FEB

Kategori: s1_mnj

  • Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics & Export Import serta Effective Logistics Management

    Mahasiswa FEB Ikuti Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics & Export Import serta Effective Logistics Management

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menggelar Pelatihan Persiapan Sertifikasi Logistics dan Export Import serta Pelatihan Logistics Management, Rabu-Kamis, 17-18 Juli 2024 di Ruang 2203 Gedung Djarwanto PS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 27 mahasiswa  semester 7 ke atas itu dibuka langsung oleh Dr. Dwi Prastyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Dr. Dwi  mewakili institusi mengucapkan terimakasih atas kedatangan narasumber dari ALFI dan berharap dua hari ke depan akan bisa memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat terutama kepada para mahasiswa.

    Kepada seluruh mahasiswa, Dr. Dwi menyampaikan pentingnya memiliki sertifikat kompetensi.

    “Anda bisa berada disini adalah kesempatan luar biasa, kami mohon Anda bisa memanfaatkan momen ini sebaik baiknya, sekali lagi ini untuk Anda sendiri untuk kedepannya. Sertifikasi itu penting, ketika anda memiliki sertifikasi atas kompetensi tertentu maka itu akan menjadi portofolio yang baik sekali dan akan pasti dilirik oleh mereka yang akan membuka lowongan kerja. Apapun profesinya harus punya sertifikasi”paparnya memotivasi.

    Sementara itu,  Teguh Arif Handoko, Ketua Umum ALFI Jawa Tengah dan DIY dalam arahannya menyampaikan harapannya agar mahasiswa FEB usai pelatihan ini bisa mendapatkan ilmu dan wawasan tentang perusahaan logistik, perusahaan ekspor impor. Saat mahasiswa lulus dan kemudian bekerja diperusahaan tersebut juga sudah siap.

    “Nanti saat mahasiswa magang di perusahaan logistik, magang di eksportir, magang di importir. semuanya sudah siap. Masuk magang itu tidak posisi nol” ungkapnya.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipandu oleh 4 orang trainer dari ALFI. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Packaging & Cargo Consolidation, Kepabeanan dan Pengangkutan Barang Internasional, Warehouse Management, IT in Logistics dan materi lainnya yang pastinya memberikan wawasan pengetahuan di bidang logistik bagi peserta.

  • Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Guest Lecture Human Resource Management: Current Issues and Theoretical Development in HRM

    Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat penting bagi organisasi maupun perusahaan. Sejalan dengan peran penting SDM dalam sebuah organisasi, manajemen sumber daya manusia (HRM) menjadi cabang ilmu pengetahuan yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dinamika hubungan dalam organisasi dan bisnis.

    Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Guest Lecture Human Resource Management II, dengan topik Current Issues and Theoretical Development in HRM, 18 Mei 2024.  Di kegiatan itu, prodi menghadirkan dosen tamu dari Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Zuraina Dato’ Mansor.

    Dr. Zuraina menyampaikan bahwa diskusi terkait perkembangan manajemen SDM dirasa penting agar organisasi dan perusahaan dapat memahami tuntutan dari generasi saat ini.

    “Sangatlah penting bagi perusahaan dan organisasi untuk dapat mengatur pegawai-nya. Topik hari ini sangat penting untuk dibahas karena permintaan ataupun tuntutan dari pegawai dapat berubah seiring berkembangnya zaman, sehingga perusahaan atau pemberi kerja perlu memprediksi perubahan ini,” jelasnya.

    Selain membahas mengenai perkembangan dalam topik manajemen SDM, Dr. Zuraina juga menjelaskan mengenai perbedaan antara teori manajemen SDM tradisional dan kontemporer. Menurut beliau kedua pendekatan tersebut masih relevan dan penting, karena terkadang untuk menghadapi kasus tertentu perusahaan menemukan bahwa pendekatan tradisional lebih cocok untuk diterapkan.

    Terkait perkembangan AI (Artificial Intelligence), Dr. Zuraina berpendapat bahwa AI seharusnya menjadi alat bagi pegawai, bukan sebaliknya. Dalam hal inilah manajemen SDM akan terus berkembang dan diperbaharui sesuai perubahaan. Di Asia contohnya terdapat beberapa topik yang saat ini sering diangkat dalam riset seperti komitmen pegawai dan kepemimpinan.

    “Kemudian bagaimana cara memilih teori SDM untuk melakukan riset? Mahasiswa dapat memilih teori berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang akan dilaksanakan. Contohnya jika mahasiswa meneliti topik tentang bagaimana meningkatkan komitmen pegawai, maka mereka bisa menggunakan teori organisasi atau teori individual. Perlu diingat bahwa sebuah teori mungkin tidak akan mampu untuk menjawab semua tujuan penelitian yang diusulkan oleh peneliti,” jelas Dr. Zuraina terkait teori SDM.

    Dihadapan lebih dari 100 mahasiswa S1 yang hadir, Dr. Zuraina juga menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan secara langsung maupun melalui fitur pesan teks.

  • Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Guest Lecture Prodi S-1 Manajemen Bahas Tren dan Isu Terkini di Bidang Perilaku Organisasi

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Guest Lecture bertajuk ‘Trend and Current Issues in Organizational Behavior, Selasa, 30 April 2024.

    Guest Lecture yang berlangsung secara daring melalui Zoom Cloud Meeting tersebut dihadiri oleh mahasiswa program sarjana dan pascasarjana serta dosen di FEB UNS

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 170 peserta tersebut menghadirkan dosen tamu Desiree van Dun dari University of Twente, Netherlands.

    Dr. Van Dun menyampaikan materi dengan judul ‘Leading Industry 4.0: Changing the Roles of Leaders and Employees.

    Ia menjelaskan bahwa industri 4.0 merujuk pada revolusi industri keempat yang diwarnai dengan penggunaan internet dan internet of things (IoT), dimana perubahan tersebut memiliki dampak yang signifikan pada perilaku organisasi.

    “Beberapa efek signifikan dari revolusi industri ini antara lain seperti berubahnya peran dari operator dengan penggunaan robot ataupun drones serta peran kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI) dalam kegiatan yang sangat terspesialisasi, seperti contohnya diagnosa kanker,” jelas Dr. van Dun.

    Meskipun begitu, Ia menjelaskan bahwa meskipun industri 4.0 mempengaruhi peran pegawai dalam organisasi, kesuksesan dari penerapan teknologi terbaru juga tergantung pada pelaku dalam organisasi. Dalam hal ini terdapat tiga skenario penerapan teknologi di lingkungan kerja antara lain skema dimana teknologi/robot diposisikan di depan pegawai sehingga robot memiliki peran untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

    Skema tersebut sering diterapkan dalam proses pelayanan pelanggan, dimana pelanggan akan berinteraksi dengan chatbot untuk pertanyaan atau permasalahan umum, dan apabila terdapat permasalahan yang lebih kompleks sistem akan mengarahkan pelanggan untuk langsung berinteraksi dengan pegawai (manusia).

    Skema kedua adalah dengan memposisikan robot/sistem bersandingan dengan pegawai, dimana teknologi akan membantu pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Skema terakhir yang dapat diterapkan adalah penempatan sistem/program dibelakang pegawai, dimana program/sistem mengeksekusi proses dan tugas dari back office.

    Terkait pengaruh teknologi pada peran pemimpin dan pegawai, Dr. van Dun menjelaskan bahwa dengan bantuan teknologi, anggota organisasi memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi pilihan yang ada dan menjadi kreatif.

    “Adanya industri 4.0 membutuhkan kreatifitas lebih tinggi baik bagi pegawai dan pemimpin. Selain itu, teknologi bisa juga meningkatkan tingkat individualism karena pegawai lebih sering bekerja dan berinteraksi dengan teknologi dibandingkan dengan kolega lain,” jelas Dr. van Dun.

    Lebih lanjut, Dr. van Dun juga menjelaskan terkait respon pegawai terhadap perubahan terkait penerapan teknologi, yang dapat dibagi menjadi empat kelompok respon.

    Empat kelompok respon tersebut yakni change disengagement, pegawai memandang perubahan secara negatif namun tidak secara aktif menolak perubahan; change resistance,  pegawai secara aktif menunjukkan atau menyampaikan penolakan terhadap perubahan; change acceptance, pegawai menerima perubahan namun tidak secara aktif menunjukkan dukungan, dan yang terakhir adalah change proactive, pegawai secara aktif menunjukkan dukungan serta partisipasi dalam perubahan. Dalam hal ini, pemimpin perlu menggunakan pendekatan yang berbeda untuk setiap kelompok.

    “Sebagai pemimpin, kita harus memberikan perhatian yang sama kepada kelompok yang proaktif terhadap perubahan, sekaligus mendengarkan dan menangani kekhawatiran kelompok yang menolak karena mereka mempunyai banyak masukan untuk para pemimpin,” ungkap Dr. van Dun.

    Dalam kuliah tamu yang berlangsung lebih selama dua jam tersebut, peserta diajak untuk berinteraksi secara langsung melalui Mentimeter, dimana mereka dapat memberikan respon secara langsung pada beberapa poin pertanyaan dari pembicara. Selain itu, peserta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Dr. van Dun dalam sesi tanya jawab.

  • Undang Praktisi dari Eropa, Prodi S-1 Manajemen Hadirkan Guest lecture Business Communication and Marketing

    Undang Praktisi dari Eropa, Prodi S-1 Manajemen Hadirkan Guest lecture Business Communication and Marketing

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menghadirkan kuliah tamu bertajuk Guest lecture Business Communication and Marketing: Communication in Global and Business Market.

    Pada sesi kuliah tamu (guest lecture) kali ini, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Lisa Arnold, Head of Content, Copywriter/Concept Designer, Deputy Head of Creation In Flagranti Communication, Switzerland, secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Dalam agenda yang berlangsung secara virtual pada Jum’at, 29 Maret 2024 tersebut, Lisa Arnold, yang merupakan co-founder dari Arnold-Riser Consulting, menyampaikan materi berjudul ‘Multicultural communication in business and its application in marketing,’ kepada lebih dari 90 peserta yang hadir. Menurutnya, komunikasi yang multikultural memiliki peran yang penting dalam marketing, sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami perbedaan budaya, khususnya dalam bisnis.

    “Kesalahan komunikasi sering terjadi di marketing, tidak hanya disebabkan oleh perbedaan bahasa, namun juga karena adanya perbedaan dalam hal budaya, etika bisnis, hingga komunikasi non-verbal,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Lisa menjelaskan pentingnya ‘global language’ dalam bisnis, dimana seorang pelaku bisnis perlu memperhatikan standar komunikasi dalam budaya berbeda. Dalam konteks bisnis, sebuah perusahaan yang bisa menerapkan komunikasi antarbudaya memiliki berbagai kelebihan seperti kemampuan untuk mengembangkan jangkauan pasar, dimana perusahaan mungkin saja menjual dan memasarkan produknya ke daerah lain meskipun memiliki budaya dan preferensi produk yang berbeda.

    Sebuah bisnis dengan komunikasi antarbudaya yang baik juga dapat dengan sukses membangun partnership (kerjasama) internasional, meningkatkan citra produk, hingga menarik perhatian dari talenta global dari berbagai macam budaya sehingga dapat meningkatkan kesuksesan bisnis di tingkat internasional.

    Selain memaparkan materi terkait komunikasi, Lisa juga menampilkan contoh dari brand internasional yang sukses mengaplikasikan keberagaman dalam media marketing perusahaan. Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, Lisa memberikan beberapa tips dalam mengkomunikasikan informasi produk, khususnya untuk pasar Eropa.

    Terkait pertanyaan mengenai sarana yang paling efektif bagi mahasiswa untuk belajar keberagaman budaya, Lisa menjawab bahwa travelling dan agenda kebudayaan seperti ‘UNS Cultural Night’ dapat menjadi media yang efektif bagi mahasiswa untuk mengenal budaya dari negara lain lewat mahasiswa internasional yang sedang belajar di UNS.

  • Lebih dari 200 Mahasiswa Ikuti Sosialisasi MBKM yang Digelar Prodi S-1 Manajemen

    Lebih dari 200 Mahasiswa Ikuti Sosialisasi MBKM yang Digelar Prodi S-1 Manajemen

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Sosialisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa melalui daring, Rabu 10 Januari 2024.

    Prodi mewajibkan kepada mahasiswa Prodi S-1 Manajemen angkatan 2021 dan 2022 untuk aktif mengikuti sosialisasi MBKM. Prodi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa lainnya jika ingin bergabung.

    Plt. Kepala Program Studi S-1 Manajemen, Dr. Atmaji, M.M. dalam sambutannya menyampaikan, dengan sosialisasi ini diharapkan ada pencerahan, baik bagi Koordinator Bidang MBKM, dosen dan khususnya kepada para mahasiswa semester 5 dan diatasnya.

    Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, dengan adanya sosialisasi seperti ini ternyata Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen banyak yang tertarik untuk mengikuti MBKM.

    “Kita bangga karena dengan Anda ikut MBKM itu berarti berani mengambil tantangan yang cukup besar tetapi di sisi lain bahwa dengan MBKM itu, saya yakin Anda akan punya pengalaman yang lebih. Alhamdulillah pengalaman kemarin, mahasiswa Prodi S-1 Manajemen banyak yang tertarik, sekitar 50% mahasiswa yang ikut MBKM, mudah-mudahan ini nanti juga banyak yang tertarik untuk berbagai bidang MBKM” ungkapnya memotivasi.

    Di kegiatan sosialisasi itu terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi Materi MBKM disampaikan oleh Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Koordinator MBKM dan Materi Minat Studi oleh Dr. Atmaji, MM.

    Diawal paparannya, Dr. Joko Suyono mengutip pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim,  MBKM adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokratisasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

    Lebih lanjut dijelaskan, selama ini kita mengenal ada 2 jalur kurikulum, Kurikulum konvensional ada empat minat studi yakni Minat Studi Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Operasi dan Manajemen SDM. Sebagian besar, aktifitas banyak dilakukan di dalam kampus, meskipun nanti banyak matakuliah yang membawa dunia industri ke dalam kampus.

    Kemudian untuk jalur yang kedua, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di luar kampus  selama satu sampai dengan dua semester, setara dengan 20 SKS dalam 1 semesternya.

    “MBKM kata kuncinya adalah kebebasan atau otonomi universitas, fakultas, prodi. Dalam hal ini ya termasuk dosen dan mahasiswa, kata kuncinya adalah memilih bidang yang disukai. Jadi rekan-rekan diberi kesempatan belajar di luar kampus untuk memilih bidang-bidang tertentu untuk mempertajam atau bahkan mempelajari bidang  lain yang diperlukan di dunia usaha atau dunia bisnis” jelasnya.

    Prodi S-1 Manajemen berusaha keras untuk mengimplementasikan kebijakan MBKM. MBKM Prodi S-1 Manajemen tujuannya adalah untuk peningkatan kompetensi lulusan untuk penguatan link and match  dengan dunia usaha dan dunia industri.

    Dikatakan, saat ini ada kesenjangan antara apa yang dibutuhkan dunia usaha atau dunia industri dengan apa yang dipelajari di dalam kampus. Untuk mengurangi kesenjangan itu maka ditawarkan beberapa pilihan pendalaman terkait dengan bidang-bidang tertentu diluar yang diajarkan prodi.

    Ada 8 bidang MBKM yang bisa dipilih mahasiswa yakni Magang Industri, Riset, Kewirausahaan, Proyek di Desa, Proyek Kemanusiaan, Proyek Independen, Asistensi Mengajar, dan Pertukaran Pelajar.

    Untuk menjalankan program MBKM, Kaprodi Manajemen telah menunjuk delapan dosen untuk membantu menjadi penanggung jawab masing-masing bidang MBKM dengan satu dosen sebagai Koordinator MBKM.

    Pada sesi berikutnya, sesi minat studi yang dijelaskan secara detil oleh Dr. Atmaji.

    Seluruh mahasiswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan atau bertanya terkait materi yang telah disampaikan kedua narasumber.

  • Agenda Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Kenalkan Kondisi Bisnis di Eropa

    Agenda Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Kenalkan Kondisi Bisnis di Eropa

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), kembali menghadirkan seri Kuliah Tamu Pengantar Bisnis menghadirkan praktisi dari Arnold & Riser Consulting Switzerland.

    Kuliah tamu bertajuk Guest Lecture Series ‘Business and Economy in Europe’ tersebut dilaksanakan pada Sabtu 28 Oktober 2023 secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

    Manuel Riser selaku co-founder dari Arnold & Riser Consulting, menyampaikan materi terkait kondisi bisnis dan ekonomi di Eropa, khususnya di Switzerland, serta langkah dan tata cara pendirian bisnis di Eropa.

    “Hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat mendirikan bisnis di Eropa adalah pemilihan bentuk perusahaan (legal form). Terdapat tiga bentuk bisnis yaitu bisnis perseorangan, limited liability company (perseroan terbatas), dan public limited company,” jelas Manuel.

    Lebih lanjut Manuel juga menjelaskan terkait peraturan-peraturan yang harus dipenuhi oleh wirausahawan yang akan mendirikan bisnis, termasuk aspek keberlangsungan (sustainability). Menurutnya, topik terkait sustainability saat ini sangat sering dibahas di Eropa. Meskipun begitu sebuah bisnis yang sustainable tidak hanya berfokus pada kondisi lingkungan namun juga perlu berfokus pada kondisi sosial, lingkungan, dan ekonomi.

    “Agar bisnis anda dapat bertahan maka bisnis tersebut perlu menghasilkan laba dan memperhatikan tingkat pengembalian investasi. Aspek ini berfokus pada keseimbangan antara penggunaan sumber daya dan turnover, secara ideal bisnis anda perlu menghasilkan profit tanpa harus mengorbankan lingkungan atau kondisi sosial,” ungkapnya.

    Atensi dari peserta nampak dari sesi tanya jawab antara pembicara dan peserta yang hadir. Mahasiswa tampak tertarik tentang peraturan yang berlaku pada bisnis digital di Eropa, pendanaan bisnis kecil, prospek kerja dan magang untuk mahasiswa, termasuk peraturan untuk organisasi waralaba (non-profit organization).

  • Prodi S1 Manajemen Angkat Materi Risiko Keuangan dalam Guest Lecture Basic Financial Management

    Prodi S1 Manajemen Angkat Materi Risiko Keuangan dalam Guest Lecture Basic Financial Management

    Keputusan investasi keuangan tidak lepas dari perhitungan tingkat suku bunga, risiko, dan inflasi. Namun begitu dalam melakukan manajemen keuangan terdapat banyak aspek lain yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa jurusan bisnis dan ekonomi sebagai calon investor maupun wirausahawan.

    Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan kuliah tamu (Guest Lecture) bertajuk Basic Financial Management, dengan menghadirkan Dr. Aref Mahdavi Ardekani, dari Dublin City University, Irlandia sebagai dosen tamu.

    Dalam gelaran guest lecture tersebut, Dr. Arev membawakan materi berjudul ‘Risk, Return and the Historical Record,’ yang diawali dengan topik terkait nilai mata uang dan tingkat inflasi.

     “Dalam manajemen keuangan kita mempelajari bahwa nilai mata uang yang kita miliki saat ini tidak akan sama dengan nilai uang di masa depan. Contohnya, jika kita menyimpan uang kita di bank atau meminjamkan uang kita untuk kegiatan bisnis, maka di masa depan kita dapat memperoleh imbal balik yang lebih tinggi dari nilai uang kita saat ini,” jelasnya.

    Lebih lanjut Dr. Arev menjelaskan bahwa tingkat suku bunga yang berlaku di sebuah negara bisa diibaratkan dengan harga persewaan barang. Ketika terdapat banyak jumlah barang yang disewakan, maka harga atau biaya untuk menyewa barang tersebut akan lebih rendah, begitu pula sebaliknya. Hukum yang sama berlaku untuk suku bunga, “ketika nilai uang yang tersedia untuk dipinjam terbatas, maka tingkat suku bunga akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.”

    Terkait hal tersebut, secara umum terdapat empat faktor yang mempengaruhi suku bunga yaitu persediaan dana dari nasabah penyimpanan uang, permintaan pendanaan dari bisnis, tingkat permintaan dana (fund) dari pemerintah, serta prediksi tingkat inflasi.

    Selain membahas tingkat inflasi dan suku bunga, Dr. Arev juga menyinggung topik mengenai tingkat risiko dan tingkat pengembalian, yang mencakup sumber risiko investasi, rasio perhitungan risiko dan tingkat pengembalian, serta penggunaan sharpe ratio dalam penilaian kinerja portofolio investasi.

    “Dalam menggunakan sharpe ratio, semakin besar nilai sharpe ratio menunjukkan alternatif investasi yang lebih baik,” ungkapnya.

    Selain menyampaikan materi, Dr. Arev juga menjawab pertanyaan peserta yang mayoritas adalah mahasiswa Prodi S1 Manajemen dengan detail. Di akhir agenda kuliah tamu yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Dr. Arev menyampaikan ungkapan terima kasih atas undangan dari Prodi.

    “Saya sangat bahagia bisa hadir dan bertemu dengan anda semua. Sesi ini sangatlah menyenangkan. Terima kasih sekali lagi atas undangannya, saya harap bisa berjumpa lagi secara langsung di UNS. Terima kasih,” tutup beliau di akhir acara.

  • Program Studi S-1 Manajemen adakan Pra Lokakarya Kurikulum

    Program Studi S-1 Manajemen adakan Pra Lokakarya Kurikulum

    Prodi S1 Manajemen Adakan Pra Lokakarya Kurikulum,  Kamis 5 Oktober 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Pra Lokakarya yang diikuti oleh Dosen Manajemen merupakan kegiatan awal dan akan dilanjutkan dengan Rapat Komisi dan Rapat Pleno Lokakarya.

    Kepala Program Studi (Kaprodi) S1-Manajemen, Dr. Atmaji, MM mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dosen Prodi Manajemen.

    Dalam sambutannya disampaikan bahwa mahasiswa Prodi S-1 Manajemen telah banyak yang mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Kaprodi sangat bangga walaupun yang di MBKM itu bukan kompetensi utama manajemen tetapi dengan mahasiswa mengikuti MBKM, justru menambah kompetensi mahasiswa, dilapangan juga mendapatkan ilmu tambahan.

    Dikatakan, MBKM itu endingnya adalah tugas akhir sebagai pengganti skripsi. Ternyata dari sekian bidang yang telah ditetapkan koordinator bidangnya masing-masing terdapat variasi format laporan yang sangat tinggi. Diharapkan dalam lokakarya prodi bisa lebih menyamakan persepsi termasuk format dan isiannya.

    Selanjutnya disampaikan lokakarya ini sekaligus berada pada tahun Prodi Manajemen sudah mendapat akreditasi internasional secara penuh dan dengan status terakreditasi internasional secara penuh itu maka sudah mendapat pengakuan kesetaraan untuk akreditasi LAMEMBA.

    “Alhamdulillah kita tidak hanya cukup bangga dengan capaian akreditasi ini, marilah  kita isi akreditasi itu yang poin-poinnya mencerminkan tentang kinerja kita salah satunya dengan melakukan lokakarya Peningkatan Kompetensi Lulusan Melalui Penguatan Matakuliah praktek, Kewirausahaan dan Tugas Akhir” paparnya.

    Sementara itu Dr. Joko Suyono, S.E., M.Si. sebagai pengarah lokakarya menyampaikan mekanisme lokakarya kurikulum.

    Tahapan lokakarya terbagi dalam 3 tahapan, pra lokakaya, Komis dan Pleno. Untuk komisi terbahi menjadi Komisi Matakuliah Praktik Umum, Komisi Matakuliah Praktik Minat Studi, Komisi Mata Kuliah Bidang Kewirausahaan dan Komisi TA Pengganti Skripsi.

    Output yang diharapkan dari lokakarya adanya RPS Matakuliah Praktik Umum dan Minat Studi serta Bidang Kewirausahaan termasuk rancangan tugas. Juga modul matakuliah Praktik Umum dan Minat Studi serta Bidang Kewirauhasan (ber-ISBN) serta Panduan MBKM-TA Pengganti Skripsi termasuk sinkronisasi MBKM-KMM dan KKN.

  • Fun Talk Management Carnival 2023, Kenali dan Sayangi Diri Sendiri

    Fun Talk Management Carnival 2023, Kenali dan Sayangi Diri Sendiri

    Fun Talk Management Carnival 2023 yang dihelat oleh Mahasiswa Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Binsis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Aula Suhardi,  Sabtu 9 September 2023 mengusung tema “When the Reality is Too Hard, Take a Seat, and Laugh Together”.

    Tujuan kegiatan ini agar dapat memberi pengetahuan baru baik tiap individu maupun masyarakat luas bahwa untuk mengejar suatu cita-cita atau kesuksesan, tidak apa-apa jika ingin beristirahat sebentar.

    Para peserta yang hadir diharapkan mulai mengenali dan menyayangi diri mereka sendiri, memahami bahwa toxic productivity yang selama ini dianggap normal merupakan bukan hal yang baik jika terus dilanjutkan karena akan berdampak pada kesehatan mental seseorang.

    Al Farisy Maulana Ikhsan Fatih, Ketua Pelaksana Fun Talk 2023 menjelaskan beberapa tujuan yang diharapkan dapat tercapai dalam kegiatan Fun Talk Management Carnival 2023 yakni sebagai wadah agar membuka pikiran mengenai topik yang diangkat dalam acara Fun Talk Management 2023, khususnya bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan masyarakat umum.

    Selain itu juga menambah informasi dan memperluas wawasan melalui berbagai pengalaman menarik dari narasumber yang inspiratif dalam menjalani hidup mereka sehingga berada di posisi yang sekarang.

    Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan Program Studi S1 Manajemen FEB UNS kepada masyarakat umum dan khususnya para calon mahasiswa baru UNS.

    Fun Talk menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki pengalaman menarik dan penuh inspirasi.

    Dalam pelaksanaannya, Fun Talk Management Carnival 2023 terbagi menjadi dua sesi stand up comedy dan sesi talkshow  dengan menghadirkan satu pembicara, Indra Frimawan dan dua bintang tamu, Rohman Nur dan Fachrurazi.

    Sesi talkshow menceritakan bagaimana awal mula pembicara menekuni bidangnya dan membagikan pengalaman tentang kesulitan atau tantangan yang pernah dialami, lalu cara mereka mengatasi hal tersebut.

    Sedangkan sesi Stand Up Comedy menceritakan tentang kehidupan sehari-hari yang bisa ditertawakan agar hidup lebih santai.

  • Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    Dukung Pengembangan UMKM, HMJ Manajemen Gelar ECOFAIR 2023

    ECOFAIR 2023 merupakan gong pembuka dari serangkaian acara Management Carnival yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMP) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), 7-9 September 2023 di Halaman Gedung Djarwanto PS.

    Kegiatan yang mengangkat tema “Let’s Collaborate with your business and make MSMEs a Game Changer Keep the spirit to find opportunities” bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara memberikan media kolaborasi, pengembangan dan pemberdayaan kepada para pemilik UMKM yang berada di wilayah Solo dan sekitarnya.

    Plt.Kepala Program Studi Manajemen FEB UNS, Dr. Atmaji, MM dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menggelar ECOFAIR 2023.

    “Terima kasih kepada seluruh panitia, kolaborasi antara mahasiswa dengan UMKM menjadi satu hal yang penting. Salah satu pondasi ekonomi kita adalah UMKM. UMKM itu kapanpun dimanapun bisa hidup bahkan di masa pandemi UMKM justru sebagai salah satu  penyangga ekonomi di Indonesia. Sehingga sangat tepat jika kalian mengangkat tema tentang UMKM” ungkapnya

    Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu satu bentuk praktek perkuliahan.

    Upaya yang dilakukan prodi adalah profil lulusan nanti salah satunya adalah bisa menjadi wirausaha. Tentu saja dimulai dari usaha mikro kecil dan menengah, selanjutnya jika dikelola dengan baik, dengan manajemen yang bagus dan ilmu yang dimiliki maka usaha yang dimiliki akan semakin besar.

    Plt. Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., juga mengapresiasi kegiatan ECOFAIR.

    Ia berharap kedepannya, himpunan mahasiswa jurusan bisa mulai berpikir bagaimana agar ECOFAIR bisa diselenggarakan dengan dua jalur. Yang pertama secara offline, lalu untuk mengefisiensi waktu bisa diselenggarakan dengan sistem digital atau online karena perkembangan UMKM yang ada sekarang ini semuanya  mengarah pada digitalisasi.

    Harapan kami semoga kegiatan yang seperti ini bisa membawa manfaat baik kepada panitia, fakultas, maupun UMKM di sekitar UNS.

    Selanjutnya, mewakili Dekan, Tastaftiyan, Ph.D. membuka  ECOFAIR 2023 dengan seremoni pengguntingan pita yang disaksikan oleh sejumlah tamu undangan dan pengunjung ECOFAIR.

    ECOFAIR yang berjalan selama tiga hari dimeriahkan dengan lomba e-sport dan fun games.