FEB

Kategori: fakultas

  • Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS

    Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS

    Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema “Gen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?” diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi.

    Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Bulan Literasi Kripto (BLK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.

    Dalam keynote speech, Kepala Departemen Pengawasan IAKD OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu mandat utama OJK. Berdasarkan Survei Nasional 2025, indeks literasi keuangan Indonesia berada di angka 66,46%, sementara indeks inklusi mencapai 80,5%.

    “Hal ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan lebih tinggi dibandingkan pemahaman mereka. Padahal, literasi merupakan dasar penting dalam pengambilan keputusan keuangan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan keyakinan yang memengaruhi perilaku dalam mengelola keuangan, dengan tujuan akhir mencapai kesejahteraan finansial (financial well-being). Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak terburu-buru terjun ke investasi tanpa pemahaman yang memadai.

    “Kalau belum paham, jangan masuk. Kenali, pahami, baru kemudian mengambil keputusan investasi,” tegasnya.

    Sementara itu, dalam sambutannya, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB menyampaikan bahwa perkembangan teknologi keuangan dan aset digital, termasuk kripto, semakin pesat dan diminati generasi muda. Ia juga menekankan bahwa sejak 10 Januari 2025, OJK resmi menjadi otoritas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto.

    “Hingga Februari 2026, jumlah akun kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 21 juta, dengan sekitar 62% pengguna berasal dari kelompok usia 18–30 tahun. Ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam ekosistem ini,” jelasnya.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan pengguna tidak selalu diikuti oleh peningkatan pemahaman. “Literasi menjadi kunci. Generasi muda perlu memahami tidak hanya potensi, tetapi juga risiko dan aspek legalitas dari aset digital,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berinovasi.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mendorong peningkatan literasi keuangan digital serta membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

    Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi ekonomi digital.

  • Laboratorium Fintech FEB UNS Bekali Mahasiswa Strategi Hadapi Risiko Perbankan Digital

    Laboratorium Fintech FEB UNS Bekali Mahasiswa Strategi Hadapi Risiko Perbankan Digital

    Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan bertema “Risk Management in Digital Banking: Strategi Bank Menghadapi Disrupsi Financial Technology”  Rabu, 15 April 2026 di Aula Gedung Soedarah Soepono Lantai 5 FEB UNS.

    Kegiatan ini menghadirkan Cucu Kurniawati, S.E., M.M. dari Bank Danamon Indonesia Cabang Syariah Solo sebagai narasumber.

    Kepala Laboratorium Financial Technology FEB UNS, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A., CFP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya laboratorium dalam memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang financial technology dan manajemen risiko.

    Ia menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital di sektor perbankan.

    “Digitalisasi ini sudah menyentuh seluruh aspek industri, termasuk perbankan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana dampaknya, baik manfaat maupun risiko yang ditimbulkan,” ujar Wahyu.

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki keterkaitan dengan kebutuhan akademik mahasiswa.

    “Sertifikat dari pelatihan ini dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian skripsi, serta diselaraskan dengan skema sertifikasi yang tersedia di LSP UNS, khususnya di bidang manajemen risiko,” tambahnya.

    Dalam sesi materi, Cucu Kurniawati menjelaskan bahwa transformasi perbankan di era digital merupakan respon terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat yang menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan mudah.

    Berbagai inovasi seperti mobile banking, QRIS, serta layanan keuangan digital lainnya telah meningkatkan efisiensi dan memperluas akses layanan ke masyarakat.

    “Transformasi perbankan saat ini merupakan respon terhadap kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat dan praktis. Oleh karena itu, bank harus mampu beradaptasi dengan mengadopsi teknologi, termasuk berkolaborasi dengan financial technology (fintech),” jelas Cucu.

    Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) telah membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Namun demikian, transformasi tersebut juga diiringi dengan berbagai risiko yang perlu dikelola dengan baik.

    “Setiap transaksi itu mengandung risiko, sehingga manajemen risiko menjadi hal yang wajib dilakukan untuk meminimalkan potensi kerugian, termasuk risiko siber, perlindungan data, hingga kegagalan sistem teknologi,” tegasnya.

    Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang dikombinasikan dengan pengalaman praktis di industri perbankan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga gambaran nyata mengenai implementasi manajemen risiko di sektor perbankan.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, serta poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri keuangan di era digital.

  • Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045

    Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045

    Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer Series 2026 bertajuk “Reimajinasi Perlindungan Sosial Indonesia Menuju Visi 2045” Kamis (16/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

    Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FEB UNS.

    Acara menghadirkan Sudarno Sumarto, Honorary Senior Research Fellow The SMERU Research Institute serta mantan Visiting Fellow di Center for International Development, Harvard University, sebagai narasumber utama.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan arah strategis UNS yang mendorong penguatan kajian berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam isu penanggulangan kemiskinan melalui sistem perlindungan sosial. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi akademik yang lebih luas antara UNS dan narasumber.

    Ketua Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D. turut menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman.

    “Semoga momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta untuk belajar langsung dari narasumber. Kami sangat bersyukur beliau dapat hadir dan berbagi pada kesempatan ini,” ujarnya.

    Dalam pemaparannya, Sudarno Sumarto menekankan bahwa perlindungan sosial tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan semata, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan kemakmuran, keadilan, dan ketahanan nasional. Ia menggarisbawahi bahwa sistem perlindungan sosial harus dipandang sebagai kebijakan strategis untuk mengurangi kerentanan sepanjang siklus hidup masyarakat.

    Materi yang disampaikan mencakup lima aspek utama, yaitu urgensi perlindungan sosial, kondisi aktual di Indonesia, jebakan struktural dan kerentanan, pentingnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), serta rancangan masa depan sistem perlindungan sosial. Ia menegaskan bahwa bukti seharusnya menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan, bukan sekadar pelengkap.

    Lebih lanjut, Sudarno Sumarto menjelaskan bahwa meskipun Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dominasi sektor informal, keterbatasan fiskal, risiko perubahan iklim, serta tingginya kelompok rentan. Kelompok ini merupakan masyarakat yang berada sedikit di atas garis kemiskinan dan sangat mudah terdampak jika terjadi guncangan ekonomi.

    Dalam konteks kebijakan, ia menyoroti empat pertanyaan kunci yang harus dijawab, yaitu jenis bantuan yang tepat, sasaran penerima, mekanisme penyaluran, serta dampak dari program bantuan tersebut. Pemaparan ditutup dengan tiga pilar reformasi strategis, yaitu penguatan manajemen data, peningkatan cakupan dan kepatuhan, serta pemberdayaan ekonomi, yang seluruhnya harus berbasis pada data dan bukti yang kuat.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber yang berlangsung dinamis dan konstruktif.

    Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui penguatan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berbasis bukti, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata menuju Visi Indonesia 2045.

  • Siswa SMAN 1 Weleri Kunjungi FEB UNS, Kenali Dunia Kampus Lebih Dekat

    Siswa SMAN 1 Weleri Kunjungi FEB UNS, Kenali Dunia Kampus Lebih Dekat

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Weleri, Kendal, Senin (20/4/2026) di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan ini diikuti oleh 322 siswa dan 20 guru pendamping sebagai bagian dari upaya pengenalan dunia perguruan tinggi sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan tinggi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis.

    Mewakili pimpinan fakultas, Ketua Tim Kehumasan FEB UNS, Pram Suryanadi, S.E., M.Si., MCE menyampaikan apresiasi atas kehadiran para siswa di kampus UNS.

    Disampaikan bahwa UNS merupakan pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran dan kontribusi bagi masyarakat.

    “Kami sangat berbahagia dapat menerima kunjungan adik-adik semua di UNS. Kehadiran ini menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat dunia kampus, sekaligus memotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Pram Suryanadi juga menekankan pentingnya memahami konsep bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi juga memperhatikan aspek manusia (people) dan lingkungan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS dalam mengembangkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan serta mampu berkontribusi dalam dunia industri dan masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Weleri Kendal, Hayatullah Hasani, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari FEB UNS. Ia juga menitipkan para siswa untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga selama kegiatan berlangsung.

    “Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan potensi siswa kami kepada UNS. Kami berharap ke depan semakin banyak siswa SMA Negeri 1 Weleri yang dapat melanjutkan pendidikan di UNS,” ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini telah terdapat dua siswa SMA Negeri 1 Weleri yang berhasil diterima di UNS, dan berharap jumlah tersebut terus meningkat di masa mendatang.

    Dalam rangkaian kegiatan, para siswa mendapatkan paparan dari perwakilan program studi di FEB UNS. Paparan ini memberikan gambaran mengenai kurikulum, keunggulan program, serta peluang karier lulusan.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, para siswa berkesempatan menggali informasi lebih dalam terkait perkuliahan di FEB UNS dan prospek masa depan.

    Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses informasi pendidikan tinggi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memperkenalkan kesiapan karier dan dunia kerja kepada siswa.

  • FEB UNS Optimalkan Penghijauan Kampus melalui Inovasi Vertical Garden

    FEB UNS Optimalkan Penghijauan Kampus melalui Inovasi Vertical Garden

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima visitasi Tim Penilai Lomba Vertical Garden, Jumat 17 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian evaluasi program penghijauan kampus bertema “Vertical Green Action: Inovasi Taman Vertikal Rendah Emisi Kampus.”

    Kegiatan ini menjadi momentum untuk menampilkan berbagai inovasi penghijauan berbasis vertical garden yang telah dikembangkan di lingkungan FEB UNS.

    Ketua Lomba Vertical Garden FEB UNS, Arif Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., MCE menjelaskan bahwa persiapan program ini telah dilakukan sejak awal tahun 2026. Dimulai dari tahap sosialisasi pada 6 Februari 2026, pendaftaran pada 7–13 Februari 2026, hingga pelaksanaan pada 16 Februari sampai 13 Maret 2026, sebelum akhirnya memasuki tahap penilaian.

    “Setiap fakultas diberikan waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan, menanam, dan mengembangkan titik-titik penghijauan sebelum dilakukan visitasi dan penilaian,” jelas Arif.

    Dalam kesempatan tersebut, FEB UNS menampilkan berbagai titik penghijauan yang telah dioptimalkan maupun dikembangkan.

    Kepala Subbagian Nonakademik FEB UNS, Amelia Zailani Pertiwi, S.IP. menyampaikan bahwa strategi utama yang dilakukan adalah memanfaatkan kondisi existing gedung agar lebih efisien dan berkelanjutan.

    “Persiapan kami adalah menambah titik-titik vertical garden dengan memanfaatkan kondisi gedung yang sudah ada, seperti kantin dan gedung baru. Struktur pagar yang sudah tersedia memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media penghijauan vertikal, sehingga tidak hanya bergantung pada pot di bawah,” ujarnya.

    Selain menambah titik baru, FEB UNS juga melakukan revitalisasi area penghijauan yang telah ada, termasuk penambahan vegetasi, penggantian tanaman yang kurang sesuai, serta penyesuaian jenis tanaman berdasarkan kondisi lingkungan seperti intensitas cahaya dan suhu. Pemilihan tanaman juga mengacu pada penggunaan tanaman lokal dan tanaman penyerap polutan, termasuk yang mampu menyerap CO₂.

    Upaya penghijauan ini juga diperkuat dengan penyampaian pesan edukatif melalui slogan-slogan lingkungan yang ditempatkan di beberapa titik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    “Kami ingin membangun awareness bahwa penghijauan itu penting dan bisa dimulai dari hal kecil. Dengan vertical garden, kampus tidak harus memiliki lahan luas untuk menjadi hijau. Ini juga menjadi ajakan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama berkontribusi,” tambah Amelia.

    Ke depan, FEB UNS berencana mengembangkan konsep penghijauan yang lebih produktif, seperti tanaman hortikultura berbasis buah yang relatif mudah perawatan dan memiliki nilai manfaat tambahan. Selain itu, optimalisasi area yang belum tersentuh, seperti di Gedung Djarwanto PS sisi utara dan Gedung Bachtiar Effendi, juga menjadi fokus pengembangan berikutnya.

    Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan komitmen FEB UNS dalam menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Program penghijauan melalui vertical garden ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta poin 15 (Ekosistem Daratan), melalui upaya menghadirkan kampus yang hijau, sehat, dan ramah lingkungan.

  • FEB UNS Gelar Sosialisasi Magang, Perkuat Arah dan Kualitas Program Magang Mahasiswa

    FEB UNS Gelar Sosialisasi Magang, Perkuat Arah dan Kualitas Program Magang Mahasiswa

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Magang 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (21/4/2026).

    Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2024 sebagai bekal dalam mempersiapkan pelaksanaan program magang.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya pembenahan sistem magang agar lebih terarah dan berdampak.

    FEB UNS berupaya mendorong adanya sosialisasi yang lebih terstruktur dengan berbagai instansi, pemetaan peran dosen, serta penguatan keberlanjutan program agar manfaat magang dapat dirasakan baik oleh mahasiswa maupun mitra instansi.

    “Harapannya, mahasiswa memiliki panduan yang jelas, sehingga magang menjadi lebih terukur dan memberikan hasil nyata,” ujar Prof. Bhimo.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam pemaparannya menjelaskan skema dan mekanisme program magang FEB UNS 2026.

    Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga tipe magang yang dapat diikuti mahasiswa, yaitu magang wajib, magang berdampak, dan magang mandiri.

    Magang wajib dilaksanakan selama 1–2 bulan dengan bobot 1–3 SKS, sedangkan magang berdampak memiliki durasi lebih panjang, yaitu 4–6 bulan dan dapat direkognisi hingga 20 SKS dengan kurikulum pembelajaran yang terstruktur.

    Adapun magang mandiri bersifat fleksibel dengan durasi 1–6 bulan dan dapat dikonversi menjadi magang wajib dalam kondisi tertentu.

    Lebih lanjut, dijelaskan bahwa seluruh mahasiswa harus memenuhi persyaratan umum, seperti status aktif minimal semester 5, mengikuti seluruh proses administrasi melalui sistem AKMA, serta menyusun laporan individu yang fokus pada bidang kajian tertentu.

    Selama periode magang, mahasiswa juga mendapatkan perlindungan asuransi BPJS sebagai bagian dari kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Surakarta.

    Kegiatan ini juga memaparkan alur lengkap pelaksanaan magang mulai dari tahap pra-magang, pelaksanaan, hingga pelaporan, termasuk kewajiban logbook, penilaian, serta pengunggahan laporan akhir.

    Di kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan materi dari BPJS Ketenagakerjaan.

    Ary Yusdianto, Account Representatif Khusus BPJS Ketenagakerjaan Surakarta menjelaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa yang menjalani magang. Ia menekankan bahwa perlindungan tersebut memberikan rasa aman selama mahasiswa menjalankan aktivitas kerja di instansi mitra.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, FEB UNS berharap program magang dapat menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja sekaligus memperkuat kemitraan dengan berbagai instansi.

    Upaya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, dan pertumbuhan ekonomi.

  • FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech

    FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech

    Program Studi S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan AdaKami menyelenggarakan FutureFin Workshop, Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merespons perkembangan pesat sektor keuangan digital.

    Dalam sambutannya, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa perubahan drastis dalam kondisi keuangan global akibat percepatan digitalisasi menjadikan fintech sebagai alternatif penting yang bersifat komplementer antara dunia akademik dan industri.

    Menurutnya, sektor fintech di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada sistem pembayaran digital yang tumbuh dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya agenda inovatif yang melibatkan sektor akademis dan industri.

    FEB UNS menghadirkan salah satu platform fintech untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperdalam pemahaman teori sekaligus praktik di sektor industri. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu berpikir kritis, menyelesaikan permasalahan kompleks, serta menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada landasan teori yang kuat.

    “Kolaborasi dengan industri, seperti AdaKami, merupakan langkah strategis dalam memastikan mahasiswa memiliki kompetensi real-world yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam inovasi finansial serta pengambilan keputusan berbasis data” ungkapnya.

    Workshop FutureFin tidak hanya berfokus pada pengembangan ide dan solusi kreatif, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan calon pemimpin masa depan di industri fintech. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh eksposur lebih luas terhadap sektor industri, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkontribusi di masa depan.

    Dalam sesi materi, narasumber dari AdaKami menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh masyarakat telah memiliki smartphone yang memungkinkan akses terhadap layanan keuangan digital.

    Pada kesempatan tersebut, Ming Gu selaku Tech Advisor AdaKami menjelaskan bahwa dalam sektor jasa keuangan terdapat beberapa sub-sektor, dengan pendanaan (lending) sebagai yang terbesar. Selain itu, terdapat pula sub-sektor pembayaran (payment) dan insurtech.

    Ia juga memaparkan secara rinci teknologi terkini dalam sektor jasa keuangan, khususnya terkait pendanaan, termasuk berbagai bentuk dan tipe pendanaan yang tersedia bagi kreditor berdasarkan mekanisme yang ada.

    Kegiatan FutureFin Workshop ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Halalbihalal FEB UNS: Perkuat Harmoni, Silaturahmi, dan Kebersamaan

    Halalbihalal FEB UNS: Perkuat Harmoni, Silaturahmi, dan Kebersamaan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, Dharma Wanita Persatuan serta purnatugas FEB, Kamis 2 April 2026 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan keluarga besar FEB UNS .

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minal ‘aidin wal faizin, serta doa agar seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.

    Prof. Bhimo juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari pimpinan universitas, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan organisasi mahasiswa dan Dharma Wanita Persatuan.

    Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, ia menekankan pentingnya nuansa kekeluargaan sebagaimana tercermin dalam tema kegiatan, Harmoni dalam keberagaman, sinergi dalam kebersamaan, dan bersatu dalam kemenangan.” Menurutnya, esensi sebuah institusi tidak hanya terletak pada pembangunan fisik atau capaian material, tetapi juga pada kekuatan nilai kekeluargaan.

    Ia juga merefleksikan bahwa keluarga merupakan harta yang paling berharga, bukan sekadar kapital. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga kebersamaan, membangun sinergi, serta menghindari sikap saling menjatuhkan.

    “Dalam sebuah keluarga besar, kita tidak berkompetisi untuk saling mengalahkan, tetapi bersinergi dalam kebersamaan dan bersatu dalam mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.

    Sambutan ditutup dengan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi maupun institusi.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat serta mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh keluarga besar FEB UNS.

    Prof. Hartono menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagaimana ajaran agama, yang tidak hanya berdampak pada keberkahan hidup, tetapi juga memiliki makna rasional. Menurutnya, putusnya silaturahmi kerap disebabkan oleh rasa sakit hati yang muncul akibat prasangka, gibah, dan fitnah.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa emosi negatif dapat memicu hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang dalam jangka panjang berdampak pada kesehatan, termasuk peningkatan tekanan darah dan gangguan pembuluh darah. Oleh karena itu, saling memaafkan dan menjaga hubungan baik menjadi hal yang penting, baik secara spiritual maupun kesehatan.

    Acara inti halalbihalal diisi tausiyah oleh Prof. Dr. H. Amir Junaidi, S.H., M.H.Adv menekankan pada refleksi kehidupan dan persiapan menuju akhirat.

    Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan setelah mati bersifat kekal dan jauh berbeda dengan kehidupan dunia, bahkan waktu di akhirat diibaratkan satu hari setara dengan seribu tahun.

    Prof. Junaidi menjelaskan bahwa manusia tidak akan kembali ke dunia setelah memasuki kehidupan akhirat. Oleh karena itu, setiap individu harus memanfaatkan kehidupan di dunia sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

    Ia juga menekankan adanya dua tempat di akhirat, yaitu surga sebagai tempat bagi orang-orang yang beriman dan beramal baik, serta tempat yang rendah bagi mereka yang dipenuhi dosa.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunci utama untuk meraih keselamatan adalah memiliki hati yang bersih (qalbun salim). Menurutnya, kebersihan hati hanya dapat dicapai melalui taubat, memperbanyak istighfar, serta menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan keimanan.

    “Selama hati kita masih kotor, masih banyak dosa, maka kita harus terus berusaha membersihkannya. Jangan berharap masuk surga tanpa memperbaiki diri,” ungkapnya di hadapan hadirin.

    Kegiatan Halalbihalal ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai doorprize juga disiapkan penyelenggara  untuk memeriahkan acara.

    Momentum ini menjadi ruang untuk saling memaafkan serta mempererat hubungan keluarga besar FEB UNS.

    Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Good Health and Well-being, SDG 4 Quality Education, dan SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan silaturahmi, nilai kebersamaan, serta terciptanya lingkungan akademik yang harmonis dan inklusif.

  • Prof. Evi Gravitiani dan Prof. Tatien Masharabu Soroti Pentingnya Valuasi Ekonomi dan Konservasi Ekosistem DAS

    Prof. Evi Gravitiani dan Prof. Tatien Masharabu Soroti Pentingnya Valuasi Ekonomi dan Konservasi Ekosistem DAS

    Prof.  Evi Gravitiani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Tatien Masharabu dari University of Burundi menjadi narasumber dalam Program Visiting Professor yang merupakan bagian dari International Research Network–Equity Impact Ranking 2026, Sabtu 7 Maret 2026.

    Dalam forum akademik tersebut, kedua akademisi membahas pengelolaan ekosistem daerah aliran sungai (DAS) dari perspektif ekologi dan ekonomi lingkungan sebagai upaya mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Evi Gravitiani, Dosen FEB UNS menyampaikan materi berjudul “How Much is Nature Worth? Measuring WTP and WTA for Environmental Services.” Dalam paparannya, Prof. Evi membahas pendekatan ekonomi dalam menilai jasa lingkungan, khususnya dalam konteks pengelolaan daerah aliran sungai.

    Menurut Prof. Evi, terdapat kesenjangan kepentingan antara wilayah hulu dan hilir DAS yang mendorong lahirnya konsep Payment for Environmental Services (PES) sebagai mekanisme kompensasi bagi pihak yang berperan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Meskipun begitu banyak skema PES yang gagal karena belum adanya asesmen ekonomi empiris yang berlandaskan fakta,” ungkap Prof. Evi.

    Dalam hasil risetnya, Prof. Evi menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara Willingness to Pay (WTP) dan Willingness to Accept (WTA) dalam skema jasa lingkungan. Ia juga menekankan bahwa skema PES berbasis pasar masih menghadapi berbagai kendala dalam implementasinya. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan, regulasi, maupun subsidi menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan implementasi skema tersebut.

    Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara internasional, Tatien Masharabu dari University of Burundi, yang memaparkan materi berjudul “Understanding Watershed Ecosystem Services: Biodiversity and Ecological Function.” Dalam paparannya, Prof. Masharabu menjelaskan konsep daerah aliran sungai sebagai sistem yang saling terhubung antara aliran air, tanah, udara, serta berbagai spesies yang menopang keberlanjutan ekosistem.

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis daerah aliran sungai karena seluruh masyarakat hidup dalam sistem ekologi tersebut dan memiliki tanggung jawab dalam upaya konservasi lingkungan.

    Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai pentingnya integrasi pendekatan ekonomi dan ekologi dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta memperkuat kolaborasi akademik lintas negara dalam bidang lingkungan.

    Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pembahasan pengelolaan daerah aliran sungai, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya konservasi lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik internasional dalam pengembangan riset lingkungan.

  • Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Gelar International Industry Talk Bahas Peran dan Kompetensi Karier di Bank Sentral

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Gelar International Industry Talk Bahas Peran dan Kompetensi Karier di Bank Sentral

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan International Industry Talk secara daring melalui Zoom pada 15 Februari 2026.

    Kepala Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu, Mulyadi, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., MCE, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia industri serta peluang karier di sektor ekonomi dan keuangan.

    Mengangkat tema “Working at a Central Bank: Roles, Competencies, and Career Preparation for University Students”, kegiatan ini menghadirkan Djihan Islahiyah, S.E., Junior Economist di Bank Indonesia, sebagai narasumber utama.

    Dalam pemaparannya, Djihan menjelaskan mengenai peran strategis bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta pengelolaan sistem pembayaran.

    Djihan juga memaparkan berbagai kompetensi yang diperlukan untuk berkarier di lembaga seperti bank sentral. Beberapa di antaranya adalah kemampuan analisis ekonomi yang kuat, pemahaman terhadap data dan dinamika ekonomi global, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi yang baik.

    Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengembangkan kapasitas diri melalui pengalaman organisasi, riset, maupun kegiatan akademik yang relevan dengan bidang ekonomi dan keuangan.

    Kegiatan International Industry Talk ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.

    Selain peserta dari UNS, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dari BINUS University, CamEd Business School, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Sintuwu Maroso (UNOSO), serta Universitas Tanjungpura (UNTAN).

    Kehadiran peserta dari berbagai institusi tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pemahaman mengenai karier di sektor ekonomi dan keuangan.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai peran bank sentral sekaligus memahami kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak dini untuk berkarier di bidang ekonomi dan kebijakan publik.

    Penyelenggaraan International Industry Talk ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan wawasan global mahasiswa, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kesiapan karier generasi muda, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antar perguruan tinggi.