FEB

Penulis: admin

  • Grup Riset Manajemen Keuangan Dampingi Kelompok Komunitas Berdikari Desa Karangturi dengan Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM

    Grup Riset Manajemen Keuangan Dampingi Kelompok Komunitas Berdikari Desa Karangturi dengan Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM

    Grup Riset Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Setianingtyas Honggowati dan beranggotakan  Dr. Bambang Hadinugroho, Dr. Endang Suhari, Heru Agustanto M.S.M., Yohana Tamara, M.M. dan Dr. Harmadi telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangturi, Karanganyar pada April, Mei, dan Juni tahun 2023.

    Tema pengabdian masyarakat yang diangkat adalah Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM dari Aspek Usaha dan Kelembagaan Desa Karangturi Karanganyar.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut ditujukan bagi  para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kuliner yang berada dalam Kelompok Komunitas Berdikari di Desa Karangturi Kabupaten Karanganyar.

    Kelompok Komunitas Berdikari di Desa Karangturi memiliki berbagai jenis usaha makanan yakni keripik pisang, keripik singkong (balung ketek), rambak jari, karak, abon lele, dan masih ada beberapa jenis usaha lainnya.

    Kepada feb.uns.ac.id, Dr. Setianingtyas menyampaikan bahwa pelaku UMKM Kuliner di Desa Karangturi memiliki usaha yang berskala kecil.

    Menurutnya, manajemen usaha masih dilakukan dengan cara tradisional dan rata-rata mereka memasarkan produk masih sangat sederhana. Hanya beberapa pelaku usaha saja yang mencoba menggunakan digital marketing ataupun media sosial. Area pasar juga masih sangat terbatas, tidak jauh dari lingkungannya.

    “Walaupun usaha tersebut sifatnya masih tradisional, usaha mereka tergolong potensial untuk dikembangkan lebih maju lagi. Apabila usaha tersebut terus diberikan pembinaan-pembinaan yang sifatnya mendorong untuk pengembangan, maka bukan mustahil usaha-usaha tersebut mempunyai peluang untuk berkembang dan maju, karena inilah kami hadir” ungkapnya.

    RG Manajemen Keuangan memberikan motivasi melalui ceramah pembekalan, konsultasi, dan diskusi tentang pentingnya penguatan motivasi dan kreativitas dalam usaha .

    Untuk mengatasi masih rendah pemahaman tentang digital marketing melalui media sosial seperti facebook, instagram, dan lain-lainnya, maka tim memberikan pembekalan, baik itu penjelasan maupun praktik pemasangan aplikasi yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM kuliner tersebut.

    RG Manajemen Keuangan juga memberikan pengarahan dan pemahaman lebih lengkap mengenai tugas, tanggung jawab pengurus dan manfaat keberadaaan lembaga bagi kemajuan dan pengembangan keberlanjutan UMKM.

    Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan mampu menumbuhkan semangat pelaku UMKM, khususnya di Desa Karangturi untuk lebih memajukan usahanya.

  • Undergraduate Study Program Management Guest Lecture Discussing Implementing the Business Model Canvas for Result

    Undergraduate Study Program Management Guest Lecture Discussing Implementing the Business Model Canvas for Result

    The Business Model Canvas describes how an organization builds, delivers, and captures value. The Business Model Canvas consists of nine main blocks that represent the core elements of a business, customer segments, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structures.

    The Business Model Canvas may change over time due to certain developments in the business condition. For example, during the Covid-19 pandemic, many channels changed, the customer relationships also changed. Although the value proposition has not changed, the way it is conveyed has transformed. Moreover, the most affected aspect after the pandemic ended was the customer segment.

    This statement was conveyed by Asri Meikawati Hazim, S.E., MBA., CEO of PT. nDalem Value Creation Indonesia at the Guest Lecture hosted virtually by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Tuesday, November 14, 2023.

    Furthermore, Asri explained to approximately 300 participants that in planning a business there are 7 pillars, the first is from the business side, the second from the product side, the third is legality, the fourth is the team, the fifth is marketing, the sixth is distribution, and the last is collaboration.

    From the business side, it is necessary to build a strong foundation for the business structure, thus it can be useful to support the business growth and development.

    “The first foundation, which all of you have actually gone through, is to make a canvas model, but the business structure needs to be given a foundation, or what we call a justification or objective. The justification for making the business must be very strong, for example, the reason I made the business for the first time is simple, because I want to have income for my new family,” she said.

    In business development, the justification and objective can change. Even so, the important thing is that we are not lacking new objectives and consistency in maintaining business. Because sometimes many are discouraged in the middle of the way. We also have to learn more about the business we are in.

    The second foundation is market size, which calculates the market correctly. Market size is the total number of potential consumers or buyers in a particular market, and is an important aspect in determining business and market projections.

    “To see the market size, you can just look at the internet, all the data is circulating in cyberspace, and we can know exactly who we want to sell to. Everything can be accessed on the internet. So friends, there is no reason for wondering how to get the data,” she said.

    The next business foundation is to look at the advantages of our products by looking at competitor analysis. “We need to look at other brands, what strength they have, what are their advantages, thus, when we later want to tell about our products, we really have a very strong business foundation. Look at their social media, and buy competitor’s products. Know the value proposition that will be proposed on the model canvas. Then we can implement this value by looking at competitor analysis, thus, the value proposition we build can actually become a valid one,” she explained further.

    In terms of products, the products we develop must have an attractive strength and uniqueness for consumers who become the business target market. Because the business cannot make everyone happy. It must be specifically selected, which part of the market will be the target market of the product. Meanwhile, if someone from a market sector beyond our target, buys a product, it is actually a bonus.

    Asri also provides tips to participants who are about to establish a brand, she suggests they visit the intellectual property website pdki-indonesia.dgip.go.id to check for brands that have been registered as intellectual property rights. Because after all, the legal protection both in Indonesia and internationally applies to the party that has registered the trademark first. Those who registered a brand first get an intellectual property certificate or a brand certificate.

    Furthermore, a newly established business needs to complete licensing as a provision in increasing the success potential in entering the market, legal documents include Business Entities (if needed, NIB, IUMK, NPWP), food distribution permits (PIRT, MD, Halal certification), intellectual property, and Co-branding.

    The fourth pillar is team building, where we need to work together with the team for business operations and must invest time to provide personal training. To build a business team there needs to be Hackers, Hipsters, and Hustlers. Hackers are people who create products, technologists. Hipster is a design expert who finds a way to convey the message, thus, visual branding can reach wider consumers and be relevant to consumers, and Hustler is an expert in financial management.

    On this occasion, Dila Maghrifani, SE., B.Sc., M.Sc., FEB UNS Lecturer, served as the moderator for the event, the Implementing the Business Model Canvas for Result, where participants had the opportunity to have a discussion with the speaker after the material presentation.

  • Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Bahas Implementing the Business Model Canvas for Result

    Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Bahas Implementing the Business Model Canvas for Result

    Bisnis Model Canvas menjabarkan bagaimana sebuah organisasi membangun, menyampaikan dan menangkap suatu nilai. Business Model Canvas terdiri dari sembilan blok utama yang mewakili elemen-elemen inti dari suatu bisnis, customer segment, value proportions, channels, customer relationship, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships,  dan cost structure.

    Bisnis Model Canvas ini bisa berubah seiring berjalannya waktu dan kondisi yang ada. Misalnya saat Pandemic Covid 19, banyak channel yang berubah, customer relationship-nya juga  berubah. Meski value preposition tidak berubah tapi cara menyampaikannya jadi berubah. Dan yang paling berubah setelah pandemi berakhir adalah customer segment.

    Pernyataan itu disampaikan Asri Meikawati Hazim, S.E., MBA. CEO PT nDalem Value Creation Indonesia di kegiatan Guest Lecture yang diselenggarakan Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 14 November 2024 secara daring.

    Lebih lanjut, Asri menjelaskan kepada kurang lebih 300 peserta yang hadir bahwa dalam merencanakan sebuah bisnis ada 7 pilar, yang pertama dari sisi bisnis, yang kedua dari sisi produk, ketiga legalitas, keempat adalah tim, yang kelima marketing, keenam distribusi dan terakhir adalah kolaborasi.

    Dari sisi bisnis, perlu dibangun fondasi yang kuat sebagai bangunan rumah usaha yang dapat bermanfaat.

    “Pondasi pertama yang sebenarnya teman-teman sudah melalui adalah membuat model canvas tapi bangunan rumah itu perlu diberi pondasi, namanya alasan. Alasan-alasan membuat bisnis itu harus very strong, harus kuat banget, misalnya  alasan saya membuat bisnis pertama kali, simpel karena pengen punya pendapatan untuk keluarga baru” ungkapnya.

    Dalam perjalanan bisnis, alasan bisa berubah. Yang penting adalah kita tidak kekurangan alasan untuk terus berjuang dalam mempertahankan usaha dan konsisten. Karena kadang-kadang banyak yang patah semangat di tengah-tengah. Kita juga haru belajar lebih dalam tentang usaha yang sedang kita geluti.

    Pondasi yang kedua adalah market size, hitung benar marketnya. Market size adalah total konsumen atau pembeli yang memiliki potensi di pasar tertentu. Market size merupakan aspek yang penting dalam menentukan proyeksi bisnis dan pasar.

    “Untuk melihat market size, lihat saja di internet, semua data-data banyak beredar di dunia maya, jadi kita tahu sebenarnya kepada siapa kita mau menjual. Semuanya bisa diakses di internet. Jadi teman-teman tidak ada alasan bagaimana mendapatkan datanya” tegasnya.

    Fondasi bisnis yang selanjutnya adalah melihat keunggulan produk kita dengan melihat  competitor analysis.

    “Kita perlu melihat brand–brand yang lainnya, punya kelebihan apa, punya keunggulan apa sehingga ketika kita nanti mau bercerita tentang produk kita, kita sudah benar-benar punya fondasi bisnis yang sangat kuat. Kepoin sosial medianya, beli produk competitor. Tahu value preposition yang dituliskan  di model canvas itu. Diimplementasikan dengan melihat competitor analysis supaya value preposition itu benar-benar menjadi valid” paparnya kemudian.

    Dalam hal produk, harus memiliki kekuatan dan keunikan yang menarik untuk konsumen yang menjadi taget market. Karena bisnis itu tidak bisa membahagiakan semua orang.  Harus dipilih yang spesifik target marketnya yang mana. Kalaupun ada yang beli di luar dari target market itu adalah sebenarnya bonus.

    Asri juga memberikan tips kepada peserta yang akan membuat brand atau merek, silahkan masuk di website kekayaan intelektual pdki-indonesia.dgip.go.id untuk mengecek. Karena bagaimanapun, yang dilindungi secara hukum baik di Indonesia ataupun di negara lain adalah yang mendaftarkan terlebih dahulu di kekayaan intelektual. Siapa yang mendaftar lebih dulu itu yang dapat sertifikat kekayaan intelektual atau sertifikat merk.

    Lebih lanjut lengkapi perizinan sebagai senjata meningkatkan potensi keberhasilan masuk pasar, Legal dokumen diantaranya: Badan Usaha (jika sudah membutuhkam, NIB, IUMK, NPWP, ijin edar makanan (PIRT,MD,  Halal), kekakayaan intelektual, Co-branding.

    Pilar yang keempat adalah membangun tim.  Bekerja sama dengan tim untuk operasional usaha dan investasikan waktu untuk memberikan training secara personal.

    Untuk membangun sebuah tim bisnis perlu ada Hacker, Hipster dan Hustler. Hacker adalah orang yang meng-create produk, ahli teknologi. Hipster, orang yang ahli desain yang mem-package supaya visual branding itu bisa sampai kepada konsumen dan relevan dengan konsumennya dan Hustler adalah yang ahli dalam manajemen keuangan.

    Kegiatan yang bertemakan Implementing the Business Model Canvas for Result dimoderatori Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Dosen FEB UNS.

    Usai paparan materi, peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber.

  • More than 250 Students Filled the FEB Hall at the Wealth XPO on Campus

    More than 250 Students Filled the FEB Hall at the Wealth XPO on Campus

    CIMB Niaga Bank in collaboration with the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted Wealth XPO on Campus, Wednesday, November 15, 2023, at Suhardi Hall. More than 250 students filled the hall to get insights from four invited speakers, including Yose Stefanus, Mutual Fund, Digital Wealth & Research Head of CIMB Niaga; Putu Damarathi, Head of Intermediary Sales of Trimegah Asset Management; Yudha Keling, Content Creator, and Masagus Tirza, Wealth Management Business Head of CIMB Niaga.

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Vice-Rector for Planning, Partnership, Business, and Information Affairs UNS in his remarks thanked CIMB Niaga for coming to the UNS campus to host the Wealth XPO on Campus.

    This activity according to Prof. Irwan is interesting and useful as FEB students can learn many things from the material delivered by the speakers, explanation on frugal living, the importance of financial planning both for individuals and families, and also how to choose investment instruments.

    Prof. Irwan said that what is important is financial literacy, increasing public understanding of financial products and services, and then financial inclusion, increasing public access to the financial services sector. “Not inclusion, but literacy first, because if we focused on inclusion first and then followed by literacy, there will be many victims. Nowadays digital products cause people to be inclusive first, whether they understand the effect or not, it is a matter that they will think about latter. This will bring up social problems,” he said.

    In terms of investing, Prof. Irwan reminded students to understand three things, understand the theory, understand the real practice, and also have analytical skills. Students should be more able to see whether the investment makes sense or not. Don’t be tempted by investments that offer bombastic returns.

    And very importantly, students must be able to understand themselves, whether they are risk-averse or risk-loving. If you are a person who avoids risk, does not like risk, do not play around with instruments that are too risky. “The most important thing to become an investor is to first understand his characteristics, what kind of person I am, that is his capital. Then determine the specifications, and what do I want to do. And only after that, you can start choosing an instrument,” he said.

    Andiko Manik, Head of Region West on Central Java at the beginning of her speech agreed with Prof. Irwan statement related to the importance of prioritizing financial literacy and inclusion.

    The Wealth XPO on Campus indeed has a purpose to help students, especially regarding financial literacy problems, where literacy should come first, then later participation, this is the final outcome targeted in this event. Furthermore, students are part of the young generation with great potential and in the future, will become candidates for national leaders, and of course, as a productive young generation they will be able to play an active role in the progress of Indonesia.

    In this one day of activities, hopefully, with financial insight, students can also plan their finances better in the future, and start investing better in the future. He believes this activity will greatly help students to continue to pursue dreams and aspirations in the future and good financial planning that will help them to be more empowered. Aside from the extensive financial literacy material related to frugal living, the importance of financial planning and how to choose investment instruments, the event also filled with numerous attractive prizes.

  • Lebih dari 250 Mahasiswa Penuhi Aula FEB di Gelaran Wealth XPO on Campus

    Lebih dari 250 Mahasiswa Penuhi Aula FEB di Gelaran Wealth XPO on Campus

    Bank CIMB Niaga bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Wealth XPO on Campus, Rabu 15 November 2023 di Aula Suhardi.

    Lebih dari 250 mahasiswa memenuhi aula untuk mendapatkan wawasan dari 4 narasumber yang dihadirkan,  Yose Stefanus,  Mutual Fund, Digital Wealth & Research Head CIMB Niaga; Putu Damarathi, Head Intermediary Sales Trimegah Asset Management; Yudha Keling, Content Creator, serta Masagus Tirza, Wealth Management Business Head CIMB Niaga.

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada CIMB Niaga yang telah datang ke kampus UNS untuk menyelenggarakan Wealth XPO on Campus.

    Kegiatan ini menurut Prof. Irwan bagus sekali, mahasiswa FEB dapat mengetahui banyak hal dari yang telah dipaparkan narasumber, penjelasan tentang frugal living, pentingnya financial planning baik itu untuk individu maupun keluarga, dan juga bagaimana memilih instrumen investasi.

    Prof. Irwan mengatakan bahwa yang penting didahulukan adalah literasi keuangan, peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan baru kemudian inklusi keuangan, peningkatan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

    “Jangan inklusi dulu tapi literasi dulu ya, karena kalau inklusi dulu baru setelah itu literasi maka akan banyak korbannya. Sekarang ini produk-produk digital menyebabkan orang inklusi dulu, tahu atau tidaknya pikir belakangan. Hal ini akan memunculkan problem-problem sosial” tegasnya

    Dalam hal berinvestasi, Prof. Irwan mengingatkan kepada mahasiswa untuk paham tiga 3 hal, paham teoritikalnya, paham praktek riilnya dan juga punya kemampuan analitik.

    Mahasiswa harus lebih bisa melihat investasi itu masuk akal atau tidak . Jangan tergiur dengan investasi-investasi yang menawarkan secara bombastis.

    Dan yang sangat penting juga, mahasiswa harus bisa memahami diri sendiri, apakah ia seorang yang risk averse atau risk lover. Jika seorang yang menghindari resiko, tidak suka dengan resiko jangan bermain-main di instrumen yang terlalu berisiko.

    “Yang paling penting untuk menjadi seorang investor itu adalah pertama pahami karakteristik pribadinya dulu, saya itu seorang yang seperti apa, itu adalah modalnya. Lalu menentukan spesifikasinya,  saya mau ngapain. Dan yang setelah itu baru memilih instrumen” tuturnya.

    Andiko Manik, Head of Region West on Central Java di awal sambutannya sependapat dengan apa yang disampaikan Prof. Irwan terkait pentingnya mendahulukan literasi keuangan baru kemudian inklusi.

    Gelaran Wealth XPO on Campus ini memang tujuannya adalah untuk membantu terutama mengenai masalah finansial literasi, jadi melek dulu baru kemudian nanti ikut serta di situ, itu yang akan dibangun.

    Lebih lanjut dikatakan mahasiswa bagian dari generasi muda yang sangat potensial dan kedepannya, akan menjadi calon-calon pepimpin bangsa dan juga tentunya sebagai generasi muda yang produktif akan bisa berperan aktif untuk kemajuan Indonesia.

    Selama satu hari kegiatan, harapannya dengan financial insight, para mahasiswa juga dapat merencanakan keuangannya lebih baik lagi ke depannya, mulai berinvestasi lebih baik lagi ke depannya.

    Ia percaya, kegiatan ini akan sangat membantu mahasiswa untuk terus mengejar impian dan cita-cita di masa yang akan datang dan perencanaan keuangan yang baik yang akan membantu untuk lebih berdaya.

    Di kegiatan itu, selain bertabur literasi finansial terkait frugal living, pentingya financial planning dan juga bagaimana memilih instrumen investasi juga bertebar banyak hadiah yang sangat menarik.

  • SMBCC 2023, Trains Students to Develop New Ideas and Find Adaptive and Innovative Solutions

    SMBCC 2023, Trains Students to Develop New Ideas and Find Adaptive and Innovative Solutions

    The Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2023 is an academic competition designated for students from various universities across Indonesia by focuses on how to analyze and find solutions to a business problem in a team. This activity serves as a forum for students to collaborate and apply their business knowledge.

    Taking on the theme “Plethora of Opportunities and Challenges: Delve into the Challenges that Businesses Face in the Digital Era,” SMBCC invites all students to find more adaptive and innovative solutions in business activities, especially the digital economy, in order to face future challenges and opportunities.

    The core event that take place in the FEB UNS was opened with several stages. The registration stage started from July 3 to September 17, 2023. Some other stages conducted in September to October are Preliminary-Round, Semifinal-Round, and Final-Round.

    Out of 140 applicants, 12 finalists were selected, namely the Nater Team from Telkom University, the Booster Consulting Team from Universitas Gadjah Mada, Jompo Team from Ciputra University, the Rasa Group Team from Universitas Indonesia, the Kandaga Team from Universitas Padjajaran, the Sandykala Team from Universitas Negeri Yogyakarta, the Remedial Team from Universitas Kristen Maranantha, the Towastro Team from Institut Teknologi Bandung, the Duo Team from Universitas Sebelas Maret, the Bocils Team from Universitas Sulthan Ageng Tirtayasa, the Nuasa Team from Universitas Sebelas Maret, and the Global Top Team from Institut Teknologi Bandung.

    Niken Mar’atus Sholeha, Chief Executive of SMBCC 2023 said that this activity aims to help students to improve communication skills and present the results of their analysis effectively. Additionally, this activity also helps students develop cooperation skills and solve problems through the cases provided. Additionally, they can also develop new ideas and innovative solutions for students facing the digital era.

    Bearing this in mind, students are expected to make a significant contribution to Indonesia’s digital economy by identifying existing challenges and opportunities. The series of competitions within the SMBCC 2023 consists of 3 (three) rounds, namely Preliminary-Case, Semifinal-Case, and Final-Pitch Deck.

    On the last day, Saturday, October 28, 2023, the finalists conducted a field trip around Solo with several destinations, namely Javenir Pusat Oleh-Boleh Solo, Keris Museum, and Pura Mangkunegaran.

  • SMBCC 2023, Latih Mahasiswa Mengembangkan Ide-Ide Baru dan Menemukan Solusi yang Adaptif dan Inovatif

    SMBCC 2023, Latih Mahasiswa Mengembangkan Ide-Ide Baru dan Menemukan Solusi yang Adaptif dan Inovatif

    Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2023 adalah sebuah kompetisi akademik yang diikuti oleh mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan berfokus pada bagaimana menganalisis dan mencari solusi dari suatu masalah bisnis dalam sebuah tim.

    Aktifitas ini sebagai wadah mahasiswa dalam bekerjasama dan mengaplikasikan ilmu bisnis yang dimilikinya.

    Dengan mengangkat tema “Plethora of Opportunities and Challenges: Delve into the Challenges that Businesses Face in the Digital Era”, SMBCC mengajak seluruh mahasiswa untuk menemukan solusi yang lebih adaptif dan inovatif dalam aktivitas bisnis khususnya ekonomi digital agar dapat menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

    Kegiatan inti yang berlangsung di lingkungan FEB dimulai dengan beberapa tahapan. Registrasi telah dimulai sejak 3 Juli hingga 17 September 2023. Beberapa tahapan lain pada September hingga Oktober yakni Preliminary-Round, Semifinal-Round dan Final-Round.

    Dari 140 pendaftar, terseleksi 12 Finalis yakni Tim Nater dari Telkom University, Tim Booster Consulting dari Universitas Gadjah Mada, Tim Jompo dari Universitas Ciputra, Tim Rasa Group dari Universitas Indonesia, Tim Kandaga dari Universitas Padjajaran. Tim Sandykala dari Universitas Negeri Yogyakarta, Tim Remedial dari Universitas Kristen Maranantha, Tim Towastro dari Institut Teknologi Bandung, Tim Duo dari Universitas Sebelas Maret,  Tim The Bocils dari Universitas Sulthan Ageng Tirtayasa, Tim Nuasa dari Universitas Sebelas Maret, dan  Tim Top Global dari Institut Teknologi Bandung.

    Niken Mar’atus Sholeha, Ketua Pelaksana SMBCC 2023 menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan mempresentasikan hasil analisis mereka secara efektif.

    Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kerja sama dan memecahkan masalah melalui case yang diberikan. Juga mampu  mengembangkan ide-ide baru dan solusi yang inovatif bagi mahasiswa menghadapi era digital.

    Dengan hal tersebut, mahasiswa diharapan dapat memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi digital Indonesia mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada.

    Rangkaian pelaksanaan lomba dari SMBCC 2023 terdiri dari 3 babak yaitu Preliminary-Case, Semifinal-Case, dan Final-Pitch Deck.

    Dihari terakhir, Sabtu, 28 Oktober 2023, finalis melakukan field trip keliling Solo dengan beberapa destinasi, yaitu Javenir Pusat Oleh – Oleh Solo, Museum Keris, dan Pura Mangkunegaran.

  • Bakti Sosial KAFE 88, Menuju Persahabatan yang Abadi

    Bakti Sosial KAFE 88, Menuju Persahabatan yang Abadi

    Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi (KAFE) 88 mengadakan serangkaian kegiatan reuni pada tanggal 10-12 November 2023.  Salah satu kegiatan yang digelar adalah  Bakti Alumni KAFE 88  di Lobi Gedung Soeharno TS Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) .

    KAFE 88 memberikan bantuan kepada seluruh petugas keamanan dan kebersihan di FEB. Selain itu, KAFE 88 juga mengadakan pemeriksaan gratis untuk Tenaga Kependidikan (Tendik).

    Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si., Ketua Panitia Reuni KAFE 88 dalam sambutannya mengatakan KAFE 88 mempunyai program setiap tiga tahun sekali untuk bersama.

    “Kami pernah dididik di sini, di FEB UNS akhirnya kami lulus hingga pada posisi sekarang, dan kami KAFE 88 kembali ke kampus. Terima kasih kepada rekan-rekan KAFE 88 atas kebersamaannya untuk peduli kampus. Terima kasih kepada para Tendik yang membantu kami, juga kepada rekan-rekan cleaning service yang setiap hari memoles ruangan di FEB tampak bagus, juga security yang telah menjaga kampus. Kami sangat berterima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga FEB dan ini sekedar tali asih, ada bingkisan dari kami” tuturnya.

    Lebih lanjut, Umi Setiawati, SE, Ketua Umum Kafe 88 berterima kasih kepada kampus kesayangan, FEB.

    “ Terima kasih kepada FEB.  Angkatan kami membuat kenangan dengan kegiatan bakti sosial.    Jangan dilihat nilainya, besarnya, tapi tali kasih kami terhadap kampus FEB tercinta, menuju persahabatan abadi dari KAFE 88. Kita coba untuk berkontribusi sedikit kepada fakultas, mudah-mudahan tidak hanya sampai disini. Jangan pernah putus silaturahmi karena itu membawa kesehatan dan banyak rezeki’’ ungkapnya.

    Sementara itu, Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si. mengucapkan selamat datang kepada KAFE 88.

    “Selamat datang Mas dan Mbak angkatan 88, kembali ke rumah, kampus FEB.  FEB saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah perubahan nama-nama gedung-gedung di FEB dengan nama Tokoh FEB, Gedung Soeharno TS, Gedung Djarwanto, Gedung Soedarah Soepono, Gedung Bachtiar Effendi, Gedung Soehardi. Kami nanti akan membuat histori atas penamaan gedung tersebut agar branding  kita semakin bagus, supaya semua dapat mengenali sejarah FEB.

    Dr. Dwi Prasetyani juga menjelaskan berbagai capaian akreditasi nasional dan internasional yang telah diraih FEB. Seluruh capaian keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan alumni.

    Lebih lanjut disampaikan Yayasan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisni (KAFEB) sudah didirikan, ini sebagai titik temu antara yang ada di FEB sebagai pengelola dan KAFEB untuk secara bersama-sama memajukan FEB.

    “Alumni bersama-sama menggalang dana abadi, angkatan 88 kami harap bisa berkontribusi dan kami  berterima kasih” ungkapnya.

    Dikatakan, dana abadi itu bisa menjadi semacam “tambah darah” untuk membuat kehidupan pengelolaan di FEB lebih baik. Kegiatan-kegiatan yang dicreate oleh KAFEB luar biasa,  tidak hanya perhatian alumni kepada adiknya-adiknya, namun dengan teman-teman tendik dan juga kontribusi networking. 

    Kami memastikan bahwa semua penyelengaraan pendidikan disini berjalan dengan baik, bereputasi global.

    Dr. Dwi Prasetyani menambahkan saat ini FEB lebih sering melibatkan alumni untuk pengembangan FEB.

    Ketika alumni dilibatkan dalam perencanaan, kerja sama dan implementasi ternyata lebih cepat. Bagaimanapun, bekerja dengan  alumni akan memudahkan FEB untuk bergerak lebih luas daripada kami harus bekerja sendiri.

    Ke depan, FEB akan menjalin hubungan yang semakin erat dengan alumni, untuk memberi masukan dan selalu mengawal FEB.

  • FEB UNS Welcomes a Visit from the RUDN University, Discusses International Cooperation

    FEB UNS Welcomes a Visit from the RUDN University, Discusses International Cooperation

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) received a visit from RUDN University Russia, Wednesday, November 8, 2023, in Assembly Room 1, Soeharno TS Building FEB UNS.

    RUDN University delegates who had the opportunity to attend the occasion were Svetlana Ratner, Professor from RUDN University, Irina Pugacheva, Senior Lecturer at RUDN University, Mark Agafoshin, Graduate students of RUDN University, and two students Matvei Slavkin and Svetlana Tretiakova.

    The visitation was welcomed by the Vice Dean of Academic Research and Student Affairs FEB, Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Head of UPT International Cooperation and Services, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I., Ph.D., Head of Study Program at FEB UNS, and several UNS Lecturers.

    In her remark, Dr. Dwi Prasetyani welcomed the delegation from RUDN University and introduced the existing study program at FEB UNS. “We are very happy to welcome you to FEB UNS, we hope today’s visit can give you a pleasant impression and experience. We at FEB UNS always strive to develop international cooperation networks, so hopefully, on this occasion, we can discuss prospective programs that can be implemented between the two institutions,” she explained.

    Further, Dr. Dwi said that there are currently 4 undergraduate study programs, 3 master study programs (S2), and one doctoral study program (S3) at FEB UNS. Following the introduction from FEB UNS, Rino Ardhian, Ph.D., also conveyed information related to research and education programs at UNS. According to him this visit to UNS was the second visit for RUDN University, which had previously visited UNS, although at that time RUDN University had not had time to meet with representatives of the study programs in UNS.

    Svetlana Ratner expressed her gratitude for welcoming the visit. “Thank you to FEB UNS, this is  our second time visiting UNS, and we are very happy to meet and hold a discussion with IO UNS and FEB UNS,” she said.

    Introducing their home institution, the delegates discuss research programs carried out, the majority of which focus on topics related to sustainable economy and sustainable development.

    Responding to discussion questions related to programs available to students from Russia, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., Head of the S3 Environmental Science Study Program UNS explained that UNS provides short courses organized by the Center of Excellence in Science and Technology (PUI) at UNS.

    In addition, UNS also developed a customized course for the Future ASIAN Program, which become one of the international programs at UNS. “One of the PUI at UNS, namely PUI Fintech and Banking, has regularly hosted short courses that attract participants from various countries. In addition, we at UNS also provide normal courses and special courses for certain programs, and scholarships are also available for international students at UNS,” he explained later.

    The event continued with a discussion between the attendees and the delegation from Russia.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan RUDN University, Bahas Kerja Sama Internasional

    FEB UNS Menerima Kunjungan RUDN University, Bahas Kerja Sama Internasional

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari RUDN University Rusia, Rabu 8 November 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.

    Delegasi RUDN University yang berkesempatan hadir yakni Svetlana Ratner, Professor RUDN University, Irina Pugacheva, Senior Lecturer RUDN University, Mark Agafoshin, Graduate student RUDN University, serta dua mahasiswa Matvei Slavkin dan Svetlana Tretiakova.

    Kunjungan diterima oleh Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB, Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si,  Kepala UPT Kerjasama dan Layanan Internasional, M.Si, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I., Ph.D., Kepala Program Studi di FEB dan sejumlah Dosen UNS.

    Dalam sambutannya, Dr. Dwi Prasetyani menyambut baik kedatangan delegasi dari RUDN University sekaligus memperkenalkan program studi yang ada di FEB UNS.

    “Kami sangat bahagia karena dapat menyambut Anda di FEB UNS, semoga kunjungan hari ini dapat memberikan kesan dan pengalaman yang menyenangkan. Kami di FEB UNS senantiasa berusaha untuk mengembangkan jaringan kerja sama internasional, oleh karenanya semoga dalam kesempatan ini kita dapat mendiskusikan program-program yang dapat dilaksanakan antar kedua institusi,” jelasnya.

    Lebih lanjut Dr. Dwi menyampaikan bahwa di FEB UNS saat ini terdapat 4 program studi sarjana, 3 program studi master (S2), dan satu program studi doktoral (S3).

    Menyambung perkenalan dari FEB UNS, Rino Ardhian, Ph.D. turut menyampaikan informasi terkait program riset dan pendidikan di UNS.

    Dikatakan, kunjungan ke UNS ini adalah kali kedua bagi RUDN University, yang sebelumnya juga telah mengunjungi UNS, meskipun belum sempat bertemu dengan perwakilan dari program studi yang ada di lingkungan UNS.

    Svetlana Ratner menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan kunjungan tersebut.

    “Terima kasih kepada FEB UNS, ini adalah kali kedua kami datang ke UNS, kami sangat bahagia dapat bertemu dan berdiskusi dengan pihak IO UNS dan FEB UNS,” ungkap beliau.

    Dalam perkenalan tersebut dibahas mengenai program riset yang dilaksanakan yang mayoritas berfokus pada topik terkait ekonomi berkelanjutan (sustainable economy) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

    Menanggapi pertanyaan diskusi terkait program yang tersedia bagi mahasiswa dari Rusia, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., Kepala Program Studi S3 Ilmu Lingkungan UNS menjelaskan bahwa UNS secara rutin menyediakan short course yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan IPTEK (PUI) yang ada di UNS.

    Selain itu, UNS juga mengembangkan customized course untuk Future ASIAN Program yang merupakan salah satu program internasional.

    “Salah satu PUI di UNS, yaitu PUI Fintech dan Banking, secara rutin telah menyelenggarakan short course yang banyak menarik peserta dari berbagai negara. Selain itu kami di UNS juga menyediakan mata kuliah normal dan mata kuliah khusus untuk program tertentu, dan juga tersedia beasiswa bagi mahasiswa internasional di UNS” paparnya kemudian.

    Acara berlanjut dengan diskusi antara peserta yang hadir dan delegasi dari Rusia.