    Serah terima dan pelantikan mahasiswa baru oleh Rektor akan dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2019 pukul 07.00 di Halaman Gedung dr. Prakosa UNS.

    Dalam acara pelantikan, mahasiswa baru wajib mengenakan seragam atas putih, bawah putih dan beralmamater.

     

    Humas FEB

     

  • Untuk Pengembangan Dana Haji, BPKH dan FEB UNS Akan Jalin Kerjasama

    Untuk Pengembangan Dana Haji, BPKH dan FEB UNS Akan Jalin Kerjasama

    Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) merupakan sebuah lembaga yang dibentuk oleh Presiden dengan tugas melakukan pengelolaan keuangan haji yang meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran dan pertanggungjawaban.

    “BPKH yang lahir pada tahun 2017 mengelola dana yang berasal para calon jamaah haji yang telah terdaftar dan melakukan setoran awal, uangnya dikembangkan dan hasilnya dikembalikan dalam bentuk pelayanan kepada jamaah haji” papar Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pelaksana BPKH RI dalam Seminar Pengelolaan Keuangan Haji Indonesia di FEB UNS, 18/5/2019.

    “Total dana kelolaan BPKH posisi Desember 2018 adalah Rp 113 Triliun, dan terus bertambah. Ini tentunya harus difikirkan pemanfaatan dan pengembangannya” katanya.

    Anggito berharap ada kerjasama antara FEB UNS dan BPKH dengan membentuk lembaga pengkajian dalam pemanfaatan dan pengembangan dana haji. Kajian pengembangan yang bisa difikirkan bersama misalnya dalam bentuk investasi langsung, surat-surat berharga, produk-produk perbankan, nilai tukar, efisiensi-efisiensi dan lain sebagainya.

    Anggito juga menyatakan bahwa selama ini, dana haji yang masuk ke Arab Saudi sebesar 15 Triliun dan itu tidak balik lagi ke Indonesia. Kita harus berupaya bagaimana agar dana itu bisa dimanfaatkan kembali ke Indonesia. Kita harus berfikir bagaimana produk Indonesia bisa menembus pasar di Arab.

    “Tasbih, baju muslim, sandal jepit disana bukan produk Indonesia. Jika kita bisa menembus pasar Arab yang setiap tahun ada 3 juta orang ibadah haji dan 10 juta orang umroh datang ke Arab, tentunya memberikan kemanfaatan yang lebih” jelasnya.

  • FEB Gelar Serah Terima Jabatan Dekan FEB

    FEB Gelar Serah Terima Jabatan Dekan FEB

    Usai pelantikan dekan yang dilaksanakan di Auditorium UNS, Jumat, 10/5/2019, siangya, FEB mengelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dekan FEB UNS di Ruang Sidang I FEB.

    Acara yang diikuti oleh seluruh pimpinan FEB UNS tersebut diawali dengan pembacaan naskah sertijab, penandatangan naskah dilanjutkan dengan penyerahan laporan memorandum akhir jabatan Dekan FEB UNS periode 2015-2019.

    Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, Dekan di periode 2015-2019 bersyukur dengan telah dilaluinya acara pemilihan dekan yang berjalan dengan baik dan lancar hingga terpilih Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. sebagai Dekan FEB untuk periode 2019-2023.

    Dalam acara itu,  Dr. Hunik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, mulai dari wakil dekan, kepala prodi, kepala unit, kepala lab dan pimpinan tenaga kependidikan yang selama 4 tahun telah bekerja bersama, berjuang, mengabdi untuk lebih memajukan  FEB.

    Dr. Hunik  juga menitipkan kepada Dekan terpilih,  beberapa program yang belum terselesaikan diantaranya Pendirian Program Studi  Ekonomi Islam, Pendirian Program Financial Tekhnologi, Optimalisasi KPPMF bersinergi dengan Tim Internasionalisasi, Otomatisasi Sistem Kenaikan Pangkat.

    “Dan beberapa pekerjaan dalam waktu dekat, yakni menjadi host untuk visitasi AUN QA  untuk empat prodi di UNS, Prodi Ekonomi Pembangunan, Prodi di Fakultas Hukum, Pertanian dan FKIP pada bulan juni tahun ini, serta reakreditasi prodi Ekonomi Pembangunan juga progam pascasarjana” jelasnya.

    Prof.  Djoko dalam prakatanya mengibaratkan FEB sebagai “rumah besar”, yang penghuninya harus saling dukung, saling menyapa, saling berkasih sayang agar cita-cita FEB dengan visi misinya bisa teraih dengan cepat.

  • Forum Diskusi Akademisi:  Soroti Perkembangan Ekonomi Indonesia Terkini

    Forum Diskusi Akademisi: Soroti Perkembangan Ekonomi Indonesia Terkini

    Sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan praktisi se eks Karesidenan Surakarta ikuti Forum Diskusi Akademisi, Rabu, 27 Maret 2019.

    Kegiatan yang bertemakan  “Perkembangan Terkini Ekonomi Indonesia dan Tantangan Kedepan”  berlangsung atas  kerjasama Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Tiga narasumber dihadirkan yakni Sahminan, dari Departemen Kebijakan  Ekonomi dan Moneter, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas dan Lana Soelistianingsih, Pengamat Ekonomi.

    Dwi Mukti Wibowo, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyatakan dalam sambutannya bahwa ekonomi sekarang bukan masalah ekonomi ansih, namun sangat berhubungan dengan banyak hal. Keamanan dan  ketertiban mempunyai pengaruh terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.

    “Untuk itu,  kita harus bersinergi bersama-sama, dengan Lembaga Pemerintahan, Bareskrim, Kemenko Polhukam,  BIN, Lazis, dan para akademisi. Dengan media juga bersinergi, untuk memberitakan informasi-informasi yang positif sehingga membangun reputasi negeri,” jelas Dwi Mukti.

    Menyikapi perkembangan ekonomi Indonesia, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas menyatakan, di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan secara bertahap. Dengan potensi SDA dan market size Indonesia yang cukup besar,  perekonomian daerah memiliki peran untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

    “Butuh investasi yang  besar terutama dari luar negeri  agar potensi itu dapat diwujudkan dengan baik.  Untuk itu, harus ditingkatkan daya saing perekonomian dengan berbagai upaya mengatasi berbagai kendala yang ada, seperti keterbatasan infrastruktur, relatif rendahnya kualitas SDM dan inefisiensi di pasar tenaga kerja, korupsi dan masalah dalam tata pamong, dan sebagainya,” jelasnya.

    Sejalan dengan hal itu, Lana menyatakan bahwa  kebijakan ekonomi yang perlu kita cermati adalah bagaimana agar perekonomian global tidak tersandera oleh dua kekuatan ekonomi yaitu Amerika dan China.

    “Dari sisi domestik relatif aman, kita dorong belanja kita, itu salah satu stimulus untuk memperbaiki perekonomian kita,” paparnya.

    Di sisi lain, pemerintah sudah menyiapkan jaring pengaman sosial,  misalnya dari bantuan sosial yang cukup besar untuk mendongkrak ekonomi di lapisan bawah, dana desa, dan perilaku untuk  tidak tergantung kepada subsidi BBM. (Tetri/Humas FEB)

  • Dua Profesor Universitas Putra Malaysia Kunjungi FEB UNS

    Dua Profesor Universitas Putra Malaysia Kunjungi FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menerima kunjungan dua profesor bidang ekonomi dari Universitas Putra Malaysia (UPM), Associate Professor Wan Azman Saini Wan Ngah dan Associate Professor Law Siong Hook, 15 – 16 Maret 2019 di Ruang Sidang 1 Gedung 1 FEB UNS.

    Dalam kunjungannya, kedua profesor berbagi ilmu dalam bidang Business Economics kepada dosen FEB UNS yang sedang menempuh studi lanjut pada program Doktoral di UPM Malaysia.

    Dalam acara itu, peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai tips publikasi yang menjadi syarat utama dalam program Doktoral.

  • Penerimaan  Kunjungan SMA IT Asy-Syukriyyah Tangerang:  FEB UNS Siapkan Lulusannya Mampu  Bersaing

    Penerimaan Kunjungan SMA IT Asy-Syukriyyah Tangerang: FEB UNS Siapkan Lulusannya Mampu Bersaing

    FEB memiliki 13 program studi, lengkap mulai dari diploma sampai dengan program doktor dan telah terakreditasi  A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. FEB  juga senantiasa memacu diri untuk bersaing di kancah internasional.   Prodi Magister Manajemen FEB telah terakreditasi internasional, Abest 21 yang berpusat di jepang, Program Studi Manajemen telah terakreditasi internasional AUN QA. FEB juga telah menjadi anggota AACSB yang berpusat di Amerika.

    Hal itu disampaikan Harmadi, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam penerimaan kunjungan SMA IT Asy-Syukriyyah, Senin 18 Maret 2019 di Ruang Sidang II FEB UNS.

    Rombongan yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI SMA IT Asy-Syukriyyah dan beberapa guru pendamping diterima langsung oleh Harmadi, dan  Reza Rahardian, Kepala Program Studi Manajemen FEB serta Yaman Umaran, salah satu tim  dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS.

    Mairatu Sisriyeni, Kepala Sekolah SMA IT Asy-Syukriyyah menyampaikan tujuan kunjunganya adalah   dalam rangka memberikan bekal kepada para siswa dengan pengetahuan dan pencerahan dari kampus UNS untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi.

    Keantusiasan siswa dalam mengikuti acara terlihat dari banyaknya siswa yang menyampaikan pertanyaan disesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan diantaranya tentang proses penerimaan mahasiswa baru, program magang, kerjasama, pelaksanaan perkuliahan, kesempatan studi lanjut, hingga sejauh mana upaya fakultas dalam memberikan lulusan yang terbaik sehingga dapat berkompetisi dengan lulusan perguruan tinggi lainnya dalam memasuki dunia kerja.

    “FEB memang bukan ikatan dinas yang ketika lulus langsung disalurkan kerja, namun kami menfasilitasi mahasiswa untuk siap bersaing di dunia kerja. Secara kelembagaan, akreditasi A yang diperoleh semua prodi di FEB telah menjadi tiket awal bagi lulusan untuk masuk di lapangan kerja,”  Jelas Reza, menjawab salah satu peserta tentang jaminan memperoleh pekerjaan.

    Lebih lanjut dijelaskan, modal dasar telah banyak diberikan saat mahasiswa menjalani studinya, salah satu yang dikembangkan di program studi manajemen adalah Praktek Simulasi Manajerial (PSM).

    Di PSM, mahasiswa tidak diberikan teori lagi, tapi mahasiswa akan dihadapkan pada simulasi praktek kerja dunia riil. Mahasiswa akan menempati posisi tertentu dalam perusahaan virtual dan menjalankan perannya dalam posisi tersebut sekaligus memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan. Pada kelas ini mahasiswa dapat memperagakan peran-peran manajerial dalam bidang keuangan, pemasaran, SDM dan operasi. Praktik Simulasi Manajerial mengasah hardskill dan softskill mahasiswa melalui simulasi praktik kerja untuk menyelesaikan business assignment. Model pembelajaran yang digunakan adalah problem based learning.

    “Kami menfasilitasi, namun mahasiswa juga harus melakukan sesuatu, mampu mengasah dirinya sehingga memiliki kemanfaatan,” tandasnya kemudian.

    Acara ditutup dengan saling bertukar cinderamata dilanjutkan foto bersama (Tetri – Humas FEB)

     

  • Pasca Raih Sertifikasi AUN QA, FEB UNS Sering Dikunjungi

    Pasca Raih Sertifikasi AUN QA, FEB UNS Sering Dikunjungi

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis merupakan salah satu Prodi yang ada di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah meraih sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA). AUN QA adalah  kegiatan yang dilakukan oleh AUN yang  melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN.

    Setelah peraihan sertifikasi ini, FEB UNS telah beberapa kali menerima kunjungan dari perguruan tinggi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang AUN QA.

    Dalam kurun waktu dua pekan di bulan Januari 2019, FEB UNS menerima kunjungan dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya pada tanggal 22 Januari 2019 dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di tanggal 31 Januari 2019.

    Selain itu, Irwan Trinugroho, Ketua Tim Internasionalisasi yang juga sebagai Ketua Tim Penyusun Self Assesment Report (SAR) Prodi S1 Manajemen, sering diundang secara khusus untuk memberikan penjelasan tentang AUN QA, diantaranya oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Irwan dalam setiap presentasinya memaparkan secara detil pengalamannya saat membantu Prodi S1 Manajemen, mulai dari  proses  pendaftaran sebagai anggota AUN hingga visitasi oleh tim asesor.

    Dikatakannya lebih lanjut,  ada panduan dari AUN QA yang harus kita ikuti dalam menyusun SAR. SAR terdiri dari tiga bab yang meliputi introduction, penjelasan dokumen SAR dan  SWOT.

    “Yang kita kirimkan di awal ke AUN hanya bab 1 saja untuk mendapatkan  slot visitasi” jelas Irwan.

    Untuk memudahkan koordinasi, Irwan berpesan agar dalam membentuk  Tim SAR jangan terlalu banyak personilnya agar laporan yang dibuat memiliki satu kesatuan pemikiran, 5 orang sudah cukup.

    Di saat visitasi, Irwan menjelaskan bahwa penilaian di setiap program studi dilakukan oleh 2 orang asesor.  Pada hari pertama, kedelapan asesor beraudiensi dengan pimpinan fakultas. Selanjutnya, secara berturut-turut audiensi dilakukan terhadap tenaga pendidik, staf dan mahasiswa.  Sementara di hari kedua visitasi, tim asesor mewawancarai alumni dan para pengguna (user). Setelah itu, dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa fasilitas di fakultas.

    “Meskipun ada penerjemah, namun pastikan seluruh dosen, alumni yang kita undang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, terkecuali untuk tenaga kependidikan atau user, dapat dimaklumi” katanya

    Lebih lanjut dikatakan bahwa saat visitasi, FEB UNS juga memberdayakan para mahasiswa untuk menjadi Liaison Officer (LO).  Para mahasiswa tidak hanya membantu  melayani reviewer yang saat itu berjumlah 8 orang, namun  juga membantu aktifitas lainnya untuk kelancaran visitasi.

    Dalam kesempatan yang sama Reza Rahardian, Kepala Prodi S1 Manajemen juga mengungkapkan bahwa visitasi yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 8-10 Mei 2018 sangat menguras tenaga dan fikiran.  FEB ditunjuk oleh Rektor  untuk menjadi tuan rumah visitasi AUN QA bagi empat prodi, yakni Prodi  Manajemen, Biologi, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil.

    “Untuk persiapan visitasi, persyaratan dan aturan yang diminta dari AUN QA sangat detil dan ketat, termasuk hal-hal yang sangat kecil sekalipun, mulai dari colokan listrik, tata ruang, penempatan bendera ASEAN, bahkan dokumentasi harus seijin AUN, demikian pula jamuan makan tidak diijinkan selama proses visitasi’ jelas Reza

    Reza bersyukur telah melalui seluruh prosesnya dan dengan sertifikasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi prodi dan universitas serta untuk para lulusan.  Diharapkan para alumnus dapat berkompetisi dengan mudah di dunia kerjanya.

  • Gempita PSM Award

    Gempita PSM Award

    Praktik Simulasi Manajerial (PSM) yang lahir pada tahun 2005 dilatarbelakangi oleh  keinginan mendobrak sebuah tatanan matakuliah yang sifatnya teoritis. Prodi Manajemen, harus  bisa membuat tangan mahasiswanya “kotor”, menyentuh kepada hal-hal substansi yang menjadi urusan manajer. Ini adalah esensi matakuliah PSM, yang hanya bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama langsung dengan para praktisi dari berbagai bisnis.

    Hal itu disampaikan Reza Rahardian, Kepala Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen yang juga sebagai salah satu Board of Director (BOD) PSM dalam sambutannya di PSM Award 2018.

    Kegiatan yang digelar Jumat,14/12/2018 di Aula FEB UNS merupakan rangkaian akhir dari perkuliahan PSM yang diikuti oleh delapan kelompok mahasiswa Prodi S-1 Manajemen angkatan 2015.

    Award diberikan untuk kategori market mapping, product development, feasibility, grand strategy, general manajer dan company.

    Kegiatan dikemas cukup menarik, selain pemberian award, beberapa mahasiswa berunjuk aksi  dipanggung dengan kemampuan mereka dibidang musik dan vokal.

    Di tahun ini, PSM mengambil tema tentang kelas musik,  bekerjasama dengan Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) Solo serta sudah dua kali menghadirkan langsung drummer dan musisi terkenal, Gilang Ramadhan untuk memberikan penilaian.

    Dalam evaluasinya, Reza memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berusaha maksimal dalam membuat sebuah kelas musik. Dari delapan kelompok, bahkan ada yang melewati batasan wilayah, yang tentunya membutuhkan biaya lebih.

    “Dari beberapa catatan kami,  mahasiswa masih  kurang ekspresif. Setiap kelompok kurang menunjukkan image usahanya, seragam oke, namun belum menunjukkan kebersamaannya, kesan sebagai sebuah perusahaan kurang ada. Dan juga masih harus dipaksa dan didorong’ jelas Reza

    Pekan lalu, saat  ke delapan tim presentasi di sesi terakhir PSM, sudah nampak perkembangannya. Dalam waktu yang sangat singkat, sekitar lima menit, masing-masing general manajer memaparkan grand strategy kelas musiknya dengan sangat tangkas. Bahkan Gilang Ramadhan yang saat itu hadir, sangat takjub dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kemampuan mahasiswa.