FEB

Blog

  • Dosen FEB UNS ikuti In House Training Export Import, Logistics & Freight Forwarder

    Dosen FEB UNS ikuti In House Training Export Import, Logistics & Freight Forwarder

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Institute menggelar In House Training Export Import, Logistics & Freight Forwarder, Senin-Kamis, 10-13 Februari 2020 di Ruang Student Lounge Gedung IV Lt 1 FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 16 orang Dosen FEB UNS dibuka langsung oleh Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., Dekan FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Prof. Djoko menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya merespon gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Mas Nadiem Anwar Makarim tentang Kampus Merdeka.

    Dekan FEB UNS (tengah) membuka pelatihan

    Salah satu gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran 5, 3. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan di luar kampus; di fakultas lain, universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri.

    “Untuk pembelajaran di luar kampus , saya lebih setuju kalau mahasiswa melakukan pembelajaran di industri-industri” tegasnya

    Kegiatan ini juga sebagai upaya kita mendekatkan antara dunia kampus dengan dunia nyata. Mahasiswa diharapkan mulai membumi, mulai memahami apa yang terjadi.

    Selain itu, akreditasi sembilan kriteria menstandarkan 80% lulusan dari sebuah perguruan tinggi harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja, jika tidak maka nilai akreditasinya dapat diturunkan.

    Gagasan yang dilontarkan Mendikbud tersebut harus sungguh-sungguh kita tanggapi agar FEB UNS tidak tertinggal di kancah nasional maupun internasional.

    Dan hasil dari kegiatan ini, keenam belas dosen yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu mentransfer ilmu yang didapatkan dalam pelatihan  kepada para mahasiswa.

    Diakhir sambutannya, Dekan mengatakan  bahwa kerjasama dengan pihak industri perlu kita tingkatkan. Laboratorium-laboratorium yang ada di FEB UNS bisa dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan dengan mendatangkan juga peserta dari berbagai instansi dan perguruan tinggi lain.

    Dua narasumber dari Alfi Institute di hari pertama pelatihan

    Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dipandu oleh 6 orang trainer dari ALFI Institute. Beberapa materi yang disampaikan diantaranya Freight Forwarding Services & Multimoda Transport, Packaging & Dokumen Exim, Sales Contract & Documentary Credit, Other International Payment, Kepabeanan Ekpor Impor serta Trade Facilitation & SKA, Klasifikasi Barang Internasional.

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • FEB UNS Faculty Members Join the In-House Training in Export, Import, Logistics and Freight Forwarder

    FEB UNS Faculty Members Join the In-House Training in Export, Import, Logistics and Freight Forwarder

    The Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) collaborates with the Indonesia Association of Logistics and Forwarder (ALFI) Institute to organize an In-house Training in Export, Import, Logistics, and Freight Forwarder, on Monday to Thursday, 10-13 February 2020 in Student Lounge room, 4th Building FEB UNS.

    The training was attended by 16 FEB UNS Faculty members and is opened directly by the Dean of FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak.

    In-house training at FEB UNS
    the Dean of FEB UNS (middle) deliver the opening remarks

    In his opening remarks, Prof. Djoko conveys that this training is a response to the idea initiated by the Minister of Education and Culture (Mendikbud) of the Republic of Indonesia, Nadiem Anwar Makarim regarding “Kampus Merdeka”.

    One of the Mendikbud ideas that need a quick response is the 5-3 learning formula, where the students follow lectures in the campus for 5 semesters and the following 3 semesters the students can join the lectures outside the faculty (to the other faculty), other universities, or taking an internship in the industries.

    “For the outside the campus lecture, I would agree that the students take courses in the industry,” he stressed. This training is also an effort to bring the campus closer to the real world. The students are expected to stay grounded and starting to understand the issues that are happening in their environment.

    Moreover, the new accreditation standard, requires that 80% of the graduates are absorbed by the industry or are capable to establish employment; otherwise, the accreditation score would be lower. The idea initiated by the Mendikbud should be responded to in order for FEB UNS to survive at the national and international levels.

    trainers of FEB UNS in-house training
    Two trainers from ALFI Institute on the first training day

    It is expected that after following this training, the Faculty members can share the knowledge to the students. At the end of his remarks, the Dean mentioned that the collaboration with industry sector needs to be improved. The laboratory in FEB UNS can be used as a training spot by inviting participants from various institutions and other higher education.

    The training that was held for 4 days was led by 6 trainers from ALFI Institute. The material delivered were Freight Forwarding Services and Multimode Transport, Packaging and Document for Export-Import, Sales Contract and Documentary Credit, Other International Payment, Customs in Export and Import, and Trade Facilitation and SKA International Goods Classification.

  • Solo Great Sale dalam Pandangan Pengamat Ekonomi

    Solo Great Sale dalam Pandangan Pengamat Ekonomi

    Solo Great Sale (SGS) 2020 , hajatan besar yang digelar selama sebulan penuh di bulan Februari oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo dinilai sangat penting untuk mem-boosting perekonomian Kota Surakarta agar mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

    Pernyataan itu disampaikan  Drs. Bambang Irawan , SE ,M.Si,  Pengamat  Ekonomi  dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi  di RRI  Surakarta,   Kamis  6 Febuari 2020. Bincang Pagi itu bertajuk “Solo Great Sale Mampu Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi?  “

    Menurut Bambang Irawan, M.Si, dari sudut pandang tourism economics , event-event seperti SGS ini ditujukan untuk meremajakan pasar. Kenapa perlu diremajakan? karena memang dalam satu tahun masa bisnis, periode Januari sampai dengan Desember selalu berfluktuasi. Dalam konteks kepariwisataan selalu ada low season dan high season.

    “Dari sisi kepariwisataan diharapkan SGS bisa mengatasi fenomena siklikal dalam pariwisata, paling tidak ketika low season masih ada segmen pasar yang bisa dikais oleh sektor pariwisata di Solo” paparnya

    SGS perlu fokus ke marketnya, misalnya ke generasi milineal seperti apa agar lebih bisa mendorong mereka untuk mengunjungi pasar tradisional. Karena selama ini, generasi milineal sangat ingin berbelanja ke mall-mall.

    Kegiatan ini akan sangat banyak manfaat juga apabila lebih diperluas lagi, se Solo Raya yang akan mendatangkan akan lebih banyak tenant.

    Bhimo Rizky Samudro, Pengamat Ekonomi dari FEB UNS

    Sementara itu, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. pengamat ekonomi yang juga dari FEB UNS saat diwawancarai melalui telepon di hari yang  sama mengatakan, SGS tidak bisa serta merta instan untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    “SGS hanya digelar sekali dalam setahun, sifatnya insidental, boomingnya hanya sekali. Akan sangat efektif jika dibuat lebih rutin, misalnya dalam jangka waktu 3 bulan” jelasnya

    Dr. Bhimo melihat dengan adanya SGS memacu masyarakat untuk berinisiatif dan berkreatifitas sehingga potensi lokal di Solo tidak perlu keluar tapi diberikan wahana untuk bisa memacu kegiatan ekonomi.

    Dengan kegiatan ini pula, memberikan semacam alternatif pilihan antara penjualan online dan penjualan konvensional. Memberikan alternatif menarik bahwa masih ada wahana yang memungkinkan penjualan secara konvensional yang dikemas dengan hal yang menarik.

    Dr. Bhimo berharap agar kegiatan ini terus dikembangkan dengan melibatkan banyak pihak. Banyak usaha- usaha kecil yang belum tercatat dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan belum terlibat . Selama ini yang tercatat adalah yang formal. Padahal pedagang-pedagang yang informal sebenarnya sangat potensial .

     

    Editor:

    Drs. Bambang Irawan , SE ,M.Si

  • FEB UNS harus Merespon Gagasan Kampus Merdeka

    FEB UNS harus Merespon Gagasan Kampus Merdeka

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) harus mampu merespon gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim tentang Kampus Merdeka.

    Salah satu gagasannya adalah formula pembelajaran 5, 3. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan di 3 semester berikutnya mahasiswa melakukan pembelajaran dilakukan diluar kampus; di universitas lain ataupun di daerah-daerah.

    Penyataan itu disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak .dalam. sambutannya dalam acara Reuni Alumni FEB UNS angkatan 1990 yang digelar di Selasar Gedung 1 FEB UNS.

    Lebih lanjut disampaikan, gagasan yang dilontarkan Mendikbud tersebut harus sungguh-sungguh kita tanggapi agar FEB UNS tidak tertinggal dalam percaturan dunia.

    Dalam hal akreditasi , sembilan kriteria menstandarkan 80% lulusannya harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja. Dalam hal ini alumni sangat memiliki peran dalam mendesain kurikulum bersama-sama dengan dosen dan pihak industri .

  • Sering Baca Jurnal, Tips Temukan Kebaruan Ide

    Sering Baca Jurnal, Tips Temukan Kebaruan Ide

    Penulisan artikel ilmiah untuk publikasi, bukan semata-mata bertujuan untuk memenuhi kelulusan studi namun untuk mengenalkan ide baru karena ilmu itu harus dikembangkan berbasis penelitian dari perguruan tinggi. Dan penelitian itu harus didiseminasikan ke masyarakat melalui media.

    Ada tiga hal yang harus kita perhatikan dalam menulis artikel yakni adanya kebaruan ide, substansi dari manuskrip yang kita tulis harus menarik perhatian pembaca dan juga harus bisa meyakinkan pembaca bahwa ide yang kita paparkan, benar.

    Mahasiswa Prodi MM ikuti workshop penulisan artikel

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Eng. Anto Satriyo Nugroho dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat menjadi narasumber di Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen, Sabtu 1/2/2020 di Aula Konimex Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).

    Selanjutnya dijelaskan, novelty atau kebaruan dalam artikel adalah untuk membangun knowledge pada sebuah bidang ilmu. Untuk ikut membangun harus ada kontribusi yang kita berikan, ada sebuah ide yang kita perkenalkan atau yang kebaruan yang kita berikan. Ide itu belum pernah dilakukan oleh orang lain.

    “Untuk mengetahui kebaruan ide, hanya satu kuncinya, kita harus sering membaca jurnal ilmiah. Pembimbing saya saat studi menyarankan untuk membaca sepuluh artikel  setiap hari. Ini berguna untuk mengetahui tren penelitian saat ini” papar Dr. Anto

    Seorang peneliti harus berhati-hati juga dalam memilih tema, harus disesuaikan dengan lingkup jurnalnya. Apakah untuk kepentingan di tingkat nasional ataupun internasional.

    Selain itu, gaya penulisan menjadi salah satu yang sangat dipertimbangkan untuk diterima tidaknya  artikel pada  sebuah jurnal. Sering terjadi, ditolaknya sebuah artikel ilmiah bukan karena substansinya yang tidak baik namun salah satunya adalah gaya menulisnya yang kurang tepat.

    Sementara itu, Tri Mulyaningsih,SE, M.Si,Ph.D, dari FEB UNS sebagai narasumber kedua di kegiatan itu memberi gambaran kepada peserta yang mengikuti workshop betapa sangat banyaknya permasalahan di sekitar kita yang bisa menjadi bahan penelitian.

    “Banyak permasalahan yang bisa kita gali di sekitar kita, isu-isu yang sedang tren saat ini, misal tentang Virus Corona, Asuransi Jiwasraya, gagasan Mas Nadiem dengan Kampus Merdekanya dan lain sebagainya bisa menjadi topik penelitian yang menarik. Bahkan pengalaman pribadi kita pun bisa menjadi sumber inspirasi” jelasnya memberi semangat.

    Retno Tanding Suryandari, Ph.D , Kaprodi MM saat membuka acara

    Dari sisi penulisan artikel, peneliti harus memperhatikan gaya selingkung atau format penulisan dari jurnal. Karena masing-masing  jurnal punya gaya selingkung yang berbeda.

    Tri Mulyaningsih juga memaparkan kepada peserta, beberapa pedoman lain dalam penulisan paper.

    Usai menyampaikan pemaparan, perserta berdiskusi dengan kedua narasumber.

  • Dekan FEB UNS  Apresiasi Bakti Alumni Angkatan 1995

    Dekan FEB UNS  Apresiasi Bakti Alumni Angkatan 1995

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak. memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Alumni FEB UNS Angkatan 1995 yang tidak hanya sekedar bereuni namun juga telah menggelar serangkaian kegiatan yang berdampak sosial. Terlebih, kegiatannya melibatkan seluruh komponen civitas akademika.

    Dekan berikan apresiasi alumni angkatan 1995

    “Alumni Angkatan 1995 ini sangat luar biasa, tidak hanya sekedar kumpul-kumpul tapi mampu mengemas kegiatan reuni dengan aktifitas yang sangat membantu bagi kemajuan fakultas dan juga bernuansa sosial. Bahkan, bisa menghadirkan dosen-dosen senior, yang aktif maupun yang sudah purna dan juga tenaga kependidikan (tendik).  Semoga ini menjadi inspirasi juga bagi alumni-alumni yang lainnya” tegasnya  saat beri sambutan acara “Alumni Talk” yang digelar Sabtu, 1/2/2020.

    Disampaikannya, kolaborasi seluruh komponen civitas akademika, dosen, tendik, mahasiswa dan juga alumni akan sangat membantu bagi percepatan FEB UNS yang tak hanya tangguh di tingkat nasional, namun juga di tingkat internasional.

    Saat ini, perguruan tinggi wajib menggunakan akreditasi dengan sembilan kriteria yang menstandarkan 80% lulusannya harus terserap oleh industri atau mampu menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, kurikulum harus didesain secara bersama antara dosen, pihak industri dan juga alumni.

    Alumni berkolaborasi dengan civitas akademika FEB UNS

    Peran alumni juga sangat penting untuk memotivasi mahasiswa dalam bentuk sharing pengetahuan dan pengalamannya. Seperti acara Alumni Talk yang dihelat pagi hingga siang hari di Aula FEB UNS.

    Diakhir sambutannya,  Dekan menyampaikan terima kasih kepada sponsor utama yakni PT Wijaya Karya, dan  juga kepada PT Perkebunan Nusantara XIV,  Wika Gedung, PT Yogya Power dan Pukis Badran serta donasi dari seluruh alumni FEB UNS angkatan 1995.

    “Alumni Talk” merupakan salah satu dari seluruh rangkaian acara yang telah digelar oleh alumni angkatan 1995. Empat alumni menjadi narasumber di acara itu yakni Danang Pamungkas, Manager Regional Teritory PT HM Sampurna, Tbk;  Haryanto, Direktur Komersial PTPN XIV, Lenny Mardhiyati, Kasi Akuntansi dan Pelaporan I DJPK-Kemenkeu serta  Renata Zoraifi, Owner Brand Pukis Badran.

    Di acara yang dimeriahkan dengan festival kuliner itu,  alumni juga memberikan apresiasi kepada dosen dan tendik serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa.

    Beberapa aktifitas lain yang telah digelar alumni yakni bakti sosial dengan membagikan 50 sembako  kepada cleaning service, petugas keamanan,  driverOffice boy, dan tenaga kependidikan serta cek kesehatan. Kegiatan tersebut telah digelar kemarin Jumat, 31/1/2020 usai senam pagi.

    Alumni juga telah  memberikan “gebyok”,  penambahan fasilitas sarana ibadah, perbaikan prasarana umum meliputi renovasi kantin, toilet, perapihan selasar dan pemberian tempat sampah organik dan non organik.

     

  • Bakti Alumni 1995: The Dean of FEB UNS Expresses Appreciation

    Bakti Alumni 1995: The Dean of FEB UNS Expresses Appreciation

    The Dean of the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., appreciates the FEB UNS alumni from the class of 1995, that not only organizing a reunion but also conducting a series of social activities. Moreover, the program was including all of the components of the civitas academics.

    “The alumni of the class of 1995 are extraordinary, they are not only held a reunion, but they can organize a reunion that can promote the Faculty development and have a social impact. Even more, they can bring the

    The Dean of FEB UNS Appreciates Alumni

    senior lecturers, both that remain active and those already retired, to attend the event, as well as the support staff. Hopefully, this will be an inspiration to the other alumni,” he stressed during the opening remarks of “Alumni Talk”, on Saturday (1/2/2020).

    Further, Prof. Djoko explained that the collaboration of all civitas academics, lecturers, support staff, students, and alumni will help the acceleration of FEB UNS development to be excel, not only at national but also international level. Currently, higher education institutions are required to follow accreditation with 9 standards, which regulate that 80% of the alumni should be absorbed by industry or creating employment. Therefore, the curriculum should be designed in collaboration among the faculty members, industry sector, and alumni.

    The role of the alumni is important to motivate the students through knowledge and experience sharing, such as the Alumni Talk, that was held since morning in FEB UNS Hall. At the end of his remarks, the Dean delivers his gratitude to the main sponsor of the event among others are PT. Wijaya Karya, PT. Perkebunan Nusantara XIV, Wika Gedung, PT. Yogya Power and Pukis Badran, as well as the donation from the FEB UNS Alumni form 1995 class.

    “Alumni Talk is one of the events from the series of activities organized by the Alumni from the class of 1995.

    The alumni collaborates with FEB UNS civitas academics

    There are four alumni who serve as the speakers for the event namely Danang Pamungkas, the Regional Territory Manager of PT HM Sampurna, Tbk, Haryanto, Commercial Director of PTPN XIV, Lenny Mardhiyati, Chief of Accounting and Reporting Section I of DJPK-Kemenkeu, and Renata Zoraifi, the Owner of Pukis Badran.

    Through the event that was celebrated with a culinary festival, the alumni deliver an appreciation to the lecturers and academic support staff, as well as a scholarship for the students.

    Other activities that were part of the series were medical check-up and social service in the form of 50 packages of groceries distributed to the cleaning service officer, security officer, driver, office boy, and the academic support staff. These activities were held on Friday (31/01/2020), after the morning gymnastics.

    The alumni also deliver a ‘gebyok’ (a traditional door or room divider in Javanese culture), extra amenities for the praying room, canteen renovation, restroom, porch renovation, and provision of organic and non-organic waste bins.

  • Gelar Bakti Sosial,  Alumni FEB UNS Angkatan 1995 Bagikan 50 Paket Sembako

    Gelar Bakti Sosial,  Alumni FEB UNS Angkatan 1995 Bagikan 50 Paket Sembako

    Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta angkatan 1995 menggelar bakti sosial usai senam bersama civitas akademika FEB (Dekan, Wakil Dekan, Dosen dan Tenaga Kependidikan), yang dihadiri oleh 3 Wakil Rektor UNS, Jumat, 31/1/2020.

    Sebanyak 50 sembako dibagikan  kepada cleaning service, petugas keamanan,  driver,  Office boy, dan tenaga kependidikan.

    Di kegiatan itu, seluruh civitas akademika juga berkesempatan untuk cek kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat. Usai pengecekan kesehatan, peserta diarahkan langsung untuk berkonsultasi dengan Dokter.

    Dosen dan tenaga kependidikan cek kesehatan

    Subhan Adi Broto, alumni dari Program Studi Akuntansi  mengatakan,  kegiatan bakti sosial ini adalah sebagai wujud tanggung jawab dan bakti alumni kepada almamater. Kegiatan ini juga untuk memperingati  25 tahun kebersamaan alumni 1995. Ajang reuni untuk memperkuat ikatan silaturahmi dan civitas akademika ,dikemas dalam acara yang berkesan dan berdampak sosial.

    “Kami mengucapkan terimakasih  kepada  Dekan dan Wakil Dekan FEB yang telah memberikan kesempatan bagi alumni angkatan 1995 untuk menggelar acara ini, serta partisipasi dari para Wakil Rektor UNS yang hadir saat itu dan juga seluruh civitas akademika FEB UNS.  Semoga apa yang kami berikan,  bermanfaat” paparnya

    Untuk mendukung terpeliharanya budaya Jawa di lingkungan Kampus FEB UNS, alumni memberikan “gebyok”  dan telah terpasang di gedung IV lantai 1 FEB.

    Alumni juga akan memberikan bantuan dalam bentuk  penambahan fasilitas sarana ibadah, perbaikan prasarana umum meliputi renovasi kantin, toilet, perapihan selasar dan pemberian tempat sampah organik dan non organik. Selain itu, alumni akan memberikan apresiasi kepada dosen dan tendik serta mahasiswa.

    Kelanjutan dari aktifitas ini, alumni akan menggelar acara “Alumni Talk”,  besok, Sabtu 1 Februari 2020 di Aula Gedung III FEB  UNS.  Empat orang  alumni akan menjadi narasumber, mentrasfer  pengetahuan dan pengalamannya kepada mahasiswa.

    Subhan menyampaikan, serangkaian kegiatan ini didukung oleh PT Wijaya Karya,  PT Perkebunan Nusantara XIV, dan donasi dari alumni FEB UNS angkatan 1995.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada alumni FEB UNS  angkatan 1995 yang telah berpartisipasi dalam memajukan fakultas, memberikan bantuan dalam bentuk perbaikan fasilitas maupun bantuan lainnya.

    Prof. Djoko menyampaikan, untuk  memajukan fakultas ini, kita melibatkan semua komponen civitas akademika, termasuk alumni dan berharap para alumni senantiasa memberikan kritikan  agar FEB menjadi lebih baik dan semakin maju.

     

  • Pimpinan FEB UNS Sambut Kunjungan SMA Islam Al Azhar 19 Jakarta

    Pimpinan FEB UNS Sambut Kunjungan SMA Islam Al Azhar 19 Jakarta

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan SMA Islam Al Azhar 19 Jakarta, terdiri dari 23 siswa dan 6 guru.

    Kunjungan dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Januari 2020 di Ruang Sidang II FEB UNS pukul 15.00 WIB.

    Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Yayasan Pendidikan Al Islam Bahrul Ulum Yayasan Mitra Al Azhar, H. Awaluddin Daulae disambut dan diterima dengan hangat oleh Pimpinan FEB UNS serta Tim dari SPMB UNS.

    Dr. Djuminah bersama dengan H Awaluddin dan Tri Agus Rachmaningsih M.Si. (dari kiri ke kanan)

    H. Awaluddin dalam prakatanya menyampaikan tujuan kunjungan SMA Islam Al Azhar 19 ke FEB UNS adalah untuk mengetahui lebih detil tentang proses penerimaan mahasiswa baru maupun informasi akademik FEB UNS.

    Harapannya, agar semakin memotivasi, memantapkan siswa dalam memilih perguruan tinggi sesuai dengan cita-cita mereka dan FEB UNS sebagai salah satu tujuannya.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Djuminah dalam sambutannya mewakili Dekan FEB UNS menyampaikan ucapan selamat datang kepada para guru dan siswa SMA Islam Al Azhar 19 Jakarta.

    Lebih lanjut, Dr. Djuminah menyampaikan bahwa FEB UNS menawarkan pendidikan berkualitas untuk program sarjana, master dan doktor yang semuanya telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

    Di FEB UNS, mahasiswa disediakan banyak fasilitas kegiatan ekstra kurikuler yang dapat dipilih untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa akan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang sangat berguna untuk kelengkapan melamar pekerjaan.

    Guru dan Siswa SMA Islam Al Azhar mendengarkan paparan tentang SPMB dan Informasi Akademik FEB UNS

    Saat akan memilih program studi, siswa juga harus berhati-hati dan harus benar-benar memiliki kemantapan atas pilihannya.

    “Di FEB UNS, ada tiga program studi S1 yang ditawarkan yakni Manajamen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan yang ketiganya berbeda arah pembelajarannya, pilihlah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki” pesannya

    Di akhir paparannya, Dr. Djuminah juga memperkenalkan UNS sebagai Benteng Pancasila, dengan berdirinya tempat-tempat ibadah ,Masjid, Gereja, Pura, Wihara dan Klenteng yang berdekatan, tepatnya di belakang kampus UNS. Hal ini menggambarkan harmonisnya kehidupan beragama di lingkungan UNS.

    Usai saling bertukar cendera mata antara FEB UNS dan SMA Islam Al Azhar 19, peserta berdiskusi dengan Tim SPMB UNS yang saat itu dipandu oleh Tri Agus Rachminingsih, S.Kom, M.Si.

  • PLOTTING DPL MAGANG UPDATE FEBRUARY 2023

    Plot DPL Akuntansi 20 Juli 2022:

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/Plot-DPL-Akuntansi-20-Juli-2022.xlsx%22]

    Plot DPL EP 14 Maret 2022:

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/PLOTTING-DPL-EKONOMI-PEMBANGUNAN-2019-1.xlsx%22]

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/PLOTTING-DPL-EKONOMI-PEMBANGUNAN-2019.xlsx%22]

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/plot-dpl-ep-per-16-feb-2022.docx%22]

    Plot DPL Manajemen 1 Agustus 2022:

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/Plot-DPL-Manajemen-27-Juli-2022_KIRIM.xlsx%22]