FEB

Kategori: s1_ep

  • Dosen FEB UNS: Pengetatan Regulasi Industri Hasil Tembakau Jadi Kendala Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

    Dosen FEB UNS: Pengetatan Regulasi Industri Hasil Tembakau Jadi Kendala Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

    Jawa Tengah adalah salah satu produsen tembakau utama di Indonesia selain Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Aceh.

    Beberapa daerah penghasil tembakau utama di Jawa Tengah yakni Temanggung, Rembang, Magelang, Boyolali, Wonosobo dan Grobogan.

    Penerimaan cukai rokok Jawa Tengah berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2021 (Cukai 2022), total alokasi cukai tembakau Rp879.960.583.000 dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2022 (Cukai 2023), total alokasi cukai tembakau Rp1.207.312.334.000. Terjadi peningkatan alokasi cukai dalam 1 tahun yakni Rp 327.351.751.000.

    Peryataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si.,Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi narasumber di Forum Diskusi: Dampak Polemik Regulasi Nasional terhadap Ekosistem Pertambakauan Jawa Tengah, Kamis 14 November 2024 di Kulonuwun Kopi, Solo.

    Lebih lanjut dijelaskan bagaimana regulasi non-tarif  (kemasan polos) menentukan perilaku surplus produsen dan konsumen produk hasil tembakau.

    “Ketika regulasi non-tarif seperti penyeragaman kemasan diberlakukan maka akan timbul kerugian (penurunan) atas surplus produsen dalam bentuk valuasi branding produk rokok. Kondisi ini menjadi disinsentif pelaku usaha; Surplus konsumen dalam bentuk kepercayaan dan kebanggaan (yang diekuivalenkan dengan satuan moneter) akan produk rokok yang diminatinya cenderung turun; Potensi pasar gelap atau produk ilegal dapat meningkat karena tidak ada kebanggaan terhadap kemasan meskipun tingkat harga bersifat elastis terhadap konsumsi rokok; Kerugian atas penyeragaman kemasan selain kecenderungan penurunan surplus produsen dan konsumen: Potensi penurunan pendapatan cukai dan pajak, Potensi penurunan penyerapan tenaga kerja (pengangguran) dan nilai rantai pasok bisnis pembuatan kemasan rokok, ketika kemampuan ekspor Industri Hasil Tembakau (IHT) tetap maka kecenderungan minat petani tembakau” jelasnya.

    Menurutnya, pengetatan regulasi industri hasil tembakau akan menjadi kendala pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

    Beberapa dampak pengetatan IHT terhadap ekonomi Jateng dijabarkan sebagai berikut:

    Perekonomian Provinsi Jawa Tengah tergantung pada Sektor Pertanian-Perikanan-Perkebunan, Manufaktur (Industri), dan Jasa. Ketika tidak ada inovasi bisnis yang signifikan pada Sektor Pertanian (selain tembakau) maka secara total nilai sektor ini akan berkurang sebagai akibat pengetatan non-tariff IHT.

    Demikian juga nilai rantai pasok IHT dalam negeri akan cenderung menurun yang berkonskuensi terhadap penurunan penerimaan cukai dan pajak IHT serta motivasi IHT untuk berkompetisi dan berdaya saing dapat menurun karena branding rokok yang menjadi kebanggaan tidak dapat digunakan lagi sebagai instrumen pemasaran.

    Selain itu, investasi skala besar di sektor IHT dapat cenderung kurang menarik serta ketika pengetatan IHT sampai pada desain/layout kemasan tidak diimbangi dengan kemampuan global supply (value) chain maka pangsa pasar IHT Indonesia (Jawa Tengah) akan menurun.

    Konsekuensi dampak-dampak tersebut dapat mempersulit pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada level yang lebih tinggi (misal diatas 7%)

    Terhadap permasalahan tersebut, Dr. Malik memberikan solusi. Dari sisi regulasi, penerapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan perlu ada proses pengawasan dan evaluasi atas dampak ekonomi dan sosial kawasan penghasil tembakau dan produk tembakau.

    Selain itu, Peraturan turunan PP dalam rangka pengetatan IHT perlu uji publik dan evaluasi sehingga tidak berdampak luas terhadap perekonomian daerah dan nasional. Ketika dampak negatif atas regulasi terhadap perekonomian lebih besar maka regulasi tersebut dapat ditangguhkan/ dibatalkan

    Lebih lanjut, petani (asosiasi tembakau) perlu mendapat insentif hasil cukai untuk peningkatan kualitas tembakau sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

    Pelaku IHT dapat meningkatkan orientasi bisnis pada pasar global sebagai substitusi pasar domestik. Pelaku IHT dan Asosiasi Tembakau bekerjasama dengan pemerintah untuk memangkas produk rokok ilegal dalam rangka menahan dampak negatif regulasi pengetatan IHT

  • Bahas Corporate Social Responsibility, Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan Undang Praktisi

    Bahas Corporate Social Responsibility, Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan Undang Praktisi

    Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kuliah praktisi yang membahas Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa 5 November 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa semester 5 Program Studi (Prodi) S-1 Ekonomi Pembangunan menghadirkan Bobby Derrick Andre Joris, Group Head HCCS PT Eagle High Plantations Tbk (Rajawali Group).

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Bisnis dan Masyarakat FEB dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kuliah praktisi ini membahas seputar ruang lingkup bisnis dan masyarakat (business and society) dan penerapan praktis oleh entitas bisnis, salah satunya melalui program CSR.

    Selain itu, di kegiatan ini juga dibahas peluang kerja dan magang pada perusahaan.

    “Harapannya apa yang disampaikan narasumber di kuliah praktisi ini, para mahasiswa bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan terkait CSR. Mahasiswa juga akan mendapatkan wawasan terkait peluang kerja dan magang perusahaan. Kami sangat beruntung karena dari praktisi akan dapat cerita tentang CSR yang lebih lengkap dan lebih update. Mahasiswa harus menggunakan kesempatan ini untuk banyak bertanya” ungkapnya.

    Kepada narasumber, Dr. Dwi Prasetyani melaporkan bahwa mata kuliah Bisnis dan Masyarakat yang diampunya merupakan mata kuliah pilihan wajib yang ditawarkan kepada mahasiswa. Di dalam perkuliahan ini, pengampu mendesain agar mahasiswa mengubah mindset-nya menjadi mindset orang bisnis.

    Bobby Derrick dalam paparan materinya menjelaskan bahwa CSR merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholdernya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan dalam jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar probability.

    “CSR merupakan satu hal yang memiliki peranan cukup penting dalam hal keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Apabila perusahaan mengabaikan tanggung jawab sosialnya maka hal tersebut dapat mengganggu perusahaan yang berupa tuntutan dari lingkungan internal dan eksternal perusahaan” jelasnya.

    Untuk mengantisipasi terganggunya kegiatan perusahaan maka perlu sikap yang tegas dan komitmen yang tinggi dari pihak perusahaan untuk menjaga hubungan baik dan berkesinambungan terhadap stakeholdernya.

    Dikatakan, dalam melaksanakan kegiatannya, CSR harus memperhatikan 3 elemen yang menjadi kunci pembangunan berkelanjutan yaitu people, plant dan profit.

    CSR pada dasarnya adalah menyatukan dan menggerakan elemen people, planet dan profit. Artinya setiap isu yang terkait CSR harus dikaji dari perspekif people, planet dan profit dalam satu kesatuan.

    Perusahaan harus mendasarkan keputusannya tidak hanya berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

    Selanjutnya dijelaskan prinsip-prinsip CSR yakni voluntarism, merupakan kegiatan yang bersifat suka rela; fluidity, konsep yang mengalir, berubah sesuai dengan perkembangan dalam ide dan inisiatif baru; flexibility, kegiatan dapat disesuaikan terhadap perubahan keadaan serta harapan dari pemangku kepentingan; responsibility, mempunyai rencana kerja yang dapat dipertanggungjawabkan; communication, kegiatan ini mengomunikasikan nilai kepercayaan dan etika perusahaan kepada pemangku kepentingan.

    Di kegiatan itu, narasumber juga berbagi tentang capaian karirnya hingga saat ini serta pengalamannya dalam memimpin dan mengoordinasikan berbagai tim atau departemen dalam bidang HCCS, memastikan strategi dan kebijakan yang relevan diimplementasikan dengan baik untuk mendukung tujuan perusahaan.

    Usai paparan materi, Bobby Derrick memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk aktif  di sesi diskusi.

    Di penghujung acara, Ia juga menyemangati mahasiswa untuk berjuang keras dalam menggapai cita-citanya.

    “Mahasiswa harus punya daya juang yang tinggi, pantang menyerah dan semangat, pasti bisa!” pungkasnya.

     

  • FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Kristen 7 Penabur

    FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Kristen 7 Penabur

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  SMA Kristen 7 Penabur Jakarta di Aula Gedung Suhardi, Kamis, 24 Oktober 2024.

    Para guru dan siswa dengan koordinator Very Silalahi, S.Sos diterima oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Ekonomi Pembangunan,  Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D dan Kaprodi S-1 Bisnis Digital. Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D.

    Di awal sambutannya, Tastaftiyan, Ph.D mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan siswa SMA Kristen 7 Penabur yang telah mengunjungi FEB UNS.

    “Terima kasih atas kunjungannya, kami sangat terbuka untuk bisa sharing dan bekerja sama, terbuka lebar karena sekarang kampus diminta untuk tidak ekslusif tapi diminta inklusif bagi pihak luar. Salah satu yang bisa dilakukan di kampus yaitu dengan kerja sama berupa pengabdian masyarakat, kampus mengajar di sekolah, bisa juga dengan penelitian dan lainnya, dilakukan di sekolah maupun di eksternal kampus lainnya. InsyaAllah kerja sama ini dan kunjungan Bapak Ibu serta adik-adik semua juga sangat bermanfaat bagi kami” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa di kunjungan ini, dari perwakilan masing-masing program studi yang hadir bisa berbagi tentang prodi-prodi yang ada  di FEB UNS.

    Very Silalahi, S.Pd dalam penyampaian maksud dan tujuannya menyampaikan kunjungan ke FEB UNS diikuti oleh  72 siswa serta 12 guru pendamping dan kepala sekolah SMA Kristen 7 Penabur Jakarta.  Diharapkan kunjungan ini membawa banyak pengetahuan tentang program studi dan proses pembelajaran di FEB serta  prospek kerja bagi lulusan FEB.

    Tastaftiyan, Ph.D menekankan agar para siswa tidak perlu terlalu bingung untuk memilih program studi di FEB UNS, karena pada dasarnya semua program studi di FEB UNS akan berkaitan dengan bidang-bidang ekonomi yang lebih luas. Demikian, prospek pekerjaannya juga akan luas.

    Di sesi paparan prodi, Kaprodi S-1 EP dan Bisnis Digital menjelaskan sekilas profil dari masing-masing prodi dilanjutkan dengan diskusi.

  • Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti perkuliahan dosen tamu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu 16 Oktober 2024 di Aula Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara FEB UNS dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Perkuliahan dosen tamu diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan dengan narasumber Daly Rustamblin, Direktur Group Likuidasi Bank.

    Materi Likuidasi Bank menjadi tema yang diangkat dalam forum itu.

    Harapannya mahasiswa mampu memahami filosofi dasar likuidasi bank (mindset) dan juga dapat memahami dan menguasai keahlian konsep dan desain likuidasi bank (skill set).

    Di awal paparannya, Daly menjelaskan berdasarkan UU, LPS memiliki 4 opsi dalam melakukan Resolusi Bank, yaitu: Purchase & Assumption (P &A), Bridge Bank, Penyertaan Modal Sementara dan Likuidasi.

    Dalam opsi P&A, good asset akan dialihkan kepada bank penerima, dan bad asset akan dilikuidasi; Dalam opsi Bridge Bank akan didirikan bank perantara dan selanjutnya good asset akadialihkan kepada bank perantara dan bad asset akan dilikuid; Penyertaan modal: menambah kekurangan modal bank sehingga mencukupi rasio kecukupan modal sesuai ketentuan; Likuidasi, melikuidasi/mencairkan seluruh aset untuk membayar kewajiban.

    Dikatakan, Likuidasi Bank adalah tindakan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban Bank sebagai akibat pencabutan izin usaha dan pembubaran badan hukum bank.

    Dasar pelaksanaan likuidasi bank diatur dalam UU LPS dan diatur lebih lanjut pada PLPS No.1/PLPS/2011 tentang Likuidasi Bank sebagaimana telah diubah terakhir dengan PLPS No. 1 Tahun 2022.

    Sejak LPS beroperasi pada tahun 2005 sampai dengan 20 September 2024, jumlah BPR/BPRS yang telah dilikuidasi adalah sebanyak 137 Bank yang terrdiri dari 1 Bank Umum, 122 BPR dan 13 BPRS.

    Sedangkan jumlah Bank dalam proses likuidasi adalah sebanyak 19 BPR/BPRS. Adapun untuk bank yang telah selesai  likuidasinya adalah sebanyak 118 Bank, terdiri dari 1 Bank Umum, 106 BPR dan 11 BPRS.

    Lebih lanjut Daly menjelaskan secara detil proses likuidasi secara end-to-end dijabarkan dalam 17 tahapan, yang terbagi dalam 3 kegiatan utama yaitu tahapan perencanaan likuidasi, pelaksanaan likuidasi dan pengakhiran likuidasi.

    Dalam forum itu, mahasiswa diberi kesempatan untuk berdiskusi usai paparan materi dari narasumber.

  • FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu (IT) Nurul Fikri Depok, Rabu 9 Oktober 2024.

    Ratusan siswa SMAIT dan beberapa guru pendamping diterima oleh pimpinan FEB UNS di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D, Ketua Program S1 Bisnis Digital FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan profil FEB UNS.

    Dikatakan, di FEB UNS ada 4 program studi S1, Manajemen, Ekonomi dan Pembangunan, Akuntansi serta Bisnis Digital. Penjelasan detil terkait prodi akan dipaparkan oleh masing-masing kaprodi yang hadir.

    Dari kunjungan ini, para siswa diharapkan bisa mengambil banyak hal positif, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Ketika akan masuk ke FEB UNS tahu gambarannya program studi, mencoba mengenal FEB UNS.

    Selain mendapatkan wawasan Prodi Bisnis Digital yang disampaikan Aldy Fariz Achsanta, Ph.D, para siswa juga mendapat banyak wawasan tentang Prodi S1 Manajemen dari  Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP., Kaprodi S1 Manajemen  dan juga tentang prodi Ekonomi pembangunan yang dipaparkan oleh Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D, Kaprodi EP.

    Kepala Sekolah SMA IT Nurul Fikri, Dra. Euis Ernawati berterima kasih kepada pimpinan FEB UNS atas penyambutan siswa-siswinya.

    “Kami dari SMA IT sangat berterima kasih dan berbahagia bisa berkunjung ke FEB UNS pada kesempatan program visit kampus untuk tahun ini. Kedatangan kami banyak harapan yang diinginkan untuk terealisir agar siswa-siwa kami kelas XII, 2 dari jurusan IPS dan 1 dari jurusan IPA untuk mendapatkan wawasan tambahan terkait FEB UNS” ungkapnya.

    Kepala Sekolah juga memohon agar FEB UNS bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswinya untuk banyak bertanya. Hal ini agar para siswa banyak mendapat wawasan menjelang pengisian data PDSS di akhir tahun 2024, bulan Desember. Sehingga para siswa mendapat penguatan dalam pemilihan program studi atau universitas yang akan dituju dalam penerimaan melalui SNBT dan seleksi mandiri.

  • HMJ EP Gelar LKTI Tingkat Nasional, 9 Tim Adu Gagasan di Final

    HMJ EP Gelar LKTI Tingkat Nasional, 9 Tim Adu Gagasan di Final

    Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional.

    Karya tulis yang masuk sejumlah 37 tim, dinilai berdasarkan mekanisme penilaian tim juri dan akan dipilih 10 tim untuk mengikuti tahap presentasi. Kesepuluh karya ini akan disaring kembali untuk mencari 3 karya tulis terbaik.

    Pada tahap final, dari kesepuluh tim yang lolos, hanya 9 tim yang dapat mengikuti presentasi, adu gagasan ilmiahnya pada Selasa, 24 September 2024 di Aula Perpustakaan UNS.

    Kesembilan tim tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Politeknik Negeri Semarang Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

    Ketua LKTI, Alya Angelica Kusuma menyampaikan LKTI Tingkat Nasional merupakan satu dari rangkaian acara Annual Conference of Economics Forum 2024 (18th ALCOFE) dengan tema “Towards Sustainable Futures: Unveiling Creative and Innovative Pathways within the Framework of Circular Economy”.

    Tema utama yang diangkat dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional tahun ini adalah “Sinergi Antarsektor untuk Mengatasi Tantangan Ekonomi Sirkular di Era Modern”.

    Kegiatan ini bertujuan menggali potensi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman dan kepekaan tentang potensi ekonomi sirkular dengan ekonomi kreatif dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan global.

    “Ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi maupun non- Ekonomi yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam kompetisi ini peserta diajak untuk menuangkan pemikiran dan kreativitasnya dalam sebuah karya tulis” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan rangkaian acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi terciptanya masa depan yang lebih lestari dan sejahtera bagi semua.

    Tidak hanya akan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam dan lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi yang dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi.

    Melalui sinergi ini, kita dapat membangun sebuah ekosistem ekonomi yang tidak hanya produktif dan efisien, tetapi juga berkelanjutan.

    Sementara itu, Ratna Malisa Indriawati, S.E., M.E., Dosen FEB mewakili Prodi Ekonomi Pembangunan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan LKTI Tingkat Nasional.

    Dikatakan, dari apa yang ditulis oleh para mahasiswa, tidak hanya memiliki kemanfaatan di saat ini, tapi juga untuk 5 atau 10 tahun mendatang .

    “Apa yang kalian tuliskan tidak hanya dibicarakan hari ini tapi juga untuk 5 atau 10 tahun mendatang.  Kalian adalah bagian dari generasi emas, yang akan menjadi tonggak bangsa, selamat datang dan selamat berkompetisi” ungkapnya.

    Tim juri terdiri menjadi 3 orang yakni Muhammad Nur Hikmat, S.E. M.E., Akademisi UNS; Dari lembaga eksternal yakni Dr.(c). Ghulam Fathul Amri, SH, SST, ME, MESy, MKn, MM, MT, dari Pemkot Surakarta,  dan Rony Widjanarko, Sh, MH, Kepala UPTD Balitbangda Kota Surakarta

     

  • Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Memasak di Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan

    Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Memasak di Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan memberikan pelatihan memasak kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Ketiganya melatih cara memasak masakan asal Libya, Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

    Pelatihan memasak ini merupakan agenda kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi)  S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS.

    Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewiurausahan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Persiapan Pengajaran dan Sosialisasi Rumpun Ilmu

    Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Persiapan Pengajaran dan Sosialisasi Rumpun Ilmu

    Program Studi (Prodi) S-1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan workshop dan rapat dosen dengan tema “Workshop Persiapan Pengajaran dan Sosialisasi Rumpun Ilmu”, Selasa  6 Agustus 2024 di  Hotel Adhiwangsa Solo.

    Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.S.i., Ph.D.

    Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan memperkuat pemahaman tentang rumpun ilmu di kalangan staf pengajar.

    Acara berlangsung dengan sangat antusias, ditandai dengan interaksi aktif dari para dosen anggota program studi.

    “Kami sangat puas dengan tingkat partisipasi dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para dosen dalam workshop ini,” ujar Bhimo Rizky Samudro.

    Dikatakan, ini mencerminkan komitmen para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Prodi S1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS

    Workshop ini mencakup berbagai topik penting, termasuk metode pengajaran terkini, pengembangan kurikulum, dan penyelarasan materi kuliah dengan perkembangan terbaru dalam bidang ekonomi pembangunan.

    Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS untuk memastikan bahwa para mahasiswa mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

  • Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics & Export Import serta Effective Logistics Management

    Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics & Export Import serta Effective Logistics Management

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menggelar Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics dan Export Import serta Pelatihan Logistics Management, Rabu-Kamis, 17-18 Juli 2024 di Ruang 2203 Gedung Djarwanto PS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 27 mahasiswa  semester 7 ke atas itu dibuka langsung oleh Dr. Dwi Prastyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Dr. Dwi  mewakili institusi mengucapkan terimakasih atas kedatangan narasumber dari ALFI dan berharap dua hari ke depan akan bisa memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat terutama kepada para mahasiswa.

    Kepada seluruh mahasiswa, Dr. Dwi menyampaikan pentingnya memiliki sertifikat kompetensi.

    “Anda bisa berada disini adalah kesempatan luar biasa, kami mohon Anda bisa memanfaatkan momen ini sebaik baiknya, sekali lagi ini untuk Anda sendiri untuk kedepannya. Sertifikasi itu penting, ketika anda memiliki sertifikasi atas kompetensi tertentu maka itu akan menjadi portofolio yang baik sekali dan akan pasti dilirik oleh mereka yang akan membuka lowongan kerja. Apapun profesinya harus punya sertifikasi”paparnya memotivasi.

    Sementara itu,  Teguh Arif Handoko, Ketua Umum ALFI Jawa Tengah dan DIY dalam arahannya menyampaikan harapannya agar mahasiswa FEB usai pelatihan ini bisa mendapatkan ilmu dan wawasan tentang perusahaan logistik, perusahaan ekspor impor. Saat mahasiswa lulus dan kemudian bekerja diperusahaan tersebut juga sudah siap.

    “Nanti saat mahasiswa magang di perusahaan logistik, magang di eksportir, magang di importir. semuanya sudah siap. Masuk magang itu tidak posisi nol” ungkapnya.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipandu oleh 4 orang trainer dari ALFI. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Packaging & Cargo Consolidation, Kepabeanan dan Pengangkutan Barang Internasional, Warehouse Management, IT in Logistics dan materi lainnya yang pastinya memberikan wawasan pengetahuan di bidang logistik bagi peserta.

  • 6 Mahasiswa FEB Akan Ikuti Short Course di Osaka University  

    6 Mahasiswa FEB Akan Ikuti Short Course di Osaka University  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengirimkan 6 mahasiswa Kelas Internasional untuk mengikuti short course di Osaka University Jepang, 10- 20 Juni 2024 mendatang.

    Ke enam mahasiswa tersebut yakni Alya Faiza, Andika Satria Ramadhan, Rachmadilla Putri Heryanto dan Salsabila Azka Maharani Sasongko dari Program Studi S-1 Ekonomi Pembanguman serta dua mahasiswa dari Prodi S-1 Akuntansi, M. Hisyam Asadul dan Sandi Bima.

    Seremoni pelepasan keenam mahasiswa digelar di UNS Inn, Senin 3 Juni 2024.

    Selain keenam mahasiswa kelas internasional, hadir juga dalam seremoni itu, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Kepala Program Studi di FEB, dan juga Dr. Jaka Aminata S.E., M.A, Kaprodi IE Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Diponegoro.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D. di awal sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan pada seremoni yang spesial yaitu pelepasan mahasiswa Kelas Internasional FEB UNS untuk mengikuti short course ke Osaka University Jepang.

    Lebih lanjut disampaikan, short course ini tidak hanya memberi kesempatan bagi mahasiswa FEB untuk kuliah di luar negeri, tapi juga membangun koneksi internasional dengan budaya global.

    “Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa program Kelas internasional Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi untuk membangun koneksi dan mempelajari budaya unik di Osaka Jepang University” ungkapnya.

    Bhimo menyampaikan terima kasih kepada Osaka University yang telah memperpanjang kolaborasi dengan FEB UNS.

    Terima kasih juga disampaikan kepada Dr. Jaka Aminata yang turut membantu dalam short course ini.

    Ia berharap keenam mahasiswa dapat mengikuti short course dengan bahagia selama program dan juga perjalanan, baik akademik dan non-akademik.

    “Kami yakin program ini akan bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas di masa yang akan datang” tutupnya.

    Sementara itu Dr. Jaka Aminata S.E., M.A. menekankan agar mahasiswa serius menjalani short course.

    “Mas dan Mbak harus serius, karena kalau tidak serius, maka akan menjadi merepotkan bagi mahasiswa dan juga universitas, karena kita semua membawa nama UNS, sehingga kita harus menjaga nama baik UNS” nasihatnya.

    Dijelaskan, mahasiswa dari FEB UNS akan bergabung dengan mahasiswa yang ada di Osaka University Jepang dan akan ada tiga mata kuliah yang harus diikuti yakni Research Method , Evaluasi Project dan Sustainable Development Goals.

    “Jadi kalian akan mengikuti tiga mata kuliah, tiga ujian, mungkin ujian take home, untuk mata kuliahnya disampaikan selama dua hari penuh, setelah itu ada ujian, jangan panik jangan takut, enjoy. Jadilah mahasiswa profesional” katanya menyemangati.

    Prof. Irwan dalam sambutannya mengatakan short course akan menjadi pengalaman belajar di luar negeri bagi mahasiswa kelas internasional. Ke depan UNS akan mendorong, tidak hanya short course tapi juga kredit transfer selama satu semester di perguruan tinggi partner di luar negeri.

    “Selamat jalan, Kalian akan belajar di lintas negara, akan berinteraksi dengan teman-teman dari Jepang. Selama 10 hari, manfaatkan ini menjadi pengalaman cross cultural, belajar budaya di luar negeri. Di sana juga Kalian bisa berdiskusi mengenai bagaimana perguruan tinggi me-manage lulusannya, lalu bisa disampaikan ke prodi. Pesan saya, semangat, Kalian akan dapat ilmu dan pengalaman banyak, dapat teman, jaga nama baik UNS” tuturnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Irwan juga menyampaikan selamat kepada Prodi S-1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan yang akan mengirimkan mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri.