FEB

Blog

  • Sambut Mahasiswa Baru, Prodi S2 Akuntansi FEB UNS Gelar Seminar Bertema A Scientific Writing Journey Begins

    Sambut Mahasiswa Baru, Prodi S2 Akuntansi FEB UNS Gelar Seminar Bertema A Scientific Writing Journey Begins

    Prodi S2 Akuntansi FEB UNS menyelenggarakan seminar dengan tema A Scientific Writing Journey Begins: Understanding Current Issue In Accounting Research, Rabu, 28 Februari 2024 secara hybrid.

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut 14 mahasiswa baru Prodi S2 Akuntansi FEB UNS.

    Pembicara yang di undang yakni Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia.

    Pemilihan pembicara ini selaras dengan upaya Prodi S2 Akuntansi FEB UNS untuk memberikan international exposure kepada mahasiswanya sedini mungkin.

    Acara diawali dengan sambutan dan pemaparan materi dari Kepala Program Studi S2 Akuntansi, Dr. Wahyu Widarjo.

    Dr. Wahyu memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai beberapa kepala Prodi S2 Akuntansi sebelumnya sebelum akhirnya beliau menjabat. Selain itu ia juga memperkenalkan beberapa stakeholder yang ada di Prodi S2 Akuntansi.

    Lebih lanjut Dr. Wahyu menunjukkan kurikulum dan mendeskripsikan bagaimana kurikulum baru Prodi S2 Akuntansi menawarkan kemapuan waiver beberapa mata kuliah dalam kurikulum kepada beberapa mata uji sertifikasi CA dan CPA.

    Ia menekankan pentingnya keselarasan pemilihan mata kuliah penjurusan dengan tema thesis yang diambil.

    Peraturan Rektor no 23 tahun 2020 pasal 31 pada bagian capaian pembelajaran juga dijelaskan oleh  Kaprodi untuk menekankan pentingnya menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan prasayarat publikasi bagi mahasiswa untuk bisa lulus.

    Hal ini menjadikan setiap mahasiswa memiliki setidaknya 1 karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional atau nasional terakreditasi minimal sinta 2.

    Selain itu, mahasiswa Prodi S2 Akuntansi juga diwajibkan memiliki karya ilmiah di prosiding internasional maupun nasional.

    Hal ini menjadi syarat wajib pendaftaran ujian thesis sebelum menyelesaikan perkuliahan di Prodi S2 Akuntansi.

    Berdasarkan pemaparan dari Dr. Wahyu tersebut, Prodi  S2 Akuntansi memfasilitasi mahasiswa agar lebih mengenal penulisan publikasi sedini mungkin. Sehingga, acara webinar pada pagi ini selain menjadi media paparan internasionalisasi bagi mahasiswa juga diharapkan membuka pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana memulai menulis dan memilih topik penelitian.

    Dr. Yuningsih memberikan gambaran pemilihan isu terkini penelitian akuntansi dengan menekankan bahwa riset di bidang akuntansi perlu berevolusi dan mengikuti tren kontemporer yang ada di bidang teknologi, lingkungan, dan bidang keilmuan lainnya.

    Khusus untuk topik lingkungan, topik ini telah menjadi tren terutama di Asia Pasific, salah satunya mengenai Net Zero atau pengurangan emisi pada berbagai entitas bisnis. Hal ini juga menjadi concern bagi penulis di bidang akuntansi karena akuntansi menyediakan tools untuk memahami tidak hanya kondisi keuangan, tapi juga kondisi sosial dan lingkungan.

    Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai lingkungan ini di latar belakangi dari perubahan iklim yang juga meningkatkan resiko keuangan. Di Australia, tren penelitian ini juga menjamur dan telah diimplementasikan misalnya di perusahaan AMPOL dan VIVA ENERGY AUSTRALIA.

    Selain menunjukkan beberapa tren topik penelitian terkini di bidang akuntansi, Dr. Yuningsih juga memberikan penekanan untuk tidak berputus asa dalam pembuatan artikel ilmiah. Artikel ilmiah yang di submit akan membutuhkan banyak waktu dan upaya untuk di publish. Akan tetapi mahasiswa perlu mengingat bahawa semua peneliti mengalami hal tersebut.

    Dipenutup materinya, Dr. Yuningsih melarang mahasiswa untuk menyerah, dan menyarankan healing dan take a little break jika mengalami kebuntuan.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi, beberapa mahasiswa baru dan mahasiswa lama Prodi S2 Akuntansi yang mengikuti acara melalui zoom berpartisipasi aktif dalam memberikan pertanyaan.

  • UPM FEB Sambut Kedatangan Tim AMI Level 2

    UPM FEB Sambut Kedatangan Tim AMI Level 2

    Tim Audit Mutu Internal (AMI) Level 2 yang diketuai oleh Dr. Supianto, S.Pd., M.Pd. melakukan audit selama satu hari penuh di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 12 Juni 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kehadiran Tim AMI di ruang Unit Penjaminan Mutu (UPM) FEB disambut oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak, Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) Koordinator dan Sub Koordinator FEB UNS.

    Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M, Ketua UPM dalam sambutannya menyampaikan informasi bahwa FEB telah berkali-kali diakreditasi, baik di lingkungan internal dan juga eksternal dan semuanya sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

    “Mudah-mudahan, proses penjaminan mutu yang kita lalukan menjadi budaya mutu di FEB sehingga menjadikan kebanggaan bagi seluruh stakeholder yang berkaitan dengan FEB. Terima kasih kepada asesor atas kedatangannya dalam rangka melakukan AMI  level 2, mudah-mudahan Asesor pada tingkat UPPS ini juga membawa berkah kepada kita semua” paparnya.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D., Ak, mengucapkan selamat datang kepada Tim AMI.

    Kegiatan AMI merupakan kegiatan rutin tahunan yang berguna untuk peningkatan mutu. AMI level 1 telah diselesaikan beberapa minggu lalu dan di kesempatan ini adalah AMI level 2, setiap prodi sudah diaudit.

    FEB selalu berusaha untuk meningkatkan layanan dalam proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Meskipun demikan, akan masih ada saja yang kekurangan yang perlu dibenahi.

    Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada Dr. Supianto, Dr. Veronika Ika Budiastuti, Abdul Haris Setiawan, Ph.D yang telah meluangkan waktumya untuk melakukan audit di FEB. Dan untuk mekanismenya, dari FEB mengikuti arahan Tim AMI.

    “Terima kasih kepada Tim Audit, selamat menjalankan audit mutu, apapun hasilnya kita merima dengan lapang dada, semoga akan lebih meningkatkan layanan di FEB” pungkasnya.

    Dr. Supianto, sebagai Ketua AMI di FEB menjelaskan pelaksanaan AMI Level 2 ini merupakan lanjutan dari AMI level 1 yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

    Kegiatan AMI bukan untuk mencari kesalahan dan kekurangan tapi bertujuan agar hasil dari AMI ini untuk meningkatkan layanan, khususnya di FEB.

    Dikatakan, tahun ini LPPM di tahun ini mengerucutkan standar yang diaudit menjadi 3 standar yakni standar proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

    Sesuai dengan kesepakatan, untuk lebih efektif dan efisien maka proses audit dibagi per kelompok sesuai standar masing-masing.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Delegasi National Dong Hwa University Taiwan

    FEB UNS Menerima Kunjungan Delegasi National Dong Hwa University Taiwan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari National Dong Hwa University Taiwan, Rabu 12 Juni 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.

    Delegasi National Dong Hwa University Taiwan yang berkesempatan hadir yakni Prof. Hurng-Jyuhn Wang, Prof. Doo Chul Kim, dan Dr. Yung Yung Chang.

    Kunjungan diterima oleh Wakil Dekan, Kaprodi dan sejumlah Dosen FEB UNS.

    “Selamat pagi semua, Prof. Hurng-Jyuhn Wang, Prof. Doo Chul Kim, dan Dr. Yung Yung Chang. Sebuah kehormatan bagi kami untuk menyambut kedatangan Anda di fakultas kami. Kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke FEB UNS. Kolaborasi yang akan kita laksanakan bertujuan untuk meningkatkan keunggulan universitas dan mendorong inovasi, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat” sambutnya.

    Dr. Dwi mengenalkan wakil dekan yang hadir, Dr. Djuminah, Dr. Tastaftiyan Risfandy, Kepala Program Magister dan Sarjana, Ketua tim Internasional FEB, Dr. Tri Mulyaningsih dan sejumlah dosen.

    Di FEB UNS terdapat grup riset yang terdiri dari dosen dengan fokus studi yang sama, sehingga mungkin nantinya kita bisa membahas mengenai potensi kolaborasi seperti kerjasama riset internasional, dan berbagai kegiatan lainnya.

    Narasumber Taiwan, Prof. Hurng-Jyuhn mengungkapkan kebahagiaannya bisa datang ke FEB UNS.

    “Bagi saya ini adalah kunjungan kedua ke Solo. Setiap kunjungan kami, kami selalu mendapatkan pengalaman yang baru. Kota ini berbeda dari kota lainnya, dimana dulunya adalah sebuah kerajaan sehingga memiliki banyak sejarah. Kunjungan ini adalah awal dari kolaborasi di masa yang akan datang” katanya mengawali paparannya.

    Prof. Hurng-Jyuhn juga memperkenalkan universitas National Dong Hwa University melalui presentasinya.

    Dikatakan, National Dong Hwa University berdiri tahun 1994, universitas yang muda tetapi kuat. Universitas kami sangat berfokus pada pembangunan, dengan luas kampus sekitar 251 hektar, dimana kami selalu menjaga dan bekerja dikelilingi lingkungan yang hijau.

    Kementerian Pendidikan Taiwan memilih sekitar 20 universitas di Indonesia dan UNS adalah sebuah universitas yang berkualitas. Sehingga National Dong Hwa University menggunakan daftar tersebut sebagai acuan dalam membangun kolaborasi dengan universitas di Indonesia.

  • MESP Public Lecture: Peatland Ecosystem Management Study by UPR Lecturer

    MESP Public Lecture: Peatland Ecosystem Management Study by UPR Lecturer

    The Master’s Program in Development Economics (MESP), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed a guest lecturer from Universitas Palangka Raya on Friday, June 21, 2024. This visit was part of a public lecture entitled “Study of Peatland Ecosystem Protection and Management Plans as an Alternative for SDG’s Implementation: A Case Review in Central Kalimantan, Indonesia.”

    The Head of the MESP program, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si., expressed her gratitude to Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., lecturer and the Director of the Peatland Science and Innovation Development Center (PPIG) at Universitas Palangka Raya, for attending the session as the main speaker.

    In front of MESP students, Dr. Hendrik discussed in detail the economic value of peatlands in Central Kalimantan Province. According to him, peatlands are wetlands that can provide various vegetable, non-vegetable, and fishery products. In addition to economic value, ecologically, peatlands have a carbon storage capacity 10 to 13 times greater than other ecosystems.

    Besides the presentation, there was a Q&A session between the students and the speaker regarding the utilization of peatlands. This public lecture was expected to broaden the knowledge of the students and provide insight into the advantages of peatlands.

  • MESP Holds Public Lecture on Natural Resource Management in North Kalimantan

    MESP Holds Public Lecture on Natural Resource Management in North Kalimantan

    Indonesia is a country rich in natural resources, with different regions across the archipelago having their own abundant unique resources. North Kalimantan, for instance, is rich in coal, petroleum, and renewable energy, providing opportunities for the local community to harness these resources. Proper management of these natural resources can have a significant benefit for the residents in the said region, provided they are well informed about how to manage these resources.

    On Friday, May 17, 2024, the Master’s Program in Development Economics (MESP), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), invited Retno Dwi Arini, S.E., M.E., founder of Binari Group and Head of the MSME Division at the Department of Cooperatives, MSMEs, and Trade in Tarakan City, as a guest speaker. In the public lecture, the speaker, fondly known as Ibu Arin, discussed natural resource management in the border region of Tarakan City, North Kalimantan.

    Binari Group initially started as Griya Belajar Binari, founded by Ibu Arin to assist parents struggling to support their children’s education. Over time, Griya Binari expanded into the formal education sector. The school aims to provide a unique and character-building learning experience for children. The students attending the public lecture showed high enthusiasm for discussing the natural resources in North Kalimantan.

    This interactive discussion was expected to provide MESP FEB UNS students with additional insights into natural resource management on the island of Borneo.

  • Doctoral Program in Economics FEB UNS Hosted The International Colloquium on Business and Economics (ICBE) 2024

    Doctoral Program in Economics FEB UNS Hosted The International Colloquium on Business and Economics (ICBE) 2024

    A scientific forum becomes the best venue for doctoral students to disseminate their research results and to get suggestions and reviews from international academics, thus improving the quality of their publications and building collaboration networks. The Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organizes the International Colloquium on Business and Economics (ICBE) as an annual event.

    At this year’s ICBE, the study program invited 4 (four) speakers from three universities, namely Universiti Malaya, UNS, and Universitas Prima Graha. The four keynote speakers are Dr. Farzana Parveen Tajudeen and Prof. Dr. Noor Ismawati Binti Jaafar, from Universiti Malaya, Malaysia. Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., from Universitas Sebelas Maret, and Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, MM., from Universitas Prima Graha.

    Taking on the theme of Inclusive Innovation: “Co-creating digital entrepreneurship with the disabled community and its ecosystem-insight from Indonesia,” ICBE 2024 is organized in collaboration with 6 (six) publication outlets, three of which are Scopus-indexed reputable international journals.

    “PDIE FEB UNS has launched a roadmap for an international reputation acceleration program, including increasing research outputs achieved by doctoral students. We hope that this forum can be useful for all of you and contribute to the development of the PDIE program in the future,” said Prof. Rahmawati in her remarks marking the opening of the event.

    Regarding innovation, the first keynote speaker, Dr. Farzana Parveen, delivered material on the development of Artificial Intelligence (AI), which is currently being implemented in various fields, including business and education. Furthermore, related to inclusive innovation, AI plays a role in increasing accessibility for disability community and providing a more personalized learning interaction experience.

    Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar in her presentation as the second keynote speaker highlighted the role of digital entrepreneurship in the scope of inclusive innovation, through material entitled ‘Promoting Digital Entrepreneurship with Inclusive Innovation for a Sustainable Society,’ followed by speech from Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati entitled Co-creation, Digital Entrepreneurship, Innovation, and Its Role in Disabilities Community.

    The last speaker, Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., delivered a material entitled ‘The Role of Accounting in Climate Change Mitigation,’ which focuses on the role of the accounting sector in handling climate change. Further, Prof. Doddy also discussed two of the most recent publications carried out by FEB UNS faculty members related to climate reporting by companies in Indonesia.

    The annual event, which was conducted seamlessly for two days on Thursday-Friday, 27-28 June 2024, was attended by representatives from the selected 64 articles, where they were given the opportunity to disseminate and discuss their research in the parallel session.

    ICBE 2024 also awarded the Best Paper Award to three participants with the best article, they are Lilik Nurcholidah with an article entitled “Investigating The Impact of Work Family Conflict, Job Stress On Innovative Work Behavior With Job Satisfaction As a Mediator On University Women Teacher In Indonesia” as the 1st Best Paper. Meanwhile, Lukman Hakim with an article entitled “Disability and Poverty: Study In Central Java Indonesia At Village Level,” and Afif Yoga Perdana with an article entitled “Research Trends And Networks In Sustainability Reporting: A Bibliometric Approach” were awarded the 2nd Best Paper Award and the 3rd Best Paper Award, respectively.

  • Kuliah Umum MESP: Kajian Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Dosen UPR

    Kuliah Umum MESP: Kajian Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Dosen UPR

    Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Binsis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dosen tamu dari Universitas Palangka Raya, Jumat 21 Juni 2024.

    Kunjungan ini dalam rangka melaksanakan kuliah umum bertemakan Kajian Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Sebagai Alternatif Implementasi SDG’S: Tinjauan Kasus di Kalimanatan Tengah, Indonesia.

    Kepala Prodi MESP, Dr. Evi Gravitiani, S.E.,M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pembicara, Hendrik Segah, S.Hut.,M.Si.,Ph.D, dosen sekaligus Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIG) Universitas Palangka Raya.

    Di hadapan mahasiswa MESP, Dr. Hendrik membahas secara detail terkait nilai ekonomis gambut di Provinsi Kalimantan Tengah.

    Menurutnya, gambut merupakan lahan basah yang mampu menyediakan berbagai produk sayur, non sayur, hingga perikanan. Tidak hanya nilai ekonomi yang didapat, secara ekologi lahan gambut mempunyai kapasitas penyimpanan karbon 10 sampai 13 kali dibandingkan ekosistem lainnya.

    Selain penyampaian materi, terdapat diskusi tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber mengenai pemanfaatan gambut.

    Kuliah umum ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi para mahasiswa yang hadir dan memberikan gambaran bahwa gambut memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan.

  • MESP Adakan Kuliah Umum, Bahas Pengelolaan SDA Kalimantan Utara

    MESP Adakan Kuliah Umum, Bahas Pengelolaan SDA Kalimantan Utara

    Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, berbagai kawasan di Indonesia memiliki ragam sumber daya alamnya masing-masing. Kalimantan Utara salah satunya, dengan sumber daya alamnya seperti batu bara, minyak bumi, dan energi baru terbarukan menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkannya.

    Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan baik apabila banyak masyarakat yang paham akan pengelolaannya.

    Jumat, 17 Mei 2024, Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengundang founder Binari Group sekaligus Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tarakan, Retno Dwi Arini, S.E.,M.E. untuk jadi pembicara.

    Di kuliah umum itu, pembicara yang kerap disapa Ibu Arin membahas pengelolaan SDA di wilayah perbatasan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

    Binari Group awalnya merupakan sebuah Griya Belajar Binari yang didirikan oleh Ibu Arin untuk membantu orang tua yang kesulitan mendampingi anak belajar. Seiring berjalannya waktu Griya Binari mulai merambah ke sektor pendidikan formal.

    Sekolah ini memiliki misi untuk memberikan pengalaman belajar yang unik dan berkarakter kepada anak.

    Mahasiswa yang menghadiri kuliah umum ini memiliki antusias tinggi untuk berdiskusi terkait sumber daya alam di Kalimantan Utara.

    Diskusi dua arah ini diharapkan mampu memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa MESP FEB UNS terkait pengelolaan SDA di Pulau Borneo tersebut.

  • Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Gelaran forum ilmiah menjadi venue terbaik bagi mahasiswa doktoral untuk dapat mendiseminasikan hasil riset serta untuk mendapatkan saran dan review dari akademisi internasional yang akan meningkatkan kualitas publikasi serta membangun jejaring kolaborasi.

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara rutin menyelenggarakan International Colloquium on Business and Economics (ICBE).

    Pada gelaran ICBE tahun ini, PDIE FEB UNS menghadirkan 4 pembicara yang berasal dari tiga universitas yaitu Universiti Malaya, UNS, dan Universitas Prima Graha.

    Keempat pembicara kunci tersebut adalah Dr. Farzana Parveen Tajudeen dan Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dari Universiti Malaya, Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., dari Universitas Sebelas Maret, serta Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, M.M., dari Universitas Prima Graha.

    Mengusung tema Inclusive Innovation: Co-creating digital entrepreneurship with the disabled community and it’s ecosystem-insight from Indonesia, ICBE 2024 menggandeng 6 outlet publikasi, tiga diantaranya adalah jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.

    “PDIE FEB UNS telah mencanangkan roadmap program akselerasi reputasi internasional, termasuk di dalamnya peningkatan output riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa program doktoral. Kami berharap agar forum ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan berkontribusi pada kemajuan program PDIE di masa depan,” ungkap Prof. Rahmawati dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

    Terkait inovasi, pembicara kunci pertama Dr. Farzana Parveen menyampaikan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini dapat dimanfaatkan di berbagai bidang termasuk bisnis dan pendidikan.

    Lebih lanjut, berhubungan dengan inovasi yang inklusif, AI berperan dalam meningkatkan aksesibilitas bagi komunitas disabilitas serta memberikan pengalaman interaksi pembelajaran yang lebih personal.

    Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dalam paparannya sebagai pembicara kunci kedua menyoroti tentang peran kewirausahaan digital dalam lingkup inovasi inklusif, dengan tajuk Promoting Digital Entrepreneurship with Inclusive Innovation for a Sustainable Society, yang dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati berjudul Co-creation, Digital Entrepreneurship, Innovation, and Its Role in Disabilities Community.

     

    Pembicara terakhir, Prof. Doddy Setiawan Ph.D. menyampaikan materi dengan judul The Role of Accounting in Climate Change Mitigation yang berfokus pada peran dari sektor akuntansi dalam penanganan perubahan iklim.

    Lebih lanjut, Prof. Doddy juga menyampaikan dua publikasi terkini yang telah dilakukan oleh civitas academica FEB UNS terkait pelaporan iklim oleh perusahaan di Indonesia.

    Gelaran ICBE 2024 yang telah sukses dilaksanakan selama dua hari pada Kamis-Jum’at 27-28 Juni 2024 tersebut dihadiri oleh perwakilan penulis dari 64 artikel yang akan dipresentasikan pada sesi paralel.

    ICBE 2024 juga menganugerahkan Best Paper Award kepada tiga peserta dengan artikel terbaik yaitu Lilik Nurcholidah dengan artikel berjudul Investigating The Impact Of Work Family Conflict, Job Stress On Innovative Work Behavior With Job Satisfaction As A Mediator On University Women Teacher In Indonesia sebagai penerima Best Paper 1.

    Lukman Hakim dengan artikel berjudul Disability And Poverty: Study In Central Java Indonesia At Village Level, dan Afif Yoga Perdana dengan artikel berjudul Research Trends And Networks In Sustainability Reporting: A Bibliometric Approach untuk Best Paper Award 2 dan Best Paper Award 3.

     

  • FEB, FK dan SV UNS Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

    FEB, FK dan SV UNS Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kedokteran (FK) dan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) mencanangkan  Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis 27 Juni 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan besama tiga fakultas di UNS tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UNS, Dekanat dan jajaran pimpinan, dosen, tendik, organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dari FEB, FK dan SV.

    Hadir pula tamu-tamu eksternal, pimpinan bank mitra, pimpinan lembaga pemerintah, pimpinan rumah sakit, kepala dinas, pimpinan perusahaan mitra dan tamu undangan lainnya.

    Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H, Plt Rektor UNS diawal sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pencanangan ZI bersama tiga fakultas di UNS.       

    “Saya sebagai Plt Rektor sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pembangunan ZI WBK di lingkungan kampus UNS menunjukkan 2 hal. Yang pertama adalah  komitmen seluruh jajaran pimpinan UNS dan juga para Dekan dan jajarannya serta seluruh pengelola UNS untuk menjadikan UNS sebagai kampus berintegritas. Yang kedua  adalah sebagai bentuk pemahaman yang sangat jelas bagi kita semua bahwa UNS sebagai PTNBH adalah tetap bagian dari satker pemerintah, satker Kemendikbudristek dan yang memang diwajibkan untuk melakukan reformasi birokrasi dan kita melakukan reformasi birokrasi di bidang pendidikan” paparnya.

    Perwujudan kampus berintegritas merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian tujuan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diatur di dalam pasal 5 Undang-Undang Dikti karena hal-hal yang bersifat koruptif itu akan menjauhkan dari tujuan program-program yang dilaksanakan .

    Lebih lanjut dikatakan bahwa reformasi birokrasi merupakan perubahan yang terencana dalam proses yang didukung oleh pimpinan organisasi untuk mengubah sistem birokrasi, mengubah relasi yang ada di dalam birokrasi itu sendiri maupun relasi birokrasi antara kita dengan masyarakat penerima layanan.

    Pimpinan merupakan satu posisi yang sangat sentral dan strategis karena memang pimpinanlah yang harus mampu menggerakkan untuk perubahan itu.

    Perubahan itu akan harus terasa setelah kita melakukan pencanangan. Bagaimana persepsi kita dalam memberikan layanan publik karena kita merupakan bagian dari publik. Maka ukuran kita haruslah selalu dari persepsi penerima layanan.

    Seberapa puaskah penerima layanan kita atas semua effort yang kita lakukan dalam pelaksanaan tugas.

    Penerima layanan yang terdekat dari kita adalah mahasiswa, bagaimana persepsi dari mahasiswa,  orang tua mahasiswa, dunia kerja dan dunia industri.

    Plt. Rektor UNS menekankan bahwa pencanangan ZI bukan acara seremonial, bukan acara formalitas tapi sebagai daya dorong kita untuk melakukan perubahan-perubahan cepat dan tepat. Pimpinan harus bisa menjadi role model yang baik.

    Menurutnya, reformasi birokrasi di bidang pendidikan ini sangat mudah, tinggal kita mau atau tidak untuk berubah. Jangan sampai kita merasa sudah excellent dan tidak ada lagi perubahan.

    Salah satu program kita adalah memahami bahwa di dalam kita menjalankan tugas dan tanggung jawab ada dua hal yang sangat relate dengan korupsi yaitu perilaku-perilaku koruptif, diantaranya terkait penggunaan kekuasaan. Hal ini paling sangat sering terjadi, menyebabkan adanya benturan-benturan kepentingan.

    “Yang paling sering kita suka lupa biasanya karena mumpung sebagai pejabat, mumpung saya punya kewenangan. Apa manfaat bagi saya, bagi anak saya, bagi keluarga saya maupun bagi kelompok saya. Ini yang harus kita pahami bahwa sekali lagi jabatan kita itu tidak boleh menyandera kepentingan dan tugas institusi, tidak boleh menyandera tujuan kita” tegasnya.

    Berikutnya adalah masalah gratifikasi, karena gratifikasi di perguruan pintu masuknya banyak sekali. Ini yang harus dilakukan perubahan.

    Selanjutnya dikatakan, berdasarkan Permenpan ada enam fokus area perubahan yakni manajemen perubahan, penataan tatalaksana, sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan penguatan kualitas pelayanan publik.

    Setelah pencanangan hari ini, enam fokus area itu harus dirasakan perubahannya.

    Diakhir sambutannya, Plt. Rektor UNS berterima kasih kepada Dekan dan seluruh jajaran dan juga tim reformasi birokrasi UNS atas komitmennya dalam mencanangkan ZI. Dari Itjen nanti  bisa memfasilitasi apa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ZI.

    Beberapa rangkaian acara pencanangan ZI yang digelar dari pagi hingga siang diantaranya pembacaan Maklumat dan Deklarasi ZI WBK WBMM oleh  Dekan FEB, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak, Dekan FK  Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K),dan Dekan SV  Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak.

    Setelah itu penandatanganan pakta integritas oleh ketiga Dekan disaksikan Rektor. Dilanjutkan penandatanganan pakta integritas oleh para Wakil Dekan, Koordinator dan  Sub Koordinator.

     

    Reporter dan editor: Humas FEB UNS