FEB

Kategori: s2_mm

  • Dekan Lantik Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA FEB UNS

    Dekan Lantik Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA FEB UNS

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D,Ak melantik Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Periode Tahun 2021, Kamis, 25 Februari 2021 di Aula Gedung 3 FEB UNS.

    Dalam acara yang dihadiri oleh para Wakil Dekan, Kepala Unit Kerjasama dan Pimpinan Administrasi FEB UNS juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengurus yang diwakili oleh Ketua BEM dan DEMA dari Pengurus Tahun 2020 ke Pengurus Tahun 2021.

    Dekan FEB UNS dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru yang telah dilantik dan juga ucapan terima kasih kepada pengurus lama,  tetap mendampingi pengurus yang baru agar berprestasi lebih dari sebelumnya.

    Selanjutnya disampaikan, perubahan status UNS dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut banyak penyesuaian, baik dari sisi organisasi maupun pola kerja, perlu lompatan yang cepat. UNS dituntut untuk mencapai target yang dicanangkan pemerintah,  masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia.

    Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA

    Dekan mendorong agar mahasiswa terutama para pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA bergerak aktif, mengadakan dan juga mengikuti aktifitas yang levelnya internasional hingga berprestasi. Fakultas akan membantu dalam pencapaian prestasi tersebut.

    “Dengan status UNS sebagai PTNBH, aktifitas dan kegiatan mahasiswa, baik akademik dan non akademik harus mengarah kepada pencapaian prestasi tingkat internasional. Universitas, fakultas dan prodi akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa tersebut. Jika ada kesulitan, kita selesaikan bersama. Kita harus guyub rukun bekerja keras untuk mencapai target itu” tegas Dekan menyemangati mahasiswa.

    Dekan berpesan, meskipun mahasiswa aktif di organisasi, namun secara individu harus punya prestasi akademik, IPKnya harus tetap bagus, jangan merosot. Mahasiswa juga harus menjalin komunikasi yang baik, menjaga silaturahmi dengan pimpinan, dosen dan juga tenaga kependidikan. (Humas FEB).

  • FEB UNS Adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan SPJ

    FEB UNS Adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan SPJ

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang diikuti 20 peserta perwakilan masing-masing program studi dan Pelaksana Helpdesk, Kamis 25 Februari 2021 di Ruang Laboratorium Komputer FEB UNS.

    Koordinator Tata Usaha, Tunggul Ardhi, S.Si. saat memberi sambutan dan arahan

    Koordinator Tata Usaha FEB UNS Tunggul Ardhi, S.Si.  dalam sambutannya mengatakan dengan perubahan UNS dari Badan Layanan Usaha (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terjadi pula beberapa perubahan dalam model pengajuan anggaran dan penyusunan SPJ. Pedoman yang digunakan mulai saat ini menggunakan Standar Biaya Minimum (SBM) UNS.

    Dalam kegiatan ini, pelaksana teknis akan dikenalkan dengan pedoman yang baru, bagaimana caranya mengajukan anggaran dan menyusun SPJ.  Dengan pelatihan ini diharapkan para pelaksana teknis dari bidang maupun prodi lebih cepat melakukan penyesuaian,  tidak mengalami kesulitan lagi.

    Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP, Bendahara Fakultas dan Gigih Fantriko Tri Wibowo, A.Md. dari Bagian Perencanaan FEB UNS menjadi instruktur dalam workshop yang digelar selama sehari.

    Gigih Fantriko memberikan gambaran layanan di Bagian Perencanaan FEB UNS diantaranya upload data dukung fakultas (KPI), revisi ajuan revisi anggaran, download perencanaan fakulas dan prosedur pencairan anggaran. Dipandu pula bagaimana operator bidang dan prodi mengoperasikan aplikasi Sistem Perencanaan dan Evaluasi Anggaran (Sireva).

    Sementara itu, Christina Yulia menyampaikan teknis tentang pengajuan anggaran hingga penyusunan SPJ. Peserta diharapkan untuk benar-benar mempelajari pedoman baru,  SBM UNS.

    Christina Yulia, S.IP memandu peserta

    Untuk dapat mengevaluasi sejauh mana peserta mampu memahami apa yang disampaikannya, disesi terakhir, Yulia memberikan soal-soal yang harus dikerjakan dengan tepat oleh peserta. Soal yang diberikan diantaranya penyusunan SPJ dari Surat Perintah Bayar (SPBY), kuitansi dengan kesesuaian tarif-tarif yang digunakan dan pajak sesuai peraturan yang baru. Kemudian beberapa soal lain juga diberikan yang berhubungan dengan perhitungan honor narasumber, pembelian, jasa dan SPPD.  (Humas FEB UNS)

  • Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi Program Management Trainee

    Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi Program Management Trainee

    54 alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Ujian Seleksi Program Management Trainee (MT) PT Intan Pariwara, Rabu, 24 Februari 2021 di Gedung I FEB UNS.

    Kegiatan seleksi program MT bagi lulusan FEB ini merupakan salah satu bentuk kerjasama FEB UNS dengan PT Intan Pariwara. Dari 54 alumni, diantaranya ada yang akan diwisuda di 27 Februari mendatang.

    Dalam sambutannya dihadapan Direktur ,Tim Manajemen PT Intan Pariwara serta alumni FEB, Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan setelah UNS berstatus Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH).

    Dr. Mugi berharap agar lulusan FEB memanfaatkan kesempatan seleksi ini dengan sebaik-baiknya. Dan berpesan agar ketika bergabung menjadi bagian dari PT Intan Pariwara untuk selalu menjaga nama baik institusi.

    “Jika saudara berhasil dalam seleksi Program MT dan bergabung dengan PT Intan Pariwara, tolong patuhi standar kerja yang telah ditetapkan organisasi di sana, termasuk standar etikanya. Berikan torehan emas untuk FEB UNS” pesan Dr. Mugi.

    Sementara itu,  Ir. H. Tomy Utomo Putro, M.M, Direktur PT Intan Pariwara memberikan gambaran tentang alur seleksi dan program MT.

    Di masa pandemi ini, PT Intan Pariwara masih tetap eksis dan bahkan  berkembang. Melalui jalur MT, PT memerlukan  tenaga muda yang potensial dan handal untuk menjadi seorang pimpinan. Sebagai calon pemimpin yang mengelola perusahaan, PT Intan Pariwara sangat mengutamakan kejujuran.

    Selanjutnya disampaikan, dalam rekrutmen reguler, untuk menjadi seorang manajer, memerlukan waktu lima tahun,  itupun jika prestasinya luar biasa. Namun untuk kerjasama dengan FEB UNS ini, para alumni yang  lolos dalam Program MT, setelah 6 bulan atau 1 tahun dapat langsung menjadi pimpinan, manajer atau setara dengan pimpinan.

    Peserta yang berhasil masuk dalam Program MT akan digembleng selama 6 bulan. Jam kerja MT bisa mencapai 12 jam sehari. Setelah seharian dididik,  malam harinya peserta akan diberi tugas untuk dipresentasikan besoknya dan seterusnya demikian. Hal ini untuk melatih kekuatan fisik dan mental para peserta MT sebagai calon pemimpin.

    Dikatakannya, dalam seleksi ini, Alumni FEB UNS  mendominasi program MT. Setelah dievaluasi di pelaksanaan program MT, bagi peserta yang kurang memenuhi syarat tidak diberhentikan namun akan dicadangkan untuk yang akan datang atau bisa diterima di tempat lain,  namun tidak sebagai peserta MT.

    Dalam program ini, peserta tidak dipungut biaya. Setelah mengikuti tes tertulis di FEB, peserta akan mengikuti tes lanjutan di PT Intan Pariwara dan langsung interview dengan  Board Director.

    Usai mendapatkan arahan dari Pimpinan FEB dan juga dari Tim Seleksi PT Intan Pariwara, peserta menuju ruang kelas di Gedung I FEB untuk menjalani ujian tertulis. Kelas yang digunakan telah memenuhi standar protokol kesehatan, berjarak dan bersekat. (Humas FEB)

  • Kalender Akademik Tahun 2020/2021

    Perkuliahan semester genap, Februari – Juli 2021 dimulai pada tanggal 22 Februari 2021.  Di Semester ini, Aktifitas perkuliahan masih diselenggarakan secara daring. Berikut Kalender Akademik Tahun 2020/2021

     

  • Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Dwi Sekar Darojati,  mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2018 untuk menghasilkan karya. Dwi berhasil meraih juara Favorit di lomba fotografi bertema Pahlawan di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Magelang, Desember lalu.

    Dwi bersaing dengan 72 karya mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yakni Universitas Tidar, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Bakrie, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Maritim Raja Ali Haji, IAI Nusantara Batanghari, UPN Veteran Jakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Brawijaya serta Universitas Sebelas Maret.

    Dengan kamera DSLRnya, Dwi tertarik mengambil obyek seorang bapak penjual kentang di Pasar Segamas, Purbalingga. Menurutnya, para pedagang,  pelaku ekonomi di pasar rakyat adalah juga salah satu pahlawan di era Pandemi.

    “Para pedagang juga pahlawan di era pandemi. Tepatnya salah satu pahlawan ekonomi kita di tengah pandemi. Meskipun Indonesia diterjang krisis di era pandemi ini, ekonomi kerakyatanlah menjadi tameng dan support sistem yang dapat membuat perekonomian Indonesia tetap bertahan di tengah krisis” tutur mahasiswa yang memiliki hobi fotografi dan desain.

    Kejuaraan seperti ini, bukan kali pertama yang diikuti Dwi.  Sebelumnya Dwi pernah mengikuti lomba-lomba, diantaranya yang diselenggarakan Bursa Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dan mendapat peringkat 5 besar poster dan fotografi.

    Tak hanya untuk menyalurkan bakat, aktifitas ini juga sebagai pengisi waktu luang usai  kuliah online. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan imunitas, melepas kejenuhan ketika aktifitas harus dibatasi karena pandemi. (Humas FEB)

  • Undang Praktisi,  Prodi MM Gelar Diskusi Perbankan Pemulihan Ekonomi Di Tengah Pandemi

    Undang Praktisi,  Prodi MM Gelar Diskusi Perbankan Pemulihan Ekonomi Di Tengah Pandemi

    Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Diskusi Perbankan dan Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi dengan narasumber Prof. Rofikoh Rokhim, SE, SIP, DEA, Ph. D., Kamis, 3 Desember 2020.

    Dalam presentasinya, Prof. Rofikoh, Dosen FEB Universitas Indonesia yang juga sebagai Komisaris Independen BRI mengatakan dengan adanya Pandemi Covid-19, perbankan menjadi sektor yang juga terpengaruh karena disaat industri berhenti otomatis bank tidak ada pendapatan.

    “Dengan pandemi Covid-19, perbankan termasuk yang terpengaruh. Bank akan melakukan restruksturisasi, meminta penundaan, keringanan bunga,  perpanjangan waktu dan seterusnya.  Kendati demikian,  industri perbankan kita masih positif, wajar dan  sehat” katanya.

    Selanjutnya disampaikannya potret Bank Buku 4 yaitu bank dengan modal paling tinggi dibanding Bank Buku lainnya dengan modal intinya Rp 30 triliun. Per September 2020, Bank Buku 4 assetnya bertambah 14,2%, LOAN meningkat 4,8%, deposit meningkat 19.3 %, NPL  meningkat 3,14 %, dan net profit mengalami penurunan,  -30,2%.

    Bank Buku 2 dan 4 likuiditasnya melimpah, bank tidak kekurangan likuiditas kecuali bank-bank kecil, Bank Buku 1 dan 3. Inilah yang menjadi “pe-er” pemerintah, berdasarkan hasil wawancara meskipun masyarakat mendapatkan bantuan ternyata banyak yang tidak dibelanjakan, namun disimpan di bank untuk berjaga-jaga karena pandemi belum tahu hingga kapan selesainya, sementara untuk keseharian masih ada dana.

    Untuk hal ini, jika ada stimulus baru lagi,   Kementerian Keuangan sudah berencana menerapkan bantuan kemungkinan wujudnya bukan transfer uang tapi barang atau voucher agar masyarakat membeli barang sehingga ekonomi berputar terus. Jika suasana sudah aman, subsidinya pada perjalanan, restoran, bis, harga pesawatnya dan seterusnya.

    Potret perbankan dari sisi Net Interest Margin (NIM) terjadi  penurunan, sebagian besar disebabkan oleh penurunan pendapatan bunga dan peningkatan biaya provisi, termasuk biaya investasi digitalisasi perbankan. Indonesia, sebelumnya memiliki NIM paling tinggi di dunia, dengan Covid ini terjadi penyesuaian-penyesuaian.

    Lebih lanjut,  biaya operasional semua bank mengalami peningkatan.  Beban operasional industri perbankan terus meningkat karena adanya biaya pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit.

    Banyak dukungan pemerintah untuk menanggulangi permasalahan karena Covid-19, begitu Presiden mengumumkam kan adanya Covid, segera direspon oleh OJK mengeluarkan POJK No 11/2020 tentang restrukturisasi bagi UMKM maupun kredit lainnya, lalu muncul Perppu, Permenko, PMK dan PP terkait Covid agar ekonomi jangan terperosok seperti krisis yang terjadi di  1998, minus 13.

    Otoritas Jasa Keuangan akhirnya memperpanjang relaksasi dengan dikeluarkan POJK no  11/POJK.03/2020,  restrukturisasi diperpajang dari semula sampai pada 31 Maret 2021 menjadi 31 Maret 2022, karena pemulihan ekonomi baru tahun depan. Total yang direlaksasi Rp 932,4 triliun kredit untuk 7,53 juta debitur yang menikmati, berlaku bagi Bank Umum Konvesional, Bank Umum Syariah, Unit Syariah, Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah.

    “Bank harus menerapkan manajemen risiko yang baik dalam penerapan stimulus,memastikan adanya kapasitas modal dan likuiditas. Prinsip kehatian-hatian, karena uang negara. Jangan sampai keliru diberikan kepada yang tidak berhak menerimanya” tegasnya.

    Kepada peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, Prof Rofikoh berpesan agar mahasiswa mengambil peran di masa pandemi, mengambil peluang dengan melakukan riset-riset penelitian, yang selain bermanfaat bagi studinya, juga bermanfaat bagi masyarakat.

    “Banyak sekali ide riset yang bisa dikerjakan mulai dari dampak covid terhadap performa perbankan, tidak hanya keuangan, termasuk bagaimana perbankan menjaga juga resiko, baik resiko pasar atau resiko operasional. Bisa juga yang terkait dengan pencadangan, apakah bank yang pencadangannya semakin besar, apakah semakin kuat atau sebaliknya dan banyak lagi ide lain.

    Banyak jurnal yang menawarkan publikasi yang kaitannya dengan permasalahan Covid, bahkan tidak sulit untuk masuk di jurnal Q1 dan Q2.  (Humas)

  • Prodi MM Gelar Workshop  Pengabdian Masyarakat

    Prodi MM Gelar Workshop  Pengabdian Masyarakat

    Mengembangkan dan mempertahankan pariwisata lokal saat pandemi menjadi tema khusus yang diangkat dalam Workshop  Pengabdian Masyarakat Program Studi Magister Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (MM FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 30 September 2020.

    Kegiatan yang digelar secara daring dan luring itu merupakan kerjasama antara  MM FEB UNS dengan RG Digital Economy, Marketing, and Consumer Insights serta Unit Pelaksana Teknis Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS.

    Retno Tanding Suryandari, Ph.D, Ketua Program Studi MM FEB UNS menjadi moderator dalam kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber yakni Suwarmin, Direktur Bisnis Solo Pos, Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok Klaten dan Parjan, pengelola obyek wisata Kalibiru Kulon Progo.

    Direktur Bisnis Solo Pos, Suwarmin dalam paparan materinya mengatakan era baru pasca pamdemi harus disambut dengan semangat baru mulai dari sekarang.

    “Era pandemi ini memberikan peluang yang sama, baik yang di daerah maupun di pusat untuk menemui market di luar. Pengelola wisata harus aktif mencari peluang itu. Aktif di platform digital dengan memanfaatkan wisata virtual dan merawat jaringan dengan live IG.

    “Cari tokoh-tokoh yang memiliki follower yang banyak untuk diwawancarai dan live-kan di instagram, misal Pak Ganjar” tegasnya.

    Pengelola harus mampu merawat dan membuat ketertarikan para pengunjung yang pernah datang ke tempat wisata, menyapa dan bersilaturahmi dengan virtual. Selanjutnya pengembangan wisata dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan kantor-kantor pemerintahan yang akan melakukan upgrading kepada timnya dengan melakukan kunjungan virtual atau bisa juga bekerja sama dengan wedding organizer untuk memanfaatkan tempat wisata.

    Menjelang akhir paparannya, Junaedhi menyampaikan bahwa pasca pandemi, wisatawan ingin mendapatkan best experience, mendapat pengalaman yang berbeda. Desa wisata yang dikelola dengan 3 s, yakni serenity (ketenangan diri), spirituality (ketenangan batin) dan sustainability (menjaga keberlanjutan alam) akan lebih banyak dicari pengunjung.

    Sementara itu, Kepala Desa Ponggok Klaten menjelaskan pengembangan Umbul Ponggok sebagai destinasi wisata yang terkenal secara nasional dan internasional  dengan daya tariknya yang unik.

    Dimasa pandemi, Umbul Ponggok telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan pengawasan yang ketat. Layanan wisata juga dimodifikasi dengan layanan privat, semi prifat dan wisata virtual untuk pembatasan jumlah pengunjung disertai peningkatan kualitas layanan.

    Untuk pembatasan interaksi pelaku wisata dengan pengunjung, pengelola Umbul Ponggok memberlakukan e-ticketing dan paket “all in”. Juga mengembangkan konsep storynomic untuk peningkatan nilai jual produk wisata, job creation dalam semua aspek layanan dan produk wisata.

    Sementara itu, narasumber ketiga, Parjan,  pengelola wisata Kali Biru Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memaparkan upaya yang telah ditempuh dalam pengembangan destinasi wisata Kali Biru. (Humas)

  • Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Bisa (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak. menyemangati mahasiswa baru dengan  pekik “UNS Bisa FEB Jaya”  di kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring,  Rabu, 16 September 2020.

    Kepada lebih dari 600 mahasiswa baru dari seluruh Program Studi (Prodi) di FEB UNS, Dekan mengucapkan selamat datang  dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada empat  mahasiswa  perwakilan prodi.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak.

    “Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami meskipun diterima dalam suasana pandemi Covid-19. Perkuliahan di awal semester ini masih dilakukan secara daring, tidak bisa tatap muka langsung tetapi harus tetap semangat untuk mengikutinya” kata Dekan  menyemangati.

    Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB,  fakultas yang membanggakan, seluruh prodi di FEB UNS  telah terakreditasi A dari BAN PT. Akreditasi internasional pun telah diraih dari AUN QA dan  ABEST21.

    Mahasiswa baru dari seluruh prodi di FEB Ikuti PKKMB

    Dekan berpesan agar dalam menempuh perkuliahan  di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas  di kampus. Mahasiswa juga diharapkan menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa.

    Di penutup sambutannya,  Dekan mengajak mahasiswa untuk semangat dalam belajar, belajar dan belajar.  Para dosen di FEB UNS akan selalu mensupport seluruh aktifitas belajar mahasiswa. Diharapkan bisa kuliah tepat waktu, mampu maksimal dalam memperoleh ilmu, pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.

    Sementara itu,  Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan arahan kepada mahasiswa bahwa dunia mahasiswa tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akademik tapi juga merupakan dunia aktualisasi. Mahasiswa harus mampu mengembangkan minat dan bakat serta menorehkan prestasi. Untuk mengasahnya, mahasiswa telah difasilitasi fakultas dengan   organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa.

    Dr. Mugi Harsono, M.Si

    “Jangan hanya menjadi kutu buku, tapi jadilah mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif nya OK dan penalarannya juga Ok. Serius kuliah adalah penting tapi beraktualisasi untuk menunjukkan siapa anda juga penting. Jadi, seimbangkan antara kegiatan akademis dan kegiatan kemahasiswaan “ tegasnya

    Lebih lanjut dikatakan, bidang tiga akan membentuk Komunitas Mahasiswa Prestatif untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki kelebihan baik dalam menulis, entrepreneur, vokal dan sebagainya. Diharapkan mahasiswa baru dapat berkontribusi aktif untuk bergabung dalam komunitas tersebut selanjutnya mampu menorehkan prestasi.

    Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari bidang akademik, bidang umum dan keuangan serta dari masing-masing program studi. Para alumni dan dosen yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru baik live ataupun melalui video, diantaranya Prof. Wimboh Santoso, Doni P Joewono, Didiek Hartantyo,  Endang Kurniawan, Putriesti Mandasari, Ibrahim Fatwa Wijaya dan Dewanti Cahyaningsih.  (Humas)

  • MM dan MESP FEB UNS Gelar Business Webinar Series Angkat Tema Behavioral Economics

    MM dan MESP FEB UNS Gelar Business Webinar Series Angkat Tema Behavioral Economics

    Program Studi Magister Manajemen (MM) dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar yang bertajuk Behavioral Economics, Prinsip dan Aplikasi Teori Prospek, Sabtu 18 Juli 2020.

    Kegiatan ini adalah kali kedua yang diselenggarakan dalam Business Webinar Series, diikuti oleh 107 peserta dengan narasumber Harry Susianto, Ph.D. , Psikolog Ekonomi dan Konsumen dari Universitas Indonesia.

    Behavioral Economics (BE) berusaha mengkombinasikan prinsip-prinsip dasar ilmu ekonomi dengan realita yang tidak jarang dipengaruhi oleh psikologi manusia. Lingkup ranah BE adalah mempelajari keputusan-keputusan irasional orang (dalam hal ini user atau pengguna).

    Harry menjelaskan bahwa BE mirip dengan psikologi, mayoritas menggunakan eksperimen, true experiment, ada randomisasi dan manipulasi. Dalam contoh- contoh kasusnya yang diberikan ke partisipan biasanya selalu diberikan konteks. Eksperimen dilakukan hanya satu kali dan ada insentif diberikan kepada partisipan yang sifatnya merata. Hal lain yang menjadi ciri khas BE adalah minoritas survei.

    Sementara itu, Experimental Economics (EE) yang pernah dibahas di webinar sebelumnya berbeda dengan BE, contoh- contoh kasusnya yang diberikan ke partisipan biasanya bersifat abstrak, eksperimen dilakukan berulang-ulang, banyak menggunakan contoh-contoh hipotetikal dan insentif untuk partisipan mengikuti performance, semakin rasional insentifnya semakin besar.

    “Di Indonesia, banyak studi yang menggunakan survei dan jarang sekali yang menggunakan eksperimen. Sebenarnya dengan eksperimen bisa mengklaim sebab akibat. Namun banyak orang berpikir keliru dengan menggunakan survei dan SEM (Structural Equation Modeling) untuk membuat sebab akibat. Padahal SEM itu hanya statistik, alat menghitung. Kita dapat membuat klaim sebab akibat jika penelitiannya berdesain eksperimen, jika tidak begitu, tidak bisa” jelasnya.

    Selanjutnya Harry menjelaskan penggunaan nudge dalam mempengaruhi keputusan ekonomi yang merupakan karya monumental Richard H Thaler. Nudge adalah suatu hal yang secara efektif mampu mengatur keputusan individu , kelompok atau masyarakat tanpa paksaan, sifatnya lebih kepada menggugah melalui alam bawah sadar. Bagaimana kita bisa mengatur orang untuk berperilaku tertentu tanpa merasa orang itu diatur atau dipengaruhi.

    Nugde terbagi menjadi dua , Edukatif Nudge dan Non Edukatif Nudge. Ide dari Edukatif Nugde adalah individu itu dibuat kapasitasnya meningkat, disadarkan, diingatkan, dari tidak tahu menjadi tahu. Jika ada perubahan maka perubahan itu disadari orang itu dan memang harus dilakukan.

    Menurut Harry, yang lebih menarik adalah yang Non Edukatif Nudge. Kita tidak berusaha menambah kemampuan orang itu, yang dieksploitasi atau yang diatur adalah lingkungannya, dimanipulasi. Dengan lingkungan itu diharapkan perilaku orang menjadi berubah. Dalam hal ini akan muncul choice architect, arsitek yang mengatur pilihan orang yang sehingga hasilnya seperti yang kita inginkan.

    Di kegiatan ini, Harry lebih banyak memberikan contoh-contoh teknis dari beberapa artikel dengan menggunakan teori prospek dan peserta aktif mengikuti jalannya acara. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Webinar Prodi MM dan MESP Bahas Ekonomika Eksperimen

    Program Studi Magister Manajemen dan Magister Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) menggelar Webinar Behavioral Economics, Fondasi dan Arah Pengembangan Penelitian Ekonomi Keperilakuan, Sabtu 27 Juni 2020.

    Kegiatan diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana dengan menghadirkan narasumber Rimawan Pradiptyo, SE, M.SC. Ph. D dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

    Dalam paparannya, Rimawan Pradiptyo yang menyebut Behavioral Economics dengan Ekonomika Eksperimen (EE) menjelaskan bahwa EE merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan metoda eksperimen untuk mempelajari bagaimana manusia mengambil keputusan ekonomi, baik secara mandiri maupun secara interaktif.

    Sebagian besar studi EE bertujuan untuk menguji teori ekonomi dan dilakukan di lingkungan yang mudah terkontrol (laboratorium). Hampir semua asumsi dalam teori ekonomi bisa dipenuhi di laboratorium.

    Dalam perkembangannya, EE dilakukan diluar laboratorium, yaitu sebagai field experiment yang menggunakan metoda randomised control trial (RCT).  RCT adalah tulang punggung analisis impact evaluation. Perkembangan selanjutnya,  EE digunakan untuk merumuskan kebijakan.

    Menurutnya, konsep rasionalitas di teori ekonomi cenderung memandang manusia tidak lebih dari sebuah robot yang  mengikuti program tertentu yang diinstal kepadanya. Manusia dalam teori ekonomi diasumsikan memiliki preferensi terhadap barang/ jasa/ prospek dengan ordering yang jelas dan manusia diasumsikan konsisten mengikuti preferensi tersebut. Faktanya manusia bukan robot yang memiliki keterbatasan kemampuan kognitif, memiliki  konsistensi preferensi yang sulit dipenuhi,  dan manusia secara sistematis melakukan kesalahan-kesalahan dalam pengambilan keputusan.

    Salah satu manfaat EE adalah untuk menguji kesahihan teori-teori ekonomi dalam lingkungan yang mudah terkontrol.

    Keunggulan lab eksperimen dapat digunakan untuk studi yang bersifat prospective (belum pernah terjadi) dan retrospektf. Lab eksperimen dapat digunakan sebagai “win tunnel” suatu kebijakan terutama untuk mengantisipasi hal yang belum terpikirkan dampaknya oleh peneliti. Beberapa tema yang terkait dengan Indonesia misalnya redenominasi, skema kompensasi untuk penurunan subsidi BBM dan perubahan nilai tanggungan simpanan nasabah dan lain-lain.

    Sedangkan kelemahan lab eksperimen cenderung kurang realistis sehingga subyek berpotensi kurang serius dalam mengambil keputusan (main-main), untuk riset dengan tujuan menguji teori maka ketidakrealistisan setting tidak menjadi masalah mengingat sebagian besar teori ekonomi memiliki banyak asumsi yang seringkali juga tidak realistis. Dan masalah muncul ketika studi bertujuan untuk menformulasikan kebijakan. Pada titik ini desain eksperimen perlu lebih membumi dan mencerminkan situasi nyata.  (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.