FEB

Kategori: s1_mnj

  • Leadership Webinar Prodi S1 Manajemen Angkat Tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard

    Leadership Webinar Prodi S1 Manajemen Angkat Tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard

    Program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan webinar dengan tema An Overview of the Departmental Leadership Role: Scope, Framework, and Scorecard dengan narasumber Prof. Arifin Angriawan, Ph.D dari Purdue University Northwest, USA pada Senin 26 Juli 2021. Webinar tersebut merupakan rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

    Dr. Atmaji, MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga, terutama Prodi S1 Manajemen agar mampu menjadi program studi berkinerja unggul di tingkat nasional dan internasional.

    “Untuk mencapai tujuan tersebut, diharapkan dukungan dan peran serta aktif dari Bapak dan Ibu dosen Manajemen agar bersama-sama meningkatkan kualitas aktivitas akademik dan aktivitas lain di masa yang akan datang” tegasnya.

    Peserta Leadership Webinar

    Dalam webinar ini, Prof. Arifin Angriawan menyampaikan pengelolaan kelembagaan dilihat dari berbagai perspektif mulai dari berbagai sumber daya, dosen, kurikulum, proses pembelajaran, kemahasiswaan, dan dampaknya pada pihak ekternal. Beliau juga memaparkan pengalaman best practice atas pengelolaan kelembagaan di Purdue University Northwest berdasarkan akreditasi internasional AACSB.

    Dikatakannya, pengelolaan lembaga berdasarkan standar terbaru dari AASCB sebanyak 9 standar mencakup: strategic planning; physical, financial, and virtual resources; faculty and professional staff resources; curriculum; assurance of learning; learner progression; teaching effectiveness and impact; impact of scholarship; and engagement and societal impact.

    Prof. Arifin Angriawan menambahkan bagaimana mengimplementasikan scorecard framework pada lembaga. Implementasi scorecard framework tersebut juga mencakup evaluasi dari target yang sudah ditentukan, sehingga dapat diamati perubahan kelembagaan.

    Sumber: Prodi S1 Manajemen

    Editor: Humas FEB

     

  • Riset Grup Ekonomi Kreatif FEB Latih Karyawan RSIS Yarsis Berwirausaha Hidroponik

    Riset Grup Ekonomi Kreatif FEB Latih Karyawan RSIS Yarsis Berwirausaha Hidroponik

    Rumah Sakit  Islam Surakarta (RSIS) Yarsis memiliki jumlah karyawan yang cukup besar. Pada awal tahun 2021, rumah sakit ini belum termasuk rumah sakit yang menerima pasien Covid-19 sehingga mengakibatkan pendapatan rumah sakit kurang maksimal.

    Aktivitas kerja berkurang dan pegawai banyak yang bekerja dari rumah. Hal ini berdampak  pada tingkat pendapatan yang semakin menurun.

    Selain itu, khususnya untuk beberapa pegawai rumah sakit banyak yang akan purna tugas sehingga diperlukan pembekalan untuk mempersiapkan setelah tidak lagi bekerja di RSIS Yarsis.

    Dengan kondisi tersebut, Riset Grup (RG) Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pengabdian kepada masyarakat di tanggal 5 dan 12 Juni 2021 lalu, di Ruang Bumy RSIS Yarsis.

    Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 20 karyawan itu bertujuan memberikan wawasan secara umum tentang pentingnya berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan nilai ekonomis dan usaha produktif bagi individu karyawan.

    Selain itu pelatihan ini memberikan treatment berupa pembekalan kewirausahaan dan melakukan usaha produktif berupa usaha tanaman hidroponik.

    Praktisi Hidroponik, Drs. Djoko Purwanto, MBA bersama dengan Tim dari RG Ekonomi Kreatif yaitu Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS, Suryandari Istiqomah, SE, MSc, Drs. Moch. Amien Gunadi, MP, Dra. Anastasia Riani Suprapti, M.Si, Yeni Fajariyanti, SE, M.Si dan  Amina Sukma Dewi, SE, M.Si memberikan wawasan kreativitas dan inovasi sederhana yang bisa dilakukan bagi pegawai purna tugas dan sharing pengalaman bertanam hidroponik.

    Tim juga memandu karyawan untuk melakukan praktik langsung, melakukan penanaman sayur dengan menggunakan metode hidroponik.

    Dari pelatihan tersebut, Tim melakukan monitoring hasil penanaman sayur melalui metode hidroponik. Tiga minggu pasca penanaman terlihat sayur kangkung dan pakcoy yang telah ditanam telah tumbuh dengan subur sesuai dengan harapan. (Humas FEB)

  • Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup FEB UNS Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu, 7 Juli 2021

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr.Falikhatun, M.Si., Ak, sebagai ketua dan didampingi oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Muthmainah, M. Si., Ak., serta Dr. Muchammad Cholil, MM memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak goreng (used cooking oil) sebagai produk sampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Wates.

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Wates itu bertujuan untuk mendampingi UKM dalam memanfaatkan limbah minyak goreng sebagai produk sampingan, dihadiri oleh aparat desa Wates dan UKM di lingkungan desa Wates.

    Dalam paparannya, Falikhatun menyampaikan bahwa ide PKM ini muncul karena banyaknya limbah minyak goreng atau biasa disebut dengan minyak jelantah yang tidak dimanfaatkan oleh UKM.

    Salah satu UKM melakukan demo hasil pelatihan, membuat sabun dan lilin dari minyak jelantah

    “Minyak jelantah dari hasil usaha keripik diantaranya belut, daun singkong, daun bayam, singkong, dan peyek kacang selama ini tidak dimanfaatkan untuk produk sampingan, tetapi hanya dibuang saja. Hal itu menimbulkan kerusakan lingkungan, selain itu baunya juga yang kurang sedap”  ungkapnya.

    Tim memberikan pelatihan dengan memanfaatkan minyak jelantah itu menjadi sabun dan lilin. Hasilnya, UKM mampu  membuat produk sabun yang dapat dimanfaatkan untuk mengepel lantai atau mencuci barang lain yang tidak digunakan untuk makan dan minum. Sabun ini juga tidak bisa digunakan untuk mandi. UKM juga sudah mampu membuat lilin yang biasa dimanfaatkan ketika mengepak produk dalam plastik selain untuk penerangan.

    Selain itu,  dalam PKM ini juga diberikan materi tentang kewirausahaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU.

    Prof. Salamah mengatakan untuk menjadi wirausaha sukses, maka seseorang harus memiliki “AKU”. AKU merupakan singkatan dari Angan-angan, Kemampuan, dan Usaha.

    Produk PKM, sabun dan lilin

    “Seseorang yang mau menjadi wirausaha sukses harus memiliki Angan-angan atau cita-cita yang jelas dan terukur, kapan cita-cita itu akan diwujudkan dalam dalam bentuk seperti apa. Selanjutnya Kemampuan menyangkut hal yang terkait dengan tingkat intelektualitas seseorang yang dapat ditingkatkan dengan belajar dan latihan yang terus menerus dengan tekun dan sabar, sedangkan Usaha adalah ikhtiar yang harus dilakukan dengan pernuh tanggung jawab dan tanpa putus asa” jelasnya penuh semangat.

    PKM ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan motivasi UKM dalam meningkatkan kapasitas dirinya dan usahanya serta membuka peluang-peluang baru baik dalam pembuatan produk-produk baru maupun usaha baru. (Humas FEB)

     

     

     

     

     

  • Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan  Panglima  TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.

    Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.

    Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

    Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan

    “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.

    Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan  tahap kedua untuk Fakultas MIPA,  Pertanian dan FKOR.

    Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.

    Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian,  Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

    Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin

    “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu,  karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan  cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)

  • Bagaimana Membangun SDM Unggul Berbasis Talenta  

    Bagaimana Membangun SDM Unggul Berbasis Talenta  

    Kondisi pandemi Covid memberikan banyak pembelajaran yang bisa dipetik, terutama yang berhubungan dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Terjadi perubahan cara kerja di semua bidang. Konsekuensi logis atas pandemi yang terjadi telah mengubah cara dan metode kerja, yakni adanya hybrid working, remote working, perubahan cara dan disain perkantoran dengan memanfaatkan TI yang menuntut reskilling dan upskilling.

    Hal itu disampaikan Arifin Susanto, SE, M.Sc., Direktur Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menjadi narasumber Studium  General  “Strategic Talent Management fo The Post-Pandemic World” yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret, Jumat 11 Juni 2021.

    Selanjutnya dikatakan, “GIG Economy” atau ekonomi yang berbasis freelance juga berkembang, tidak ada fix salary dan basisnya project. Anak-anak muda mulai banyak bekerja freelance dan bekerja untuk diri sendiri (self employed).

    Pandemi juga berdampak pada munculnya perubahan jenis pekerjaan dan lifestyle. Jika dulu para pegawai selalu bekerja dari kantor, maka sekarang bisa dilakukan di rumah, dasar bekerjanya dengan menggunakan teknologi informasi atau digital. Tren model bisnis kebiasaan baru pun berkembang pesat, misal bertumbuh pesatnya market place.

    SDM yang berbasis talenta sangat diperlukan karena bisnis model atau proses kerja ke depan berubah total sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka, basisnya digital.

    Jutaan jenis pekerjaan pun bakal hilang dan diganti yang baru. World Economy Forum memperkirakan akan ada 75 juta jenis pekerjaan yang akan hilang, terutama untuk yang clerical, accounting & payroll,  administrative/ secretary, customer service, factory worker, auditor dan lainnya. Dan akan ada 133 juta posisi pekerjaan baru yang akan muncul diantaranya data analyst dan scientist, AI & machine learning, software developer, general manager, new teach specialist,  IT service dan masih banyak lagi.

    Arifin merumuskan bagaimana membangun SDM unggul yang berbasis talenta, yaitu dengan  membangun SDM yang siap untuk  berubah, membangun kompetensi utama yakni Critical Thinking, Complex Problem Solving, Creativity and Innovation (3C) dan Digital Technology (1 D) serta mengoptimalkan intangible asset.

    “Kita harus siap berubah, mengubah mindset dan sistem kerja, tidak bisa kembali ke sejarah, dulu harus bertemu tatap muka, sekarang bisa dilakukan secara online. Siap bekerja tidak di kantor, namun bekerja bisa dilakukan dari jarak jauh, bisa dilakukan juga dari rumah. Beberapa skill harus dikuasai” ungkapnya

    Arifin menambahkan, perguruan tinggi harus menyesuaikan, SDM nya harus ada reskilling dan upskilling, silabusnya harus berbasis STIM (sains, teknologi, seni dan matematika) yang berbasis teknologi.

    Untuk membangun SDM yang siap berubah juga harus mensupport pekerjaan ke depannya. Cara-cara melamar pekerjaan di masa sekarang ini berbeda sekali. Nilai akademik tidak akan dilihat, namun kemampuan IT dan kemampuan di bidang lainnya akan menjadikan  perhatian lebih.

    Penting pula untuk memprioritaskan cara kerja yang baru dan meningkatkan kualitas kerja, berpikir secara strategis dan kritis. (Humas FEB)

  • Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.

    Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

    Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.

    “Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,  kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

    Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek  bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)

  • Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Diskusi daring “Bicara Prakerja”, kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja dan Universitas Sebelas Maret (UNS) membahas 3 topik menarik seputar Prakerja, Technology Stack Prakerja, Job, Skills and Trainings Prakerja serta Good Governance Prakerja, Jumat 18 Juni 2021.

    Kegiatan yang dihelat dari pagi hingga sore itu menghadirkan keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.

    Ketiga topik diskusi disajikan menarik oleh para narasumber  yang ahli dibidangnya yakni Prof. Adi Sulistyono, Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Sumarna Abdurrahman, Direktur KPPE MPPKP, Dr. Bambang Harjito, Kepala TIK UNS, Hengky Sihombing, Direktur Operasi dan Teknologi MPPKP, Raynata, VP Director PT Qerja Manfaat Bangsa, Yulias, Asdep Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian, Sidiq Juniarso,  Direktur HUK MPPKP, dan Dr. Piter Abdullah, Ekonom Senior CORE.

    Mengawali  keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Pandemi Covid-19 tidak hanya menguji pemerintah untuk mendengarkan amanat penderitaan rakyat namun juga menjadi tantangan agar pemerintah bisa cepat beradaptasi dan merespon pandemi. Kali pertama kali kasus Covid ditemukan 2 Maret 2020 lalu dan dalam waktu dua minggu, pemerintah mengeluarkan Inpres Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penangananan Covid-19.

    Program Kartu Prakerja yang diberlakukan sejak 11 April 2020, dimulai membuka pendaftaran dengan kuota sebesar 200 ribu orang dengan bentuk semi bansos. Sampai minggu ini, sebanyak 8,3 juta orang sudah menjadi penerima kartu prakerja, yang merata di seluruh kabupaten kota di Indonesia.

    Selanjutnya dikatakan, melalui Kartu Prakerja, beragam pelatihan dapat disediakan dengan singkat berkat kolaborasi dengan swasta. Saat ini, ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1591 jenis pelatihan, mereka bersaing dan tidak semua otomatis terjual.  Semua pelatihan disalurkan melaui 7 platform  digital. Selain itu, audit berjalan baik oleh BPK maupun oleh BPKP sehingga akuntabilitas program ini terus terjaga  dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kartu Prakerja sangat terbuka untuk semua, berapapun umurnya apapun gendernya, tentunya yang  masih sekolah tidak eligible. Semua yang membutuhkan mendaftar ke situs Prakerja secara  mandiri tanpa perantara,  tidak ada birokrasi, tidak ada joki. Di antara penerima Kartu Prakerja diantaranya difabel, purnatugas,  pekerja migran Indonesia, lulusan SD, pencari kerja,  korban PHK, karyawan, hingga wirausaha” ungkapnya.

    Jalan digital end-to-end yang ditempuh Program Kartu Prakerja agar bisa membantu masyarakat dalam  skala lebih luas, lebih cepat dan akurat dengan tranparansi yang maksimal. Digital end-to-end juga meminimalkan resiko kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi covid.

    Untuk melihat tujuan akhir dari Prakerja, evaluasi juga telah dilakukan, survei angkatan kerja nasional melalui BPS pada Februari 2021 menunjukkan 90,97% penerima Kartu Prekerja mengatakan keterampilan mereka telah meningkat setelah mengambil pelatihan ini.

    Sementara itu, Sumarna Abdurrahman mengatakan Kartu Prakerja merupakan paradigma baru yang harus kita kembangkan untuk bisa memberikan akses yang sama untuk angkatan kerja. Kita akan selalu meningkatkan kualitas agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika pola pelatihan konvensional, peserta yang mendatangi lembaga pelatihan, maka di pelatihan daring,  pelatihan yang mendatangi rumah-rumah mereka.

    “Pelatihan daring di Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang luar biasa, dapat diikuti peserta yang tersebar di wilayah Indonesia, pedesaan maupun perkotaan.  Selain itu terdapat dinamika baru dalam pasar kerja kita, kegiatan usaha mandiri perkembangannya sangat meningkat. Saat industri demandnya rendah karena terdampak pandemi, kegiatan mandiri berkembang pesat dibuktikan dengan hasil survei dan testimoni” katanya.

    Hal senada juga diungkapkan  Prof. Izza bahwa dengan adanya kartu prakerja, masyarakat sudah dilatih sejak awal bahwa mereka akan bekerja secara daring sehingga adaptasi terhadap 4.0 sudah masuk dan lama kelamaan akan terlatih. Dengan Kartu Prakerja, masyarakat juga bisa memilih pelatihan sesuai dengan minat, bakat dan keinginan mereka .

    “Saya yakin dengan kondisi saat ini, maka keberlanjutan di masa depan akan bagus karena memberikan dukungan kepada angkatan kerja kita tentang skill-skill yang mungkin selama ini tidak diterima mereka di dunia pendidikan atau skil-skill yang terkinikan. Dengan daring, maka update dari model, pembelajaran dan ilmu akan lebih cepat, dan sifatnya sangat global. Aktifitas yang dilakukan diseluruh dunia bisa dimasukkan dalam model pembelajaran kita termasuk juga peluang-peluang kerja” jelasnya.

    Prof. Izza menambahkan, model pembelajaran atau pelatihan dalam bentuk tayangan video untuk para peserta Kartu Prakerja memiliki keunggulan, memudahkan peserta untuk mengulang-ulang materi pelatihan hingga memberikan pemahaman yang lebih. (Humas FEB)

  • Selamat, Prodi S1 Manajemen FEB Menangkan PKKM

    Selamat, Prodi S1 Manajemen FEB Menangkan PKKM

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) termasuk  salah satu prodi yang berhasil memenangkan bantuan pemerintah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun Anggaran 2021. Pengumuman pemenang bantuan telah dipublikasikan  melalui laman pkkmdikti.kemdikbud.go.id  pada Senin 7 Juni 2021.

    Melalui laman tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengucapkan selamat kepada perguruan tinggi yang dinyatakan sebagai penerima bantuan pemerintah PKKM Tahun Anggaran 2021. Bagi perguruan tinggi yang belum mendapatkan bantuan PKKM Tahun Anggaran 2021 dapat berpartisipasi pada bantuan pemerintah program Ditjen Dikti lainnya.

    PKKM merupakan program kompetisi terbuka, dapat mencakup program studi dan program di tingkat institusi yang diutamakan untuk sistem pengelolaan Kampus Merdeka atau disebut Institutional Support System (ISS). Kompetisi dilakukan  melalui tiga tahapan yaitu evaluasi administratif, evaluasi kualitas dan  kelayakan proposal dan tahap verifikasi kelayakan dengan visitasi yang dilakukan secara daring.

    Program ini bertujuan untuk mendorong transformasi di bidang pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas lulusan, dosen serta kurikulum.

    Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020, perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan kompetensi lulusan, memperluas wawasan dan kesempatan mahasiswa mendapatkan kompetensi dari dunia profesi, meningkatkan kualitas dosen, meningkatkan sinergi dengan masyarakat dan dunia kerja, mendorong praktisi dan profesional.

    Selain itu perguruan tinggi juga dituntut turut menyiapkan kompetensi lulusan, dan meningkatkan kualitas dan relevansi kurikulum dan pembelajaran agar lulusan lebih utuh kompetensinya serta siap memasuki dunia kerja baik sebagai pencipta lapangan kerja maupun sebagai seorang profesional.

    Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS yang juga menjadi Ketua Task Force dalam penyusunan proposal PKKM,  Dr. Atmaji, MM kepada Media FEB menyampaikan bahwa tim mendapatkan informasi PKKM relatif mendadak dibandingkan dengan ke 4 prodi lainnya di UNS.

    PKKM ini sifatnya penunjukan dari universitas ke program studi di UNS berdasarkan rumpun bidang ilmu dari Pusat Unggulan Iptek di UNS, yaitu Javanologi, Baterei Lithium, dan Fintech Center. Prodi S1 Manajemen lebih dekat pada PUI Fintech Center di UNS.

    “Kami memiliki waktu sekitar 1 bulan, meskipun sangat mendesak karena dasarnya adalah penugasan, maka saya langsung membentuk Task Force untuk penyusunan proposal sesuai dengan arahan dari universitas. Alhamdulillah Task Force yang saya bentuk dapat bekerja baik dan sangat solid, sehingga dalam waktu singkat prodi kami dapat mengejar ketertinggalan, dan dapat memenuhi ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan dalam kompetisi. Dari 5 Program Studi dan 1 Institutional Support System (LPPMP), pada akhirnya hanya ada 3 program studi yang lolos untuk didanai yaitu Prodi S1 Manajemen, S1 Agroteknologi, S1 Teknik Mesin” jelasnya.

    Taskforce Penyusunan Proposal PKKM Prodi S1 Manajemen terbagi dalam lima bidang yaitu pengembangan platform market place UNS untuk mendukung pembelajaran mahasiswa, pengembangan inovasi keuangan digital untuk mendukung market place UNS, peningkatan kompetensi manajerial lulusan, peningkatan minat mahasiswa berwirausaha dan peningkatan reputasi internasional program studi

    Lebih lanjut, Dr. Atmaji mengatakan setelah proposal di submit ke Kemendikbud oleh universitas, Tim Prodi S1 Manajemen FEB UNS menyiapkan diri untuk visitasi daring dan dalam proses itu selalu melakukan perbaikan terus menerus.

    Visitasi daring telah dilaksanakan Sabtu, 17 April 2021. Dalam visitasi dilakukan konfirmasi mengenai program-program yang diusulkan dan ditekankan pada implementasi Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Saat visitasi, tim mendatangkan dosen, perwakilan mahasiswa, pengguna alumni, dan mitra kerjasama untuk diwawancarai oleh Tim Reviewer Kemendikbud.

    Selamat untuk Prodi S1 Manajemen FEB UNS, semoga pencapaian prestasi yang telah diraih semakin mendorong peningkatan kualitas lulusan, tenaga pendidik dan juga kurikulum.   (Humas FEB)

  • FEB UNS Adakan Training of Trainer Kewirausahaan

    FEB UNS Adakan Training of Trainer Kewirausahaan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Training of Trainer Kewirausahaan secara daring, Sabtu 5 Juni 2021.

    Kegiatan yang diikuti khusus oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan FEB UNS itu menghadirkan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilikonom, Cand Merc, Ph.D dari FEB UGM.

    Pembahasan materi dengan topik Model Bisnis dan Pembelajaran Kewirausahaan diawali dengan melihat kembali pola pembelajaran kewirausahaan sebelumnya, melihat beberapa inovasi yang dilakukan perusahaan.  Selanjutnya masuk ke materi konsep model bisnis, pola model bisnis dan inovasi model bisnis.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE., M,Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutan awalnya menyampaikan, FEB UNS telah memiliki tiga model pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa yaitu AMT (Achievement Motivation Training), Business Motivation Training (BMT) dan Pre Job Training (PJT).

    “BMT atau kewirausahaan sebagai salah satu model pelatihan perlu adanya pembaharuan. Model BMT sebelumnya masih menggunakan pola yang lama padahal kewirausahaan saat ini berjalan dengan sangat cepat, ada keterbaruan yang luar biasa.  Hal inilah yang mendorong kami  untuk mengadakan acara ini” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan, para dosen muda yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan  menjadi instruktur, membantu fakultas dengan model-model kewirausahaan yang terbarukan mendorong mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda.   Hasil dari pelatihan kepada mahasiswa, salah satunya adalah mahasiswa mampu menyusun bisnis plan.

    Untuk pendampingan mahasiswa, FEB juga akan bekerja sama dengan Direktorat Inovasi dan Hilirisasi  UNS.

    Dari hasil pelatihan ini, fakultas akan melakukan revisi terhadap modul kewirausahaan  yang sudah dimiliki  sebelumnya. Direncanakan di awal bulan Juli akan ada pelatihan bagi mahasiswa.

    Kegiatan Training of Trainer Kewirausahaan ini merupakan titik awal yang akan berkesinambungan dengan aktifitas-aktifitas lainnya. Hasil akhirnya adalah Indikator Kinerja Utama (IKU)  tercapai dan aktifitas kewirausahaan dapat dilakukan mahasiswa  hingga lulus kuliah. (Humas FEB)

  • UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    Universitas Sebelas Maret menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis 27 Mei 2021 di Aula Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) UNS dan juga disiarkan secara daring.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, dan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum dengan saksi Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si, dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.

    Ruang lingkup MoU mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian, riset, kajian, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi sumberdaya manusia; perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik dan pendampingan pakar/Mitra Bestari Jurnal.

    Selain itu, kerjasama yang akan dijalin juga dalam hal sharing data/open access penelitian atau perpustakaan; penyusunan jawaban mahkamah konstitusi; penyelenggaraan dukungan keahlian dalam pembentukan undang-undang, penyusunan naskah akademik, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan; serta program magang dosen/mahasiswa di Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

    Dr. Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI

    Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan seminar bertema Mengawal Akuntabilitas Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19 dengan narasumber Rahmad Handoyo, S.Pi, M.M, Anggota Komisi IX DPR, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H. M.H. Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M,.SI. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiwaan FEB UNS dan Dr. Atmaji MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS.

    Sekretaris Jenderal DPR RI,  Dr. Indra Iskandar dalam sambutannya menyampaikan adanya pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk memastikan pandemi tidak memberikan dampak sinifikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilaksanakan yaitu Program Kartu Prakerja guna mengurangi peningkatan penggangguran terbuka yang menjadi salah satu dampak utama kontraksi ekonomi pada masa pandemi.

    “Terdapat  evaluasi yang menjadi catatan  pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR RI terhadap dinamika pelaksanaan Program Kartu Pekerja di tahun 2020 lalu dan 2021 yang sedang berjalan. Untuk memperkuat analisis pengelolaan Program Kartu Prakerja tersebut, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PK AKN) Badan Keahlian DPR memandang adanya kerjasama MoU dan juga seminar dengan narasumber dari anggota DPR dan akademisi UNS ini sangat penting untuk memastikan  kajian yang disusun tidak berada pada ruang hampa tapi mampu diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.

    Dr. Indra juga berharap agar berbagai masukan akan memberikan manfaat yang besar bagi PK AKN untuk mampu menciptakan kajian yang akan mendukung fungsi pengawasan DPR khususnya pengawasan atas keuangan negara.

    Prof. Jamal Wiwoho, Rektor UNS

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan terimakasih kepada Badan Keahlian DPR RI  yang telah memberi kepercayaan kepada UNS untuk menjalin kerjasama. Gagasan dari para narasumber seminar dan juga diskusi yang dilaksanakan semoga memberikan manfaat baik ditingkat nasional dan internasional, berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS. Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyampaikan bahwa FEB UNS secara kelembagaan bersedia untuk mendukung peran dan fungsi Badan Keahlian DPR, mewujudkan Parlemen Profesional dalam memberikan dukungan 3 fungsi utama DPR yakni Pengawasan, Anggaran dan Legislasi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS

    Salah satu fungsi utama DPR yaitu pengawasan penyelenggaraan program pemerintah, dalam ranah akademik, fungsi ini sangat lekat dengan istilah akuntabilitas. FEB UNS didukung program studi dan grup riset siap mendukung fungsi-fungsi pengawasan dan dukungan kajian ilmiah kepada Badan Keahlian, termasuk hari ini memberikan pandangan dan kajian secara mendalam mengenai akuntabilitas Program Kartu  Prakerja. (Humas FEB)