Surat Edaran No 76 Tahun 2023 tentang Pakaian Kerja Harian bagi Pegawai di lingkungan UNS sebagai berikut: Surat-Edaran-Nomor-76-Tahun-2023-tentang-Pakaian-Kerja-Harian-Bagi-Pegawai-di-Lingkungan-Universitas-Sebelas-Maret.pdf
Penulis: admin
-
Surat Edaran Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Surat Edaran Rektor no 60/UN27/KP/2023 tanggal 15 September 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 sebagai berikut: Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024.pdf
-
Prosedur Ujian Akhir Semester Agustus 2023-Januari 2024
Prosedur Ujian Akhir Semester Agustus 2023-Januari 2024, sebagai berikut: Info-UAS-FEB-UNS-2023A_06122023.pdf
-

Accounting Study Program Presents Public Lecture – Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime Investigative Audit
Essentially, financial crimes occur because of a gap between the interests of investors and the management’s interest within an entity or state financial manager. The gap between investors’ expectations and an entity’s management actions increases mistrust, because there may be misaligned interests. Investors want their investments to be profitable. Meanwhile, management feels the need to look for personal prosperity, but on the other hand, they also need to meet investor expectations.
That gap must be aligned by a process called audit. The audit process shall be conducted by an independent party acting professionally in accordance with the code of ethics and standards.This statement was conveyed by Widhi Widayat, S.E., M.Si., Ak., CA., CSFA., Representative of the Head of BPK Yogyakarta Special Region, opening his presentation at the Public Lecture “Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime,” Wednesday, November 29, 2023 at Konimex Hall, Bachtiar Effendi Building, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS).
He further explained that fraud can be defined as misstatement or intentional omission of amounts or disclosures in financial statements to deceive users of financial statements.
It turns out that fraud keeps growing along with technological developments, the development of the entity’s business as well, and especially technology that is increasingly open to opportunities to make fraud grow.
This also encourages the development of the theory on how to identify when a fraud occurred. “The motive of fraud keeps growing, initially due to pressure, also because of capability or ability, this is mainly because usually fraud is carried out by people who have great authority in an entity. As the theory grew, a new causative factor called arrogance emerged. The arrogance of someone with a very high position, who feels untouchable or not bound by the rules, as well as the feeling of legal immunity, thus, they feel free to commit fraud,” he said.Through the material presentation, he also explained that fraud is not possible to be done by only one or two people, thus, it must be carried out in collaboration both by internal and external parties.
According to Regulation No. 30/1999 in conjunction with Law No. 20/2001 on Corruption, there are 7 types of corruption, namely state financial losses, bribery, embezzlement in office position, extortion, fraudulent acts, conflicts of interest, and gratification.
In the next discussion, Widhi, who is a graduate of the FEB UNS Accounting Study Program, mentioned five characteristics of an investigative examination. First, the examination technique carried out is very in-depth, it must reveal the facts of the fraud that are hidden; second, the reverse proof must be carried out to prove whether the fraud actually occurred or did not occur; third, it is carried out in a manner that is in accordance with the legal provisions and human rights; fourth, the adequacy and accuracy of the evidence exceeds the non-investigative examination; and fifth, it presents the facts and process of the incident, proving it in court.
The series of investigative examinations includes pre-planning, planning, implementation, and reporting.Closing his presentation, Widhi advised the students that the accounting profession is to provide adequate confidence to the parties concerned, so from now on get used to being a credible person in everyone’s eyes, competent in the eyes of anyone, and independent in anyone’s eyes.
The second speaker, another graduate of the FEB UNS Accounting Study Program, M. Alif Nur Irfan, Ex-Senior Associate Auditor, explains in more detail the difference between forensic audit and conventional audit.
The public lecture hosted by the Accounting Undergraduate Study Program and opened by Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., Head of S1 Accounting Study Program, was attended by more than 100 students. The discussion session provided opportunities for participants to submit questions to the two speakers.
-

P4M Adakan Workshop Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi bagi Dosen di FEB UNS
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop, Selasa 21 November 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi
Dalam kegiatan itu, P4M mengundang Prof. Fuad, M.Si., Ph.D untuk berbagi tentang Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi bagi Dosen di FEB UNS.

Di awal materinya, Prof. Fuad menyampaikan untuk mencari ide penelitian baru, pilihlah bidang yang menarik lalu bacalah artikel penelitian terbaru di jurnal-jurnal ber-ranking tinggi (contoh: scopus), artikel kajian (contoh: journal of accounting literature), working paper terbaru (yaitu ssrn), artikel konferensi berkualitas tinggi terbaru (bafa; aaa; eaa), edisi spesial (sekarang dan akan datang), artikel dari lembaga akuntansi profesional serta tesis S3 terbaru di universitas ber-rangking tinggi
Lebih lanjut Prof. Fuad menjelaskan kriteria publikasi penelitian harus menarik perhatian dan memiliki relevansi yang tinggi dengan pembaca jurnal, juga harus menonjolkan signifikansi yang luar biasa, menunjukkan dampak yang besar pada bidang kajian terkait.

Selain itu, penelitian seharusnya memberikan kontribusi yang berarti pada literatur yang sudah ada di bidang tersebut. Harus menyajikan temuan dan kesimpulan yang belum pernah dipublikasikan atau belum diajukan.
-
Bebas Emisi 1 Desember 2023 Ditiadakan
PENGUMUMAN
Sesuai surat edaran pimpinan Universitas Sebelas Maret, terkait dengan penggunaan Stadion UNS untuk support gelaran Piala Dunia U-17, maka pada Jumat 1 Desember 2023 tidak diberlakukan hari Bebas Emisi.
Terima kasih.
Informasi lebih lengkap: Hari bebas emisi 1 Desember 2023ditiadakan.pdf
-

Prodi S1 Akuntansi Hadirkan Alumni pada Kuliah Umum bertema Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime Audit Investigatif
Pada dasarnya kejahatan keuangan itu terjadi karena adanya gap antara kepentingan investor dengan kepentingan manajemen suatu entitas atau pengelola keuangan negara.
Gap antara harapan investor dengan tindakan manajemen suatu entitas itu memunculkan ketidakpercayaan, karena mungkin ada kepentingan-kepentingan yang tidak bertemu. Investor ingin investasinya kembali secara menguntungkan, di manajemen satu sisi merasa perlu menyejahterakan dirinya tapi sisi lain juga harus memenuhi harapan investor
Gap itulah yang harus dijembatani oleh suatu proses yang namanya audit. Audit harus dilakukan oleh pihak yang independen yang bertindak secara profesional menurut kode etik dan standar.

Pernyataan itu disampaikan oleh Widhi Widayat S.E., M.Si., Ak., CA, CSFA, Kepala Perwakilan BPK Daerah Istimewa Yogyakarta, mengawali presentasinya di Kuliah Umum “Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime”, Rabu 29 November 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).
Lebih lanjut dijelaskan kecurangan (fraud) adalah salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk mengelabuhi pemakai laporan keuangan.
Kecurangan atau fraud ini ternyata terus berkembang seiring perkembangan teknologi, perkembangan bisnis entitas juga, dan terutama teknologi yang sangat membuka peluang membuat kecurangan itu makin berkembang.
Hal ini juga yang membuat akhirnya teorinya bagaimana mengidentifikasi suatu fraud terjadi juga makin berkembang.
“Penyebab fraud itu terus berkembang, awalnya karena adanya tekanan, kemudian penyebab yang lain yaitu kapabilitas atau kemampuan karena biasanya fraud dilakukan oleh orang-orang yang punya kewenangan besar dalam sebuah entitas. Kemudian makin berkembang, faktor penyebab baru yang disebut arogansi. Arogansi seorang dengan kedudukan yang sangat tinggi merasa tidak terjangkau atau tidak terikat oleh aturan-aturan rasa kebal hukum sehingga merasa bebas melakukan fraud” ungkapnya.

Dikatakan juga, fraud itu tidak mungkin hanya dilakukan seorang atau dua orang pasti dilakukan berjamaah baik di dalam internal maupun melibatkan eksternal.
Menurut undang-undang no 30/1999 jo UU No. 20/2001 tentang Tipikor Ada 7 besar korupsi yakni kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dan gratifikasi.

Di pembahasan berikutnya, Widhi yang juga merupakan alumni S1 Akuntansi FEB UNS menyebutkan ada lima karakteristik pemeriksaan investigatif. Yang pertama, teknik pemeriksaan yang dilakukan sangat mendalam, harus mengungkap fakta-fakta kecurangan yang disembunyikan; Kedua, pembuktian terbalik pasti dilakukan untuk membuktikan apakah fraud betul terjadi atau tidak terjadi; Ketiga dilakukan dengan cara yang sesuai ketentuan dan HAM; Keempat, kecukupan dan ketepatan bukti melebihi pemeriksanan non investigatif; Dan kelima menyajikan fakta dan proses kejadian, pembuktian di persidangan.
Rangkaian pemeriksaan investigatif meliputi pra perencanaan, perencanan, pelaksanaan dan pelaporan.
Di penutup presentasinya, Widhi berpesan kepada para mahasiswa bahwa profesi akuntan itu adalah memberikan keyakinan yang memadai kepada pihak-pihak yang berkepentingan maka dari sekarang biasakan jadi orang yang kredibel di mata siapapun, kompeten dimata siapapun dan independen dimata siapapun.
Narasumber kedua yang juga merupakan alumni Prodi S1 Akuntansi FEB UNS adalah M Alif Nur Irfan, Ex- Senior Associate Auditor menjelaskan lebih detil tentang perbedaan antara forensik audit dan audit secara konvensional.
Kegiatan yang digelar Prodi S1 Akuntansi dan dibuka oleh Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Kaprodi S1 Akuntansi diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa.
Sesi diskusi memberikan banyak kesempatan peserta untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua narasumber.
-

PDIE Workshop Presents Prof. Noor Ismawati from the University of Malaya
The Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), presented Prof. Sr. Noor Ismawati Binti Jaafar from Universiti Malaya at the Research Methodology Workshop, Tuesday, November 14, 2023. The virtual workshops were mostly attended by PDIE students.
Opening the session, Prof. Noor said that in Research in Organizations, there are several challenges and skills that a researcher needs to minimize the possibility of failure in an IT implementation project.The main purpose of this workshop is to introduce the best approach to explore IT governance in an organization, thus, breaking negative stereotypes about IT developments in the recent era.
“IT governance is actually a combination of numerous aspects. Therefore, this involves people from the IT department. It involves people from the accounting department. It also involves people from the strategy section. Hence, we can see how complex the problems related to IT management in the organization are,” explained Prof. Noor in her explanation related to the definition of IT.Furthermore, she said that there are several things that need to be considered, especially about performance management. We can verify the strategic suitability, review our IT performance measurement, and IT centralization of the business. “So, I will briefly discuss the importance of IT governance. IT governance actually helps organizations comply with any regulations. IT governance also helps organizations to be competitive and also supports the company’s goals, whatever the goals the organization has,” she explained.

By having proper IT governance, the organization can ensure that the company/organization can achieve its goals. IT governance can be a supporting factor to encourage the growth and innovation of a company/organization.
After the presentation of the material, the speakers conducted a discussion session with the participants, and through this workshop, the participants gained experience and assistance in IT governance.
-

Focus Group Discussion Penyusunan Buku Sejarah FEB, Undang Pelaku Sejarah
Penyusunan Buku Sejarah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sangat penting untuk mengabadikan catatan dan peristiwa yang terjadi di FEB UNS dari masa ke masa. Hal ini membantu untuk melestarikan warisan dan identitas FEB UNS.
Tersusunnya Buku Sejarah FEB UNS akan memberikan sumber informasi bagi semua generasi, untuk pendidikan dan pembelajaran. Para pembacanya dapat memahami bagaimana FEB UNS berkembang, mengatasi tantangan, dan mencapai prestasi.

Pimpinan FEB UNS menyambut baik penyusunan Buku Sejarah FEB yang diinisiasi dan juga ditulis langsung oleh Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek, Guru Besar FEB UNS.
Untuk melengkapi dan menyempurnakan penyusunan buku tersebut, fakultas menfasilitasi dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Buku Sejarah FEB UNS di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS, Kamis 16 November 2023.

Lebih dari 25 tamu undangan pelaku sejarah, baik dari tenaga pendidik maupun kependidikan FEB dihadirkan untuk membantu menyempurnakan draf yang telah disusun.

Dekan FEB, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan, para senior FEB, pimpinan dan undangan lainnya yang telah berkenan hadir.
“Penyusunan Buku Sejarah FEB bermanfaat agar yang muda-muda dapat mengenal para pendahulu, pendiri yang mulai membangun FEB dan juga para penerusnya. Terima kasih Prof. Tulus yang mengusulkan dan telah menyusun Buku Sejarah FEB, nanti masukan bisa dari seluruh peserta yang hadir” paparnya.

Prof. Djoko menegaskan bahwa kita semua adalah pelaku sejarah, yang lalu, kemarin, maupun sekarang, semuanya adalah pelaku sejarah.
Lebih lanjut disampaikan, Draf Buku Sejarah FEB yang telah disusun Prof. Tulus sudah bagus, cukup lengkap, namun perlu disempurnakan, diantaranya perlu dipilah sejarah fakultas dan sejarah prodi. Juga perlu diceritakan perkembangan sarana dan prasarana di FEB, serta berbagai capaian prestasi dari awal hingga saat ini.

Prof. Tulus juga menyampaikan terimakasih kepada para senior, para sesepuh yang berkenan hadir memenuhi undangan FGD dalam rangka mencermati dan memberi masukan untuk lebih menyempurnakan buku yang disusun.
Prof. Tulus menyampaikan, ide untuk menyusun Buku Sejarah FEB UNS merupakan cita-cita yang telah lama diharapkan.

“Dalam penyusun buku ini, saya ketik sendiri, data-data diperoleh dari hasil pencarian di koleksi saya pribadi dan juga dari berbagai sumber. Setelah konten jadi, nantinya juga ada editor untuk menyempurnakannya. Semoga buku ini dapat dilaunching saat Dies Natalis UNS” ungkapnya.

Selanjutnya Prof. Tulus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memberikan masukan dari draf yang telah dibagikan.
Diskusi berjalan lancar, beberapa masukan dari peserta FGD ditampung untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan yang dapat melengkapi kesempurnaan Buku Sejarah FEB.

-

Workshop PDIE Hadirkan Prof. Noor Ismawati dari Universiti Malaya
Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Prof. Sr. Noor Ismawati Binti Jaafar dari Universiti Malaya di Workshop Metodologi Penelitian. Selasa 14 November 2023.
Workshop yang digelar secara daring itu sebagian besar diikuti oleh mahasiswa PDIE.
Dalam pembukaan materinya, Prof. Noor menyampaikan bahwa dalam sebuah Research in Organizations, ada beberapa tantangan dan keahlian yang perlu dimiliki seorang researcher untuk bisa memperkecil kemungkinan kegagalan dalam IT implementations suatu project.

Tujuan utama workshop ini adalah untuk mengenalkan metode pendekatan yang paling baik untuk mendalami tata kelola IT dalam sebuah organisasi, sehingga bisa mematahkan stereotype negative tentang perkembangan IT di masa kini.
“Tata kelola IT sebenarnya merupakan gabungan dari banyak hal. Jadi ini melibatkan orang-orang dari departemen IT. Ini melibatkan orang-orang dari bagian akuntansi. Hal ini juga melibatkan orang-orang dari bagian strategi. Jadi, kita dapat melihat betapa kompleksnya masalah yang berkaitan dengan pengelolaan IT dalam organisasi.” Jelas Prof. Noor dalam penjelasannya terkait definisi dari IT.

Lebih lanjut disampaikan juga bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama tentang performance management. Kita dapat memverifikasi kesesuaian strategis dan meninjau pengukuran kinerja IT dan sentralisasi IT terhadap bisnis. Jadi, saya akan membahas pentingnya tata kelola IT secara singkat. Tata kelola IT sebenarnya membantu organisasi untuk mematuhi peraturan apa pun. Tata kelola IT membantu organisasi untuk menjadi kompetitif dan juga mendukung tujuan perusahaan, apa pun tujuan yang dimiliki oleh organisasi.

Dengan memiliki tata kelola IT yang tepat, kita dapat memastikan bahwa perusahaan/organisai dapat mencapai tujuannya. Tata kelola IT dapat menjadi faktor penunjang untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi dari sebuah perusahaan/organisasi.
Usai pemaparan materi, narasumber melakukan sesi diskusi dengan peserta, dan melalui workshop ini peserta mendapatkan pengalaman dan pendampingan dalam tata kelola IT.