FEB

Kategori: s1_mnj

  • Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Raih Juara 2 pada National Islamic Economic Olympiad, Tim Mahasiswa FEB Kembangkan Inovasi Koperasi Jasa Keuangan Syariah

    Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada  National Islamic Economic Olympiad yang digelar di Universitas Gunadarma, 18 – 22 Juli 2023.

    Kerja sama tiga mahasiswa FEB yakni Novita Anggun Pratiwi (Prodi S1 Manajemen), Fathir Faiq Aqil Murtadlo (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) dan Fathir Fikro Al Ishlah (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan) menghantarkan ketiganya meraih kemenangan itu.

    Pada babak penyisihan, kompetisi diikuti oleh 50 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia, babak semi final diikuti oleh 12 tim dan babak final diikuti oleh 4 tim.

    Inovasi bertemakan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Program Indonesia Berdaya Ukhuwah yang menjadi gagasan ketiganya mampu menarik perhatian juri.

    Gagasan yang dikembangkan Novita dan rekan-rekannya yakni koperasi modifikasi pola Grameen Bank yang pernah dilakukan di Bangladesh dan diinisiasi oleh Muhammad Yunus.

    “Kami tertarik untuk menyoroti isu kemiskinan di Indonesia yang sampai saat ini masih terjadi. Grameen Bank menjadi salah satu cara yang dulu pernah dilakukan oleh Muhammad Yunus di Bangladesh untuk mengentaskan kemiskinan. Grameen Bank ini hanya dikhususkan untuk perempuan dengan tujuan meminimalisir angka kemiskinan. Ide ini akhirnya dimodifikasi dengan mengarahkannya kepada kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Karanganyar” jelas Novita yang merupakan Ketua Tim FEB UNS dalam National Islamic Economic Olympic.

    Sebelumnya, PPK Ormawa BEM FEB UNS sudah menjalankan program pengabdian masyarakat pada Kelompok Wanita Tani Kabupaten Karanganyar dan berfokus pada UMKM. Gagasan Novita dan Tim mengarah pada jenis pembiayaan kelompok wanita tani Kabupaten Karanganyar yang tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah, dengan sistem kepercayaan. Tujuan utamanya yaitu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Karanganyar.

    Nantinya, kelompok wanita tani ini akan membentuk suatu himpunan semacam PKK. Pada saat kelompok tani tersebut membutuhkan pembiayaan dari KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah), mereka tinggal memenuhi prasyarat yang berlaku.

    Gagasan Novita dan Tim yang diperkuat dengan cara mempresentasikan serta bukti-bukti pendukung materi dinilai oleh juri sebagai ide program yang bagus dan diharapkan ke depannya mampu diimplementasikan.

  • RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    RG Manajemen Operasi dan Strategik Gandeng KADIN Surakarta Adakan FGD Pendampingan UMKM

    Research Group (RG) Manajemen Operasi dan Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan UMKM di Mangesthi Boutique Hotel Solo, Rabu 26 Juli 2023.

    Kegiatan diikuti oleh Direktur Eksekutif KADIN Surakarta,  UMKM mitra KADIN, Tim RG  dan mahasiswa FEB UNS.

    Ketua RG Manajemen Operasi, Prof. Wisnu Untoro, MS mengatakan kegiatan FGD ini merupakan rangkaian akhir dari pendampingan UMKM kerja sama dengan KADIN Surakarta dengan melibatkan juga mahasiswa magang dari FEB.

    Prof. Wisnu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KADIN Surakarta yang telah bekerja sama dengan RG Manajemen Operasi FEB UNS, harapannya kerja sama seperti ini dapat berlanjut. Dari kerja sama ini, mahasiswa dan juga UMKM mendapatkan banyak manfaat.

    “Kita harapkan setelah magang ini, para mahasiswa bisa mengabarkan pada rekan-rekannya bahwa kegiatan ini bermanfaat dan juga mahasiswa boleh berbangga telah meninggalkan karya kepada UMKM tertentu” ungkapnya.

    Direktur Eksekutif KADIN Surakarta, M. David R. Wijaya, S.E. juga menyambut baik yang disampaikan Prof. Wisnu dengan adanya keberlanjutan dari kerja sama ini.

    Sinergi dan kolaborasi antara dunia usaha, akademisi dan pemerintah kota bersama-sama khususnya dalam pengembangan UMKM dan juga membangun SDM agar ke depan lebih siap dalam menghadapi persaingan global.

    “Dengan kerja sama ini, banyak hal yang bisa didapat dari mahasiswa. Mereka bisa belajar banyak tentang praktek melalui UMKM. Di sisi lain UMKM ini kita harapkan juga bisa terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang magang. Era sekarang ini, generasi Z lebih memahami tentang dunia digital, lebih banyak tahu tentang bagaimana online marketing, bagaimana tentang market place, bagaimana tentang medsos dan lain sebagainya”, paparnya.

    Dikatakan, magang di KADIN ini tidak semata-mata di KADIN secara internal tapi mendorong bagaimana mahasiswa ini mendapatkan ilmu dari UMKM, praktik di lapangan. Mahasiswa di kampus sudah menerima banyak teori, manajemen keuangan dan lain sebagainya sehingga perlu mengasah kemampuan dengan melihat dari pelaku usaha.

    Mengapa memilih UMKM sebagai tempat magang? Menurutnya, UMKM memiliki banyak ilmu, lengkap mulai dari bagaimana mereka membangun usahanya, bagaimana menyiapkan SDM-nya, bagaimana mencatat keluar masuknya uang, bagaimana membuat produksinya, memasarkannya sampai saat ini bisa eksis dan bertahan, sering dilakukan sendiri.

    Setelah sambutan, kegiatan berikutnya pemaparan materi pengabdian masyarakat dari tim RG yakni Drs. Yong Dirgiatmo, M.Sc., Ph.D dan Dr. Hidajat Hendarsjah, MM yang menyampaikan tentang pengembangan produk-produk UMKM.

    Dilanjutkan dengan FGD Magang Pendampingan UMKM yang berisi pemaparan laporan pelaksanaan magang dan diskusi.

    Disesi terakhir penyerahan form penilaian sekaligus penarikan magang.

  • Lebih dari 200 Peserta Ikuti General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia  

    Lebih dari 200 Peserta Ikuti General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia  

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Direktur PT KAI, Didiek Hartantyo di General Lecture Bertema Innovatif Leadership: Menuju KAI Baru untuk Indonesia, Kamis 8 Juni 2023.

    Kegiatan yang digelar secara daring itu diikuti lebih dari 200 peserta, sebagain besar adalah mahasiswa.

    Dalam materinya, Didiek mengutip pernyataan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmdjo: “KAI menjadi eksekutor Proyek Strategis Nasional yang tersulit dari sisi tingkat risiko dan kompleksitasnya. Sehingga Functional Management Skills dan Technical Sectoral Skills perlu dikuasai. Namun dalam melakukan transformasi, hal yang menjadi kunci utama adalah Leadership Skills”.

    Jadi, memang Leadership sangat memegang peranan penting. Perilaku organisasi harus berdasarkan good corporate governance.

    Didiek memaparkan bagaimana strategi-strategi PT KAI membangun semangat dalam memimpin perubahan-perubahan yang dihadapi dan menciptakan inovasi yang luar biasa.

    PT KAI membangun semangat dengan berdasar pada great leaders dan effektive individual.

     “Untuk mencapai kinerja yang sukses, pemimpin yang hebat memiliki mindset dan perilaku yang  cepat beradaptasi, fleksibel dalam merespon perubahan-perubahan lingkungan yang sangat cepat. Positive attitude dan high expectation juga sangat penting” ungkapnya .

    Lebih lanjut dikatakan Great leaders tidak akan ada artinya jika tidak mempunyai tim yang efektif, individu-individu efektif.

    “Visi misi great leaders dituangkan dalam struktur organisasi dan dituangkan juga dalam organisasi yang efektif, individu yang efektif. Dengan great leaders dan effektive individual serta keselarasan proses dan sistemnya maka terbangunlah semangat winning culture.

    Dengan semangat winning culture, maka organisasi akan semakin superior dan mencapai performa yang sustain, bisa membangun loyal customers dan juga bisa membangun situasi engaged employees. Dan dengan dasar inilah maka membangun adanya distinctive contribution, kontribusi yang special, yang sangat unik.

    Dengan pola-pola seperti itulah PT KAI terus bertransformasi dan melakukan leading change and create breakthrough Innovation.

    Didiek yang merupakan alumni FEB UNS juga menguraikan berbagai inovasi-inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh PT KAI.

    Dalam acara itu, Didiek membuka kesempatan peserta untuk berdiskusi dan bagi yang aktif telah disediakan voucher dari PT KAI.

  • FEB Universitas Muhammadiyah Malang  Studi Banding ke FEB UNS

    FEB Universitas Muhammadiyah Malang Studi Banding ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang, Senin 20 Maret 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Tim yang dipimpin oleh Dr. Marsudi, MM, Kepala Program Studi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Malang disambut oleh sejumlah pimpinan dan dosen FEB UNS.

    Wakil Dekan Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si., mewakili Dekan FEB mengucapkan selamat datang atas kunjungan pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang.

    Usai memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir, Dr. Mugi Harsono memaparkan profil FEB UNS.

    Pada awalnya Universitas Sebelas Maret bernama Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret yang resmi berdiri pada 11 Maret 1976. Dalam perkembangannya, pada tahun 1982 nama dan singkatan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret Surakarta (UNS Sebelas Maret), ditetapkan menjadi Universitas Sebelas Maret yang disingkat UNS. Perubahan nama dan singkatan ini diresmikan dengan Keputusan Presiden RI No. 55 Tahun 1982.

    Lebih lanjut disampaikan Program Studi S1 Manajemen merupakan Prodi yang sangat gencar dalam menjalankan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan telah mendapatkan hibah MBKM.  Prodi S1 Manajemen banyak memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengikuti MBKM dan jenis MBKM yang diikuti juga lebih komplit. Hal ini menyebabkan, prestasi mahasiswa kita naik cukup tinggi, baik pada level fakultas, universitas maupun prodi.

    Dr. Mugi memberi kesempatan kepada pimpinan FEB Universitas Muhammadiyah Malang untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Kaprodi Manajemen, Dr. Atmaji MM dan juga tim taskforcenya.

    Diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut berjalan dengan lancar, harapannya banyak memberikan manfaat, baik bagi FEB  Universitas Muhammadiyah Malang, demikian juga sebaliknya untuk FEB UNS.

  • Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Dr. Sinto Ajak Akademisi Mengangkat Kasus-Kasus Konteks Lokal sebagai Bahan  Case Based Method di Kelas

    Bagaimana kita mulai menulis case atau kasus yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran case based method di kelas?  Sumber kasus sebenarnya banyak, ada kasus yang bisa kita dapatkan dari berbagai jurnal internasional, bahkan ada jurnal-jurnal yang khusus menjadi outlet kasus,  bisa juga kita peroleh kasus dari Harvard Business School atau kasus yang ringkas yang bisa didapatkan di belakang chapter pada text books yang kita pakai.

    Persoalannya adalah kasus-kasus itu banyak bernuansa internasional atau banyak terjadi di negara-negara lain. Masih sedikit akademisi yang mengangkat kasus-kasus pada konteks Indonesia untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kasus-kasus di Indonesia banyak dan perlu diangkat serta layak dipublikasikan selama proses penulisan itu memenuhi standar.

     

    Hal itulah yang menjadi tantangan untuk kita sebagai akademisi bagaimana kita menghadirkan kasus-kasus yang sifatnya konteks lokal dalam proses pembelajaran di kelas agar mahasiswa mengenali kasus yang ada di sekitarnya.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, SHRM-CP, akademisi FEB UNS mengawali presentasinya pada Webinar yang diselenggarakan Grup Riset Kearifan Lokal Bekerja Sama dengan Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Selasa, 28 Februari 2023.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menjelaskan mengapa pembelajaran kasus itu penting.

    “Pembelajaran kasus ini penting bukan sekedar karena metode pembelajaran ini digunakan oleh sekolah bisnis ternama di dunia, juga bukan sekedar tuntutan dari Dikti untuk dimasukkan dalam IKU tapi lebih kepada esensi pembelajaran kasus itu sendiri, apa yang akan didapatkan mahasiswa, apa yang akan kita bekalkan kepada mahasiswa melalui pembelajaran kasus ini” terangnya.

    Menurutnya, esensi pembelajaran kasus adalah yang pertama, memberikan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat mendalam, belajar menganalisis dan kemudian mengambil keputusan strategis atas apa yang benar-benar dihadapi, dalam situasi nyata. Kasus yang ditulis itu dalam real life, sepotong realita dari objek kasus tersebut dan tidak bersifat fiksional, apakah itu dari profit organisasi, non profit organisasi, ataupun industri.

    Yang kedua,  kasus memberikan peluang mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan seni mengelola (manajemen) dalam seting laboratorium di kelas. Kelas adalah laboratorium khusus untuk mahasiswa belajar, menerapkan ilmu dan konsep yang dipelajari, mengasah soft skill dengan resiko yang kecil.

    “Sepotong realita yang kita bawa melalui kasus yang kita hadirkan di dalam kelas itu betul-betul mencerminkan kenyataan yang dihadapi objek kasus itu tanpa harus berisiko dengan terjun langsung dalam objek.  Mahasiswa tidak terjun di objek yang sesungguhnya, misalnya perusahaan.” jelasnya kemudian.

    Yang ketiga, kasus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berulang-ulang mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi, menganalisis, menyelesaikan masalah dalam beragam seting, apakah setingnya keilmuan berdasarkan perspektif tertentu misalnya marketing, human resources, finansial, atau seting kasusnya dari beragam organisasi.

    Lebih lanjut Dr. Sinto menerangkan ide kasus bisa didapatkan dari banyak sumber diantaranya majalah, surat kabar, text books, mahasiswa atau alumni bahkan dari rekan bisnis.

    Sedangkan dalam hal penulisan kasus haruslah menggambarkan situasi yang nyata  dan juga ada keterkaitan antara masalah utama, isu manajerial dan keputusan manajerial. Dalam kasus juga harus ada hubungan dengan konsep teori atau metode tertentu.

    Di akhir paparannya, kepada hampir 200 peserta yang hadir, Dr. Sinto memberikan contoh bahan pembelajaran case based method yang telah disusun oleh Tim Dosen Manajemen FEB UNS berjudul: A Casebook in Business Management: Indonesian Traditional Herbal Industry dan telah diterbitkan oleh Penerbit Salemba Empat, salah satu penerbit ternama bereputasi nasional. Buku tersebut diterbitkan dalam Bahasa Inggris agar kasus-kasus di Indonesia juga bisa dipakai untuk pembelajaran di luar negeri.

    Para peserta sangat tertarik dengan bahasan yang diangkat narasumber di webinar hari itu terlihat dari banyaknya peserta yang aktif berdiskusi.

     

  • FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UPT Kerjasama dan International (KLI) UNS menggelar Sosialisasi IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) pada Kamis 9 Februari 2023.

    IISMA adalah skema beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk membiayai mahasiswa Indonesia dalam program mobilitas satu semester di universitas terkemuka dan industri terkemuka di luar negeri. Beasiswa ini menawarkan dua skema untuk mahasiswa dan sarjana dan vokasi.

    Pada program ini, mahasiswa yang terpilih dapat menghabiskan satu semester untuk belajar di luar negeri, mengembangkan komunikasi antar budaya dan keterampilan kepemimpinan. Selain itu mereka akan mendalami budaya negara tuan rumah, memperluas jaringan internasional dan melakukan tugas praktis untuk meningkatkan keterampilan.

    Sosialisasi yang digelar secara daring itu diikuti oleh mahasiswa FEB dari empat program studi yang ada di FEB UNS, S1 Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung di kegiatan ini, yang punya potensi dan keberminatan terhadap aktifitas IISMA.

    Menurutnya, dengan ikut di IISMA, mahasiswa akan akan mendapatkan opportunity yang sangat banyak.

    “Mahasiswa yang mengikuti IISMA akan menjadi kebanggaan bagi semuanya, bukan hanya mahasiswa tetapi juga kampusnya dan orangtuanya. Di IISMA, mahasiswa akan banyak mendapatkan pembelajaran dan pengalaman. Kalian akan mendapatkan bekal softskill, ketika  kalian selesai kuliah dan akan bekerja atau melanjutkan perkuliahan yang lebih tinggi pada level magister, saya yakin opportunity-nya akan menjadi sangat besar” ungkapnya.

    Sementara itu, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I. Ph. D, Kepala UPT KLI UNS menyampaikan bahwa IISMA di tahun 2023 ini adalah tahun ketiga.

    Rino Ardhian Nugroho, Ph. D paparkan Program IISMA

    Di tahun 2021, ada 4 mahasiswa FEB yang lolos seleksi IISMA yaitu Dian Cita Putri ke Universiti Kebangsaan Malaysia, Hanifah El Sandy ke University of Pisa Italy, Nabila Rania Dewi ke Hanyang University Korea dan Anastasia Kiranahita Santikajati ke University of Szeged Hungaria. Sedangkan di tahun 2022, Chaya Edita Anggraeni ke University of Warsaw Poland.

     “IISMA adalah salah satu program Dikti untuk mahasiswa yang sangat dibanggakan Mas Menteri.  Tentu program ini banyak positifnya, sebagai upaya meningkatkan keilmuan mahasiswa. Selain belajar ilmu baru, mahasiswa juga belajar bersaing secara global dengan mahasiswa di negara-negara lain. Kesempatan yang tidak akan didapat jika MBKM di dalam negeri, kesempatan menikmati hidup di luar negeri, percaya bahwa IISMA itu menyenangkan” paparnya

    Lebih lanjut dikatakan mahasiswa akan diberikan beasiswa selama 1 semester . Selama mahasiswa di sana tidak boleh bekerja, harus kuliah penuh.

    Dari KLI UNS akan membantu memfasilitasi dan membimbing mahasiswa agar peluang masuknya semakin  besar, misalnya dalam membuat esai dan pembimbingan lainnya.

    Marieti Debyora Gardiana, S.Si., Subkoordinator Subbagian Tata Usaha UPT KLI menjelaskan secara teknis Program IISMA. Untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti IISMA, UPT KLI telah lebih awal mensosialisasikan IISMA. KLI membekali mahasiswa dalam hal penyusunan esai, pelatihan Bahasa Inggris, pendampingan wawancara, mendapatkan pengalaman dari para alumnus IISMA dan sebagainya.

    Chaya Edita, alumni IISMA saat berbagi success story

    Mahasiswa juga akan mengikuti screening internal di UNS dengan tujuan untuk memastikan bahwa yang mendaftar ditingkat pusat sudah memenuhi ketentuan.

    Di kegiatan itu, juga dihadirkan 4 Mahasiswa alumni IISMA, Dian Cita, Nabila, Chaya Edita, dan Hanifah dengan success story-nya mengikuti IISMA.

  • Dalam Rangka Peningkatan Pembelajaran Prodi Manajemen, FEB UMS Studi Banding ke FEB UNS

    Dalam Rangka Peningkatan Pembelajaran Prodi Manajemen, FEB UMS Studi Banding ke FEB UNS

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima Kunjungan Tim Prodi Manajemen  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis 9 Februari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Rombongan disambut baik oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Akademik FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.SI, Kepala Prodi S1 Manajemen,  Dr. Atmaji, MM dan beberapa Dosen Tim Task Force Reakreditasi Prodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., Sarwoto, S.E., M.Sc., dan Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.

    Prof. Izza Mafruhah mengucapkan selamat datang kepada Tim Prodi Manajemen FEB UMS  dan berterima kasih atas kunjungannya ke FEB UNS .

    Lebih lanjut disampaikan tiga Prodi S1 di FEB, Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Selain itu juga telah terakreditasi internasional Agency for Quality Assurance (AQAS) dan Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA) dengan status conditional. Atas status tersebut, ketiga Prodi S1 telah menyusulkan perbaikan-perbaikan atas beberapa aspek kepada AQAS dan melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan.

    Semoga AQAS dapat segera memproses seluruh tahap perbaikan tersebut, sehingga segera terbit sertifikat akreditasi untuk status yang unconditional.

    Sementara itu, Imronudin, S.E., M.Si, Ph.D., Wakil Dekan III FEB UMS menyampaikan bahwa kunjungannya ke FEB UNS dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran Prodi Manajemen FEB UMS, baik kelas reguler dan juga kelas internasional.

    “Kami dari Tim dari Prodi Manajemen bermaksud untuk mengkaji banding ke Prodi Manajemen FEB UNS terkait kelas reguler dan internasional,  akreditasi internasional dan juga pengelolaan kelas internasional. Karena kami melihat UNS sudah selangkah di depan kami”  terangnya.

    Di awal sambutan,  Dr. Atmaji menyampaikan bahwa dalam bekerja sebagai Kaprodi S1 Manajemen sangat terbantu dengan adanya Tim Task Force, baik untuk persiapan reakreditasi, proses pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) maupun kelas internasional.

    Dr. Atmaji juga menjelaskan garis besar penyusunan kurikulum di Prodi S1 Manajemen dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Penyusunan kurikulum, terakhir pada tahun 2020 meskipun demikian dalam perjalanannya masih ada penyesuaian-penyesuaian.

    “Terkait kurikulum, Prodi S1 Manajemen sudah menggunakan kurikulum MBKM. Dalam kurikulum ini, mengakomodasi mahasiswa yang tidak mengambil MBKM dan juga yang mengambil MBKM. Dan Alhamdulillah pada semester  kemarin, ada 70 mahasiswa Prodi S1 Manajemen yang mengikuti kegiatan MBKM, paling banyak se UNS. ” ungkapnya.

    Dalam hal merekognisi atau menyetarakan 20 SKS bagi mahasiswa yang mengikuti MKBM, Prodi S1 Manajemen tidak mengalami kesulitan. Prodi juga sudah memiliki sistem yang bisa memantau secara harian aktifitas mahasiswa yang melakukan MBKM.

    Dikatakan, kurikulum yang telah disusun, selain untuk kelas reguler juga dipakai untuk kelas internasional, hanya saja pada kelas internasional proses pembelajarannya menggunakan bahasa Inggris. Dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kuota per kelas reguler diperkecil dari semula 40 mahasiswa menjadi 30 mahasiswa.

    Disamping itu, dalam kurikulum mengakomodasi mahasiswa untuk minat studi, keuangan, SDM, pemasaran, dan operasi.

    Saat mengambil MBKM, sebelumnya mahasiswa harus mengumpukan proposal dan dinilai tim untuk kelayakan rekognisinya. Rekognisi atau penyetaraan 20 SKS itu diambil dari minat MBKM yang dilakukan mahasiswa. Bagi mahasiswa yang telah selesai MBKM diarahkan untuk menulis tugas akhir dan tugas akhir itu kembali ke minat.

    “Misalnya mahasiswa mengambil MBKM magang bidang keuangan, maka kami rekognisi 20 SKS dengan mata kuliah-matakuliah bidang keuangan, demikian juga untuk minat-minat lain yang diambil oleh mahasiswa” terangnya.

    Lebih lanjut, dalam diskusi, Dr. Sinto dan Sarwoto, M.Sc menambahkan penjelasan terkait kelas internasional dan juga MBKM yang telah dilaksanakan Prodi S1 Manajemen.

  • Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Prodi S1 Manajemen Gelar Workshop Kemitraan MBKM

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Hotel Syariah Solo pada Sabtu 7 Januari 2023.

    Kegiatan diikuti oleh seluruh mitra MBKM Prodi S1 Manajemen, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta, UMKM, Dosen dan juga mahasiswa.

    Dalam sambutannya, Dr. Atmaji, MM, Kepala Program Studi (Prodi) S1 Manajemen FEB UNS menyampaikan bahwa Prodi S1 Manajemen menyambut program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan menyusun berbagai program. Prodi telah mendesain program-program untuk menfasilitasi mahasiswa yang berminat melakukan MBKM.

    “Alhamdulilah, ketika MBKM dilaunching, Prodi S1 Manajemen berlari cepat, sehingga pada saat Pak Menteri melakukan launching MBKM, Prodi S1 Manajemen langsung melakukan kegiatan walaupun baru 1 bidang yaitu pertukaran pelajar dalam negeri dan luar negeri, kemudian di semester berikutnya, dari 8 bidang MBKM ada mahasiswa yang mengambil dari masing-masing bidang itu” ungkapnya.

    Delapan bidang MBKM yang bisa diambil oleh mahasiswa  meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan kewirausahaan, studi/proyek independen, membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik (KKNT). Bagi mahasiswa yang mengambil diakui kredit senilai 20 SKS yang dilakukan dalam waktu satu semester.

    Dikatakan, dengan MBKM itu, mahasiswa tidak sekedar mendapatkan teori yang di peroleh kelas tapi juga benar-benar berpraktek, berinteraksi dengan  masyarakat sesuai bidang yang di ambil. Mahasiswa akan mendapat pengalaman bagaimana bermasyarakat, bagaimana bersosialisasi khususnya di bidang bisnis.

    Perguruan tinggi tidak mungkin berjalan sendiri, perlu mitra kerja. Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah  memfasilitasi kegiatan MBKM, kepada Kadin Surakarta yang telah menfasilitasi magang industri termasuk pelibatan mahasiswa dalam Solo Great Sale tahun 2022 kemarin.

    Terima kasih juga disampaikan kepada 16 UMKM yang telah berpartisipasi dalam membimbing mahasiswa yang mengambil MBKM, khususnya dalam konsultasi bisnis selama 2 bulan terakhir.

    Kegiatan workshop kali ini sekaligus menjadi penanda penarikan mahasiswa MBKM konsultasi bisnis dan dari 47 mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang industri di Kadin Surakarta.

    Selanjutnya, Ketua Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) PSM Prodi S1 Manajemen, Dr. Joko Suyono, M.Si memaparkan secara singkat pelaksanaan MBKM PSM.

    Dikatakan, MBKM diperkuat oleh kementerian dengan menawarkan program-program kompetisi kampus merdeka.

    “Prodi Manajemen sudah masuk tahun ke 2. Di tahun pertama, ada pengembangan laboratorium, Project Base Learning dan di tahun kedua pengembangan laboratorium virtual terkait data sains” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, inti dari tujuan MBKM adalah meningkatkan kompetensi lulusan, kompetensi dosen dan juga desain kurikulumnya. Ada 5 aktifitas yang diusulkan Prodi S1 Manajemen yakni pengembangan platform yang mendukung pembelajaran mahasiswa, pengembangkan inovasi keuangan digital, peningkatan kompetensi lulusan, peningkatan minat kewirausahan mahasiswa, dan peningkatan reputasi program studi.

    Di kegiatan workshop tersebut juga disampaikan kesan dan pesan singkat dari perwakilan mitra tentang pelaksanaan MBKM dilanjutkan dengan pengumuman perhargaan tim terbaik dalam SGS 2022 dan penyerahan perjanjian kerjasama MBKM.

  • Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS Bahas Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema Dinamika Karier Pemimpin Perempuan dalam Perspektif Kesetaraan Gender di seri webinar yang digelar Selasa, 20 Desember 2022.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Wulan Permatasari, S.E., M.M itu  menghadirkan narasumber Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI dan Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS.

    Ketua Grup Riset, Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si mengatakan webinar yang diselenggarakan oleh Grup Riset Kearifan Lokal dilakukan secara periodik setiap bulan. Kegiatan ini sebagai wahana untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian, pengabdian terkait kearifan lokal terutama penelitian kualitatif, termasuk kajian dengan konteks lokal, salah satunya adalah tentang tema perempuan yang dibahas dalam webinar ini. Isu-isu kesetaraan gender menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan.

    Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Ketua Grup Riset Kearifan Lokal

    Menurutnya, perempuan memegang peran sangat penting dalam kehidupan di nusantara termasuk Jawa. Jika melihat sejarah perempuan di Indonesia, khususnya di Jawa, kedudukan perempuan sangat terhormat. Perempuan mulai dipinggirkan sejak berakhirnya perang Jawa, ada peran dari kolonial Belanda.

    Mengawali paparan materi, Dr. Sinto menyampaikan bahwa kepemimpinan perempuan semakin berkembang dari waktu ke waktu meskipun harus diakui bahwa kepemimpinan perempuan ini kalau dibandingkan dengan laki-laki memang masih kalah dari sisi jumlahnya.

    Peserta Webinar

    “Berdasarkan Gender Inequality Index (GII) atau indeks ketimpangan gender di Indonesia di tahun 2020 sebesar 0,48 lebih besar dari GII dunia 0,436, artinya disparitas perempuan dan laki-laki masih relatif cukup tinggi, tetapi kita masih kalah dengan negara yang lain. Dan untuk keterwakilan perempuan di parlemen, jika dibandingkan dengan negara lain, dari data tahun 2020 Indonesia memiliki skor 17,4 itu masih lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka 24,6” paparnya.

    Diharapkan dengan kebijakan pemerintah, kuota 30% perempuan di parlemen  itu akan semakin mendorong meningkatnya keterwakilan perempuan di parlemen sehingga akan bisa meningkatkan skor Indonesia.

    Dr. Sinto Sunaryo, SE, MSi, Peneliti Senior Grup Riset Kearifan Lokal

    Lebih lanjut dikatakan, pada posisi kepemimpinan selama ini memang terjadi perbandingan, meskipun di ranah penelitian, perbandingan kepemimpinan laki-laki dan perempuan itu masih menunjukkan perdebatan.

    “Ada beberapa penelitian yang memang membuktikan bahwa gender itu berpengaruh signifikan pada kepemimpinan, apakah itu dilihat dari efektivitas kepemimpinan maupun dampaknya pada organisasi. Tetapi ada juga penelitian lain yang membuktikan bahwa gender tidak berpengaruh signifikan pada efektivitas kepemimpinan dan organisasi. Di ranah akademis, risetnya masih memunculkan kesenjangan, ada riset gap atau inkonsistensi hasil. Kesenjangan ini bisa menjadi hal yang menarik dan perlu dikaji lebih dalam lagi’” jelasnya.

    Menurut Dr. Sinto, hambatan pemimpin perempuan dibedakan menjadi tiga yaitu hambatan sosial, hambatan struktural dan hambatan internal. Hambatan sosial meliputi budaya patriarkhi, gender steorotype dan ekspektasi peran gender. Sedangkan untuk hambatan struktural meliputi  glass ceiling, kebijakan organisasi, networking, mentoring. Ada kondisi yang tersistem. Yang harus diatasi bukan dari sisi perempuan, tapi juga dari organisasinya, harus ada kebijakan untuk menjamin adanya kesetaraan gender.

    Sedangkan hambatan internal yaitu hambatan yang muncul dari perempuan meliputi self-imposed barriers, tidak percaya diri, ketidaksediaan diri dan kurangnya pengembangan diri.

    Dr. Sinto juga menjelaskan strategi untuk mengatasi ketiga hambatan tersebut yakni dengan merubah mindset ekspektasi peran gender, kebijakan pengarus-utamaan gender, dukungan mentoring dan networking serta peningkatan kualitas diri perempuan.

    Brigjen (Pol) Dr. Rinny Shirley Theresia Wowor, SH, SIK, MPsi, Petinggi Badan Intelijen Negara RI

    Sementara itu, Brigjen (Pol) Rinny menyampaikan pada era pemerintahan Presiden  Joko Widodo saat ini, ada enam orang perempuan yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Hal ini dimaknai bahwa ada komitmen dari pemerintah untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan, baik dari sisi akses, partisipasi dan manfaat bagi pembangunan di Indonesia.

    Dikatakan, komitmen dalam hal kesetaraan gender ini sebenarnya bukan dari kaum perempuan saja tapi dukungan kaum laki-laki menjadi sangat penting. Karena pemberian kesempatan bagi perempuan juga akan menjamin peningkatan daya saing yang sehat, akan meningkatkan kualitas sehingga perempuan dapat disetarakan dengan kaum laki-laki. (Tetri)

  • Publishing Workshop PKKM 2022, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Prof. Clotilde Coron

    Publishing Workshop PKKM 2022, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Prof. Clotilde Coron

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta masih gencar adakan Seri Visiting Profesor dalam Rangkaian Kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

    Di bulan Desember ini, Prodi S1 Manajemen telah sukses menyelenggarakan beberapa seri kuliah tamu dan workshop. Program tersebut berlanjut dengan diadakannya Workshop Publikasi bertajuk “How to Publish an Article in Reputable Journal: HRM and Big Data,” yang dilaksanakan secara daring pada hari Senin 12 Desember 2022.

    Dalam Workshop kali ini, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Associate Professor Clotilde Coron, Ph.D., dari IAE Paris Sorbonne Businees School, France. Prof. Coron juga telah hadir sebagai dosen tamu pada beberapa kesempatan sebelumnya. Pada materi kali ini, Prof. Coron menyampaikan tahapan proses publikasi artikel di bidang SDM.

    Mengawali paparan materi, Prof. Coron mengingatkan peserta bahwa sebelum dapat menulis sebuah artikel penelitian, seorang peneliti perlu banyak membaca artikel yang telah terpublikasi sebagai bagian dari critical literatur review (studi literatur kritis).

    “Sebelum menulis, anda perlu membaca terlebih dahulu, karena terdapat gaya penulisan yang berbeda dan beranekaragam, dan juga ada gaya penulisan khusus untuk setiap bidang ataupun metodologi penelitian tertentu,” jelas Prof. Coron.

    Pada paparan materi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Prof. Coron juga menjelaskan enam langkah dalam mempersiapkan artikel penelitian, antara lain perencanaan penulisan, mencari outlet jurnal yang tepat, memahami struktur artikel sesuai jurnal tujuan, karakteristik penulisan artikel yang baik, fokus pada latar belakang penelitian, serta fokus pada abstrak artikel.

    “Sebelum menyelesaikan draf akhir artikel, sebaiknya anda mencari jurnal target yang sesuai dengan topik penelitian. Karena setiap jurnal memiliki persyaratan khusus utnuk format dan struktur artikel yang akan mereka terbitkan, sehingga saat menulis versi final anda perlu mengikuti persyaratan dan kriteria dari penerbit. Terakhir, artikel yang baik adalah artikel yang sangat jelas dan mudah dipahami,” ungkap Prof. Coron.

    Agenda workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga review artikel yang ditulis oleh dosen Prodi S1 Manajemen. (Tetri & Aulia)