FEB

Kategori: s2_mesp

  • Prodi MESP Adakan Workshop Ekonometrika Spasial

    Prodi MESP Adakan Workshop Ekonometrika Spasial

    Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Univeristas Sebelas Maret (UNS), dalam satu pekan ini kembali menggelar Wokshop.

    Workshop Stata Ekonometrika Spasial diadakan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dengan narasumber Dr. Dyah Maya Nihayah, SE, M.Si. Ketua Penjamin Mutu Universitas Negeri Semarang, Sabtu 24 Juni 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Bachtiar Effendi dan Zoom Meeting.

    Dihadapan sejumlah mahasiswa MESP, Dr. Dyah menjelaskan secara detil terkait Ekonometrika Spasial.

    Ekonometrika spasial adalah perpaduan antara ekonometrika dan spasial (keruangan) yang berarti bahwa model ekonometrika (regresi) yang memasukkan unsur limpahan spasial berupa spatial autocorrelation dan spatial heterogenity.

    Ekonometrika spasial hanya bisa digunakan untuk data cross section dan data panel berupa data geografi antar negara, kabupaten/kota, desa/kelurahan dan rumah biasanya berupa data PODES, SUSENAS dll, dan non geografi seperti supply chain, teknologi, universitas dan pertemanan.

    Menurut anselin 2001 ekonometrika spasial adalah kerangka teoritis yang memodelkan interaksi strategis, norma sosial, lingkungan dan efek kelompok setara lainnya.

    Tahapan analisis ekonometrika spasial yang pertama menentukan matriks pembobot yang digunakan sebagai penangkap spill-over effect yang dibagi menjadi contiguity matrix dan inverse-distance matrix.

    Kemudian dilakukan uji dependensi spasial (untuk menentukan apakah akan dilakukan dengan regresi spasial atau non spasial) dan uji asumsi model yang terpilih apakah SLM, SLXM dan SEM.

    SLM (Spatial Lag Model) adalah model dimana variabel dipenden tergantung pada variabel dependen yang diamati di unit tetangga dan pada serangkaian karakteristik lokal yang diamati,

    SLXM (Spatial Lag X Model) adalah model dimana variabel dependen di suatu lokasi berhubungan dengan variabel independen di unit tetangga atau lokal lainnya.

    SEM (Spatial Error Model) adalah model spasial dimana variabel dependen tergantung pada serangkaian karakteristik lokal yang diamati dan error terms berkorelasi melintasi ruang.

  • MESP Adakan Workshop, Angkat Tema Ekonomi Eksperimen

    MESP Adakan Workshop, Angkat Tema Ekonomi Eksperimen

    Ekonomi eksperimental adalah cara alternatif untuk mengumpulkan data dalam penelitian ekonomi, khususnya data perilaku agen ekonomi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kumpulan data tentang masalah yang sulit atau tidak mungkin ditemukan dengan cara yang biasa.

    Roth (1985) mengidentifikasi tiga jenis eksperimen, yang pertama eksperimen yang dirancang untuk membahas teori ekonomi. Kedua untuk menyelidiki anomali yang teridentifikasi sebelumnya dan yang ketiga dirancang untuk menginformasikan kebijakan.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. AGR. Deden Dinar Iskandar, SE, MA, Dosen FEB UNDIP pada Workshop Ekonomi Eksperimen yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 21 Juni 2023 di Ruang Telekonferen Gedung Bachtiar Effendi dan Zoom Meeting.

    Dikatakan,  Ekonomi eksperimental menggunakan eksperimen terkendali dengan orang-orang sebagai subyek untuk menjawab pertanyaan penelitian atau kebijakan.

    “Dalam eksperimen, kita mengendalikan percobaan terkendali dengan orang-orang sebagai subyek, hampir mirip dengan survei, dengan lingkungan yang terkendali. Ada data-data yang kita perlukan tapi yang kita tidak bisa dapat dari cara yang konvesional, misalnya tentang korupsi, tentang kepatusan membayar pajak dan seterusnya atau terkait respon terhadap sebuah kebijakan yang kebijakaan tersebut belum diterapkan”jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, teori ekonomi dirancang untuk bisa diterapkan secara umum pada kumpulan subyek yang berbeda-beda.

    Eksperimen ekonomi pada awalnya bahkan tidak mempertimbangkan data demografis para peserta dan sangat sedikit analisis yang dilakukan untuk memeriksa bagaimana individu yang berbeda bertindak secara berbeda.

    “Dalam eksperimen harus ada insentif, sesuatu yang positif yang menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu. Orang harus diberi insentif, jika kita ingin membuat orang-orang patuh. Semua eksperimen ekonomi melibatkan imbalan yang sepadan kepada peserta. Praktik ini dianggap penting untuk menjaga validitas dari eksperimen” ungkapnya.

    Ada 4 tipe eksperimen, conventional lab experiment, eksperimen yang menggunakan kumpulan mahasiswa sebagai subyek, menggunakan framing dan dilakukan dalam seting laboratorium dengan penerapan seperangkat aturan; Artefactual field experiment, sama dengan percobaan laboratorium konvensional tetapi dengan kumpulan subyek yang tidak standar (bukan mahasiswa); Framed field experiment, sama dengan artefactual field experiment tetapi dengan menggunakan konteks yang nyata baik dalam tugas, aturan, atau kumpulan informasi yang digunakan subyek; Natural field experiment, sama dengan framed field experiment tetapi di lingkungan tempat subyek secara alamiah melakukan aktifitasnya dan subyek tidak tahu bahwa mereka sedang dalam eksperimen.

    Tipe 4 banyak digunakan, contoh sebuah penelitian yang ingin melihat bagaimana melihat perilaku masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah dalam hal subsidi pendapatan dari pemerintah.

    Kita amati yang mendapat subsidi setelah beberapa minggu atau bulan, kita amati perilaku sebelum dan sesudah mendapatkan subsidi. Orang-orang tersebut tidak merasa sedang dalam percobaan atau eksperimen.

  • Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Pengelola Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM Berkunjung ke FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Pengelola Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa 20 Juni 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Koordinator Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM, Prof. Catur Sugiyanto, M.S., Ph,D di sambut oleh Dekanat, Kepala Program Studi  (Kaprodi) Magister dan Doktor serta Kepala UPM dan P4M FEB.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D, Ak, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kepala Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM beserta staf  yang berkenan berkunjung ke FEB UNS.

    Dekan juga mengenalkan pimpinan FEB UNS yang hadir menyambut kedatangan Tim dari UGM dan menyampaikan sekilas profil Magister dan Doktor FEB UNS .

    FEB memiliki tiga Program Magister yakni Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta memiliki satu Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Dekan juga menjelaskan secara garis besar tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa program magister dan doktor sampai pada kelulusan.

    “Sebagai syarat wisuda, ada Peraturan Rektor UNS yang mewajibkan mahasiswa  S2 untuk publikasi di jurnal internasional dan nasional Sinta 2 sedangkan S3 wajib untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi” paparnya.

    Sementara itu, Prof. Catur sebagai pemimpin dalam kunjungan tersebut menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi ke FEB UNS.

    “Tujuan kami pada intinya adalah kami ingin belajar pada yang lebih muda, biasanya yang muda sangat dinamis. Supaya kami tidak ditinggal kami harus sering jalan-jalan. Tadi pagi bertemu rekan-rekan di UI untuk diskusikan tentang Program S1, S2, S3 dan saat ini dengan Magister dan Doktor di UNS” ungkapnya.

    Dikatakan, Pengelola Program Magister Sains dan Doktor UGM ingin mengetahui lebih banyak terkait publikasi yang telah sangat intensif dilakukan oleh FEB UNS.

    Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam berjalan dengan lancar, semoga memberikan manfaat bagi FEB UGM dan juga UNS.

  • Kolaborasi UNS dan UPR Gelar Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit

    Kolaborasi UNS dan UPR Gelar Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit

    Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama dengan Universitas Palangka Raya(UPR), Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), dan Program Magister Akuntansi FEB UPR mengadakan Seminar Ekonomi dengan tema “Ekonomi Sirkular dalam Sustainable Development Goals dan Implikasinya pada Sawit”.

    Kegiatan yang merupakan wujud implementasi kerjasama penelitian menghadirkan Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., Ketua Program Studi MESP FEB UNS sebagai narasumber. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas di Universitas Palangka Raya, terutama dari FEB UPR.

    Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 30 Mei 2023, pukul 08.30 s.d 11.00 WIB bertempat di Auditorium, Lantai 6 Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya, didahului dengan sambutan selamat datang dari Direktur PPIIG UPR,  Ir. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU serta sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS,  Dr. Dwi Prasetyani, SE., M.Si. dengan dipandu moderator oleh Ibu Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA.

  • Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Prodi MESP Adakan Workshop on Econometrics and Academic Writing

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Econometrics and Academic Writing, Kamis, 9 Maret 2023 secara daring.

    Workshop yang diikuti oleh Mahasiswa dari program S1, S2, maupun S3 FEB UNS tersebut menghadirkan Prof. Dr. Tamat Sarmidi dan Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

    Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS

    Membuka jalannya workshop, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E, M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof. Tamat dan Prof Norlida atas kesediaannya untuk hadir secara daring dan berbagi ilmu dengan mahasiswa FEB UNS.

    “Terima kasih kepada Dr. Evi Gravitiani dan juga seluruh mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan berkenan hadir dalam workshop hari ini. Workshop diselenggarakan juga dalam rangka Dies Natalis UNS ke 47, kita membutuhkan pelatihan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif untuk kemudian digunakan oleh mahasiswa dalam penyusunan tesis,” jelas Prof. Izza dalam sambutannya.

    Prof. Dr. Tamat Sarmidi

    Lebih lanjut Prof. Izza juga mengungkapkan bahwa sebelumnya MESP telah melaksanakan beberapa pelatihan statistik lain seperti workshop data mining menggunakan Orange yang diselenggarakan pada bulan Februari 2023. Sementara pada workshop kali ini, kedua pembicara akan membahas mengenai online survey dan limited dependent variable.

    Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh

    “Semoga acara hari ini kita dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Kepada mahasiswa apabila ada pertanyaan yang hendak ditanyakan dapat langsung ditanyakan. Terima kasih kepada para Profesor yang telah bersedia membagikan ilmu kepada peserta yang hadir. Selamat mengikuti workshop semoga bermanfaat.” ungkapnya.

    Pembicara pertama, Assoc. Prof. Norlida, menjelaskan mengenai peran teori dalam akademik writing. Academic writing harus mengikuti tata bahasa khusus. Teori yang digunakan perlu dicantumkan baik dalam skripsi maupun artikel ilmiah yang akan dipublikasikan.

    “Salah satu aspek dalam academic writing adalah kerangka teori (theoretical framework), bagian ini menjelaskan atau mendeskripsikan teori yang mendasari munculnya sebuah masalah, yang kemudian menjadi fokus penelitian. Bagaimana menentukan teori dalam riset? Penulis perlu membaca banyak literatur riset. Terutama untuk tingkat S3 perlu menemukan adanya research gap, yang akan menjadi manfaat penelitian,” jelas Prof. Norlida.

    Pada sesi kedua, Prof. Tamat Sarmidi menyampaikan materi tentang analisis statistik untuk variabel terikat yang terbatas (binary dependent variable). Dalam pembahasannya, Prof. Sarmidi menyampaikan empat uji statistik yang dapat digunakan dalam uji statistik dimana variabel terikat yang digunakan merupakan variabel binari (dummy). Keempat uji tersebut antara lain adalah probit, logit, multinomial logit, dan ordered probit model.

    Di akhir pemaparan materi Prof. Tamat juga mendemonstrasikan tata cara penggunaan keempat uji statistik menggunakan STATA.

     

  • Prodi MESP Undang Dosen. Alumni dan Pengguna serta Mahasiswa di Rekonstruksi Kurikulum MESP

    Prodi MESP Undang Dosen. Alumni dan Pengguna serta Mahasiswa di Rekonstruksi Kurikulum MESP

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Rekonstruksi Kurikulum MESP secara hybrid di Ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan Zoom Meeting, Kamis 1/12/2022.

    Ketua Program Studi (Kaprodi) MESP FEB UNS, Dr. Evi Gravitiani, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada undangan yang telah berkenan hadir, para dosen, alumni dan pengguna lulusan serta mahasiswa untuk memberikan review atau rekonstruksi kurikulum Prodi MESP.

    Di awal paparan materinya, Dr. Evi Gravitiani menyampaikan rasa syukurnya karena MESP sudah terkareditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sampai dengan tahun 2025.

    “Alhamdulillah MESP sudah terakreditasi A oleh BAN PT akan tetapi kita harus bersiap untuk akreditasi di LAMEMBA. Kita harus berjuang keras untuk dapat unggul, paling tidak harus mendapatkan akreditasi internasional sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai unggul, dan persyaratan lain yang membuktikan MESP sekelas atau setara dengan international program” tegasnya.

    Lebih lanjut disampaikan, sebelum pandemi Covid 19, setiap tahun MESP melakukan kuliah di salah satu universitas di Malaysia dan mahasiswa diampu oleh dosen universitas tersebut.

    “Untuk tahun depan dan jika kondisi sudah membaik kami akan mengajak para mahasiswa untuk merasakan kuliah di Malaysia atau Singapura agar kegiatan Student  Inbound dan Outbound-nya berjalan dengan baik” ungkapnya.

    Dr. Evi juga memaparkan juga  proses rekrutmen calon mahasiswa baru MESP. Semua calon mahasiswa mendaftar melalui website dengan persyaratan yang ditentukan oleh universitas. Selanjutnya calon mahasiswa akan melalui proses ujian masuk TPA dan Bahasa Inggris.

    Semua mahasiswa baru yang dinyatakan diterima di MESP akan melalui tahapan program matrikulasi atau lebih dikatakan sebagai refreshing. Kegiatan Matrikulasi tidak memandang mahasiswa yang S1-nya dari latar belakang bidang ekonomi atau bukan, semua berada pada tataran yang sama. Selama 3 hari, mahasiswa akan diberikan  materi dasar matakuliah di MESP, Matematika Ekonomi, Ekonomi Mikro dan Ekonomi makro. Matrikulasi diampu oleh alumni-alumni berprestasi dari MESP. Harapannya dengan adanya matrikualsi, mahasiswa siap menerima  materi yang akan disampaikan.

    Lebih lanjut, Kaprodi MESP menyampaikan kurikulum MESP untuk dapat direview oleh peserta yang hadir baik secara luring maupun daring.

    Usai paparan Kaprodi MESP peserta terbagi dalam 3 kelompok, dosen, alumni dan pengguna lulusan serta mahasiswa untuk membahas secara khusus selama kurang lebih satu jam.

    Kelompok dosen dipandu oleh Dr. Mulyanto, ME, Kelompok alumni dan pengguna lulusan dipandu oleh Sarjiyanto, SE,  MBA, Ph.D. dan untuk mahasiswa dipandu Selfia Bintariningtyas, SE, M.Si.

    Setelah breakout room. peserta berkumpul di ruang utama kembali dan koordinator atau pemandu masing-masing kelompok menyampaikan masukan yang sudah diperoleh disaat breakout room.

    Di akhir acara, Kaprodi dan Tim merangkum apa yang menjadi masukan dan itulah yang akan dimasukkan dalam draf kurikulum. (Tetri)

  • Bahas Penulisan Tesis dan Publikasi Jurnal Ilmiah, Prodi MESP Hadirkan 2 Narasumber

    Bahas Penulisan Tesis dan Publikasi Jurnal Ilmiah, Prodi MESP Hadirkan 2 Narasumber

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penulisan Tesis dan Publikasi Jurnal Ilmiah,  Senin, 14 November 2022 di Gedung Bachtiar Effendi Lantai 3 FEB UNS.

    Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut dibuka oleh Kepala Prodi MESP, Dr. Evi Gravitiani, SE., M.Si. Dua pembicara dihadirkan yakni Prof. Dr. Djoni Hartono, S.Si., M.E., Kepala Faculty Academy UI dengan materi Strategi Menulis Publikasi Ilmiah dan Tri Mulyaningsih, SE, M.Si,.Ph.D, Dosen FEB UNS dengan materi Tips Menulis Tesis dengan Baik dan Benar.

    Sebelum masuk ke materi, melalui aplikasi mentimeter, Tri Mulyaningsih, Ph.D mengajak peserta menyampaikan pendapat atau pengalamannya terhadap makanan kesukaan. Peserta secara langsung menyampaikan pendapatnya melalui handphone masing-masing. Selanjutnya, beberapa pertanyaan terkait disampaikan lebih spesifik lagi.

    Contoh sederhana ini untuk menggambarkan bahwa sebenarnya sebuah topik besar bisa dengan mudah untuk dikerucutkan atau dibuat lebih spesifik. Demikian juga dalam sebuah penelitian, seorang peneliti harus bisa membuat topik penelitian yang lebih spesifik.

    Peserta yang hadir di Aula Konimex

    Menggali pendapat dengan mentimeter ini mulai biasa digunakan oleh Tri Mulyaningsih, Ph.D di setiap akan memulai presentasi agar suasana lebih menyenangkan, komunikatif  dan interaktif.

    Menurutnya, aplikasi ini sebagai solusi untuk membuat survey sederhana secara online sehingga presentasi yang disampaikan lebih interaktif karena bisa langssung menggali pendapat peserta secara langsung.

    Masuk ke materi, Dosen Prodi Ekonomi dan Pembangunan FEB UNS tersebut menyampaikan bahwa tahap awal dalam sebuah penelitian adalah dengan menemukan masalah penelitian.

    “Permasalahan di bidang ilmu ekonomi banyak sekali ditemukan di sekeliling kita, misalnya tentang Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Setelah menemukan masalah, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi masalah tersebut lebih khusus lagi. Lalu berikan alasan mengapa Anda melakukan penelitian itu. Dan tunjukkan research gap-nya” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, Research gap itu dapat berupa kebaruan penelitian; Masalah yang akan diteliti belum pernah diteliti sebelumnya oleh peneliti lain; Masalah penelitian sudah pernah diteliti namun ada aspek penting yang terlewat; Kebijakan baru dan memerlukan studi bagaimana pengaruhnya pada masyarakat; Metode Penelitian yang digunakan lebih baik dibandingkan metode sebelumnya atau bisa juga dengan menguji teori pada satu setting penelitian yang berbeda dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Seorang peneliti memiliki peluang yang lebih besar untuk melakukan penelitian dari permasalahan yang masih sangat baru, misalnya tentang Cryptocurrency. Masalah ini masih sangat menarik untuk dieksplorasi, karena barang baru berarti belum banyak yang melakukan penelitian.

    Peserta yang mengikuti secara daring

    Dia juga menyemangati dan memotivasi peserta yang sebagian besar mahasiswa bahwa menyusun penelitian itu sebenarnya mudah dan berpesan untuk rajin berkonsultasi dengan pembimbing.

    “Penelitian ekonomi itu sebenarnya mudah, jika akan melihat ke belakang maka yang diteliti adalah pengaruhnya  ataukah melihat ke depan, berarti yang diteliti dampaknya. Saya harap kalian lebih rajin untuk berkonsultasi dengan pembimbing masing-masing, insyaAllah penelitiannya  akan lebih lancar dan cepat selesai” katanya memotivasi.

    Sementara itu, Prof. Djoni  menekankan kepada peserta untuk lebih fokus dan sabar dalam melakukan penelitian hingga terpublikasikan.

    “Penelitian hingga publikasi memerlukan proses yang panjang.  Dimulai dari melakukan penelitian atau riset, lalu menyusun dalam bentuk tulisan, memilih jurnal dan submit artikel, serta publikasi artikel. Untuk sampai pada publikasi artikel, seorang peneliti itu perlu fokus dan juga punya daya tahan, pantang menyerah, perlu kesabaran” tegasnya.

    Prof. Djoni juga menjelaskan bahwa paper yang diinginkan editor adalah paper yang kualitasnya baik, dari tampilan maupun substansinya. Tampilan paper meliputi penulisan persamaan, gambar,  tabel, cara menyajikan tulisan. Sedangkan substansinya meliputi pentingnya penelitian dilakukan, kontribusi, konsistensi antara  tujuan,  metode dan hasil serta kesimpulan/ implikasi kebijakan. (Tetri)

  • Mahasiswa Baru Program Pascasarjana FEB UNS Ikuti PKKMB

    Mahasiswa Baru Program Pascasarjana FEB UNS Ikuti PKKMB

    Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2022 mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis, 15 September 2022, di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan yang dihadiri oleh Dekanat, Kepala Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Akuntansi (MAKSI), Magister Manajemen (MM), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) serta Sub Koordinator Akademik dilaksanakan usai penerimaan mahasiswa baru di universitas.

    Mewakili sambutan Dekan, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru pascasarjana FEB UNS.

    “Selamat datang kepada para mahasiswa baru, kalian sangat beruntung, mahasiswa yang jempolan, mahasiswa yang terpilih dari sekian banyak yang mendaftar karena tidak setiap mahasiswa memiliki kesempatan bergabung menjadi mahasiswa FEB” ucapnya.

    Prof. Izza menyampaikan, masa pandemi  membawa dampak yang luar biasa terhadap tingkat kemandirian dan tingkat kecepatan mahasiswa S1 dalam melaksanakan tugas dan sebagainya. Industri 4.0 benar-benar sudah mulai masuk ke dalam perkuliahan. Mahasiswa S2 dan S3 diharapkan jauh lebih dari itu, karena mahasiswa pascasarjana sudah memiliki pengalaman yang lebih banyak, teori-teori dari S1 yang sudah matang.

    Selanjutnya dikatakan, FEB memiliki SDM yang bagus yang terdiri dari 17 profesor dan hampir  50% dosen di FEB bergelar doktor. Seluruh prodi di FEB UNS telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Prodi MM telah terakreditasi internasional ABEST21. PDIE,  MAKSI dan  MESP sudah proses akreditasi internasional ABEST21. FEB telah menjadi member AACSB dan juga masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia

    Dalam mendukung proses pembelajaran pascasarjana, FEB memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, work station dan sebagainya.

    Harapan kami, mahasiswa dapat memanfaatkan semua fasilitas yang telah kami miliki. Mahasiswa berangkat bersama-sama, keluar pun bersama, jangan sampai ada yang tertinggal, artinya lulus tepat waktu sesuai yang telah dicanangkan pada saat ini. Dari level prodi akan selalu melakukan monitoring kepada mahasiswa dan di level fakultas akan melakukan monitoring prodi. 

    “Kami berharap masuknya gampang keluarnya juga gampang artinya dalam proses pembelajaran, mahasiswa bisa cepat menyelesaikan tugas-tugas, tepat waktu  lulusnya dan dengan indeks prestasi yang terpuji atau cumload. Kami selaku dosen merasa sangat senang apabila para mahasiswa melebihi dari apa yang kami miliki”  ungkapnya memotivasi.

    Mahasiswa harus selalu semangat belajar dan memperkuat jati diri di kawah candradimuka FEB, tempat menggembleng agar semua menjadi sukses, dan diharapkan menjalani prosesnya dengan bahagia.

    Usai paparan dari Wakil Dekan dan Sub Koordinator Akademik, mahasiswa dari masing-masing prodi menuju ruang-ruang kelas untuk menerima penjelasan kurikulum dari Kaprodi. (Tetri)

  • Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mulai melaksanakan perkuliahan secara luring atau tatap muka, Senin 22 Agustus 2022.  Sekitar 40-an kelas di sesi pertama terlihat mulai dipenuhi dengan aktifitas belajar mengajar, setelah hampir 2,5 tahun aktifitas perkuliahan dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19.

    Ditemui seusai berkeliling meninjau pelaksanaan perkuliahan luring, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak.,  Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa secara umum perkuliahan luring  atau tatap muka di FEB berjalan lancar. Hal ini dikarenakan sejak ada kebijakan akan diadakannya perkuliahan luring, FEB sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.

    Perkuliahan luring mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease  (Covid-19), tertanggal 12 Juli 2022.

    Dosen dan mahasiswa bersiap memulai kuliah luring 

    “Syukur alhamdulillah, perkuliahan luring perdana hari ini berjalan dengan lancar. Masalah kecil tetap ada, tapi secara keseluruhan lancar, mulai dari distribusi ke kelas-kelas, properti yang ada di ruang kelas, laboratorium, toilet, tempat parkir, ruang tunggu serta formulir-formulir yang diperlukan untuk kuliah luring telah disiapkan dengan baik. Terima kasih kepada semuanya terutama tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS yang telah bekerja keras untuk kelancaran perkuliahan luring” paparnya.

    Menurutnya, transfer “knowledge” lebih “enjoy” dilakukan dengan aktifitas perkuliahan luring, demikian juga untuk kegiatan diskusi-diskusi dan sebagainya. Para dosen dan mahasiswa akhirnya dapat berinteraksi langsung di kampus, mereka tampak gembira. Mahasiswa dan dosen bisa mengenal lebih dekat.

    Dekan juga berharap semoga pandemi segera berakhir. Meskipun saat ini belum 100% terlepas dari pandemi Covid-19 tapi kekebalan kita semoga mampu menanggulangi virus Covid-19.

    Sementara itu, seusai mengajar di ruang kelas 2203, Prof. Dr. Bandi, M.Si, Ak, Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia UNS, yang juga Dosen pengampu matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan melihat mahasiswa sangat antusias sekali mengawali perkuliahan luring hari ini.

    Sebelum memulai perkuliahan, Prof. Bandi melakukan tes untuk melihat sejauhmana pemahaman mahasiswa yang saat ini duduk di semester V.

    Dekan, dosen dan tendik berdiskusi di ruang transit

    “Saya tadi sebelum memulai perkuliahan matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa semester V yang selama lebih dari 2 tahun menerima materi secara daring, dan mahasiswa lemah dalam pemahaman materi, ini beban berat, kita perlu kerja keras” ungkapnya.

    Untuk mendorong agar mahasiswa memiliki pemahaman materi seperti yang diharapkan, selain di kelas, Prof. Bandi melalui WAG aktif  membimbing mahasiswa, memberikan penugasan.

    Prof. Bandi mengusulkan agar mahasiswa lebih banyak diberi tugas terutama untuk mahasiswa di semester III dan V yang memang sebelumnya belum pernah mendapatkan perkuliahan luring.

    Petugas siap melayani perkuliahan luring

    Setelah jam kuliah berakhir,  dua orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Prof. Bandi yakni Muhammad Risad dan Santi Wijayanti mengatakan sangat senang dengan dimulainya perkuliahan luring, lebih memberikan kenyamanan berinteraksi antara dosen dan mahasiswa.

    Saat perkuliahan daring kemarin, mereka memiliki keterbatasan berkomunikasi ataupun berdiskusi, baik dengan dosen pengampu maupun dengan sesama teman kuliah. Hal ini juga diiyakan oleh seluruh mahasiswa yang masih berada di ruang kelas itu.

    Menurut mereka, keterbatasan ini berdampak pada mahasiswa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan oleh dosen (Tetri).

  • Webinar Internasional Prodi MESP Angkat Tema How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis

    Webinar Internasional Prodi MESP Angkat Tema How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan webinar bertajuk ‘How to Publish a High Quality of Paper and Time Series Method in Economic Analysis,’ Senin, 9 Mei 2022.

    Acara yang dibuka oleh Kaprodi MESP FEB UNS, Dr. Evi Gravitiani tersebut menghadirkan dua pembicara, Prof. Tamat Sarmidi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, Dosen FEB UNS.

    Dalam materinya, Prof. Tamat Sarmidi berfokus pada beberapa tujuan pembelajaran antara lain kemampuan mahasiswa untuk menemukan tema penelitian yang relevan, mahasiswa dapat melaksanakan penelitian yang terukur dan reliabel, serta mahasiswa dapat mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal bereputasi. Ketiga tujuan pembelajaran tersebut dirangkum dalam delapan sub-materi antara lain langkah-langkah penelitian dan publikasi, pencarian jurnal yang tepat, serta strategi menulis.

    “Saya bukan ahli dalam menulis artikel ilmiah, menurut pengalaman saya, pada awalnya saya membutuhkan beberapa bulan untuk dapat menyelesaikan sebuah artikel. Namun sekarang kurang lebih dalam satu bulan, satu artikel dapat saya selesaikan. Tentunya menulis artikel bukanlah suatu kegiatan yang mudah, sehingga membutuhkan konsentrasi yang tinggi,” jelas Prof. Tamat.

    Sementara itu, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu menyampaikan materi Data Time Series, analisis yang sering digunakan dalam penelitian di bidang ekonomi.

    “Data Time Series sebagian besar digunakan untuk menemukan pola variasi dari data di masa lalu untuk memprediksi perilaku di masa depan,” ungkap Dr. Siti Aisyah.

    Lebih lanjut Dr. Aisyah menjelaskan empat unsur yang ada dalam data time series yaitu trend, siklikal, musiman, dan tak beraturan.

    Webinar yang berlangsung selama hampir tiga jam dan dipandu oleh Amelia Choya selaku Moderator tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dengan peserta serta foto bersama.

    Tim: Tetri & Aulia