FEB

Blog

  • Pengabdian Masyarakat Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS:  Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  Program Keluarga Harapan (PKH)

    Pengabdian Masyarakat Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS: Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)

    Grup Riset Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Upaya Mewujudkan Kemandirian UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Begajah, Sukoharjo.” Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 16 Mei 2025 pukul 13.00–17.00 WIB ini dilaksanakan di Kelurahan Begajah, Sukoharjo, dan dihadiri oleh 30 pelaku UMKM yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam hal pencatatan keuangan dan pemasaran digital.

    Kegiatan ini dihadiri dosen dari Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS, antara lain Dr. Endang Suhari, M.Si., Dr. Bambang Hadinugroho, S.E., M.Si., Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., CPMA, Dr. Harmadi, MM, Alpha Liana Yuvita Rahma, S.Hut., MBA., dan Ria Esana, S.AB., MBA. Acara diawali dengan sambutan dari Dr. Bambang Hadinugroho, S.E., M.Si. selaku Ketua Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bambang Sudiono, S.Km., MM (Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo) serta Muhammad Jaelani, S.Sos (Koordinator PKH Kabupaten Sukoharjo). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Widia Lestari selaku pendamping PKH Kabupaten Sukoharjo, Widia Lestari, S.Sos., M.Sos yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut.

    Materi pertama disampaikan oleh wirausahawan muda, Izzudin Abdurrahman Alghiffari, yang memberikan pelatihan pemasaran digital dengan fokus pada pemanfaatan media sosial seperti status WhatsApp dan Instagram sebagai sarana promosi dan peningkatan penjualan.

    Materi kedua disampaikan oleh Ria Esana, S.AB., MBA., yang memberikan pelatihan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK. SIAPIK merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara digital, mudah, dan sistematis. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan handout berisi pedoman pelatihan baik untuk materi pemasaran digital maupun pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK.

    Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., CPMA berupa sesi tanya jawab terkait kendala yang dihadapi oleh peserta dalam menjalankan usaha.  Kegiatan pengabdian ini kemudian ditutup dengan pemberian doorprize serta kesan pesan oleh peserta. Pelatihan ini juga menjadi ajang interaksi yang aktif antara peserta dan narasumber, serta wadah untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha.

    Keterlibatan para dosen dan praktisi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM melalui pemahaman serta keterampilan digital masyarakat dalam pengelolaan usaha. Melalui kegiatan ini, Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS berharap para pelaku UMKM KPM PKH di Kelurahan Begajah, Sukoharjo dapat semakin mandiri dan adaptif terhadap teknologi. Disamping itu sebagai bentuk upaya mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Ini merupakan salah satu wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

    Kegiatan pengabdian yang diselenggarakan oleh Grup Riset Manajemen Keuangan FEB UNS di Kelurahan Begajah, Sukoharjo, berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan pemasaran digital bagi UMKM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Upaya ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan memberdayakan pelaku UMKM agar lebih mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki akses yang lebih luas ke pasar serta layanan keuangan formal

  • BPKH and UNS Collaboration to Launch the Islamic Economics and Business Center at FEB UNS

    BPKH and UNS Collaboration to Launch the Islamic Economics and Business Center at FEB UNS

    The Hajj Financial Management Agency (BPKH), in collaboration with Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, has officially commenced the construction of the Islamic Economics and Business Center Building at the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS. The groundbreaking ceremony took place on Thursday, 17 July 2025, in the courtyard of Soedarah Soepono Building, FEB UNS.

    The ceremony was attended by the Rector of UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si.; Vice Rector for Planning, Partnership, Internationalization, and Information Affairs, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D.; Director of Finance, Assets, and General Affairs UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., PhD., Ak.; Supervisory Board Member of BPKH, Dr. Mulyadi; CEO of Rumah Zakat, Irvan Nugraha; Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.; and Vice Dean for Non-Academic Affairs FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., PhD., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA.

    This establishment marks a significant milestone in advancing education, academic research, and community engagement, as well as the practical implementation of Islamic economics and business in Indonesia. The groundbreaking serves as a symbol of BPKH’s commitment to supporting education and fostering a sustainable Islamic economic ecosystem that delivers tangible benefits for Indonesian society.

    In his remarks, Dr. Mulyadi stated that the initiative is part of BPKH’s Program Kemaslahatan (Welfare Program), funded by the financial returns of the Dana Abadi Umat (Community Endowment Fund-DAU), not the initial deposits of Hajj pilgrims. For this program, BPKH collaborates with Rumah Zakat as its implementing partner. “Currently, BPKH manages approximately IDR 3.9 trillion DAU, which is invested in various sharia-compliant instruments. The principal is preserved, and only the returns are allocated to support beneficial programs across Indonesia. The construction of this Islamic Economics and Business Center falls under the ‘Education and Da’wah’ category and is part of our broader mission to uplift Indonesian society,” Dr. Mulyadi explained.

    The Islamic Economics and Business Center is expected to serve as a platform for developing academic knowledge and practical skills in Islamic economics and business. Its programs aim to nurture talents and practitioners who are capable of addressing global economic challenges through values-based Islamic approaches that benefit the progress of the nation. “In addition, the center will offer public education on Islamic economic and business concepts, promoting the adoption of fair, sustainable, and inclusive Islamic principles both at the individual and community levels,” Dr. Mulyadi added.

    He also expressed optimism that the collaboration between BPKH and UNS will continue to grow and contribute significantly to education, research, and community engagement. The center is envisioned to foster future leaders and professionals in Islamic economics and business who possess both excellence and integrity, thus advancing Indonesia’s development.

    Rector of UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., warmly welcomed the initiative. In his remarks, he emphasized that the establishment of the center represents a long-awaited milestone for the academic community and the broader public. “This is a highly anticipated development, and we extend our deepest gratitude to BPKH and Rumah Zakat for their instrumental roles in realizing the Islamic Economics and Business Center at UNS,” he stated.

    Prof. Hartono further remarked that the building symbolizes a shared aspiration and responsibility that must be nurtured collectively. “This is more than a physical structure—it is a legacy. May it become a model, and more importantly, a place where impactful activities are carried out for the benefit of UNS, the surrounding community, the nation, and especially the Muslim community in advancing Islamic economics and business,” he affirmed.

    The construction of the Islamic Economics and Business Center reflects the solid synergy between UNS and BPKH in promoting inclusive development in Indonesia through education, research, and community engagement rooted in applicable, sustainable, and impactful Islamic economic practices.

  • FEB UNS Hosted a Financial Literacy Assistance for MSMEs in Karanganyar

    FEB UNS Hosted a Financial Literacy Assistance for MSMEs in Karanganyar

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), through its Community Partnership Program (PKM) Team, conducted an assistance program to improve financial literacy for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Karanganyar Municipality. The activity took place on Wednesday, 2 July 2025.

    Financial Literacy Assistance for Karanganyar MSME by FEB UNS

    The program was led by Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFRA., and attended by MSME actors operating in various sectors across Karanganyar. Also present at the event were Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak., CA., and Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA., who are members of the PKM-UNS Team, along with MSME owners engaged in various business sectors throughout the region.

    In his remarks, Dr. Sutaryo emphasized that the initiative was not merely aimed at enhancing business capacity but also at advancing financial inclusion. He further highlights the program objective to strengthen financial inclusion and empower MSMEs to become more independent, competitive, and resilient in the face of long-term business challenges.

    He added that that sound financial literacy would enable the community, particularly MSME actors to make more informed decisions in managing their income and working capital wisely, which in turn contributes to sustainable economic growth, especially in Karanganyar Municipality.

    The program also featured a sharing session in which MSME owners discussed their experiences, regarding the challenges and strategies in running their businesses, as well as approaches to improving the competitiveness of their products in both national and global markets. This initiative reflects FEB UNS’s commitment to community empowerment through structured academic engagement, particularly in the area of economic development at the grassroots level.

  • Sinergi BPKH dan UNS: Resmikan Pembangunan Islamic Economics and Business Center di FEB UNS

    Sinergi BPKH dan UNS: Resmikan Pembangunan Islamic Economics and Business Center di FEB UNS

    Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara resmi memulai pembangunan Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    Peletakan batu pertama pembangunan Islamic Economics and Business Center dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025 di halaman Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M. Si.; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D.; Direktur Direktorat Keuangan, Aset, dan Umum UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak; Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi; CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha; Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dan Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA.

    Pembangunan ini menandai tonggak penting dalam upaya penguatan pendidikan, kajian akademik, pengabdian, serta praktik ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia. Peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol komitmen BPKH dalam mendukung pendidikan, pengembangan ekosistem ekonomi Islam yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

    Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH yang dibiayai dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari dana setoran awal jemaah haji. Dalam program ini, BPKH menggandeng mitra kemaslahatan Rumah Zakat.

    “Saat ini, BPKH mengelola sekitar Rp3,9 triliun Dana Abadi Umat yang diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen syariah. Pokok dananya tidak digunakan, namun nilai manfaatnya kami salurkan untuk mendukung program-program kemaslahatan di seluruh Indonesia. Termasuk pembangunan pusat studi ekonomi Islam ini yang masuk ke dalam asnaf Pendidikan dan Dakwah yang akan menjadi bagian dalam membangun masyarakat di Indonesia,” jelas Dr. Mulyadi.

    Islamic Economics and Business Center diharapkan menjadi wadah pengembangan pendidikan keilmuan dan keterampilan praktis di bidang ekonomi dan bisnis syariah.

    Program-program yang ditawarkan dirancang untuk mencetak talenta dan pelaku ekonomi yang kompeten dan mampu menjawab tantangan ekonomi global melalui pendekatan berbasis nilai-nilai Islam yang berdampak bagi kemajuan bangsa Indonesia.

    “Selain itu, Islamic Economics and Business Center juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep-konsep ekonomi dan bisnis syariah, guna mendorong penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis Islam yang adil, berkelanjutan, dan inklusif, baik dalam skala individu maupun komunitas,” ujar Dr. Mulyadi.

    Dr. Mulyadi optimis bahwa sinergi antara BPKH dan UNS akan terus berlanjut dan berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian, serta dapat mencetak generasi pemimpin, pelaku ekonomi dan bisnis syariah yang unggul dan berintegritas yang pada akhirnya memajukan bangsa Indonesia.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si., menyambut antusias pembangunan Islamic Economics and Business Center di kampus UNS.

    Dalam pernyataannya, Prof. Hartono menyebut pembangunan gedung ini sebagai sebuah amanah besar yang telah lama dinantikan oleh sivitas akademika dan masyarakat luas di Indonesia.

    “Ini adalah gedung yang dinanti-nantikan, dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Rumah Zakat yang berkenan untuk berperan dalam merealisasikan gedung Islamic Economics and Business Center di UNS,” ujarnya.

    Menurut Prof. Hartono, gedung ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dari harapan dan cita-cita besar yang berdampak bagi masyarakat Indonesia dan harus dijaga bersama.

    “Kami menyambut baik amanah yang luar biasa ini, yang wajib kita jaga bersama. Ini merupakan yang pertama dan harapannya dapat menjadi contoh. Gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung saja, tetapi betul-betul aktivitas di dalamnya dapat memberikan manfaat kepada UNS, masyarakat sekitar, bangsa dan negara, khususnya umat Muslim dan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam,” imbuh Prof. Hartono.

    Pembangunan Islamic Economics and Business Center ini merupakan wujud nyata sinergi antara UNS dan BPKH dalam mendorong pengembangan dan memajukan masyarakat Indonesia. Yaitu melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian dalam menerapkan ilmu ekonomi dan bisnis syariah yang berkelanjutan, aplikatif, dan berdampak.

    Pembangunan Islamic Economics and Business Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) merupakan langkah strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta pengurangan ketimpangan (SDG 10).

    Melalui pusat studi ini, diharapkan dapat mencetak talenta unggul di bidang ekonomi dan bisnis syariah yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas dan berdaya saing di tingkat global. Program-program yang ditawarkan akan memperkuat inklusi keuangan dan mendorong penerapan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis Islam yang adil, berkelanjutan, dan inklusif, baik dalam skala individu maupun komunitas. Dengan demikian, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia dan umat Muslim di seluruh dunia

  • Tim PKM-UNS Gelar Pendampingan dalam Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar

    Tim PKM-UNS Gelar Pendampingan dalam Upaya Meningkatkan Literasi Keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar

    Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pendampingan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Karanganyar. Pendampingan di Kabupaten Karanganyar tersebut dilaksanakan pada hari Rabu,  2 Juli 2025.

    Tim PKM-UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFRA. menggelar kegiatan pendampingan tersebut yang dihadiri oleh UMKM yang berada di Lingkungan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak., CA. dan Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA. selaku anggota dari Tim PKM-UNS dan pemilik UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha yang tersebar di seluruh Kabupaten Karanganyar.

    Dalam pembukaan acara tersebut, Sutaryo, Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya meningkatkan kapasitas usaha, tapi juga memperkuat inklusi keuangan serta membangun UMKM yang mandiri, berdaya saing dan tahan terhadap tantangan bisnis jangka panjang.

    Ia juga menambahkan bahwa literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk lebih cerdas dalam mengelola pendapatan dan modal usaha, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di khususnya di Kabupaten Karanganyar.

    Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sharing session dari para peserta terkait pengalaman pemilik UMKM mengenai tantangan dan strategi dalam menjalankan usaha, serta bagaimana meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.

    Kegiatan pendampingan literasi keuangan ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya target 8.3 yang mendorong pengembangan usaha produktif serta inklusi keuangan bagi UMKM; sekaligus memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan finansial pelaku usaha.

  • Providing Tax Literacy and Production Equipment Assistance Creative Economy Research Group Supports Leather-Based MSMEs

    Providing Tax Literacy and Production Equipment Assistance Creative Economy Research Group Supports Leather-Based MSMEs

    The Creative Economy Research Group of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), conducted a tax training program for leather-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Mojopurna Village, Magetan, East Java, Wednesday, April 23, 2025. This initiative is a continuation of the group’s previous community engagement efforts in 2024, where the team delivered training on financial recording and bookkeeping for MSMEs.

    The recent training was designed to address the emerging needs of MSMEs as they prepare to comply with taxation regulations, particularly in response to the increasing volume of orders and expanding markets following the COVID-19 pandemic recovery.

    The session began with an overview of MSME tax obligations and the benefits of complying as a registered taxpayer, followed by a practical exercise on calculating MSME taxes based on Government Regulation No. 23 of 2018. The training provided MSME participants with greater clarity and helped dispel concerns about the financial burden of taxation.

    In addition to the tax training, the community engagement activity also included the provision of a pressing machine to support increased production capacity. The machine was awarded in recognition of the MSME’s commitment to developing new product innovations aligned with market demands. The equipment has already been utilized to fulfill recent orders for newly launched products developed by mentored MSMEs.

    Through its community engagement programs, the Creative Economy Research Group of FEB UNS remains committed to encouraging continuous innovation and supporting the growth of creative MSMEs across Indonesia.

  • RG Ekonomi Kreatif Dorong UMKM Kulit Maju: Edukasi Pajak dan Bantu Alat Produksi

    RG Ekonomi Kreatif Dorong UMKM Kulit Maju: Edukasi Pajak dan Bantu Alat Produksi

    Riset Grup Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pelatihan perpajakan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kulit di Desa Mojopurna, Magetan, Jawa Timur,  Rabu, 23 April 2025.

    Tim diketuai oleh Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M.Si, dan beranggotakan Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS, Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Anastasia Riani Suprapti, M.Si, Suryandari Istiqomah, SE, MSc, Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si., serta Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si

    Program ini melanjutkan program yang telah diadakan di tahun 2024 dengan memberikan pelatihan pembukuan dan pencatatan keuangan untuk UMKM,

    Hal ini dilakukan karena adanya kebutuhan lanjutan dari UMKM sebagai langkah awal untuk menyiapkan diri untuk dapat mematuhi ketentuan perpajakan bagi UMKM. Hal ini didorong semakin meningkatnya pesanan dan pasar yang terus meningkat pasca Covid-19.

    Pelatihan ini diawali dengan pemberian materi tentang kewajiban pajak bagi UMKM serta manfaat yang dapat diterima dengan tertib menjadi wajib pajak dan dilanjutkan dengan praktik penghitungan pajak UMKM merujuk pada PP 23 Tahun 2018. Pelatihan ini memberikan gambaran yang lebih jelas dan menghilangkan ketakutan tentang besaran pajak yang harus dibayarkan oleh UMKM.

    Selain pelatihan perpajakan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan bantuan berupa alat press yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Alat press menjadi salah satu apresiasi kepada UMKM yang telah mau dan mampu melakukan inovasi produk baru sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Mesin press ini telah digunakan dan membantu menyelesaikan pesanan-pesanan produk baru yang mulai diluncurkan oleh UKM Binaan.

    RG Ekonomi kreatif FEB UNS melalui kegiatan pengabdian masyarakat senantiasa mendorong inovasi baru untuk semakin majunya UKM-UKM kreatif di Indonesia.

    Kegiatan pelatihan perpajakan dan dukungan alat produksi bagi UMKM kulit ini berkontribusi nyata terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya target 8.3 yang mendorong penciptaan usaha produktif dan pengembangan kewirausahaan; sekaligus mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara institusi akademik dan pelaku UMKM dalam memperkuat kapasitas lokal.

  • Green Economy and Sustainable Development Research Group FEB UNS Organizes Organic Waste Processing Training

    Green Economy and Sustainable Development Research Group FEB UNS Organizes Organic Waste Processing Training

    The Green Economy and Sustainable Development Research Group of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized a community training session on Organic Waste Processing for residents of Jogoyudan RW 11, Gowongan, Yogyakarta. The training took place on Saturday, 31 May 2025, and featured Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., and Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., as speakers.

    Prof. Dr. Suryanto emphasized the importance of raising public awareness in managing household waste. He stated that awareness is the key to creating a cleaner and healthier environment. Currently, household waste constitutes the majority of waste in the City of Yogyakarta. This condition calls for an active role from the community to sort and manage waste starting from the household level. Through this initiative, the government’s efforts in addressing waste management issues can be more effective and sustainable.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah delivered a practical session on organic waste processing using maggots as decomposers. The session included maggot cultivation techniques, growing and harvesting processes, and sorting methods. Cultivated maggots can be utilized for various commercial purposes, including animal feed, fishing bait, and other value-added products. According to Prof. Izza, maggot cultivation not only provides an innovative solution to urban waste problems in Yogyakarta but also significantly contributes to the local economy. Maggots offer substantial economic value, enabling community members to generate additional income while helping to reduce household waste.

    Concluding the session, the Green Economy and Sustainable Development Research Group of FEB UNS distributed starter maggot cultures to residents of Jogoyudan RW 11. The provision of these maggots is expected to empower the community to independently manage household waste and serve as an initial step toward sustainable waste processing practices across the city of Yogyakarta.

    This organic waste management training using maggot cultivation become an actual actions to support the SDG 12: responsible consumption and production by reducing waste through circular economy. The training session also in line with  SDG 11: sustainable city and community, by empowering the community through their active participation to maintain health and cleanliness in urban environment.

  • Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development memberikan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk warga masyarakat Jogoyudan RW 11 Gowongan Yogyakarta.

    Kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Mei 2025 dengan Narasumber Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. & Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

    Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Kesadaran ini menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

    Saat ini, sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang paling mendominasi di Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut menuntut peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam menangani permasalahan sampah akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. memberikan pelatihan terkait pengolahan sampah organic (sampah rumah tangga) dengan menggunakan maggot sebagai pengurai sampah organic tersebut pelatihan dimulai dengan cara budidaya maggot, pembesaran maggot, serta cara memanen dan mensortir maggot, dimana maggot yang dibudidaya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pakan ternak, umpan memancing ikan dan berbagai kegiatan lainnya yang bersifat komersial. Budidaya maggot bukan hanya menyelesaikan masalah persampahan yang ada di Kota Yogyakarta namun juga meningkatkan perekonomian warga masyarakat secara massif dikarenakan maggot memiliki nilai ekonomis yang cukup baik sehingga dapat memberikan pendapatan sampingan dari masyarakat yang membudidayakannya, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan persampahan yang ada di kota Yogyakarta.

    Di akhir pelatihan Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS

    Memberikan bantuan berupa maggot untuk dapat dibudidayakan secara mandiri oleh warga masyarakat Jogoyudan RW 11 Gowongan Yogyakarta sebagai pengungkit awal pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di Kota Yogyakarta.

    Pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan maggot ini merupakan langkah nyata mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mengurangi volume sampah dan menerapkan model ekonomi sirkular; serta selaras dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan urban.

  • Taxation Laboratory FEB UNS Hosted a Public Lecture

    Taxation Laboratory FEB UNS Hosted a Public Lecture

    The Taxation Laboratory of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) held a Public Lecture on Taxation entitled Tax and Finance in the Digital Era: Challenges and Opportunities on Friday, 13 June 2025, at the Konimex Hall, Bachtiar Effendi Building, FEB UNS. The event, attended by faculty members and students, featured Jafar Shodiq, S.Akt., M.Ak., Managing Partner of MNCo Juara, as the keynote speaker.

    At the beginning of his presentation, Jafar explained that a career in the field of taxation is considered prestigious and attractive, offering broad career prospects, competitive remuneration, diverse professional pathways, and opportunities for international careers. Positions available in taxation include tax staff or manager, tax accountant, lecturer or instructor or taxation speaker, tax officer at the Directorate General of Taxes, taxation writer (books, magazines, newspapers), tax planner, tax consultant, and tax attorney (taxpayer legal counsel).

    Furthermore, Jafar elaborated that in an increasingly dynamic economy, more individuals are choosing to pursue careers as tax consultants. With high demand for tax professionals, competitive salaries, and engaging challenges, this field offers significant opportunities for those aspiring to build a successful career.

    Tax consultants play a crucial role in assisting businesses and individuals in understanding and complying with complex tax regulations. Equipped with the appropriate skills, they can provide effective and strategic solutions while contributing to economic growth.

    “A career in taxation is not only promising in terms of financial rewards but also provides continuous opportunities to learn and grow. Each tax case is unique, and this makes our work perpetually engaging,” he stated.

    With the growing number of opportunities in this sector, individuals interested in pursuing a career in taxation are encouraged to explore relevant education and training. Preparing for a career in taxation offers various opportunities and challenges that must be understood. A SWOT analysis indicates that the strengths of taxation as a profession include the high demand for tax experts and competitive salaries. However, the weaknesses or constraints to consider are the intense competition and the necessity for continuous knowledge updates. The prospects of economic growth and the increasing need for taxation services are balanced by its challenges, mainly dynamic changes in taxation regulatory and negative public perceptions of the profession.

    He further explained the benefits of taxation literacy for entrepreneurs. In this context, taxation understanding provides indirect yet significant advantages for business owners. Through in-depth financial analysis, entrepreneurs can identify opportunities and challenges and make more strategic business decisions. Moreover, compliance with tax regulations enhances the company’s credibility in the eyes of investors, creating further opportunities for growth.

    Through this occasion, FEB UNS supports SDG 4 (Quality Education) by providing students with access to contextual learning and practical skills to prepare them to enter the employment. Discussion on taxation also closely relates to SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), as it promotes students understanding on the importance of tax compliance in economic development and opens up broad career opportunities within the field of taxation.

    The taxation laboratory, as part of educational innovation at FEB UNS, also contributes to SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) by developing talents with adaptive skills, particularly in the face of technological developments and digital financial regulations. Furthermore, collaboration with professional tax practitioners like Jafar Shodiq reflects the spirit of SDG 17 (Partnerships to Achieve the Goals), where synergy between education and industry is key to producing quality and globally competitive graduates.