FEB

Kategori: s2_mesp

  • Prodi MESP Gelar Workshop Penulisan Artikel

    Prodi MESP Gelar Workshop Penulisan Artikel

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Penulisan Artikel dengan narasumber Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M. Ec, Dosen Fakutas Pertanian UNS, Rabu 7 Juli 2021.

    Dihadapan sejumlah mahasiswa Prodi MESP, Dr. Ernoiz memaparkan bahwa sebelum penulis  mensubmit artikelnya perlu dievaluasi kelayakannya.

    Ada beberapa indikator untuk menilai artikel itu layak atau tidak. Yang pertama adalah artikel itu harus original. Semua jurnal internasional bereputasi pasti menghendaki similarity index yang rendah, bahkan beberapa jurnal, jika ada artikel yang memiliki kemiripin 15% saja tidak bisa dilanjutkan untuk konten review, di desk evaluation sudah tertolak.

    Artikel dikatakan layak publikasi adalah artikel yang ditulis sesuai dengan format jurnal yang dituju. Selain itu mempunyai kontribusi kebaruan (novelty), valid dan signifikan. Ada sesuatu yang beda dari artikel-artikel sebelumnya. Novelty tidak harus sesuatu yang benar-benar baru. Ada kebaruan dari metodenya, dari variabel yang digunakan, kebaruan dari subyek penelitian, sampel yang digunakan atau periode waktu penelitiannya.

    Selain itu artikel harus ditulis dalam bahasa ilmiah yang jelas singkat dan padat.

    “Salah satu kelemahan kita sebagai orang Indonesia adalah sering menulis dengan panjang dan banyak anak kalimat. Kalimat yang banyak anak kalimatnya ketika akan ditransliterasi akan membingungkan, bahasa Inggrisnya akan tampak aneh” jelasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, beberapa artikel yang tidak berhasil biasanya karena tidak jelas state of the arts-nya, hanya paparan data, hanya menjelaskan secara deskriptif, tidak ada research gapnya. Selain itu,  fokus penelitian yang terlalu banyak. Jika fokusnya banyak sebaiknya dirampingkan,  mana garis besarnya, itu yang akan ditulis.

    Dalam hal strategi menulis artikel ilmiah berkualitas, Dr. Ernoiz menyarankan agar penulis memilih proyek atau topik yang membuat penulis itu tertarik dan bersemangat untuk memajukan bidang ilmu yang penting, pertimbangkan juga topik yang diangkat bermanfaat pada kondisi terkini. Bisa juga menceritakan kisah yang hebat, dengan  memperhatikan aliran naskah.

    Strategi lain agar artikel berkualitas adalah pilih jurnal terbaik untuk referensi makalah atau artikel. Beberapa jurnal internasional bereputasi sangat memperhatikan referensi yang kita gunakan. Jika referensinya banyak diambil dari jurnal yang terindeks scopus atau jurnal internasional bereputasi maka akan meningkatkan kepercayaan terhadap artikel ilmiah kita. (Humas FEB)

  • Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Di Tahap Ketiga, Mahasiswa FEB UNS Ikuti Vaksinasi

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terlihat mengantri untuk mendapatkan vaksin di Auditorium Fakultas Kedokteran UNS, Senin 5 Juli 2021. Peserta dari FEB yang berjumlah 230 bergabung dengan mahasiswa fakultas lain dari  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan  FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertajuk Serbuan Vaksin untuk Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Aktifitas ini merupakan kerjasama UNS dengan  Panglima  TNI, Kapolri, Pemerintah Kota Surakarta dan Korem 074/Warastratama, diikuti oleh 1000 mahasiswa di setiap tahapnya.

    Utamanya, vaksinasi diberikan kepada mahasiswa yang tinggal di Wilayah Solo Raya atau juga mahasiswa dari luar Solo Raya namun hingga saat ini berada di Solo.

    Menurut Prof. Izza, kuota untuk mahasiswa FEB sebenarnya ada 300, namun kemungkinan karena saat ini sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kuota tersebut belum terpenuhi. Harapannya, semoga untuk tahap berikutnya, mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin akan memiliki kesempatan yang sama seperti rekannya yang lain.

    Pelaksanaan vaksinasi tetap menjaga Protokol Kesehatan

    “Pemberian vaksin bagi mahasiswa ini sangat membantu karena kita memang berharap agar perkuliahan luring atau minimal blended learning bisa dilakukan pada semester depan. Ini adalah ikhtiar sehat kita. Kita memang tidak menjamin yang sudah divaksin tidak terkena covid, namun minimal ketika sudah divaksin tingkat kebekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dan ketika terkena pun tingkat keparahan tidak terlalu, harapannya seperti itu” katanya optimis.

    Nur Hariawan, SH, Sub Koordinator Akademik FEB UNS menambahkan, mahasiswa FEB mendapatkan kesempatan vaksin hari ini, di tahap ketiga bersama dengan tiga fakultas lain. Tahap pertama sudah dilakukan untuk Fakultas Kedokteran dan  tahap kedua untuk Fakultas MIPA,  Pertanian dan FKOR.

    Sebelumnya, sosialisasi untuk pendaftaran vaksin telah langsung disebarluaskan ke WhatsApp Grup dan juga Telegram agar mahasiswa dapat cepat mendaftar dan menyiapkan berkas yang diperlukan.

    Kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Untuk tahap berikutnya masih akan dikoordinasikan pimpinan, harapannya, semua mahasiswa UNS akan mendapatkan vaksin.

    Sementara itu, saat ditemui media FEB di sela antrian,  Isti Farida, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB yang berasal dari Temanggung mengatakan sangat senang mendapatkan informasi bahwa UNS menfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa.

    Salah satu mahasiswa FEB sedang divaksin

    “Dengan adanya fasilitas vaksin ini, saya senang dan sangat terbantu,  karena ternyata tidak mudah untuk mendapatkannya. Jika ada info untuk vaksin bagi masyarakat umum, biasanya rebutan dan  cepet habis. Penyebaran info dari bagian kemahasiswaan FEB untuk pendaftaran vaksin sangat cepat, teman-teman bisa dengan mudah untuk mendapatkan penjelasan jika ada kendala ” tutur mahasiswa yang punya sambilan usaha online di tengah studinya. (Humas FEB)

  • Prodi MESP Bimbing 11 Proposal Tesis yang Memperoleh Pendanaan Dikti

    Prodi MESP Bimbing 11 Proposal Tesis yang Memperoleh Pendanaan Dikti

    Sejumlah mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) mengikuti Klinik Proposal Thesis yang digelar dalam dua hari, 2 dan 9 Juni 2021.

    Kegiatan yang baru kali pertama digelar MESP merupakan tindak lanjut dari informasi skim Dikti yang diteruskan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS termasuk diantaranya proposal tesis.

    Mahasiswa yang proposalnya diajukan tersebut akan dibimbing secara intensif oleh dua pembimbing yang mengampu matakuliah Metodologi Penelitian yakni Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si dan Tri Mulyaningsih, SE, M.Si.

    Kepala Program Studi MESP, Dr. Evi Gravitiani, M.Si mengatakan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa yang menyusun 11 proposal tersebut,  di tri wulan tiga, Prodi akan mengundang editor, kerjasama dengan Editor di Sinta 2 dan Q3. (Humas FEB).

  • Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.

    Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

    Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.

    “Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,  kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

    Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek  bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)

  • Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Diskusi daring “Bicara Prakerja”, kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja dan Universitas Sebelas Maret (UNS) membahas 3 topik menarik seputar Prakerja, Technology Stack Prakerja, Job, Skills and Trainings Prakerja serta Good Governance Prakerja, Jumat 18 Juni 2021.

    Kegiatan yang dihelat dari pagi hingga sore itu menghadirkan keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.

    Ketiga topik diskusi disajikan menarik oleh para narasumber  yang ahli dibidangnya yakni Prof. Adi Sulistyono, Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Sumarna Abdurrahman, Direktur KPPE MPPKP, Dr. Bambang Harjito, Kepala TIK UNS, Hengky Sihombing, Direktur Operasi dan Teknologi MPPKP, Raynata, VP Director PT Qerja Manfaat Bangsa, Yulias, Asdep Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian, Sidiq Juniarso,  Direktur HUK MPPKP, dan Dr. Piter Abdullah, Ekonom Senior CORE.

    Mengawali  keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Pandemi Covid-19 tidak hanya menguji pemerintah untuk mendengarkan amanat penderitaan rakyat namun juga menjadi tantangan agar pemerintah bisa cepat beradaptasi dan merespon pandemi. Kali pertama kali kasus Covid ditemukan 2 Maret 2020 lalu dan dalam waktu dua minggu, pemerintah mengeluarkan Inpres Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penangananan Covid-19.

    Program Kartu Prakerja yang diberlakukan sejak 11 April 2020, dimulai membuka pendaftaran dengan kuota sebesar 200 ribu orang dengan bentuk semi bansos. Sampai minggu ini, sebanyak 8,3 juta orang sudah menjadi penerima kartu prakerja, yang merata di seluruh kabupaten kota di Indonesia.

    Selanjutnya dikatakan, melalui Kartu Prakerja, beragam pelatihan dapat disediakan dengan singkat berkat kolaborasi dengan swasta. Saat ini, ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1591 jenis pelatihan, mereka bersaing dan tidak semua otomatis terjual.  Semua pelatihan disalurkan melaui 7 platform  digital. Selain itu, audit berjalan baik oleh BPK maupun oleh BPKP sehingga akuntabilitas program ini terus terjaga  dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kartu Prakerja sangat terbuka untuk semua, berapapun umurnya apapun gendernya, tentunya yang  masih sekolah tidak eligible. Semua yang membutuhkan mendaftar ke situs Prakerja secara  mandiri tanpa perantara,  tidak ada birokrasi, tidak ada joki. Di antara penerima Kartu Prakerja diantaranya difabel, purnatugas,  pekerja migran Indonesia, lulusan SD, pencari kerja,  korban PHK, karyawan, hingga wirausaha” ungkapnya.

    Jalan digital end-to-end yang ditempuh Program Kartu Prakerja agar bisa membantu masyarakat dalam  skala lebih luas, lebih cepat dan akurat dengan tranparansi yang maksimal. Digital end-to-end juga meminimalkan resiko kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi covid.

    Untuk melihat tujuan akhir dari Prakerja, evaluasi juga telah dilakukan, survei angkatan kerja nasional melalui BPS pada Februari 2021 menunjukkan 90,97% penerima Kartu Prekerja mengatakan keterampilan mereka telah meningkat setelah mengambil pelatihan ini.

    Sementara itu, Sumarna Abdurrahman mengatakan Kartu Prakerja merupakan paradigma baru yang harus kita kembangkan untuk bisa memberikan akses yang sama untuk angkatan kerja. Kita akan selalu meningkatkan kualitas agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika pola pelatihan konvensional, peserta yang mendatangi lembaga pelatihan, maka di pelatihan daring,  pelatihan yang mendatangi rumah-rumah mereka.

    “Pelatihan daring di Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang luar biasa, dapat diikuti peserta yang tersebar di wilayah Indonesia, pedesaan maupun perkotaan.  Selain itu terdapat dinamika baru dalam pasar kerja kita, kegiatan usaha mandiri perkembangannya sangat meningkat. Saat industri demandnya rendah karena terdampak pandemi, kegiatan mandiri berkembang pesat dibuktikan dengan hasil survei dan testimoni” katanya.

    Hal senada juga diungkapkan  Prof. Izza bahwa dengan adanya kartu prakerja, masyarakat sudah dilatih sejak awal bahwa mereka akan bekerja secara daring sehingga adaptasi terhadap 4.0 sudah masuk dan lama kelamaan akan terlatih. Dengan Kartu Prakerja, masyarakat juga bisa memilih pelatihan sesuai dengan minat, bakat dan keinginan mereka .

    “Saya yakin dengan kondisi saat ini, maka keberlanjutan di masa depan akan bagus karena memberikan dukungan kepada angkatan kerja kita tentang skill-skill yang mungkin selama ini tidak diterima mereka di dunia pendidikan atau skil-skill yang terkinikan. Dengan daring, maka update dari model, pembelajaran dan ilmu akan lebih cepat, dan sifatnya sangat global. Aktifitas yang dilakukan diseluruh dunia bisa dimasukkan dalam model pembelajaran kita termasuk juga peluang-peluang kerja” jelasnya.

    Prof. Izza menambahkan, model pembelajaran atau pelatihan dalam bentuk tayangan video untuk para peserta Kartu Prakerja memiliki keunggulan, memudahkan peserta untuk mengulang-ulang materi pelatihan hingga memberikan pemahaman yang lebih. (Humas FEB)

  • Angkat Tema Method in Economic Analysis and Academic Writing, Webinar MESP Hadirkan 2 Pembicara dari UKM

    Angkat Tema Method in Economic Analysis and Academic Writing, Webinar MESP Hadirkan 2 Pembicara dari UKM

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar bertajuk Method in Economic Analysis and Academic Writing, 25-26 Mei 2021.

    Dua pembicara internasional dari University Kebangsaan Malaysia (UKM) dihadirkan dalam webinar tersebut, Assoc. Prof. Dr. Tamat Sarmidi (Deputy Dean of Research and Innovation, Faculty of Economic and Management, UKM) and Assoc. Prof. Dr. Norlin Khalid the Cluster Head at the Center of Sustainable and Inclusive Development Studies UKM Malaysia.

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si,  mewakili Dekan FEB UNS, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya workshop ini karena alat analisis statistik selalu berkembang baik alat analisis secara kualitatif maupun kuantitatif.

    Menurut Prof. Izza, penulisan artikel yang dipublikasikan selalu menjadi hambatan bagi mahasiswa program pascasarjana yang hendak lulus. Hal ini terjadi karena mahasiswa seringkali terlalu fokus pada proses penulisan tesis, sementara proses publikasi artikel cukup memakan waktu dan sering dilupakan. Harapannya, dengan bimbingan para pakar akan sangat membantu mahasiswa dalam mempublikasikan artikel.

    Pemateri di hari pertama, Assoc. Prof. Tamat Sarmidi (Deputy Dean of Research and Innovation, Faculty of Economic and Management, UKM) dengan bahasan Principal Component Analysis (PCA). Dr. Tamat menjelaskan dasar-dasar dari principal component,  cara menentukan kecukupan data untuk melakukan proses explanatory factor analysis, proses intepretasi hasil, dan prinsip-prinsip analisis reliability dalam penggunaan PCA menggunakan STATA. Materi dilanjutkan dengan pembahasan Propensity Score Matching, dan ditutup dengan Quintile Regression.

    Paparan materi di hari kedua disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Norlin Khalid, yang diawali dengan materi terkait academic writing dan publication, disusul dengan Recent Reseach in Covid-19.

    Dr. Norlin menjelaskan mengapa publikasi artikel merupakan aktivitas yang penting di institusi pendidikan, antara lain karena adanya tuntutan pemenuhan indikator kinerja, tuntutan bagi akademisi untuk dapat berkontribusi pada bidang studinya, dan sebagai bentuk usaha dalam meningkatkan networking antar institusi pendidikan.

    Tahapan proses publikasi harus dilalui oleh mahasiswa yang hendak mempublikasikan artikelnya di jurnal internasional bereputasi. Langkah-langkah tersebut meliputi proses penulisan review literatur, penentuan tujuan penelitian, menentukan kontribusi dari artikel yang ditulis atau penelitian yang dilakukan, serta proses proofreading oleh native speaker untuk memastikan bahwa artikel yang ditulis telah memenuhi kaidah penulisan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.

    Artikel yang telah siap dipublikasi dapat terlebih dahulu dipresentasikan dalam forum ilmiah seperti seminar atau konferensi untuk mendapatkan masukan dan saran untuk perbaikan artikel. Langkah terakhir yang perlu diperhatikan adalah terkait penentuan jurnal yang dituju. Dimana penulis hendaknya memilih jurnal yang memiliki tujuan (scope) yang sesuai dengan topik artikel yang ditulis.

    Dr. Norlin menambahkan bahwa untuk memperbesar kemungkinan publikasi hendaknya penulis dapat berkolaborasi dengan penulis atau peneliti yang telah dikenal di bidang tersebut, “Invite prominent author for collaboration (undang penulis yang telah terkenal untuk kolaborasi atau kerjasama,” katanya.

    Dijelaskan pula secara rinci langkah-langkah strategis bagi mahasiswa untuk dapat mempersiapkan artikel publikasi dengan baik, yaitu dengan mempersiapkan abstrak yang menarik karena abstrak merupakan impresi pertama yang didapatkan dan menarik perhatian pembaca.

     

    Reporter          : Aulia

    Editor              : Humas FEB

  • UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    Universitas Sebelas Maret menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis 27 Mei 2021 di Aula Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) UNS dan juga disiarkan secara daring.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, dan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum dengan saksi Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si, dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.

    Ruang lingkup MoU mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian, riset, kajian, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi sumberdaya manusia; perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik dan pendampingan pakar/Mitra Bestari Jurnal.

    Selain itu, kerjasama yang akan dijalin juga dalam hal sharing data/open access penelitian atau perpustakaan; penyusunan jawaban mahkamah konstitusi; penyelenggaraan dukungan keahlian dalam pembentukan undang-undang, penyusunan naskah akademik, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan; serta program magang dosen/mahasiswa di Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

    Dr. Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI

    Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan seminar bertema Mengawal Akuntabilitas Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19 dengan narasumber Rahmad Handoyo, S.Pi, M.M, Anggota Komisi IX DPR, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H. M.H. Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M,.SI. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiwaan FEB UNS dan Dr. Atmaji MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS.

    Sekretaris Jenderal DPR RI,  Dr. Indra Iskandar dalam sambutannya menyampaikan adanya pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk memastikan pandemi tidak memberikan dampak sinifikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilaksanakan yaitu Program Kartu Prakerja guna mengurangi peningkatan penggangguran terbuka yang menjadi salah satu dampak utama kontraksi ekonomi pada masa pandemi.

    “Terdapat  evaluasi yang menjadi catatan  pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR RI terhadap dinamika pelaksanaan Program Kartu Pekerja di tahun 2020 lalu dan 2021 yang sedang berjalan. Untuk memperkuat analisis pengelolaan Program Kartu Prakerja tersebut, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PK AKN) Badan Keahlian DPR memandang adanya kerjasama MoU dan juga seminar dengan narasumber dari anggota DPR dan akademisi UNS ini sangat penting untuk memastikan  kajian yang disusun tidak berada pada ruang hampa tapi mampu diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.

    Dr. Indra juga berharap agar berbagai masukan akan memberikan manfaat yang besar bagi PK AKN untuk mampu menciptakan kajian yang akan mendukung fungsi pengawasan DPR khususnya pengawasan atas keuangan negara.

    Prof. Jamal Wiwoho, Rektor UNS

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan terimakasih kepada Badan Keahlian DPR RI  yang telah memberi kepercayaan kepada UNS untuk menjalin kerjasama. Gagasan dari para narasumber seminar dan juga diskusi yang dilaksanakan semoga memberikan manfaat baik ditingkat nasional dan internasional, berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS. Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyampaikan bahwa FEB UNS secara kelembagaan bersedia untuk mendukung peran dan fungsi Badan Keahlian DPR, mewujudkan Parlemen Profesional dalam memberikan dukungan 3 fungsi utama DPR yakni Pengawasan, Anggaran dan Legislasi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS

    Salah satu fungsi utama DPR yaitu pengawasan penyelenggaraan program pemerintah, dalam ranah akademik, fungsi ini sangat lekat dengan istilah akuntabilitas. FEB UNS didukung program studi dan grup riset siap mendukung fungsi-fungsi pengawasan dan dukungan kajian ilmiah kepada Badan Keahlian, termasuk hari ini memberikan pandangan dan kajian secara mendalam mengenai akuntabilitas Program Kartu  Prakerja. (Humas FEB)

     

  • FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Silaturahmi Tahunan dan Halal Bihalal 1442 Hijriyah di Selasar FEB, Senin 17 Mei 2021.

    Kegiatan yang digelar usai Silaturahmi Tahunan di UNS itu diikuti oleh seluruh pimpinan FEB dan tenaga kependidikan.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph,D, Ak., Dekan  FEB menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa hingga sampai pada hari kemenangan di hari raya. Permohonan maaf atas segala kesalahan juga disampaikan, atas nama pribadi maupun mewakili seluruh pimpinan FEB UNS.

    Menurutnya, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi ke depan agar apa yang dilakukan memberikan manfaat, bagi diri pribadi, keluarga, institusi dan juga masyarakat.

    Seyogyanya acara ini diselenggarakan dengan mengundang seluruh keluarga besar FEB, seperti yang dilaksanakan sebelum pandemi.  Namun, karena kondisi yang belum memungkinkan, masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan terbatas dan tetap menjaga protokol kesehatan.  Hal ini diharapkan tidak akan mengurangi esensi silaturahmi.

    Prof. Djoko berharap agar seluruh sivitas akademika FEB selalu menjaga kekompakan dalam membawa misi FEB agar FEB menjadi lebih baik dan go internasional.

    “Berubahnya status UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut kita untuk semakin bekerja keras dan cepat. Perubahan-perubahan banyak sekali, tidak hanya pada struktur organisasinya, tapi juga perubahan dalam cara kerja, kita dituntut go internasional” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap seluruh keluarga besar FEB dalam keadaan sehat walafiat dan selalu mengoptimalkan diri untuk bekerja, pandemi bukan menjadi penghalang (Humas-FEB)

  • Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 1 pada lomba Virtual Exhibition dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS. Hasil lomba diumumkan secara luring dan daring pada Awarding Ceremony Virtual Exhibition and Virtual Choir Festival bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional, Minggu, 2 Mei 2021.

    Lomba Virtual Exhibition diikuti oleh 15 tim dari fakultas, lembaga dan unit di lingkungan UNS yang menghadirkan tayangan beragam produk inovasi dan unggulannya. Penilaian lomba pameran virtual, selain video harus bersifat orisinal dan tidak pernah atau sedang diikutsertakan dalam kompetisi serupa juga berdasarkan like terbanyak di laman youtube UNS.

    Dari berbagai lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS, selain Virtual Exhibition, FEB juga berhasil meraih juara 3 lomba Kantin Sehat dan juara 2 pada lomba UNS Bercerita untuk kategori peserta dari Tenaga Kependidikan (Tendik). Kemenangan lomba di kedua lomba itu telah diumumkan pada tanggal 20 Maret 2021 lalu pada Pagelaran Wayang Kulit Virtual.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak. memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tim FEB  yang telah meraih juara. Dekan juga menyemangati dan mengucapkan terima kasih kepada dosen, tendik dan mahasiswa FEB yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai lomba dan telah bekerja sama dengan cukup baik meskipun ada yang belum meraih kemenangan.

    “Selamat kepada para pemenang. Terima kasih atas partisipasi semuanya, sivitas akademika FEB UNS di berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UNS. Kita harus selalu bekerja sama, guyub rukun agar FEB lebih kuat. Ke depan harus lebih ditingkatkan, harus lebih banyak yang aktif mengikuti lomba, harus lebih kreatif dan bergerak lebih cepat.” tegasnya.

    Beberapa lomba lainnya yakni external competition yang berupa kegiatan ilmiah, seni dan budaya serta lomba olah raga virtual akan diumumkan pada tanggal 20 Mei mendatang. (Humas-FEB)

  • 10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    Sebanyak 10 tim terbaik berhasil lolos dan menyisihkan 41 tim lainnya dalam ajang International Business Canvas Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Tim tersebut berlaga kembali secara daring menampilkan presentasi ide-ide bisnis  terbaiknya dihadapan para juri,  Selasa, 27 April 2021.

    Kesepuluh tim itu yakni Tim Sentelala dari Universitas Prasetiya Mulya, Diceritain dari Universitas Indonesia, CoC Unsoed dari Universitas Jenderal Sudirman, Labs dari Telkom Unibersoty, CnW dari Universitas Negeri Malang, Jetz! dari Universitas Gadjah Mada, tim * dari Universitas Padjadjaran, Team Deadline Susulan dari Univeristas Sebelas Maret, PalePale dari Institut Teknologi Bandung dan Castelo dari Telkom University.

    Juri di kompetisi ini dari akademisi yakni Catur Sugiarto, S.E., M.S.M. Ph.D dan Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec,Dev, MAPPI, dosen FEB UNS. Selain itu juga dari praktisi, Kusdarmawan Aryo Brakoso, CEO Rown Division, Bull Syndicate dan Hallosolo Kitchen.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa dalam suatu wadah kompetisi bisnis tingkat nasional maupun internasional. Generasi muda yang mampu memunculkan ide-ide baru yang out of the box. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mencetak entrepreneur muda yang memiliki ide bisnis cemerlang serta mendukung bagi pengembangan bisnis para entrepreneur muda.

    International Business Canvas Competition telah berlangsung sejak 22 Februari 2021 lalu dan diikuti oleh 51 tim mahasiswa dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kegiatan Dimulai dari proses registrasi dan selanjutnya secara bertahap, tim yang berjumlah 51 beradu ide bisnis secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 5, 6 dan 19 April 2021.

    Tim Jetz!, salah satu tim International Business Canvas Competition

    10 tim terbaik yang terpilih dan telah mempresentasikan ide bisnisnya pada 27 April 2021 akan disaring menjadi 5 tim sebagai pemenang kompetisi dan akan diumumkan pada tanggal 20 Mei 2021 mendatang. (Humas FEB)