FEB

Kategori: s2_mm

  • Studium General MM UNS Angkat Tema Re-Programming Dukcapil

    Studium General MM UNS Angkat Tema Re-Programming Dukcapil

    Peran dan tugas pertama Direktorat Dukcapil adalah memberikan identitas kepada seluruh penduduk Indonesia yang jumlahnya 271.349.889 jiwa dan juga Warga Negara Asing yang sudah lama tinggal di Indonesia serta memiliki ijin tetap.

    Ruang kerja Dukcapil berada di 514 kabupaten kota, 34 provinsi. Sekarang bertambah dengan 130 perwakilan RI di luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.  Jadi jika ada WNI yang memiliki anak yang lahir di luar negeri akan diberi Nomor Induk Tunggal (NIT), dan jika kembali ke Indonesia akan disesuaikan sebutannya menjadi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    Peryataan itu disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),  Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. saat memberikan Studium General bertema Re-Programming Dukcapil yang diselenggarakan oleh Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Sabtu 12 Juni 2021.

    Selanjutnya disampaikan, Direktorat Dukcapil telah melakukan transformasi internal sehingga banyak perubahan  layanan-layanan yang diberikan dukcapil kepada masyarakat Indonesia.

    Dukcapil memiliki semangat besar untuk melakukan transformasi yakni bagaimana Indonesia mewujudkan single identity number. Sebelumnya, saat belum ada Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP, banyak orang yang memiliki KTP ganda.

    Tahun 2009 merupakan tonggak revolusi adminitrasi kependudukan (adminduk) di Indonesia, Indonesia mulai menggunakan single identity number. Ini transformasi besar dari penduduk yang memiliki banyak KTP, sekarang sudah mulai dirapikan.

    Saat ini Dukcapil mengelola big data penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 271 juta jiwa  dengan tiga data center,  dua berada di Jakarta dan satu di Batam.

    “Pelayanan kependudukan sekarang dilayani setiap hari, tidak mengenal hari libur. Ketika fakta kependudukan terjadi dinamika yang luar biasa, maka cara kerja dukcapil juga menyesuaikan. Data center harus hidup sehingga penduduk bisa mencetak dokumennya dan menerima layanan secara online di hari Sabtu dan Minggu, tidak ada hari libur dalam pelayanan Dukcapil. Ini perubahan yang kita bawa” ungkapnya.

    Apakah dengan ini semua masalah bisa diselesai? Belum, ada satu problem yang masih kita hadapi yaitu kita belum memiliki instrumen yang bagus dan akurat untuk bisa mendata penduduk yang non permanen, penduduk yang bertempat tinggal tidak sesuai dengan alamat KTP-nya. Contoh mahasiswa dari luar kota yang tinggal di kos-kosan sekitar kampus UNS.

    Menurutnya, masalah ini harus kita kelola. Saat ini sedang disiapkan portal untuk mendata penduduk yang non permanen. Penduduk melapor dimana tempat tinggalnya yang berbeda dari KTPnya. Dari sini akan kelihatan berapa data penduduk berdasarkan  de jure (data base kependudukan) dan berapa data penduduk de facto per satu daerah. Hal ini penting sekali untuk perencanaan pembangunan, untuk mitigasi resiko, juga untuk kebutuhan transportasi dalam hal perpindahan penduduk. (Humas FEB)

  • Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Rektor UNS Tandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani MoU atau Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama tiga tahun, ditandatangani oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Kegiatan penandatanganan berlangsung secara daring, dihadiri oleh pejabat Pemkab Trenggalek dan pejabat di lingkungan UNS, Selasa 29/6/2021.

    Kerjasama yang diinisiasi oleh Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS ini mencakup lingkup pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah serta pelaksanaan Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB).

    Dalam sambutannya, Prof. Jamal menyampaikan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan potensi dan keunggulan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak, baik oleh UNS maupun Kabupaten Trenggalek. Khususnya untuk kepentingan pembangunan daerah Trenggalek dan peningkatan mutu pendidikan di UNS.

    “Diantara ruang lingkup kerjasama UNS dan Pemkab Trenggalek adalah untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KMMB. Seperti yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,  kita berharap ada pertautan dan hubungan yang dekat antara kampus dan dunia usaha serta dunia industri, termasuk didalamnya dengan Pemkab Trenggalek” ungkapnya.

    Selanjutnya disampaikan institusi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam berbagai kesempatan memang harus melakukan kegiatan sinergitas dan memadukan program kerja agar arah dan pengembangan masing-masing memiliki titik temu untuk menyukseskan kebijakan antara pemerintah daerah dengan kampus UNS.

    Di akhir sambutan, Prof. Jamal berharap MoU ini tidak hanya sekedar penandatanganan saja tapi lebih dari itu, UNS dan Pemkab Trenggalek  bersama-sama bisa mengimplementasikan isi kesepakatan kerjasama tersebut sehingga berdaya guna dan berhasil guna. (Humas FEB)

  • Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Bicara Prakerja Bahas 3 Topik Menarik

    Diskusi daring “Bicara Prakerja”, kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Project Management Officer (PMO) Kartu Prakerja dan Universitas Sebelas Maret (UNS) membahas 3 topik menarik seputar Prakerja, Technology Stack Prakerja, Job, Skills and Trainings Prakerja serta Good Governance Prakerja, Jumat 18 Juni 2021.

    Kegiatan yang dihelat dari pagi hingga sore itu menghadirkan keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho.

    Ketiga topik diskusi disajikan menarik oleh para narasumber  yang ahli dibidangnya yakni Prof. Adi Sulistyono, Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Sumarna Abdurrahman, Direktur KPPE MPPKP, Dr. Bambang Harjito, Kepala TIK UNS, Hengky Sihombing, Direktur Operasi dan Teknologi MPPKP, Raynata, VP Director PT Qerja Manfaat Bangsa, Yulias, Asdep Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomian, Sidiq Juniarso,  Direktur HUK MPPKP, dan Dr. Piter Abdullah, Ekonom Senior CORE.

    Mengawali  keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Pandemi Covid-19 tidak hanya menguji pemerintah untuk mendengarkan amanat penderitaan rakyat namun juga menjadi tantangan agar pemerintah bisa cepat beradaptasi dan merespon pandemi. Kali pertama kali kasus Covid ditemukan 2 Maret 2020 lalu dan dalam waktu dua minggu, pemerintah mengeluarkan Inpres Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penangananan Covid-19.

    Program Kartu Prakerja yang diberlakukan sejak 11 April 2020, dimulai membuka pendaftaran dengan kuota sebesar 200 ribu orang dengan bentuk semi bansos. Sampai minggu ini, sebanyak 8,3 juta orang sudah menjadi penerima kartu prakerja, yang merata di seluruh kabupaten kota di Indonesia.

    Selanjutnya dikatakan, melalui Kartu Prakerja, beragam pelatihan dapat disediakan dengan singkat berkat kolaborasi dengan swasta. Saat ini, ekosistem Prakerja terdapat 179 lembaga pelatihan yang menawarkan lebih dari 1591 jenis pelatihan, mereka bersaing dan tidak semua otomatis terjual.  Semua pelatihan disalurkan melaui 7 platform  digital. Selain itu, audit berjalan baik oleh BPK maupun oleh BPKP sehingga akuntabilitas program ini terus terjaga  dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kartu Prakerja sangat terbuka untuk semua, berapapun umurnya apapun gendernya, tentunya yang  masih sekolah tidak eligible. Semua yang membutuhkan mendaftar ke situs Prakerja secara  mandiri tanpa perantara,  tidak ada birokrasi, tidak ada joki. Di antara penerima Kartu Prakerja diantaranya difabel, purnatugas,  pekerja migran Indonesia, lulusan SD, pencari kerja,  korban PHK, karyawan, hingga wirausaha” ungkapnya.

    Jalan digital end-to-end yang ditempuh Program Kartu Prakerja agar bisa membantu masyarakat dalam  skala lebih luas, lebih cepat dan akurat dengan tranparansi yang maksimal. Digital end-to-end juga meminimalkan resiko kesehatan bagi masyarakat di tengah pandemi covid.

    Untuk melihat tujuan akhir dari Prakerja, evaluasi juga telah dilakukan, survei angkatan kerja nasional melalui BPS pada Februari 2021 menunjukkan 90,97% penerima Kartu Prekerja mengatakan keterampilan mereka telah meningkat setelah mengambil pelatihan ini.

    Sementara itu, Sumarna Abdurrahman mengatakan Kartu Prakerja merupakan paradigma baru yang harus kita kembangkan untuk bisa memberikan akses yang sama untuk angkatan kerja. Kita akan selalu meningkatkan kualitas agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jika pola pelatihan konvensional, peserta yang mendatangi lembaga pelatihan, maka di pelatihan daring,  pelatihan yang mendatangi rumah-rumah mereka.

    “Pelatihan daring di Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang luar biasa, dapat diikuti peserta yang tersebar di wilayah Indonesia, pedesaan maupun perkotaan.  Selain itu terdapat dinamika baru dalam pasar kerja kita, kegiatan usaha mandiri perkembangannya sangat meningkat. Saat industri demandnya rendah karena terdampak pandemi, kegiatan mandiri berkembang pesat dibuktikan dengan hasil survei dan testimoni” katanya.

    Hal senada juga diungkapkan  Prof. Izza bahwa dengan adanya kartu prakerja, masyarakat sudah dilatih sejak awal bahwa mereka akan bekerja secara daring sehingga adaptasi terhadap 4.0 sudah masuk dan lama kelamaan akan terlatih. Dengan Kartu Prakerja, masyarakat juga bisa memilih pelatihan sesuai dengan minat, bakat dan keinginan mereka .

    “Saya yakin dengan kondisi saat ini, maka keberlanjutan di masa depan akan bagus karena memberikan dukungan kepada angkatan kerja kita tentang skill-skill yang mungkin selama ini tidak diterima mereka di dunia pendidikan atau skil-skill yang terkinikan. Dengan daring, maka update dari model, pembelajaran dan ilmu akan lebih cepat, dan sifatnya sangat global. Aktifitas yang dilakukan diseluruh dunia bisa dimasukkan dalam model pembelajaran kita termasuk juga peluang-peluang kerja” jelasnya.

    Prof. Izza menambahkan, model pembelajaran atau pelatihan dalam bentuk tayangan video untuk para peserta Kartu Prakerja memiliki keunggulan, memudahkan peserta untuk mengulang-ulang materi pelatihan hingga memberikan pemahaman yang lebih. (Humas FEB)

  • UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    UNS Tanda Tangani MoU dengan Badan Keahlian DPR RI

    Universitas Sebelas Maret menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis 27 Mei 2021 di Aula Fakultas Ekonomi  dan Bisnis (FEB) UNS dan juga disiarkan secara daring.

    MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, dan Kepala Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum dengan saksi Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si, dan Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.

    Ruang lingkup MoU mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian, riset, kajian, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi sumberdaya manusia; perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik dan pendampingan pakar/Mitra Bestari Jurnal.

    Selain itu, kerjasama yang akan dijalin juga dalam hal sharing data/open access penelitian atau perpustakaan; penyusunan jawaban mahkamah konstitusi; penyelenggaraan dukungan keahlian dalam pembentukan undang-undang, penyusunan naskah akademik, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan; serta program magang dosen/mahasiswa di Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

    Dr. Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI

    Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan seminar bertema Mengawal Akuntabilitas Program Kartu Prakerja di Masa Pandemi Covid-19 dengan narasumber Rahmad Handoyo, S.Pi, M.M, Anggota Komisi IX DPR, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak., Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H. M.H. Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M,.SI. Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiwaan FEB UNS dan Dr. Atmaji MM, Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UNS.

    Sekretaris Jenderal DPR RI,  Dr. Indra Iskandar dalam sambutannya menyampaikan adanya pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai inovasi kebijakan untuk memastikan pandemi tidak memberikan dampak sinifikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilaksanakan yaitu Program Kartu Prakerja guna mengurangi peningkatan penggangguran terbuka yang menjadi salah satu dampak utama kontraksi ekonomi pada masa pandemi.

    “Terdapat  evaluasi yang menjadi catatan  pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR RI terhadap dinamika pelaksanaan Program Kartu Pekerja di tahun 2020 lalu dan 2021 yang sedang berjalan. Untuk memperkuat analisis pengelolaan Program Kartu Prakerja tersebut, Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PK AKN) Badan Keahlian DPR memandang adanya kerjasama MoU dan juga seminar dengan narasumber dari anggota DPR dan akademisi UNS ini sangat penting untuk memastikan  kajian yang disusun tidak berada pada ruang hampa tapi mampu diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat” jelasnya.

    Dr. Indra juga berharap agar berbagai masukan akan memberikan manfaat yang besar bagi PK AKN untuk mampu menciptakan kajian yang akan mendukung fungsi pengawasan DPR khususnya pengawasan atas keuangan negara.

    Prof. Jamal Wiwoho, Rektor UNS

    Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan terimakasih kepada Badan Keahlian DPR RI  yang telah memberi kepercayaan kepada UNS untuk menjalin kerjasama. Gagasan dari para narasumber seminar dan juga diskusi yang dilaksanakan semoga memberikan manfaat baik ditingkat nasional dan internasional, berkontribusi besar untuk peningkatan kualitas ketenagakerjaan di Indonesia.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS. Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. menyampaikan bahwa FEB UNS secara kelembagaan bersedia untuk mendukung peran dan fungsi Badan Keahlian DPR, mewujudkan Parlemen Profesional dalam memberikan dukungan 3 fungsi utama DPR yakni Pengawasan, Anggaran dan Legislasi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS

    Salah satu fungsi utama DPR yaitu pengawasan penyelenggaraan program pemerintah, dalam ranah akademik, fungsi ini sangat lekat dengan istilah akuntabilitas. FEB UNS didukung program studi dan grup riset siap mendukung fungsi-fungsi pengawasan dan dukungan kajian ilmiah kepada Badan Keahlian, termasuk hari ini memberikan pandangan dan kajian secara mendalam mengenai akuntabilitas Program Kartu  Prakerja. (Humas FEB)

     

  • FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    FEB UNS Adakan Silaturahmi Tahunan, Dekan Mengajak untuk Jaga Kekompakan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Silaturahmi Tahunan dan Halal Bihalal 1442 Hijriyah di Selasar FEB, Senin 17 Mei 2021.

    Kegiatan yang digelar usai Silaturahmi Tahunan di UNS itu diikuti oleh seluruh pimpinan FEB dan tenaga kependidikan.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons)., Ph,D, Ak., Dekan  FEB menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa hingga sampai pada hari kemenangan di hari raya. Permohonan maaf atas segala kesalahan juga disampaikan, atas nama pribadi maupun mewakili seluruh pimpinan FEB UNS.

    Menurutnya, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi ke depan agar apa yang dilakukan memberikan manfaat, bagi diri pribadi, keluarga, institusi dan juga masyarakat.

    Seyogyanya acara ini diselenggarakan dengan mengundang seluruh keluarga besar FEB, seperti yang dilaksanakan sebelum pandemi.  Namun, karena kondisi yang belum memungkinkan, masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan terbatas dan tetap menjaga protokol kesehatan.  Hal ini diharapkan tidak akan mengurangi esensi silaturahmi.

    Prof. Djoko berharap agar seluruh sivitas akademika FEB selalu menjaga kekompakan dalam membawa misi FEB agar FEB menjadi lebih baik dan go internasional.

    “Berubahnya status UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut kita untuk semakin bekerja keras dan cepat. Perubahan-perubahan banyak sekali, tidak hanya pada struktur organisasinya, tapi juga perubahan dalam cara kerja, kita dituntut go internasional” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap seluruh keluarga besar FEB dalam keadaan sehat walafiat dan selalu mengoptimalkan diri untuk bekerja, pandemi bukan menjadi penghalang (Humas-FEB)

  • Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Pameran Virtual Produk Unggulan FEB Raih Juara 1

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 1 pada lomba Virtual Exhibition dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS. Hasil lomba diumumkan secara luring dan daring pada Awarding Ceremony Virtual Exhibition and Virtual Choir Festival bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional, Minggu, 2 Mei 2021.

    Lomba Virtual Exhibition diikuti oleh 15 tim dari fakultas, lembaga dan unit di lingkungan UNS yang menghadirkan tayangan beragam produk inovasi dan unggulannya. Penilaian lomba pameran virtual, selain video harus bersifat orisinal dan tidak pernah atau sedang diikutsertakan dalam kompetisi serupa juga berdasarkan like terbanyak di laman youtube UNS.

    Dari berbagai lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 45 UNS, selain Virtual Exhibition, FEB juga berhasil meraih juara 3 lomba Kantin Sehat dan juara 2 pada lomba UNS Bercerita untuk kategori peserta dari Tenaga Kependidikan (Tendik). Kemenangan lomba di kedua lomba itu telah diumumkan pada tanggal 20 Maret 2021 lalu pada Pagelaran Wayang Kulit Virtual.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak. memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada tim FEB  yang telah meraih juara. Dekan juga menyemangati dan mengucapkan terima kasih kepada dosen, tendik dan mahasiswa FEB yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai lomba dan telah bekerja sama dengan cukup baik meskipun ada yang belum meraih kemenangan.

    “Selamat kepada para pemenang. Terima kasih atas partisipasi semuanya, sivitas akademika FEB UNS di berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UNS. Kita harus selalu bekerja sama, guyub rukun agar FEB lebih kuat. Ke depan harus lebih ditingkatkan, harus lebih banyak yang aktif mengikuti lomba, harus lebih kreatif dan bergerak lebih cepat.” tegasnya.

    Beberapa lomba lainnya yakni external competition yang berupa kegiatan ilmiah, seni dan budaya serta lomba olah raga virtual akan diumumkan pada tanggal 20 Mei mendatang. (Humas-FEB)

  • 10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    10 Tim Terbaik di International Business Canvas Competition Kembali Berlaga, Presentasikan Ide-Ide Bisnis

    Sebanyak 10 tim terbaik berhasil lolos dan menyisihkan 41 tim lainnya dalam ajang International Business Canvas Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Tim tersebut berlaga kembali secara daring menampilkan presentasi ide-ide bisnis  terbaiknya dihadapan para juri,  Selasa, 27 April 2021.

    Kesepuluh tim itu yakni Tim Sentelala dari Universitas Prasetiya Mulya, Diceritain dari Universitas Indonesia, CoC Unsoed dari Universitas Jenderal Sudirman, Labs dari Telkom Unibersoty, CnW dari Universitas Negeri Malang, Jetz! dari Universitas Gadjah Mada, tim * dari Universitas Padjadjaran, Team Deadline Susulan dari Univeristas Sebelas Maret, PalePale dari Institut Teknologi Bandung dan Castelo dari Telkom University.

    Juri di kompetisi ini dari akademisi yakni Catur Sugiarto, S.E., M.S.M. Ph.D dan Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec,Dev, MAPPI, dosen FEB UNS. Selain itu juga dari praktisi, Kusdarmawan Aryo Brakoso, CEO Rown Division, Bull Syndicate dan Hallosolo Kitchen.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa dalam suatu wadah kompetisi bisnis tingkat nasional maupun internasional. Generasi muda yang mampu memunculkan ide-ide baru yang out of the box. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mencetak entrepreneur muda yang memiliki ide bisnis cemerlang serta mendukung bagi pengembangan bisnis para entrepreneur muda.

    International Business Canvas Competition telah berlangsung sejak 22 Februari 2021 lalu dan diikuti oleh 51 tim mahasiswa dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kegiatan Dimulai dari proses registrasi dan selanjutnya secara bertahap, tim yang berjumlah 51 beradu ide bisnis secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 5, 6 dan 19 April 2021.

    Tim Jetz!, salah satu tim International Business Canvas Competition

    10 tim terbaik yang terpilih dan telah mempresentasikan ide bisnisnya pada 27 April 2021 akan disaring menjadi 5 tim sebagai pemenang kompetisi dan akan diumumkan pada tanggal 20 Mei 2021 mendatang. (Humas FEB)

  • Dekan FEB UNS: International Business Model Canvas Competition Munculkan Ide-Ide Baru yang Out of The  Box

    Dekan FEB UNS: International Business Model Canvas Competition Munculkan Ide-Ide Baru yang Out of The  Box

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Webinar Internasional Business Model Canvas Competition bertema Finding Success as Creative Millenial Entrepreneurs in The Digital Economy Era dan diikuti oleh lebih dari 1000 peserta melalui zoom cloud meeting dan youtube, Senin 26 April 2021.

    Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. menghadirkan empat narasumber yakni Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna; Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube; Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux serta Agung Nur Probohudono, SE, M.Si. Ph,D, AK, CA, CFrA, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Salahuddin Uno hadir sebagai Keynote Speaker pada webinar yang juga merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke 45 UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto

    Mengawali sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons). Ph,D.,Ak, mengatakan pandemi Covid 19 telah memberikan efek domino yang multisektoral dari semua aspek kehidupan seperti kesehatan, sosial, ekonomi, keuangan dan lain sebagainya. Meskipun demikian, aktifitas ekonomi harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan faktor-faktor kesehatan.

    Selama masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara mengalami peningkatan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan digital seperti berbelanja online, ecommerce hingga jasa pengantar makanan.

    Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi digital dan industri 4,0 di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dan akan menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas melalui industri 4,0.

    Agung Nur Probohudono, Ph,D, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS

    Selanjutnya disampaikan bahwa adanya pandemi covid 19 membawa percepatan adopsi digital permanen dan yang masif. Pertumbuhan ini juga tidak terlepas dari perkembangan infrastruktur dan penetrasi digital di Indonesia.

    Bersumber dari Google, Temasek, Bain and Company  menyebutkan  pengguna baru sebanyak 37% dari total pengguna digital di Indonesia.

    Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux

    “Bisnis startup di Indonesia mulai menjadi trend dan mulai banyak digandrungi para milenial  sejak 5 tahun belakangan ini. Kesuksesan para perusahaan start up besar di tanah air menjadi suatu penggerak utama bagi bisnis-bisnis startup di Indonesia. Pemilik bisnis startup lokal selalu bertambah setiap tahunnya dan menyentuh jumlah hingga 1500 bisnis. Hal ini karena pengguna internet di Indonesia terus meningkat secara drastis setiap harinya” jelas Dekan FEB yang di tahun ini juga sebagai Ketua Dies Natalis ke 45 UNS.

    Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube

    Meskipun peluang dalam membangun startup sangat terbuka, namun  Profesor Thomas R. Eisenmann dari Havard Business School mencatat bahwa bisnis rintisan atau startup banyak yang berujung pada kegagalan.

    Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna

    Berdasarkan riset CB Insights berjudul Top 20 Reasons Startup Fail, ada 5 faktor utama penyebab kegagalan perusahaan rintisan antara lain, produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, kurangnya pendanaan, tim yang tidak solid, kalah bersaing, dan penetapan harga produk atau biaya operasional yang tidak akurat. Hal tersebut merupakan catatan penting bagi para milenial yang akan memulai bisnis startup.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berharap dengan terselenggaranya Internasional Business Model Canvas Competition akan menumbuhkan bibit-bibit baru di Indonesia yang mampu berinovasi, memunculkan ide-ide baru yang out of the box.

    Di kegiatan ini pula sebanyak 51 tim dari perguruan terbaik di Indonesia berkompetisi mengeksplorasikan ide-ide bisnis mereka. Dari sejumlah itu,  10 tim terbaik akan berlaga kembali mempresentasikan ide-ide bisnis mereka. (Humas FEB)

  • Menparekraf Dorong Generasi Milenial Menjadi Wirausahawan

    Menparekraf Dorong Generasi Milenial Menjadi Wirausahawan

    Saat ini ada sekitar 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata  dan ekonomi kreatif. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak kaum milenial untuk mulai merintis usaha, menjadi wirausahawan, mengambil peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

    Indonesia butuh entrepreneur-entrepreneur agar sektor ini semakin cepat pulih dan berkembang karena ujung tombak penciptaan lapangan kerja adalah pariwisata dan ekonomi kreatif. 97% lapangan kerja diciptakan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Start Up dan  perusahaan rintisan.

    Pernyataan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Salahuddin Uno saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar International Business Model Canvas Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Senin 26 April 2021.

    Pada masa pandemi,  hampir semua subsektor ekonomi kreatif mengalami penurunan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ada 2 subsektor yang memiliki laju positif terhadap pertumbuhan PDB, yakni aplikasi dan game developer serta pertelevisian dan radio yang semakin meningkat. Termasuk juga  eSports, industrinya total sudah lebih dari Rp 16 triliun per hari ini. Dua subsektor ini bertumpu pada teknologi dan digitalisasi pada pengaplikasiannya dan menyasar pada konsumen  yang melek teknologi.

    “Biasanya fesyen, kuliner dan kriya merupakan subsektor ekonomi kreatif yang berkontribusi terbesar pada kontribusi PDB. Namun saat ini justru mengalami penurunan yang signifikan yakni 2,8 % untuk fesyen, 3,3% untuk kriya dan 3,89% untuk kuliner” ungkapnya.

    Menparekraf, Sandiago Salahuddin Uno saat menjadi Keynote Speaker

    Hal ini dikarenakan subsektor ini belum secara optimal beradaptasi pada digitalisasi. Ecommerce dan platform lainnya yang mendukung dan memudahkan pelaku UMKM untuk mengubah bisnisnya belum secara maksimal diaplikasikan oleh para pelaku bisnis fesyen, kuliner maupun juga kriya. Meskipun  sudah ada yang memulai tapi masih terbatas dan perlu ditingkatkan.

    Menurutnya, tantangan ekonomi kreatif di tahun 2021 adalah bagaimana mengubah UMKM yang konvensional menjadi bisnis yang berbasis digital. Hal ini karena terjadi perubahan perilaku konsumen di seluruh dunia yang mengedepankan pada kesehatan, higienitas, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Bisnis digital sangat perlu dikembangkan, bisnis yang berdasarkan teknologi dan big data, cloud computing, artificial intelligence dan internet of everything. Hal ini menjadikan pelaku ekonomi kreatif semakin efisien,semakin efektif  dalam menentukan kebijakan yang secara cepat, real time dan akurat karena basisnya data yang semakin hari semakin smart.

    Dihadapan lebih dari 1000 peserta webinar yang bertema Finding Success as Creative Millenial Entrepreneurs in The Digital Economy Era, Sandiago menyampaikan, Indonesia saat ini memiliki penduduk usia muda sebanyak 170,9 juta yang milenial dan generasi Z, di tahun 2030 menjadi 187,6 juta. Bonus demografi ini merupakan peluang namun sekaligus tantangan, jika kita tidak memberikan entrepreneurship, edukasi dan leadership, mereka malah menjadi beban.

    Tantangan tersebut harus diatasi dengan peningkatan SDM.  SDM ekonomi kreatif harus terbentuk dengan mindset milenial yang entrepreneur, inovatif, proaktif dan berani mengambil resiko. Aspek inovasi, adaptasi dan juga kolaborasi dengan berbagai stakeholder harus kita dorong.

    “Saya berharap kegiatan International Business Model Canvas Competition ini  dapat memunculkan bisnis baru dan ide-ide baru dari para milenial sehingga ekonomi Indonesia dapat  semakin meningkat, tumbuh berkembang berbasis start up dalam bingkai digital di berbagai sektor” pungkasnya.

    Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons). Ph,D.,Ak, menghadirkan empat narasumber, Utari Octavianty, Co-Founder and General Director Aruna, Keke Genio, Co-Founder and CMO of Lokapoin Content Creator at Youtube, Meidy Fitranto, Co-Founder and CEO Nodeflux serta Agung Nur Probohudono, SE, M.Si. Ph,D, AK, CA, CFrA, Kepala Program Studi Akuntansi FEB UNS. (Humas FEB)

  • Empat Mahasiswa FEB Raih Penghargaan di Kegiatan Olimpus 2021

    Empat Mahasiswa FEB Raih Penghargaan di Kegiatan Olimpus 2021

    Olimpus merupakan ajang kompetisi kreatifitas mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang digelar secara rutin setiap tahun. Di Olimpus 2021, ada empat bidang yang dikompetisikan yakni Keilmiahan, Olahraga, Seni dan Budaya serta Apresiasi Mahasiswa.

    Di kegiatan ini, 4 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS berhasil meraih penghargaan yang diumumkan pada Closing Olimpus yang digelar pada Minggu 11 April 2021 secara luring di Auditorium UNS dan daring.

    Di bidang Seni dan Budaya, Rosa Faustina Sari Maandag memperoleh juara I lomba Tari Tradisional. Tiga mahasiswa FEB lainnya memperoleh penghargaan di bidang apresiasi mahasiswa yakni  Titin Dwi Aryanti berhasil meraih Juara 3 Duta Kampus UNS, Budi Priyanto Ramelan sebagai Insan Aktifis Sosial dan Aqifa Febrianti sebagai Insan Penalaran Olimpus UNS 2021.

    Saat dihubungi oleh media FEB, Rosa Faustina, mahasiswi Program Studi Akuntansi FEB UNS yang memiliki hobi menari khususnya tarian Jawa itu mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi juara satu di Olimpus 2021. Rosa sangat mencintai budaya Jawa terutama tariannya yang gemulai, namun Rosa tidak menutup diri untuk mempelajari tarian dari daerah lain.

    “Sejak awal masuk kuliah, saya langsung mencari Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) untuk mengasah bakat tari yang sejak kecil saya tekuni. Di Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS, saya mulai menyalurkan bakat bersama dengan mahasiswa lain yang memiliki budaya berbeda. Kebersamaan dengan mahasiswa dari lain daerah di BKKT UNS mampu menambah wawasan bagi saya tentang budaya dan seni Indonesia” Ungkap Rosa

    Sebelumnya, banyak prestasi di bidang seni yang di raih Rosa, diantaranya Juara harapan 2 lomba tari Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2011, tiga terbaik lomba tari Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2014, juara 2 Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa UNESA tingkat nasional tahun 2020, Tata Rias dan Busana Terbaik Festival Tari Tradisional Pelajar dan Mahasiswa UNESA tingkat nasional tahun 2020.

    Sementara itu, Titin Dwi Aryanti, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB tidak menyangka jika dirinya bakal memperoleh juara 3 Duta Kampus UNS karena ajang seperti ini adalah pengalamannya yang pertama. Di Olimpus 2021, banyak peserta yang memiliki pengalaman sebagai duta dalam berbagai kompetisi.

    Dengan dorongan dari keluarga dan juga teman-teman di FEB UNS, Titin mampu melewati berbagai tahapan di ajang Duta Kampus UNS 2021 mulai dari pembekalan-pembekalan, tes tertulis, wawancara, uji bakat, uji prestasi dan juga uji publik.

    Dua mahasiswa lainnya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan juga,  Budi Priyanto Ramelan yang memperoleh apresiasi penghargaan sebagai Insan Aktifis Sosial dan Aqifa Febrianti sebagai Insan Penalaran Olimpus UNS 2021 terpilih karena banyaknya aktifitas-aktifitas  yang diikutinya, baik kegiatan-kegiatan sosial maupun penalaran.

    Prestasi yang diraih keempat mahasiswa FEB UNS semoga mampu memacu prestasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di FEB UNS (Humas FEB).