FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Siapkan Advisory Board sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Internasional AACSB

    FEB UNS Siapkan Advisory Board sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Internasional AACSB

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Pembahasan Pembentukan Advisory Board FEB UNS, Senin (18/5/2026) di Classroom 3 Lantai 5 UNS Tower Hotel.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis FEB UNS dalam mempersiapkan proses akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dari sektor industri, pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha.

    Kegiatan tersebut dihadiri jajaran dekanat, anggota senat fakultas, serta tim task force AACSB FEB UNS untuk membahas konsep, legalitas, komposisi, hingga kriteria Advisory Board yang akan dibentuk.

    Advisory Board dirancang sebagai forum strategis yang dapat memberikan masukan bagi pengembangan institusi, khususnya terkait kebutuhan pasar terhadap lulusan, penyusunan kurikulum, evaluasi kinerja fakultas, hingga penguatan branding dan jejaring internasional FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Advisory Board menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses akreditasi internasional AACSB.

    “Hari ini kami selaku Dekanat sedang dalam proses mempersiapkan akreditasi internasional AACSB. Dalam proses tersebut, kami memerlukan masukan dari forum ini. Intinya, kami ingin berkonsultasi terkait langkah-langkah yang perlu disusun dalam pembentukan Advisory Board,” ujar Dekan.

    Ia menjelaskan bahwa dalam proses penyusunan eligibility application AACSB, FEB UNS membutuhkan keterlibatan stakeholder dan mitra strategis yang dinilai layak menjadi bagian dari Advisory Board.

    Menurutnya, keberadaan forum tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai wadah branding institusi, tetapi juga menjadi ruang konsultatif yang memberikan berbagai masukan strategis bagi pengembangan fakultas.

    “Advisory Board nantinya diharapkan dapat menjadi wadah branding fakultas sekaligus forum yang memberikan masukan terkait kebutuhan pasar terhadap lulusan, penyusunan kurikulum, hingga evaluasi kinerja fakultas” jelasnya.

    Prof. Bhimo menegaskan bahwa FEB UNS masih memerlukan berbagai masukan terkait kriteria dan komposisi anggota Advisory Board, termasuk proporsi unsur industri, akademisi, alumni, maupun sektor profesional lainnya.

    “Kami juga membutuhkan masukan terkait kualifikasi dan komposisi anggota Advisory Board, misalnya dari unsur industri, akademisi, alumni, maupun profesional lainnya, sehingga forum ini benar-benar dapat memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan fakultas,” tambahnya.

    Sebelumnya, tim task force AACSB FEB UNS juga telah menyiapkan sejumlah nama calon Advisory Board dari berbagai bidang strategis yang nantinya dapat didiskusikan bersama.

    Dalam forum diskusi tersebut, peserta memberikan berbagai masukan terkait pembentukan Advisory Board FEB UNS.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

  • FEB UNS Tingkatkan Kompetensi Layanan Disabilitas melalui Pelatihan Inklusivitas

    FEB UNS Tingkatkan Kompetensi Layanan Disabilitas melalui Pelatihan Inklusivitas

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Layanan Disabilitas bertajuk “Membangun Kompetensi, Menguatkan Inklusivitas FEB UNS” 19–20 Mei 2026 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta petugas keamanan di FEB UNS dan menghadirkan narasumber Arsy Anggrellanggi, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Luar Biasa UNS.

    Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya FEB UNS dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif bagi mahasiswa disabilitas.

    Materi yang disampaikan mencakup pemahaman ragam disabilitas, strategi pendampingan mahasiswa berkebutuhan khusus, hingga praktik dasar bahasa isyarat untuk mendukung komunikasi yang lebih inklusif di lingkungan kampus.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa layanan disabilitas tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif maupun institusional, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan empati.

    Ia membagikan pengalamannya saat menempuh studi di Australia pada tahun 2010, ketika mahasiswa diminta merasakan langsung pengalaman sebagai penyandang disabilitas. Saat itu, ia menggunakan kursi roda untuk berpindah dari satu gedung ke gedung lain di kampus.

    “Kalau berjalan normal mungkin hanya lima menit sampai, tetapi ketika menggunakan kursi roda ternyata membutuhkan waktu jauh lebih lama karena harus mencari jalur yang memungkinkan untuk dilalui. Dari situ muncul empati bahwa teman-teman berkebutuhan khusus membutuhkan tenaga, waktu, dan kesiapan mental yang lebih besar,” ungkapnya.

    Menurut Prof. Tri, pengalaman tersebut membangun kesadaran untuk lebih peka terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa meningkatnya jumlah mahasiswa berkebutuhan khusus di UNS menuntut seluruh sivitas akademika untuk memahami bentuk layanan yang tepat dan ramah disabilitas.

    “Prinsip utamanya adalah bagaimana kita memberikan layanan yang lebih baik bagi teman-teman yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas maupun komunikasi. Kalau nantinya berdampak pada peningkatan ranking inklusi, itu adalah bonus,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa pemahaman mengenai layanan disabilitas penting sebagai bekal kehidupan sosial di masa depan.

    Menurutnya, setiap individu pada akhirnya akan mengalami penurunan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia, sehingga kepedulian terhadap aksesibilitas dan pelayanan inklusif menjadi kebutuhan bersama.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pendampingan mahasiswa tunanetra, tunarungu, tunadaksa, slow learner, ADHD, autism spectrum disorder, hingga strategi adaptasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, peserta dikenalkan pada prinsip komunikasi inklusif dan penggunaan bahasa isyarat sederhana dalam layanan akademik maupun nonakademik.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap seluruh unsur layanan di lingkungan fakultas mampu membangun budaya kampus yang semakin inklusif, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas.

    Kegiatan ini sejalan dengan dukungan terhadap United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-10 tentang berkurangnya kesenjangan melalui penguatan layanan pendidikan yang inklusif bagi semua kalangan.

  • FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bersama BPK RI, Hadirkan Alumni Berprestasi

    FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bersama BPK RI, Hadirkan Alumni Berprestasi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dalam rangka Pemberantasan Korupsi dan Mendukung Program Strategis Pemerintah”, Jumat (8/5/2026) di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan ini menghadirkan Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat, S.E., M.Si., Ak., CA, CSFA, sebagai narasumber utama.

    Kuliah umum tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan dari BPK RI. Hadir pula Dr. Mulyadi selaku Dewan Pengawas BPK RI.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS Prof. Bhimo Rizky Samudro menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri dan lembaga negara, khususnya BPK RI.

    Ia menegaskan bahwa FEB UNS terus mendorong pola pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek teoretis, tetapi juga memperkuat pengalaman praktis bagi mahasiswa.

    “Kami ingin mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari para praktisi dan pemimpin di level nasional sehingga ketika lulus nanti memiliki kompetensi yang lebih lengkap,” ujar Prof. Bhimo.

    Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Widhi Widayat sebagai alumni berprestasi FEB UNS diharapkan dapat memotivasi mahasiswa.

    Lebih lanjut dikatakan, FEB UNS juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan BPK RI, termasuk dalam mendukung penguatan kapasitas institusi dan pencapaian akreditasi internasional.

    Sementara itu, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kerja sama antara FEB UNS dan BPK RI.

    Menurutnya, kehadiran Widhi Widayat sebagai alumni FEB UNS yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi UNS.

    “Kehadiran beliau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa dari ruang kelas FEB UNS dapat lahir para profesional, auditor, ekonom, dan pemimpin yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” tutur Prof. Hartono.

    Dalam sambutannya, Rektor UNS juga menekankan bahwa korupsi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia karena berdampak terhadap tata kelola pemerintahan, pembangunan nasional, hingga kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi.

    Ia menjelaskan bahwa BPK RI memiliki peran strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas melalui fungsi pemeriksaan pengelolaan keuangan negara, rekomendasi perbaikan tata kelola, serta penguatan sistem pengendalian internal.

    Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peran BPK secara teoretis, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai praktik tata kelola keuangan negara, pentingnya integritas dalam birokrasi, serta peran generasi muda dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen FEB UNS dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan praktik dunia nyata melalui kolaborasi bersama lembaga negara dan mitra strategis.

    Kegiatan ini mendukung SDGs poin 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

  • FEB UNS Sosialisasikan Jalur Percepatan untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan

    FEB UNS Sosialisasikan Jalur Percepatan untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Sosialisasi Informasi Akademik Tahun 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi beserta orang tua/wali.

    Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 27 April 2026 pukul 15.30 WIB hingga selesai.

    Kegiatan juga diikuti oleh kepala program studi S1 dan S2 FEB UNS, dengan fokus utama memberikan pemahaman terkait program akademik, khususnya program percepatan yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan S1 dan S2 dalam waktu lebih singkat.

    Dalam arahannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, menyampaikan bahwa program percepatan telah mulai dirintis sejak 2025 dan kembali ditawarkan pada tahun 2026 sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas lulusan. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu sekitar lima tahun atau bahkan kurang.

    Ia menjelaskan bahwa urgensi melanjutkan studi ke jenjang S2 tidak hanya berkaitan dengan gelar, tetapi juga peningkatan kompetensi sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Lulusan S1 berada pada level 6 yang menekankan penguasaan keterampilan teknis dan analitis, sedangkan lulusan S2 berada pada level 8 yang menuntut kemampuan lebih tinggi, seperti pengambilan keputusan strategis dan pemecahan masalah yang inovatif.

    “Di jenjang S2, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu merumuskan strategi, mengambil keputusan strategis, serta memecahkan masalah manajerial secara inovatif. Selain itu, kemampuan jejaring dan adaptasi dalam lingkungan multikultural juga semakin diperkuat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kualitas akademik UNS terus menunjukkan peningkatan, yang tercermin dari capaian peringkat global tahun 2026 pada peringkat 351–400 dunia dan menempati posisi kedua di Indonesia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang melanjutkan studi dari S1 hingga S2 di institusi yang sama.

    Program percepatan FEB UNS saat ini tersedia pada tiga jalur, yaitu dari S1 Ekonomi Pembangunan ke Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, dari S1 Manajemen ke Magister Manajemen, serta dari S1 Akuntansi ke Magister Akuntansi.

    Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para Ketua Program Studi melalui breakout room guna memperoleh informasi lebih rinci terkait kurikulum, persyaratan, dan keunggulan masing-masing program.

    Selain durasi studi yang lebih singkat, program ini juga menawarkan keuntungan finansial berupa potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50 persen pada semester awal program magister. Pendaftaran program percepatan dibuka hingga akhir April 2026, dengan mekanisme pendaftaran melalui masing-masing program studi.

    Usai arahan dari Prof. Tri, peserta masuk ke breakout room untuk mendapatkan informasi percepatan studi oleh masing-masing Kaprodi S2.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap mahasiswa dan orang tua dapat memahami berbagai pilihan jalur studi yang tersedia serta mempertimbangkan program percepatan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

    Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

  • P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia

    P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia

    Dalam rangka mendorong atmosfer akademik yang kolaboratif dan produktif, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Riset Grup (RG) Institusi dan Pasar Keuangan menyelenggarakan kegiatan Working Paper Forum bertajuk “The Success of Social Project in Online Donation-Based Crowdfunding in Indonesia”.

    Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 28 April 2026,  diikuti oleh dosen dan mahasiswa.

    Ketua P4M FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan fenomena crowdfunding di Indonesia yang semakin pesat.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan atmosfer akademik di fakultas guna mendorong minat serta kuantitas dan kualitas riset. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) dan mewujudkan FEB sebagai fakultas berkelas dunia,” ungkapnya.

    Ia juga berharap peserta memperoleh insight dari narasumber yang telah berpengalaman menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi.

    Narasumber dalam kegiatan ini, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Kemahasiswan dan Alumni memaparkan penelitiannya terkait kesuksesan proyek sosial dalam platform crowdfunding berbasis donasi di Indonesia, khususnya melalui platform Kitabisa.

    Ia menjelaskan bahwa crowdfunding merupakan metode pendanaan yang melibatkan kontribusi dari banyak individu untuk mendukung suatu proyek atau kegiatan, terutama yang bersifat sosial.

    Penelitian ini menggunakan data sebanyak 2.814 kampanye crowdfunding periode 2018–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye sosial memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan jenis kampanye lainnya. Selain itu, faktor seperti target dana, pengalaman penggalang dana, serta momentum seperti Ramadan juga memengaruhi tingkat keberhasilan kampanye. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia, dengan 83% masyarakat berpartisipasi dalam donasi pada tahun 2021 .

    Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan regional, di mana kampanye sosial di luar Pulau Jawa cenderung lebih berhasil dibandingkan di Jawa. Faktor budaya, solidaritas sosial, serta partisipasi donor menjadi elemen penting dalam menentukan keberhasilan suatu kampanye. Secara keseluruhan, hasil studi ini menegaskan bahwa kampanye sosial secara signifikan meningkatkan probabilitas keberhasilan pendanaan serta jumlah dana yang terkumpul.

    Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran gagasan dan penguatan budaya riset di lingkungan FEB UNS, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai crowdfunding berbasis donasi di Indonesia.

    Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset akademik, serta tujuan nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara unit dan kelompok riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

  • Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026: FEB UNS Terima Kunjungan UPT Kearsipan UNS

    Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026: FEB UNS Terima Kunjungan UPT Kearsipan UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Tim UPT Kearsipan dalam rangka kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026 di UNS, Kamis, 30 April 2026.

    Tim UPT Kearsipan UNS disambut Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Kepala Bagian Tata Usaha, Kasubbag, arsiparis, hingga pengolah kearsipan di Ruang Fiscal Corner FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA menegaskan pentingnya pemenuhan standar kearsipan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan arsip bukan lagi sekadar domain kompetensi tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang harus dipenuhi secara sistematis.

    “Arsip itu bukan lagi sekadar domain kompetensi tertentu, tetapi memang harus dipenuhi. Jika masih ada kekurangan, segera dilengkapi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung penguatan tata kelola kearsipan sebagai bagian dari kontribusi institusi terhadap universitas.

    “Prinsipnya kami menyambut baik kehadiran tim. Ini bukan hanya kepentingan fakultas, tetapi juga universitas. Apa yang bisa kami kontribusikan, kami siap memfasilitasi,” tambahnya.

    Sutaryo juga mendorong seluruh unit terkait untuk terus memantau dan melengkapi kebutuhan arsip, termasuk apabila diperlukan dukungan kebijakan di tingkat universitas. Ia menekankan bahwa optimalisasi harus tetap dilakukan meskipun terdapat keterbatasan waktu.

    Sementara itu, Yani Maryudiasti, S.Sos., M.Si., Kepala UPT Kearsipan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Program Kerja Pengawasan Kearsipan Tahunan (PKPKT) Tahun 2026 yang bertujuan memastikan implementasi kebijakan kearsipan berjalan sesuai prinsip, kaidah, dan standar yang berlaku, sekaligus mewujudkan tertib arsip di lingkungan universitas .

    Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaannya, peninjauan arsip dilakukan setelah penyampaian hasil review oleh Tim UPT Kearsipan terhadap borang (instrumen ASKI PTN) yang sebelumnya telah diisi dan dikirimkan oleh arsiparis FEB UNS.

    Berdasarkan hasil review tersebut, tim kemudian melakukan verifikasi lapangan melalui peninjauan langsung terhadap pengelolaan arsip akademik dan nonakademik pada unit pengolah, meliputi Subbagian Akademik dan Subbagian Nonakademik.

    Selain itu, peninjauan juga dilakukan pada Unit Kearsipan II (UK II), termasuk uji petik pada ruang penyimpanan arsip aktif dan inaktif, guna memastikan kesesuaian antara data dalam borang dengan kondisi riil di lapangan serta pemenuhan standar kearsipan yang berlaku .

    Melalui kegiatan ini, diharapkan tata kelola arsip di FEB UNS semakin tertib, sistematis, dan akuntabel, sehingga mampu mendukung transparansi serta efektivitas administrasi di lingkungan universitas.

    Kegiatan pengawasan kearsipan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), yang menekankan pentingnya institusi yang kuat, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas.

     

  • Dorong Publikasi Bereputasi, P4M FEB UNS Bahas Strategi Penulisan Big Data

    Dorong Publikasi Bereputasi, P4M FEB UNS Bahas Strategi Penulisan Big Data

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Workshop Pendampingan Artikel Tahap 2 dengan tema Strategi Penulisan Artikel Big Data Analysis, Selasa (14/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

    Kegiatan yang menghadirkan narasumber utama Nila Armelia Windasari, S.A., MBA., Ph.D., PCM., dosen dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB diikuti oleh dosen dan mahasiswa FEB UNS.

    Workshop bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah berbasis Big Data Analysis yang berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

    Melalui workshop ini kami berharap Bapak Ibu peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait strategi penulisan artikel berbasis big data, mulai dari perolehan, pengolahan, hingga teknis publikasi, ujar Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., Ketua P4M FEB UNS dalam sambutannya.

    Nila Armelia Windasari memaparkan strategi penulisan artikel ilmiah dengan menekankan pentingnya struktur, metodologi, dan penyajian data yang tepat.

    Nila menjelaskan bahwa judul artikel sebaiknya spesifik dan tidak lebih dari 16 kata, serta abstrak harus mampu menarik perhatian dan menunjukkan posisi penelitian secara jelas.

    Abstrak harus jelas posisi penelitiannya dan metodologi perlu dijelaskan secara transparan, termasuk prosedur pengolahan data,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Nila mengingatkan agar peneliti menuliskan hasil penelitian secara jelas tanpa deskripsi yang berlebihan, serta menghindari klaim kausalitas yang tidak dapat dibuktikan dalam data observasional berskala besar.

    Dalam sesi strategi penelitian dan publikasi, Nila menekankan bahwa kualitas publikasi lebih penting dibandingkan kuantitas. Ia membagikan kebiasaannya membaca artikel dari jurnal terkemuka secara rutin serta menggabungkan metode multimethod untuk meningkatkan kepercayaan editor terhadap hasil penelitian. Ia juga memaparkan contoh riset berbasis data sekunder dari platform seperti Twitter, Google Maps, dan TripAdvisor.

    Pada pembahasan penelitian data media sosial, Nila mencontohkan studi terkait pengunjung Taman Nasional Komodo yang memanfaatkan lebih dari 42.000 data rekaman. Ia menegaskan pentingnya kejelasan dalam judul, keberanian dalam menyampaikan kontribusi penelitian, serta penggunaan kata kunci yang relevan dengan komunitas akademik.

    Selain itu, Nila menguraikan struktur penulisan pengantar akademik yang efektif, meliputi hook, gap, contribution, dan roadmap. Ia mencontohkan bahwa pengantar yang baik hanya memuat satu ide utama per paragraf dan tidak lebih dari 2,5–3 halaman.

    Dalam aspek penulisan, ia juga menekankan pentingnya menghindari jargon serta menyusun tinjauan literatur berdasarkan logika konsep, bukan kronologi, dengan teknik “bola salju maju” dan “bola salju mundur” untuk menelusuri referensi.

    Dalam sesi metodologi, Nila menjelaskan pentingnya transparansi dan akurasi dalam penelitian Big Data, termasuk proses pra-pemrosesan data seperti tokenisasi, pembersihan data, analisis topik, hingga validasi.

    Ia menegaskan bahwa dokumentasi proses penelitian harus dilakukan secara rinci, termasuk mengungkap keterbatasan penelitian.

    Penting untuk tidak mengklaim kausalitas dalam penelitian observasional dan memastikan seluruh proses terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen FEB UNS dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global. Secara lebih luas, workshop ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi akademik, serta poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset berbasis data dan teknologi.

  • FEB UNS dan UiTM Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Akademik dan Riset

    FEB UNS dan UiTM Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Akademik dan Riset

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan akademik (academic visit) dari Fakulti Pengurusan dan Perniagaan, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Senin (20/4/2026) di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi pembahasan program student exchange, joint research, joint supervision, serta berbagai peluang kolaborasi lainnya.

    Delegasi UiTM dipimpin oleh Prof. Ts. Dr. Shafinar Haji Ismail, Dekan Faculty of Business and Management, didampingi Associate Professor Ts. Dr. Ahmad Rais Mohamad Mokhtar dan Umaira Binti Othman Koya.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa FEB UNS dan UiTM memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas akademik, baik dalam pengajaran, publikasi ilmiah, maupun pengabdian masyarakat.

    “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah untuk memperkuat atmosfer akademik, termasuk dalam peningkatan reputasi akademik internasional serta tata kelola akademik yang lebih baik,” ujarnya.

    Sementara itu, Prof. Shafinar Haji Ismail memperkenalkan Faculty of Business and Management yang telah berdiri selama 70 tahun dan memiliki jaringan luas dengan 35 kampus di 14 negara bagian di Malaysia.

    Saat ini, fakultas tersebut memiliki sekitar 35.000 mahasiswa serta lebih dari 1.100 tenaga pengajar, termasuk profesor dan doktor.

    Ia juga menyampaikan komitmen UiTM untuk memperluas kolaborasi, termasuk dalam pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pembukaan program studi baru seperti Ekonomi dan Perbankan Syariah.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama internasional menjadi fokus penting, khususnya melalui program pertukaran mahasiswa.

    FEB UNS membuka peluang bagi mahasiswa UiTM untuk mengikuti program pertukaran selama satu semester maupun jangka pendek, termasuk summer program.

    Ia juga menyampaikan bahwa melalui skema kerja sama, mahasiswa dari kedua institusi berpeluang memperoleh pembebasan biaya kuliah (tuition fee), dengan tetap menanggung biaya hidup secara mandiri.

    “Solo merupakan kota dengan biaya hidup yang relatif terjangkau, sehingga sangat mendukung mobilitas mahasiswa internasional,” jelasnya.

    Selain itu, FEB UNS juga menawarkan program summer course yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman akademik dan lintas budaya mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menarik lebih banyak partisipasi mahasiswa internasional, termasuk dari UiTM.

    Sementara itu, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan alumni menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari pertemuan ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (PK).

    “Kolaborasi ini perlu terus dikembangkan, tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat, kunjungan industri, dan kerja sama lainnya yang lebih luas,” ungkapnya.

    Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen dari kedua institusi. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara FEB UNS dan UiTM.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kerja sama pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperluas jejaring kolaborasi global di bidang akademik.

  • FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah

    FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Driving Retail Funding Growth Through Digital Transformation” Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan ini menghadirkan Ari Kurniaman, Network & Retail Funding Director PT Bank Syariah Nasional, sebagai narasumber utama.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

    Disampaikan bahwa FEB UNS tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem keuangan, khususnya dalam menghadapi transformasi digital.

    “Kolaborasi ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata dari praktik di lapangan. Sinkronisasi antara financial market dan sektor riil, terutama dengan adanya aspek digital, menjadi hal yang perlu terus dikembangkan,” ujar Prof. Bhimo.

    Prof. Bhimo juga menambahkan bahwa masukan dari industri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

    Dalam sesi materi, Ari Kurniaman memaparkan bahwa potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar, meskipun saat ini pangsa pasarnya baru berkisar 7–8% dari total industri perbankan nasional. Dengan mayoritas penduduk muslim serta dukungan digitalisasi, perbankan syariah memiliki peluang untuk tumbuh hingga 18–20% pada tahun 2028 melalui inovasi produk dan penguatan ekosistem.

    Ia menjelaskan bahwa retail funding menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan, terutama untuk sektor UMKM dan pembiayaan halal. “Dana retail merupakan sumber pendanaan yang stabil, berbiaya rendah, dan berkelanjutan, sehingga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis perbankan,” jelas Ari.

    Lebih lanjut, Ari menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah perilaku nasabah secara signifikan. Digital banking kini bukan sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi kanal utama dalam layanan perbankan. Peningkatan penggunaan mobile banking, QRIS, dan sistem pembayaran real-time seperti BI-FAST menunjukkan pergeseran menuju ekosistem keuangan yang lebih cepat, mudah, dan inklusif.

    Dalam strategi pertumbuhan, BSN mengembangkan tiga pilar utama, yaitu digital acquisition, penguatan ekosistem komunitas (seperti masjid, kampus, dan UMKM halal), serta penguatan layanan institusional. Selain itu, integrasi dengan ekosistem halal seperti haji dan umrah, zakat, wakaf, serta sektor pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan praktisi industri, sehingga dapat memperkaya wawasan serta memahami tantangan dan peluang di sektor keuangan syariah berbasis digital.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi.

    Kegiatan kuliah umum ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan transformasi digital dalam sektor perbankan.

  • Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Adakan Pelatihan Alat Analisis STATA I

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Adakan Pelatihan Alat Analisis STATA I

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Alat Analisis STATA I, Kamis, 16 April 2026.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Teleconference Gedung Soedarah Soepono Lantai 3 FEB UNS terbuka bagi mahasiswa, khususnya yang ingin memperdalam kemampuan analisis data kuantitatif.

    Pelatihan ini menghadirkan Randy Kurniawan, S.E., M.Sc sebagai trainer, yang memberikan pembekalan terkait penggunaan perangkat lunak STATA dalam analisis evaluasi dampak.

    Materi yang disampaikan mencakup pengenalan teknik evaluasi dampak, metode Difference in Difference (DiD), serta Regression Discontinuity Design (RDD), yang merupakan pendekatan penting dalam penelitian ekonomi terapan dan kebijakan publik.

    Dalam modul pelatihan dijelaskan bahwa evaluasi dampak bertujuan untuk mengukur pengaruh suatu program terhadap kelompok sasaran dengan membandingkan kondisi aktual dengan counterfactual atau kondisi yang seharusnya terjadi tanpa intervensi program.

    Lebih lanjut, peserta juga diperkenalkan pada berbagai tantangan dalam analisis, seperti potensi endogeneity yang dapat muncul akibat omitted variables, measurement error, maupun simultaneity. Oleh karena itu, metode kuasi-eksperimental seperti DiD dan RDD menjadi penting untuk menghasilkan estimasi yang lebih akurat dan tidak bias.

    Selain itu, pelatihan ini juga memberikan praktik langsung penggunaan STATA, termasuk instalasi perintah tambahan seperti rdrobust untuk analisis RDD, serta studi kasus terkait evaluasi program, seperti dampak pemberian kredit terhadap konsumsi rumah tangga.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam melakukan analisis data berbasis bukti (evidence-based analysis), sehingga mampu menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia akademik maupun praktis.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen FEB UNS dalam mendukung penguatan kompetensi digital dan metodologis mahasiswa di era data-driven.

    Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan analitis mahasiswa, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten di bidang analisis data, serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dalam pengolahan dan analisis data.