FEB

Kategori: s1_akt

  • Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Potensi dan Tantangan Pengembangan Destinasi Wisata Halal

    Destinasi wisata halal harus memenuhi beberapa indikator diantaranya harus memiliki sertifikasi makanan dan minuman halal, memiliki fasilitas ibadah dan tidak boleh ada aktifitas yang non halal atau aktifitas yang ada kemaksiatan serta disarankan terpisah antara laki-laki dan perempuan.

    Komponen dari wisata halal tidak hanya terkait makanan tetapi juga beberapa komponen yaitu hotel, logistik, tour packages dan finance yang halal.

    Hal itu disampaikan Dr. Falikhatun, M,Si, Ak, CA, SAS, Ketua Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan pengurus DPW IAEI Jawa Tengah pada Webinar Tantangan dan Peluang Pemerintah Daerah dalam Mengembangkan Industri Halal Menyongsong Era New Normal, Sabtu 4 Juli 2020

    Selanjutnya disampaikan bahwa Indonesia di tahun 2019 mendapat penilaian yang sama dengan Malaysia dari Global Muslim Travel Index (GMTI) dengan score 78. Indonesia menjadi tujuan wisata halal yang kedua setelah malaysia. Jika Indonesia mau mengembangkan Islamic tourism merupakan potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan negara selain pajak.

    Lombok merupakan destinasi wisata terbaik di Indonesia karena memiliki banyak kriteria kehalalan yang tidak dimiliki daerah lain, 60 hotel yang sudah tersertifikasi halal, memiliki 8456 masjid, 25 situs heritage dan banyak atraksi-atraksi yang tidak melanggar syariah, dan 7 event yang rutin dilakukan setiap tahun.

    Islamic tourism memiliki tantangan yakni tidak adanya standar global dalam sertifikasi. Masing-masing negara memiliki sertifikasi dan tidak berlaku internasional sehingga barang-barang di Indonesia yang sudah disertifikasi ketika diekspor masih dilakukan sertifikasi di negara lain.

    Tantangan lain dalam masalah gender, ada beberapa negara yang memiliki persepsi yang agak berbeda dengan negara lain, ada yang berkeyakinan bahwa wanita jika bepergian harus didampingi oleh mahromnya sehingga bisa dibuat suatu aturan agar muslimah enjoy dalam melakukan Islamic tourism. Juga terdapat perbedaan persepsi terhadap makanan halal.

    Demikian pula dukungan keuangan untuk meningkatkan pariwisata halal yang masih sedikit sekali. Bank-bank konvensional masih jadi masalah untuk beberapa aktifitas yang terkait industri hotel halal.

    Terakhir, Dr. Falikhatun memaparkan rekomendasi kepada pemerintah untuk meningkatkan destinasi wisata halal. Harus ada aturan khusus destinasi mana yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui musyarawah mufakat dari stakeholder dalam menjadikan sebuah desa sebagai tempat wisata.

    Kementerian wisata dan dinas wisata juga harus mendorong untuk diadakan training tourism agar destinasi wisata halal mampu berkembang subur di Indonesia. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Tiga Narasumber Webinar Sharing Human Resource Beri Tips Kesiapan Bekerja

    Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Webinar Sharing Human Resource, “Are You Ready to Get Hired?”, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Prodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA menghadirkan tiga pembicara muda yakni Bima Aryateja, S.E., Ahli Muda Human Capital PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk., Lukman Hakim, S.Psi., Training Development Spv PT. SGMW Motor Indonesia-Wuling, dan Harini Indrawati, M.Psi., HR Improvement & People Analytics KASKUS.

    Mengawali presentasinya, Bima Aryateja, S.E. memaparkan tentang tips penulisan  Cover Letter (CL) dan Curriculum Vitae (CV). CL merupakan pengantar dari CV yang bisa menunjukkan siapa diri kita dan menjadi self branding. Tiga isi dari cover letter adalah sumber info lowongan dan alasan tertarik menawar, alasan kenapa perusahaan harus memilih calon pelamar, dan ucapan terima kasih serta harapan dipanggil wawancara.

    Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika akan menulis cover letter yaitu mencari tahu penerima CL, posisi pekerjaan yang ditawarkan, dan lebih baik kalau bisa menggunakan Bahasa Inggris. Jangan menulis terlalu panjang, cukup 1 halaman, terstruktur, hindari typo dalam penulisan jabatan maupun perusahaan.

    CV menunjukkan self branding dan  sebaiknya dibuat semenarik mungkin dan diisi dengan data sebenar-benarnya. CV penting karena menjadi titik awal berupa representasi diri yang menjelaskan pengalaman hidup untuk masuk posisi dalam suatu perusahaan. Isi dari CV yang paling penting adalah data-data pelamar yang paling wow, paling menonjol dari diri pribadi calon pelamar,  buat CV yang menarik “eye catching”. Secara keseluruhan buat CV yang ringkas, foto yg update dan tampil professional, siap bekerja, dan kreatif

    Banyak tools dan cara membuat CV, misalnya www.canva.com, easy resume builder app, resume builder & CV maker app, youtube. Dalam membuat CV, buatlah CV semenarik mungkin dan menyajikan data yang sebenar-benarnya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam membuat CV agar CV menjadi menarik dan eye catching.

    Sementara itu, Lukman Hakim, S.Psi. memberikan tips untuk pertanyaan seputar gaji bagi  kandidat . Yang perlu diperhatikan adalah tidak memulai membicarakan gaji sebelum perusahaan menanyakan, mencari tahu UMR, dan jika bidang pendidikan lebih tinggi maka bisa ditingkatkan sedikit, dan paling penting adalah calon pelamar harus bisa menganalisis kebutuhan hidup, sehingga calon pelamar bisa memperkirakan berapa gaji yang dibutuhkan.

    Sistem penggajian yang perlu diketahui adalah berapa take home pay, gaji pokok dan tunjangan, insentif, kompensasi, THR, apakah ada BPJS ketenagakerjaan, intinya adalah jangan fokus pada gaji per bulan, tapi fokus pada gaji per tahun dan di rata-rata. Calon pelamar perlu juga fokus pada benefit-benefit apa yang didapatkan.

    Pembicara terakhir, Harini Indrawati, M.Psi menjelaskan tentang proses  Leaderless Group Discussion (LGD) yang biasanya dilakukan perusahaan untuk mengetahui karakter para pelamar agar sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar, untuk mengetahui kompetensi kandidat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Topik yang dipakai LGD biasanya lebih diskusi ke hot issue, terkait produk perusahaan, calon pelamar dapat membaca topik-topik terhangat dari koran, media-media lainnya. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Berbekal Hardskill, Softskill dan Additional skill, Alumni Siap Memasuki Dunia Kerja

    Setiap alumni harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan dibekali beberapa hal yaitu hardskill, softskill dan additional skill. Yang paling dicari dalam dunia kerja adalah terutama terkait pengalaman-pengalaman alumni dalam berorganisasi selama di kampus. Karena dengan pengalaman-pengalaman yang ada dapat membentuk karakter yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

    Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan merupakan hal utama, tapi tetap menjadi prasyarat awal dalam memasuki dunia kerja, ada batas minimal IPK untuk proses seleksi. Kemampuan lain yang dilihat adalah lebih ke softskill, leadership, communication skill, dan lain-lain.

    Hal itu disampaikan Beltian Hanny, S.E,  Assistant Manager PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. saat memberikan materi Webinar yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Sabtu 27 Juni 2020.

     “Yang dicari dunia kerja dari jobseeker paling utama adalah pengalaman, misalnya pengalaman memimpin acara, pengalaman organisasi, dan pengalaman magang/seminar/lomba/beasiswa. 80% interview biasanya akan menanyakan terkait pengalaman-pengalaman tersebut. Selain pengalaman, banyak skill tambahan yang dapat menunjang kandidat agar diterima perusahaan, misalnya kemampuan Bahasa Inggris, presentation skill, brevet A/B/C, dan keahlian khusus lainnya” jelasnya

    Sementara itu, pembicara lain,  Bayu Bintoro Setyawan, S.E. , Departemen Luar Negeri Keuangan dan  Akuntansi Divisi Operasi 1 – Timur Tengah & Afrika PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyampaikan dihadapan peserta yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa bahwa dalam proses rekrutmen harus mengutamakan kejujuran, keinginan untuk belajar, kegigihan, kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan minimal memiliki kompetensi di bidang akuntansi.

    Dan yang perlu dipersiapkan adalah communication skill (kemampuan dalam menyampaikan dan menguasai bahasa asing sebanyak-banyaknya), mentality (persiapan mental untuk bekerja dan tinggal di luar negeri), dan adaptive (kemudahan dalam menyesuaikan perubahan dan lingkungan yang baru).

    Pembicara lainnya,  Devi K. Putri, S.E., Assistant Analyst Accounting PT. PLN (Persero) Tbk. menjelaskan detil tentang  rangkaian seleksi di PLN serta tips dan triknya untuk bisa lolos bersaing.

    Ketiga pembicara muda di webinar itu adalah alumni FEB UNS yang telah menempati pekerjaannya sesuai dengan cita-cita dan harapan mereka. Di webinar yang bertajuk Daya Saing Lulusan Akuntansi di Dunia Kerja, alumni berbagi pengetahuan tentang pengalaman mereka memasuki dunia kerja hingga berada di posisi sekarang. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • Prof. Doddy: Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus Bukan Proses Instan

    Prof. Doddy: Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus Bukan Proses Instan

    Filosofi dalam publikasi seperti mengukur baju sendiri, riset sejauh apa dan dapat publikasi dimana, jangan karena publikasi, author melakukan tindakan unethical yang dapat merusak reputasi author.

    Pernyataan itu disampaikan Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D., Associate Managing Editor fo Internatiopnal Joural of Business and society Scopus H-Index:5; Documents:44 Universiti Malaysia Serawak, mengawali presentasinya pada Webinar Strategi Publikasi Jurnal Internasional, Selasa, 30/6/2020.

    Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D

    Selanjutnya dikatakan, strategi publikasi bisa dalam kuantitas dan kualitas. Untuk earlier researcher biasanya memilih salah satu. Dari segi kuantitas adalah dengan menggunakan kolaborasi. Semakin banyak orang yang berkolaborasi, maka semakin banyak kuantitasnya.

    “Bagi yang expert researcher dapat mengkombinasi. Agar menghasilkan publikasi 8-10 tahun depan, paling tidak submit 15 paper tahun ini. Untuk mengejar kuantitas, perlu pendampingan sejumlah paper yang disubmit di beberapa jurnal” papar Rayenda

    Dari segi kualitas, perlu dilakukan training dalam pembuatan paper berkualitas, faktor lingkungan, resource (software proofread, gramarly, software statistic, mendeley) pengukuran melihat ABDC list, ABS list dan menggunakan metode kolaborasi dan benchmarking dengan membaca paper-paper yang relevan.

    Sementara itu, Prof. Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak menyarankan untuk earlier researcher dapat mencari mentor atau senior yang bisa membimbing, “do not work alone” karena di jurnal top-tier sangat jarang ditulis hanya untuk 1 penulis. Cara mencari partner adalah dengan menghubungi partner yang mempunyai keahlian di bidang tertentu.

    Dijelaskan pula bahwa proses publikasi di jurnal terindeks scopus bukan merupakan proses instan. Untuk mencari jurnal internasional yang tepat pastikan jurnal yang di tuju tidak di blacklist oleh DIKTI, hindari predatory journal, perhatikan jumlah issue yang diterbitkan dalam 1 tahun dan jumlah artikel dalam satu kali terbit, apakah jurnal tersebut pernah mempublikasikan artikel dengan topik yang sama.

    Prof. Doddy juga menyarankan untuk mengacu ke artikel yang relevan yang telah terbit di jurnal yang dituju, cek kualitas terbitan jurnal dan forth coming article, cek submission/publication fee. Submit artikel secara bertahap, cari call of paper yang fokusnya pada tema paper author. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Webinar Prodi Akuntansi Bahas Peran Auditor dan Akademisi dalam Pemberantasan Korupsi

    Webinar Prodi Akuntansi Bahas Peran Auditor dan Akademisi dalam Pemberantasan Korupsi

    Istilah fraud lebih dari sekedar kecurangan, fraud terdiri dari korupsi, penyalahgunaan aset, dan manipulasi laporan keuangan. Fraud dalam laporan keuangan biasanya dilakukan dengan menurunkan nilai, me-markup nilai, memanipulasi revenue dan banyak lagi.

    Peran utama auditor sangat strategis sebagai penjaga utama terjadinya fraud, karena akan memantau operasional hingga memantau kepatuhan, dan tingkah laku sebuah perusahaan atau instansi yang diaudit. Audit internal paling berperan dalam pencegahan penyalahgunaan aset dan korupsi sedangkan audit eksternal berperan dalam pencegahan manipulasi laporan keuangan. Audit internal dan eksternal, keduanya memiliki peran dalam mendeteksi fraud.

    Hal itu disampaikan Budi Santoso, SE, Ak, MFA, PGCS, CA, CPA, CFE, Senior Director, Business Intelligence & Investigations Kroll, Dhuff & Phelps mengawali presentasinya di kegiatan Webinar Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) bertema Kerja Bersama dalam Akuntabilitas Publik untuk Mengawal Pemberantasan Korupsi (Peran Profesi Akuntan), Senin, 29/6/ 2020.

    Selanjutnya dikatakan, sesuai dengan regulasi terkini di dunia dari Statement on Auditing Standars (SAS) 99, auditor eksternal akuntan publik ketika melakukan audit laporan keuangan perusahaan harus berusaha mendeteksi adanya fraud terkait laporan keuangan. Jangan sampai ada kejadian, laporan keuangan dimanipulasi tapi akuntan tidak dapat mendeteksi, tidak mengetahui adanya manipulasi laporan keuangan sehingga investor dan pemegang saham tertipu, perusahaan collapse hingga merugikan banyak orang.

    “Tren dunia dari perhitungan kerugian fraud mencapai 5% dari pendapatan perusahaan. Jenis fraud yang paling sering dilakukan adalah penyalahgunaan aset. Kerugiannya paling sering dilakukan kedua adalah korupsi. Sedangkan untuk manipulasi laporan keuangan paling jarang terjadi, hanya 10% kejadiannya, akan tetapi kerugiannya yang paling besar mencapai 954 ribu US$” jelasnya.

    Budi menilai banyak kelalaian auditor dalam memeriksa laporan keuangan, diantaranya auditor kurang skeptis, kurang curiga, dan audit prosesnya kurang efektif.

    Budi Santoso, SH, LL, M,

    Sementara itu, narasumber lain, Budi Santoso, SH, LL, M, Fungsional Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan dalam hal implementasi pemberatasan korupsi, KPK melakukan intervensi ke perguruan tinggi dengan Tri Darma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat). KPK mendorong agar akademisi turut berperan dalam upaya pemberantasan korupsi. Setiap perguruan tinggi diharapkan mempunyai kurikulum anti korupsi atau dilakukan sisipan di mata kuliah wajib. Kampus sebagai pusat riset, data dan berbagai kajian anti korupsi serta menjadi rumah bagi para ahli untuk berkontribusi sesuai dengan keilmuannya dalam penyelesaian perkara tindak pidana.

    KPK juga mendorong agar setiap kampus mengembangkan model Kampus Bersih yaitu dengan penerapan keterbukaan informasi publik misalnya transparansi anggaran dan belanja kampus dan complaint handling system yang kredibel whistle blower system, system penanganan konflik kepentingan di bidang akademik maupun non akademik serta system pengelolaan gratifikasi.

    Dua pembicara lain, Agung Nur Probohudono, SE, M.Si, Ph.D., Ak, CA, CfrA. Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS dan Khresna Bayu Sangka, SE, MM, Ph.D, Kepala Pusat Studi Transparansi dan Antikorupsi UNS lebih menyoroti tentang langkah nyata UNS turut berperan aktif dalam pemberantasan korupsi.

    Beberapa hal yang telah dilakukan UNS yakni dalam hal tata kelola lembaga pendidikan yang transparan dan akuntabel, mengevaluasi sistem pendidikan tinggi dengan menyisipkan anti korupsi pada kurikulum. Matakuliah dalam kurikulum Prodi Akuntansi mendukung upaya pencegahan korupsi yakni pengauditan, akuntansi forensik dan audit investigasi, pengauditan internal, pengauditan berbasis komputer, analisis informasi keuangan, dan akuntansi sektor publik.

    Selain itu, UNS juga telah melakukan internalisasi pendidikan karakter dan integritas antikorupsi dan sinergitas semua civitas akademika untuk berkomitmen bersikap jujur, berintegritas dan menjalankan fungsinya secara aktif. Dukungan lain dengan reformasi birokrasi, satuan pengawas internal, pustapako, sekolah anti korupsi dan kampanye anti korupsi. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Merdeka Belajar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Merdeka Belajar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

    Merdeka belajar dalam Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim akan sangat berpengaruh kepada dunia pendidikan tinggi. Demikian juga berpengaruh bagi industri dan BUMN yang harus mempersiapkan lebih untuk menjadi mitra perguruan tinggi.

    Ada perubahan yang harus dipahami oleh seluruh civitas akademika, terutama dosen. Dosen yang dulunya banyak mengajar dan mahasiswa sebagai pendengar namun sekarang berubah, dosen sebagai penggerak. Dalam merdeka belajar, mahasiswa diberi kemerdekaan menambahkan kompetensi yang diinginkan.

    Peran program studi (prodi) menjadi sangat peting untuk mempersiapkan kurikulum merdeka belajar, memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil matakuliah lintas prodi dalam perguruan tinggi, menawarkan beberapa mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar perguruan tinggi beserta persyaratannya , melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan perguruan tinggi, dan jika ada mata kuliah yang belum terpenuhi maka disiapkan kuliah daring.

    Pembelajaran di kelas bersifat diskusi, problem solving dan higher order thinking. Dosen sebagai penggerak dalam menfasilitasi pembelajaran mahasiswa secara independen. Merdeka belajar yang digunakan dalam bentuk non kuliah misalnya magang , menghadirkan praktisi, dan project yang melibatkan mahasiswa.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dian Agustia,SE M.Si, Ak, CA, CMA, Ketua IAI KAPD dan juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam Webinar Kurikulum Kampus Merdeka yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas, Rabu 24 Juni 2020 .

    Sementara itu, narasumber lain, Gatot Soepriyanto, SE, Ak, M.Buss (Acc), Ph.D mengatakan dalam kampus merdeka, mahasiswa memiliki hak 3 semester untuk mendapatkan pengalaman di luar prodinya Beberapa hak itu diantaranya untuk melakukan 8 alternatif pilihan yakni magang, proyek di desa, kampus mengajar, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kewirausahan, proyek mandiri , atau proyek kemanusiaan.

    Dikatakannya, ada panduan tersedia secara daring berjudul Buku Saku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2020. Dalam buku itu, dijelaskan mengenai mekanisme pelaksanaan merdeka belajar, yakni mengenai pendaftaran, seleksi administratif akademik, pemilihan dari 8 kegiatan yang akan mahasiswa lakukan, proses penilaian oleh dosen pembimbing dan bagaimana pendampingan dari pihak eksternal sampai mahasiswa dinyatakan lulus, nilai dikonversi SKS dan diinput dalam kartu hasil studi . Dalam buku saku itu juga secara lengkap memaparkan setiap model yang ada.

    Pembicara ketiga di webinar yakni Suprapto, SE, MM, Praktisi Asosiasi dan Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) membahas tentang kebutuhan di industri logistik yang memerlukan kompetensi dan integritas sumber daya manusia yang tinggi.

    Acara yang diikuti oleh sekitar 200 peserta itu dibuka oleh Prof. Drs.Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons), PhD, Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. (Humas FEB)

    Editor: Drs. Bambang Irawan, M.Si.

  • Prodi Akuntansi Gelar Sarasehan Daring dengan Mahasiswa

    Prodi Akuntansi Gelar Sarasehan Daring dengan Mahasiswa

    Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) menggelar sarasehan dengan mahasiswa Akuntansi, Sabtu, 6 Juni 2020.

    Acara yang diikuti sekitar 236 mahasiswa dilaksanakan secara daring dengan narasumber Kepala Program Studi (Kaprodi) Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA dan Kepala Sub Bagian Akademik, Nur Hariawan, S.H.

    Diawal paparan materinya, Kaprodi Akuntansi menyampaikan bahwa selama pandemi COVID-19 seluruh proses akademik disesuaikan , perkuliahan, ujian, pembimbingan, magang, KKN dan lainnya. Tak terkecuali sarasehan seperti yang diselenggarakan hari ini, dengan daring.

    Lebih lanjut disampaikan, ujian proposal skripsi atau seminar proposal ditiadakan dan akan digabung dengan ujian skripsi. Pendaftaran ujian skripsi dilayani oleh bagian akademik secara online dan ujian skripsi online dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan tim penguji.

    Untuk mendukung pembelajaran daring di masa pandemi, mulai 14 April 2020, UNS telah menyalurkan bantuan pulsa bagi mahasiswa senilai Rp. 50.000,00.

    Dalam hal keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), prodi mengikuti kebijakan dari atas untuk memberi keringanan UKT Semester Genap dengan syarat tidak sedang mengajukan selang/cuti pada semester Februari – Juli 2020, tidak akan mengajukan selang/cuti pada semester Agustus 2020 – Januari 2021 dan bersedia melakukan pembayaran UKT pada semester Februari – Juli 2021 jika tidak dapat menyelesaikan tugas skripsi maksimal sampai akhir semester Agustus 2020 – Januari 2021.

    Beberapa penjelasan lain juga disampaikan yakni tentang pelaksanaan KKN dimasa pandemi dan mekanisme pendaftaran skripsi.

    Di sesi kedua, Nur Hariawan, S.H., Kepala Sub Bagian Akademik FEB UNS menyampaikan beberapa hal diantaranya tentang pelaksanaan ujian akhir semester, teknis keringanan UKT, penjelasan ujian skripsi, pembimbingan hingga perkuliahan semester depan.

    Pelaksanaan ujian akhir semester mulai pada tanggal 2-12 Juni 2020 dengan entri nilai maksimal 10 Juli 2020.

    Terkait dengan keringanan UKT bagi mahasiswa UNS selama pandemi Covid-19 disesuaikan berupa penurunan dan atau penetapan ulang besaran UKT, diajukan melalui bagian kemahasiswaan. Penundaan pembayaran UKT diajukan online dan pembebasan UKT dapat menghubungi bagian akademik.

    “Agenda registrasi, heregistrasi, pengambilan mata kuliah dan mulai perkuliahan menunggu informasi dari kantor pusat. Perkuliahan menggunakan daring sampai dengan ujian tengah semester di bulan Oktober 2020. Sekiranya kondisi belum memungkinkan masih lanjut hingga ujian akhir semester ” jelasnya

    Nur Hariawan berharap mahasiswa bisa melakukan komunikasi dengan admin prodi ataupun layanan perkuliahan terhadap hal-hal yang memang belum dipahami.

    Usai paparan Kaprodi Akuntansi dan Kasubag Akademik, mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya di sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan diantaranya tentang dispensasi UKT, pembimbingan skripsi, pelaksanaan UKTA, subsidi pulsa, pengajuan dana pelaksanaan lomba secara online dan juga pelaksanaan magang.

    Sebelum sarasehan berakhir, Kaprodi menyampaikan nasihat kepada mahasiswa untuk senantiasa mengembangkan softskill, salah satunya yang utama adalah memahami tata krama dalam berkomunikasi.

    “Mahasiswa Akuntansi UNS adalah generasi yang cerdas karena skor UTBK saat masuk ke UNS pun sangat tinggi. Namun kecerdasan itu tak cukup, mahasiswa juga harus memegang teguh nilai-nilai budaya bangsa yang luhur, terutama tentang tata krama. Sebagai insan akademis, mahasiswa harus memahami etika berkomunikasi, tahu bagaimana cara bertegur sapa yang santun, tahu bagaimana cara menyampaikan pendapatnya dengan baik ” tegasnya

    Mahasiswa bebas berekspresi, namun sampaikan ekspresi tersebut dengan cara yang baik. Sangat disayangkan jika ada mahasiswa yang tidak mampu menjaga nama baik institusinya, tempat mereka menimba ilmu. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Akuntansi UNS Mengajar Assalam:  Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)

    Akuntansi UNS Mengajar Assalam: Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)

    Dalam rangka mensukseskan program UNS Mengajar memperingati Dies Natalis UNS yang ke-44 Program Studi Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan di Pondok Pesantren Modern Assalam, Jumat, 6 Maret 2020.

    Pelatihan yang diadakan di Ruang Pertemuan Kantor Assalam Lantai II
    mengusung tema “Implementasi Audit Internal dan Peran Satuan Pengawas Internal (SPI)”

    Pengusungan tema pelatihan ini diinisiasi dari permintaan pihak Assalam kepada Program Studi Akuntansi untuk mengadakan pelatihan SPI.

    Hal ini dikarenakan pihak Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (YMPIS) yang menaungi Pondok Pesantren Modern Assalam sedang dalam pengembangan SPI dengan tujuan untuk membentuk entitas yang lebih bersih dan profesional.

    Acara dibuka oleh Ketua Umum Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta, Bp Ahmad Syamsuri, Ketua Yayasan, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi dan Ketua Program Studi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

    Selanjutnya, lima belas dosen secara bergantian memaparkan materi, yakni Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi , Drs. Sri Hanggana, M.Si,. Ak., Dr. Sri Hartoko, M.BA, Ak., Ari Kuncara Widagdo SE, MBA, Ph.D, Ak, Nurmadi Harsa Sumarta, S.E.,M.Si.,Ak, Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D.,Ak, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., Khresna Bayu Sangka, S.E., M.M.PH.D, Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM, Estetika Mutiaranisa Kurniawati, S.E., M.Acc, Dian Perwitasari, S.Ak., M.Si, An Nurrahmawati, S.E., M.Sc., Nur Chayati, S.E.,M.Sc., dan Saktiana Rizki Endiramurti, S.E.,M.Ak.

    Acara dihadiri oleh puluhan civitas akademika Pondok Pesantren Modern Assalam, mulai dari Ketua Yayasan hingga pengajar.

    Acara diskusi setelah pemaparan materi berlangsung hangat. Peserta bersemangat mengajukan pertanyaan terkait SPI kepada para narasumber terutama terkait saran implementasi SPI dalam entitas berbentuk yayasan.

    Pihak Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (YMPIS) dan Prodi Akuntansi melakukan follow-up acara dengan penandatanganan MoU pelatihan SPI antara kedua belah pihak.

    Acara ditutup kembali oleh Ketua Yayasan dan Kaprodi Akuntansi. Kedepan diharapkan, kolaborasi antara pihak yayasan dan akademik dapat berkembang lebih luas.

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Prodi Akuntansi Adakan Penutupan Kegiatan ICSBAL

    Prodi Akuntansi Adakan Penutupan Kegiatan ICSBAL

     

    Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS adakan Penutupan Kegiatan International Conference on Business, Accounting, Supply Chain , and Logistics (ICSBAL), Kamis, 9 Januari 2020.

    ICBASL dengan tema “New Paradigm of Link and Match Between Government, University, and Industry” telah digelar November 2019 lalu di Hotel Harris Solo.

    Narasumber ternama yang hadir dalam konferen yakni Prof. Juliana Sutanto (Lancaster University), Prof. Madya Dr. Corina Joseph (Universiti Teknologi MARA Cawangan Sarawak, Malaysia), Prof. Ruhul Salim, BSc, MSc., Ph.D. (Curtin University, Australia), and Prof. Habib Mahama, Ph.D (Qatar University, Qatar), dan Prof. Dr. Hooy Chee Woi (Universiti Sains Malaysia, Malaysia).

  • Prodi Akuntansi Sukses Gelar Konferensi Internasional Perdana

    Prodi Akuntansi Sukses Gelar Konferensi Internasional Perdana

    Jaringan logistik dan sistem pembayaran merupakan komponen pendukung yang sangat  berperan vital dalam meningkatkan penetrasi pasar e-commerce Indonesia yang saat ini sedang booming. Dan kompleksitas masalah distribusi membuat logistik menjadi tema yang masih perlu dipelajari dilingkup praktisi dan akademisi.

    Studi dari kedua perspektif ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan dunia ekonomi yang lebih baik.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Ahmad Yunus saat membuka International Conference on Business, Accounting, Supply Chain and Logistics (ICBASL) , Kamis, 21 November 2019 di Hotel Harris Solo.

    Prof. Yunus memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi (Prodi) Akuntansi FEB UNS  dan seluruh narasumber atas terselenggaranya konferensi internasional perdana Prodi Akuntansi dan kegiatan lainnya dalam sepekan meliputi visiting lecturer dan students inbound.

    Ucapan  terima kasih disampaikan kepada Prof. Hooy Chee Wooi dari Universiti Sains Malaysia, yang selama tiga hari  telah  mengajar mahasiswa FEB UNS  untuk Matakuliah  Teori Investasi dan Portofolio.

    Prof. Yunus juga mengapresiasi ke enam belas  mahasiswa dari luar negeri yang meluangkan waktu mereka untuk bergabung di Program International Short Courses.

    “Kami berharap kedatangan mahasiswa dari luar negeri di acara ini akan memperkuat hubungan antara UNS dan universitas di luar negeri”.

    ICBASL dengan tema “New Paradigm of Link and Match Between Government,
    University, and Industry” akan membahas beberapa topik terkait akuntansi, bisnis, dan logistik dalam kaitannya dengan globalisasi saat ini yang akan disampaikan oleh narasumber dari berbagai negara.

    Narasumber  ternama yang hadir dalam konferen yakni Prof. Juliana Sutanto (Lancaster University), Prof. Madya Dr. Corina Joseph (Universiti Teknologi MARA Cawangan Sarawak, Malaysia), Prof. Ruhul Salim, BSc, MSc., Ph.D. (Curtin University, Australia), and Prof. Habib Mahama, Ph.D (Qatar University, Qatar), dan Prof. Dr. Hooy Chee Woi (Universiti Sains Malaysia, Malaysia).

    Sebanyak 250 lebih paper dari berbagai topik terkait akuntansi, bisnis, logistik dan supply chain dipresentasikan dalam acara ini.

    Artikel terbaik yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan mendapat kesempatan publikasi di beberapa jurnal nasional terakreditasi DIKTI seperti Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Jurnal Keuangan dan Perbankan, Jurnal Akuntansi dan Auditing
    Indonesia, Jurnal Akuntansi Multiparadigma, dan Jurnal Sains Bisnis.

    Artikel terbaik juga akan berkesempatan publikasi di beberapa jurnal terindeks Scopus seperti Social Responsibility Journal (SRJ), Meditary Accountancy Research, Journal of Contemporary Accounting, International Journal of Economics and Management, dan International Journal of Service Management Sustainability.