Perkuliahan semester genap, Februari – Juli 2021 dimulai pada tanggal 22 Februari 2021. Di Semester ini, Aktifitas perkuliahan masih diselenggarakan secara daring. Berikut Kalender Akademik Tahun 2020/2021
Perkuliahan semester genap, Februari – Juli 2021 dimulai pada tanggal 22 Februari 2021. Di Semester ini, Aktifitas perkuliahan masih diselenggarakan secara daring. Berikut Kalender Akademik Tahun 2020/2021

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Dwi Sekar Darojati, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2018 untuk menghasilkan karya. Dwi berhasil meraih juara Favorit di lomba fotografi bertema Pahlawan di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Magelang, Desember lalu.
Dwi bersaing dengan 72 karya mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yakni Universitas Tidar, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Bakrie, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Maritim Raja Ali Haji, IAI Nusantara Batanghari, UPN Veteran Jakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Brawijaya serta Universitas Sebelas Maret.
Dengan kamera DSLRnya, Dwi tertarik mengambil obyek seorang bapak penjual kentang di Pasar Segamas, Purbalingga. Menurutnya, para pedagang, pelaku ekonomi di pasar rakyat adalah juga salah satu pahlawan di era Pandemi.
“Para pedagang juga pahlawan di era pandemi. Tepatnya salah satu pahlawan ekonomi kita di tengah pandemi. Meskipun Indonesia diterjang krisis di era pandemi ini, ekonomi kerakyatanlah menjadi tameng dan support sistem yang dapat membuat perekonomian Indonesia tetap bertahan di tengah krisis” tutur mahasiswa yang memiliki hobi fotografi dan desain.
Kejuaraan seperti ini, bukan kali pertama yang diikuti Dwi. Sebelumnya Dwi pernah mengikuti lomba-lomba, diantaranya yang diselenggarakan Bursa Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dan mendapat peringkat 5 besar poster dan fotografi.
Tak hanya untuk menyalurkan bakat, aktifitas ini juga sebagai pengisi waktu luang usai kuliah online. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan imunitas, melepas kejenuhan ketika aktifitas harus dibatasi karena pandemi. (Humas FEB)

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Management Care (M-Care) aksi bakti sosial di Panti Jati Adulam Ministry, Pasar Kliwon, Solo pada Sabtu, 5 Desember 2020.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan HMJ Manajemen dengan target masyarakat yang kurang mampu. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kepekaan sosial, kepedulian dan rasa cinta kasih serta saling memiliki antar sesama.
Aktifitas M-Care diawali dengan menghimpun bantuan dari masyarakat yang mampu dalam bentuk apapun baik uang tunai maupun barang. Untuk selanjutnya, bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“M-Care mengajak kepada siapa saja untuk turut serta mengulurkan tangan memberikan bantuan. Alhamdulillah, sekitar dua pekan kami berhasil menghimpun bantuan dari para donasi bahkan melebihi target yang ditentukan, salah satunya adalah dari komunitas motor FEB UNS, EMC, terimakasih telah mensupport kami” terang Nanda Febrian Adyningsih, Ketua Panitia kegiatan.
Untuk tahun 2020 ini, Panti Jati Adulam Ministry menjadi tujuan dari kegiatan M-Care. Di panti itu, ada sekitar 70 orang yang mengalami gangguan mental dan 10 orang yang lanjut usia.
Bantuan dalam wujud uang tunai, sembako dan peralatan kebersihan secara simbolis diberikan kepada pengurus panti untuk dapat dimanfaatkan bagi seluruh penghuni panti. Usai menyerahkan bantuan, para mahasiswa juga membantu pengurus menyiapkan makan sore untuk seluruh penghuni panti. Pengurus panti sangat senang dan berterimakasih atas bantuan yang diberikan para mahasiswa FEB tersebut dan pastinya bantuan itu sangat bermanfaat.
Suasana di Sabtu sore itu menjadi momen yang penuh haru membahagiakan bagi penghuni panti. Anak-anak muda yang memiliki empati berbagi telah hadir ditengah-tengah mereka. (Humas FEB)

Managing Organizational Change: Digital Transformation menjadi tema yang diangkat dalam webinar Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis, 5 November 2020.
Webinar tersebut diadakan sebagai bagian dari World Class University Program UNS, dan bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Fintech dan Banking (UNS Fintech Center).
Tiga pembicara diundang dalam acara itu yakni Prof. Gerald C. (Jerry) Kane, dari Carroll School of Management, Boston College Amerika Serikat, Profesor di bidang sistem informasi, sekaligus Direktur dari Edmund H. Shea, Jr. Center for Entrepreneurship Boston College, Soelistiyo Rudi Sanjaya, VP Jenius Consumer Product Lead, Bank BTPN, serta Dr. Sinto Sunaryo dari FEB UNS.
Dalam materi berjudul ‘The Technology Fallacy: How People Are the Real Key to Digital Transformation (especially during COVID)’, Prof. Kane mengatakan, menurut hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat akselerasi bisnis yang sangat cepat bersamaan dengan hardirnya Covid-19. Kita melihat transformasi yang dalam kondisi normal terjadi dalam kurun waktu 5 tahun, menjadi 5 bulan.
Lebih lanjut, penulis buku berjudul The Technology Fallacy itu menyebutkan bahwa semua pihak mengetahui terjadinya transformasi teknologi, akan tetapi perusahaan tidak melakukan cukup usaha untuk menghadapinya, hal ini dikenal sebagai ‘the knowing doing gap‘. Terkait hal tersebut terdapat tiga tantangan yang dihadapi perusahaan dengan munculnya trend digital antara lain masalah internal, lingkugan pasar, dan tekanan kompetisi.
“Kondisi saat ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengetahui apakah teknologi digital yang kita miliki sudah robust untuk menghadapi perubahan besar. Saya mendorong setiap orang untuk memiliki growth mindset, bahwa anda dan perusahaan anda dapat bergerak maju untuk menyongsong perubahan digital,” ungkapnya saat menutup presentasi.
Pembicara kedua Soelistiyo Rudi Sanjaya, menyampaikan bagaimana ‘Jenius’ yang merupakan produk digital banking pertama di Indonesia berusaha untuk melakukan Transformasi di Indonesia. Langkah-langkah yang dilakukan Jenius dalam hal jasa perbankan melalui desain co-create (consumer centric), fitur yang ditawarkan oleh Jenius berasal dari co-create sehingga bisa memenuhi kebutuhan pengguna.
Selain itu karena berfokus pada kebutuhan konsumen, Jenius selalu mendengarkan keinginan dan kebutuhan pengguna, hal ini berbeda dengan perbankan tradisional dimana penyedia jasa perbankan seringkali tidak mengetahui kebutuhan dari pengguna.
Dari keterlibatan pengguna dalam pengembangan produk, Jenius memperkenalkan produk terbaru bernama Moneytory yang merupakan aplikasi terintegrasi, dapat digunakan untuk melakukan manajemen keuangan. Saat in jenius memiliki 2.7 juta pengguna yang tersebar di 514 kota dari Sabang sampai Merauke.
Pembicara terakhir yaitu Dr. Sinto Sunaryo menyampaikan materi mengenai ‘Managing Readiness for Change’, yang diawali dengan pembahasan 8 tahap perubahan berdasarkan Kotter’s model yaitu: munculnya kondisi yang mendesak, penciptaan koalisi, penciptaan visi, komunikasi visi, eliminasi hambatan, pencapaian prestasi jangka pendek, menumbuhkan perubahan, dan menetapkan perubahan. Mengelola kesiapan berubah adalah tanggung jawab semua anggota organisasi.
“Sangatlah penting bagi organisasi, khususnya pemimpin untuk memperhatikan kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan serta 4 aspek perubahan yang dibutuhkan guna mencapai perubahan yang sukses,” ungkapnya.
Empat aspek perubahan yang dimaksud merujuk pada 4 kondisi dimana seseorang akan bersedia merubah pola pikir dan perilakunya, antara lain mendorong pemahaman dan keyakinan, penguatan melalui mekanisme formal, pengembangan bakat dan skills, serta role model.
Dr. Sinto percaya bahwa perubahan adalah sesuatu yang penting untuk bertahan hidup, sehingga ia yakin bahwa organisasi harus bekerja sama untuk menghadapi perubahan dan mengubah tantangan dalam perubahan menjadi sebuah kesuksesan dan mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut. (Aulia/Humas)

Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UNS Fintech Center mengadakan Kuliah Umum Tamu pada Sabtu, 31 Oktober 2020.
Acara yang dibuka oleh Dr. Irwan Trinugroho, Kepala UNS Fintech Center menghadirkan Prof. M. Kabir Hassan, dari University of New Orleans, Amerika Serikat.
Prof. Hassan adalah Professor di bidang keuangan dari Universtiy of New Orleans, ahli terkemuka di bidang Keuangan Islam (Islamic Finance). Lebih dari 350 artikel ilmiah telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.
Dalam paparan materinya, Prof. Hassan membagi dalam dua bagian. Di bagian pertama disampaikan dasar teoretikal dari keuangan Islam dengan judul “Convergence of SRI, Impact Investing, and Islamic Finance”, berikutnya membedah risetnya di bidang ESG dan Islamic Finance.
“Keuangan pada awalnya dibentuk untuk mendukung ekonomi riil, untuk mengalokasikan dan mengarahkan sumberdaya keuangan. Sayangnya, di kala krisis, sektor keuangan menjadi sebuah tujuan akhir, yang seharusnya mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi sumber pertumbuhan keuangan. Pada akhirnya finance menjadi sumber ketidakstabilan, yang awalnya berfokus pada pembentukan nilai long-term value creation menjadi short time returns,” ungkapnya.
Selanjutnya, disampaikan poin-poin persamaan antara ethical finance dan Islamic finance yang berfokus untuk memberikan nilai ke sektor ekonomi. Hal ini sejalan dengan nilai Islamic finance yang berfokus pada penciptaan nilai ekonomi riil. Dalam hal pertumbuhan keuangan Islam, sektor yang tumbuh paling pesat adalah perbankan, pasar modal Islam, dan takaful.
Indonesia dan Malaysia memegang peran penting dalam hal penerbitan Sukuk, kedua negara tersebut berkontribusi pada 80% penerbitan Sukuk di seluruh dunia.
“Indonesia merupakan pemain penting dibidang keuangan Islam saat ini, dan yang menarik adalah Pemerintah Indonesia mendukung ekonomi Islam,” jelas Prof. Hassan.
Selain membahas perkembangan keuangan Islam, Prof. Hassan juga menyinggung mengenai pendidikan yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan Islam. Menurutnya, sebuah kurikulum baru dibutuhkan agar mahasiswa yang mempelajari tentang keuangan Islam.
Diakhir acara, Prof. Hassan mengungkapkan harapannya, akan ada lebih banyak orang yang menyadari nilai-nilai yang dibawa oleh Islamic finance. (Aulia/Humas)

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai Suryandari Istiqomah, SE,M.Sc melakukan serangkaian pembinaan peningkatan pengelolaan bank sampah pada masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Karya Mandiri dan Kelompok Pemberdayaan Perempuan (POKDAYAPUAN) Karya Mandiri Dukuh Gonggangan, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar pada September 2020 lalu.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Program Studi Manajemen FEB UNS yakni Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS, Dra. Anastasia Riani Suprapti, M.Si, Drs. Moch Amien Gunadi, MP dan Yeni Fajaryanti, SE, M.Si bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan bank sampah pada KUBE dan POKDAYAPUAN Karya Mandiri melalui peningkatan kesadaran anggota.

Anggota KUBE dan POKDAYAPUAN Karya Mandiri diharapkan dapat selalu mengumpulkan dan memilah sampah rumah tangga. Selain itu, juga meningkatkan kemampuan anggota kelompok untuk dapat mengolah sampah menjadi lebih bernilai jual dibanding dengan sampah mentah.
Suryandari Istiqomah menjelaskan bahwa tim mengawali pembinaan dengan memberikan pengenalan dan paparan tentang adanya program sedekah sampah. Hal ini dapat dijalankan untuk meningkatkan jumlah sampah yang didonasikan oleh para anggota KUBE dan POKDAYAPUAN Karya Mandiri.
Selanjutnya, tim juga telah mempersiapkan video tutorial pembuatan sofa dan meja dari sampah botol plastik kemudian video diupload ke channel youtube Pojok Berbagi Ndari. Link Video tersebut kemudian diberikan kepada anggota mitra binaan untuk dipelajari.
Kegiatan lain yang dilakukan adalah lomba pembuatan sofa dari sampah plastik yang diikuti oleh 6 kelompok KUBE yang dilaksanakan pada tanggal 20 September 2020 lalu. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dari kepala desa dan camat Colomadu.
Disela-sela kegiatan lomba, tim juga memberikan pelatihan tentang digital marketing untuk mendukung penjualan produk limbah sampah yang telah dihasilkan.

“Dari beberapa pelatihan yang telah dilaksanakan diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hasil pengumpulan sampah dan penjualan sampah secara langsung maupun turunannya digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan yaitu membantu keluarga yang tertimpa musibah kematian dengan menyediakan perlengkapan jenazah seperti kain kafan dan sebagainya.” jelas Suryandari.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim juga tetap memperhatikan protokol kesehatan, penggunaan masker, adanya tempat cuci tangan dengan sabun dan tetap berjarak. (Humas)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), Kamis 15 Oktober 2020 di Ruang Teleconference. Kunjungan studi banding STIESIA bertujuan untuk mengetahui lebih detil tentang penerapan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di FEB UNS .
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua STIESIA, Dr. Nur Fadjrih Asyik, SE, M.Si., Ak diterima langsung oleh Dekan, Wakil Dekan, Kepala Prodi S1, Kepala Unit Kerjasama, Kabag Tata Usaha dan Kasubbag Akademik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Usai menyampaikan ucapan selamat datang dan memperkenalkan pimpinan yang hadir, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph.D. Ak., Dekan FEB UNS memaparkan profil FEB, berbagai capaian yang telah ditempuh, mulai dari kerjasama dalam dan luar negeri hingga akreditasi dari lembaga akreditasi nasional maupun internasional serta berbagai peran alumni.
Dalam hal Merdeka Belajar, mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan mahasiswa memiliki hak di 3 semester berikutnya untuk melakukan pembelajaran di luar kampusnya, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri. Implementasi belajar 3 semester di luar yakni melalui delapan aktifitas yakni pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen serta membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik.

Disampaikannya, FEB UNS sudah menjalankan aktifitas MBKM tersebut, diantaranya di semester ini untuk ketiga program studi, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan FEB UNS sudah bekerja sama dan melakukan pertukaran pelajar dengan universitas lain. FEB UNS juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan, misalnya Sritex dan juga dengan Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI).
Sementara itu, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS mengatakan langkah awal UNS dalam pelaksanaan MBKM adalah dengan melakukan perubahan Peraturan Rektor, khususnya dalam pengelolaan program sarjana. Selanjutnya berpayung dengan peraturan itu, dibuat panduan yang mencakup 8 aktifitas kampus merdeka.
“Dari 8 aktifitas itu kita siapkan panduan dan alurnya, misalnya alur untuk magang, bina desa atau penelitian yang masing-masing prodi tidak pasti sama tergantung fokusnya. Yang penting lagi adalah memperbanyak komunikasi dengan alumni, karena alumni punya potensi yang luar biasa untuk membantu pelaksanaan MBKM. Dalam MBKM, prodi, pembimbing akademik dan tim rekognisi memiliki peran yang sangat penting” jelasnya.
Ditegaskan oleh Dr. Izza, yang sangat penting juga dalam MBKM adalah prodi harus memiliki keberanian untuk melakukan restrukturisasi kurikulum walaupun kurikulum inti tetap ada untuk mewadahi mahasiswa yang menggunakan haknya untuk tidak keluar kampus.
Diskusi berlangsung sangat aktif dan kunjungan berakhir dengan sesi penyerahan cinderamata dari FEB UNS ke STIESIA dan sebaliknya. Pimpinan STIESIA berharap ada tindak lanjut kerjasama dengan FEB UNS. (Humas)

Salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa adalah sulitnya memahami dan mengaplikasikan teknik/ metode analisis data yang digunakan di artikel jurnal bereputasi terindeks Scopus atau Web of Science yang mereka jadikan rujukan. Terkhusus penelitian di bidang keuangan dan perbankan, data yang sering digunakan adalah data yang berbentuk panel yaitu ada variasi individu (cross-section) dan variasi waktu (time series).
Untuk membekali mahasiswa agar familiar dengan olah data panel, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) memberikan Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata yang digelar secara daring, Senin 14 September 2020.
Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan itu meliputi materi Fixed Effects Regression, Random Effects Regression, Hausman Test dan Classical Assumption for Panel Data.

Dalam presentasinya, Dosen yang lebih akrab disapa dengan nama Andi menyampaikan bahwa Stata adalah alat analisis yang menjadi trend dalam riset keuangan. Banyak keunggulan dan keutamaan dari alat analisis ini. Meskipun demikian, alat ini bukanlah satu-satunya alat yang bisa digunakan. Mahasiswa dapat menggunakan alat analisis lain seperti SPSS atau Eviews.
“Mahasiswa tidak diharuskan untuk menguasai semua alat analisis. Salah satu sudah cukup untuk dipilih, baik Stata, SPSS atau Eviews dan yang terpenting adalah ketika mengerjakan skripsi mampu menganalisis data sesuai dengan tujuan yang diinginkan’ jelasnya kepada peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa S-1 dari berbagai jurusan.
Usai paparan materi dan menjelaskan detil tentang data panel dan alat analisis Stata, dilanjutkan dengan tutorial dan peserta mengikuti dengan seksama.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Dr. Atmaji, MM, Ketua Program Studi Manajemen FEB UNS. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai seorang ilmuwan wajib melakukan aktifitas penelitian. Stata sebagai salah satu alat analisis dalam penelitian banyak digunakan para peneliti. Diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan hingga usai dan mengambil manfaat dari pelatihan yang diperolehnya. (Humas)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Bisa (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak. menyemangati mahasiswa baru dengan pekik “UNS Bisa FEB Jaya” di kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring, Rabu, 16 September 2020.
Kepada lebih dari 600 mahasiswa baru dari seluruh Program Studi (Prodi) di FEB UNS, Dekan mengucapkan selamat datang dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada empat mahasiswa perwakilan prodi.

“Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami meskipun diterima dalam suasana pandemi Covid-19. Perkuliahan di awal semester ini masih dilakukan secara daring, tidak bisa tatap muka langsung tetapi harus tetap semangat untuk mengikutinya” kata Dekan menyemangati.
Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB, fakultas yang membanggakan, seluruh prodi di FEB UNS telah terakreditasi A dari BAN PT. Akreditasi internasional pun telah diraih dari AUN QA dan ABEST21.

Dekan berpesan agar dalam menempuh perkuliahan di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas di kampus. Mahasiswa juga diharapkan menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa.
Di penutup sambutannya, Dekan mengajak mahasiswa untuk semangat dalam belajar, belajar dan belajar. Para dosen di FEB UNS akan selalu mensupport seluruh aktifitas belajar mahasiswa. Diharapkan bisa kuliah tepat waktu, mampu maksimal dalam memperoleh ilmu, pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.
Sementara itu, Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan arahan kepada mahasiswa bahwa dunia mahasiswa tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akademik tapi juga merupakan dunia aktualisasi. Mahasiswa harus mampu mengembangkan minat dan bakat serta menorehkan prestasi. Untuk mengasahnya, mahasiswa telah difasilitasi fakultas dengan organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa.

“Jangan hanya menjadi kutu buku, tapi jadilah mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif nya OK dan penalarannya juga Ok. Serius kuliah adalah penting tapi beraktualisasi untuk menunjukkan siapa anda juga penting. Jadi, seimbangkan antara kegiatan akademis dan kegiatan kemahasiswaan “ tegasnya
Lebih lanjut dikatakan, bidang tiga akan membentuk Komunitas Mahasiswa Prestatif untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki kelebihan baik dalam menulis, entrepreneur, vokal dan sebagainya. Diharapkan mahasiswa baru dapat berkontribusi aktif untuk bergabung dalam komunitas tersebut selanjutnya mampu menorehkan prestasi.
Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari bidang akademik, bidang umum dan keuangan serta dari masing-masing program studi. Para alumni dan dosen yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru baik live ataupun melalui video, diantaranya Prof. Wimboh Santoso, Doni P Joewono, Didiek Hartantyo, Endang Kurniawan, Putriesti Mandasari, Ibrahim Fatwa Wijaya dan Dewanti Cahyaningsih. (Humas)

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh Dr. Bambang Hadinugroho, S.E., M.Si. menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Wedangan Lawang Djoendjing, Kamis 27/8/2020.
Tim yang beranggotakan Dra. Ig. Sri Seventi Pudjiastuti, M.Si., Dr. Sri Hartoko, MBA, Ak, Heru Agustanto, SE, ME, Drs. Sunaryanto, M.M., Yohana Tamara,SE, M.M, Dr. Endang Suhari, M.Si dan Drs Harmadi,M.M. secara bergantian memberikan materi pelatihan dan pendampingan 15 orang pelaku usaha kuliner di Kecamatan Jebres Surakarta.

Selain itu, Tim juga mendatangkan praktisi Gojek untuk memberikan pelatihan kepada peserta dalam penjualan online dengan aplikasi.
Materi yang disampaikan meliputi akuntansi dan perpajakan, manajemen dan manajemen keuangan sederhana untuk pembukuan, manajemen pemasaran digital serta membantu kemitraan usaha dengan gojek (gofood, go send, go shop).
Tim berharap dengan pelatihan dan pendampingan tersebut mampu membantu pencapaian peningkatkan profit UMKM.
Para pelaku UMKM perlu memahami manajemen pemasaran sebagai cara yang paling efektif untuk memperkenalkan produk dan jasa kepada masyarakat sehingga konsumen mau melakukan pembelian dan akhirnya mampu meningkatkan profit perusahaan secara keseluruhan.
Strategi pemasaran harus dilakukan UMKM terhadap produk, penetapan harga, lokasi dan juga dan promosi.

Dalam hal strategi pemasaran produk, UMKM harus menciptakan produk yang unik, menarik dan memiliki kelebihan dari produk lain serta terus berinovasi memenuhi selera dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Selain itu, dalam hal promosi, UMKM harus mampu beradaptasi dengan melakukan pemasaran secara digital dengan memanfaatkan internet.

Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat tanggapan positif dari seluruh peserta. (Humas)
Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.