FEB

Blog

  • Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kolaborasi Riset, Prodi MESP Kunjungi Tiga Universitas di Malaysia

    Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kolaborasi Riset, Prodi MESP Kunjungi Tiga Universitas di Malaysia

    Dalam rangka memperkuat sinergi pendidikan dan kolaborasi riset antara kedua institusi, Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke tiga universitas di Malaysia.

    Kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM) pada tanggal 4 Juli 2024, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Sains Malaysia (USM)  di Penang pada tanggal 5 Juli 2024.

    Kunjungan ini bertujuan untuk mengintensifkan kerjasama dan mengidentifikasi peluang kolaborasi yang saling menguntungkan antar kedua universitas.

    Delegasi dari MESP UNS  dipimpin oleh Kaprodi MESP Ibu Dr. Evi Gravitiani,S.E.,M.Si., Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si bersama dengan Dr. Suryanto.S.E., M.Si , Dr Sarjiyanto, S.E.M.M, dan Dewi Ismoyowati, S.E.,M.Ec.dev.

    Selama kunjungan tersebut, kedua belah pihak mengadakan pertemuan yang konstruktif untuk membahas berbagai bidang kerja sama. Fokus utama kerja sama ini adalah melaksanakan dan meningkatkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kedua institusi dan masyarakat luas.

    Dalam pertemuan tersebut membahas berbagai bidang kerjasama yang potensial, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum yang relevan, dan pelaksanaan program-program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga membahas peluang dalam pengembangan program aplikasi, penyelenggaraan seminar dan kegiatan ilmiah bersama guna memperkuat jejaring akademik.

    Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerjasama yang lebih erat antara MESP UNS dan ketiga Universiti. Kedua institusi sepakat untuk terus berdiskusi dan mengembangkan inisiatif kolaboratif yang dapat meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jangkauan riset, serta memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

    Dengan memperkuat sinergi pendidikan dan kolaborasi riset antara MEP UNS dan Ketiga Universiti di Malaysia, diharapkan akan tercipta lingkungan akademik yang stimulatif dan inovatif, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat. Kerjasama ini juga merupakan bentuk nyata dari semangat kolaborasi internasional antar universitas untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

  • Prodi MESP Mengadakan Pengabdian Internasional Bahas Penanganan Permasalahan Pekerja Migran di Malaysia

    Prodi MESP Mengadakan Pengabdian Internasional Bahas Penanganan Permasalahan Pekerja Migran di Malaysia

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sosial, Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia dan NGO PERMAI (Pertubuhan Masyarakat Indonesia) di Pulau Pinang Malaysia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tema Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan dan Pendampingan bagi Pekerja Migran di Malaysia.

    Tujuan pengabdian internasional ini adalah untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh LSM Permai sebagai pendamping pekerja migran di Malaysia dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh PMI.

    Melalui FGD dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendampingan PMI ini diharapkan dapat disusun rencana kegiatan lanjutan pengabdian internasional pada tahun mendatang, dengan mengambil tema dan peran khusus pada pemberdayaan ekonomi bagi PMI baik selama di Malaysia maupun pasca menjadi PMI, kembali ke Indonesia.

    Bentuk kegiatan yang dirancang adalah mengenai pendampingan perencanaan keuangan dan manajemen usaha. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 6 – 7 Juli 2024 di Learning Centre Permai di Bukit Jambul Malaysia.

    Tim pengabdian dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) MESP, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si. dan anggota tim yakni Prof. Dr. Izza Mafruhan, SE., M.Si, Dr. Suryanto, SE., M.Si, Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D dan Dewi Ismoyowati, SE., Mec Dev.

    Pada hari pertama, tim pengabdian melakukan FGD dengan para pengurus PERMAI dan perwakilan PMI di Malaysia.

    Hasil FGD akan menjadi bahan kajian dan penyusunan rencana aksi program pengabdian pada tahun mendatang, tentunya topik dan tema disesuaikan dengan bidang dan kepakaran dosen dan mahasiswa MESP.

    Di hari kedua, tim pengabdian juga melakukan kegiatan pengabdian dengan anak-anak PMI yang menjadi anak asuh dari PERMAI.

    Salah satu materi pengabdian yang diberikan pada hari kedua adalah tentang motivasi belajar dan pengenalan budaya Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Izza dan Dr. Suryanto.

    Melalui materi ini, tim pengabdian ingin memberikan motivasi belajar kepada anak-anak dari PMI yang ada di Malaysia untuk tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita walapun dalam kondisi keterbatasan  di negeri orang. Dr. Suryanto juga menitipkan pesan ke Indonesia-an kepada mereka.

  • FEB UNS Islamic Economics and Finance Research Group provides Urban Farming Training to Kelompok Wanita Tani Griya Asri Karanganyar

    FEB UNS Islamic Economics and Finance Research Group provides Urban Farming Training to Kelompok Wanita Tani Griya Asri Karanganyar

    Islamic Economics and Finance Research Group (RG Ekonomi dan Keuangan Islam), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), in collaboration with the Regional Management of Sharia Economics Society (MES) Surakarta, the Regional Board of the Association of Islamic Economics Experts (DPW IAEI) Central Java Province, and the Regional Board of the Women’s Alumni Forum of HMI (PD Forhati) Solo Raya, conducted a Community Service Program (PKM) for the Griya Asri Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani) in Karanganyar, Central Java, on Saturday, July 13, 2024.

    The PKM team from FEB UNS was led by Dr. Falikhatun, M.Si., Ak., CA., SAS., along with members Arif Lukman Santoso, SE., MM., M.Pro., Ak., and Dr. Susanto Tirtoprojo, MM., as members.

    Aside from the material delivered by the Islamic Economics and Finance RG PKM team, the agenda also included training on utilizing vacant land through Urban Farming methods. This special material was presented by an Urban Farming expert, who is also a FEB UNS lecturer, Drs. Djoko Purwanto, MBA.

    The implementation of the PKM agenda involved an on-site training with the members of the Griya Asri Women Farmers Community in the Karanganyar regency, Central Java, led by Farida Romanti Purwaningsih, S.Pd. During the session, Falikhatun explained the importance of applying Islamicpreneurship principles in Urban Farming activities. These principles include Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah, Istiqamah, and Qana’ah. Furthermore, she recommends the application of Accounting for Sales and Purchases, namely Murabahah Contracts (PSAK 102), Salam Contracts (PSAK 103), and Istishna’ Contracts (PSAK 104) for various business activities designated for Urban Farming products.

    “Murabahah contract is a sales contract for products that are ready for immediate consumption (consumer goods) or ready for use (usable goods), while Salam and Istishna’ contracts are sales contracts in which the goods are ordered in accordance with the specifications requested by the consumer. The difference lies in Salam contract, where full payment must be made upfront, whereas in Istishna’ contract, a Down Payment (DP) can be made first, and the remainder of the costs can be settled after the product is completed, either in one payment or in installments,” explained Falikhatun.

    She further stated that it is important to share the knowledge on how to implement these contracts correctly, thus, it can be applied in a way that best suits the needs of every customer within a business activity.

    This agenda is expected to motivate the Griya Asri Women Farmers Group members in Karanganyar to employ the vacant land around their residences by planting vegetables and other productive plants, which can at least be consumed by their families.

    Additionally, in the long term, this Urban Farming activity can also be seen as a halal business opportunity for urban housewives, by applying principles of Islamicpreneurship and sales contracts that comply with Islamic Sharia principles.

  • RG Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Pelatihan Urban Farming pada Kelompok Wanita Tani Griya Asri Karanganyar

    RG Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Pelatihan Urban Farming pada Kelompok Wanita Tani Griya Asri Karanganyar

    Riset Grup (RG) Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Propinsi Jawa Tengah, dan Pengurus Daerah Forum Alumni HMI Wati (PD Forhati) Solo Raya, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Griya Asri, Karanganyar, Jawa tengah, pada hari Sabtu, 13 Juli 2024.

    Tim PKM FEB UNS yaitu Dr. Falikhatun, M.Si., Ak, CA, SAS sebagai ketua tim PKM, dengan anggota Arif Lukman Santoso, SE, MM, M, Pro., Ak., dan Dr. Susanto Tirtoprojo, MM.

    Selain Tim PKM dari RG Ekonomi dan Keuangan Islam, pada kegiatan PKM itu, peserta juga diberikan pelatihan tentang pemanfataan lahan kosong dengan metoda Urban Farming. Materi diberikan oleh pakar Urban Farming  yang juga dosen FEB UNS yakni Drs. Djoko Purwanto, MBA.

    Kegiatan PKM digelar secara langsung dengan melibatkan anggota Komunitas Wanita Tani (KWT) Griya Asri, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang diketuai oleh Farida Romanti Purwaningsih, S. Pd.

    Pada kesempatan tersebut, Falikhatun menjelaskan tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip Islamicpreneurship pada aktifitas Urban Farming. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah, Istiqamah, dan Qana’ah.

    Selain itu, pada aktifitas bisnis hasil kegiatan Urban Farming dianjurkan menerapkan Akuntansi Jual Beli, yaitu Akad Murabahah (PSAK 102), Akad Salam (PSAK 103), dan Akad Istishna’ (PSAK 104).

    ”Akad Muhabahah merupakan akad jual beli untuk produk yang sudah siap dikonsumsi langsung (consumer goods), atau siap digunakan (useable goods), sedangkan akad Salam dan Istishna’ adalah akad jual beli yang barangnya harus dipesan terlebih dulu sesuai dengan spefisikasi yang diminta oleh konsumen. Bedanya kalau akad Salam, pembayarannya harus dilakukan di depan 100%, sedangkan akad Istishna’, pembayaran bisa dilakuakan dengan Down Payment (DP) terlebih dulu, dan sisanya dapat dibayar setelah produk jadi, baik sekaligus maupun secara angsuran” jelas Falikhatun.

    Lebih lanjut, dikatakan bahwa pemahaman tentang akad-akad ini perlu disosialisasikan, agar dalam menjalankan bisnis, kita bisa menggunakan akad-akad tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

    Kegiatan ini  diharapkan memotivasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Griya Asri, Karanganyar untuk lebih memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah tinggal, dengan melakukan penanaman sayuran dan tanaman produktif lainnya yang minimal dapat dikonsumsi oleh keluarga masing-masing.

    Selain itu harapan dalam jangka panjang, kegiatan Urban farming ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis halal yang dapat dilakukan oleh  ibu-ibu rumah tangga perkotaan dengan menerapkan prinsip-prinsp Islamicpreneurship dan akad jual beli yang sesuai dengan syariah Islam.

     

  • UNS Academic Calendar for August 2024 – January 2025 Session

    Universitas Sebelas Maret Academic Calendar for August 2024 – January 2025 can be accessed at  UNS Academic Calendar August 2024-January 2025

     

  • UPT Kearsipan UNS Melakukan Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan di FEB UNS  

    UPT Kearsipan UNS Melakukan Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan di FEB UNS  

    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, selasa 11 Juni 2024.

    Tim Kearsipan UNS yang berjumlah 6 orang diterima di Alumni Lounge Gedung Soeharno TS oleh Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik, serta Koordinator, Subkoordinator dan Staf Fungsional Kearsipan  FEB.

    Pembinaan yang dilakukan adalah dengan pengawasan kearsipan internal dan pendampingan teknis pengelolaan kerasipan.

    Pembinaan dan pengelolaan di lungkungan UNS dilakukan agar penyelenggaraan kegiatan kearsipan di UNS dapat berjalan dengan baik sehingga tercapai pengelolaan arsip yang efektif dan efisien serta sesuai dengan norma, standar dan kriteria (NSPK) kearsipan.

    Objek pembinaan dan pengawasan terdiri dari unit pengolah dan unit kearsipan II (UK II).

    Sebelumnya, sebagai bahan pengawasan kearsipan, fungsional kearsipan FEB diminta untuk menyiapkan contoh Surat Perintah/ Surat Tugas sebanyak 5 surat tahun 2023 dan bersetempel serta contoh surat dinas sebanyak 5 surat tahun 2023 yang memiliki elemen tembusan, lampiran dan bersetempel.

    Bukti dukung sesuai dengan instrumen Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) diunduh di web UPT Kearsipan UNS https://arsip.uns.ac.id/pergulasi. Untuk Unit Pengolah klik Instrumen Aski Unit Pengolah (UP) dan untuk Unit Kearsipan klik Instrumen ASKI Unit Kearsipan (UK).

    Pada waktu pelaksanaan pengawasan juga dilakukan uji petik ke ruang penyimpanan arsip aktif dan in aktif diantaranya di Ruang Kepegawaian, Akademik, Umum dan Keuangan.

    Kegiatan berjalan dengan lancar. Di akhir kegiatan, tim memberikan hasil penilaian dan setelahnya fakultas diberi kesempatan untuk memperbaiki hasil paling lambat 11 Juli 2024.

  • Behavioral Accounting Research Group at FEB UNS Provides Taxation Technical Assistance in Karanganyar Regency

    Behavioral Accounting Research Group at FEB UNS Provides Taxation Technical Assistance in Karanganyar Regency

    The Behavioral Accounting Research Group, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a Technical Assistance under the Community Service Grant for Research Group activity (PKM HGR-UNS) funding, in collaboration with the Karanganyar Regency Local Government on June 25, 2024.

    The team provided technical assistance based on Government Regulation No. 58 Article 21 concerning the Income Tax Withholding Rates.

    The Behavioral Accounting PKM HGR-UNS group is led by Anni Aryani along with its members consisting of Sutaryo, Taufiq Arifin, Doddy Setiawan, Evi Gantyowati, Payamta, Isna Putri Rahmawati, An Nurrahmawati, and Dian Perwitasari. The team distributed a Smart Book as technical guidelines for the participants of the event.

    In her opening remarks, Anni Aryani stated that the Directorate General of Taxation has implemented an amendment to the Income Tax withholding rates under Article 21, using an average effective rate (TER) scheme to simplify and streamline the calculation of Income Tax withholding under Article 21.

    Anni Aryani also added that the implementation of the amendment to the Income Tax withholding rates under Article 21 can enhance taxpayer compliance in fulfilling their tax obligations and establish an effective, efficient, and accountable tax administration system.

  • Three UNS Lecturers Provide Assistance to 170 Participants in Managing and Reporting BLUD Finances for UPTD Puskesmas in Wonogiri Regency

    Three UNS Lecturers Provide Assistance to 170 Participants in Managing and Reporting BLUD Finances for UPTD Puskesmas in Wonogiri Regency

    A Community Engagement Program Team from Universitas Sebelas Maret (PKM-UNS), led by Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA., alongside Sutaryo, SE., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., and Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak., conducted a PKM-UNS Assistance program entitled “Managing and Reporting Financial Affairs of Public Service Agencies for Community Health Centers in Wonogiri Regency.”

    This program was held at the Griya Persada Hotel in Kaliurang on Monday (May 6, 2024), with 170 participants representing 34 community health centers (Puskesmas) in the Wonogiri Regency area, and was attended by the Head of the Wonogiri Regency Health Office.

    In his opening remarks, Sutaryo emphasized the importance of managing and reporting the financial affairs of Public Service Agencies (BLUD) at the community health centers (Puskesmas).

    “Considering that the BLUD scheme provides flexibility for UPTD Puskesmas to manage their finances independently, the Technical Implementation Units (UPTD) is expected to improve the public services and promote a positive effect on the Regional Budget (APBD), by managing the Community health centers (Puskesmas) funding in the Wonogiri Regency area using the BLUD scheme,” said Sutaryo.

    Dr. Setyarini, M.Kes., Head of the Wonogiri Regency Health Office, also noted that implementing the BLUD financial management scheme in UPTD Puskesmas could enhance the services provided by regional government institutions to the public, aiming to improve general welfare and intellectual life.

    Therefore, to implement the BLUD financial management scheme, expert assistance in managing and reporting BLUD financial management is necessary.

  • Community Partnership Service Between Universitas Sebelas Maret and the Karanganyar Regency Health Office

    Community Partnership Service Between Universitas Sebelas Maret and the Karanganyar Regency Health Office

    The Community Engagement Service Program, Universitas Sebelas Maret (PKM-UNS), in collaboration with the Village Public Service Agency (BLUD) Technical Implementation Unit (UPT) Puskesmas (Community health centers) Karanganyar Regency, held a Community Partnership Program, Tuesday, June 25, 2024, at Syariah Hotel Solo.

    This PKM-UNS activity was attended by 105 participants representing 21 BLUD UPT Puskesmas in Karanganyar Regency and was attended by Purwati, S.K.M., M.Kes., Head of the Karanganyar Regency Health Office and team.

    The PKM-UNS group, led by Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., along with Sutaryo, SE., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., Anni Aryani, Ph.D., Isna Putri Rahmawati, M.Si., and An Nurrahmawati, M.Si., hosted the event under the topic of “Enhancing the Financial Management Capabilities of BLUD Puskesmas in Karanganyar Regency.”

    Purwati discussed the importance of improving healthcare services through effective BLUD management. “Puskesmas are primary healthcare facilities that serve as the first point of referral for sick patients. Therefore, Puskesmas must be BLUDs that are flexible in their financial management,” emphasized Purwati.

    In his remarks, Taufiq Arifin stated that BLUDs capable of providing effective and efficient healthcare services can enhance overall healthcare services, thereby reducing the need for hospital referrals through successful promotive and preventive health services.

    Taufiq Arifin also added that to become effective and efficient BLUDs, they must improve their financial management capabilities.

  • Grup Riset Akuntansi Keperilakuan UNS Beri Pendampingan Teknis Perpajakan di Kabupaten Karanganyar

    Grup Riset Akuntansi Keperilakuan UNS Beri Pendampingan Teknis Perpajakan di Kabupaten Karanganyar

    Grup Riset Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) Universitas Sebelas Maret melakukan pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, 25 Juni 2024.

    Tim melakukan pendampingan teknis perpajakan berdasar Peraturan Pemerintah No. 58 tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan 21.

    Grup Akuntansi Keperilakuan PKM HGR-UNS yang diketuai oleh Anni Aryani serta beranggotakan Sutaryo, Taufiq Arifin, Doddy Setiawan, Evi Gantyowati, Payamta, Isna Putri Rahmawati, An Nurrahmawati dan Dian Perwitasari memberikan Buku Pintar sebagai petunjuk teknis dalam kegiatan tersebut.

    Dalam pembukaan acara tersebut Anni Aryani menyampaikan bahwa Ditjen Pajak memberlakukan perubahan tarif pemotongan PPh pasal 21 menggunakan skema tarif efektif rata-rata (TER) guna memudahkan dan menyederhanakan cara perhitungan atas pemotongan PPh pasal 21.

    Anni Aryani juga menambahkan bahwa dengan adanya pemberlakuan perubahan tarif pemotongan PPh pasal 21 dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya serta mewujudkan sistem administrasi perpajakan yang efektif, efisien dan akuntabel.