Prodi S2 Akuntansi FEB UNS menyelenggarakan seminar dengan tema A Scientific Writing Journey Begins: Understanding Current Issue In Accounting Research, Rabu, 28 Februari 2024 secara hybrid.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut 14 mahasiswa baru Prodi S2 Akuntansi FEB UNS.
Pembicara yang di undang yakni Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia.

Pemilihan pembicara ini selaras dengan upaya Prodi S2 Akuntansi FEB UNS untuk memberikan international exposure kepada mahasiswanya sedini mungkin.
Acara diawali dengan sambutan dan pemaparan materi dari Kepala Program Studi S2 Akuntansi, Dr. Wahyu Widarjo.
Dr. Wahyu memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai beberapa kepala Prodi S2 Akuntansi sebelumnya sebelum akhirnya beliau menjabat. Selain itu ia juga memperkenalkan beberapa stakeholder yang ada di Prodi S2 Akuntansi.
Lebih lanjut Dr. Wahyu menunjukkan kurikulum dan mendeskripsikan bagaimana kurikulum baru Prodi S2 Akuntansi menawarkan kemapuan waiver beberapa mata kuliah dalam kurikulum kepada beberapa mata uji sertifikasi CA dan CPA.

Ia menekankan pentingnya keselarasan pemilihan mata kuliah penjurusan dengan tema thesis yang diambil.
Peraturan Rektor no 23 tahun 2020 pasal 31 pada bagian capaian pembelajaran juga dijelaskan oleh Kaprodi untuk menekankan pentingnya menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan prasayarat publikasi bagi mahasiswa untuk bisa lulus.
Hal ini menjadikan setiap mahasiswa memiliki setidaknya 1 karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional atau nasional terakreditasi minimal sinta 2.
Selain itu, mahasiswa Prodi S2 Akuntansi juga diwajibkan memiliki karya ilmiah di prosiding internasional maupun nasional.
Hal ini menjadi syarat wajib pendaftaran ujian thesis sebelum menyelesaikan perkuliahan di Prodi S2 Akuntansi.
Berdasarkan pemaparan dari Dr. Wahyu tersebut, Prodi S2 Akuntansi memfasilitasi mahasiswa agar lebih mengenal penulisan publikasi sedini mungkin. Sehingga, acara webinar pada pagi ini selain menjadi media paparan internasionalisasi bagi mahasiswa juga diharapkan membuka pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana memulai menulis dan memilih topik penelitian.

Dr. Yuningsih memberikan gambaran pemilihan isu terkini penelitian akuntansi dengan menekankan bahwa riset di bidang akuntansi perlu berevolusi dan mengikuti tren kontemporer yang ada di bidang teknologi, lingkungan, dan bidang keilmuan lainnya.
Khusus untuk topik lingkungan, topik ini telah menjadi tren terutama di Asia Pasific, salah satunya mengenai Net Zero atau pengurangan emisi pada berbagai entitas bisnis. Hal ini juga menjadi concern bagi penulis di bidang akuntansi karena akuntansi menyediakan tools untuk memahami tidak hanya kondisi keuangan, tapi juga kondisi sosial dan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai lingkungan ini di latar belakangi dari perubahan iklim yang juga meningkatkan resiko keuangan. Di Australia, tren penelitian ini juga menjamur dan telah diimplementasikan misalnya di perusahaan AMPOL dan VIVA ENERGY AUSTRALIA.
Selain menunjukkan beberapa tren topik penelitian terkini di bidang akuntansi, Dr. Yuningsih juga memberikan penekanan untuk tidak berputus asa dalam pembuatan artikel ilmiah. Artikel ilmiah yang di submit akan membutuhkan banyak waktu dan upaya untuk di publish. Akan tetapi mahasiswa perlu mengingat bahawa semua peneliti mengalami hal tersebut.

Dipenutup materinya, Dr. Yuningsih melarang mahasiswa untuk menyerah, dan menyarankan healing dan take a little break jika mengalami kebuntuan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi, beberapa mahasiswa baru dan mahasiswa lama Prodi S2 Akuntansi yang mengikuti acara melalui zoom berpartisipasi aktif dalam memberikan pertanyaan.














At this year’s ICBE, the study program invited 4 (four) speakers from three universities, namely Universiti Malaya, UNS, and Universitas Prima Graha. The four keynote speakers are Dr. Farzana Parveen Tajudeen and Prof. Dr. Noor Ismawati Binti Jaafar, from Universiti Malaya, Malaysia. Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., from Universitas Sebelas Maret, and Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, MM., from Universitas Prima Graha.
Taking on the theme of Inclusive Innovation: “Co-creating digital entrepreneurship with the disabled community and its ecosystem-insight from Indonesia,” ICBE 2024 is organized in collaboration with 6 (six) publication outlets, three of which are Scopus-indexed reputable international journals.
Regarding innovation, the first keynote speaker, Dr. Farzana Parveen, delivered material on the development of Artificial Intelligence (AI), which is currently being implemented in various fields, including business and education. Furthermore, related to inclusive innovation, AI plays a role in increasing accessibility for disability community and providing a more personalized learning interaction experience.
The last speaker, Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., delivered a material entitled ‘The Role of Accounting in Climate Change Mitigation,’ which focuses on the role of the accounting sector in handling climate change. Further, Prof. Doddy also discussed two of the most recent publications carried out by FEB UNS faculty members related to climate reporting by companies in Indonesia.
ICBE 2024 also awarded the Best Paper Award to three participants with the best article, they are Lilik Nurcholidah with an article entitled “Investigating The Impact of Work Family Conflict, Job Stress On Innovative Work Behavior With Job Satisfaction As a Mediator On University Women Teacher In Indonesia” as the 1st Best Paper. Meanwhile, Lukman Hakim with an article entitled “Disability and Poverty: Study In Central Java Indonesia At Village Level,” and Afif Yoga Perdana with an article entitled “Research Trends And Networks In Sustainability Reporting: A Bibliometric Approach” were awarded the 2nd Best Paper Award and the 3rd Best Paper Award, respectively.





