FEB

Kategori: s1_ep

  • FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

    Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

    Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

    Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

    “Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

    Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

    Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

    Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

    Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

    Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

  • Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) digelar pada tanggal 19 sampai 23 Agustus 2025 di lingkungan FEB  dan UNS.

    Berbagai rangkaian acara, baik universitas maupun fakultas disusun untuk menyambut bergabungnya mahasiswa baru. Beberapa materi diantaranya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Etika dan Integritas Akademik, Karakter Lulusan dan lain sebagainya.

    Pembukaan kegiatan PKKMB FEB UNS berlangsung di Gedung Djarwanto PS pada Rabu 20 Agustus 2025, dihadiri oleh Dekanat, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian serta seluruh mahasiswa baru.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama bagi mahasiswa baru dalam sambutannya, yaitu pentingnya etika, membangun jejaring, dan mengembangkan sikap toleransi selama masa studi di kampus.

    “Saya ingin mengingatkan, Anda semua hadir di sini bukan hanya karena usaha sendiri, tetapi juga karena peran Tuhan Yang Maha Esa dan doa dari orang tua, terutama ibu. Doa ibu itu sangat penting dalam perjalanan hidup Anda,” ujar Prof. Bhimo.

    Prof. Bhimo menekankan agar mahasiswa tidak melupakan penghormatan kepada orang tua sebagai bekal utama selama menempuh pendidikan. Selain itu, Prof. Bhimo juga mengingatkan pentingnya menghormati Bapak dan Ibu dosen serta seluruh staf fakultas.

    “Sebagai generasi muda, etika adalah fondasi utama yang harus kalian pegang teguh,” tegasnya.

    Dekan FEB juga mengimbau mahasiswa baru untuk aktif membangun jejaring sosial dengan bergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

    “Jangan hanya kuliah pulang kuliah pulang. Bergabunglah dalam setidaknya satu organisasi kemahasiswaan agar kalian memiliki jejaring dan tidak hidup sendiri,” katanya.

    Selain etika dan jejaring, Prof. Bhimo juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan rasa saling menghormati antar sesama. Ia menjelaskan bahwa UNS menyediakan lima tempat ibadah sebagai bukti nyata penghargaan terhadap keberagaman dan pluralisme di lingkungan kampus.

    “Inklusivitas dan pluralisme adalah ciri khas UNS yang harus kita pelihara bersama,” ungkapnya.

    Setelah sambutan, Prof. Bhimo memperkenalkan secara bergantian Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Sub Bagian FEB UNS.

    Ketiga pesan utama tersebut, etika, jejaring, dan toleransi sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Etika mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Jejaring sosial yang dibangun mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan dan peluang kerja. Sementara sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman mencerminkan nilai-nilai SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).

  • Perkaya Wawasan tentang Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Ikuti Kuliah Kunjungan Lapangan di Pemkab Sukoharjo

    Perkaya Wawasan tentang Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Ikuti Kuliah Kunjungan Lapangan di Pemkab Sukoharjo

    Dalam rangka memberikan gambaran riil kebijakan publik, khususnya oleh pemerintah daerah,  45 mahasiswa semester 6 Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL), Selasa 17 Juni 2025 di Kantor Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian pembelajaran dari dua mata kuliah yaitu Analisis Kebijakan Publik dan Ekonomi Publik II yang diampu oleh Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec.,Dev., MAPPI (Cert), Dosen FEB UNS.

    “Dengan KKL ini, harapannya mahasiswa dapat belajar langsung dari aktor-aktor kebijakan publik, tidak hanya dari teori-teori dan literatur yang ada. Kesempatan ini tentunya menjadi pengalaman yang menarik bagi mahasiswa, apalagi dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan Wakil Bupati dan Kepala Dinas dan pimpinan lain yang terkait” urai Ariyanto.

    Kegiatan ini disambut baik oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE.

    Dalam paparannya disampaikan, saat ini kita semua sedang mewujudkan generasi Emas Indonesia 2045. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya kepada Masyarakat, seperti kegiatan ini.

    Mahasiswa dapat belajar bagaimana merumuskan kebijakan di daerah, dan juga sebaliknya mahasiswa juga dapat memberikan kontribusi dari hasil penelitian yang dapat menjawab permasalahan saat ini.

    Disampaikan juga bahwa perkembangan daerah Sukoharjo semakin pesat. Dengan karakteristik daerah yang komplek, dari wilayah perdesaan, urban dan perkotaan tentunya membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran.

    Kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab langsung kepada kepala dinas/ perwakilan dari dinas terkait. Topik yang banyak ditanyakan oleh mahasiswa terkait isu persampahan, pengembangan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan inovasi daerah dalam menjawab permasalahan di masyarakat.

     

  • Kuliah Praktisi Prodi Ekonomi Pembangunan: Kupas Tuntas Makroprudensial dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

    Kuliah Praktisi Prodi Ekonomi Pembangunan: Kupas Tuntas Makroprudensial dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

    Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik kebijakan ekonomi dan peran strategis bank sentral, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi Industri bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo.

    Kegiatan ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kebanksentralan, yang diampu oleh Lukman Hakim SE., M.Si., Ph.D, Johadi, SE., M.Sc, dan Ayya Agmulia SE., ME.

    Kuliah praktisi ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pada 22 Mei 2025 mengusung tema “Kebijakan Makroprudensial”, yang disampaikan langsung oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Aries Purnomohadi, bersama dengan Muhammad Reza Alif S dan Nuhaa Abiyyah.

    Materi membahas secara mendalam mengenai urgensi kebijakan makroprudensial dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), serta sinerginya dengan kebijakan moneter dan sistem pembayaran.

    Sesi kedua pada 5 Juni 2025 mengangkat tema “Bauran Kebijakan Bank Indonesia dan Stabilitas Ekonomi”, yang disampaikan oleh Yohan Agusta Harmawan, Hanita Fitriyani dan Khoirul Anwar.

    Dalam sesi ini dijelaskan bagaimana Bank Indonesia mengimplementasikan strategi bauran kebijakan (policy mix) untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

    Kegiatan kuliah praktisi ini berlangsung dengan sangat interaktif dan menarik. Selain penyampaian materi yang komprehensif, mahasiswa juga diajak mengikuti kuis interaktif terkait materi yang disampaikan. Kegiatan menjadi semakin semarak dengan adanya hadiah menarik dari Bank Indonesia bagi mahasiswa yang berhasil meraih nilai sempurna dalam kuis tersebut.

    Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi dengan Bank Indonesia.

    “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bernilai bagi mahasiswa, karena mereka memperoleh wawasan langsung dari para praktisi yang memiliki otoritas dan kompetensi di bidangnya. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, mahasiswa juga menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kami sangat mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia, dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut setiap semester. Ke depan, kami juga terbuka untuk menjajaki sinergi yang lebih strategis, termasuk kemungkinan kolaborasi dalam penyusunan kurikulum mata kuliah Kebanksentralan agar selalu kontekstual dan selaras dengan dinamika kebijakan ekonomi terkini,” ungkap beliau.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif dan kontekstual mengenai peran dan kebijakan bank sentral. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik kebijakan, serta mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di sektor ekonomi dan keuangan.

     

     

     

     

     

     

     

  • Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Ngobrol Bareng seputar Kelas Internasional, Senin 28 April 2025 melalui media Instagram.

    Hadir sebagai narasumber,  Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo; Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; dan dosen perwakilan Prodi S1 Akuntansi Nur Chayati, S.E., M.Sc.. Selain itu 3 mahasiswa kelas internasional turut dihadirkan, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq dan Nurul Yantika.

    Di kegiatan itu Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan Program Kelas Internasional FEB UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program ini menjaring calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara Internasional.

    Lebih lanjut disampaikan apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program,  Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri;  Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program,  belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.

    Kelas internasional FEB UNS juga sudah ada kerja sama aktif dengan universitas luar negeri atau industri global, diantaranya dengan University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Australia: Curtin University, Saxion University of Applied Science dan RUDN University (Rusia).

    Dikatakan, ada perbedaan mentalitas dan kemampuan mahasiswa kelas internasional dibandingkan kelas reguler, pengalaman belajar di LN dapat membentuk kemampuan softskill seperti adaptasi, percaya diri, keluar dari zona nyaman, kemandirian, menyesuaikan diri dengan pembelajaran di universitas lain, negara lain dan budaya lain, dan lebih proaktif.

    Sementara itu, narasumber dari prodi menyampaikan keunikan dari kelas internasional di program studi masing-masing dan juga berbagai kesempatan berkarier bagi lulusannya. Sedangkan ketiga mahasiswa menceritakan pengalamannya belajar di program kelas internasional dan kesempatan international exposure yang telah mereka dapatkan.

    Acara yang dipandu oleh Nael Bara Laena berlangsung sekitar 90 menit.  Peserta yang mengikuti acara dan ingin banyak tahu tentang kelas internasional telah difasilitasi oleh pemandu acara untuk memperoleh penjelasan dari ke tujuh narasumber yang hadir, baik secara luring maupun daring.

    Harapannya, dengan kegiatan ini, akan banyak calon mahasiswa yang lebih mengenal dan berminat untuk bergabung di kelas internasional FEB UNS.

    Kegiatan Ngobrol Bareng terkait Kelas Internasional ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan berstandar internasional serta kesempatan mobilitas akademik global bagi mahasiswa. Selain itu, kerja sama aktif FEB UNS dengan berbagai universitas luar negeri juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni memperkuat kemitraan internasional dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa

  • Prof. Supriyono, Guru Besar Ekonomi Konservasi:  Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

    Prof. Supriyono, Guru Besar Ekonomi Konservasi: Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

    Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dikukuhkan pada tanggal 11 Februari 2025 sebagai Guru Besar ke-25 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan ke-347 di UNS, Selasa 11 Februari 2025 di Auditorium GPH Haryo Mataram, SH UNS.

    Prof. Supriyono dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Konservasi dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan”.

    Disampaikan, konservasi menjadi elemen kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi sosial dan lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali telah mengancam keberlanjutan ekosistem dan mempengaruhi kesejahteraan manusia. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

    “Keberhasilan konservasi tergantung pada keterlibatan berbagai pihak termasuk pemerintah, sektor swasta, masyarakat dan lembaga internasional.  Kolaborasi multi-stakeholder diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah memegang peran utama dalam merumuskan regulasi dan mengalokasikan sumber daya,  sementara sektor swasta berkontribusi melalui Inovasi dan tanggung jawab sosial perusahaan” jelasnya.

    Pembangunan berkelanjutan melibatkan tiga pilar utama yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.  Dimensi ekonomi menekankan efisiensi sumber daya dan pengembangan teknologi hijau sedangkan dimensi sosial mencakup keadilan dan kesejahteraan masyarakat, dimensi lingkungan menitikberatkan pada pelestarian ekosistem melalui pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana.

    Konservasi tanah dan air menjadi prioritas dalam pembangunan berkelanjutan. Praktik seperti terasering, rehabilitasi DAS, dan teknologi irigasi efisien terbukti efektif dalam mengurangi degradasi lahan dan krisis air bersih. Studi kasus di Indonesia menunjukkan keberhasilan program rehabilitasi lahan dan pengelolaan air berbasis partisipasi masyarakat.

    Konservasi ekosistem seperti hutan dan lahan basah berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim ekosistem yang terjaga mampu menyerap karbondioksida dan mengurangi dampak pemanasan global.  Upaya ini mendukung pencapaian tujuan global seperti SDG 13 (Aksi Iklim).

  • Pidato Inaugurasi Pengukuhan Guru Besar, Prof. Bhimo Rizky Samudro Angkat Tema Fenomena Peradaban Semu

    Pidato Inaugurasi Pengukuhan Guru Besar, Prof. Bhimo Rizky Samudro Angkat Tema Fenomena Peradaban Semu

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., telah dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Politik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Rabu 12 Februari 2025 di Auditorium GPH Haryo Mataram, SH UNS.

    Pidato pengukuhan berjudul: Peradaban Semu (Pseudo Civilization) dan Kedaulatan Ekonomi Negara.

    Orasi Prof. Bhimo mengangkat tema krusial tentang fenomena beradaban semu dan dampaknya terhadap kedaulatan ekonomi negara.

    Dikatakan, peradaban semu terjadi ketika peradaban hanya menjadi rancangan dan konstruksi sistem dan kelembagaan bersama.

    Bagi negara Indonesia, peradaban semu telah menciptakan ketergantungan struktural pada hutang luar negeri, investasi asing dan lembaga konsultan asing. Kondisi ini berdampak pada berkurangnnya kedaulatan dalam pengambilan kebijakan ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat tekanan global.

    Indonesia juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi lokalitasnya. Elit negara lebih menerima konsensus ekonomi daripada menegakkan kedaulatan ekonomi terutama dalam interaksi ekonomi antar negara.

    Dari pidato inaugurasinya, Prof. Bhimo memberikan kesimpulan bahwa peradaban semu telah menciptakan ketergantungan dan ketidakpastian ekonomi yang signifikan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

    Hal ini diperlukan langkah strategis untuk mereduksi dampak negatifnya sambil memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

    Transformasi ideologi, pemikiran dan langkah teknis ini membutuhkan peran aktif dari level individu hingga negara, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara dimensi ekonomi dan non-ekonomi untuk mencapai kesejahteraan yang lebih adil.

  • Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali berbangga atas pengukuhan tiga Guru Besar baru FEB, Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak., CA., BKP, Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.

    Penyambutan ketiga Guru Besar baru digelar di Aula Gedung Suhardi, 12 Februari 2025 yang dihadiri oleh Dosen, Tendik, Purnatugas, Dharma Wanita dan juga Ormawa FEB.

    Prof. Dr. Tulus Haryono, M. Ek, Ketua Senat Akademik FEB UNS dalam sambutannya bersyukur bahwa telah digelar lagi penyambutan 3 Guru Besar FEB.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menyampaikan bahwa FEB sampai saat ini mempunyai 26 profesor termasuk ketiga Guru Besar yang disambut hari ini. Komposisinya, Manajemen 8 orang, Ekonomi Pembangunan 9 orang, Akuntansi 9 orang. 

    “Untuk generasi muda atau dosen muda tolong kejarlah karir Anda untuk mencapai jabatan akademik yang tertinggi karena itu adalah hak setiap dosen untuk bisa meraih jabatan tertinggi. Karena itu, di samping menjadi  kebanggaan lembaga  juga kebanggaan yang bersangkutan. Maka saya sarankan untuk generasi muda tolong urus jabatan akademik hingga akhirnya bisa mengejar jabatan tertinggi” katanya menyemangati.

    Dikatakan, untuk seorang dosen, profesor itu jabatan yang selalu melekat karena meskipun sudah pensiun masih disebut profesor, sedangkan jabatan, misal Dekan akan disebut hanya selama aktif menjabat saja.

    Prof. Irwan Tri Nugroho, Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi mengucapkan selamat kepada ketiga Guru Besar FEB yang telah dikukuhkan.

    Lebih lanjut, Prof. Irwan memberikan apresiasi kepada Dekanat FEB yang telah menyusun Eligibility Application AACSB.

    “Kami mengharapkan kemajuan UNS terutama FEB. Apresiasi kepada Dekanat FEB yang sudah menyusun Eligibility Application AACSB karena di 2025 ini kita harus bergerak dan sudah disediakan anggaran universitas untuk AACSB. Jadi mudah-mudahkan dalam 3 atau 4 tahun ini bisa segera dapat AACSB-nya, FEB yang benar-benar diakui oleh dunia” paparnya.

    Setelah sambutan dari ketiga guru besar, di acara penyambutan guru besar itu, para pendahulu FEB diberikan kesempatan untuk menyampaikan kilas balik dan sejarah FEB UNS, Dra. GAA Susilowati C, SU, Drs. Kasiman Tjilik Suwito, MM dan Prof. Dr. Wisnu Untoro.

    Harapannya dengan penyampaian sejarah FEB oleh ketiga pendahulu, tantangan, pencapaian, dan pelajaran yang diperoleh dapat memberi semangat bagi civitas academica FEB untuk berusaha lebih keras. Juga dapat belajar tentang perjalanan panjang yang telah dilalui fakultas, serta pelajaran yang bisa diambil dari setiap perubahan.

  • Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim, S.E, M.Si., Ph.D. dan Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menjadi narasumber Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Rabu 11 Desember 2024 di Aula Gedung Suhardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

    Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta itu dihari oleh lebih dari 100 peserta, diantaranya adalah Generasi Baru Indonesia atau yang akrab dengan sapaan GenBI.

    GenBi merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang diarahkan untuk menjadi role model dan agent of change untuk masyarakat, garda terdepan yang membantu menyampaikan informasi dari BI (front liner), serta mengambil bagian sebagai pemimpin.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dalam paparannya menjelaskan bahwa buku Evolusi Ekonomi Kota Solo merupakan buku yang disusun bersama oleh Lukman Hakim, Hery Sulistyo JNS, Mulyanto, Soejatno Kartodirjo dkk.

    Buku ini membahas perjalanan ekonomi Solo dari masa ke masa, dan juga transformasi atau perubahan ekonomi berbasis tradisi dan modernitas.

    “Buku ini menerangkan pergerakan ekonomi kota Solo dari era kolonial kemudian pasca kemerdekaan dan masuk ke era globalisasi atau modernisasi, dan bisa kita lihat bagaimana dampak modernisasi terhadap sektor ekonomi lokalnya” ungkapnya.

    Sejarah ekonomi Solo dimasa kolonial, fokus pada pertanian diantaranya padi dan tebu. Batik menjadi komoditas penting dan pembangunan infrastuktur oleh Belanda (kereta api).

    Transformasi pasca kemerdekaan, tahun 1945 hingga 1980-an, ada kebangkitan UMKM di sektor batik dan tekstil serta adanya urbainisasi dan pertumbuhan industri kecil.

    Solo merupakan pusat ekonomi kreatif, ada festival budaya seperti Solo Batik Carnival. Demikian juga adanya revitalisasi kawasan heritage misalnya Pasar Gede dan kawasan Keraton.

    Lebih lanjut dikatakan adanya tantangan dan peluang di era modern. Tantangannya adalah urbanisasi cepat dan tekanan lingkungan akibat pembangunan. Sebagai peluang, digitalisasi UMKM dan pariwisata berbasis tradisi.

    Disimpulkan, Solo telah berhasil menyeimbangkan tradisi dan modernitas. Untuk itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha.

    Lukman Hakim, Ph.D menjelaskan buku ini menganalisis evolusi ekonomi kota Surakarta sejak masa kerajaan sampai pada era reformasi dewasa ini.

    Setidaknya ada dua alasan mengapa studi tentang evolusi ekonomi kota Solo perlu dilakukan, Pertama, kota Solo mempunyai kekhasan sebagai pusat kekuasaan Jawa tempo dulu. Solo atau Surakarta merupakan ibu kota Kerajaan Mataram Islam, sebuah kerajaan besar di Nusantara dimana hingga saat ini tetap menjadi salah satu pusat kebudayaan bangsa Indonesia dan pusat perdagangan kawasan.

    Kedua, studi evolusi kota Solo merupakan cara untuk melacak akar-akar sejarah perkembangan kota dari formasi awal yang telah bertransformasi dalam bentuk sekarang ini dan untuk memproyeksikan perkembangan pada masa yang akan datang.

    Lukman juga meminjam analisis Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (2000) bahwa sesungguhnya sejarah tidak berjalan ke belakang melainkan ke depan, maka tidak ada gunanya bernostalgia tentang masa lalu yang seolah-olah merupakan “zaman keemasan” ataupun menyesali masa lalu sebagai “zaman kegelapan” sehingga menghantui masa kini. Sikap yang benar adalah, berdasarkan pengalaman masa lalu, masyarakat harus selalu siap menghadapi masa depan dengan jalan meningkatkan kemampuan mengantisipasi perkembangan mendatang.

    Di acara itu juga sekaligus mendirikan ISEI Komisariat UNS yang diketuai Bhimo Rizky Samudro SE MSi PhD, Dekan FEB UNS.

    ISEI Surakarta juga membentuk ISEI Muda untuk mewadahi para sarjana-sarjana ekonomi muda. ISEI Muda diketuai Aprilian Tri Setyan Wijaya SAk.

    Dalam sambutannya, Aprilian memaparkan ISEI Muda merupakan bagian dan menginduk dari ISEI. Organisasi ISEI merupakan organisasi profesional yang besar. Peran ISEI memperkuat sinergi untuk ketahanan dan kebangkitan ekonomi indonesia maju.

    “Kami selaku ISEI Muda fokus pada pengembangan alumni sarjana ekonomi muda di Indonesia khususnya di kota Solo. Kami percaya bahwa generasi muda mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa, baik dari sisi teori, riset maupun implementasi kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Sebagai anggota muda yang baru, saya mewakili teman-teman ingin menyampaikan visi, misi dan tujuan yang akan kita tempuh bersama-sama ke depan” jelasnya.

    Yang pertama, memperkuat peran ISEI Muda sebagai wadah untuk mengasah kapasitas dan kompetensi anggota. Di era yang penuh perubahan cepat ini, tantangan dan peluang  ekonomi terus berkembang. Sebagai generasai muda harus siap dengan pengetahun yang relevan dan keterampilan yang adaptif. Melalui seminar, diskusi, pelatihan dan kolaborasi riset, kita akan memberikan ruang kesempatan bagi anggota ISIE dan intelektual muda untuk terus belajar dan berinovasi.

    Kedua, kita akan memperluas jejaring ISEI Muda dan berbagai pihak baik dengaa organisasi kepemudaan di kota Solo maupun dalam lingkup nasional. Sebagai sarjana ekonomi muda, kita harus memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi. Harapan kami bisa menjadi jembatan antar dunia akademisi, dunia kerja, kebijakan publik yang lebih terintegrasi.

    Ketiga, kita juga akan mendorong adanya kertelibatan aktif anggota ISEI Muda dalam berbagai isu sosial dan ekonomi yang tengah berkembang dari masalah ketimpangan ekonomi, digitasasi ekonomi hingga tantangan keberlanjutan. Kita akan menjadi bagian dari solusi dan memberikan perspektif baru yang lebih kreatif dan progresif.

    “Tidak ada perjalanan yang bisa sukses tanpa support serta dukungan  dari berbagai pihak, khususnya dari senior ISEI dan fakultas tercinta FEB UNS, oleh itu saya mengajak kita semua untuk mendukung dan memberikan yang terbaik untuk ISEI. Mengucapktan terima kasih kepada pengurus dan anggota cabang Solo yang telah memberikan ruang dan pondasi yang kokoh bagi kami ISIE Muda. Kami mohon doa restu dan support dari Bapak Ibu Senior dan Teman-Teman Muda, agar perjalanan ISEI Muda akan terus dapat bersinergi dan menjadi penyemangat baru, memberikan manfaat dampak positif bagi masyarakat khsususnya di kota Solo” pungkasnya.

  • Kunjungi OJK, Mahasiswa FEB UNS Diharapkan Jadi Agen Literasi Keuangan

    Kunjungi OJK, Mahasiswa FEB UNS Diharapkan Jadi Agen Literasi Keuangan

    30 Mahasiswa Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Observasi Lapangan pada Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan, Selasa 3 Desember 2024 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo.

    Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E., Dosen Pengampu Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan, mewakili Kepala Program Studi S-1 EP Dr. Muhammad Yusuf Indra Purnama menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada OJK Solo yang telah menerima kunjungan mahasiswa FEB.

    Dikatakan, kunjungan ini bukan sekedar kegiatan akademik tapi juga merupakan langkah nyata dalam menjembatani teori yang dipelajari di kelas.

    Harapannya, mahasiswa lebih mengetahui bagaimana pengawasan sektor keuangan mendukung dan berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan juga mahasiswa akan mendapatkan edukasi tentang investasi yang legal dan ilegal agar tidak terjerat investasi yang “bodong” atau judol.

    “Hari ini, kita melakukan kunjungan ke kantor OJK Solo untuk mendapatkan edukasi bagi mahasiswa FEB. Dan saya mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif di saat kegiatan edukasi keuangan ini. Jika ada yang ingin ditanyakan kepada narasumber, manfaatkan waktu sebaik-baiknya mumpung ada pakarnya dari OJK Solo, bagaimana cara menghindari investasi ilegal, atau bagaimana jika ingin berkarir di OJK Solo, saya berharap Temen-Temen mendapatkan banyak hal yang baik di hari ini” ungkapnya.

    Susan Diah Kusumaningrun, Kepala Sub Bagian Pengawasan Perbankan OJK dalam sambutannya berharap di acara ini, para mahasiswa mendapatkan pengetahuan lebih tentang OJK dan juga mendapatkan edukasi keuangan.

    Lebih lanjut dijelaskan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia  65,43 persen, sudah hampir sama dengan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Sebelumnya, tahun 2022 literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen dan indeks inklusinya 85,10%.

    “Tingkat literasi keuangan dulu 40-an persen sekarang sudah 65-an persen, sedangkan inklusi keuangan sebelumnya 85-an persen malah sekarang turun menjadi 75-an persen. Dari hasil survei tersebut, tandanya ada gap. Tahun ini literasinya sudah bagus, masyarakat sudah mulai teredukasi” katanya kemudian.

    Ini merupakan capaian yang kita banggakan, edukasi yang kita lakukan ada dampaknya bagi masyarakat. Harapannya, para mahasiswa yang telah teredukasi seperti melalui kunjungan ini akan menjadi kepanjangan tangan OJK. Para mahasiswa juga bisa memberikan edukasi langsung ke masyarakat.

    Lebih lanjut, Susan berpesan kepada mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan digitalisasi keuangan. Ia juga berpesan agar mahasiswa menjauh dari judi online yang saat ini sedang marak karena korbannya sudah cukup banyak.

    Menurutnya, judi tidak akan membuat kaya, bahkan akan membuat miskin, awalnya mungkin akan diberikan kemenangan dulu tapi kemudian akan kehilangan yang lebih banyak.

     “Di kunjungan ini, salah satu harapan kami, kalian lebih aware lagi jika mendapatkan penawaran investasi online maupun offline, harus bisa membedakan, logis atau tidak, di dunia ini nggak ada yang instan, perlu usaha, kalian harus pelajari dulu produknya, diawasi siapa, hasilnya apa, benar nggak, cek di pencarian pernah nggak ada penipuan terhadap investasi ini” nasihatnya.

    Di kunjungan ini, mahasiswa juga mendapatkan edukasi keuangan digital dan proses magang di OJK oleh beberapa narasumber OJK.