FEB

Penulis: admin

  • FEB UNS Jalin Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan Faculty of Business and Management Universiti Teknologi MARA  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkomitmen mendukung upaya UNS menjadi World Class University (WCU). Bentuk komitmen yang dapat dilakukan salah satunya melalui kerja sama dengan universitas lain di luar negeri.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Perencanaan Kerjasama, Bisnis, dan Informasi FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, M.Sc., Ph.D. bersama dengan dosen FEB UNS, Linggar Ikhsan Nugroho, S.E., M.Ec.Dev. melakukan kunjungan sekaligus kerja sama Tridharma di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Negeri Sembilan, Seremban Campus, Malaysia pada tanggal 10 -14 Desember 2023 lalu.

    UiTM merupakan salah satu universitas di Malaysia yang berkembang cepat. Pada tahun 2023, UiTM memperoleh peringkat ke-111 berdasarkan UI GreenMetric World University dan pada 2024 telah berhasil memperoleh peringkat ke-159 di dunia versi QS World University Rankings. Cepatnya pertumbuhan tersebut membuat FEB UNS tertarik untuk bekerja sama lebih lanjut dengan UiTM.

    Pada 11 Desember 2023, Faculty of Business and Management UiTM mengadakan Welcoming Ceremony di HEA Meeting Room UiTM untuk menyambut kedatangan Tastaftiyan Risfandy,  Ph.D. dan Linggar Ikhsan Nugroho, M.Ec.Dev sebagai visiting lecture dari FEB UNS.

    Acara tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional yang diisi oleh Linggar Ikhsan Nugroho, M.Ec. Dev., bertema “Motivational Talk: Unleash Your Potential” di DK TPSU 3, Seremban Campus yang diikuti oleh para mahasiswa dan dosen.

    Pada hari berikutnya Faculty of Business and Management UiTM mengundang Tastaftiyan Risfandy, M.Sc., Ph.D. untuk memberikan kuliah umum dengan tema ”Entrepreneural Management” yang bertempat di TPSU2, Seremban Campus. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa Faculty of Business and Management UiTM.

    Setelah itu, pada tanggal 13 Desember 2023 kedua visiting lecture melakukan kegiatan Discussion of Research Collaboration with Faculty of Business and Management UiTM dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama.

    Kedua universitas mitra ini juga berencana untuk melakukan beragam kegiatan ke depan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, peningkatan kualitas jurnal ilmiah, dan pengabdian masyarakat internasional.

  • More than 200 Students Participated in the MBKM Dissemination Held by the Undergraduate Management Study Program

    More than 200 Students Participated in the MBKM Dissemination Held by the Undergraduate Management Study Program

    The Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized a Dissemination session for the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program for students, virtually, on Wednesday, January 10, 2024.

    The Study Program requires students of the Study Program in 2021 and 2022 to actively participate in the MBKM dissemination session. The study program also opens opportunities for students from different years if they want to join.

    The Interim (plt) Head of the Management Study Program, Dr. Atmaji, M.M., in his remarks, said that this dissemination is expected to provide detailed information and insight, either for the Coordinator of MBKM, lecturers, and especially for students in their 5th semester and further.

    According to him, this dissemination is very important because based on previous experience, with this dissemination, it turns out that many students of the Undergraduate in Management Study Program are interested in participating in MBKM.

    “We are proud because with you joining MBKM it means that you are courageous enough to take quite a big challenge, but on the other hand, with MBKM Program, I am sure you will have more experience. Alhamdulillah, based on previous experience, many students in the Undergraduate in Management Study Program were interested, there are around 50% of students participated in MBKM. Hopefully, there will also be many who are interested in various fields of MBKM,” he said motivating.

    The dissemination activity was divided into two sessions, namely the MBKM Material session delivered by Dr. Joko Suyono, S.E., M.Si., Coordinator of MBKM, and Study Interest Material by Dr. Atmaji, MM.

    Starting the presentation, Dr. Joko Suyono quoted the statement of Minister of Education and Culture, Nadiem Anwar Makarim, MBKM is giving freedom and autonomy to educational institutions, and independence from bureaucratization, lecturers are freed from convoluted bureaucratization and students are given the freedom to choose their fields of interest.

    As further explained, so far we know that there are 2 curriculum paths, the conventional curriculum has four study interests, namely the study of Marketing Management, Financial Management, Operations Management, and HR Management. For the most part, many activities are carried out on campus, although there will be many courses that bring the industrial world to campus.

    Then for the second track, students get the opportunity to study off-campus for one to two semesters, equivalent to 20 semester credits for one semester.

    “MBKM, the keyword is the freedom or autonomy of universities, faculties, and study programs. In this case, including lecturers and students, the keyword is to choose a preferred field. Therefore, the students are given the opportunity to study off-campus to choose certain areas to sharpen or even study other fields needed in the business world or the business world,” he explained.

    The Undergraduate in Management Study Program strives to implement the MBKM policy. MBKM in the Undergraduate in Management Study Program aims to improve graduates’ competency in an effort to strengthen links and matches with the business world and the industrial world.

    According to him, there is currently a gap between what the business world or the industrial world needs and what is learned on campus. To reduce the gap, several in-depth material options are offered related to certain areas beyond those taught by the study program.

    There are 8 areas of MBKM that students can choose from, namely Industrial Internships, Research, Entrepreneurship, Village Projects, Humanitarian Projects, Independent Projects, Teaching Assistance, and Student Exchange.

    To implement the MBKM Program, the Head of Management Study Program has appointed eight lecturers to help become the person in charge of each MBKM field with one lecturer as the MBKM Coordinator.

    In the next session, material regarding study interests is described in detail by Dr. Atmaji. All students were given the opportunity to discuss or ask questions related to the material that had been delivered by the two speakers.

  • Lebih dari 200 Mahasiswa Ikuti Sosialisasi MBKM yang Digelar Prodi S-1 Manajemen

    Lebih dari 200 Mahasiswa Ikuti Sosialisasi MBKM yang Digelar Prodi S-1 Manajemen

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Sosialisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa melalui daring, Rabu 10 Januari 2024.

    Prodi mewajibkan kepada mahasiswa Prodi S-1 Manajemen angkatan 2021 dan 2022 untuk aktif mengikuti sosialisasi MBKM. Prodi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa lainnya jika ingin bergabung.

    Plt. Kepala Program Studi S-1 Manajemen, Dr. Atmaji, M.M. dalam sambutannya menyampaikan, dengan sosialisasi ini diharapkan ada pencerahan, baik bagi Koordinator Bidang MBKM, dosen dan khususnya kepada para mahasiswa semester 5 dan diatasnya.

    Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, dengan adanya sosialisasi seperti ini ternyata Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen banyak yang tertarik untuk mengikuti MBKM.

    “Kita bangga karena dengan Anda ikut MBKM itu berarti berani mengambil tantangan yang cukup besar tetapi di sisi lain bahwa dengan MBKM itu, saya yakin Anda akan punya pengalaman yang lebih. Alhamdulillah pengalaman kemarin, mahasiswa Prodi S-1 Manajemen banyak yang tertarik, sekitar 50% mahasiswa yang ikut MBKM, mudah-mudahan ini nanti juga banyak yang tertarik untuk berbagai bidang MBKM” ungkapnya memotivasi.

    Di kegiatan sosialisasi itu terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi Materi MBKM disampaikan oleh Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Koordinator MBKM dan Materi Minat Studi oleh Dr. Atmaji, MM.

    Diawal paparannya, Dr. Joko Suyono mengutip pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim,  MBKM adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokratisasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

    Lebih lanjut dijelaskan, selama ini kita mengenal ada 2 jalur kurikulum, Kurikulum konvensional ada empat minat studi yakni Minat Studi Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Operasi dan Manajemen SDM. Sebagian besar, aktifitas banyak dilakukan di dalam kampus, meskipun nanti banyak matakuliah yang membawa dunia industri ke dalam kampus.

    Kemudian untuk jalur yang kedua, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di luar kampus  selama satu sampai dengan dua semester, setara dengan 20 SKS dalam 1 semesternya.

    “MBKM kata kuncinya adalah kebebasan atau otonomi universitas, fakultas, prodi. Dalam hal ini ya termasuk dosen dan mahasiswa, kata kuncinya adalah memilih bidang yang disukai. Jadi rekan-rekan diberi kesempatan belajar di luar kampus untuk memilih bidang-bidang tertentu untuk mempertajam atau bahkan mempelajari bidang  lain yang diperlukan di dunia usaha atau dunia bisnis” jelasnya.

    Prodi S-1 Manajemen berusaha keras untuk mengimplementasikan kebijakan MBKM. MBKM Prodi S-1 Manajemen tujuannya adalah untuk peningkatan kompetensi lulusan untuk penguatan link and match  dengan dunia usaha dan dunia industri.

    Dikatakan, saat ini ada kesenjangan antara apa yang dibutuhkan dunia usaha atau dunia industri dengan apa yang dipelajari di dalam kampus. Untuk mengurangi kesenjangan itu maka ditawarkan beberapa pilihan pendalaman terkait dengan bidang-bidang tertentu diluar yang diajarkan prodi.

    Ada 8 bidang MBKM yang bisa dipilih mahasiswa yakni Magang Industri, Riset, Kewirausahaan, Proyek di Desa, Proyek Kemanusiaan, Proyek Independen, Asistensi Mengajar, dan Pertukaran Pelajar.

    Untuk menjalankan program MBKM, Kaprodi Manajemen telah menunjuk delapan dosen untuk membantu menjadi penanggung jawab masing-masing bidang MBKM dengan satu dosen sebagai Koordinator MBKM.

    Pada sesi berikutnya, sesi minat studi yang dijelaskan secara detil oleh Dr. Atmaji.

    Seluruh mahasiswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan atau bertanya terkait materi yang telah disampaikan kedua narasumber.

  • Ormawa PPK Team BEM FEB UNS Takes Home 2 Abdidaya Ormawa Awards 2023

    Ormawa PPK Team BEM FEB UNS Takes Home 2 Abdidaya Ormawa Awards 2023

    The Capacity Building Program (PPK) Team of Student Organizations (Ormawa), Student Executive Board (BEM), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), managed to take home 2 (two) awards in the Abdidaya Ormawa event.

    The two awards are the 2nd Best in “Supporting Ormawa System” for the “Ormawa with Complete Support” Category and the 3rd Best in “Implementing Team” for the “Team with Complete Ormawa Support” Category.

    Abdidaya Ormawa 2023 is the highest competition event for student organizations organized by the Belmawa Directorate of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) on December 7-9, 2023, at the Universitas Jember.

    Abdidaya Ormawa is a prestigious event involving selection from more than 660 sub-proposals. This event was attended by the best PPK Ormawa teams in Indonesia, with 160 PPK Ormawa Teams, from 79 Universities, along with 60 Supervisors, and 9 PPK Ormawa Partners.

    Alvin Yusuf Akbar, President of BEM FEB UNS 2023 explained to feb.uns.ac.id about the reason behind PPK Ormawa BEM FEB UNS participation in Abdidaya Ormawa 2023. According to him, the participation of the PPK Ormawa BEM FEB UNS team is motivated by the awareness to fulfill one of the Tri Dharma of higher education activity, namely community empowerment. Therefore, this program was carried out through the Ministry of Social Affairs of the BEM FEB UNS.

    “BEM FEB has a spirit for community engagement and awareness of the Tri Darma of higher education, and it has become a tradition to take part in similar competitions, and definitely bring home championships titles that make us more motivated,” explained Alvin.

    In its implementation, the team needed to face various challenges including the adjustment between students’ ideas and the people of Karangturi Village’s opinion, which of course was not easy to align, considering the generational gap among the involved parties.

    However, the challenge did not discourage the PPK Ormawa BEM FEB UNS team from moving on and successfully organizing 9 programs and 12 classes, attracting approximately 36-41 participants, for each class/program session. These participants consist mainly of the program’s main targets, the village women, particularly, the Farmer Women’s Group (KWT) and Family Welfare Development (PKK) of Karangturi Village.

    In addition, the Abdidaya Group must have a minimum of 10 members, where the 3 best members will be selected to advance as representatives, the Abdidaya group must be supervised by a student organization unit, BEM FEB UNS, and submit a multitude of data to the faculty and university to get funding.

    Finally, Alvin gave a closing statement as a motivation for the FEB academic members. “Students must understand the Tri Dharma of higher education, here we have carried out one of them, namely community service. Therefore, all of FEB UNS students must also have awareness of the Tri Dharma of higher education to be able to build Indonesia.”

  • Motivating Notes from the 3rd Champion of the Brilliant Youth Competition, Magdalena Asmara

    Motivating Notes from the 3rd Champion of the Brilliant Youth Competition, Magdalena Asmara

    The Brilliant Youth Competition (BYC) is a Business Case Competition organized by LifeatBRI on November 30 – December 1, 2023 in Jakarta. Through this competition, students can get up to IDR 75 million in funding, internship opportunities, and a career opportunity at Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    The BYC opens wide opportunities for students and fresh graduates (undergraduate level) with a competitive, collaborative spirit, and strong courage to show their potential in building creative and innovative ideas to support the nation’s economic growth, especially for the future Indonesian banking industry.

    The student of the Development Economics Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Magdalena Asmara was the only UNS delegate participating in the competition.

    Her strong motivation and enthusiasm to participate in BYC finally paid off with her success in taking home the 3rd Place championship title in the Competition. This competition is not the first business case competition for Magdalena. She has often participated in similar competitions and often also takes home an award trophy.

    To feb.uns.ac.id, Magdalena explained that the main reason she likes business case competition is because of her interest in the banking and fintech world. This race for her is challenging, fun, and full of opportunities for her.

    Magdalena also explained that in the BYC competition, there are several screening stages that must be passed by each participant. Starting with administrative document screening, where participants submit their curriculum vitae and motivation letter, at this stage 30 finalists are selected from the total of 1,400+ participants coming from 11 universities in Indonesia. In the next stage, the 30 finalists were grouped into 10 groups, which were determined based on the proportion of the case theme selected by the participants. Then at D-7 of the race, each group was given a new case that they needed to review through the brainstorming process, analyzing case the groups can use various methods or tools such as SCQA, pastel tows, etc., or alternatively, they can do strategy discussions and presentations.

    “Other than that I just need to prepare myself, make sure to always think positively, be optimistic, and don’t give up easily, just be confident,” she said.

    Behind all the selection stages, of course, there are some challenges faced by the FEB UNS student. The challenge she must overcome in this competition is related to how participants shall ‘not only serve the best’ but also have to ‘make it different and interesting’. Moreover, each team is formed based on the screening process carried out by the committee, thus, all members face new and new environments for the first time. Thus, in this aspect, students also face different challenges in terms of teamwork and team agility.

    Tips and tricks that are effective in this race, according to Magdalena are with “PDKT” (approach). “Participants must approach the company profile, values, and goals. They should also not forget to approach the team members, because no matter how good an idea is, if it is not followed with mutual cooperation and good teamwork, it will be less perfect,” she said.

    Finally, Magdalena revealed one of her life motto and motivations so far. “Don’t be afraid to fail, just keep on trying until we exhaust our allotment to fail and finally succeed.”

    Hopefully, her statement can provide encouragement for all of us to keep on trying and never be afraid to fail.

  • Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Bawa Pulang 2 Penghargaan Abdidaya Ormawa 2023

    Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS Bawa Pulang 2 Penghargaan Abdidaya Ormawa 2023

    Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil membawa pulang 2 penghargaan Abdidaya Ormawa.

    Dua penghargaan tersebut yakni sebagai Terbaik 2 Sistem Ormawa Pendukung Kategori Ormawa dengan Dukungan Terlengkap dan Terbaik 3 Tim Pelaksana Kategori Tim dengan Dukungan Ormawa Terlengkap.

    Abdidaya Ormawa 2023 adalah Ajang kompetisi tertinggi bagi mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tanggal 7-9 Desember 2023 di Universitas Jember.

    Abdidaya Ormawa merupakan ajang bergengsi yang melibatkan penyeleksian dari 660 sekian subproposal. Kegiatan ini diikuti para tim terbaik PPK Ormawa se-Indonesia, yakni 160 Tim PPK Ormawa, 79 Perguruan Tinggi, 60 Dosen Pembimbing dan 9 Mitra PPK Ormawa.

    Alvin Yusuf Akbar, Presiden BEM FEB UNS 2023 menjelaskan kepada feb.uns.ac.id mengenai latar belakang tim PPK Ormawa BEM FEB UNS mengikuti Abdidaya Ormawa 2023.

    Menurutnya, keikutsertaan tim PPK Ormawa BEM FEB UNS adalah adanya kesadaran untuk memenuhi salah satu tridarma perguruan tinggi yaitu, pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu dilakukanlah program ini melalui kementerian sosial masyarakat BEM FEB UNS.

    “BEM FEB memiliki semangat pengabdian dan kesadaran akan tridarma perguruan tinggi, serta sudah menjadi tradisi untuk mengikuti perlombaan serupa dan pasti membawa pulang kejuaraan yang membuat kami semakin termotivasi” jelas  Alvin.

    Dalam pelaksanaanya, tim dihadapkan pada tantangan antara lain penyesuaian pemikiran antara mahasiswa dan masyarakat Desa Karangturi yang tentu saja tidak mudah mengingat jarak usia dan generasi di dalamnya.

    Namun demikian, tantangan itu tidak menyurutkan Tim PPK Ormawa BEM FEB UNS bergerak dan berhasil menyelenggarakan 9 program dan 12 kelas dimana di setiap kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 36-41 peserta dari sasaran utama perempuan desa terutama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangturi.

    Selain itu, kelompok abdidaya wajib memiliki minimal 10 orang anggota lalu dipilih 3 terbaik untuk maju sebagai perwakilan, lalu harus dinaungi ukm yaitu bem feb uns, dan banyak melakukan pengajuan data ke pihak fakultas dan univ untuk mendapat pendanaan.

    Terakhir, Alvin memberikan closing statement sebagai motivasi bagi civitas academica FEB, “Mahasiswa harus paham terhadap tridarma perguruan tinggi, disini kami sudah melaksanakan salah satunya yaitu pengabdian masyarakat. Maka dari itu, teman teman juga harus memiliki kesadaran terhadap tridarma perguruan tinggi untuk bisa membangun indonesia”.

  • Motivasi dari Sang Juara 3 Brilliant Youth Competition, Magdalena Asmara

    Motivasi dari Sang Juara 3 Brilliant Youth Competition, Magdalena Asmara

    Brilliant Youth Competition (BYC) adalah Business Case Competition yang diselenggarakan oleh LifeatBRI pada tanggal 30 November – 1 Desember 2023 di Jakarta.

    Melalui Brilliant Youth Competition, mahasiswa bisa mendapatkan pendanaan Rp 75 juta dan kesempatan magang, hingga berkarier di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    BYC membuka kesempatan luas bagi para mahasiswa dan lulusan baru sarjana (S-1) yang memiliki jiwa kompetitif, kolaboratif, serta berani unjuk diri menciptakan ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan perekonomian khususnya pada industri perbankan Indonesia di masa depan.

    Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Magdalena Asmara merupakan satu-satunya mahasiswa UNS yang mengikuti kompetisi tersebut.

    Motivasi dan semangatnya yang sangat kuat untuk mengikuti BYC akhirnya dibuktikan dengan keberhasilannya membawa pulang penghargaan sebagai Juara 3 Business Case Competition.

    Kompetisi BYC ini bukanlah kompetisi business case pertama bagi Magdalena. Ia sudah sering mengikuti lomba serupa dan tak jarang pula membawa pulang piala penghargaan.

    Kepada feb.uns.ac.id, Magdalena menjelaskan alasan utamanya menyukai business case competition adalah karena ketertarikannya terhadap dunia perbankan dan fintech. Perlombaan ini dijadikan sebagai suatu ajang challenging yang asik dan penuh peluang baginya.

    Dijelaskan juga dalam kompetisi BYC ini, ada beberapa tahap seleksi yang harus dilewati tiap peserta. Diawali dengan seleksi berkas dengan mengirimkan curriculum vitae dan motivation letter. Dari tahap seleksi berkas diambil 30 finalis dari total 1.400+ peserta dari 11 universitas di Indonesia. Setelah itu 30 finalis tersebut dikelompokkan menjadi 10 kelompok yang diambil berdasarkan proporsi tema case yang dipilih. H-7 perlombaan diberikan case baru yang akan di brainstorming oleh masing masing kelompok, Analisis case menggunakan beberapa tools seperti SCQA, Pastel TOWS, dll. diskusi strategi dan juga presentasi.

    “Selebihnya prepare diri aja sih, pastikan untuk selalu berpikir positif, optimis dan jangan mudah menyerah, pede aja dulu” ucapnya.

    Dibalik semua tahap seleksi tersebut, tentunya ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Magdalena.

    Tantangan yang dihadapi dalam perlombaan ini adalah tentang bagaimana peserta bisa ‘not only serve best’ tapi juga harus ‘make it different and interesting’. Apalagi masing masing tim adalah bentukan dari panitia sehingga semua serba baru dan pertama kali. Disini juga ditantang perihal teamwork dan agility dari tiap tim.

    Tips and trik yang manjur dalam perlombaan ini, menurut Magdalena adalah dengan “PDKT” (pendekatan).

    “Peserta harus melakukan PDKT terhadap company profile, value and goals dari perusahaan. Tidak lupa juga PDKT dengan anggota tim, karena sebagus apapun ide tapi tidak disertai gotong royong dan teamwork yang bagus maka akan menjadi kurang sempurna” ungkapnya.

    Terakhir, Magdalena mengungkapkan salah satu motto hidup dan motivasinya selama ini. “Jangan takut gagal, coba terus aja sampe stok gagalnya habis dan berhasil.”

    Harapannya, closing statement tersebut bisa memberikan pancingan semangat bagi kita semua untuk bisa terus mencoba dan jangan pernah takut gagal.

  • Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Mengenai Statistik dalam Penelitian,  PDIE Adakan Workshop Statistik Lanjutan

    Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Mengenai Statistik dalam Penelitian,  PDIE Adakan Workshop Statistik Lanjutan

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Statistik Lanjutan di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi di akhir Desember 2023.

    Workshop yang diikuti oleh mahasiswa PDIE tersebut menghadirkan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak.. Dosen STIE YKPN Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Program Studi PDIE dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini masih dalam rangkaian kegiatan sebelumnya yang mengundang pakar untuk membekali mahasiswa PDIE.

    “Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai statistik dalam penelitian sehingga meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di PDIE FEB UNS yang dipublikasikan pada jurnal internasional” paparnya.

    Dikatakan, statistik memiliki peran yang sangat penting dalam penelitian. Statistik bukan hanya alat bantu analisis data saja tetapi juga merupakan pondasi untuk membuat kesimpulan yang dapat dipercaya dalam penelitian. Dengan menggunakan metode statistik yang tepat, peneliti dapat mendapatkan wawasan mendalam tentang fenomena yang mereka teliti, serta dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian.

    “Semakin banyak dan berkualitas penelitian yang nantinya akan menjadi publikasi ilmiah akan semakin mendorong tercapainya kualitas akademik di PDIE sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam Renstra dan visi misi PDIE serta mempertahankan predikat terbaik akreditasi A pada PDIE FEB UNS” ungkapnya.

    Diawal paparan materi kepada sejumlah mahasiswa yang hadir, Dr. Wing menyampaikan kesulitan umum yang dialami oleh mahasiswa dalam penelitian maupun publikasi. Beberapa kesulitan itu diantaranya dalam hal mencari ide penelitian, mencari referensi yang bagus, proses bimbingan, mencari gap penelitian, menyelesaikan paper dan juga dalam hal memilih jurnal publikasi.

    Selanjutnya Dr. Wing menjelaskan terkait dengan jenis-jenis penelitian khususnya penelitian kuantitatif dan juga jenis-jenis data penelitian.

    Memasuki topik utama, Dr. Wing secara detil menjelaskan tentang Penelitian dengan Regresi Ganda, Penelitian dengan Time Series, Penelitian dengan Regresi Data Panel serta Penelitian dengan SEM/PLS.

    Dalam workshop itu, juga berlangsung diskusi antara narasumber dengan peserta workshop.

    Diharapkan, pemahaman mahasiswa mengenai penyusunan karya ilmiah dengan bantuan aplikasi-aplikasi yang ada dan yang berkembang saat ini serta implementasi dari workshop ini dapat ditingkatkan.

  • FEB UNS Visits Three Universities in Thailand, Discusses Implementation of Academic Collaboration

    FEB UNS Visits Three Universities in Thailand, Discusses Implementation of Academic Collaboration

    Acting Vice-Dean of Academic, Research, and Student Affairs, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Dwi Prasetyani, together with the Interim Head of the Master of Management Study Program, Retno Tanding Suryandari, Ph.D., and accompanied by Drs. Heru Wicaksono, MM., FEB UNS alumni who had served as Consul General of the Ministry of Foreign Affairs of Songkla Thailand paid a visit to three universities in Thailand on November 21-24, 2023.

    Visit to the Indonesian Consulate in Songkhla

    In addition to the visits to universities in Thailand, the three also visited the Consulate of the Republic of Indonesia in Songkhla to report on the future partnership plan.

    In the statement to feb.uns.ac.id in her office, the Acting Vice-Dean of Academic, Research, and Student Affairs delivered a detailed series of their itineraries in Thailand.

    Discussion on a future partnership with Fatoni University Leaders

    The visit aims to discuss the implementation of FEB UNS academic collaboration with the Faculty of Economics and Business Administration, Thaksin University, the Faculty of Liberal Arts and Social Science, Fatoni University, and the Faculty of Management Sciences, Prince Songkla University (PSU).

    She stated that the initial review of the partnership agreement between UNS and the three universities in Thailand had been carried out on November 21, 2023.

    The following day the representatives joined a workshop and discussion on the agreement between Fatoni University and UNS, including the signing of a partnership agreement by the Rector of Fatoni University, and continued with a visit to the Consulate General in Songkhla City.

    Furthermore, she explained the scope of a partnership carried out in the memorandum includes faculty and administrative staff exchanges, student exchanges, exchange of academic directions and publications, carrying out joint research, colloquiums, lectures, and seminars, carrying out joint community services on an international scale by students as well as other activities mutually agreed upon by the two universities.

    Signing of UNS Cooperation with Thaksin University

    Furthermore, on November 23, 2023, a discussion was held with Thaksin University regarding the elements of the partnership agreement, establishing an action plan for cooperation within 5 years, as well as signing an agreement between Thaksin University and UNS.

    The Interim Vice-Dean of Academic, Research, and Student Affairs, Head of MM., and Drs. Heru Wicaksono MM., also visited Prince of Songkhla University (PSU) to discuss a potential partnership between UNS and PSU. In addition, the group also met with the International Unit and the College of Management Science to continue discussions and explore potential partnerships in academic mobility programs.

    On the last day of the visit, there was a revision and follow-up discussion with PSU to strengthen the cooperation agreement and send a final MOA to be signed by the President of Thaksin University.

    “The collaboration we have with universities in Thailand aims to develop international-level human resources competency and strengthen FEB UNS collaboration with three universities in Thailand. They were very welcoming to us and there are many benefits we could reap from the visit. With this cooperation, it will certainly support the development of FEB in the international arena,” said Dr. Dwi Prasetyani concluding the exchange.

  • FEB UNS Kunjungi Tiga Universitas di Thailand, Diskusikan Implementasi Kerja Sama Kolaborasi Akademik

    FEB UNS Kunjungi Tiga Universitas di Thailand, Diskusikan Implementasi Kerja Sama Kolaborasi Akademik

    Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Dwi Prasetyani, Plt. Kepala Program Studi  Magister Manajemen, Retno Tanding Suryandari, Ph.D dan didampingi  Drs. Heru Wicaksono, MM, alumni FEB UNS yang pernah menjabat Konjen Kemenlu Songkla Thailand melakukan kunjungan di tiga universitas  Thailand pada 21-24 November 2023 lalu.

    Selain kunjungan ke universitas di Thailand, ketiganya  juga berkunjung ke Konsulat Republik Indonesia di Songkla untuk melaporkan rencana kerja sama yang akan dilakukan.

    Ditemui feb.uns.ac.id di ruang kerjanya, Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan menyampaikan secara rinci rangkaian agenda perjalanan ke Thailand.

    Kunjungan ke Konsulat RI di Songkla

    Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi implementasi kerja sama kolaborasi akademik FEB UNS dengan Faculty of Economics and Business Administration Thaksin University, Faculty of Liberal Arts and Social Science Fatoni University serta  Faculty of Management Sciences Prince Songkla University (PSU).

    Dikatakan, Review perjanjian kerja sama antara UNS dengan ketiga universitas di Thailand tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 21 November 2023.

    Diskusi Kerja Sama dengan Pimpinan Fatoni University

    Di hari berikutnya diselenggarakan workshop dan diskusi tentang perjanjian antara Fatoni University dan  UNS, penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Rektor Fatoni University dan dilanjutkan dengan kunjungan  ke Konsulat Jenderal di Kota Songkla.

    Dijelaskan, lingkup kerja sama yang dilaksanakan dalam memorandum tersebut meliputi pertukaran staf fakultas dan administrasi, pertukaran mahasiswa, pertukaran informasi akademis dan publikasi, melaksanakan penelitian bersama, kolokium, kuliah, dan seminar, melaksanakan pelayanan masyarakat bersama dalam skala internasional oleh mahasiswa serta kegiatan lain yang disepakati bersama oleh kedua universitas

    Berikutnya di 23 November 2023 dilaksanakan  diskusi dengan Thaksin University mengenai elemen-elemen perjanjian kerjasama, menetapkan rencana aksi untuk kerja sama 5 tahun sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian antara Thaksin University  dengan UNS.

    Penandatanganan Kerja Sama UNS dengan Thaksin University

    Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan, Kaprodi MM dan Drs. Heru Wicaksono MM juga mengunjungi Prince of Songkhla University (PSU) untuk mendiskusikan potensi kerja sama antara UNS dan PSU. Selain itu juga bertemu dengan The International Unit and The College of Management Science untuk melanjutkan diskusi dan menjelajahi potensi kerja sama dalam mobilitas akademis.

    Pada hari terakhir kunjungan, dilakukan revisi dan tindak lanjut diskusi dengan PSU untuk memperkuat perjanjian kerja sama serta mengirimkan MOA final untuk ditandatangani oleh Presiden Thaksin University.

    “Kerja sama yang kita lakukan dengan universitas di Thailand tersebut dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia berskala internasional dan mempererat kerja sama FEB UNS dengan tiga universitas di Thailand. Mereka sangat menyambut baik kedatangan kami dan banyak manfaat yang bisa kita petik dari kunjungan itu. Dengan kerja sama ini, tentunya akan  mendukung bagi pengembangan FEB di kancah internasional ” tutur Dr. Dwi Prasetyani menutup perbincangan.