FEB

Kategori: s1_mnj

  • FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Silaturahmi Tahunan dan Halal Bihalal 1442 Hijriyah di Selasar FEB, Senin 17 Mei 2021.

    Kegiatan yang digelar usai Silaturahmi Tahunan di UNS itu diikuti oleh seluruh pimpinan FEB dan tenaga kependidikan.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph,D, Ak., Dekan  FEB menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa hingga sampai pada hari kemenangan di hari raya. Permohonan maaf atas segala kesalahan juga disampaikan, atas nama pribadi maupun mewakili seluruh pimpinan FEB UNS.

    Menurutnya, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi ke depan agar apa yang dilakukan memberikan manfaat, bagi diri pribadi, keluarga, institusi dan juga masyarakat.

    Seyogyanya acara ini diselenggarakan dengan mengundang seluruh keluarga besar FEB, seperti yang dilaksanakan sebelum pandemi.  Namun, karena kondisi yang belum memungkinkan, masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan terbatas dan tetap menjaga protokol kesehatan.  Hal ini diharapkan tidak akan mengurangi esensi silaturahmi.

    Prof. Djoko berharap agar seluruh sivitas akademika FEB selalu menjaga kekompakan dalam membawa misi FEB agar FEB menjadi lebih baik dan go internasional.

    “Berubahnya status UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut kita untuk semakin bekerja keras dan cepat. Perubahan-perubahan banyak sekali, tidak hanya pada struktur organisasinya, tapi juga perubahan dalam cara kerja, kita dituntut go internasional” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap seluruh keluarga besar FEB dalam keadaan sehat walafiat dan selalu mengoptimalkan diri untuk bekerja, pandemi bukan menjadi penghalang (Humas-FEB)

  • Dua Mahasiswa FEB Akan Maju ke Pilmapres Tingkat Universitas

    Dua Mahasiswa FEB Akan Maju ke Pilmapres Tingkat Universitas

    Shoffan Mujahid, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan berhasil meraih juara 1 pada pada Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) FEB yang digelar secara daring, Senin,10 Mei 2021. Sementara itu, Dian Cita Putri, mahasiswa Prodi Manajemen sebagai juara ke 2.

    Dengan keberhasilan tersebut, Shoffan dan Dian  akan mewakili FEB untuk berlaga kembali di Seleksi Mawapres 2021 tingkat universitas.

    Tiga mahasiswa lainnya pada  Grand Final Pilmapres FEB  memiliki nilai yang tidak terpaut jauh dari kedua pemenang yaitu Raka Muhammad Iqbal dari Prodi Akuntansi, Namira Fairuz Wibowo dari Prodi Manajemen, dan Umu Ni’matun Nada Al Muhib dari Prodi Manajemen.

    Shoffan Mujahid dan Dian Cita Putri

    Tim juri Pilmapres FEB terdiri atas dosen FEB, Retno Tanding Suryandari, Ph.D, Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, Ariyanto Adhi Nugroho, M.Ec. Dev serta alumni FEB,  Arif Darmawan,M.A.

    Ketua Tim Juri, Retno Tanding, Ph.D. menyampaikan bahwa secara umum, kelima paper yang telah sampai pada juri memiliki satu topik yang unik. Namun di sisi lain, keunikan topik itu, agar menjadi suatu kekuatan perlu ditunjang dengan pendalaman literatur review. Demikian juga ide dan topik perlu dituangkan dengan lebih tajam.

    “Topik anda perlu dikupas lebih jauh lagi, digali dan dikembangkan agar menjadi paper ilmiah yang menarik. Dari sisi presentasi, luar biasa, power point yang disusun sangat menarik, demikian juga kemampuan menggunakan bahasa asing sebagai salah satu cara meningkatkan daya saing ke depan, sudah menjadi satu kebutuhan yang harus ditingkatkan, apalagi jika mampu menguasai dua bahasa asing’  tegasnya.

    Dari kelima paper mahasiswa tersebut, sebagian besar menggunakan sisi pendekatan  aplikasi atau platform sebagai model untuk mengembangkan paper.

    Grand Final Mawapres FEB 2021

    Di akhir acara, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. mengapresiasi paper dan presentasi kelima mahasiswa pada Grand Final Pilmapres. 

    “Selamat kepada Mas Shoffan dan Mbak Dian yang telah berhasil untuk mewakili FEB menuju seleksi mawapres di tingkat universitas. Perlu diperhatikan, apa yang telah diarahkan tim juri terkait perbaikan paper dan presentasi. Bagi ketiga mahasiswa yang lain, jangan patah semangat. Jadikan ini sebagai pemicu untuk lebih giat beraktifitas di kegiatan kemahasiswaan baik di dalam maupun luar universitas” tutupnya menyemangati.

    Kelima mahasiswa mendapatkan apresiasi berupa hadiah pembinaan untuk memberikan semangat yang lebih agar mahasiswa semakin aktif mengikuti kompetisi-kompetisi. (Humas FEB)

  • Tim Peneliti FEB UNS Raih Research Grant Bank Indonesia 2021

    Tim Peneliti FEB UNS Raih Research Grant Bank Indonesia 2021

    Tim Peneliti  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil memenangkan Research Grant Bank Indonesia (RGBI) Tahun 2021. RGBI merupakan program pemberian hibah kompetisi riset oleh Bank Indonesia yang bertaraf internasional.

    Tim peneliti diketuai oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Dosen FEB UNS, dengan anggotanya yakni Prof. Dr. Mansor Ibrahim dari International Center for Education in Islamic Finance (INCEIF-Malaysia), dan Inas Nurfadia Futri, S.M., alumni FEB UNS Tahun 2021.

    Topik “Digital Finance, Household Consumption, and Covid-19 Pandemic: Evidence from Indonesia”yang diangkat tim berhasil menjadi salah satu pemenang kompetisi hibah riset dari ratusan proposal penelitian yang masuk.

    RGBI tahun ini diikuti oleh 1334 akun yang mendaftar dengan 454 proposal penelitian. Dari ratusan proposal penelitian yang masuk, dipilih 24 tim untuk maju ke tahap presentasi dan kemudian menetapkan pemenang hibah riset.

    Hibah RGBI 2021 memiliki tiga topik penelitian untuk diajukan. Pertama, Pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif: Peran digitalisasi di sektor UMKM, Ekonomi Syariah, dan Green Economy. Kedua, Stable Coin, Cryptocurrency and Other Payment Innovations: Opportunities, Risk, and Policy Implication for Indonesia Economy. Ketiga, Dinamika ketenagakerjaan dan strategi kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi.

    Saat dihubungi Media FEB, Tastaftiyan menyampaikan bahwa timnya memiliki keyakinan jika rencana penelitian itu ditulis dengan baik, dengan metodologi yang tepat, dan isu serta kontribusinya terkini akan memiliki peluang untuk bersaing dalam pendanaan maupun publikasi ilmiah.

    “Tim kami berusaha untuk mengangkat isu terkini tentang Pandemi Covid-19 dan Keuangan Digital serta kontribusinya, Alhamdulillah akhirnya tim kami bisa menjadi salah satu pemenang RGBI ” ungkapnya.

    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan di jurnal internasional untuk menambah wawasan dan studi penelitian kedepannya. (Humas – FEB)

    Sumber: Tastaftiyan Risfandy

  • Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 1 pada lomba Virtual Exhibition dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS. Hasil lomba diumumkan secara luring dan daring pada Awarding Ceremony Virtual Exhibition and Virtual Choir Festival bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional, Minggu, 2 Mei 2021.

    Lomba Virtual Exhibition diikuti oleh 15 tim dari fakultas, lembaga dan unit di lingkungan UNS yang menghadirkan tayangan beragam produk inovasi dan unggulannya. Penilaian lomba pameran virtual, selain video harus bersifat orisinal dan tidak pernah atau sedang diikutsertakan dalam kompetisi serupa juga berdasarkan like terbanyak di laman youtube UNS.

    Dari berbagai lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS, selain Virtual Exhibition, FEB juga berhasil meraih juara 3 lomba Kantin Sehat dan juara 2 pada lomba UNS Bercerita untuk kategori peserta dari Tenaga Kependidikan (Tendik). Kemenangan lomba di kedua lomba itu telah diumumkan pada tanggal 20 Maret 2021 lalu pada Pagelaran Wayang Kulit Virtual.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak. memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tim FEB  yang telah meraih juara. Dekan juga menyemangati dan mengucapkan terima kasih kepada dosen, tendik dan mahasiswa FEB yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai lomba dan telah bekerja sama dengan cukup baik meskipun ada yang belum meraih kemenangan.

    “Selamat kepada para pemenang. Terima kasih atas partisipasi semuanya, sivitas akademika FEB UNS di berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UNS. Kita harus selalu bekerja sama, guyub rukun agar FEB lebih kuat. Ke depan harus lebih ditingkatkan, harus lebih banyak yang aktif mengikuti lomba, harus lebih kreatif dan bergerak lebih cepat.” tegasnya.

    Beberapa lomba lainnya yakni external competition yang berupa kegiatan ilmiah, seni dan budaya serta lomba olah raga virtual akan diumumkan pada tanggal 20 Mei mendatang. (Humas-FEB)

  • 10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    Sebanyak 10 tim terbaik berhasil lolos dan menyisihkan 41 tim lainnya dalam ajang International Business Canvas Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Tim tersebut berlaga kembali secara daring menampilkan presentasi ide-ide bisnis  terbaiknya dihadapan para juri,  Selasa, 27 April 2021.

    Kesepuluh tim itu yakni Tim Sentelala dari Universitas Prasetiya Mulya, Diceritain dari Universitas Indonesia, CoC Unsoed dari Universitas Jenderal Sudirman, Labs dari Telkom Unibersoty, CnW dari Universitas Negeri Malang, Jetz! dari Universitas Gadjah Mada, tim * dari Universitas Padjadjaran, Team Deadline Susulan dari Univeristas Sebelas Maret, PalePale dari Institut Teknologi Bandung dan Castelo dari Telkom University.

    Juri di kompetisi ini dari akademisi yakni Catur Sugiarto, S.E., M.S.M. Ph.D dan Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec,Dev, MAPPI, dosen FEB UNS. Selain itu juga dari praktisi, Kusdarmawan Aryo Brakoso, CEO Rown Division, Bull Syndicate dan Hallosolo Kitchen.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa dalam suatu wadah kompetisi bisnis tingkat nasional maupun internasional. Generasi muda yang mampu memunculkan ide-ide baru yang out of the box. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mencetak entrepreneur muda yang memiliki ide bisnis cemerlang serta mendukung bagi pengembangan bisnis para entrepreneur muda.

    International Business Canvas Competition telah berlangsung sejak 22 Februari 2021 lalu dan diikuti oleh 51 tim mahasiswa dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kegiatan Dimulai dari proses registrasi dan selanjutnya secara bertahap, tim yang berjumlah 51 beradu ide bisnis secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 5, 6 dan 19 April 2021.

    Tim Jetz!, salah satu tim International Business Canvas Competition

    10 tim terbaik yang terpilih dan telah mempresentasikan ide bisnisnya pada 27 April 2021 akan disaring menjadi 5 tim sebagai pemenang kompetisi dan akan diumumkan pada tanggal 20 Mei 2021 mendatang. (Humas FEB)

  • Dekan FEB UNS: International Business Model Canvas Competition Munculkan Ide-Ide Baru yang Out of The  Box

    Dekan FEB UNS: International Business Model Canvas Competition Munculkan Ide-Ide Baru yang Out of The  Box

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Webinar Internasional Business Model Canvas Competition bertema Finding Success as Creative Millenial Entrepreneurs in The Digital Economy Era dan diikuti oleh lebih dari 1000 peserta melalui zoom cloud meeting dan youtube, Senin 26 April 2021.

    Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. menghadirkan empat narasumber yakni Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna; Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube; Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux serta Agung Nur Probohudono, SE, M.Si. Ph,D, AK, CA, CFrA, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Salahuddin Uno hadir sebagai Keynote Speaker pada webinar yang juga merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke 45 UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto

    Mengawali sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons). Ph,D.,Ak, mengatakan pandemi Covid 19 telah memberikan efek domino yang multisektoral dari semua aspek kehidupan seperti kesehatan, sosial, ekonomi, keuangan dan lain sebagainya. Meskipun demikian, aktifitas ekonomi harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan faktor-faktor kesehatan.

    Selama masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara mengalami peningkatan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan digital seperti berbelanja online, ecommerce hingga jasa pengantar makanan.

    Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi digital dan industri 4,0 di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dan akan menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas melalui industri 4,0.

    Agung Nur Probohudono, Ph,D, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS

    Selanjutnya disampaikan bahwa adanya pandemi covid 19 membawa percepatan adopsi digital permanen dan yang masif. Pertumbuhan ini juga tidak terlepas dari perkembangan infrastruktur dan penetrasi digital di Indonesia.

    Bersumber dari Google, Temasek, Bain and Company  menyebutkan  pengguna baru sebanyak 37% dari total pengguna digital di Indonesia.

    Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux

    “Bisnis startup di Indonesia mulai menjadi trend dan mulai banyak digandrungi para milenial  sejak 5 tahun belakangan ini. Kesuksesan para perusahaan start up besar di tanah air menjadi suatu penggerak utama bagi bisnis-bisnis startup di Indonesia. Pemilik bisnis startup lokal selalu bertambah setiap tahunnya dan menyentuh jumlah hingga 1500 bisnis. Hal ini karena pengguna internet di Indonesia terus meningkat secara drastis setiap harinya” jelas Dekan FEB yang di tahun ini juga sebagai Ketua Dies Natalis ke 45 UNS.

    Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube

    Meskipun peluang dalam membangun startup sangat terbuka, namun  Profesor Thomas R. Eisenmann dari Havard Business School mencatat bahwa bisnis rintisan atau startup banyak yang berujung pada kegagalan.

    Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna

    Berdasarkan riset CB Insights berjudul Top 20 Reasons Startup Fail, ada 5 faktor utama penyebab kegagalan perusahaan rintisan antara lain, produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, kurangnya pendanaan, tim yang tidak solid, kalah bersaing, dan penetapan harga produk atau biaya operasional yang tidak akurat. Hal tersebut merupakan catatan penting bagi para milenial yang akan memulai bisnis startup.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap dengan terselenggaranya Internasional Business Model Canvas Competition akan menumbuhkan bibit-bibit baru di Indonesia yang mampu berinovasi, memunculkan ide-ide baru yang out of the box.

    Di kegiatan ini pula sebanyak 51 tim dari perguruan terbaik di Indonesia berkompetisi mengeksplorasikan ide-ide bisnis mereka. Dari sejumlah itu,  10 tim terbaik akan berlaga kembali mempresentasikan ide-ide bisnis mereka. (Humas FEB)

  • Menparekraf Dorong Generasi Milenial Menjadi Wirausahawan

    Menparekraf Dorong Generasi Milenial Menjadi Wirausahawan

    Saat ini ada sekitar 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata  dan ekonomi kreatif. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak kaum milenial untuk mulai merintis usaha, menjadi wirausahawan, mengambil peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

    Indonesia butuh entrepreneur-entrepreneur agar sektor ini semakin cepat pulih dan berkembang karena ujung tombak penciptaan lapangan kerja adalah pariwisata dan ekonomi kreatif. 97% lapangan kerja diciptakan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Start Up dan  perusahaan rintisan.

    Pernyataan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Salahuddin Uno saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar International Business Model Canvas Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Senin 26 April 2021.

    Pada masa pandemi,  hampir semua subsektor ekonomi kreatif mengalami penurunan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ada 2 subsektor yang memiliki laju positif terhadap pertumbuhan PDB, yakni aplikasi dan game developer serta pertelevisian dan radio yang semakin meningkat. Termasuk juga  eSports, industrinya total sudah lebih dari Rp 16 triliun per hari ini. Dua subsektor ini bertumpu pada teknologi dan digitalisasi pada pengaplikasiannya dan menyasar pada konsumen  yang melek teknologi.

    “Biasanya fesyen, kuliner dan kriya merupakan subsektor ekonomi kreatif yang berkontribusi terbesar pada kontribusi PDB. Namun saat ini justru mengalami penurunan yang signifikan yakni 2,8 % untuk fesyen, 3,3% untuk kriya dan 3,89% untuk kuliner” ungkapnya.

    Menparekraf, Sandiago Salahuddin Uno saat menjadi Keynote Speaker

    Hal ini dikarenakan subsektor ini belum secara optimal beradaptasi pada digitalisasi. Ecommerce dan platform lainnya yang mendukung dan memudahkan pelaku UMKM untuk mengubah bisnisnya belum secara maksimal diaplikasikan oleh para pelaku bisnis fesyen, kuliner maupun juga kriya. Meskipun  sudah ada yang memulai tapi masih terbatas dan perlu ditingkatkan.

    Menurutnya, tantangan ekonomi kreatif di tahun 2021 adalah bagaimana mengubah UMKM yang konvensional menjadi bisnis yang berbasis digital. Hal ini karena terjadi perubahan perilaku konsumen di seluruh dunia yang mengedepankan pada kesehatan, higienitas, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Bisnis digital sangat perlu dikembangkan, bisnis yang berdasarkan teknologi dan big data, cloud computing, artificial intelligence dan internet of everything. Hal ini menjadikan pelaku ekonomi kreatif semakin efisien,semakin efektif  dalam menentukan kebijakan yang secara cepat, real time dan akurat karena basisnya data yang semakin hari semakin smart.

    Dihadapan lebih dari 1000 peserta webinar yang bertema Finding Success as Creative Millenial Entrepreneurs in The Digital Economy Era, Sandiago menyampaikan, Indonesia saat ini memiliki penduduk usia muda sebanyak 170,9 juta yang milenial dan generasi Z, di tahun 2030 menjadi 187,6 juta. Bonus demografi ini merupakan peluang namun sekaligus tantangan, jika kita tidak memberikan entrepreneurship, edukasi dan leadership, mereka malah menjadi beban.

    Tantangan tersebut harus diatasi dengan peningkatan SDM.  SDM ekonomi kreatif harus terbentuk dengan mindset milenial yang entrepreneur, inovatif, proaktif dan berani mengambil resiko. Aspek inovasi, adaptasi dan juga kolaborasi dengan berbagai stakeholder harus kita dorong.

    “Saya berharap kegiatan International Business Model Canvas Competition ini  dapat memunculkan bisnis baru dan ide-ide baru dari para milenial sehingga ekonomi Indonesia dapat  semakin meningkat, tumbuh berkembang berbasis start up dalam bingkai digital di berbagai sektor” pungkasnya.

    Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons). Ph,D.,Ak, menghadirkan empat narasumber, Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna, Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube, Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux serta Agung Nur Probohudono, SE, M.Si. Ph,D, AK, CA, CFrA, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS. (Humas FEB)

  • Empat Mahasiswa FEB Raih Penghargaan di Kegiatan Olimpus 2021

    Empat Mahasiswa FEB Raih Penghargaan di Kegiatan Olimpus 2021

    Olimpus merupakan ajang kompetisi kreatifitas mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang digelar secara rutin setiap tahun. Di Olimpus 2021, ada empat bidang yang dikompetisikan yakni Keilmiahan, Olahraga, Seni dan Budaya serta Apresiasi Mahasiswa.

    Di kegiatan ini, 4 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS berhasil meraih penghargaan yang diumumkan pada Closing Olimpus yang digelar pada Minggu 11 April 2021 secara luring di Auditorium UNS dan daring.

    Di bidang Seni dan Budaya, Rosa Faustina Sari Maandag memperoleh juara I lomba Tari Tradisional. Tiga mahasiswa FEB lainnya memperoleh penghargaan di bidang apresiasi mahasiswa yakni  Titin Dwi Aryanti berhasil meraih Juara 3 Duta Kampus UNS, Budi Priyanto Ramelan sebagai Insan Aktifis Sosial dan Aqifa Febrianti sebagai Insan Penalaran Olimpus UNS 2021.

    Saat dihubungi oleh media FEB, Rosa Faustina, mahasiswi Program Studi Akuntansi FEB UNS yang memiliki hobi menari khususnya tarian Jawa itu mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi juara satu di Olimpus 2021. Rosa sangat mencintai budaya Jawa terutama tariannya yang gemulai, namun Rosa tidak menutup diri untuk mempelajari tarian dari daerah lain.

    “Sejak awal masuk kuliah, saya langsung mencari Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) untuk mengasah bakat tari yang sejak kecil saya tekuni. Di Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS, saya mulai menyalurkan bakat bersama dengan mahasiswa lain yang memiliki budaya berbeda. Kebersamaan dengan mahasiswa dari lain daerah di BKKT UNS mampu menambah wawasan bagi saya tentang budaya dan seni Indonesia” Ungkap Rosa

    Sebelumnya, banyak prestasi di bidang seni yang di raih Rosa, diantaranya Juara harapan 2 lomba tari Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2011, tiga terbaik lomba tari Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2014, juara 2 Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa UNESA tingkat nasional tahun 2020, Tata Rias dan Busana Terbaik Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa UNESA tingkat nasional tahun 2020.

    Sementara itu, Titin Dwi Aryanti, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB tidak menyangka jika dirinya bakal memperoleh juara 3 Duta Kampus UNS karena ajang seperti ini adalah pengalamannya yang pertama. Di Olimpus 2021, banyak peserta yang memiliki pengalaman sebagai duta dalam berbagai kompetisi.

    Dengan dorongan dari keluarga dan juga teman-teman di FEB UNS, Titin mampu melewati berbagai tahapan di ajang Duta Kampus UNS 2021 mulai dari pembekalan-pembekalan, tes tertulis, wawancara, uji bakat, uji prestasi dan juga uji publik.

    Dua mahasiswa lainnya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan juga,  Budi Priyanto Ramelan yang memperoleh apresiasi penghargaan sebagai Insan Aktifis Sosial dan Aqifa Febrianti sebagai Insan Penalaran Olimpus UNS 2021 terpilih karena banyaknya aktifitas-aktifitas  yang diikutinya, baik kegiatan-kegiatan sosial maupun penalaran.

    Prestasi yang diraih keempat mahasiswa FEB UNS semoga mampu memacu prestasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di FEB UNS (Humas FEB).

  • Siapkan Perkuliahan Luring, FEB UNS  Adakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Angkatan 2020

    Siapkan Perkuliahan Luring, FEB UNS  Adakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Angkatan 2020

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Persiapan Perkuliahan Luring, Senin 19 April 2021 secara luring di Aula FEB UNS dan juga daring.

    Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir.Ahmad Yunus, MS diikuti oleh 49 mahasiswa FEB angkatan 2020 dari tiga Program Studi S1, Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan yang hadir di Aula FEB.  Sementara, mahasiswa lainnya dari angkatan yang sama mengikuti kegiatan pengenalan melalui daring.

    Mahasiswa Memberikan Pesan Kesan

    Kegiatan diawali dengan pengenalan pimpinan dan penyampaian profil FEB oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, MCom Hons. PhD, Ak. Dilanjutkan dengan pengenalan program studi oleh Kepala Program Studi S1, pengenalan Organisasi kemahasiswaan dan diakhiri dengan pengenalan fasilitas di lingkungan FEB UNS.

    Di awal sambutannya, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa angkatan 2020 yang selama menjadi mahasiswa di Agustus 2020 lalu belum pernah memasuki kelas untuk pembelajaran luring karena pandemi Covid-19.

    Selanjutnya disampaikan, sejak 6 Oktober 2020,  UNS telah dipercaya oleh pemerintah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). UNS dinilai sebagai perguruan tinggi yang mandiri sehingga diberi otonomi atau keleluasaan dalam mengelola pendidikan, keuangan, SDM dan program-programnya.

    Dengan beralihnya status dari Badan Layanan Umum (BLU) ke PTNBH, UNS mempunyai target-target yang berbeda dari sebelumnya.

    “Target itu adalah kualitas yang lebih baik dari sebelumnya, mutunya harus level internasional” tegasnya

    Ada tiga belas prodi di UNS yang diajukan untuk akreditasi internasional. UNS menargetkan  15% prodi yang ada harus terakreditasi internasional di akhir tahun ini.

    Sesi Pengenalan Prodi di Kelas

    UNS juga sudah mempunyai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sejak November 2020. LSP merupakan kepanjangan dari Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP).

    Dengan capaian ini, lulusan dari UNS nantinya diharapkan mampu untuk berkompetisi di dunia kerja.

    Prof. Yunus juga berpesan agar mahasiswa mampu menggunakan kesempatan selama 4 tahun kuliah di FEB UNS dengan peraihan prestasi yang baik dan memperoleh sertifikat-sertifikat keahlian pendukung ijazah serta bisa menyelesaikan studinya tepat waktu. (Humas-FEB)

  • Guest Lecture MESP Angkat Dua Tema Menarik

    Guest Lecture MESP Angkat Dua Tema Menarik

    Guest Lecture 2 yang diselenggarakan oleh Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret mengangkat dua tema menarik, Kondisi Perekonomian di Masa Covid-19 oleh I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta, M.S.E dan Dinamika Kebijakan Publik dalam Mengatasi Pandemi oleh Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph,D., Kamis 8 April 2021.

    Krisna dari Australian National University dalam presentasinya menyatakan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memberikan tantangan yang sulit bagi negara,  diantaranya  kebutuhan fiskal untuk bantuan sosial yang meningkat tajam, industri meminta berbagai insentif seperti pemotongan pajak serta penerimaan berkurang karena ekonomi sedang lesu. Untungnya, dengan level utang saat ini, pemerintah masih memiliki ruang.

    “Yang menjadi tantangan dimasa pandemi seperti saat ini bukan pada utangnya namun dalam hal penyaluran atau disbursement. Contohnya, masyarakat yang bekerja informal yang belum memiliki BPJS Tenaga Kerja tidak mendapatkan bantuan sosial karena persyaratan tidak terpenuhi. Terlebih orang yang berada sedikit di atas kategori miskin, yang berada diluar PKH ataupun penerima bantuan lain akhirnya jadi miskin karena tidak memperoleh bantuan di masa sulit.” tegasnya.

    Menurutnya, pandemi membuka masalah yang selama ini tidak terlalu terlihat, ekonomi yang tidak kompetitif, sektor finansial yang tidak kompetitif, utang BUMN dan penerimaan pajak yang rendah. Tetapi Indonesia berada di posisi yang relatif  baik dibanding dengan negara-negara lain, tingkat suku bunga baik, tingkat utang dan defisit serta inflasi yang terkendali. Namun tetap harus hati-hati ke depannya.

    Sementara itu, Lukman Hakim, Ekonom UNS berpendapat kebijakan ekonomi yang dibuat selama Indonesia merdeka cenderung lebih banyak menggunakan wacana, paradigma asing atau bersifat eksogen. Dengan kata lain kebijakan lebih pada motivasi keinginan (want) daripada kebutuhan (need).

    Menurutnya, tiga kebijakan publik yang mendesak berdasarkan kebutuhan dan bukan keinginan adalah peningkatan kedalaman sektor keuangan, dimana Indonesia tidak naik kelas, masih sekitar 40%. Selanjutnya mewujudkan Indonesia Inc dengan berdasarkan pada sinergi antara akademis, bisnis dan pemerintah  (triple helix) serta menyediakan insentif khusus kepada petani dan UMKM, sehingga akan banyak generasi muda yang mau masuk dalam bisnis ini.

    Diperlukan blue print untuk membuat sistem insentif bagi petani dan UMKM. Beberapa negara seperti China dan Jepang memberikan insentif yang sangat komprehensif di sektor pertanian dan UMKM. Karena sesungguhnya perang ke depan adalah perang pangan dan energi, maka seharusnya dua hal ini diprioritaskan (Humas FEB).