FEB

Kategori: s1_akt

  • Peserta International Short Course Kunjungi Industri

    Peserta International Short Course Kunjungi Industri

     

    Kunjungan industri merupakan agenda ketiga dari seluruh rangkaian International Short Course 2019.yang digelar oleh Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas sebelas Maret ( FEB UNS).

    Peserta Menyimak Tayangan Profil PT Sritex

    Setelah dua hari mendapatkan materi dari akademisi dan pakar FEB UNS, 16 mahasiswa dari berbagai negara yakni Malaysia, Kyrgiztan, UK, Madagascar dan Brunei Darussalam melanjutkan agenda kunjungan ke PT Sri Rejeki Isman Tbk atau lebih dikenal dengan PT Sritex & PT Aneka Adhi Logam Karya.

    Dalam kunjungannya ke PT Sritex, rombongan yang dipimpin oleh Isna Putri Rahmawati, M.Sc. disambut oleh General Manager HRD, Sri Saptono Basuki.

    Melalui tayangan video, peserta berkesempatan melihat profil perusahaan sejak awal berdirinya hingga berkembang pesat dikancah internasional dan menjadikan Sritex sebagai perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.

    Peserta juga berkesempatan secara langsung melihat proses produksi mulai dari spinning, weaving, finishing hingga garment.

  • The International Short Course Program Visit to Industry in Solo

    The International Short Course Program Visit to Industry in Solo

    Industry visit is the third agenda from the entire International Short Course Program 2019 activities. This program was organized by the Study Program of Undergraduate in Accounting, the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    After two days provided with excellent material presented by academician and expert from FEB UNS, the 16 participants from Malaysia, Kyrgyzstan, UK, Madagascar, and Brunei Darussalam, get an opportunity to visit the PT. Sri Rejeki Isman Tbk or known as PT Sritex, the largest garments industry in South East Asia Region. Second company visited by the participant is PT Aneka Adhi Logam Karya.

    During their visit, the participant, which led by Isna Putri Rahmawati, M.Sc, is greeted by the General Manager of Human Resource Management, Sri Saptono Basuki. Through the video profile, the participants got the chance to learn about the profile of PT Sritex start from the initial establishment to its current rapid development at international level. The participants are also given the opportunity to watch textile production process start from spinning, weaving, finishing, and garment.

  • Prodi Akuntansi Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

    Prodi Akuntansi Undang Dosen Tamu dari Universitas Sains Malaysia

     

    Prof. Dr. Hooy Chee Wooi dari Universitas Sains Malaysia menjadi dosen tamu di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Senin-Rabu, 18 -20 November 2019.

    Sebanyak 2 kelas mahasiswa semester 5 S1 Akuntansi dan semester 3 S1 Akuntansi Transfer akan mengikuti kuliah yang disampaikan Prof. Hooy.

    Mata kuliah Teori Investasi dan Portofolio (TIP) yang memiliki kredit sebesar 3 sks disampaikan dalam bentuk ceramah dan diskusi interaktif.

    Kerjasama internasionalisasi dengan menghadirkan dosen tamu dari universitas di luar negeri akan membangun pengalaman dan suasana akademik yang berwawasan Internasional bagi dosen dan mahasiswa di Program Studi.

  • Sejumlah Mahasiswa Asing Ikuti International Short Course 2019

    Sejumlah Mahasiswa Asing Ikuti International Short Course 2019

    16 mahasiswa dari luar negeri ikuti International Short Course yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Saat iniAcara yang akan dilaksanakan tanggal 17 hingga 22 November 2019 merupakan upaya internasionalisasi Prodi S1 Akuntansi FEB UNS.

    FEB UNS telah menjadi anggota organisasi internasional EFMD EPAS Akreditasi dan ABEST 21(The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow).

    International Short Course adalah kegiatan akademik singkat yang menggabungkan serangkaian kuliah, kunjungan perusahaan, diskusi studi kasus, dan sejumlah acara sosial dan budaya.

    Perkuliahan langsung diampu oleh dosen FEB UNS dan para profesional yang kompeten di bidangnya. Peserta akan mendapatkan pengetahuan tambahan terkait bisnis di Indonesia.

    Sejumlah kasus bisnis akan diajarkan kepada peserta didik untuk berdiskusi perkelompok. Setiap kelompok akan diminta untuk membuat analisis dan mengusulkan sejumlah solusi untuk kasus tertentu.

    Peserta juga akan mendapatkan pengalaman praktis melalui kunjungan perusahaan. Kunjungan industri dilakukan ke beberapa perusahaan. Peserta akan mengunjungi PT Sri rejeki Isman dan PT Aneka Adhilogam karya.

    Selain itu, yang tidak kalah menariknya, peserta akan diajak mengunjungi beberapa destinasi di daerah Solo yang kental dengan budaya Jawa seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Laweyan, dan monumen keris. Peserta juga dapat menikmati berbagai pilihan kuliner Solo.

    Diharapkan dengan kegiatan ini, akan meningkatkan hubungan yang baik antara FEB UNS dengan Universitas mitra.
    Memperkaya pengalaman belajar mahasiswa yang berpartisipasi dengan meningkatkan keterlibatan langsung antara UNS dan Universitas mitra.

  • The Undergraduate in Accounting Study Program Invites Visiting Lecture from University Sains Malaysia

    The Undergraduate in Accounting Study Program Invites Visiting Lecture from University Sains Malaysia

    Prof. Dr. Hooy Chee Wooi from University Sains Malaysia becomes a visiting lecture for the Undergraduate in Accounting Study Program of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), from Monday, November 18 to Wednesday, November 20, 2019. There are two classes that participated in the visiting lecture on Investment and Portfolio Theory with 3 Credits. The course involves an interactive discussion in the related topics.

    This collaboration with partner Universities in Visiting Lecture is expected to improve the learning experiences and international academic atmosphere both for students and lecturers

     

  • International Students from Various Countries Participate in International Short Course 2019

    International Students from Various Countries Participate in International Short Course 2019

    In total 16 international students participate in the 2019 International Short Course Program organized by the Undergraduate in Accounting Study Program, the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). The program took place on 17 to 22 November 2019, is one of the programs initiated by the Study Program as their internationalization agenda. The FEB has become a member of EFMD EPAS and ABEST21.

    This International Short Course Program is a short academic program that combines academic courses, company visit, case study discussion, and social and cultural activities. The academic course was provided by FEB UNS academics members and expert practitioners in business. Through this course, the participants are expected to earn new insight on business condition in Indonesia.

    Several business cases are given to be discussed in a group. Each group is assigned to analyse the problem and propose a solution on the matter. The participants are also scheduled to do companies visit to PT. Sri Rejeki Isman and PT Aneka Adhilogam Karya. They also visit various cultural attraction in Solo such as the Surakarta Palace, Kampung Batik Laweyan, and Kris Monument. It is expected that through this program FEB UNS can maintain its relationship with international partners and providing new insight to the participants of the program.

  • Platform Logistik Memerlukan Otomatisasi

    Platform Logistik Memerlukan Otomatisasi

    Tren pasar logistik di Indonesia perlu mendapatkan perhatian lebih terutama karena biaya logistik yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

    Tren logistik di era ekonomi 4.0 memerlukan kontribusi dari dunia pendidikan seperti yang ada di universitas. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan salah satu dari empat hal yang penting untuk diperhatikan jika ingin mengembangkan dunia logistik, yakni: deregulasi yang lebih tepat untuk logistik di Indonesia, harmonisasi regulasi pemerintah pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur fisik dan informasi teknologi dan Pendidikan.

    Pentingnya logistik di Indonesia terutama karena melihat fakta bahwa potensi di Indonesia belum termaksimalisasi. Saat ini, Indonesia merupakan kawasan berkembang tetapi menempati posisi ke-3 secara kekuatan ekonomi ASEAN. Indonesia juga menempati peringkat nomor 6 dalam pertumbuhan ekonomi ASEAN.

    Solo khususnya, sebenarnya juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan karena Solo punya banyak keunggulan terutama adanya perusahaan tekstil terbesar di ASEAN.

    Pernyataan itu disampaikan Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ALFI dalam Seminar Nasional The Role of Accounting in Logistic Industry, Jum’at 18 Oktober 2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Menurutnya, sekarang kita telah berada di digital era sehingga diperlukan pembaharuan terkait model bisnis baru yang dapat merangkul era digital dengan internet sebagai nafas utamanya sebagai tools untuk mempermudah dunia perlogistikan.

    “Perlu dilakukan pengembangan sistem yang mumpuni untuk menyatukan dan mengkolaborasikan keempat komponen yang perlu diperhatikan dalam dunia perlogistikan tadi” katanya

    Kedepan, infrastruktur dan area fisik (physical logistic) tidak lagi menjadi komponen penting dalam dunia logistik sehingga kita perlu berubah dan berkembang mengikuti area. Platform logistik memerlukan otomatisasi sehingga dapat mempermudah kolaborasi dan efisiensi informasi dengan global network.

    Sementara itu, Prof. Drs. Hassan Fauzi, M.Ba., Ph.D., Ak, Dosen Akuntansi FEB UNS menyatakaan , selain tools untuk melakukan proses supply chain management, stakeholder di dalam entitas juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

    Hal ini terkait dengan sumber daya manusia yang menjadi kunci pertama pelaksanaan supply chain management yang efektif.

    Proses supply chain management tidak lagi berorientasi pada mencari laba, akan tetapi juga perlu memperhatikan kepentingan sosial dan lingkungan sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial perusahaan.

    Narasumber lain di acara yang digelar atas kerjasama ALFI dan FEB UNS adalah Arif Prabowo, CEO PT. Pelindo III Regional Jawa Tengah.

    Di kegiatan itu, juga dilakukan Penandatangan MoU atau kerjasama antara ALFI dan FEB UNS.

    Diolah dari: Prodi Akuntansi

  • Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi FEB UNS merupakan salah satu prodi di UNS yang telah terakreditasi A dan telah menjadi member EFMD Program Accreditation System (EPAS), lembaga akreditasi internasional untuk tingkat prodi.

    Lulusan Prodi S1 Akuntansi dibekali sertifikasi untuk menyelaraskan kebutuhan di dunia kerja yakni System Application and Product in Data Processing (SAP) dan Sertifikat Teknisi Akuntansi melalui Ujian Kompetensi Akuntansi (UKTA).

    Dalam proses pembelajarannya, Prodi S1 Akuntansi telah merintis program internasional. Satu kelas di Program S1 Reguler, yakni di kelas A, berbasis bahasa Inggris. Untuk bisa masuk ke kelas tersebut, mahasiswa harus mencapai nilai TOEFL di atas 550.

    Di kelas ini mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti program CPA Australia dan mengikuti student articulation/double degree dengan Curtin University. Bagi mahasiswa yang telah masuk di kelas lain berkesempatan juga untuk berpindah ke kelas A di semester berikutnya jika telah memenuhi syarat TOEFL.

    Pernyataan itu disampaikan Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kaprodi S1 Akuntansi dalam acara Sarasehan Orang Tua/Wali dengan Pengelola Prodi Akuntansi, Sabtu 7/9/2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Dihadapan lebih dari seratus orang tua/wali yang hadir di forum itu, Probohudono, Ph.D menyampaikan, mahasiswa yang berhasil masuk di Prodi S1 Akuntansi merupakan anak-anak yang cerdas dan unggul. Dalam perkuliahan biasanya akan sangat mudah menangkap ilmu yang diajarkan dan juga cepat dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

    “Mereka generasi milineal yang luar biasa, namun terkadang ada sisi kurangnya juga yakni dalam softskill, kemampuan dalam bertata krama, berkomunikasi. Untuk hal ini, kami akan sisipkan dalam pembelajaran di kelas. Para orang tua juga diharapkan dapat bekerja sama dengan kampus untuk mampu untuk mengawasi putra-putrinya” terang Probohudono,Ph.D.

    Untuk meningkatkan softskill juga, mahasiswa dihimbau untuk mengikuti salah satu organisasi kemahasiswaan yang ada di FEB UNS.

    “Bapak Ibu perlu turut mendorong putra putrinya untuk aktif terjun di organisasi kemahasiswaan yang telah disediakan di lingkungan kampus agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu berkomunikasi dengan baik, mudah berosialisasi dan sebagainya. Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang)” katanya kemudian.

    Nur Hariawan, SH, Kasubbag Akademik FEB UNS di kesempatan yang sama, memberikan simulasi penggunaan Sistem Akademik (Siakad) kepada orang tua/wali yang sebelumnya telah diberi user password untuk masuk ke aplikasi.

    Orang tua/wali diharapkan dapat mudah memantau studi putra – putrinya dimanapun dan kapanpun hanya dengan handphone. Informasi yang dapat dipantau yakni kehadiran perkuliahan, hasil studi dan monitoring skripsi.

    Di pertemuan tersebut, para orang tua/wali sangat antusias memanfaatkan sesi diskusi, aktif bertanya dan menyampaikan saran.

  • Fintech Goes to Campus: Generasi Muda Harus Pahami Financial Tecnology

    Lebih dari 3000 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa ikuti Seminar Nasional Fintech Goes To Campus,  Sabtu, 9/3/2019 di Gedung GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Kegiatan yang bertemakan  Gotong Royong Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Industri 4.0″ diselenggarakan oleh  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  bekerja sama dengan  Program Studi Akuntansi FEB dan Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS).

    Hadir sebagai keynote speaker, Menteri  Komunikasi dan Informatika RI,  Rudiantara, S.Stat. MBA dan Ketua Dewan Komisioner OJK,  Dr. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc., Ph.D .

    Pembicara lainnya yaitu  M. Ihsanuddin, Deputi Komisioner OJK Bidang IKNB, Adrian Gunadi, Ketua Asosiasi  Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)),  Rico Usthavia Frans, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri, Chris Antonius, Co-founder PT Toko Modal Mitra Usaha dan Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D, akademisi FEB UNS.

    Perkembangan fintech  memiliki banyak manfaat, diantaranya waktu penyampaian informasi lebih cepat dan efisien sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi, menyediakan lapangan pekerjaan baru dan pengentasan kemiskinan serta meningkatkan inklusi keuangan.

    Ravik Karsidi, Rektor UNS dalam sambutannya menyatakan di era digital,  mau tidak mau generasi muda harus cepat beradaptasi. Kesadaran terhadap fintech adalah sangat  karena fintech mampu menciptakan berbagai peluang usaha baru yang menggunakan platform digital sebagai basis usaha.

    Senada dengan hal itu  Wimboh dalam presentasinya mengatakan bahwa  perkembangan teknologi sudah tidak dapat dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi perekonomian tak terkecuali di sektor jasa keuangan. Telah banyak perusahaan-perusahaan fintech bermunculan di dunia maya.

    Dalam hal ini, OJK telah  melakukan upaya pengawasan terhadap perusahaan fintech. Seluruh penyelenggara wajib terdaftar sebagai anggota AFPI.

    Pengawasan dilakukan secara mendalam dan langsung ke kantor penyelenggara fintech lending untuk memeriksa kepatuhan perusahaan fintech lending atas kewajiban, larangan dan atau keharusan yang ada pada peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan.

    OJK juga melakukan pengawasan berdasarkan laporan, baik itu Laporan Berkala  (Bulanan,  Tiga Bulanan, Tahunan) dan laporan lainnya misalnya laporan pengguna, laporan LBH atau lapaoran dari masyarakat. Kedepannya akan menggunakan Host to Host atau pengawasan berbasis IT.

    “Hingga Februari 2019, OJK bersama anggota Satgas Waspada Investasi telah menghentikan  sebanyak 803 entitas Fintech peer-to-peer lending (total akumulatif) tanpa izin OJK/ilegal” jelasnya.

    Sebelum seminar digelar, telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UNS Ravik Karsidi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi.

    Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara UNS, OJK dan AFPI untuk meningkatkan pendidikan ekonomi digital yang meliputi  beasiswa, magang, pelatihan, kurikulum, program penelitian dan kerjasama lainnya.

    Sepertinya halnya kerjasama yang dilakukan di UNS, OJK akan terus melakukan sosialisasi fintech dan kerjasama dengan kampus-kampus lain juga, menyasar para generasi muda untuk mendorong pengembangan fintech agar dalam koridor yang benar, yang bisa dimanfaatkan  oleh masyarakat luas.