FEB

Kategori: s2_mm

  • Webinar Prodi MM Bahas Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk  Baru Perbankan di Masa New Normal

    Webinar Prodi MM Bahas Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru Perbankan di Masa New Normal

    Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Business Webinar Series bertema Tantangan Industri Perbankan: Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru di Masa New Normal, Sabtu 20 Juni 2020.

    Webinar yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta tersebut adalah kali pertama webinar yang diselenggarakan Prodi MM dengan menghadirkan narasumber Senior Vice President Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP, Koko Tjatur Rachmadi.

    Diawal sambutannya, Kepala Program Studi Magister Manajemen, Retno Tanding Suryandari, S.E.,M.E., Ph.D mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Prodi-Prodi MM yang tergabung dalam Aliansi Program Studi Magister Manajemen Indonesia (APMMI). Prodi MM di perguruan tinggi yang tergabung dalam APPMMI tersebut, selain UNS yakni Telkom University, Universitas Airlangga, Unversitas Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Unika Soegijapranata, Unika Atmajaya, Universitas lampung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Jambi, UPN Veteran Jakarta, Universitas Parahyangan, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Terbuka. Business Webinar Series ini akan dilanjutkan di hari Sabtu berikutnya.

    Dalam materi yang disampaikan, Koko Tjatur Rachmadi memberikan contoh pengembangan layanan dan konsumen yang diterapkan oleh Bank OCBC NISP di masa new normal.

    Masa pandemi menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan masyarakat untuk melakukan aktitifitas diluar, termasuk dalam menjalankan transaksinya di Bank. Dalam kondisi seperti ini, perbankan harus tetap memberikan layanan prima dan optimal serta memastikan kesehatan dan keselamatan stakeholders-nya.

    Di masa new normal, perbankan harus melayani pelanggan menjadi lebih baik dengan tranformasi digital sehingga sangat memudahkan nasabah. Nasabah dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dimana saja.

    Beberapa penyesuaian operasional harus dilakukan diantaranya dengan meminimalisir bertatap muka, menggunakan digital dokumen, pelayanan melalui banking in the cloud (daring) dan juga melakukan banyak kreatifitas layanan dan produk-produk baru.

    Untuk layanan di tempat, perbankan juga sangat perlu menerapkan kreatifitas pelayanan ,  salah satunya adalah dengan Premium Guest House yang menghadirkan layanan berkualitas, modern tapi sangat hangat. Tempat untuk melayani nasabah layaknya bagian dari keluarga di rumah mereka sendiri dengan kenyamanan dan kehangatan dalam setiap interaksinya. Selain itu, ruang nteraksi di desain up to date dengan berbagai layanan yang smart dan kontemporer tetap sarat akan nilai-nilai tradisional.  (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

  • Tantangan Industri Perbankan : Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru di Masa New Normal

    Tantangan Industri Perbankan : Pengembangan Layanan Konsumen dan Produk Baru di Masa New Normal

    Program Studi S2 Magister Manajemen, ⁣
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ⁣
    Universitas Sebelas Maret Surakarta mengadakan BUSINESS WEBINAR SERIES

    Pelaksanaan :⁣
    ? Sabtu, 20 Juni 2020⁣
    ⏰ 08.45 WIB⁣
    ? ZOOM Cloud Meeting⁣

    ?Speaker
    Koko Tjatur Rachmadi⁣
    Kepala Unit Usaha Syariah ( Senior Vice President)
    – PT Bank OCBC NISP, tbk⁣

    ?Dipandu oleh moderator :⁣
    Retno Tanding Suryandari – MM FEB UNS⁣

    ? Acara ini:⁣
    FREE (kuota terbatas)⁣

    ? Fasilitas :⁣
    ✔ E-sertifikat⁣
    ✔ Diskusi dengan narasumber⁣

    Pendaftaran melalui?:⁣
    bit.ly/BWS2006⁣

    ?Informasi links ZOOM akan diberikan H-1 melalui WA/email

    Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi⁣
    Contact Person : ⁣
    Hotline MM (0821 3855 3385)⁣

  • Perempuan Berdaya, Percepat Perkembangan Negeri

    Sensus penduduk di tahun 2010 menunjukkan bahwa  jumlah perempuan hampir separuh (49,7 %) dari jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, jika  diberdayakan, wanita yang “empower” akan sangat mempengaruhi negeri.

    Hal itu disampaikan Dra. Ningsih Hariyanto, salah satu narasumber di Seminar yang diselenggarakan oleh  Program Studi S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS),  Kamis, 27/2/2020 di Aula Gedung 3 FEB UNS.

    Perempuan sangat memegang peranan penting,  mampu melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan (multitasking).

    “Jika dari  49,7% perempuan itu berdaya maka percepatan perkembangan negeri ini luar biasa. Perempuan yang mampu mengoptimalkan keunikan masing-masing yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, akan menjadi pendorong yang hebat dan sangat mempengarui 50,3% sisanya” jelasnya di acara yang bertema Empower Women, Empower Nation,

    Lebih lanjut dikatakan, setiap orang memiliki keunikan masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lain. Keunikan diri terbentuk dari sinergi beberapa hal, diantaranya adalah adanya peran orang-orang terdekat, kepribadian, kekuatan dan kelemahan diri, pengalaman hidup serta kemampuan dan keterampilan.

    Keunikan yang dimiliki setiap orang tidak akan ada yang sama persis, maka hiduplah dengan keunikan masing-masing, dan arahkan kepada nilai-nilai yang baik.

    Tetapi kebanyakan perempuan tidak seperti yang kita harapkan. Banyak perempuan menghadapi tantangan dari dalam,  memiliki pemikiran seperti “sampah”.  Ada rasa kecewa, pikiran negatif, merasa tak berharga, mencari identitas diri, perasaan tertolak, trauma masa lalu,  hanya sekedar “konco wingking “. Ketika ada pemikiran negatif dalam dirinya akan melihat orang lain juga negatif.

    Padahal sesungguhnya perempuan adalah pribadi yang bernilai.  Dalam dirinya harus ditumbuhkan pemikiran bahwa  ada sebuah keberhargaan dan keunikan yang harus dimainkan secara maksimal,

    Sementara itu, Kristrianti Puji Rahayu, S.E., MBA, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa perempuan dengan tingkat literasi keuangan yang baik membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh akses keuangan (inklusi).

    Dari hasil penelitian, perempuan yang memiliki akses ke keuangan cenderung tidak hanya menghabiskannya untuk keperluan pribadi, tetapi lebih kepada keperluan rumah tangga dan anak. Pada akhirnya, peningkatan jumlah perempuan yang memiliki akses ke keuangan berkontribusi positif terhadap pengentasan kemiskinan .

    OJK  banyak memberikan literasi keuangan kepada wanita tetapi secara statistik literasinya masih dibawah laki-laki, demikian juga inklusinya. Sangat penting bagi wanita dalam hal mengelola keuangan dan memberdayakan diri secara ekonomi.

    Untuk memaksimalkannya,  OJK telah menjalankan program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai instansi, lembaga, universitas. Di level universitas, salah satunya dapat diwujudkan dalam kerja sama program KKN. OJK juga menyediakan informasi dalam platform yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat serta mengikuti isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat.

    Melalui terselenggaranya seminar yang dihadiri oleh hampir 300 peserta, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir.Ahmad Yunus, MS, berharap peserta mendapatkan  pemahaman tentang “empower women” yang mampu menjadi “empower  nation”.

    Selain itu, kegiatan ini juga mampu mengembangkan kerjasama khususnya dalam perkembangan dan proses pembentukan kurikulum sesuai dengan yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI, menjadikan pihak industri dan lembaga lain sebagai mitra pembelajaran di kampus.

  • Seminar “EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”

    Seminar “EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”

    Program Studi S2 Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret mengadakan seminar

    ?Dengan Tema : *”EMPOWER WOMEN, EMPOWER NATION”*

    ? Pelaksanaan :
    ? Kamis, 27 Februari 2020
    ⏰ 08.30 – 12.00 WIB
    ? Aula FEB UNS Gd. 3

    ?Speaker
    ? Kristrianti Puji Rahayu, S.E., MBA (Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK)
    ? Dra. Ningsih Hariyanto (Women Movement)

    File Materi bisa di download :

    1. Materi 1 => download

    2. Materi 2 => download

  • Sering Baca Jurnal, Tips Temukan Kebaruan Ide

    Sering Baca Jurnal, Tips Temukan Kebaruan Ide

    Penulisan artikel ilmiah untuk publikasi, bukan semata-mata bertujuan untuk memenuhi kelulusan studi namun untuk mengenalkan ide baru karena ilmu itu harus dikembangkan berbasis penelitian dari perguruan tinggi. Dan penelitian itu harus didiseminasikan ke masyarakat melalui media.

    Ada tiga hal yang harus kita perhatikan dalam menulis artikel yakni adanya kebaruan ide, substansi dari manuskrip yang kita tulis harus menarik perhatian pembaca dan juga harus bisa meyakinkan pembaca bahwa ide yang kita paparkan, benar.

    Mahasiswa Prodi MM ikuti workshop penulisan artikel

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Eng. Anto Satriyo Nugroho dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat menjadi narasumber di Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen, Sabtu 1/2/2020 di Aula Konimex Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Selanjutnya dijelaskan, novelty atau kebaruan dalam artikel adalah untuk membangun knowledge pada sebuah bidang ilmu. Untuk ikut membangun harus ada kontribusi yang kita berikan, ada sebuah ide yang kita perkenalkan atau yang kebaruan yang kita berikan. Ide itu belum pernah dilakukan oleh orang lain.

    “Untuk mengetahui kebaruan ide, hanya satu kuncinya, kita harus sering membaca jurnal ilmiah. Pembimbing saya saat studi menyarankan untuk membaca sepuluh artikel  setiap hari. Ini berguna untuk mengetahui tren penelitian saat ini” papar Dr. Anto

    Seorang peneliti harus berhati-hati juga dalam memilih tema, harus disesuaikan dengan lingkup jurnalnya. Apakah untuk kepentingan di tingkat nasional ataupun internasional.

    Selain itu, gaya penulisan menjadi salah satu yang sangat dipertimbangkan untuk diterima tidaknya  artikel pada  sebuah jurnal. Sering terjadi, ditolaknya sebuah artikel ilmiah bukan karena substansinya yang tidak baik namun salah satunya adalah gaya menulisnya yang kurang tepat.

    Sementara itu, Tri Mulyaningsih,SE, M.Si,Ph.D, dari FEB UNS sebagai narasumber kedua di kegiatan itu memberi gambaran kepada peserta yang mengikuti workshop betapa sangat banyaknya permasalahan di sekitar kita yang bisa menjadi bahan penelitian.

    “Banyak permasalahan yang bisa kita gali di sekitar kita, isu-isu yang sedang tren saat ini, misal tentang Virus Corona, Asuransi Jiwasraya, gagasan Mas Nadiem dengan Kampus Merdekanya dan lain sebagainya bisa menjadi topik penelitian yang menarik. Bahkan pengalaman pribadi kita pun bisa menjadi sumber inspirasi” jelasnya memberi semangat.

    Retno Tanding Suryandari, Ph.D , Kaprodi MM saat membuka acara

    Dari sisi penulisan artikel, peneliti harus memperhatikan gaya selingkung atau format penulisan dari jurnal. Karena masing-masing  jurnal punya gaya selingkung yang berbeda.

    Tri Mulyaningsih juga memaparkan kepada peserta, beberapa pedoman lain dalam penulisan paper.

    Usai menyampaikan pemaparan, perserta berdiskusi dengan kedua narasumber.

  • Stata, Salah Satu Program Analisis Data yang Populer

    Stata, Salah Satu Program Analisis Data yang Populer

    Stata adalah sebuah program statistik yang sangat lengkap dari segi kemampuan fungsi statistik, sehingga menjadikan stata sebagai salah satu program paling populer yang digunakan oleh peneliti-peneliti dari berbagai kalangan untuk pengolahan atau analisis data.

    Secara umum, analisis data dengan stata meliputi tiga proses yakni memasukkan dataset ke memori, mengolah dataset dengan seperangkat perintah dan menyimpan atau menampilkan output.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. dan Heni Wahyuni, Ph.D saat pemaparan materi

    Pernyataan itu disampaikan Heni Wahyuni, S.E., M.Ec., Dev., Ph.D. dari UGM, salah satu pembicara Worskhop Pelatihan Stata untuk Analisis Data, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Di workshop itu, pembicara yang telah 21 tahun menjadi dosen berpesan kepada peserta untuk menggunakan stata yang original.

    “Meskipun ada versi yang lebih tinggi, stata versi 11, 12 dan 13 sudah cukup untuk digunakan menganalisis data, yang penting original. Hati-hati menggunakan stata yang tidak original karena hasilnya sering tidak valid. Stata yang tidak original bisa untuk latihan, namun untuk riset sesungguhnya disarankan menggunakan stata yang original” tegasnya.

    Lebih lanjut diterangkan, manual stata terintegrasi dengan software stata sehingga sangat mudah diakses jika diperlukan. Dictionary menempel pada softwarenya dan tidak perlu koneksi internet untuk mengaksesnya.

    Di stata sebenarnya mahasiswa bisa belajar sendiri. Jika kesulitan, bisa langsung melihat ke menu “help”. Tidak perlu mengingat semua perintahnya, namun yang penting tahu triknya. Semakin sering berlatih stata, semakin mudah dalam menggunakannya.

    Sementara itu, narasumber lain, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), disesi kedua menjelaskan materi tentang regresi.

    Usai paparan dari kedua narasumber, peserta langsung berdiskusi dan berlatih menganalisis data dengan menggunakan program stata.

    Retno Tanding Suryandari, Ph.D., beri sambutan

    Kegiatan yang dibuka oleh Retno Tanding Suryandari, SE, ME, Ph.D., Kepala Program Studi Magister Manajemen (MM) FEB UNS diikuti oleh mahasiswa MM dan Magister Akuntansi kelas kerjasama, dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT . Kereta Api Indonesia (KAI).

  • Research Workshop Series “Pelatihan Stata Untuk Analisis Data”

    Program Studi S2 Magister Manajemen pada hari sabtu tanggal 18 Januari 2020 mengadakan workshop yang berjudul “Pelatihan Stata untuk Analisis Data”, dimana dalam acara tersebut telah hadir 2 pembicara diantaranya :

    1. Heni Wahyuni, S.E., M.Ec., Dev., Ph.D. dari UGM ( Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ) => download materi
    2. Tastaftian Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. dari UNS ( Universitas Sebelas Maret Surakarta ) => download materi
  • Mahasiswa Prodi MM dan Maksi Ikuti Workshop Penulisan Proposal Penelitian

    Mahasiswa Prodi MM dan Maksi Ikuti Workshop Penulisan Proposal Penelitian

    Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM) Fakultas  Ekonomi Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) gelar Workshop Penulisan Proposal Penelitian, Sabtu 11 Januari 2020 di Aula Konimex FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 90 mahasiswa Prodi MM dan Maksi (Magister Akuntansi)   menghadirkan narasumber Dr. Nuryakin dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Retno Tanding Suryandari, Ph.D, Kepala Prodi MM FEB UNS.

    Retno Tanding, Ph.D Jelaskan Penulisan Proposal Penelitian

    Dalam paparan presentasinya, Retno Tanding, Ph.D  menyampaikan bahwa proposal penelitian merupakan tulisan formal yang menjelaskan topik dan rencana penelitian, untuk meyakinkan bahwa penulis telah memiliki ide riset yang relevan, fokus, dan menarik serta rencana risetnya dapat dijalankan.

    Proposal penelitian mencakup tiga  hal penting yakni ide penelitian,  tentang apa yang ingin dicapai; kepentingan penelitian,  mengapa ingin meneliti topik tersebut, serta rencana dan desain penelitian,  bagaimana melakukan penelitian.

    Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ide penelitian adalah ide  tersebut yang menarik diri peneliti , penting , dapat diteliti (akses data, dosen pembimbing, akses literature) , layak (dana, waktu, teknik pelaksanaan),  serta bernilai praktis.

    Workshop Diikuti Mahasiswa Prodi MM dan Maksi

    “Buatlah ide yang menarik hati  Anda, jangan untuk menarik orang lain dulu. Ketika Anda tidak bisa menjadikan diri anda tertarik, bagaimana Anda bisa meyakinkan ide penelitian Anda kepada orang lain . Setelah itu yakinkan  bahwa  rencana riset dapat dijalankan karena ada kemungkinan ide tersebut tidak bisa dijalankan” jelasnya.

    Selanjutnya dikatakan, beberapa elemen yang perlu ada dalam proposal penelitian yakni Judul (tidak harus dituliskan diawal, bisa menyusul), Pendahuluan yang berisi ide dan perumusan masalah, kajian pustaka yang mencakup formulasi tujuan penelitian , metodologi riset,  serta rencana kerja penelitian yang meliputi budget, waktu, dan sumber dana.

    Senada dengan Retno Tanding,  Dr. Nuryakin juga menjelaskan,  yang paling mendasar dalam memulai sebuah penelitian/tesis adalah mencari ide penelitian, hindari topik yang kurang back-up theory atau minim penelitian terdahulu,  gambar kerangka konsep,  cari referensi yang mendukung, koleksi referensi yang mendukung dengan software (endnote, zootero, mendeley), serta akses informasi dari jurnal-jurnal bereputasi.

    Usai paparan dari dua narasumber, peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait materi.

     

  • Kali Kedua, Prodi MM Divisitasi Tim Reviewer Abest21

    Kali Kedua, Prodi MM Divisitasi Tim Reviewer Abest21

    Tim Reviewer Abest21(The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, 21stCentury Organization) yakni Fumio Itoh, Ph.D, President of Abest21; Dr. Gancar Candra P, Universitas Airlangga; dan Fathyah Hashim,Universiti Sains Malaysia lakukan visitasi reakreditasi pada Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (MM FEB UNS), Kamis, 26 September 2019.

    Dalam sehari, reviewer secara komprehensif melakukan wawancara dengan pihak Dekanat FEB UNS, pengelola program studi, dosen, dan, mahasiswa MM FEB UNS.

    Visitasi ini adalah kali kedua, setelah sebelumnya pada tanggal 16 September 2016, Prodi MM di visitasi oleh Peer Review Team dari ABEST21. Saat itu, tim terdiri dari Fumio Itoh, Ph.D (President ABEST21), Dr.Suharnomo (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Indonesia), Dr. Sahid Susilo Nugroho (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Dr. Ming-Yu Cheng (Faculty of Accountancy & Management, Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia), Dr. Fathyah Hashim (Graduate School of Business, Universiti Sains Malaysia, Malaysia).

    Program Studi Magister Manajemen menjadi program studi yang pertama di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terakreditasi secara internasional setelah melalui proses selama kurang lebih 3 tahun.

    ABEST21 yang berpusat di Tokyo ini menggunakan konsep continuous improvement dalam proses akreditasi dan pemeliharaan akreditasi. Ketika suatu program studi sudah terakreditasi ABEST21, setiap tahun harus mengirimkan Kaizen Report (laporan continuos improvement) yang telah dilakukan.

  • Prodi MM FEB UNS Rintis Kurikulum Internasional

    Prodi MM FEB UNS Rintis Kurikulum Internasional

    Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Bandi memberikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang telah menginspirasi prodi-prodi lainnya di UNS dalam program-program internasionalisasi.

    Program Magister Manajemen FEB UNS telah terakreditasi ABEST21, FEB telah menjadi anggota AACSB,Prodi S1 Akuntansi telah menjadi member internasional AAPBS dan EFMD-EPAS, serta Prodi Ekonomi Pembangunan dan Manajemen FEB juga telah tersertifikasi AUN QA, sebuah lembaga yang diakui Dikti sebagai lembaga akreditasi internasional.

    FEB UNS juga telah mengembangkan kemitraan dengan universitas dan institusi luar negeri terkemuka seperti Purdue University, University of Limoges, University of Twente , University of Portsmouth, Science Po Toulouse, dan Curtin University Australia.

    “Saat ini arusnya sedang world class university, dan FEB sudah memulainya dengan beberapa kerjasama internasional dan pemerolehan sertifikasi internasional. Bahkan salah satu dosen FEB, Irwan Trinugroho telah menjadi asesor di AUN QA. Prestasi ini menjadi kebanggaan UNS. Jika ada tambahan anggaran terkait program internasionalisasi, Rektor akan memperhatikan penuh dan saya akan mendukung realisasi anggarannya” jelas Dr. Bandi saat memberikan sambutan di acara Workshop Pengembangan Kurikulum, 18 September 2019 di UNS Inn.

    Retno Tanding Suryandari, Kepala Prodi MM FEB dalam paparan presentasinya menjelaskan terkait dengan pengembangan kurikulum internasional.

    Salah satu yang menjadi target Key Performance Indikator (KPI) UNS adalah kita bisa menyelengarakan program internasionalisasi, diantaranya adalah keterlibatan dosen dalam kegiatan internasional, baik kolaborasi riset, konferensi internasional, dan mobilitas dosen.

    “Yang tidak kalah penting , pengembangan jumlah mahasiswa asing, saat ini MM memiliki satu mahasiswa asing yang masih aktif di semester tiga, dan ada yang satu mahasiswa sudah lulus. MM juga pernah menerima student exchange dari Malaysia dan Turki” katanya.

    Kedepannya MM perlu memikirkan program- program yang bisa dikembangkan untuk menarik minat mahasiswa asing untuk studi ke MM, contohnya student exchange, kredit transfer, double degree dan full degree.

    Lebih lanjut dijelaskan, beberapa tantangan terkait pengembangan kurikulum internasional diantaranya adalah kebersediaan dosen pengampu matakuliah mengajar dengan bahasa Inggris, biaya yang harus ditanggung peserta didik baik mahasiswa dari dalam atau luar belum dilakukan penghitungannya secara riil serta promosi ke kelompok sasaran belum fokus dan belum sistematis.

    Disisi lain, ada peluang, kita sudah memiliki akreditasi internasional, Abest21, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan menjadi daya tarik sekaligus promosi ke target market, banyak MOU aktif dengan universitas partner yang untuk menunggu ditindaklanjuti baik di Eropa maupun di Asia pada umumnya, peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas dosen pengampu matakuliah dalam bahasa Inggris tersedia karena kita menerima tawaran dari kedutaan besar Amerika Serikat.

    Banyak program singkat non kredit yang dicari oleh universitas dari luar negeri terutama dari Eropa, Australia dan Amerika Serikat. Salah satu program mereka adalah mengirim mereka ke negara di luar asal meraka.

    Diakhir acara yang diikuti oleh pengampu matakuliah Prodi MM, Retno, Ph.D berharap dapat merangkum seluruh masukan dari peserta untuk pengembangan kurikulum internasional Prodi MM.