Telah 31 tahun lamanya, Dra. Eny Widayati menjalani pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Sebelas Maret (UNS). Dari periode tersebut, kurang lebih 10 tahun menjadi Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.
Dra. Eny yang terbiasa dipanggil dengan sapaan Bunda Eny oleh rekan-rekan Tenaga Kependidikan (Tendik) FEB UNS, per 1 Maret 2020 akan memasuki masa purnatugas.
Dalam acara Silaturahmi Tenaga Kependidikan, Sabtu 22/02/2020 di Kemuning, Bunda Eny mengungkapkan rasa kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari keluarga besar FEB UNS dan terima kasih kepada Pimpinan FEB UNS yang telah membimbingnya menyelesaikan tugas negara . Ucapan terimakasih disampaikan juga kepada rekan-rekan Tendik FEB UNS yang telah bersama-sama bekerja dan membantu memajukan fakultas.
Bunda Eny menyampaikan permohonan maafnya apabila selama bekerja di FEB UNS belum maksimal dan banyak kekurangannya.
Diakhir kata, Bunda Eny menyampaikan pesan kepada seluruh Tendik FEB UNS untuk selalu semangat dalam bekerja dan bekerjasama sehingga kinerjanya semakin meningkat, demi kemajuan FEB khususnya dan UNS pada umumnya.
Sementara itu, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons) Ak, Dekan FEB UNS dalam arahannya menyampaikan bahwa masa purnatugas merupakan bagian yang harus dijalani oleh setiap PNS dan harus disikapi dengan hal yang wajar.
“Alhamdulillah Bunda Eny telah mampu menyelesaikan kewajibannya sebagai PNS hingga masa purnatugas dalam keadaan yang sehat” paparnya.
Prof. Djoko juga berpesan kepada Bunda Eny untuk menjalani masa purnatugas dengan “enjoy” , tetap selalu membuka diri, menjalin tali silaturahmi khususnya dengan keluarga besar FEB UNS meskipun sudah purnatugas.
Acara yang dihadiri oleh Tendik dan Dekanat FEB UNS penuh dengan rasa haru, diakhiri dengan foto bersama dan bersalam-salaman. (Humas)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS (FEB UNS) menyelenggarakan Rapat Dewan Dosen dengan Agenda Persiapan Perkuliahan Semester Genap Februari-Juli 2020, Kamis 20/2/2020 di Aula Gedung 3 FEB UNS.
Rapat yang dipimpin oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak diikuti oleh Dosen, Tenaga Kependidikan FEB UNS dan juga Dosen Luar Biasa (DLB) .
Adaptasi gagasan Kampus Merdeka yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim menjadi fokus utama dalam pembahasan rapat, terutama dalam mendesain pola pembelajaran dan juga akreditasi kampus.
Prof. Djoko Suhardjanto di awal acara menyampaikan, gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran “lima tiga”. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan di luar kampus, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri.
Selanjutnya dikatakan, salah satu substansi Permendikbud no 5 tahun 2020 tentang akreditasi menyatakan bahwa prodi ataupun perguruan tinggi yang telah terakreditasi A berhak menyandang akreditasi selama 25 tahun, namun tetap akan dilakukan evaluasi lima tahunan. Salah satu indikator yang menjadi penilaian evaluasi adalah (1) Apabila terjadi penurunan minat mahasiswa; (2) Keterserapan di pasar kerja harus 80%; dan (3) laporan masyarakat. Saat ini seluruh Prodi di FEB UNS sudah terakreditasi A, sehingga perlu upaya keras untuk mempertahankannya.
Prof. Djoko mengharapkan, gagasan tersebut harus ditanggapi secara serius oleh seluruh civitas akademika FEB UNS dan perlu kerja keras yang dilakukan bersama-sama dan bergotong royong.
Adaptasi gagasan Kampus Merdeka sudah akan diterapkan FEB di semester ini, diantaranya dengan membentuk team teaching yang salah satu pengajarnya adalah dari praktisi atau pengajar ahli dari industri atau instansi lain baik dari dalam atau luar negeri. Selain itu, para dosen akan dilatih pembelajaran dengan sistem daring atau dengan media online, untuk selanjutnya mampu mengaplikasikan di setiap matakuliah yang diampu.
Di akhir acara, fakultas memberikan penghargaan kepada sembilan dosen yang berprestasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen berprestasi di bidang penelitian: Prof. Doddy Setiawan, Prof. Rahmawati.,Irwan Trinugroho, Ph.D; Di bidang pengabdian pada masyarakat: Prof. Rahmawati, Bambang Sarosa, M.Si, Nunung Sri Mulyani , M.Si; Dibidang pendidikan: Riwi Sumantyo, M.M, Sunarjanto, M.M, Sulardi, M.SI,Ak. (Humas)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), khususnya dalam bidang akademik. Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan yakni dengan mendatangkan pengajar atau praktisi dari UKM sebagai team teaching.
Magister Ekonomi Pembangunan (MESP) FEB UNS menghadirkan Prof. Tamat Sarmidi, Ph.D dari UKM sebagai narasumber Workshop Advanced Econometrics, Jumat 21/2/2020 di Ruang Teleconference Gedung 4 Lt 2 FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa MESP dan Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dibuka oleh Dr. Izza Mafruhah, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS.
Dalam sambutannya, Dr. Izza mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat sehingga FEB UNS harus bekerja sama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri khususnya yang berhubungan dengan bidang akademik.
“Melalui jalinan kerjasama ini , banyak keuntungan yang diperoleh terutama bagi pengembangan kemampuan mahasiswa” paparnya.
Prof. Tamat menjadi salah satu redaksi jurnal yang dimiliki UKM, dan akan menjadi salah satu team teaching, bersama dosen FEB lain, yakni dengan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si, Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D dan Dr. Agustinus Suryantoro,M.S untuk matakuliah Ekonometrika di Program Studi MESP dan PDIE.
Lebih lanjut, Dr. Izza berharap, apa yang disampaikan Prof. Tamat bisa memberikan tambahan bagi mahasiswa khususnya yang akan menulis dengan menggunakan alat analisis ekonometrika.
Di sekitar bulan September dan Oktober, mahasiswa MESP dan mungkin beberapa mahasiswa S1 akan berkunjung ke UKM untuk mengikuti seminar proposal tesis yang siap submit di jurnal bereputasi internasional dan juga academic writing. (Humas)
Rapat Kerja Pengembangan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mulai digelar Jumat, 21/2/2020 di Ruang Sidang II FEB UNS.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu, 23/2/2020 diikuti oleh perwakilan dari ORMAWA dan UKM FEB UNS.
L Setyo Budi, S.IP, Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS dalam sambutannya mengatakan, koordinasi dalam bidang administratif ini adalah kegiatan yang diinisiasi bidang kemahasiswaan bekerja sama dengan bagian lain di FEB UNS yakni bagian arsip, perencanaan dan informasi, bagian keuangan serta Biro Kemahasiswaan UNS.
Lidiya Kusuma Dewi, SE, Kasubbag Rensi, Nike Sri Sunarni,S.Mn, Arsiparis, Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP, BPP dan Ngadimin, S.Kom., M. Kom pengelola website menjadi narasumber di hari pertama.
Menurut Budi, S.IP, kegiatan ini adalah kali pertama diselenggarakan di FEB UNS. Tujuannya adalah untuk sosialisasi sekaligus memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ORMAWA dan UKM di FEB UNS dalam bidang administrasi diantaranya tata persuratan dan arsip, proses pengajuan anggaran serta Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) dan Surat Pertanggung jawaban (LPJ).
Diharapkan dengan kegiatan ini, ORMAWA dan UKM lebih bisa memahami setiap prosedur dan aturan dalam mengelola administrasi khususnya administrasi yang berhubungan kegiatan- kegiatan kemahasiswaan.
Pemahaman terhadap pengelolaan administrasi sangat banyak manfaatnya. Selain untuk meminimalisir kesalahan dalam pembuatan pelaporan atau surat, menjaga keseragaman dalam format surat dan menekankan pentingnya sebuah dokumen sehingga harus dikelola dengan baik.
Launching Web Mawa FEB UNS menjadi penutup acara di hari pertama. Besok, dihari kedua materi akan disampaikan Biro Mawa UNS, Kasubbag Kesma Biro Mawa, Minalwa Biro Mawa dan Kasubbag Minalwa. (Humas)
The current Indonesia’s economics is facing a continuous test. Following the decline in the percentage of Indonesia economics in the 4th quarter of 2019 to 4.97 percent, at the beginning of 2020, Indonesia’s economics has to face another hard condition with the coronavirus outbreak and Omnibus law implementation.
the participants, lecturers, and postgraduate students
Through the public lecture entitled ‘Global and Indonesia Economic Outlook 2020’, that held in Konimex Hall, 4th Building of the Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, on Saturday (15/2/2020), the Chairman of the Board of Commissioner, the Financial Service Authority (OJK), Prof. Wimboh Santoso, Ph.D., reviews in detail the role of government, especially OJK, in overcoming the economic impact that will be faced by Indonesia in 2020.
“The weakening of Rupiah can not be separated from the phenomena in our environment that affect the economy. Indonesian economics can not be isolated from the factors that highly dependent on the economic condition of other countries. Even though currently there is no coronavirus case in Indonesia, economically we are also affected. Corona became a subject that blamed by many people,” explains Prof. Wimboh starting the lecture.
In front of the UNS students who attended the public lecture, Prof. Wimboh Santoso mentioned that coronavirus outbreak in several countries will have a significant impact on countries with high export figures. He predicts that for the first quartal in 2020, China’s economy will decline by more than 1 percent.
“The unrest due to the coronavirus epidemic lead to a risk-off and pushing down the stock market and oil prices. Countries with high export figures will be affected by the outbreak. Luckily, Indonesia’s export is not that high, thus the effect is not significant. Global economic growth is minus 0.5 in the first quarter of 2020 due to corona. While China faces a 1.5 percent decline,” Prof. Wimboh continues.
Not only mentioning the decline of China’s economy, but Prof. Wimboh also mentioning the growth of credit at the end of 2019 that reach 6.08 percent. He considers the anomaly in the financial sector that happened in 2019 as the attitude of businesspeople in Indonesia who wait for the implementation of Omnibus law, which will bring a huge incentive.
The Omnibus law that currently is discussed by the government has become the topic of national conversation and polemic. Later, through the new stances, the government will submit two Drafts Law (RUU), namely the RUU on Employment and RUU on Taxation to the Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representative-DPR).
“In the financial sector, there was some anomaly at the end of 2019, with very surprising figures, because credit only grew 6.08 and the Gross Domestic Product (GDP) 5.02 percent. Why the credits decline dramatically, there are several hypotheses. We at the OJK are researching on the factors. This is because of the announcement of the Omnibus law, everyone is waiting because the incentive is enormous. Because of the waiting, the effect is significant, thus if after the Omnibus law is implemented there is no boost, then our GDP will be below 5 percent not to mention the corona outbreak.”
As the Chairman of OJK, Prof. Wimboh also helped to rectify the polemic on omnibus law which become the subject of criticism from academics and workers. He mentions that the Omnibus law that was announced by President Joko Widodo since 2019 aims to boost the investment in Indonesia. Prof. Wimboh added that the Omnibus las will help to accelerate the revision/improvement of the Regulations in Indonesia, which will take a longer time to get revised individually.
On the occasion, Prof. Wimboh shares a number of moves taken by the government in stimulating new sources of economic growth. This including 10 priorities for new tourism destinations and processing the natural resources in Indonesia to promote employment.
“We made 10 priorities for new tourism destinations to create new sources of economic growth, for instance, PT. Freeport should process their product in Indonesia. As much as possible we should process our resources in Indonesia in order to absorb human resources. The new economy source is needed to absorb human resources and export orientation. The objective is how to provide a funding scheme for large payments, MSME, and consumers. We have a master plan for financial service 2020-2024, which covers the efforts to make the financial sector competitive in Indonesia and regionally,” Prof. Wimboh concludes.
Through the general lecture, the Vice Dean of General and Finance, the FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., hopes that the visitation of Prof. Wimboh can add knowledge and become subject to deepens study material for the students of FEB UNS. Forward, Dr. Djuminah mentioned that FEB will follow up on OJK’s offer to hold a seminar on the Omnibus law in collaboration with the Faculty of Law (FH) UNS. Humas UNS/ Yefta
Perekonomian Indonesia akhir-akhir ini terus mendapatkan ujian. Usai turunnya persentase perekonomian Indonesia di Kuartal IV tahun 2019 di angka 4,97 persen, kini ekonomi Indonesia di awal tahun 2020 harus dihadapkan pada ujian yang lebih berat akibat merebaknya virus corona dan omnibus law.
Melalui Kuliah Umum bertajuk ‘Global and Indonesia Economic Outlook 2020’ yang digelar di Aula Konimex Gedung 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (15/2/2020), Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso, Ph. D mengulas secara detail peran pemerintah, khususnya OJK, dalam mengatasi dampak ekonomi yang akan dirasakan Indonesia selama tahun 2020.
“Rupiah melemah tidak terlepas dari fenomena-fenomena di sekitar kita yang mempengaruhi ekonomi. Ekonomi Indonesia tidak bisa terisolir dari kondisi yang lain dan sangat tergantung dengan ekonomi dari negara lain. Walau corona belum masuk tapi dampaknya kena. Corona menjadi objek yang banyak disalahkan banyak orang,” ujar Prof. Wimboh Santoso mengawali kuliah umumnya.
Peserta seminar, dosen dan mahasiswa pascasarjana
Di hadapan dosen dan mahasiswa UNS yang hadir, Prof. Wimboh Santoso mengatakan bila virus corona yang saat ini sudah menjangkiti beberapa negara di dunia akan memberikan dampak yang signifikan bagi negara-negara yang memiliki angka ekspor yang tinggi. Ia memprediksi bahwa di Kuartal I tahun 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mengalami penurunan di atas 1 persen.
“Kekhawatiran dampak meluasnya wabah virus corona yang memicu risk-off dan mendorong pelemahan bursa saham dan harga minyak. Negara yang punya ekspor lebih tinggi selalu kena corona outbreak. Beruntungnya Indonesia ekspornya tidak terlalu besar sehingga dampak dari corona outbreak tidak terlalu besar. Pertumbuhan ekonomi dunia minus 0,5 di Kuartal I 2020 akibat corona. China mengalami penurunan 1,5 persen,” lanjut Prof. Wimboh.
Tidak hanya menyinggung penurunan ekonomi Tiongkok, Prof. Wimboh juga menyinggung pertumbuhan kredit yang tercatat di angka 6,08 persen di akhir tahun 2019. Anomali yang terjadi sektor keuangan di akhir tahun 2019 tersebut dinilai oleh Prof. Wimboh sebagai akibat dari sikap para pelaku bisnis di Indonesia yang sedang menunggu omnibus law sebab insentif yang akan diberikan omnibus law jumlahnya akan besar.
Omnibus law yang saat ini sedang digodok oleh pemerintah menjadi perbincangan dan polemik nasional. Nantinya, melalui jurus baru pemerintah tersebut, pemerintah akan mengajukan dua Rancangan Undang-Undang (RUU), yaitu RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perpajakan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Sektor keuangan agak anomali di akhir 2019 kemarin karena angkanya sangat mencengangkan karena kredit hanya tumbuh 6,08 dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 5,02 persen. Kenapa kredit turunnya drastis karena ada beberapa hipotesis. Kami di OJK sedang meneliti betul. Ini karena adanya pengumuman omnibus law semua menunggu karena insentifnya besar sekali. Karena menunggu itu makanya agak berpengaruh. Kalau nanti setelah omnibus law tidak digenjot maka PDB kita akan di bawah 5 persen dan belum lagi ditambah adanya corona.”
Sebagai Ketua OJK, Prof. Wimboh juga ikut meluruskan polemik omnibus law yang menjadi bahan kritikan akademisi dan buruh. Ia mengatakan bahwa omnibus law yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak akhir tahun 2019 lalu ditujukan untuk menggenjot peningkatan investasi di Indonesia. Ia juga menambahkan bila dengan omnibus law, undang-undang (UU) akan semakin cepat direvisi mengingat jumlah UU di Indonesia sangat banyak dan akan memakan waktu lama bila harus merevisinya satu per satu.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wimboh membagikan sejumlah jurus yang dilakukan pemerintah dalam merangsang sumber pertumbuhan ekonomi baru. Seperti membuat 10 prioritas destinasi wisata dan mengolah sumber daya di dalam negeri untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
“Kita membuat 10 prioritas destinasi wisata untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, Misalnya, seperti PT. Freeport harus diolah di indonesia. Sebisa mungkin mengolah apa yang kita punya di negara sendiri agar menyerap sumber daya manusia. Yang dilakukan ke depan di sektor keuangan. Ekonomi harus ada sumber ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja dan berorientasi ekspor. Tujuannya bagaimana bisa memberikan skema pembiayaan bagi pembayaran besar, UMKM, dan konsumen. Kami ada master plan sektor jasa keuangan 2020-2024, isinya supaya sektor keuangan bisa kompetitif di Indonesia dan di regional,” tutup Prof. Wimboh.
Melalui terselenggaranya Kuliah Umum ini, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB UNS, Dr. Djuminah, M.Si., Ak., berharap agar kedatangan Prof. Wimboh mampu untuk menambah ilmu dan menjadi bahan pendalaman materi bagi mahasiswa FEB UNS. Kedepannya, Dr. Djuminah juga mengatakan bila FEB akan menindaklanjuti tawaran OJK untuk mengadakan seminar seputar omnibus law dengan Fakultas Hukum (FH) UNS. Humas / Yefta.
Karakter bela negara yang kuat merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa, terutama pemuda Indonesia agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang melemahkan nasionalismenya. Karena tidak sedikit para pemuda yang mengikuti paham-paham radikal. Keberadaan paham-paham radikal di Indonesia sudah selayaknya patut dicurigai dan dicegah penyebarannya.
Dalam penyebaran paham radikal, beberapa metode digunakan untuk meyakinkan target, diantaranya adalah proxy war, perang yang menggunakan pihak ketiga yang merupakan pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Metode yang lain adalah brain washing, dengan cara mengubah ideologi, paradigma, perilaku, kebiasaan dan budaya melalui infiltrasi, provokasi dan separatis. Ideologi Pancasila sering dibenturkan dengan agama ataupun dengan kitab suci.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam Seminar Nasional Pendidikan Karakter, Sabtu, 15 Februari 2020 di Aula Gedung 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).
Sekitar 400 peserta penuhi Aula di acara Pembinaan Karakter
Dikatakannya, sumber-sumber radikalisme masuk melalui agama dan kampus menjadi ladang yang sangat “empuk” bagi tersebarnya radikalisme.
“Karena penduduk di Indonesia adalah mayoritas muslim, penyebaran paham ini masuknya banyak melalui Agama Islam, bukan berarti paham ini tidak ada dalam agama lain” tegasnya
Prof. Bondan mengajak agar kita saling berpegangan tangan, jangan mau dibenturkan antar bangsa sendiri. Perkuat kesadaran untuk bela negara, dengan membangun kecintaan pada tanah air, pahami sejarah bangsa, mengenali tanah air dan menggunakan produk dalam negeri.
Kesadaran berbangsa dan bernegara juga perlu ditanamkan dengan menghindari hoax , utamakan dialog bersama, dan jadikan diri kita berjiwa rela berkorban untuk kemanusiaan dan keutuhan bangsa.
Sementara itu, M. Farid Sunarto, S.Pd.,M.Si., Ketua Solo Bersimfoni mengatakan milenial sekarang rata-rata memiliki penyakit akut seperti tuna budaya / local cultural values, tuna konservasi dan persepsi budaya beroposisi dengan modernitas.
Pemerintah Kota Solo pada khususnya sudah berupaya untuk mengurangi penyakit itu, salah satunya dengan membuat Peraturan Walikota Surakarta Nomor 49 tahun 2019 tentang Penyadaran, Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda.
Dikatakannya pula, milenial sejati dapat menjadi influencer bagi teman sejawat yang lain. Agar tidak terjadi hal yang negatif, seorang influencer harus memiliki karakter kuat yang positif. Menjadi seorang influencer yang “ saleh” berarti memiliki tujuan utama untuk mempengaruhi dan mengubah pengetahuan, perilaku, dan attitude.
Pembicara ketiga dalam seminar , Dr. Izza Mafruhah, S.E.,M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS memandang pendidikan karakter merupakan proses belajar secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan menguasai IPTEK saja tidak cukup menjadikan seorang pelajar menjadi manusia. Kemampuan sosialisasi dan religiusitas sebagai bagian IMTAQ yang baik adalah pelengkap yang menyempurnakan seorang pelajar. Berpendidikan karakter berarti seseorang tidak hanya memiliki intelektual yang baik, tapi juga memiliki emosi serta tingkat spiritual yang baik.
Dr. Izza mengajak kepada peserta seminar yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa untuk pandai-pandai dalam mencari guru.
“Banyak informasi atau pengetahuan yang mudah didapat melalui google, tinggal ketik kata kuncinya, ribuan informasi tentang yang kita inginkan akan didapat, tapi pandailah menyaring, lihat sumbernya, hingga dapat memilah mana yang baik dan tidak” nasihatnya
Prof. Djoko Suhardjanto saat memberikan sambutan di Acara Pendidikan Karakter
Melalui seminar yang diikuti oleh hampir 400 orang itu, Dekan FEB UNS , Prof. Djoko Suhardjanto mengharapkan dengan kegiatan ini, para narasumber mampu membekali pengetahuan, pemahaman bagi generasi muda tentang pentingnya kesadaran bela negara sehingga terhindar dari paham-paham radikal yang sangat merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa. (Humas)
Sebanyak 33 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta melakukan simulasi di tiga laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS), yakni Laboratorium Akuntansi, Ekspor Impor dan Perbankan, Selasa 11 Februari 2020.
Di laboratorium, para siswa diberikan pengenalan tentang fungsi dan mekanisme kerja laboratorium oleh masing-masing Kepala Laboratorium.
Selama kurang lebih 2 jam, para siswa dan guru belajar secara bergantian mengambil peran dalam simulasi tersebut. Di awal, para siswa tampak canggung, namun setelah diberikan arahan berulang-ulang, peserta sangat menikmati, bersemangat mengikuti simulasinya.
33 siswa-siswi MAN 2 Surakarta Belajar di Laboratorium FEB UNS
Sebelum diarahkan ke laboratorium, rombongan yang dipimpin oleh Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si, guru pendamping MAN 2 Surakarta diterima oleh Dr. Djuminah. M.Si. Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan di Ruang Sidang 1 FEB UNS
Dr. Djuminah menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan MAN 2 Surakarta untuk melakukan kunjungan ke FEB UNS.
“Mudah-mudahan dengan mengenal lebih dekat dengan FEB UNS, khususnya setelah melihat dan melakukan simulasi di laboratorium, para siswa akan semakin tertarik untuk memilih UNS dan FEB khususnya sebagai pilihan utama” tegasnya disertai dengan ucapan “aamiin” dari seluruh siswa dan guru.
Dr. Djuminah semangati para siswa agar dapat bergabung di FEB UNS
Sementara itu, Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si mengatakan, kunjungan ke FEB UNS hari ini adalah kali kedua yang dilaksanakan MAN 2 Surakarta dan akan rutin dilakukan juga untuk tahun berikutnya.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa-siswi kami dengan dunia kampus.
“Siswa akan lebih tahu bahwa laboratorium tidak hanya dimiliki oleh fakultas yang eksakta, namun FEB UNS, sebagai salah satu fakultas yang sosial humaniora pun memiliki laboratorium” paparnya.
Harapannya, setelah kunjungan ini akan lebih memacu cita-cita mereka yang sebagian besar memang sangat berminat, memilih UNS, khususnya FEB UNS sebagai tujuan utama melanjutkan studinya usai lulus dari sekolah .
33 students from MAN 2 Surakarta follow the simulation in FEB UNS Laboratory
A total of 33 students from Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta held a simulation in the three of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) laboratories namely Accounting Labs, Export and Import Laboratory, and Banking Simulation Laboratory, in Tuesday, February 11th, 2020.
In the laboratory, the students were given an explanation of the function and the mechanism of the laboratory by the Head of each Laboratory. For at least 2 hours, the students and teachers are taking roles interchangeably during the simulation. At the beginning of the simulation, the students seemed awkward to do the simulation, but after continuous instruction, they started to enjoy and excited to follow the simulation.
Before directed to the laboratory the contingent, that was led by Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si, as a supervisor from MAN 2 Surakarta, was welcomed by the Vice Dean of General and Financial Affairs, Dr. Djuminah. M.Si. Ak., in Ruang Sidang 1 FEB UNS.
Dr. Djuminah motivates the students to choose FEB UNS
Dr. Djuminah welcomes the visit and coveys her gratitude to the MAN 2 Surakarta for their trust and visit to FEB UNS. “We hope that by knowing FEB UNS better, especially after observing and following the simulation in the labs, the students will be more interested to choose UNS and FEB as their main option to continue their study,” she said followed with “amiiin…” remarks from the students and teachers.
Meanwhile, Sita Kurniasari, S.Pd, M.Si, said that this visit to FEB UNS is their second visit and be will be routinely carried out also for the following year. The objective of this visit is to introduce the environment of the campus to the students. “The students will know that laboratory is not only owned by the faculties in natural science, but FEB UNS as one of the faculty in social science also owns a laboratory,” she explained.
It is expected that after the visit, the students will be encouraged to achieve their dreams, where most of them are interested to choose UNS, especially FEB UNS as their main option in continuing their study.