FEB

Kategori: s1_mnj

  • Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) digelar pada tanggal 19 sampai 23 Agustus 2025 di lingkungan FEB  dan UNS.

    Berbagai rangkaian acara, baik universitas maupun fakultas disusun untuk menyambut bergabungnya mahasiswa baru. Beberapa materi diantaranya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Etika dan Integritas Akademik, Karakter Lulusan dan lain sebagainya.

    Pembukaan kegiatan PKKMB FEB UNS berlangsung di Gedung Djarwanto PS pada Rabu 20 Agustus 2025, dihadiri oleh Dekanat, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian serta seluruh mahasiswa baru.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama bagi mahasiswa baru dalam sambutannya, yaitu pentingnya etika, membangun jejaring, dan mengembangkan sikap toleransi selama masa studi di kampus.

    “Saya ingin mengingatkan, Anda semua hadir di sini bukan hanya karena usaha sendiri, tetapi juga karena peran Tuhan Yang Maha Esa dan doa dari orang tua, terutama ibu. Doa ibu itu sangat penting dalam perjalanan hidup Anda,” ujar Prof. Bhimo.

    Prof. Bhimo menekankan agar mahasiswa tidak melupakan penghormatan kepada orang tua sebagai bekal utama selama menempuh pendidikan. Selain itu, Prof. Bhimo juga mengingatkan pentingnya menghormati Bapak dan Ibu dosen serta seluruh staf fakultas.

    “Sebagai generasi muda, etika adalah fondasi utama yang harus kalian pegang teguh,” tegasnya.

    Dekan FEB juga mengimbau mahasiswa baru untuk aktif membangun jejaring sosial dengan bergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

    “Jangan hanya kuliah pulang kuliah pulang. Bergabunglah dalam setidaknya satu organisasi kemahasiswaan agar kalian memiliki jejaring dan tidak hidup sendiri,” katanya.

    Selain etika dan jejaring, Prof. Bhimo juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan rasa saling menghormati antar sesama. Ia menjelaskan bahwa UNS menyediakan lima tempat ibadah sebagai bukti nyata penghargaan terhadap keberagaman dan pluralisme di lingkungan kampus.

    “Inklusivitas dan pluralisme adalah ciri khas UNS yang harus kita pelihara bersama,” ungkapnya.

    Setelah sambutan, Prof. Bhimo memperkenalkan secara bergantian Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Sub Bagian FEB UNS.

    Ketiga pesan utama tersebut, etika, jejaring, dan toleransi sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Etika mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Jejaring sosial yang dibangun mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan dan peluang kerja. Sementara sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman mencerminkan nilai-nilai SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).

  • Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Ngobrol Bareng seputar Kelas Internasional, Senin 28 April 2025 melalui media Instagram.

    Hadir sebagai narasumber,  Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo; Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; dan dosen perwakilan Prodi S1 Akuntansi Nur Chayati, S.E., M.Sc.. Selain itu 3 mahasiswa kelas internasional turut dihadirkan, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq dan Nurul Yantika.

    Di kegiatan itu Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan Program Kelas Internasional FEB UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program ini menjaring calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara Internasional.

    Lebih lanjut disampaikan apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program,  Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri;  Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program,  belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.

    Kelas internasional FEB UNS juga sudah ada kerja sama aktif dengan universitas luar negeri atau industri global, diantaranya dengan University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Australia: Curtin University, Saxion University of Applied Science dan RUDN University (Rusia).

    Dikatakan, ada perbedaan mentalitas dan kemampuan mahasiswa kelas internasional dibandingkan kelas reguler, pengalaman belajar di LN dapat membentuk kemampuan softskill seperti adaptasi, percaya diri, keluar dari zona nyaman, kemandirian, menyesuaikan diri dengan pembelajaran di universitas lain, negara lain dan budaya lain, dan lebih proaktif.

    Sementara itu, narasumber dari prodi menyampaikan keunikan dari kelas internasional di program studi masing-masing dan juga berbagai kesempatan berkarier bagi lulusannya. Sedangkan ketiga mahasiswa menceritakan pengalamannya belajar di program kelas internasional dan kesempatan international exposure yang telah mereka dapatkan.

    Acara yang dipandu oleh Nael Bara Laena berlangsung sekitar 90 menit.  Peserta yang mengikuti acara dan ingin banyak tahu tentang kelas internasional telah difasilitasi oleh pemandu acara untuk memperoleh penjelasan dari ke tujuh narasumber yang hadir, baik secara luring maupun daring.

    Harapannya, dengan kegiatan ini, akan banyak calon mahasiswa yang lebih mengenal dan berminat untuk bergabung di kelas internasional FEB UNS.

    Kegiatan Ngobrol Bareng terkait Kelas Internasional ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan berstandar internasional serta kesempatan mobilitas akademik global bagi mahasiswa. Selain itu, kerja sama aktif FEB UNS dengan berbagai universitas luar negeri juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni memperkuat kemitraan internasional dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen

    Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen, Rabu, 4 Desember 2024 di Ruang Sidang I Gedung Prof. Suharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen Prodi Manajemen menghadirkan narasumber Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D.

    Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof. B.M. Purwanto yang telah berkenan hadir untuk sharing terkait pendekatan applied research.

    “Terima kasih kepada Prof. B.M yang telah meluangkan waktu untuk hadir di FEB UNS, kita akan bersama-sama diskusi mengenai salah satu pendekatan riset, applied research yang juga kita inginkan untuk dapat dikembangkan di Prodi Manajemen” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini, riset yang dilakukan oleh Dosen Manajemen sebagian besar adalah adalah pure research, sehingga sharing dari pendekatan yang berbeda akan semakin memberi warna pada pendekatan riset yang dilakukan dosen.

    Applied research juga akan memberi warna, bukan hanya pada riset yang dilakukan oleh dosen tetapi juga dilakukan oleh mahasiswa.

    “Disamping pure research, kita bisa juga menggunakan applied research dan terlebih lagi mahasiswa kita sudah mulai tertarik untuk menggunakan applied research terutama mahasiswa-mahasiswa FEB yang mengambil MBKM” tuturnya.

    Harapannya, semoga diskusi ini bisa memberikan pendalaman, bagaimana kita bisa mulai dan mengembangkan pendekatan penelitian lain, salah satunya adalah applied research.

    Dari hasil perbincangan dengan Prof. B.M, hasil dari diskusi ini, bukan hanya pada konteks penelitian yang dilakukan sebagai dosen, tapi juga apa arah yang sedang dituju fakultas dalam rangka eligibility menuju akreditasi internasiona AACSB.

    “Pendekatan-pendekatan riset yang dilakukan menjadi salah sau poin yang dipertimbangkan dalam AACSB. Kehadiran Prof. B.M akan dioptimalkan untuk pengembangan wawasan dan kesiapan kita untuk menuju AACSB “ paparnya,

    Ini adalah kegiatan awal, ke depan Prodi Manajemen bersama Prof BM akan lanjut diskusi yang lebih dalam terkait pendekatan penelitian.

    Di kegiatan itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si memandu jalannya sesi paparan narasumber dan juga diskusi.

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Applied Research

    Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Applied Research

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen, Rabu, 4 Desember 2024 di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen Prodi Manajemen menghadirkan narasumber Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D.

    Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof. B.M. Purwanto yang telah berkenan hadir untuk sharing terkait pendekatan applied research.

    “Terima kasih kepada Prof. B.M yang telah meluangkan waktu untuk hadir di FEB UNS, kita akan bersama-sama diskusi mengenai salah satu pendekatan riset, applied research yang juga kita inginkan untuk dapat dikembangkan di Prodi Manajemen” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini, riset yang dilakukan oleh Dosen Manajemen sebagian besar adalah adalah pure research, sehingga sharing dari pendekatan yang berbeda akan semakin memberi warna pada pendekatan riset yang dilakukan dosen.

    Applied research juga akan memberi warna, bukan hanya pada riset yang dilakukan oleh dosen tetapi juga dilakukan oleh mahasiswa.

    “Disamping pure research, kita bisa juga menggunakan applied research dan terlebih lagi mahasiswa kita sudah mulai tertarik untuk menggunakan applied research terutama mahasiswa-mahasiswa FEB yang mengambil MBKM” tuturnya.

    Harapannya, semoga diskusi ini bisa memberikan pendalaman, bagaimana kita bisa mulai dan mengembangkan pendekatan penelitian lain, salah satunya adalah applied research.

    Diskusi ini, bukan hanya pada konteks penelitian yang dilakukan sebagai dosen, tapi juga apa arah yang sedang dituju fakultas dalam rangka eligibility menuju akreditasi internasional AACSB.

    “Pendekatan-pendekatan riset yang dilakukan menjadi salah sau poin yang dipertimbangkan dalam AACSB. Kehadiran Prof. B.M akan dioptimalkan untuk pengembangan wawasan dan kesiapan kita untuk menuju AACSB “ paparnya,

    Ini adalah kegiatan awal, ke depan Prodi Manajemen bersama Prof BM akan lanjut diskusi yang lebih dalam terkait pendekatan penelitian.

    Di kegiatan itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si memandu jalannya sesi paparan narasumber dan juga diskusi.

  • Ikuti Kompetisi Bisnis Nasional, Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Raih Juara III

    Ikuti Kompetisi Bisnis Nasional, Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Raih Juara III

    Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FEB) dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Juara III di Sebelas Maret Business Case Competition 2024.

    Sebelumnya, Heavani Rahmawati, Niken Mar’atus Sholeha dan Justitio Yodha Wistara dari Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS berhasil melaju ke tahap final bersama dengan 9 tim lainnya dari universitas terkemuka, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UPN Veteran Jakarta. Sebelumnya, 140 tim berpartisipasi diajang itu.

    Kepada feb.uns.ac. id, Heavani, ketua tim menyampaikan bahwa alasan mengikuti lomba Business Case ini adalah untuk menambah pengalaman dalam menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh perusahaan, serta untuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh di bangku perkuliahan ke kasus nyata.

    Terkait persiapan, tim mendapatkan bimbingan intensif dari dosen dan mentor dan juga dari rekan senior yang sudah sering menjuarai perlombaan business case maupun business plan.

    Ketiganya mempersiapkan materi dan presentasi sebaik mungkin dengan berlatih di luar jam kuliah.

    Saat latihan, timnya tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada penguatan mental agar siap menghadapi situasi apapun. Banyak waktu yang dikorbankan namun ketiganya percaya bahwa setiap detik persiapan ini akan terbayar.

    “Kami membagi tugas dalam tim berdasarkan keahlian masing masing, ada yang di bagian keuangan, analisis, marketing maupun design. Dalam brainstorming ide, tentunya kita juga terdapat perbedaan pendapat, namun justru hal tersebut yang membuat solusi kita semakin baik karena saling memberi saran, masukan, dan alternatif ide. Biasanya kita berdiskusi melalui zoom atau gmeet karena jadwal kuliah dan kegiatan non akademik yang padat, namun kita juga menyempatkan untuk brainstorming secara tatap muka dan berlatih presentasi bersama” paparnya.

    Menurutnya, banyak pengalaman baik yang diperoleh peserta SMBCC, bisa mengobrol dengan orang orang penting perusahaan seperti dari Sari Roti dan Gojek dalam sesi Privat QnA maupun saat diskusi terbuka.

    Peserta juga memperoleh insight yang begitu mendalam mengenai bagaimana sebuah bisnis bekerja.

    “Saat hari awarding nama “Born to Win Team” (BTW Team) diumumkan sebagai juara 3 Best Presentation, kami begitu senang. Semua usaha, waktu, dan kerja keras akhirnya terbayar. Dan tuk Sobat FEB, kejar mimpi kalian dan jangan mudah menyerah. Kami yakin setiap dari kalian memiliki kemampuan luar biasa. Jadikan kesulitan sebagai tantangan yang memacu kita untuk terus belajar dan berkembang”tegasnya.

    Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 adalah kompetisi bisnis nasional yang menantang tim mahasiswa S1/D3 dari seluruh Indonesia untuk menyelesaikan kasus bisnis perusahaan mitra, yaitu PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, dengan fokus pada integrasi teknologi dalam ekonomi digital.

    Kompetisi ini terdiri dari tiga tahap yakni Preliminary Round dengan kasus dari Sari Roti, dan Semifinal serta Final Round secara offline bersama PT Goto Gojek Tokopedia Tbk di FEB UNS. Final Round diadakan pada tanggal 10-12 Oktober 2024.

    Acara SMBCC 2024 mengangkat tema “Sustaining Innovative Business in Technology Information on a Digital Marketing”. Dari tema tersebut, Tim dari FEB UNS diharuskan mencari solusi kasus bisnis Sari Roti dan PT Goto Gojek terkait digital marketing yang berkelanjutan.

     

  • Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Dosen Tamu Lembaga Penjamin Simpanan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti perkuliahan dosen tamu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu 16 Oktober 2024 di Aula Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara FEB UNS dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Perkuliahan dosen tamu diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan dengan narasumber Daly Rustamblin, Direktur Group Likuidasi Bank.

    Materi Likuidasi Bank menjadi tema yang diangkat dalam forum itu.

    Harapannya mahasiswa mampu memahami filosofi dasar likuidasi bank (mindset) dan juga dapat memahami dan menguasai keahlian konsep dan desain likuidasi bank (skill set).

    Di awal paparannya, Daly menjelaskan berdasarkan UU, LPS memiliki 4 opsi dalam melakukan Resolusi Bank, yaitu: Purchase & Assumption (P &A), Bridge Bank, Penyertaan Modal Sementara dan Likuidasi.

    Dalam opsi P&A, good asset akan dialihkan kepada bank penerima, dan bad asset akan dilikuidasi; Dalam opsi Bridge Bank akan didirikan bank perantara dan selanjutnya good asset akadialihkan kepada bank perantara dan bad asset akan dilikuid; Penyertaan modal: menambah kekurangan modal bank sehingga mencukupi rasio kecukupan modal sesuai ketentuan; Likuidasi, melikuidasi/mencairkan seluruh aset untuk membayar kewajiban.

    Dikatakan, Likuidasi Bank adalah tindakan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban Bank sebagai akibat pencabutan izin usaha dan pembubaran badan hukum bank.

    Dasar pelaksanaan likuidasi bank diatur dalam UU LPS dan diatur lebih lanjut pada PLPS No.1/PLPS/2011 tentang Likuidasi Bank sebagaimana telah diubah terakhir dengan PLPS No. 1 Tahun 2022.

    Sejak LPS beroperasi pada tahun 2005 sampai dengan 20 September 2024, jumlah BPR/BPRS yang telah dilikuidasi adalah sebanyak 137 Bank yang terrdiri dari 1 Bank Umum, 122 BPR dan 13 BPRS.

    Sedangkan jumlah Bank dalam proses likuidasi adalah sebanyak 19 BPR/BPRS. Adapun untuk bank yang telah selesai  likuidasinya adalah sebanyak 118 Bank, terdiri dari 1 Bank Umum, 106 BPR dan 11 BPRS.

    Lebih lanjut Daly menjelaskan secara detil proses likuidasi secara end-to-end dijabarkan dalam 17 tahapan, yang terbagi dalam 3 kegiatan utama yaitu tahapan perencanaan likuidasi, pelaksanaan likuidasi dan pengakhiran likuidasi.

    Dalam forum itu, mahasiswa diberi kesempatan untuk berdiskusi usai paparan materi dari narasumber.

  • FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu (IT) Nurul Fikri Depok, Rabu 9 Oktober 2024.

    Ratusan siswa SMAIT dan beberapa guru pendamping diterima oleh pimpinan FEB UNS di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D, Ketua Program S1 Bisnis Digital FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan profil FEB UNS.

    Dikatakan, di FEB UNS ada 4 program studi S1, Manajemen, Ekonomi dan Pembangunan, Akuntansi serta Bisnis Digital. Penjelasan detil terkait prodi akan dipaparkan oleh masing-masing kaprodi yang hadir.

    Dari kunjungan ini, para siswa diharapkan bisa mengambil banyak hal positif, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Ketika akan masuk ke FEB UNS tahu gambarannya program studi, mencoba mengenal FEB UNS.

    Selain mendapatkan wawasan Prodi Bisnis Digital yang disampaikan Aldy Fariz Achsanta, Ph.D, para siswa juga mendapat banyak wawasan tentang Prodi S1 Manajemen dari  Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP., Kaprodi S1 Manajemen  dan juga tentang prodi Ekonomi pembangunan yang dipaparkan oleh Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D, Kaprodi EP.

    Kepala Sekolah SMA IT Nurul Fikri, Dra. Euis Ernawati berterima kasih kepada pimpinan FEB UNS atas penyambutan siswa-siswinya.

    “Kami dari SMA IT sangat berterima kasih dan berbahagia bisa berkunjung ke FEB UNS pada kesempatan program visit kampus untuk tahun ini. Kedatangan kami banyak harapan yang diinginkan untuk terealisir agar siswa-siwa kami kelas XII, 2 dari jurusan IPS dan 1 dari jurusan IPA untuk mendapatkan wawasan tambahan terkait FEB UNS” ungkapnya.

    Kepala Sekolah juga memohon agar FEB UNS bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswinya untuk banyak bertanya. Hal ini agar para siswa banyak mendapat wawasan menjelang pengisian data PDSS di akhir tahun 2024, bulan Desember. Sehingga para siswa mendapat penguatan dalam pemilihan program studi atau universitas yang akan dituju dalam penerimaan melalui SNBT dan seleksi mandiri.

  • Final Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 Diikuti 10 Tim

    Final Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 Diikuti 10 Tim

    Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 merupakan pembuka acara dari rangkaian Management Carnival yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Acara yang mengangkat tema “Sustaining Innovative Business in Technology Information on a Digital Marketing” diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi se-Indonesia.

    Para peserta yang tergabung dalam sebuah tim akan berkompetisi dalam mencari solusi dari suatu masalah bisnis.

    Agenda SMBCC yang rutin digelar sekali dalam setahun mampu menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir analitik, kritis serta mampu menyusun strategi bisnis yang inovatif .

    SMBCC yang dilaksanakan pada 10-12 Oktober 2024 di FEB UNS terbagi dalam empat tahapan yaitu tahap registration, preliminary, semifinal, dan final round. Tiga tahapan awal dilaksanakan secara online dan tahap final round dilaksanakan secara offline.

    10 tim berhasil lolos ke final yakni 3 tim dari Intitut Teknologi Bandung,  3 tim dari Universitas Indonesia, 1 tim dari Universitas Gadjah Mada, 1 tim dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, serta 2 tim dari UNS.

    Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP, Ketua Program Studi (Kaprodi) S-1 Manajemen dalam sambutannya di Final SMBCC menyampaikan selamat kepada seluruh tim mahasiswa yang telah berhasil masuk ke final.

    “Selamat kepada seluruh tim yang masuk final, kami sangat mengapresiasi acara tahunan dari SMBBC karena menjadi salah satu kompetisi bisnis yang diakui ditingkat nasional” ucapnya.

    Dikatakan, prestasi mahasiswa yang diakui di tingkat nasional sangat penting. Prestasi itu akan bermanfaat bagi lembaga atau prodi, menjadi poin yang tercatat unggul diakreditasi LAMEMBA.

    Prestasi nasional yang telah dicapai juga akan memperkaya Curriculum Vitae (CV) mahasiswa yang telah lulus studi dan akan memasuki dunia kerja, kaya dengan berbagai capaian.

    “Yang berkompetisi di tingkat nasional, adalah tim-tim terbaik dari sekolah bisnis atau univerisitas yang ada di Indonesia. Kami dari prodi mendorong teman-teman untuk semangat mengikuti SMBCC, berkompetisi, memperkaya prestasi Anda dan persiapan Anda masuk ke dunia kerja, saya sering menyampaikan kepada mahasiswa jangan jadi mahasiswa yang kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang tapi mahasiswa harus buktikan punya karakakter, yang punya prestasi” tutupnya.

    Sebagai tanda dimulainya acara Final SMBCC 2024, dilaksanakan penyematan simbolis delegasi SMBCC 2024 oleh Dyah Wasita Winahyu, S.E.. Sub Koordinator Non Akademik FEB UNS kepada dua mahasiswa peserta SMBCC.

  • Prodi S-1 Manajemen Sosialisasikan Wirausaha Merdeka 2024

    Prodi S-1 Manajemen Sosialisasikan Wirausaha Merdeka 2024

    MBKM Wirausaha adalah salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang difokuskan pada pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa Indonesia.

    MBKM Wirausaha merupakan program yang sangat membantu mahasiswa dalam rangka menyalurkan talenta-talenta yang belum terwadahi dalam kurikulum konvensional yang diselenggarakan oleh prodi, sehingga MBKM Wirausaha menjadi solusi.

    Program ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk memberikan mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman praktis di luar kurikulum akademik mereka melalui kegiatan kewirausahaan.

    Tahun 2024, Universitas Sebelas Maret (UNS) telah ditunjuk Kemendikbudristek untuk menjadi host di MBKM Wirausaha. Kegiatan di tahun ini adalah kelanjutan tahun-tahun sebelumnya, tahun kemarin ada beberapa mahasiswa FEB yang lolos di program MBKM Wirausaha.

    Pernyataan itu disampaikan Sarwoto, S.E., M.Sc., Ph.D., LSS.Cp. Plt. Kepala Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS pada kegiatan Sosialisasi Wirausaha Merdeka 2024, Selasa 3 September 2024 secara daring.

    Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Prodi S-1 Manajemen kerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen.

    Kaprodi mengatakan Prodi S-1 Manajemen adalah prodi yang sangat akomodatif dengan MBKM. Prodi Manajemen tidak hanya menawarkan MBKM wirausaha, tapi untuk semuanya, 8 bidang MBKM, MBKM  wirausaha salah satunya.

    “Setiap semester ada pesertanya, kami berharap dari mahasiswa prodi manajemen bisa memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menyalurkan talenta, mensimulasikan wirausaha yang didampingi oleh para mentor sehingga bisa menjadi wirausaha yang berbobot.” jelasnya memberi semangat.

    Kaprodi juga memastikan mahasiswa yang mengikuti MBKM wirausaha bukan menjadi pedagang biasa tapi menjadi wirausaha.

    “Ingat, ikut seleksinya, jika diterima, lapor ke prodi,  jangan berhenti kuliah sebelum dinyatakan diterima agar tidak ada masalah” tegasnya.

    Bagi mahasiswa yang perlu penjelasan lebih lanjut terkait MBKM, Kaprodi sangat terbuka untuk membantu.

    Sementara itu,  Koordinator Bidang MBKM Kewirausahaan Prodi S1 Manajemen FEB UNS Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D menjelaskan di kegiatan Wirausaha Merdeka 2024 mahasiswa akan mendapatkan benefit yakni acess funding, coaching clinic, startup community serta expo and business matching.

    Di kegiatan ini, Mahasiswa berpeluang mendapatkan akses pendanaan dari venture capital, government, community dan university. Mahasiswa juga akan mendapatkan pendampingan dan mentoring oleh praktisi bisnis dan praktik secara langsung di UKM untuk pengembangan bisnis. Mahasiwa dapat membangun jaringan dengan sesama wirausahawan, mentor dan investor yang bisa membuka peluang kolaborasi, pembelajaran dan pendanaan.

    Selain itu, mahasiswa berkesempatan emas untuk memasarkan produk atau jasa startup kepada calon investor, mitra bisnis dan pelanggan potensial mahasiswa.

    Menjawab pertanyaan salah satu peserta terkait ide bisnis, Dila menyampaikan untuk gambaran  ide bisnis itu tidak perlu terlalu detil.

    “Untuk ide bisnis kalian,  tidak perlu sedetil mungkin, intinya ketika menjelaskan ide bisnis kalian  why, what, how bisa kalian sampaikan. Why mengapa bisnis kalian berdiri, identifikasi ada masalah apa di market yang pengen kalian tuju sehingga menjadikan bisnis ini; What, apa bisnis kalian, misalkan produknya apa, fitur-ftur produkya apa, benefit dari produk itu apa yang menyelesaikan permasalahan dari target market yang kalian tuju;  How, secara garis besar bagaimana kalian akan membuat bisnis ini akan dijangkau oleh target market kalian, misal lewat digital, atau lewat offline, pameran dan sebagainya” paparnya.

    Dila juga menyampaikan di Wirausaha Merdeka 2024 hanya menerima 400 mahasiswa S1, S2, S3 dari seluruh Indonesia. Diharapkan mahasiswa segera melakukan pendaftaran.

  • Pengabdian Masyarakat Internasional, Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS Kenalkan Masakan dari Libya

    Pengabdian Masyarakat Internasional, Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS Kenalkan Masakan dari Libya

    Lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Tiga mahasiswa dari Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menyuguhkan cara memasak masakan asal Libya yakni Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

    Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Manajemen sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelasaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahaan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.