FEB

Kategori: s1_akt

  • Sambut Maba, Dekan FEB Ajak Mahasiswa Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional Maupun Internasional

    Sambut Maba, Dekan FEB Ajak Mahasiswa Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional Maupun Internasional

    Lebih dari 700 mahasiswa baru Program Studi (Prodi) S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring, Senin, 16 Agustus 2021.

    Dekan FEB, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D A,k. mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada tiga mahasiswa perwakilan prodi, Widya Zhafira dari S-1 Akuntansi, Devina Alfa Levia Rizky Alharis dari S-1 Manajemen dan Perdana Gilang Yudha Firmansyah dari S-1 Ekonomi Pembangunan.

    “Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena Anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami. Sekali lagi, selamat, Anda sudah menjadi warga FEB UNS, mohon untuk selalu semangat belajar dan belajar, perkuat jati diri Anda di kawah candradimuka FEB, tempat menggembleng agar kalian semua menjadi sukses”  kata Dekan menyemangati.

    Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB UNS, fakultas yang membanggakan, kampus yang mempunyai reputasi, nasional maupun internasional.

    Seluruh prodi di FEB UNS telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sertifikasi akreditasi internasional pun telah diraih yakni  EPAS, AUN QA dan ABEST21. Sejak 6 Oktober 2020 lalu, UNS menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Selain itu, UNS masuk klaster satu atau klaster utama dari Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia.

    Peserta mengikuti jalannya acara PKKMB melalui daring

    Dekan juga berpesan agar dalam menempuh perkuliahan di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas di kampus dan juga berbaur dengan para alumni yang sering datang ke FEB.

    Alumni-alumni FEB banyak yang sukses dan menduduki jabatan penting di pemerintahan  maupun swasta. Diantaranya, Wimboh Santoso yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI, Doni P Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Didik Hartantyo, Dirut PT KAI, dan beberapa alumni lain yang sukses disektor swasta diantaranya Harijanto dan Nur Harjanto serta beberapa alumni lainnya.

    Di akhir sambutannya, Dekan berharap agar mahasiswa bisa menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa. Kita harus memiliki prinsip hidup ‘urip sing urup memayu hayuning bawana”. Ini adalah salah satu pedoman hidup dari para leluhur. Kehidupan kita harus memberikan manfaat untuk orang lain maupun untuk alam semesta.

    Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari para Wakil Dekan, Pengelola Laboratorium dan Unit Pendukung serta dari Pengelola dan wakil dosen masing-masing program studi.

    Para alumni yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru, diantaranya Doni Primanto Joewono, SE, M.Si, Ubaidi Socheh Hamidi, SE, MM, Endang Kurniawan, SE, Ak., dan Dr. Nur Harjanto, MM.

    Salah satu alumni yang saat  ini menduduki jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto, dalam arahan dan motivasinya menyampaikan empat hal penting untuk menjadi pegangan mahasiswa agar sukses dalam menempuh studi dan berkarir yakni, bersyukur, mencari role model, punya passion dan harus adaptif.

    Keberhasilan mahasiswa yang telah diraih saat ini adalah karena rido  Allah dan juga kedua orang tua. Rasa syukur harus senantiasa terpanjatkan karena bisa bergabung di kampus ini. Bersyukur karena saat ini prestasi FEB UNS sangat cepat berkembang. Buktinya banyak, seluruh prodi di FEB telah terakreditasi A dan juga telah tersertifikasi internasional.

    Selanjutnya disampaikan, mahasiswa juga harus punya role model yakni suatu cerminan untuk mendorong keberhasilan studi dan karir ke depan.

    “Role model memberikan  motivasi dan semangat dalam belajar untuk meraih keberhasilan. Dengan memiliki role model, memungkinkan kita untuk mengeksplor diri, kita punya mimpi, mulai hari ini kita mau jadi apa, apakah akan melanjutkan kuliah atau menjadi ahli ekonomi atau menjadi seorang pengusaha, siapa yang akan menjadi contoh kita” tegasnya penuh semangat.

    Doni P Joewono saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru

    Mahasiswa juga harus punya passion, harus punya minat. Passion akan mendorong menemukan role model, mendorong untuk aktif berorganisasi sebagai salah satu cara melakukan pengkayaan, meluaskan pengetahuan dan pengalaman.

    Dan yang keempat, mahasiswa harus adaptif. Orang yang berhasil adalah orang yang adaptif, bukan orang pintar dan yang cerdas. Berapa banyak orang yang dalam prestasi kuliahnya biasa saja, namun saat kerja sukses karena didukung dengan kemampuannya dalam beradaptasi. (Humas FEB)

  • Riset Grup Behavioral Accounting FEB UNS Dampingi KSM Tegal Duwur

    Riset Grup Behavioral Accounting FEB UNS Dampingi KSM Tegal Duwur

    Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Riset Grup (RG) Behavioral Accounting memberikan pendampingan diversifikasi produk batik ecoprint kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tegal Duwur, Desa Pokak Kabupaten Klaten, Jumat 2 Juli 2021.

    Tim yang diketuai oleh Y. Anni Aryani, Ph.D, dan beranggotakan  Prof. Doddy Setiawan, Dr. Payamta, Dr. Evi Gantyowati, Dian Perwitasari, M.Si, An Nurrahmawati, M.Si, Isna Putri Rahmawati, M.Sc, serta Taufiq Arifin, Ph.D. memberikan peralatan untuk mendukung kebutuhan KSM Tegalduwur berupa mesin jahit dan kompor. Selain itu Tim memberikan bahan habis pakai yaitu beberapa jenis kain sebagai media pembuatan produk ecoprint seperti kain dan kanvas.

    Tim juga melakukan pendampingan dalam pemasaran dan administrasi keuangan. KSM dilatih untuk melakukan inventarisir peralatannya dan melakukan pencatatan transaksi KSM.

    Aktifitas pengabdian yang akan berlangsung dalam periode Maret hingga November 2021 itu bertujuan untuk mendampingi KSM agar melakukan inovasi diversifikasi produk agar dapat bersaing dengan produk ecoprint yang ada di pasaran.

    Sebelumnya, pada tahun 2020, RG Behavioral Accounting telah melakukan pendampingan di desa ini dengan pelatihan pembuatan kain ecoprint dan memberikan beberapa peralatan, media dan bahan dalam pembuatan ecoprint.

    Ecoprint adalah teknik memberi pola pada media dengan menggunakan bahan alami. Teknik ini mudah diterapkan. Hasilnya bisa dipakai sebagai bahan baku pakaian atau barang kerajinan lain seperti Payung, Kipas, Sampul Buku, dan lain-lain. (Humas FEB)

     

     

  • Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu, 7 Juli 2021

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr.Falikhatun, M.Si., Ak, sebagai ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Muthmainah, M. Si., Ak., serta Dr. Muchammad Cholil, MM memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng (used cooking oil) sebagai produk sampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Wates.

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Wates itu bertujuan untuk mendampingi UKM dalam memanfaatkan limbah minyak goreng sebagai produk sampingan, dihadiri oleh aparat desa Wates dan UKM di lingkungan desa Wates.

    Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena banyaknya limbah minyak goreng atau biasa disebut dengan minyak jelantah yang tidak dimanfaatkan oleh UKM.

    Salah satu UKM melakukan demo hasil pelatihan, membuat sabun dan lilin dari minyak jelantah

    “Minyak jelantah dari hasil usaha keripik diantaranya belut, daun singkong, daun bayam, singkong, dan peyek kacang selama ini tidak dimanfaatkan untuk produk sampingan, tetapi hanya dibuang saja. Hal itu menimbulkan kerusakan lingkungan, selain itu baunya juga yang kurang sedap”  ungkapnya.

    Tim memberikan pelatihan dengan memanfaatkan minyak jelantah itu menjadi sabun dan lilin. Hasilnya, UKM mampu  membuat produk sabun yang dapat dimanfaatkan untuk mengepel lantai atau mencuci barang lain yang tidak digunakan untuk makan dan minum. Sabun ini juga tidak bisa digunakan untuk mandi. UKM juga sudah mampu membuat lilin yang biasa dimanfaatkan ketika mengepak produk dalam plastik selain untuk penerangan.

    Selain itu,  dalam PKM ini juga diberikan materi tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU.

    Prof. Salamah mengatakan untuk menjadi wirausaha sukses, maka seseorang harus memiliki “AKU”. AKU merupakan singkatan dari Angan-angan, Kemampuan, dan Usaha.

    Produk PKM, sabun dan lilin

    “Seseorang yang mau menjadi wirausaha sukses harus memiliki Angan-angan atau cita-cita yang jelas dan terukur, kapan cita-cita itu akan diwujudkan dalam dalam bentuk seperti apa. Selanjutnya Kemampuan menyangkut hal yang terkait dengan tingkat intelektualitas seseorang yang dapat ditingkatkan dengan belajar dan latihan yang terus menerus dengan tekun dan sabar, sedangkan Usaha adalah ikhtiar yang harus dilakukan dengan pernuh tanggung jawab dan tanpa putus asa” jelasnya penuh semangat.

    PKM ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan motivasi UKM dalam meningkatkan kapasitas dirinya dan usahanya serta membuka peluang-peluang baru baik dalam pembuatan produk-produk baru maupun usaha baru. (Humas FEB)

     

     

     

     

     

  • Kelas Internasional UNS Cukup Banyak Peminatnya

    Kelas Internasional UNS Cukup Banyak Peminatnya

    Program Studi (Prodi) S-1 Akuntansi dan S-1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret membuka Kelas Internasional. Kelas Internasional merupakan program pendidikan tingkat sarjana yang berkolaborasi dengan Curtin University. Pendaftaran telah dilaksanakan dari tanggal 15 Juni hingga 2 Juli 2021. Sedangkan pengumuman akan diumumkan pada tanggal 13 Juli 2021 mendatang.

    Dalam kesempatan “Jagongan Kelas Internasional UNS”, Selasa 6 Juli 2021, Unit SPMB UNS mengundang Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D, Ak., CA , Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Akuntansi dan Bhimo Rizky Samudro, M.Si., Ph.D, Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan untuk mengupas lebih detil tentang kelas yang baru kali pertama dibuka.

    Agung Nur Probohudono menjelaskan Program Unggulan Kelas Internasional diantaranya menghasilkan lulusan yang memiliki kepribadian yang kuat, kreatif dan berkemampuan nalar yang tinggi serta memiliki kemampuan dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

    Kurikulumnya hampir sama dengan program reguler, yang membedakan adalah proses pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa juga berkesempatan untuk  mengikuti pertukaran pelajar, summer course, program double degree, visiting professor dan event internasional lainnya. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri dan juga mendapat pengakuan internasional.

    “Meskipun kelas ini bercorak internasional namun bukan berarti menjadi kelas yang eksklusif. Kami akan membentengi mahasiswa dari sikap yang tidak mencerminkan jati diri bangsa. Jargon-jargon local wisdom akan kita tanamkan semisal memayu hayuning bawana, urip hanguripi agar mampu diimplementasikan para mahasiswa di kelas ini nantinya ketika menjalani studi ” tegasnya.

    Dikatakannya, peserta yang mendaftar di Kelas Internasional cukup banyak, namun di tahun ini, masing-masing prodi hanya membuka satu kelas saja  untuk 25 mahasiswa. Semoga di tahun besok bisa membuka lebih dari satu kelas.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D menambahkan, beberapa aspek yang dilihat di seleksi Kelas Internasional meliputi potensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris dan juga kepribadian peserta melalui tes wawancara.

    “Di informasi yang telah dishare, kita memang tidak mencantumkan berapa score TOEFL atau IELTS nya. Kita berkeinginan agar yang lolos di seleksi ini bukan hanya yang berkemampuan Bahasa Inggrisnya bagus saja namun juga imbang, memiliki kemampuan di akademiknya dan juga dari sisi kepribadiannya.  diharapkan dapat input yang baik.” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan, di angkatan pertama ini, kami berusaha memberikan yang terbaik, terus berproses dan belajar. Di tahun depan akan direformat lagi pendaftarannya agar lebih fleksibel sehingga bisa memungkinkan peserta yang dari luar negeri juga ikut bergabung di Kelas Internasional ini.   Quality control-nya juga harus kami jaga, agar mahasiswa dan orang tua wali mendapatkan pelayanan yang memuaskan. (Humas FEB)

  • Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan  Panglima  TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.

    Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.

    Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

    Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan

    “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.

    Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan  tahap kedua untuk Fakultas MIPA,  Pertanian dan FKOR.

    Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.

    Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian,  Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

    Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin

    “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu,  karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan  cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)

  • Tiga Narasumber Webinar Beri Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi

    Tiga Narasumber Webinar Beri Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi

    Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Webinar bertajuk Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi, Selasa, 15 Juni 2021.

    Tiga narasumber dihadirkan dalam webinar yang dihadiri lebih dari 180 peserta, yakni Syaiful Ali, MIS, Ph.D, Ak, CA dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sylvia Veronica N.P.S, SE, Ak dari Universitas Indonesia, dan Fitra Roman Cahaya, SE, M.Com, Ph.D, CSSR, CSRA dari University of Essex, United Kingdom.

    Di awal paparan presentasinya, Syaiful Ali menyampaikan  bahwa bagi peneliti pemula sebaiknya membuat template atau format proposal riset yang fokusnya pada pertanyaan “What, Why, dan How. Hal ini agar penelitian lebih terstruktur dan memudahkan bagi peneliti dalam proses publikasi.

    Peneliti bisa menempuh beberapa strategi agar papernya dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi. Diantara strategi yang bisa ditempuh yaitu belajar dari penulis terkenal, bagaimana cara menyusun introduction, cara menyajikan argumen, tiru style-nya, bukan plagiasi.

    Selain itu, peneliti juga dapat mengutip paper dari penulis yang berpotensi jadi reviewer atau ketika submit di jurnal X, pastikan beberapa artikel di jurnal X itu muncul di jurnal peneliti, jangan menonjolkan kelemahan paper dan paragraf jangan terlalu panjang.

    “Biasanya reviewer melihat di abstrak dan introduction, bila bagian itu menarik, maka sudah mendapat gambaran utuh papernya. Selain itu, perlu diperhatikan untuk menggunakan editor bahasa Inggris yang profesional. Peneliti harus memperhatikan pula setiap respon dari reviewer.  Tulis respon rinci untuk setiap poin reviewer, tulis dengan bahasa yang baik, sopan dan menjelaskan dengan sangat detil. Tanggapi dengan sangat serius di setiap poin-poinnya” jelasnya.

    Di akhir paparannya, Syaiful Ali berpesan agar peneliti harus selalu siap jika papernya ditolak. Rejection adalah sebuah proses yang biasa dalam publikasi, jangan menyerah.

    Sementara itu, Dr. Sylvia menegaskan pada saat peneliti submit ke jurnal akan melalui tahap review oleh editor.

    Kadang-kadang tahap awal sudah ditolak oleh editor sebelum ke reviewernya. Peneliti harus menyampaikan sangat baik dan meyakinkan apa kontribusi penelitiannya. Jika ditolak jangan menyerah, perbaiki dan submit lagi dan submit lagi, hingga paper peneliti benar-benar bisa dipublikasikan.

    Terkadang paper seorang peneliti ditolak bukan karena kualitas papernya yang tidak bagus tapi karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnalnya. (Humas FEB )

  • Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.

    Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

    Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.

    “Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,  kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

    Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek  bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)

  • Prodi Akuntansi Hadirkan Prof. Maurizio Massaro dalam Agenda Visiting Professor

    Prodi Akuntansi Hadirkan Prof. Maurizio Massaro dalam Agenda Visiting Professor

    Program Studi Sarjana (S1) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta, kembali mengadakan Kuliah Umum Visiting Lecture pada Jum’at (18/06/2021) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam sambutannya, Dr. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Akuntansi menyampaikan agar seluruh perserta yang hadir bisa belajar banyak dari Prof. Massaro dan semoga topik yang disampaikan pada hari ini akan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi.

    Visiting lecturer merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Prodi Akuntansi FEB UNS yang sebelumnya telah mengundang Prof. Hooi Che Wooy, Prof. Evan Lau, dan Prof. Corina Yosef. Topik mengenai Intellectual Capital yang dihadirkan pada hari tersebut merupakan topik yang penting dan menarik karena mahasiswa lebih sering berfokus pada praktek akuntansi yang berkaitan dengan Tangible Asset. Sehingga materi mengenai Intangible Asset yang termasuk didalamnya adalah Modal Intelektual akan menjadi materi pendamping yang bermanfaat bagi mahasiswa.

    Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Prof. Massaro dari Ca’Foscari University of Venice. Mengawali materi, Prof. Massaro menyampaikan lima bagian materi yang akan disampaikan secara daring melalui Zoom dan Youtube Livestreaming, yaitu, pengenalan Knowledge Economy, Definisi riset di bidang Modal Intelektual, dan Tahapan riset di bidang Modal Intelektual.

    “Saat ini, banyak dari layanan digital yang tersedia secara gratis untuk kita gunakan. Hal ini dapat terjadi karena marginal cost yang dibutuhkan untuk membentuk produk digital memiliki nilai yang mendekati nol, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan jasa digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, secara gratis,” jelas Prof. Massaro. Kondisi inilah yang disebut sebagai free economy.

    Kondisi free economy tersebut membawa implikasi yang sangat besar di bidang akuntansi. Karena hampir semua aplikasi internet yang ditawarkan merupakan produk yang berdasarkan pengetahuan atau knowledge-based. Sementara ilmu akuntansi yang kita pelajari menyatakan bahwa nilai sebuah barang atau produk akan berkurang setelah digunakan, pengetahuan  tidak mengikuti hukum tersebut karena saat digunakan, pengetahuan akan bertambah dan bukannya berkurang.

    “Hal ini sangat menarik untuk dipelajari karena kondisi ini telah membawa perubahan yang sangat besar dan disruptif hingga merubah model bisnis dari perusahaan,” jelas Prof. Massaro.

    Paparan materi berlanjut dengan tahap perkembangan riset di bidang modal intelektual, cara pengukuran, dan perspektif ekosistem. Acara berlangsung secara interaktif melalui aplikasi Wooclap sehingga peserta dan pembicara dapat berinteraksi secara aktif.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas FEB

  • FEB UNS Adakan Training of Trainer Kewirausahaan

    FEB UNS Adakan Training of Trainer Kewirausahaan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Training of Trainer Kewirausahaan secara daring, Sabtu 5 Juni 2021.

    Kegiatan yang diikuti khusus oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan FEB UNS itu menghadirkan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilikonom, Cand Merc, Ph.D dari FEB UGM.

    Pembahasan materi dengan topik Model Bisnis dan Pembelajaran Kewirausahaan diawali dengan melihat kembali pola pembelajaran kewirausahaan sebelumnya, melihat beberapa inovasi yang dilakukan perusahaan.  Selanjutnya masuk ke materi konsep model bisnis, pola model bisnis dan inovasi model bisnis.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE., M,Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutan awalnya menyampaikan, FEB UNS telah memiliki tiga model pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa yaitu AMT (Achievement Motivation Training), Business Motivation Training (BMT) dan Pre Job Training (PJT).

    “BMT atau kewirausahaan sebagai salah satu model pelatihan perlu adanya pembaharuan. Model BMT sebelumnya masih menggunakan pola yang lama padahal kewirausahaan saat ini berjalan dengan sangat cepat, ada keterbaruan yang luar biasa.  Hal inilah yang mendorong kami  untuk mengadakan acara ini” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan, para dosen muda yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan  menjadi instruktur, membantu fakultas dengan model-model kewirausahaan yang terbarukan mendorong mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda.   Hasil dari pelatihan kepada mahasiswa, salah satunya adalah mahasiswa mampu menyusun bisnis plan.

    Untuk pendampingan mahasiswa, FEB juga akan bekerja sama dengan Direktorat Inovasi dan Hilirisasi  UNS.

    Dari hasil pelatihan ini, fakultas akan melakukan revisi terhadap modul kewirausahaan  yang sudah dimiliki  sebelumnya. Direncanakan di awal bulan Juli akan ada pelatihan bagi mahasiswa.

    Kegiatan Training of Trainer Kewirausahaan ini merupakan titik awal yang akan berkesinambungan dengan aktifitas-aktifitas lainnya. Hasil akhirnya adalah Indikator Kinerja Utama (IKU)  tercapai dan aktifitas kewirausahaan dapat dilakukan mahasiswa  hingga lulus kuliah. (Humas FEB)

  • UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    Universitas Sebelas Maret menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis 27 Mei 2021 di Aula Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) UNS dan juga disiarkan secara daring.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, dan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum dengan saksi Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si, dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.

    Ruang lingkup MoU mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian, riset, kajian, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi sumberdaya manusia; perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik dan pendampingan pakar/Mitra Bestari Jurnal.

    Selain itu, kerjasama yang akan dijalin juga dalam hal sharing data/open access penelitian atau perpustakaan; penyusunan jawaban mahkamah konstitusi; penyelenggaraan dukungan keahlian dalam pembentukan undang-undang, penyusunan naskah akademik, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan; serta program magang dosen/mahasiswa di Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

    Dr. Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI

    Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan seminar bertema Mengawal Akuntabilitas Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19 dengan narasumber Rahmad Handoyo, S.Pi, M.M, Anggota Komisi IX DPR, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H. M.H. Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M,.SI. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiwaan FEB UNS dan Dr. Atmaji MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS.

    Sekretaris Jenderal DPR RI,  Dr. Indra Iskandar dalam sambutannya menyampaikan adanya pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk memastikan pandemi tidak memberikan dampak sinifikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilaksanakan yaitu Program Kartu Prakerja guna mengurangi peningkatan penggangguran terbuka yang menjadi salah satu dampak utama kontraksi ekonomi pada masa pandemi.

    “Terdapat  evaluasi yang menjadi catatan  pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR RI terhadap dinamika pelaksanaan Program Kartu Pekerja di tahun 2020 lalu dan 2021 yang sedang berjalan. Untuk memperkuat analisis pengelolaan Program Kartu Prakerja tersebut, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PK AKN) Badan Keahlian DPR memandang adanya kerjasama MoU dan juga seminar dengan narasumber dari anggota DPR dan akademisi UNS ini sangat penting untuk memastikan  kajian yang disusun tidak berada pada ruang hampa tapi mampu diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.

    Dr. Indra juga berharap agar berbagai masukan akan memberikan manfaat yang besar bagi PK AKN untuk mampu menciptakan kajian yang akan mendukung fungsi pengawasan DPR khususnya pengawasan atas keuangan negara.

    Prof. Jamal Wiwoho, Rektor UNS

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan terimakasih kepada Badan Keahlian DPR RI  yang telah memberi kepercayaan kepada UNS untuk menjalin kerjasama. Gagasan dari para narasumber seminar dan juga diskusi yang dilaksanakan semoga memberikan manfaat baik ditingkat nasional dan internasional, berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS. Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyampaikan bahwa FEB UNS secara kelembagaan bersedia untuk mendukung peran dan fungsi Badan Keahlian DPR, mewujudkan Parlemen Profesional dalam memberikan dukungan 3 fungsi utama DPR yakni Pengawasan, Anggaran dan Legislasi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS

    Salah satu fungsi utama DPR yaitu pengawasan penyelenggaraan program pemerintah, dalam ranah akademik, fungsi ini sangat lekat dengan istilah akuntabilitas. FEB UNS didukung program studi dan grup riset siap mendukung fungsi-fungsi pengawasan dan dukungan kajian ilmiah kepada Badan Keahlian, termasuk hari ini memberikan pandangan dan kajian secara mendalam mengenai akuntabilitas Program Kartu  Prakerja. (Humas FEB)