FEB

Kategori: s1_akt

  • Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS Adakan Visiting Lecturer Bersama Evan Lau

    Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS Adakan Visiting Lecturer Bersama Evan Lau

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Visiting Lecturer in Methodology of Research dengan pembicara Assoc. Prof. Evan Lau dari Univesiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Selasa-Rabu (24-25/11/2020).

    Dalam sambutannya,  Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kepala Prodi S1 Akuntansi FEB UNS menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prof. Evan yang telah bersedia membagikan pengalaman baru kepada mahasiswa tentang metodologi penelitian.

    “Meskipun dilaksanakan secara virtual,  semoga kondisi saat ini tidak mengurangi nilai dari kuliah tersebut. Metodologi penelitian sangatlah penting mengingat mata kuliah tersebut dapat memberikan pengetahuan mengenai langkah-langkah dan metode yang tepat dalam melaksanakan riset akhir”paparnya.

    Sementara itu.  Prof. Evan kepada mahasiswa yang FEB UNS yang sedang menempuh mata kuliah metodologi penelitian dan beberapa dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyampaikan berbagai definisi dari penelitian dan alasan mengapa penelitian diperlukan.

    Penelitian adalah proses mencari dan investigasi, untuk mencari ‘truth’ dari sebuah kejadian atau kondisi, yang harus dilakukan sesuai dengan metodologi, sistematis, dan mengikuti kaidah serta etika penelitian,” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan secara rinci mengenai aspek-aspek dalam sebuah penelitian, termasuk di dalamnya 3C yaitu concentration, commitment, dan continuity. Sesi pertama ditutup dengan tanya jawab antara pembicara dengan peserta yang berlangsung secara interaktif.

    Prof. Evan juga memaparkan mengenai problem statement atau rumusan masalah yang berhubungan dengan topik penelitian apa yang menarik dan bagaimana mengindentifikasi permasalahan yang bisa menjadi topik penelitian.

    “Dalam memulai penelitian kita harus berangkat dari ketidakpastian, keraguan, pertanyaan, atau permasalahan. Jika sudah ada jawaban dari permasalahan tersebut, jangan lakukan penelitian itu. Atau lakukan pengembangan dari apa yang telah dilakukan di penelitian sebelumnya,”jelasnya.

    Rumusan masalah adalah aspek yang penting karena akan mempengaruhi literatur yang harus direview, hipotesis, data yang dibutuhkan, teknik analisis yang diperlukan, serta pengambilan simpulan yang tepat.

    Sebuah rumusan masalah yang baik akan mencakup beberapa hal diantaranya menjawab pertanyaan yang belum terjawab dalam literatur sebelumnya, mereplikasi penelitian sebelumnya tetapi berfokus pada objek penelitian yang berbeda, dapat memperluas atau memperdalam analisis dari penelitian sebelumnya, dan terkait dengan kondisi praktis di lapangan. Untuk hal ini, Prof. Evan mengajak peserta mencoba brainstorming ide.

    Di hari kedua visiting lecturer dilanjutkan dengan pokok bahasan Research Design. Desain penelitian dapat diartikan sebagai rencana yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Desain ini mencakup teknik yang akan digunakan, objek yang akan terlibat dalam penelitian, bagaimana data dikumpulkan, dan bagaimana data dianalisis. Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam menentukan desain penelitian antara lain sifat dari rumusan masalah, tujuan penelitian, sumber data yang tersedia, dan disiplin ilmu.

    (Aulia/Humas)

  • Dua Alumni FEB UNS Jadi Narasumber di Webinar Bertema Mempertahankan Kualitas Audit di Masa Pandemi

    Dua Alumni FEB UNS Jadi Narasumber di Webinar Bertema Mempertahankan Kualitas Audit di Masa Pandemi

    Di masa pandemi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengambil kebijakan membangun tata kelola untuk mengatasi dan mengurai masalah yang kompleks. BPK telah melakukan strategi pemeriksaan yang dilakukan dengan menetapkan alur distribusi kebijakan audit dan kebijakan informasi, penguatan infrastruktur TI untuk auditor, pengaplikasian kertas kerja elektronik, platform internal untuk berbagi file atau file sharing elektronik serta perubahan pada manajemen tim audit.

    Pernyataan itu disampaikan Mohamad Iqbal Arruzi, MBIT., Ak.,CA.,Ph.D., alumni FEB UNS yang saat ini berprofesi sebagai Auditor BPK RI.  Iqbal menjadi salah satu narasumber pada Kuliah Umum bertema Mempertahankan Kualitas Audit di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu, 18 November 2020.

    Mohamad Iqbal Arruzi, MBIT., Ak.,CA.,Ph.D., Auditor BPK RI

    Selanjutnya dikatakan, BPK telah menerapkan Remote Audit atau virtual audit sebagai solusi, yakni metode audit secara online dengan  memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dengan analisa data untuk menilai keakuratan data keuangan dan kontrol internal, mengumpulkan bukti elektronik dan berinteraksi dengan klien.

    Keunggulan remote audit mengurangi  biaya perjalanan, meningkatkan ketersediaan kelompok auditor, memperluas cakupan audit, peningkatan hasil reviu dokumen, peningkatan penggunaan teknologi yang ada dapat memperkuat dokumentasi dan pelaporan, beban audit terhadap fasilitas operasional dapat dimitigasi.

    Namun demikian, ada hambatan dalam melakukan virtual audit yakni terkait dengan proses mendapatkan bukti audit, penerapan Teknik audit, keterbatasan mobilitas dan interaksi auditor dengan semua pihak terkait pemeriksaan menjadi sangat terbatas.

    Menurutnya, kesuksesan remote audit adalah kesiapan sarana teknologi, kemampuan SDM, baik dari sisi institusi pemeriksaan maupun pihak yang diperiksa seperti pemerintah dan pemerintah daerah.

    Pemateri kedua, Budi Santoso, SE, Ak., MFA., CA., CPA., CFE, Director PwC South East Asia Consulting yang juga alumni FEB UNS menegaskan bahwa perubahan pendekatan dan metodologi audit akibat pandemi covid 19 memerlukan respon yang cepat dimana transformasi digital menuntut sumber daya manusia memiliki kemampuan yang mahir dalam mengoperasikan software audit.

    Budi Santoso, SE, Ak., MFA., CA., CPA., CFE, Director PwC South East Asia Consulting

    “Muncul beberapa tantangan yang dialami auditor di masa pandemi saat ini, antara lain identifikasi fisik, risiko fraud yang muncul, komitmen dan moral, dan skeptisme auditor” katanya.

    Selanjutnya dikatakan audit harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan juga harus meningkatkan efisiensi, relativitas, kepercayaan dalam suatu perusahaan.

    Ada 6 poin cara mempertahankan kualitas audit yakni mencari SDM yang mahir dalam menggunakan teknologi, seperti data analytics, merencanakan dan melaksanakan metodelogi audit pada software yang terhubung dengan setiap auditor, pelaksanaan quality control, berkala diskusi antar tim, komunikasi secara berkala dengan klien serta menjaga keamanan data auditor dan klien. (Humas)

  • Kuliah Umum Prodi Akuntansi Angkat Tema Peran Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid 19

    Kuliah Umum Prodi Akuntansi Angkat Tema Peran Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid 19

    Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Kuliah Umum Perpajakan bertema Peran Pajak Sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid 19, Selasa, 17 November 2020.

    Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa itu menghadirkan narasumber Hersona Bangun, S.H., S.E., Ak., BKP., CA., M.Ak., CLA., Kuasa Hukum Pajak dan juga Dosen Praktisi.

    Di awal paparannya, Hersona mengatakan Covid 19 mempengaruhi kondisi ekonomi nasional Indonesia terutama terkait dengan penurunan penerimaan pajak. Padahal pajak memiliki peran

    Tax revenue sampai dengan akhir Agustus 2020, terjadi penurunan penerimaan pajak sekitar 15,6%, dari 1.577,6 triliun menjadi 1.198,8 triliun, dan realisasinya menurun menjadi 676,9 triliun, sebelumnya 802,5 triliun. Sedangkan pemanfaatan insentif pajak meningkat dan terjadi pertumbuhan pendapatan bea cukai dan cukai mencapai 1,83%.

    Hersona Bangun, S.H., S.E., Ak., BKP., CA., M.Ak., CLA., Kuasa Hukum Pajak dan juga Dosen Praktisi.

    Selanjutnya dikatakan, pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan perpajakan seperti misalnya insentif pajak untuk sektor bisnis yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan juga agar pelaku usaha tetap dapat survive dan bangkit dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

    Insentif yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak antara lain pembebasan pajak, penurunan tarif pajak, perpanjangan waktu kompensasi kerugian, percepatan penyusutan atau amortisasi.

    Pajak sebagai salah satu instrumen pemulihan ekonomi nasional di tengah covid ini membutuhkan peran banyak pihak. Akademisi maupun praktisi untuk mensosialisasikan kebijakan perpajakan, salah satunya adalah terkait dengan insentif pajak terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) karena UMKM merupakan penyumbang terbesar dalam PDB.

    Peran kita adalah bagaimana kita mensosialisasikan, mengedukasi, dan mendampingi pelaku usaha mengenai kebijakan insentif pajak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Dan para wajib pajak juga harus benar-benar mengetahui apa saja persyaratan dan ketentuan yang mengatur untuk memperoleh insentif tersebut.

    “Banyak wajib banyak terutama UMKM yang tidak memanfaatkan insentif perpajakan dan peran Bapak Ibu Dosen, mahasiswa, dan juga praktisi bersama-sama untuk mensosialisasikannya. Dan perlu diketahui juga setiap insentif yang diberikan pemerintah pasti ada bentuk pengawasan yang dilakukan. Tidak serta merta insentif yang diberikan dilepaskan begitu saja tanpa ada pengawasan” tegasnya.

    Diakhir forum, Hersona berharap para dosen, praktisi maupun mahasiswa bisa mengambil isu-isu strategis lain di masa pandemi ini untuk dijadikan rekomendasi atau masukan kepada Direktur Jenderal Pajak  (Humas).

  • Prof. Budhi Akan Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen FEB UNS

    Prof. Budhi Akan Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen FEB UNS

    Prof. Dr. Budhi Haryanto, MM akan dikukuhkan oleh Rektor UNS sebagai Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pengukuhannya akan digelar secara luring dan daring pada Selasa (3/11/2020) bersama dengan Prof. Dr. Ir. Bambang Suhardi, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng,  Guru Besar di Bidang Ilmu Teknik Industri dan Prof. Dr. Ir. Margaretha Maria Alacoque (MMA) Retno Rosariastuti, M.Si, Guru Besar di Bidang Ilmu Bioremediasi Tanah Fakultas Pertanian UNS.

    Pada sidang pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof. Budhi Haryanto yang merupakan Guru Besar ke-16 FEB dan ke-225 di UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Model Keperilakuan Konsumen dengan variabel Pemoderasi Jenis Produk (Studi pada Makanan Tradisional).

    Prof. Budhi  menjelaskan kepada media saat  Jumpa Pers di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa UNS, Senin (2/11/2020) bahwa kajian yang dilakukannya adalah untuk membentuk sikap dan niat agar masyarakat tetap mau membeli makanan tradisonal. Perlu stimulus yang merangsang agar masyarakat mau membeli. Untuk hal ini, tiga hal yang ditawarkan yakni harga makanan tersebut harus wajar, produk yang berkualitas dan kemudahan dalam memperolehnya.

    Prof. Budhi Haryanto bersama dengan dua profesor lain yang akan dikukuhkan sebagai guru besar

    Menurutnya, perilaku konsumen terhadap makanan tradisional merupakan isu yang relatif menarik untuk diteorikan. Hal ini dikarenakan ada dua alasan yang mendasari yaitu alasan praktis terkait fenomena riil yang terjadi di Indonesia yaitu tentang gejala-gejala negatif yang berkenaan dengan makanan tradisional. Gejala negatif yang dirasakan adalah fenomena turunnya pasar tradisional sekitar 8,1 % dan fenomena kemunculan  pasar modern sekitar 31,4%.

    Gejala berikutnya adalah masuknya berbagai makanan impor yang bersaing dengan makanan tradisional dengan berbagai rancangan strategi pemasaran yang menarik, diantaranya KFC, CFF, Burger King yang bersaing di kelas ayam goreng. Selanjutnya Thai Tea, Star Buck, minuman buble dan minuman impor lain yang bersaing dengan jenis minuman tradisional seperti kopi klothok, dawet dan minuman tradisional lainnya .

    Hal yang sama yang terjadi pada jenis jajanan impor yang mulai menggeser jajanan tradisional. Kondisi ini diperparah pola asuh orang tua yang mengarahkan anak-anaknya untuk menyenangi makanan impor.

    “Perenungan kita adalah sampai kapankah makanan tradisional kita mampu bersaing dengan makanan-makanan impor? ujar Prof. Budhi.

    Prof. Budhi menambahkan, berbagai kajian keilmuan dan berbagai pendekatan para peneliti lain telah dilakukan, diantaranya dari sisi kebudayaan, keagamaan, kepariwisataan dan berbagai pendekatan lainnya yang  pada dasarnya untuk mempertahankan eksistensi makanan tradisional. Cara-cara tersebut memang efektif namun sifatnya masih dalam himbauan,  ajakan atau hal lain yang terkait dengan kepatutan, etika dan kebangsaan. (Humas)

     

  • FEB UNS Terima Kunjungan Pimpinan STIESIA

    FEB UNS Terima Kunjungan Pimpinan STIESIA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA),  Kamis 15 Oktober 2020 di Ruang Teleconference. Kunjungan studi banding STIESIA bertujuan untuk  mengetahui lebih detil tentang penerapan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di FEB UNS .

    Rombongan yang dipimpin oleh Ketua STIESIA, Dr. Nur Fadjrih Asyik, SE, M.Si., Ak diterima langsung oleh Dekan, Wakil Dekan, Kepala Prodi S1, Kepala Unit Kerjasama, Kabag Tata Usaha dan Kasubbag Akademik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Usai menyampaikan ucapan selamat datang dan memperkenalkan pimpinan yang hadir, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph.D. Ak., Dekan FEB UNS memaparkan profil FEB, berbagai capaian yang telah ditempuh, mulai dari kerjasama dalam dan luar negeri hingga akreditasi dari lembaga akreditasi nasional maupun internasional serta berbagai peran alumni.

    Dalam hal Merdeka Belajar, mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan mahasiswa memiliki hak di 3 semester berikutnya untuk melakukan pembelajaran di luar kampusnya, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri.  Implementasi belajar 3 semester di luar yakni melalui delapan aktifitas yakni pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha,  studi atau proyek independen serta membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik.

    Disampaikannya, FEB UNS sudah menjalankan aktifitas MBKM tersebut, diantaranya di semester ini untuk ketiga program studi, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan FEB UNS sudah bekerja sama dan melakukan pertukaran pelajar dengan universitas lain. FEB UNS juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan, misalnya Sritex dan juga dengan Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI).

    Sementara itu, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS mengatakan langkah awal UNS dalam pelaksanaan MBKM adalah dengan melakukan perubahan Peraturan Rektor, khususnya dalam pengelolaan program sarjana. Selanjutnya berpayung dengan peraturan itu, dibuat panduan yang mencakup 8 aktifitas kampus merdeka.

    “Dari 8 aktifitas itu kita siapkan panduan dan alurnya, misalnya alur untuk magang, bina desa atau penelitian yang masing-masing prodi tidak pasti sama tergantung fokusnya. Yang penting lagi adalah memperbanyak komunikasi dengan alumni, karena alumni punya potensi yang luar biasa untuk membantu pelaksanaan MBKM. Dalam MBKM, prodi, pembimbing akademik dan tim rekognisi memiliki peran yang sangat penting” jelasnya.

    Ditegaskan oleh Dr. Izza, yang sangat penting juga dalam MBKM adalah prodi harus memiliki keberanian untuk melakukan restrukturisasi kurikulum walaupun kurikulum inti tetap ada untuk mewadahi mahasiswa yang menggunakan haknya untuk tidak keluar kampus.

    Diskusi berlangsung sangat aktif dan kunjungan berakhir dengan sesi penyerahan cinderamata dari FEB UNS ke STIESIA dan sebaliknya. Pimpinan STIESIA berharap ada tindak lanjut kerjasama dengan FEB UNS. (Humas)

  • Prodi Akuntansi Gelar Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik

    Prodi Akuntansi Gelar Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik

    Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS)  atas terjalinnya kerjasama yang melahirkan suatu gagasan dan program unggulan yang sangat luar biasa. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa seluruh Indonesia dalam program kurikulum merdeka yaitu hadirnya mata kuliah akuntansi logistik. Kerjasama ini mendekatkan sistem pembelajaran kampus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia industri khususnya di sektor logistik.

    Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan

    Pernyataan itu disampaikannya pada sambutan Kuliah Perdana Program Permata Kampus Merdeka Mata Kuliah Akuntansi Logistik yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi (Prodi) FEB UNS, Jumat 18 September 2020.

    Selanjutnya dikatakan, munculnya matakuliah akuntansi logistik ini sangat penting karena sumber daya manusia yang kompeten serta didukung pemahaman informasi teknologi akan memudahkan perusahaan yang bergerak di bidang logistik mendapatkan tenaga yang kompeten di bidang keuangan dan akuntansi maupun pemahaman dibidang informasi dan teknologi.

    “Ke depan matakuliah ini perlu didukung laboratorium industri, seperti laboratorium pergudangan dan persediaan dengan menggunakan informasi teknologi, transportation management system, warehouse management system agar mahasiswa lebih bisa memahami bagaimana industri melalukan aktifitasnya, dan untuk ini DPP ALFI sangat mendukung” pungkasnya.

    Sementara itu,  Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi dalam mensukseskan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI). Prodi Akuntansi sebagai bagian dari FEB UNS turut memberikan kontribusi dalam rangka menyukseskan program ini dengan membuat satu mata kuliah unggulan yakni Mata Kuliah Akuntansi Logistik.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto

    “Kami berterima kasih kepada ALFI yang telah bekerjasama dengan FEB UNS. Kami percaya mata kuliah ini akan bermanfaat untuk menambah kompetensi lulusan akuntan terutama karena dunia logistik merupakan daerah bisnis yang cukup luas dan memerlukan lulusan yang siap pakai” ungkapnya.

    Dekan berharap setelah mempelajari mata kuliah akuntansi logistik, peserta dapat memahami dunia logistik termasuk cara memperhitungkan komponen yang dibutuhkan dalam dunia akuntansi logistik, baik terkait modul incoterm, perhitungan HPP barang export import berdasarkan jenis incoterm, perhitungan manajemen biaya transportasi angkutan barang darat laut udara, manajemen gudang dan biaya asuransi dan importasi, dan lain sebagainya.

    Suprapto Suwaji, SE, MM, CPSCM
    Arif Sanjaya SE MM

    Pada kuliah perdana daring yang dikuti hampir 300 peserta tersebut, dua dosen akuntansi logistik, Suprapto Suwaji, SE, MM, CPSCM dan Arif Sanjaya SE, MM memberikan gambaran awal tentang industri logistik, apa logistik, seperti apa kaitannya dengan kemajuan negara dan bagaimana pekerjaan logistik itu dilakukan. (Humas)

  • Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Bisa (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak. menyemangati mahasiswa baru dengan  pekik “UNS Bisa FEB Jaya”  di kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring,  Rabu, 16 September 2020.

    Kepada lebih dari 600 mahasiswa baru dari seluruh Program Studi (Prodi) di FEB UNS, Dekan mengucapkan selamat datang  dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada empat  mahasiswa  perwakilan prodi.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak.

    “Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami meskipun diterima dalam suasana pandemi Covid-19. Perkuliahan di awal semester ini masih dilakukan secara daring, tidak bisa tatap muka langsung tetapi harus tetap semangat untuk mengikutinya” kata Dekan  menyemangati.

    Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB,  fakultas yang membanggakan, seluruh prodi di FEB UNS  telah terakreditasi A dari BAN PT. Akreditasi internasional pun telah diraih dari AUN QA dan  ABEST21.

    Mahasiswa baru dari seluruh prodi di FEB Ikuti PKKMB

    Dekan berpesan agar dalam menempuh perkuliahan  di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas  di kampus. Mahasiswa juga diharapkan menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa.

    Di penutup sambutannya,  Dekan mengajak mahasiswa untuk semangat dalam belajar, belajar dan belajar.  Para dosen di FEB UNS akan selalu mensupport seluruh aktifitas belajar mahasiswa. Diharapkan bisa kuliah tepat waktu, mampu maksimal dalam memperoleh ilmu, pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.

    Sementara itu,  Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan arahan kepada mahasiswa bahwa dunia mahasiswa tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akademik tapi juga merupakan dunia aktualisasi. Mahasiswa harus mampu mengembangkan minat dan bakat serta menorehkan prestasi. Untuk mengasahnya, mahasiswa telah difasilitasi fakultas dengan   organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa.

    Dr. Mugi Harsono, M.Si

    “Jangan hanya menjadi kutu buku, tapi jadilah mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif nya OK dan penalarannya juga Ok. Serius kuliah adalah penting tapi beraktualisasi untuk menunjukkan siapa anda juga penting. Jadi, seimbangkan antara kegiatan akademis dan kegiatan kemahasiswaan “ tegasnya

    Lebih lanjut dikatakan, bidang tiga akan membentuk Komunitas Mahasiswa Prestatif untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki kelebihan baik dalam menulis, entrepreneur, vokal dan sebagainya. Diharapkan mahasiswa baru dapat berkontribusi aktif untuk bergabung dalam komunitas tersebut selanjutnya mampu menorehkan prestasi.

    Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari bidang akademik, bidang umum dan keuangan serta dari masing-masing program studi. Para alumni dan dosen yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru baik live ataupun melalui video, diantaranya Prof. Wimboh Santoso, Doni P Joewono, Didiek Hartantyo,  Endang Kurniawan, Putriesti Mandasari, Ibrahim Fatwa Wijaya dan Dewanti Cahyaningsih.  (Humas)

  • Tim Pengabdian FEB UNS Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan di  Desa Sanggung

    Tim Pengabdian FEB UNS Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan di  Desa Sanggung

    Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh  Sri Suranta, SE, M.Si, Ak dan Drs. Santoso tri Hananto, M.Si, Ak  serta Sulardi, SE, M.Si, Ak sebagai anggota melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan BUMDes Lestari Jaya Desa Sanggung, Rabu, 9 September 2020.

    Kegiatan  yang digelar di Pendopo Balai Desa Sanggung Gatak Sukoharjo diikuti oleh pengurus BUMDes, Ketua RT, perangkat desa, BPD dan  UKM.

    Kepala Desa Sanggung,  Sri Hartini, SH dan juga para peserta lain  merespon baik pelatihan yang diinisiasi oleh tim pengabdian dari FEB UNS karena pelatihan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi bagi pengurus BUMDes dan UKM terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan manajemen usaha serta penyusunan laporan keuangan.

    Ketua Tim menyampaikan, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh aturan pemerintah tentang pembukuan BUMdes mengacu pada akuntansi berbasis akrual.

    “Selama ini BUMdes Lestari Jaya belum melakukan pembukuan dengan tertib, hanya pencatatan seadanya, oleh karena transaksi BUMdes belum kompleks hanya persewaan peralatan resepsi, dan pada masa pandemi ini persewaan resepsi jarang terjadi” jelas Sri Suranta.

    Selanjutnya disampaikan, peserta yang berjumlah 40 orang mengikuti pelatihan dengan seksama. Selain menyampaikan melalui paparan materi, tim juga mendampingi peserta untuk praktik pembukuan.

    Beberapa pelatihan yang disampaikan ke peserta meliputi pembukuan untuk usaha jasa dan pemberian contoh pembukuan untuk usaha persewaan perlengkapan untuk resepsi seperti yang dilakukan BUMDEs, praktik pembukuan BUMDes menggunakan software EXCEL sederhana, 1 file untuk beberapa worksheet yang mengaitkan hubungan transaksi dengan ikhtisar sampai penyusunan laporan keuangan, terutama laporan laba rugi dan neraca atau laporan posisi keuangan.

    Usai pelatihan, perangkat desa berharap tim masih dapat melakukan pendampingan untuk penyusunan transaksi riil mulai dari pencatatan sampai penyusunan laporan keuangan. Selain itu juga bisa mengarahkan dalam meningkatkan usaha BUMDes dengan menciptakan usaha baru selain persewaan, misalnya usaha pemberian modal bagi UKM, terutama UKM Kuliner di desa Sanggung. (Humas FEB UNS)

     

  • Rektor UNS Kukuhkan Prof. Doddy sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Keuangan

    Rektor UNS Kukuhkan Prof. Doddy sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Keuangan

    Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof.Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengukuhkan Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Akt sebagai Guru Besar di Bidang Akuntansi Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Selasa, 8 September 2020.

    Pengukuhan dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan menerapkan physical distancing yang ketat dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

    Pada sidang pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof. Doddy Setiawan yang merupakan Guru Besar ke-15 FEB dan ke-220 UNS menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen.

    Prof. Doddy yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada FEB UNS periode 2016-2023 dalam karirnya sebagai dosen profesional telah terlibat dalam berbagai penelitian. Prof Doddy telah menghasilkan 60 artikel ilmiah di Jurnal nasional terindeks Sinta 2, 23 artikel ilmiah di jurnal terindeks scopus serta sitasi di Google Scholar sebanyak 1563. Prof Doddy juga menempati peringkat 192 pada TOP 500 Authors versi SINTA RISTEKBRIN pada tahun 2020 dan peringat 38 di bidang ilmu sosial versi SINTA RISTEKBRIN pada tahun 2020.

    Dalam sambutannya, Rektor UNS,  Prof. Jamal mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai Prof. Doddy.

    Selanjutnya dikatakan dengan bertambah banyaknya Guru Besar akan mengangkat derajat marwah akademik UNS, sehingga kampus atau UNS tidak akan kehilangan jati dirinya.

    Kampus harus menjadi tempat bagi tumbuhnya generasi terbaik dan peradaban baru bangsa, karena berawal dari kampuslah bermula berbagai inspirasi, ide dan gagasan orisinil diyakini mampu menghasilkan energi inovasi yang tiada henti.

    “Apalagi pada saat ini bangsa kita dan bahkan bangsa-bangsa  di dunia sedang berjibaku menghadapi  dua krisis sekaligus, yakni krisis ekonomi dan krisis kesehatan sebagai akibat hadirnya Pandemi Covid-19. inilah saatnya Saudara, para guru besar dan akademisi lainnya berani keluar dari zona nyaman, mengabdikan diri dan memberikan kontribusi berupa pemikiran kebaruannya melalui riset dan inovasi untuk menyelamatkan negara kita dari krisis yang berkepanjangan” tegasnya.

    Sudah saatnya jika para akademisi berevolusi untuk mengikuti perubahan besar yang terjadi di sekitar kita. Kampus tidak lagi hanya sekedar tempat kuliah dan memproduksi lulusannya, tapi kampus harus bisa  menjadi pusat inovasi dan gerakan perubahan. Ukuran kampus besar tidak lagi dilihat dari banyaknya jumlah prodi, atau jumlah mahasiswanya atau luasnya kampus, melainkan diukur dari seberapa banyak karya inovasi yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengatasi problematikanya (Humas).

  • FEB UNS Tambah Satu Guru Besar

    FEB UNS Tambah Satu Guru Besar

    Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Akt akan dikukuhkan Rektor UNS sebagai Guru Besar Baru di Bidang Akuntansi Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pengukuhannya akan digelar secara daring pada  Selasa (8/9/2020) bersama dengan Prof. Dr. Adi Prayitno, drg., MKes., SpPMM(K),  Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut pada Fakultas Kedokteran (FK) UNS.

    Pada sidang pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof. Doddy Setiawan yang merupakan Guru Besar ke-15 FEB dan ke-220 UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen.

    Prof. Doddy menjelaskan, pengumuman mengenai pembagian dividen merupakan pengumuman yang sangat dinanti oleh para investor. Pengumuman dividen ini merupakan suatu pernyataan dari pihak perusahaan, bahwa perusahaan akan membagikan sebagian dari laba perusahaan sebagai dividen kepada pemilik saham.

    Peristiwa pengumuman dividen merupakan peristiwa yang penting bagi investor. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perhatian yang diberikan oleh media online yang memberitakan pembagian dividen oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    “Pembayaran dividen merupakan suatu kabar yang sangat dinantikan oleh para investor karena ini menunjukkan hasil yang diperoleh dari investasi mereka di perusahaan tersebut,” jelas Prof. Doddy saat Jumpa Pers di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Senin (7/9/2020).

    Prof. Doddy mengatakan, penelitian mengenai kandungan informasi dividen telah banyak dilakukan oleh para peneliti antara lain oleh Miller and Rock (1985), Aharony and Swary (1980) dan Petit (1972).

    Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Akt

    Hasil penelitian mereka menunjukkan investor bereaksi terhadap pengumuman dividen. Apabila perusahaan membayar dividen, maka investor akan bereaksi dengan cara membeli saham perusahaan tersebut. Tindakan ini akan mengakibatkan permintaan saham meningkat sehingga harga saham perusahaan mengalami peningkatan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan pengumuman dividen memiliki kandungan informasi yang berguna.

    “Salah satu  bagian dari tata kelola perusahaan adalah  struktur kepemilikan. Kajian  yang telah saya lakukan menunjukan bahwa struktur kepemilikan yang ada  mempengaruhi kinerja perusahaan, mempengaruhi manajemen laba perusahaan, sehingga struktur kepemilikan sangat penting. Secara garis besar penelitiannya menunjukkan bahwa struktur kepemilikan yang terkonsentrasi justru memberikan dividen yang lebih tinggi” paparnya.

    Selanjutnya dikatakan, struktur kepemilikan terbagi tiga macam yaitu kepemilikan keluarga, BUMN dan asing. Hasil dari kajian yang telah dilakukannya menunjukkan bahwa   adanya perbedaan karakteristik terkait dengan kebijakan dividen.

    Kebijakan  dividen yang dihadapi perusahaan keluarga cenderung membayar dividen lebih sedikit, cenderung  lebih menahan sumber daya mereka dalam perusahaan tersebut. Berbeda dengan kebijakan yang diambil oleh perusahaan asing dan  BUMN yang  cenderung untuk membayar dividen lebih tinggi. Mereka memilih membayarkan dividen, mentrasfer sumber daya dari perusahaan ke pemegang saham dibandingkan dengan kepemilikan keluarga.

    Disarankannya  pada saat seorang investor mengambil keputusan investasi  sebaiknya memperhatikan struktur kepemilikan yang ada dalam perusahaan karena akan sangat berperan untuk mengambil keputusan terkait dengan dividen tersebut. (Humas)