Riset Grup (RG) Akuntansi Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si, Ak. berhasil meraih juara 1 pada Lomba Pengembangan Mitra Binaan dalam rangka Dies Natalis UNS ke 46.
“RG Akuntansi Keuangan secara umum menyasar dan bermitra dengan masyarakat, terutama berkaitan dengan peningkatan pendapatan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Aspek yang dikembangkan meliputi pertumbuhan pendapatan, perbaikan sosial budaya, perbaikan kesehatan masyarakat, perbaikan lingkungan hidup, peningkatan kesetaraan gender dan keberlanjutan mandiri” papar Prof. Rahma.
Prof. Rahma juga menyampaikan secara detil rekam jejak program kemitraan RG Akuntansi Keuangan sejak tahun 2018 hingga 2021. Pada tahun 2018, RG mengadakan program pengelolaan sampah rumah tangga berbasis greenpreneurship di Joyosuran Surakarta; Tahun 2019, konstruksi nilai Islami dalam berdagang di Kudus, pelatihan Akuntansi dan pewarnaan alam batik di Bantul DIY; Tahun 2020, Industri kreatif pertunjukan wayang, pengembangan warna alam di Bantul DIY dan batik bordir di Paderenan Kudus; serta di Tahun 2021, print batik di Solo Jawa Tengah, pengolahan sampah wisata Desa Berjo Karanganyar dan design produk digital marketing MJoint Jogya.
Dari berbagai aktifitas pengembangan mitra binaan tersebut, RG Akuntansi Keuangan telah mendukung pencapaian IKU 1,2,3,5,6 dan 7.
Prof. Rahma menambahkan, peran RG terhadap kemitraan terutama adalah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra sesuai dengan bidang ilmu RG. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan menggandeng pihak berkompeten yang lain sekiranya memang diperlukan dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi mitra.
Rencana pengembangan mitra binaan yang akan datang didasarkan pada pertimbangan efektifitas efisiensi kegiatan terdahulu. Dengan demikian diharapkan hasil kegiatan yang dilakukan ke depan dapat lebih optimal.
RG Akuntansi Keuangan mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait agar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan kedepannya lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk semua pihak. (Tetri)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mulai melaksanakan perkuliahan secara luring atau tatap muka, Senin 22 Agustus 2022. Sekitar 40-an kelas di sesi pertama terlihat mulai dipenuhi dengan aktifitas belajar mengajar, setelah hampir 2,5 tahun aktifitas perkuliahan dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19.
Ditemui seusai berkeliling meninjau pelaksanaan perkuliahan luring, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa secara umum perkuliahan luring atau tatap muka di FEB berjalan lancar. Hal ini dikarenakan sejak ada kebijakan akan diadakannya perkuliahan luring, FEB sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.
Perkuliahan luring mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease (Covid-19), tertanggal 12 Juli 2022.
Dosen dan mahasiswa bersiap memulai kuliah luring
“Syukur alhamdulillah, perkuliahan luring perdana hari ini berjalan dengan lancar. Masalah kecil tetap ada, tapi secara keseluruhan lancar, mulai dari distribusi ke kelas-kelas, properti yang ada di ruang kelas, laboratorium, toilet, tempat parkir, ruang tunggu serta formulir-formulir yang diperlukan untuk kuliah luring telah disiapkan dengan baik. Terima kasih kepada semuanya terutama tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS yang telah bekerja keras untuk kelancaran perkuliahan luring” paparnya.
Menurutnya, transfer “knowledge” lebih “enjoy” dilakukan dengan aktifitas perkuliahan luring, demikian juga untuk kegiatan diskusi-diskusi dan sebagainya. Para dosen dan mahasiswa akhirnya dapat berinteraksi langsung di kampus, mereka tampak gembira. Mahasiswa dan dosen bisa mengenal lebih dekat.
Dekan juga berharap semoga pandemi segera berakhir. Meskipun saat ini belum 100% terlepas dari pandemi Covid-19 tapi kekebalan kita semoga mampu menanggulangi virus Covid-19.
Sementara itu, seusai mengajar di ruang kelas 2203, Prof. Dr. Bandi, M.Si, Ak, Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia UNS, yang juga Dosen pengampu matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan melihat mahasiswa sangat antusias sekali mengawali perkuliahan luring hari ini.
Sebelum memulai perkuliahan, Prof. Bandi melakukan tes untuk melihat sejauhmana pemahaman mahasiswa yang saat ini duduk di semester V.
Dekan, dosen dan tendik berdiskusi di ruang transit
“Saya tadi sebelum memulai perkuliahan matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa semester V yang selama lebih dari 2 tahun menerima materi secara daring, dan mahasiswa lemah dalam pemahaman materi, ini beban berat, kita perlu kerja keras” ungkapnya.
Untuk mendorong agar mahasiswa memiliki pemahaman materi seperti yang diharapkan, selain di kelas, Prof. Bandi melalui WAG aktif membimbing mahasiswa, memberikan penugasan.
Prof. Bandi mengusulkan agar mahasiswa lebih banyak diberi tugas terutama untuk mahasiswa di semester III dan V yang memang sebelumnya belum pernah mendapatkan perkuliahan luring.
Petugas siap melayani perkuliahan luring
Setelah jam kuliah berakhir, dua orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Prof. Bandi yakni Muhammad Risad dan Santi Wijayanti mengatakan sangat senang dengan dimulainya perkuliahan luring, lebih memberikan kenyamanan berinteraksi antara dosen dan mahasiswa.
Saat perkuliahan daring kemarin, mereka memiliki keterbatasan berkomunikasi ataupun berdiskusi, baik dengan dosen pengampu maupun dengan sesama teman kuliah. Hal ini juga diiyakan oleh seluruh mahasiswa yang masih berada di ruang kelas itu.
Menurut mereka, keterbatasan ini berdampak pada mahasiswa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan oleh dosen (Tetri).
Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di KB/RA al-Islam, Jamsaren, Surakarta, Sabtu, 23 Juli 2022.
Tim PKM FEB UNS yaitu Dr. Falikhatun, M.Si., Ak, CA, SAS sebagai ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Muthmainah, M. Si., Ak., serta Dr. Susanto Tirtoprojo, MM memberikan Workshop dan Pelatihan Menulis Cerita Anak Islami bagi Guru-Guru Kelompok Bermain atau Raudhotul Athfal (KB/RA) al-Islam, Jamsaren Surakarta.
Kegiatan yang digelar di ruangan kelas KB/RA al Islam tersebut bertujuan untuk mendampingi guru-guru dalam meningkatkan kapabilitas guru dalam proses pembelajaran termasuk dalam menyiapkan materi pembelajaran dengan cara menulis cerita anak Islami.
Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena belum adanya buku cerita anak Islami yang ditulis oleh Guru-guru KB/RA al Islam Jamsaren Surakarta, walaupun KB/RA ini juga cukup lama didirikan. Selama ini buku cerita anak yang digunakan dalam proses pembelajaran dibeli dari beberapa penerbit yang ditulis oleh penulis lain.
“Buku cerita merupakan salah satu sumber belajar anak yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan anak sekaligus untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Hasil pemberian cerita diharapkan menumbuhkan rasa penasaran anak terhadap pengetahuan baru dan anak-anak juga mampu merespon dengan pesan moral yang ada”.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang sangat kompeten dibidangnya yaitu Nur Laili Munazalah, S. Sos, penulis buku Cerita Anak Islami yang sudah menerbitkan puluhan buku dan menjuarai berbagai kompetisi Menulis Cerita Anak Nasional.
Laili menyampaikan bahwa menulis buku cerita mempunyai tantangan tersendiri yaitu bagaimana kita orang dewasa harus benar-benar masuk dalam dunia anak dalam segala perkataan dan pola tingkahnya. Selanjutnya Laili menambahkan beberapa tip menulis buku anak, antara lain menggunakan kalimat-kalimat pendek, menggunakan diksi yang mudah dimengerti dan selipkan pesan-pesan moral dan ajaran kebaikan yang mendidik dengan bahasa yang sederhana.
Kegiatan ini diharapkan memotivasi guru untuk membuat hasil karya sendiri dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan, sehingga mampu membuat buku yang berkualitas dan layak jual (marketable) yang pada pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan (revenue) guru. (Tetri)
Riset Grup Akuntansi Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program pengabdian masyarakat pada kelompok peternak sapi Subur Lestari di Desa Pandeyan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 15/4/2022.
Tim pengabdian yang diketuai oleh Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak, dengan Program Cow Complete Feed-nya memberikan pendampingan para peternak sapi melalui penyuluhan pembuatan pakan ternak komplit yang memiliki nilai gizi baik dan juga bantuan mesin pencampur pakan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kandang Komunal Desa Pandeyan tersebut diikuti oleh perwakilan anggota kandang komunal karena masih dalam masa pandemi. Dari perwakilan selanjutnya akan memberikan edukasi kepada peternak lain bagaimana penggunaan mesin dan pembuatan pakan.
Sebelum kegiatan ini terselenggara, tim pengabdian melakukan wawancara dan diskusi dengan kelompok ternak. Tim melihat kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya pada kelompok peternak sapi Subur Lestari di Desa Pandeyan tentang pemenuhan gizi sapi melalui pakan.
Pembuatan Pakan Ternak Komplit dengan Mesin Mixer
Dari hasil diskusi, masalah yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu adalah tambahan bantuan alat dan pengetahuan pembuatan pakan ternak komplit. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran dari para anggota kelompok ternak terkait kesediaan pakan selama masa paceklik atau masa non panen. Hasil diskusi juga menunjukkan adanya keingintahuan yang besar terkait perbaikan gizi sapi mereka karena adanya keinginan memiliki sapi yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.
Tim pengabdian mendiskusikan lebih lanjut solusi yang paling mungkin untuk dilakukan. Langkah pertama tim adalah memesan mesin pencampur pakan atau mixer. Hal ini berdasarkan saran dari sebagian besar anggota yang menyebutkan bahwa mesin ini dapat membantu pembuatan pakan. Selanjutnya memberikan memberikan penyuluhan mengenai pembuatan pakan ternak yang bergizi baik.
Tim berharap, pemberian mesin yang langsung diujicobakan serta penyuluhan yang telah dilaksanakan dengan baik dapat menghasilkan peningkatan pengetahuan anggota kelompok ternak terkait pakan komplit yang menyehatkan ternak dan menambah nilai ekonomi sapi-sapi peternak.
Pakan yang telah diolah (kiri), perwakilan peternak saat mengikuti penyuluhan (kanan)
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peternak merasa puas dan bertambah pengalamannya dalam mengelola pakan sapi. Para peternak juga menyebutkan rasa syukurnya karena sekarang mereka memiliki mesin yang dapat membantu membuat pakan ternak mereka.
Pengabdian lebih lanjut yang direkomendasikan dari pengabdian ini adalah penyuluhan terkait marketing pakan ternak yang dapat dijual ke luar kelompok ternak. Tentunya hal ini membutuhkan modal lebih karena beberapa bahan pembuat pakan ternak harus dibeli, sementara sisanya merupakan hasil limbah panen yang belum tentu selalu ada sepanjang musim.
Tim Bidang Pengabdian Internal dan Dharma Wanita Persatuan, Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Atmaji, MM menggelar Temu Kangen dengan Senior FEB UNS di Pendopo Aula Suhardi atau Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu, 5 Maret 2022.
Kegiatan dihadiri oleh sejumlah Senior FEB diantaranya Bapak Tjilik Suwito, Bapak Soetantyo, Ibu Sri Suwarsi, Ibu GAA Susilowati, Bapak Darustam dan Ibu Mahastuti Agung. Acara dikemas dalam suasana santai, riang penuh keakraban, mengingatkan kembali pengalaman saat terbentuknya FEB dengan berbagai cerita suka duka.
Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com, Ph,D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting, mempertemukan antara senior dan yunior agar para yunior tahu dan memahami bagaimana FEB UNS didirikan, suka dukanya seperti apa. Ke depan, kita harus bisa hidup rukun, ayem tentrem dan berharap kegiatan seperti ini akan selalu menjadi agenda rutin.
Dekan FEB UNS Saat Sambutan
Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada para senior FEB yang telah memberikan pondasi yang kuat bagi kita semua sehingga FEB bisa mencapai seperti hari ini.
“Terimakasih kepada para Bapak Ibu Senior yang telah menjadi peletak dasar berdirinya FEB, tanpa Bapak Ibu semua, FEB tidak akan bisa seperti ini. Dan untuk para yunior, jangan lupakan sejarah. Dari para senior, kita bisa mengetahui fakta sejarah bagaimana terbentuknya FEB UNS dengan segala perjuangannya. Dan ini harus dipahami oleh kita semuanya” tegasnya.
Di acara tersebut, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih FEB UNS hingga saat ini.
Sejak tanggal 6 Oktober 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berdasarkan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2020 Tentang UNS PTN-BH,. Dengan status itu, kita harus masuk dalam 500 besar dunia, banyak hal yang harus kita kejar dan kita perjuangkan untuk mencapainya.
“Alhamdulillah, posisi FEB masuk peringkat +600 berdasarkan World Univerity Ranking (WUR) dan UNS berada di ranking +1200. FEB juga telah membuka program kelas internasional dan sudah berjalan untuk Program Studi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, FEB mendapatkan bantuan Matching Fund Kedaireka dengan tajuk Educamp Wisata Preneur, Prodi S1 EP FEB berhasil membangun program kerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Prodi S1 Manajemen FEB berhasil memenangkan Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka” urainya.
Pemberian Tali Asih kepada Senior FEB
Selanjutnya, di tahun 2022, FEB akan mendirikan Prodi S1 Bisnis Digital dan akan membuka kelas Internasional untuk Prodi S1 Manajemen dan juga percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar. Semoga FEB UNS akan semakin maju dan banyak menghasilkan profesor agar bisa memperkuat rangking kita ditingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Dr. Atmaji, MM dalam laporan kegiatannya menyampaikan, acara Temu Kangen dengan Senior FEB ini merupakan agenda ketiga, setelah sebelumnya, tim melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah keluarga para Tokoh atau Pendiri FEB dan juga ziarah makam. Acara-acara yang diselenggarakan juga atas kerjasama dengan alumni FEB UNS.
Di Tanggal 23 Februari 2022 lalu, Tim bersama dengan Dharma Wanita Unit Persatuan FEB melakukan silaturahmi ke keluarga Pendiri FEB. Sehari sebelum kegiatan Temu Kangen ini, Tim juga melakukan ziarah ke lima makam para pendiri FEB.
“Kelima Peletak Dasar FEB yang kami ziarahi tersebut, akan diabadikan namanya menjadi nama gedung di FEB UNS meliputi: Gedung I, Soeharno TS, Gedung II, Djarwanto PS, Gedung III, Suhardi, Gedung IV, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono untuk nama Gedung V. Penamaan Gedung tersebut secara resmi telah tertuang dalam Keputusan Rektor UNS No 12/UN27/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penamaan Gedung di Lingkungan Universitas Sebelas Maret Tahun 2022” jelasnya.
Disampaikan juga, penamaan gedung dengan Nama Tokoh-Tokoh Pendiri FEB ini akan mengingatkan kita pada kegigihan para pendahulu kita yang telah berjuang dalam mendirikan FEB UNS.
FEB saat ini sudah menorehkan banyak prestasi dan sudah dipandang dunia, semua prodinya sudah terakreditasi A, dan di bulan Maret ini kita akan berjuang untuk meraih Akreditasi Internasional AQAS. (Tetri)
Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Visiting Lecture dengan judul ‘Research Methodology in Accounting, Business, Finance and Economic: Naural Experiment and Panel Data,’ bersama Professor Ruhul Salim, BSc, MSc, Ph. D., Director of Graduate Researcher in The School of Economics and Finance, Curtin University Australia.
Hari pertama Visiting Lecture, Selasa 14/12/2021, Prof. Ruhul menyampaikan materi pengantar statistik dalam riset dibidang akuntansi, bisnis, keuangan, dan ekonomi.
Untuk melakukan analisis statistik dalam riset, Prof. Ruhul menyatakan bahwa analisis regresi dapat membantu peneliti untuk menemukan pengaruh dari satu variabel independen terhadap variabel dependen. Sebagai contoh, analisis regresi dapat membantu peneliti untuk menemukan hubungan antara gaji CEO dan performa perusahaan.
“Sebagai starting point (titik awal) analisis, scatterplot dari dua variabel yang diteliti menjadi penting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Ruhul menyatakan bahwa, meskipun bermanfaat, terkadang hasil dari analisis regresi memberikan hasil yang ‘tidak wajar’ atau tidak sesuai dengan teori yang ada.
Professor Ruhul Salim saat menyampaikan materi
Dalam kondisi seperti ini, peneliti dapat menggali lebih dalam untuk menemukan penyebab dari hasil yang tidak wajar tersebut melalui analisis lain. Disela-sela materi, Prof. Ruhul memberikan kuis singkat yang dapat menjadi bahan latihan mahasiswa.
“Saya berharap peserta dapat memahami materi yang saya sampaikan hari ini terkait Pengantar Metodologi Penelitian (Introduction to Research Method Program). Pada sesi ini kita berfokus pada pembahasan metode kuantitatif yaitu simple linear regression method (SLRM). Di sesi selanjutnya kita akan membahas mengenai Regresi Linear Berganda (Multiple Linear Regression) dan Panel Data,” tutup Prof. Ruhul mengakhiri paparan materinya.
Agenda Visiting Lecture tersebut terbagi menjadi tiga sesi dimana setiap sesi akan membahas mengenai metode penelitian yang lebih mendalam.
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Kelas Internasional, Rabu 17 November 2021 yang diselenggarakan secara Hybrid, di UNS Inn dan zoom meeting.
Kegiatan yang diikuti oleh tenaga pendidik FEB UNS dari Prodi S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan menghadirkan narasumber Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak dari UNAIR dan Agung Julianto, SE,M.Si, Ph.D, Ak, CA dari UNDIP.
Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, dengan dimoderatori oleh Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak dan Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si, dosen Prodi S1 Akuntansi.
Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., mewakili sambutan Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi sebuah momen yang menarik, baik bagi tim manajemen yang melaksanakan maupun dosen sebagai pengampu.
Dr. Djuminah juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber dan juga seluruh pelaksana yang mendukung kegiatan FGD. Semoga banyak memberikan manfaat, sharing bersama tentang pengetahuan dan pengalaman dan lain sebagainya dalam pengelolaan kelas internasional.
Dari kiri: Agung Julianto, Ph.D, Dr. Djuminah, Dr. Wahyu Widarjo
Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak, dalam sambutannya mewakili Kepala Program Studi S1 Akuntansi menyampaikan, acara ini merupakan bagian dari program universitas hingga ke prodi untuk melaksanakan amanah, UNS sebagai universitas yang berkelas dunia atau world class university.
“Kelas internasional menjadi bagian dari strategi universitas untuk bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang punya kualitas yang bisa bersaing di level nasional dan internasional dengan memberikan banyak exposure, dalam hal kurikulum yang sesuai standar internasional, termasuk utamanya dalam berbagai macam keterampilan, kemampuan critical thinking, problem solving, Communication, collaboration dan seterusnya” katanya.
Taufiq Arifin, Ph.D saat memberikan sambutan mewakili Kaprodi S1 Akuntansi
Kelas International yang telah dilaksanakan oleh Prodi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademisnya.
Harapannya, mahasiswa akan ada yang mengambil double degree, 4 semester di UNS dan 4 semester di Curtin University.
“Ini kesempatan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa gelombang 1 dari kelas internasional ini “ tegasnya.
Sesi Diskusi bersama dengan Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak
FGD yang diselenggarakan diharapkan menyempurnakan apa yang telah dilakukan FEB UNS termasuk strategi ke depan terkait program kelas internasional. (Humas FEB)
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar A Series of Internasional Class Opening Activities dengan tema “Political Connection and Accounting Research” pada Rabu, 10 November 2021.
Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa topik webinar ini merupakan pilihan yang bagus untuk membentuk mentalitas akademik sebagai peneliti dan juga topik political connection mempunyai sebuah kemenarikan, dan memiliki banyak peminat, serta dapat membuka kesempatan yang luas, khususnya untuk peneliti di bidang akuntansi.
Prof. Izza Mafruhah saat memberikan sambutan
Webinar yang diikuti sekitar 130-an mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Effeizal Aswadi Abdul Wahab, dosen Curtin University of Technology, Australia.
“Studi koneksi politik bukanlah hal baru, penelitian ini merupakan katalis penting untuk penelitian koneksi politik lainnya di bidang akuntansi dan meneliti peran koneksi di antara individu-individu teratas melalui kepemilikan silang dan interlock.” Katanya.
“Alasan mengapa begitu penting adalah karena hubungan antara koneksi politik dan kinerja perusahaan (baik dalam ekonomi, sosial, ras, politik).
Peran koneksi politik lebih mendalam dalam mengembangkan ekonomi baru. Juga dapat dilihat sebagai cara lain untuk mengatasi inefisiensi. Politik adalah bagian dari pemerintah atau organisasi karena pemerintahlah yang akan memprakarsai aturan, regulasi pasar modal sehingga mempengaruhi perkembangan pasar modal.” Tegasnya.
Effiezal juga menyampaikan beberapa contoh penerapan political connection di beberapa negara antara lain di Malaysia, Mauritius, Arab Saudi serta Indonesia.
Peserta webinar
Dia menekankan bahwa political connection di Indonesia masih terpengaruh oleh koneksi militer atau Military Connection yang merupakan salah satu kebijakan politik peninggalan Presiden Soeharto. Artinya peran militer dalam pasar modal dan juga perekonomian di Indonesia masih berpengaruh besar dalam aspek-aspek tersebut.
Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengadakan webinar bertajuk “Sustainability Reporting, Integrated Reporting, ESG Reporting, and Laporan Keberkelanjutan” the IFRS Foundation Initiative Aiming for Mandatory Reporting, pada Senin, 25 Oktober 2021, via Zoom Cloud Meeting dan Youtube Livestreaming di FEB UNS Youtube Official Channel.
Webinar yang merupakan bagian dari Series of International Class Opening Activities yang diinisiasi oleh Prodi S1 Akuntansi di tahun 2021 dan melibatkan 13 universitas partner tersebut menghadirkan Dr. Elvia R. Shauki dari Universitas Indonesia (UI) sebagai pembicara tunggal.
Dr. Mugi Harsono, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi FEB UNS, mewakili sambutan Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, menyampaikan topik webinar ini merupakan topik yang sangat penting dan perlu di perhatikan oleh perusahaan.
“Di Indonesia, sustainability report (laporan keberlanjutan) adalah merupakan bagian yang wajib dicantumkan dalam laporan keuangan tahunan berdasarkan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Dr. Mugi.
Lebih lanjut beliau dikatakan bahwa tujuan dari kelas internasional adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di FEB UNS, meningkatkan hubungan baik antara FEB UNS dengan universitas partner, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui partisipasi dalam interaksi langsung antara UNS dan universitas partner, serta meningkatkan reputasi akademik FEB UNS dan Indonesia secara umum di bidang bisnis, ekonomi, dan ilmu sosial.
Mengawali presentasinya, Dr. Elvia menyatakan bahwa sustainability reporting ini penting karena terdapat kemungkinan bahwa pengungkapan ini akan menjadi sebuah laporan wajib (mandatory report) yang harus dilakukan oleh perusahaan saat kalian lulus nanti.
Tujuan dari materi yang akan disampaikannya adalah untuk memahami apakah harmonisasi dari laporan berkelanjutan, yang termasuk didalamnya adalah framework (kerangka), akan segera berlangsung.
Di kesempatan tersebut, Dr. Elvia menjelaskan beberapa poin terkait laporan keberlanjutan seperti istilah-istilah dalam sustainability reporting, pengertian dari sustainability reporting, alasan pengungkapan sustainability report, dan peran akuntan.
“Sustainability reporting sering juga dikenal dalam beberapa nama lain seperti Corporate Social Reporting, Triple Bottom Line Reporting, ESG, Laporan Keberlanjutan, dan lain sebagainya. Perbedaan dari berbagai macam penamaan ini terletak pada coverage (cakupan) dan audiens dari laporan tersebut,” jelas Dr. Elvia terkait definisi laporan keberlanjutan yang seringkali memiliki beberapa sinonim.
Dalam acara yang berlangsung secara interaktif tersebut Dr. Elvia juga menjelaskan alasan untuk melakukan pelaporan sustainability serta teori yang dapat digunakan untuk menganalisa alasan perusahaan melakukan pelaporan sustainability seperti institutional theory dan positive accounting theory.
Selama acara peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Dr. Elvia ataupun secara tertulis melalui Zoom Chatbox. Diakhir acara terdapat undian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya dan sesi foto bersama.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) yang terbagi dalam 2 kelas mengikuti Pelatihan Startup Kewirausahaan secara hybrid, luring di kelas 2202 dan 2203 serta daring melalui zoom meeting, Kamis 14/10/2021.
Prof. Asri Laksmi Riani, M,Si, Ketua Laboratorium Kewirausahaan (Lab KWU) dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Lab KWU.
“Pelatihan KWU akan berlangsung hingga pertengahan bulan November 2021. Aktifitas dimulai dengan perekrutan pelatihan KWU dari dosen FEB per program studi, dilanjutkan kegiatan Trianing Of Trainer (TOT) dengan mengundang beberapa narasumber, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, penyusunan proposal bisnis, presentasi, pendampingan dan evaluasi”, ungkap Prof. Asri.
Dikatakannya, dalam pelaksanaan pelatihan, ada 18 instruktur dari dosen FEB UNS, 8 orang Tenaga Kependidikan dan mahasiswa yang berjumlah 29 orang. Dari 29 mahasiswa yang mengikuti pelatihan, 24 mahasiswa mengikuti secara luring dan 5 lainnya mengikuti secara daring. Mahasiswa terbagi dalam 6 kelompok dengan 3 bidang usaha yaitu fashion, kuliner dan kriya.
Target kegiatan ini adalah pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS yaitu terdapatnya beberapa mahasiswa yang melakukan rintisan usaha baru dan kegiatan ini merupakan pilot project bagi kegiatan yang akan datang.
Senada dengan Prof. Asri, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan, perguruan tinggi mendapatkan 8 tugas untuk pencapaian IKU, diantaranya adalah lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak atau berwirausaha atau melanjutkan studi. Dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu programnya adalah KWU agar mahasiswa menjadi lulusan yang menciptakan lapangan kerja.
Prof. Izza berharap, pelatihan yang difasilitasi oleh FEB UNS memberikan manfaat kepada mahasiswa, membawa nilai plus, bukan hanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan diberikan kepada seluruh peserta tapi nilai plus yang berkaitan dengan keilmuan, bagaimana strategi atau trik dalam berwirausaha. Untuk mengembangkan KWU, mahasiswa perlu berkolaborasi dengan fakultas-fakultas lain agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
Sementara itu, Drs. Rohman Agus Pratomo, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaaan UNS mengapresiasi pelatihan KWU yang dilaksanakan FEB UNS secara hybrid. Dengan pelatihan KWU ini, mahasiswa diharapkan bisa berkompetisi di tingkat universitas dan juga di tingkat nasional.
“Aktifitas KWU dirintis mulai dari sekarang, tahun depan mahasiswa ikut kompetisi di universitas, dan juga ke tingkat nasional. Perencanaan bisnisnya dibuat yang keren, diimplementasikan dan dikembangkan. Setelah mahasiswa lulus bisa menjadi usahawan, jadi job creator bukan job seeker sehingga bisa menggandeng kawan, tetangga dan seterusnya. Hal ini juga tentunya akan membanggakan institusi tempat belajar” pungkasnya. (Humas FEB)